NEW
Font size
WorksheetsQuiz FOE Pasca UTS
Total questions: 50
Worksheet time: 25mins
COGS (Cost of Goods Sold) mengacu pada:
Biaya pemasaran produk
Semua biaya tetap perusahaan
Biaya langsung yang dikeluarkan untuk memproduksi barang yang terjual
Gaji manajer operasional
Komponen berikut termasuk dalam COGS, kecuali:
Bahan baku
Upah tenaga produksi langsung
Biaya listrik pabrik
Biaya iklan di Instagram
Rumus dasar untuk menghitung COGS adalah:
Penjualan – Laba Kotor
Persediaan awal + Pembelian – Persediaan akhir
Total biaya tetap + total biaya variabel
Harga jual × jumlah unit terjual
Titik impas (Break-Even Point) tercapai ketika:
Laba bersih = 0
Total pendapatan = total biaya (tetap + variabel)
Tidak ada biaya sama sekali
Hanya biaya tetap yang tertutup
Rumus BEP dalam unit adalah:
Total biaya tetap ÷ (Harga jual – Biaya variabel per unit)
Total biaya variabel ÷ Harga jual
COGS ÷ Jumlah unit terjual
(Harga jual × unit) – Biaya tetap
Sebuah UMKM memiliki biaya tetap bulanan Rp6.000.000, biaya variabel per unit Rp10.000, dan harga jual per unit Rp25.000. BEP dalam unit adalah:
200 unit
300 unit
400 unit
600 unit
Jika harga jual dinaikkan (dengan asumsi biaya tetap dan variabel tidak berubah), maka BEP akan:
Naik
Turun
Tidak berubah
Menjadi negatif
Kontribusi margin (contribution margin) per unit dihitung dengan rumus:
Harga jual – Biaya variabel per unit
Harga jual – COGS total
Biaya tetap ÷ jumlah unit
Laba bersih ÷ jumlah unit
Seorang pengusaha ingin menetapkan harga jual dengan markup 50% di atas COGS per unit sebesar Rp20.000. Maka harga jualnya adalah:
Rp25.000
Rp30.000
Rp35.000
Rp40.000
Harga jual tidak boleh ditetapkan hanya berdasarkan:
Biaya produksi
Harga pesaing
Persepsi nilai pelanggan
Warna kemasan
Dalam perhitungan BEP, biaya berikut tidak termasuk dalam biaya variabel:
Bahan baku per unit
Upah per potong/produk
Biaya kemasan per unit
Sewa tempat usaha bulanan
Jika BEP suatu usaha adalah 500 unit dan saat ini telah terjual 600 unit, maka usaha tersebut:
Masih rugi
Tepat impas
Sudah mulai untung
Harus menurunkan harga
Untuk menurunkan BEP, pengusaha dapat melakukan hal berikut, kecuali:
Menurunkan biaya tetap
Menaikkan harga jual
Mengurangi biaya variabel per unit
Menambah jumlah karyawan tetap tanpa meningkatkan penjualan
Dalam bauran pemasaran 4P, “Promotion” mencakup hal berikut, kecuali:
Iklan di media sosial
Diskon dan promo penjualan
Biaya sewa toko
Public relations
Saluran penjualan (sales channel) yang paling sesuai untuk UMKM kuliner lokal yang baru memulai adalah:
Hanya ekspor internasional
Marketplace online (seperti Shopee, Tokopedia)
Jaringan distributor multinasional
Mesin penjual otomatis di bandara
Dalam pemasaran jasa (service marketing), “Physical Evidence” merujuk pada:
Bukti kepemilikan saham
Lingkungan fisik
Dalam pemasaran jasa (service marketing), “Physical Evidence” merujuk pada:
Bukti kepemilikan saham
Lingkungan fisik atau bukti nyata yang mendukung pengalaman pelanggan
Laporan keuangan tahunan
Surat izin usaha
Strategi “Place” yang efektif untuk produk kerajinan tangan Indonesia bisa mencakup:
Hanya toko offline di luar negeri
Pameran UMKM, toko lokal, dan platform e-commerce
Penjualan eksklusif melalui agen pemerintah
Pengiriman gratis ke semua negara tanpa segmentasi
Pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan integrasi 7P dalam bisnis kafe:
Hanya fokus pada harga dan lokasi
Memperhatikan staf (People), proses pemesanan (Process), dan suasana kafe (Physical Evidence)
Mengabaikan pengalaman pelanggan demi efisiensi biaya
Mengandalkan promosi tanpa memperbaiki kualitas kopi
Strategi penetapan harga “cost-plus pricing” berarti:
Menetapkan harga berdasarkan harga pesaing
Menambahkan margin keuntungan di atas total biaya
Menetapkan harga serendah mungkin untuk menarik pelanggan
Mengubah harga setiap jam berdasarkan permintaan
Yang bukan merupakan tujuan penetapan harga adalah:
Menutup biaya operasional
Membangun citra merek
Menghindari semua bentuk kompetisi
Menghasilkan laba
Jika biaya produksi per unit adalah Rp15.000 dan margin keuntungan yang diinginkan 40%, maka harga jual per unit adalah:
Rp18.000
Rp20.000
Rp21.000
Rp25.000
Strategi penetapan harga “penetration pricing” paling cocok digunakan saat:
Perusahaan ingin segera keluar dari pasar
Meluncurkan produk baru dan ingin menarik banyak pelanggan awal
Produk bersifat eksklusif dan mewah
Biaya produksi sangat tinggi
Dalam konteks UMKM, penetapan harga harus mempertimbangkan, kecuali:
Biaya produksi
Harga pesaing
Persepsi nilai pelanggan
Gaji CEO perusahaan multinasional
Laporan keuangan dasar yang paling penting untuk memantau kesehatan usaha harian adalah:
