wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS TEORI URINALISIS DAN CAIRAN TUBUH

Total questions: 40

Worksheet time: 34mins

Name
Class
Date
1.

Seorang pasien wanita hamil datang melakukan pemeriksaan rutin (Antenatal Care). Dokter meminta pemeriksaan urinalisis lengkap meskipun pasien tidak mengeluhkan gejala nyeri berkemih.

Manakah alasan paling urgensi mengapa urinalisis menjadi prosedur krusial pada kasus di atas...

a)

Untuk melakukan diagnosis penyakit ginjal kronis yang mungkin diderita pasien sejak lama

b)

Sebagai prosedur standar untuk menganalisis komponen fisik, kimia, dan mikroskopis urine semata

c)

Untuk mengidentifikasi risiko kesehatan sedini mungkin guna memastikan kehamilan yang sehat dan meminimalkan komplikasi

d)

Untuk mendeteksi keberadaan sel abnormal yang pasti muncul pada setiap wanita hamil

2.

Dalam hierarki pemeriksaan urinalisis, seorang ATLM (Ahli Teknologi Laboratorium Medik) melakukan pemeriksaan menggunakan strip reagen (dipstick).

Manakah pernyataan yang paling tepat mengenai batasan dan hubungan pemeriksaan kimiawi ini dengan pemeriksaan mikroskopis....

a)

Pemeriksaan kimiawi adalah metode final karena mampu memberikan analisis cepat tanpa memerlukan mikroskop

b)

Pemeriksaan kimiawi memberikan hasil analisis cepat, namun analisis mikroskopis tetap diperlukan untuk mengidentifikasi sel abnormal secara spesifik

c)

Pemeriksaan mikroskopis hanya dilakukan jika pemeriksaan fisik (warna dan bau) menunjukkan kelainan yang ekstrem

d)

Pemeriksaan fisik, kimiawi, dan mikroskopis adalah tiga entitas terpisah yang tidak saling menunjang diagnosis

3.

Dalam tahap pra-analitik dan analitik, seorang ATLM melakukan pengamatan makroskopis sebelum melanjutkan ke tahap kimiawi. Berdasarkan ruang lingkup pemeriksaan fisik, kombinasi parameter manakah yang secara eksklusif dinilai pada tahap ini untuk memberikan informasi awal kesehatan pasien....

a)

Volume urine, Berat Jenis (BJ), dan pH urine

b)

Warna, Bau, dan Kejernihan urine

c)

Warna, Keton, dan Keberadaan Sedimen

d)

Kejernihan, Glukosa, dan Bilirubin

4.

Seorang mahasiswa bertanya mengapa urinalisis disebut sebagai prosedur diagnosis. Mengacu pada definisi urinalisis, manakah pernyataan yang paling tepat menggambarkan seluruh tahapan prosedurnya...

a)

Urinalisis adalah prosedur yang mengutamakan penggunaan mikroskop canggih untuk melihat bakteri, sedangkan tes strip hanya sebagai pelengkap sekunder

b)

Urinalisis adalah analisis tunggal menggunakan strip reagen untuk mendeteksi penyakit metabolik seperti diabetes mellitus

c)

Urinalisis adalah proses yang melibatkan pemeriksaan fisik, kimiawi, dan mikroskopis

d)

Urinalisis adalah pemeriksaan fisik urine untuk melihat kelainan warna yang secara langsung mendiagnosis gagal ginjal tanpa perlu tes lanjutan

5.

Urine merupakan sampel paling umum di laboratorium. Namun, seorang ATLM harus peka terhadap variabilitas volume yang ekstrem. Jika seorang pasien melaporkan produksi urine hanya 200 ml dalam 24 jam, bagaimana Anda mengevaluasi data tersebut berdasarkan referensi volume normal...

a)

Normal, karena volume urine berkisar antara 150-200 ml per hari

b)

Abnormal, karena volume urine normal seharusnya berkisar antara 800-2000 ml per hari

c)

Normal, asalkan komposisi utamanya tetap air dan elektrolit

d)

Abnormal, karena volume urine harus sama persis dengan volume cairan yang diminum

6.

Manakah pernyataan yang paling akurat menggambarkan perbandingan antara cairan intraseluler dan ekstraseluler...

a)

Cairan ekstraseluler memiliki volume paling besar karena berfungsi melarutkan limbah metabolik di seluruh tubuh

b)

Kebanyakan cairan tubuh berada di dalam sel (intraseluler), sedangkan cairan ekstraseluler berperan mengelilingi sel

c)

Volume cairan intraseluler dan ekstraseluler selalu sama persis (50:50) pada kondisi homeostasis

d)

Cairan intraseluler hanya ditemukan pada organ vital seperti jantung, sedangkan ekstraseluler di jaringan kulit

7.

