NEW
Font size
WorksheetsUTS SMK3
Total questions: 42
Worksheet time: 14mins
Menurut ILO (2001), standar K3 merupakan bagian dari sistem manajemen yang bertujuan untuk:
Meningkatkan produktivitas kerja individu
Menekan biaya produksi secara sistematis
Meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja
Meningkatkan kesejahteraan ekonomi nasional
Prinsip utama dalam menyusun standar K3 yang menekankan pada partisipasi semua pihak adalah:
Keterukuran dan verifikasi
Kesesuaian hukum
Keterlibatan stakeholder
Konsistensi format
Dalam prinsip standarisasi, indikator yang dapat diukur dan dinilai secara objektif merupakan bagian dari:
Prinsip partisipatif
Prinsip keterukuran dan dapat diverifikasi
Prinsip komunikasi efektif
Prinsip adaptasi hukum
Standar K3 seperti Permenaker No. 5 Tahun 2018 dikategorikan sebagai:
Standar internasional
Standar sektoral
Standar legal atau regulatif
Standar umum
Contoh standar sektoral di bidang kesehatan adalah standar yang dikeluarkan oleh:
SKK Migas
Kementerian Kesehatan
BSN
ISO
Tujuan dari bagian “Instrumen Monitoring dan Evaluasi” dalam standar K3 adalah untuk:
Memberi arahan hukum
Mengatur bentuk APD
Menyediakan indikator penilaian pelaksanaan standar
Menentukan desain gedung kerja
Salah satu langkah awal dalam penyusunan standar K3 adalah:
Validasi lapangan
Finalisasi dan pengesahan
Analisis risiko
Identifikasi kebutuhan standarisasi
HIRARC digunakan dalam tahapan penyusunan standar untuk:
Menganalisis produktivitas tim kerja
Menilai risiko kegiatan kerja
Membuat peraturan perusahaan
Mengevaluasi absensi karyawan
Mengapa pelaksanaan standar K3 disebut sebagai proses transformatif?
Karena melibatkan banyak biaya operasional
Karena mengubah kebijakan tertulis menjadi tindakan nyata di lapangan
Karena dilakukan hanya oleh bagian manajemen
Karena hanya berlaku di lingkungan pabrik
Menurut ILO-OSH 2001, apa faktor utama keberhasilan penerapan sistem manajemen K3?
Pemberian insentif bulanan
Kecepatan kerja karyawan
Komunikasi efektif, pelatihan, dan partisipasi semua pihak
Kompetisi antar divisi
Tahap awal dalam implementasi standar K3 menurut ISO 45001:2018 adalah:
Pelatihan karyawan
Penetapan anggaran
Identifikasi kebutuhan dan persiapan organisasi
Sosialisasi regulasi
Fungsi dari analisis kesenjangan (gap analysis) dalam implementasi K3 adalah untuk:
Menyusun anggaran pelatihan
Menyesuaikan jadwal kerja
Menilai perbedaan antara kondisi ideal dan realita sistem K3 yang ada
Menentukan harga peralatan
Pernyataan kebijakan tertulis K3 yang ditetapkan oleh pimpinan organisasi mencerminkan:
Komitmen terhadap efektivitas produksi
Keinginan untuk mengikuti tren
Komitmen terhadap pencegahan kecelakaan dan peningkatan K3 berkelanju
g ditetapkan oleh pimpinan organisasi mencerminkan:
Komitmen terhadap efektivitas produksi
Keinginan untuk mengikuti tren
Komitmen terhadap pencegahan kecelakaan dan peningkatan K3 berkelanjutan
Kepatuhan administratif semata
Tahapan terakhir dalam implementasi standar K3 adalah:
Penyusunan SOP baru
Tindak lanjut dan perbaikan berkelanjutan
Pembuatan video pelatihan
Penutupan audit eksternal
Menurut ILO-OSH 2001, monitoring meliputi kegiatan berikut, kecuali:
Observasi langsung
Pencatatan SOP
Audit internal
Penilaian kinerja finansial
Dalam siklus PDCA, kegiatan monitoring berada pada tahap:
Plan
Do
Check
Act
Evaluasi K3 dilakukan untuk:
Menentukan jadwal kerja lembur
Menilai efektivitas, efisiensi, dan dampak dari standar K3
Meningkatkan penghasilan pekerja
Menyesuaikan target produksi
Salah satu contoh gap yang dapat ditemukan dalam evaluasi K3 adalah:
Tidak tersedia ruang rapat
SOP menyebutkan pengecekan APAR, tapi tidak pernah dilakukan
Tingginya absensi karyawan
Kurangnya fasilitas parkir
Indikator seperti “jumlah pelatihan K3 per bulan” dan “tingkat kepatuhan APD” disebut:
Lagging indicators
Output indicators
Leading indicators
Prosedural metrics
Keunggulan dari checklist inspeksi K3 adalah:
Dapat digunakan untuk semua perusahaan tanpa adaptasi
Cepat, praktis, dan langsung mengacu ke standar kerja
Menilai gaji tenaga kerja
Digunakan hanya oleh pemerintah
Menurut ISO 45001:2018, peningkatan berkelanjutan (continuous improvement) dalam K3 termasuk dalam tahap:
Plan
Do
Check
Act
Salah satu alasan mengapa standar K3 harus ditingkatkan secara berkala adalah:
Untuk menghindari evaluasi manajemen
Karena semua standar harus bersifat permanen
Karena teknologi dan risiko kerja terus berkembang
Agar dokumen lebih banyak
Perubahan regulasi seperti revisi Permenaker atau terbitnya ISO baru menjadi alasan perlunya:
Promosi ulang SOP
Penggantian seluruh tim K3
Revisi dan peningkatan standar K3
Penambahan waktu kerja
Tahapan "uji coba lapangan" dalam peningkatan standar K3 bertujuan untuk:
Menentukan bonus bulanan
Menilai kelayakan implementasi standar baru
Menambah dokumen SOP
Mempromosikan nama Perusahaan
Penerapan sistem QR-code untuk inspeksi APD merupakan contoh dari:
Tindakan hukum
Digitalisasi pelaporan K3
Pelanggaran sistem manual
Penghapusan audit
Budaya perbaikan berkelanjutan menurut Reason (1997) harus mencakup:
Fokus hanya pada pemimpin
Pemberian sanksi bagi semua kesalahan
Pelaporan bebas rasa takut dan pembelajaran organisasi
Pengawasan sepihak
Dalam Just Culture, pekerja yang melaporkan insiden harus:
Diberi hukuman ringan
Diberikan bonus tunai
Dalam Just Culture, pekerja yang melaporkan insiden harus:
Diberi hukuman ringan
Diberikan bonus tunai
Dihargai sebagai bagian dari proses pembelajaran
Dipindahkan ke divisi lain
SMK3 diwajibkan bagi perusahaan yang:
Memiliki omzet lebih dari 5 miliar rupiah
Mempekerjakan lebih dari 100 orang dan memiliki potensi bahaya tinggi
Beroperasi lebih dari 5 tahun
Telah mendapat sertifikat ISO
Dalam penyusunan rencana K3, perusahaan wajib melibatkan, kecuali:
Ahli K3
P2K3
Wakil pekerja
Tim pemasaran
“Safe place” control strategy lebih menitikberatkan pada:
Penilaian psikologis pekerja
Pengendalian bahaya di tempat kerja
Penyesuaian gaji pekerja
Motivasi kerja
Pendekatan “safe person” bertujuan untuk:
Memperkuat sistem logistik
Mengurangi kapasitas produksi
Mengendalikan perilaku pekerja agar aman
Menyusun SOP umum Perusahaan
Perbedaan utama antara Traditional Management dan Innovative Management dalam SMK3 terletak pada:
Sumber daya yang digunakan
Strategi kontrol keselamatan
Jenis industri
Gaji pekerja
Tujuan dari penilaian risiko dalam K3 adalah untuk:
Menyusun anggaran pemasaran
Menentukan prioritas pengendalian
Mengetahui jumlah tenaga kerja
Menentukan strategi promosi
Dalam menyusun rencana K3, peraturan dan standar harus diperhatikan agar:
Tidak terjadi keterlambatan kerja
Rencana K3 menjadi lebih mahal
Rencana sesuai hukum dan praktik terbaik
Bisa diakses oleh public
Komponen utama yang wajib ada dalam rencana K3 adalah, kecuali:
Kebijakan dan tujuan K3
Struktur organisasi K3
Perencanaan keuangan jangka panjang
Program pelatihan dan inspeksi
Siapa yang bertanggung jawab utama dalam implementasi rencana K3?
Tim keuangan
Tim pemasaran
Manajer K3
Satpam
Sarana yang termasuk infrastruktur keselamatan adalah:
Sistem ventilasi dan tata letak kerja ergonomis
Sistem absensi sidik jari
Data karyawan
Kamera pengawas
Salah satu syarat minimal pelaksanaan rencana K3 adalah:
Hadiah mingguan
Pelatihan rutin K3 bagi pekerja
Evaluasi nilai akademik
Pemberhentian kerja sementara
Audit SMK3 dilakukan untuk:
Meningkatkan penjualan
Mempromosikan produk
Mengevaluasi penerapan dan efektivitas sistem
Menambah jumlah SOP
Perbaikan berkelanjutan dalam SMK3 dapat dicapai dengan:
Penambahan shift kerja
Pengurangan pelaporan risiko
Keterlibatan aktif pekerja dan evaluasi kebijakan
Pemangkasan pelatihan
