WorksheetsQuiz Investasi Jangka Pendek & Investasi Jangka Panjang
Total questions: 50
Worksheet time: 3hrs 58mins
Investasi jangka pendek dicatat sebagai:
Aset tidak lancar
Ekuitas
Aset lancer
Pendapatan investasi
Yang termasuk dalam investasi jangka pendek adalah:
Saham preferen untuk dikendalikan
Saham biasa untuk dijual dalam 3 bulan
Obligasi jangka 10 tahun yang tidak diperdagangkan
Properti investasi
Investasi yang dimiliki untuk memperoleh kendali atas perusahaan lain termasuk:
Investasi spekulatif
Investasi jangka pendek
Investasi jangka panjang
Aset tetap
Investasi jangka panjang disajikan dalam laporan posisi keuangan sebagai:
Kewajiban jangka panjang
Aset lancar
Ekuitas
Aset tidak lancar
Investasi surat berharga yang dimiliki kurang dari satu tahun disebut:
Investasi derivatif
Investasi non-komersial
Investasi jangka pendek
Investasi strategis
Metode yang digunakan untuk investasi saham 50%) dicatat dengan metode:
Biaya
Ekuitas
Konsolidasi
Nilai wajar
PT X membeli 100 lembar saham @Rp 10.000 dengan kurs 105. Nilai investasi adalah:
Rp 1.000.000
Rp 1.050.000
Rp 950.000
Rp 1.100.000
SBI nominal Rp 50.000.000, bunga 12% setahun, jangka waktu 3 bulan. Harga beli SBI adalah:
Rp 48.500.000
Rp 48.000.000
Rp 48.500.000
Rp 48.500.000
PT A membeli 100 lembar saham preferen @Rp 10.000 kurs 104. Biaya pembelian Rp 5.000. Total investasi adalah:
Rp 1.040.000
Rp 1.045.000
Rp 1.050.000
Rp 1.000.000
Penjualan saham: 100 lembar @Rp 10.000 kurs 108, biaya penjualan Rp 4.000. Hasil penjualan bersih:
Rp 1.080.000
Rp 1.076.000
Rp 1.040.000
Rp 1.084.000
Perolehan: Rp 1.045.000, hasil penjualan bersih: Rp 1.076.000. Maka:
Laba Rp 31.000
Laba Rp 21.000
Rugi Rp 31.000
Rugi Rp 21.000
SBPU nominal Rp 100.000.000, diskonto 15%, jangka waktu 90 hari. Harga beli:
Rp 96.250.000
Rp 96.385.543
Rp 97.500.000
Rp 95.000.000
Investasi saham 300 lembar dengan total biaya Rp 3.057.000. Rata-rata per lembar:
Rp 10.000
Rp 10.190
Rp 10.150
Rp 10.250
Penjualan 240 lembar saham @Rp 10.000 kurs 104. Biaya Rp 25.000. Hasil penjualan bersih:
Rp 2.496.000
Rp 2.471.000
Rp 2.445.000
Rp 2.460.000
Jika rata-rata per lembar Rp 10.190, nilai perolehan 240 lembar adalah:
Rp 2.445.600
Rp 2.449.000
Rp 2.400.000
Rp 2.420.000
Laba atas penjualan saham = Rp 2.471.000 – Rp 2.445.600 =
Rp 25.400
Rp 24.000
Rp 20.000
Rp 30.000
Bunga obligasi 12% × Rp 4.000.000 untuk 6 bulan =
Rp 480.000
Rp 240.000
Rp 200.000
Rp 400.000
Obligasi dibeli Rp 3.085.000, dijual Rp 3.095.000 → laba/rugi?
Laba Rp 10.000
Rugi Rp 10.000
Laba Rp 20.000
Rugi Rp 20.000
Nilai wajar saham turun dari Rp 1.100.000 ke Rp 1.000.000. Maka perusahaan mencatat:
Laba
Rugi penurunan nilai
Pendapatan investasi
Tidak mencatat apa-apa
Jika kepemilikan saham 25%, metode yang digunakan:
Biaya
Ekuitas
Nilai pasar
Diskonto
Jika saham dimiliki 10% dan perusahaan menerima dividen, maka dicatat sebagai:
Pendapatan investasi
Pengurang investasi
Beban investasi
Penambah investasi
Jika saham dimiliki 10% dan perusahaan menerima dividen, maka dicatat sebagai:
Pendapatan investasi (Benar)
Pengurang investasi
Beban investasi
Agio saham
PT A membeli 100 lembar saham @Rp 10.000 kurs 102. Jurnalnya adalah:
Kas – Debit Rp 1.000.000
Investasi Saham – Debit Rp 1.020.000
Saham Biasa – Debit Rp 1.000.000
Agio Saham – Kredit Rp 20.000
Pembelian SBI Rp 50.000.000, diskonto Rp 1.500.000. Jurnal:
Investasi – Debit Rp 50.000.000
Kas – Kredit Rp 50.000.000
Investasi – Debit Rp 48.500.000
Pendapatan Investasi – Debit
PT B menjual obligasi seharga Rp 3.120.000, biaya penjualan Rp 25.000. Jurnal:
Kas – Debit Rp 3.145.000
Pendapatan Investasi – Debit
Kas – Debit Rp 3.095.000
Rugi Investasi – Kredit
PT C membeli obligasi Rp 1.000.000 dan mencatat bunga berjalan Rp 20.000. Jurnal:
Investasi – Debit Rp 1.000.000
Beban Bunga – Debit Rp 20.000
Pendapatan Diterima Dimuka – Kredit Rp 20.000