Perhatikan konteks klinis berikut: Seorang pasien datang dengan gejala demam tinggi, kaku kuduk, dan penurunan kesadaran. Dokter mencurigai adanya meningitis dan meminta pengambilan sampel cairan CSF.

Mengacu pada parameter normal yang Anda pelajari, berapakah rentang volume normal cairan ini pada orang dewasa dan apa fungsi utamanya yang terganggu pada kasus infeksi tersebut...

a)

Volume 800-2000 ml; berfungsi sebagai produk buangan metabolisme saraf

b)

Volume 10-20 ml; berfungsi mengurangi gesekan antar selaput otak

c)

Volume 150-200 ml; berfungsi sebagai pelindung otak dan penyedia nutrisi sistem saraf pusat

d)

Volume 50 ml; berfungsi sebagai pelumas sendi tulang belakang

8.

Seorang pasien pria mengeluh nyeri hebat pada ibu jari kaki (podagra). Dokter mencurigai adanya Gout Arthritis. Mengapa pengujian cairan sinovial dianggap krusial (penting) dalam kasus ini dibandingkan hanya pemeriksaan fisik luar...

a)

Karena volume cairan sinovial yang sangat banyak (>50 ml) memudahkan deteksi bakteri

b)

Karena cairan sinovial berfungsi sebagai pelumas sendi, dan analisisnya dapat mendiagnosis penyebab nyeri seperti kristal asam urat secara pasti

c)

Karena cairan sinovial adalah satu-satunya cairan tubuh yang tidak mengandung sel darah putih

d)

Karena pengambilan cairan sinovial tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali dibandingkan pengambilan darah

9.

Seorang pasien datang dengan keluhan dugaan kehamilan awal. Dokter meminta pemeriksaan kadar hCG (human chorionic gonadotropin) melalui urine. Sebagai ATLM, jenis spesimen manakah yang paling Anda sarankan kepada pasien untuk mendapatkan hasil yang paling akurat dan pekat....

a)

Urine Sewaktu (Random), karena dapat diambil kapan saja tanpa persiapan

b)

Urine 24 Jam, karena volume total sangat penting untuk tes kualitatif

c)

Urine Pagi (First Morning), karena merupakan urine yang paling pekat dan ideal untuk deteksi analit dalam jumlah kecil

d)

Urine 2 Jam Postprandial, karena hormon kehamilan dipengaruhi oleh asupan glukosa makanan

10.

Salah satu kesalahan paling fatal dalam pengumpulan urine 24 jam adalah kesalahan waktu mulai dan selesai. Berdasarkan SOP yang benar, bagaimanakah instruksi yang tepat diberikan kepada pasien yang mulai mengumpulkan pada jam 07.00 pagi hari pertama...

a)

Tampung urine jam 07.00 pagi hari pertama, lalu tampung semua urine hingga jam 07.00 pagi hari kedua

b)

Buang urine jam 07.00 pagi hari pertama, catat waktu, lalu tampung semua urine berikutnya hingga tepat jam 07.00 pagi hari kedua (urine terakhir ditampung)

c)

Buang urine jam 07.00 pagi hari pertama, dan berhenti menampung tepat pada tengah malam (pukul 24.00)

d)

Tampung urine kapan saja mulai jam 07.00 pagi, dan berhenti ketika wadah sudah penuh

11.

Anda diminta melakukan pengambilan sampel urine pada bayi berusia 6 bulan yang belum bisa mengontrol buang air kecil. Metode manakah yang paling tepat dan tidak invasif untuk situasi ini...

a)

Melakukan kateterisasi langsung untuk menjamin sterilitas

b)

Menunggu bayi berkemih spontan di atas pot urin dewasa

c)

Menggunakan kantong khusus (urine collector) yang ditempelkan pada area genital setelah dibersihkan

d)

Melakukan aspirasi suprapubik dengan jarum suntik

12.

Seorang dokter endokrinologi meminta pemeriksaan kadar Kortisol dalam urine 24 jam. Laboratorium harus menyiapkan wadah dengan pengawet yang spesifik untuk menjaga stabilitas hormon tersebut. Berdasarkan tabel metode preservasi, pengawet manakah yang wajib ditambahkan...

a)

Timol

b)

Asam Borat

c)

HCl (Asam Klorida)

d)

Formalin

13.

Perhatikan prosedur berikut: Seorang ATLM menerima spesimen cairan otak (CSF) dari pasien suspek Meningitis Bakterial pada pukul 02.00 pagi. Karena dokter spesialis mikrobiologi belum datang, ATLM tersebut berinisiatif menyimpan sampel tersebut di dalam kulkas (2-8°C) agar awet. Berdasarkan standar prosedur penanganan CSF, bagaimana Anda mengevaluasi tindakan ATLM tersebut..

a)

Tindakan benar, karena suhu dingin mencegah pertumbuhan bakteri kontaminan

b)

Tindakan benar, karena semua cairan tubuh biologis wajib didinginkan jika ditunda

c)

Tindakan salah fatal, karena spesimen CSF tidak boleh didinginkan dan harus segera dianalisis untuk menjaga viabilitas bakteri penyebab meningitis

d)

Tindakan salah, seharusnya spesimen dibekukan (-20°C) bukan sekadar didinginkan

14.