Neraca
Laporan arus kas (cash flow)
Laporan perubahan modal
Laporan audit eksternal
Dalam buku kas sederhana, pencatatan “penerimaan” mencakup:
Pembelian bahan baku
Pembayaran listrik
Pendapatan dari penjualan
Gaji karyawan yang belum dibayar
Jika total penerimaan bulan ini Rp10.000.000 dan total pengeluaran Rp12.000.000, maka usaha mengalami:
Laba bersih Rp2.000.000
Rugi kas Rp2.000.000
Titik impas
Pertumbuhan aset
Yang tidak termasuk dalam pengeluaran operasional harian UMKM makanan adalah:
Pembelian gas LPG
Biaya kemasan
Penyusutan kendaraan pribadi pemilik
Biaya listrik dapur
Tujuan utama pencatatan buku kas sederhana adalah:
Menghindari pajak
Mengetahui sumber dan penggunaan uang tunai
Menentukan harga saham
Menggantikan laporan keuangan resmi
“Startup cost” mencakup semua biaya berikut, kecuali:
Biaya lisensi usaha
Pembelian peralatan awal
Biaya listrik bulan keenam operasional
Desain logo dan branding awal
Dalam perencanaan arus kas (cash flow planning), “cash inflow” mencakup:
Pembayaran ke supplier
Gaji karyawan
Penjualan tunai dan piutang yang tertagih
Pembelian perlengkapan kantor
Jika modal awal usaha adalah Rp20.000.000, dan perkiraan pengeluaran awal (startup cost) sebesar Rp25.000.000, maka wirausaha perlu:
Menunda peluncuran atau mencari tambahan modal
Memulai usaha tanpa modal
Mengabaikan biaya lisensi
Menetapkan harga dua kali lipat
Cash flow projection biasanya dibuat untuk periode:
1 hari
1–12 bulan ke depan
10 tahun ke depan tanpa data
Hanya saat audit pajak
Perencanaan arus kas yang baik membantu UMKM untuk:
Menghindari kehabisan uang tunai saat operasional
Menjamin keuntungan 100%
Menggantikan kebutuhan pelanggan
Menghindari semua bentuk risiko
Tahap pertama dalam Customer Development Model adalah:
Customer Creation
Customer Validation
Customer Discovery
Product Launch
Tujuan utama Customer Discovery adalah:
Menjual sebanyak mungkin produk
Memahami masalah pelanggan dan menguji asumsi bisnis
Menentukan harga akhir
Merekrut tim pemasaran
Validasi pelanggan (Customer Validation) bertujuan untuk:
Mengurangi biaya produksi
Membuktikan bahwa solusi benar-benar dibutuhkan dan dibeli
Menyalin strategi kompetitor
Menghindari interaksi langsung dengan pelanggan
Teknik yang tidak digunakan dalam Customer Validation adalah:
Wawancara mendalam
MVP (Minimum Viable Product)
Survei kepuasan pelanggan setelah pembelian
Menjual produk tanpa prototipe
Hipotesis bisnis dalam Customer Discovery biasanya mencakup:
Siapa pelanggan dan masalah apa yang mereka alami
Jumlah karyawan yang dibutuhkan
Logo perusahaan
Nama domain website
Product-Market Fit tercapai ketika:
Produk sudah selesai diproduksi
Banyak pelanggan membeli dan merekomendasikan produk
Harga diturunkan drastis
Semua fitur teknologi sudah ditambahkan
Total Addressable Market (TAM) mengacu pada:
Jumlah total pendapatan tahunan perusahaan
Ukuran pasar maksimum yang bisa dilayani oleh produk
Jumlah pesaing di industri
Biaya pemasaran tahunan
Positioning dalam peta produk bertujuan untuk:
Menyembunyikan kelemahan produk
Menunjukkan bagaimana produk berbeda dari kompetitor di benak konsumen
Menurunkan harga secara agresif
Menghindari segmentasi pasar
Comparative advantage dalam bisnis UMKM berarti:
Memiliki semua sumber daya
Mampu menghasilkan produk dengan biaya lebih rendah atau nilai lebih tinggi
Tidak memiliki pesaing
Selalu menggunakan teknologi canggih
Yang bukan bagian dari analisis TAM adalah:
Jumlah populasi target
Persentase yang mampu dan mau membeli
Jumlah karyawan perusahaan
Nilai rata-rata transaksi
Komponen utama dalam konsep bisnis awal (business concept) adalah:
Nama perusahaan, logo, warna branding
Masalah, solusi, pelanggan, dan nilai unik
Jumlah kantor cabang
Daftar investor potensial
Blok “Value Propositions” dalam BMC menjelaskan:
Siapa pesaing utama
Nilai unik yang ditawarkan kepada pelanggan
Struktur biaya perusahaan
Saluran distribusi
“Customer Segments” dalam BMC mengidentifikasi:
Semua orang di dunia
Kelompok spesifik yang menjadi target bisnis
Karyawan perusahaan
Pemasok bahan baku
Tujuan utama studi kelayakan bisnis adalah:
Menarik investor sebanyak mungkin
Menilai apakah ide bisnis layak secara teknis, finansial, dan pasar
Menghindari pajak
Menentukan gaji pendiri
Strategi “harvest” dalam rencana bisnis merujuk pada:
Cara memperluas cabang
Cara pemilik keluar atau merealisasikan nilai investasi (misal: jual, IPO)
Cara memanen hasil pertanian
Strategi pengurangan karyawan
Rencana bisnis sederhana untuk UMKM biasanya tidak perlu mencakup:
Ringkasan eksekutif
Analisis SWOT
Proyeksi keuangan dasar
Daftar semua investor global