Kas – Kredit Rp 980.000
Penerimaan dividen Rp 5.000 dicatat sebagai:
Kas – Debit; Pendapatan Dividen – Kredit
Investasi – Debit
Pendapatan Ditangguhkan – Kredit
Agio Saham – Debit
Investasi jangka pendek dijual lebih rendah dari harga perolehan, maka jurnal:
Kerugian – Debit
Pendapatan – Debit
Investasi – Kredit
Modal Saham – Debit
Penyesuaian nilai pasar yang lebih rendah dari biaya investasi:
Investasi – Debit
Kerugian Penurunan Nilai – Debit
Pendapatan Investasi – Kredit
Kas – Kredit
PT D menerima dividen dari investasi 25% saham:
Kas – Debit; Pendapatan Dividen – Kredit
Kas – Debit; Investasi – Kredit
Investasi – Debit; Pendapatan Saham – Kredit
Tidak dicatat
Jika investasi dijual dengan laba, maka:
Kas – Debit, Investasi – Kredit, Laba – Kredit
Kas – Debit, Laba – Kredit
Investasi – Debit, Kas – Kredit
Laba – Debit
Investasi saham biasa dijual pada kurs lebih tinggi, maka selisihnya dicatat ke:
Pendapatan Lain-lain
Laba Investasi
Agio Saham
Dividen
PT ABC membeli saham untuk investasi jangka pendek, maka jurnal:
Investasi Saham – Debit
Saham – Debit
Agio Saham – Debit
Laba Ditahan – Kredit
Bunga obligasi diterima pada saat jatuh tempo, maka jurnal:
Beban Bunga – Debit
Pendapatan Bunga – Kredit
Investasi – Kredit
Kas – Kredit
Dividen diumumkan atas saham dimiliki 10%, maka jurnalnya adalah:
Investasi – Debit
Kas – Debit; Pendapatan – Kredit
Tidak dicatat sampai diterima
Laba Ditahan – Kredit
Penjualan investasi jangka pendek Rp 1.000.000 dengan harga pokok Rp 1.050.000. Maka:
Laba Rp 50.000
Rugi Rp 50.000
Kas – Kredit
Pendapatan – Kredit
PT DEF menggunakan metode ekuitas. Laba bersih entitas investee Rp 40.000.000, maka jurnal:
Investasi – Debit Rp 40.000.000
Pendapatan Saham – Kredit Rp 40.000.000
Kas – Debit Rp 40.000.000
A dan B benar (Benar)
Jika perusahaan memiliki 20% saham di perusahaan lain dan menerima dividen, maka dicatat sebagai:
Penambah investasi
Pendapatan investasi
Pengurang investasi
Beban investasi
PT C menjual 150 lembar saham @Rp 12.000 kurs 110. Biaya penjualan Rp 5.000. Hasil penjualan bersih:
Rp 1.800.000
Rp 1.785.000
Rp 1.770.000
Rp 1.795.000
Investasi jangka panjang yang dimiliki lebih dari satu tahun dicatat sebagai:
Ekuitas
Aset tidak lancar
Pendapatan investasi
Aset lancar
Jika perusahaan memiliki 30% saham di perusahaan lain dan menerima dividen, maka dicatat sebagai:
Beban investasi
Penambah investasi
Pengurang investasi
Pendapatan investasi
Jika perusahaan menjual saham dengan harga Rp 1.200.000 dan biaya perolehan Rp 1.150.000, maka laba/rugi adalah:
Laba Rp 50.000
Laba Rp 100.000
Rugi Rp 50.000
Rugi Rp 100.000
Jika perusahaan memiliki 30% saham di perusahaan lain, maka metode yang digunakan adalah:
Biaya
Diskonto
Ekuitas
Nilai pasar
Investasi jangka panjang yang dimiliki untuk tujuan spekulatif termasuk dalam kategori:
Investasi non-komersial
Investasi spekulatif
Investasi strategis
Investasi jangka pendek
Jika perusahaan menjual 150 lembar saham @Rp 12.000 dengan biaya penjualan Rp 3.000, maka hasil penjualan bersih adalah:
Rp 1.797.500
Rp 1.800.500
Rp 1.797.000
Rp 1.800.000
PT Y membeli 200 lembar saham @Rp 15.000 dengan kurs 110. Nilai investasi adalah:
Rp 3.200.000
Rp 3.300.500
Rp 3.300.000
Rp 3.400.000
Jika perusahaan memiliki 25% saham di perusahaan lain dan menerima dividen, maka dicatat sebagai:
Pengurang investasi
Beban investasi
Pendapatan investasi
Penambah investasi
Jika perusahaan menjual 100 lembar saham @Rp 20.000 dengan biaya penjualan Rp 2.000, maka hasil penjualan bersih adalah:
Rp 1.998.000
Rp 2.000.000
Rp 1.998.500
Rp 1.999.000
Investasi jangka pendek yang dimiliki lebih dari satu tahun dicatat sebagai:
Ekuitas
Pendapatan investasi
Aset lancar
Aset tidak lancar
PT Z membeli 150 lembar saham @Rp 8.000 dengan kurs 105. Total investasi adalah:
Rp 1.300.000
Rp 1.200.000
Rp 1.250.000
Rp 1.260.000