Laboratorium menerima cairan asites (peritoneal) dalam volume besar (100 mL) dari bangsal penyakit dalam. Karena alat analisis sedang maintenance (perbaikan), pemeriksaan kimia dan hitung sel tertunda hingga besok pagi. Apakah spesimen ini masih layak diperiksa jika disimpan dengan benar....

a)

Tidak layak, cairan peritoneal akan hancur total dalam 1 jam

b)

Layak, asalkan disimpan pada suhu ruang (25°C) di tempat terang

c)

Layak, karena cairan peritoneal dapat didinginkan (disimpan di kulkas) selama 1-2 hari

d)

Tidak layak, harus dibekukan di -20°C segera

15.

Dalam prosedur transportasi spesimen cairan tubuh, penggunaan pendingin (ice pack) sering kali disalahpahami. Spesimen manakah yang secara spesifik diberi instruksi "Tanpa ice pack" saat pengiriman segera ke laboratorium...

a)

Cairan Sinovial dan Semen

b)

Cairan Pleura

c)

Cairan Peritoneal

d)

Urine 24 jam

16.

Seorang pasien pria datang ke laboratorium untuk melakukan analisis sperma (semen). Saat wawancara, pasien mengaku baru saja berhubungan seksual dengan istrinya tadi malam. Apa instruksi yang harus disampaikan ATLM kepada pasien tersebut...

a)

Langsung mengambil sampel saat itu juga karena sperma baru sangat segar

b)

Menunda pengambilan sampel dan meminta pasien melakukan puasa seksual (abstinensia) selama 3 hari sebelum datang kembali

c)

Meminta pasien minum air putih sebanyak 2 liter sebelum mengambil sampel

d)

Mengambil sampel darah sebagai pengganti analisis semen

17.

Seorang ATLM melakukan uji Benedict pada sampel urin pasien diabetes. Setelah dipanaskan selama 5 menit, hasil tabung menunjukkan endapan berwarna kuning hijau sampai oranye yang keruh menyerupai lumpur.

Berdasarkan interpretasi semikuantitatif, bagaimana pelaporan hasil dan estimasi kadar glukosa pasien tersebut...

a)

Positif 1 (+); estimasi kadar ± 500 mg/dL

b)

Positif 2 (++); estimasi kadar ± 750 mg/dL

c)

Positif 3 (+++); estimasi kadar ± 1000 mg/dL

d)

Positif 4 (++++); estimasi kadar > 2000 mg/dL

18.

Seorang pasien didiagnosis menderita Multiple Myeloma atau Leukemia. Dokter meminta pemeriksaan urin khusus untuk mendeteksi jenis protein abnormal yang khas pada penyakit ini, jenis protein apakah yang dimaksud...

a)

Albumin

b)

Globulin

c)

Bence Jones

d)

Fibrinogen

19.

Metode pemanasan dengan asam asetat adalah metode konvensional untuk deteksi protein. Mengapa pemanasan dan penambahan asam diperlukan secara kimiawi untuk mendeteksi protein dalam urin...

a)

Untuk mengubah warna protein menjadi merah bata

b)

Untuk mendekatkan protein ke titik isoelektriknya sehingga membentuk koagulasi/gumpalan

c)

Untuk menghancurkan sel darah merah agar hemoglobin terlepas

d)

Untuk mereaksikan protein dengan ion tembaga sulfat

20.

Perhatikan gambar hasil reaksi Benedict pada 4 tabung reaksi berikut!!

Tabung paling kanan menunjukkan endapan berwarna merah bata yang sangat jelas. Berdasarkan gambar ini, apa interpretasi semikuantitatif dan estimasi kadar glukosa untuk hasil tersebut....

a)

Positif 1 (+); Kadar glukosa ± 500 mg/dL

b)

Positif 2 (++); Kadar glukosa ± 750 mg/dL

c)

Positif 3 (+++); Kadar glukosa ± 1000 mg/dL

d)

Positif 4 (++++); Kadar glukosa ± 2000 mg/dL

21.

Seorang pasien rawat inap yang sedang menjalani pengobatan infeksi berat menunjukkan perubahan warna urin menjadi Hijau atau Kebiruan. Perawat khawatir terjadi perdarahan internal.

Berdasarkan materi sifat fisik urin, manakah penjelasan yang paling tepat diberikan oleh ATLM mengenai penyebab perubahan warna tersebut...

a)

Pasien mengalami hematuria makroskopis akibat kerusakan ginjal

b)

Pasien mengalami rhabdomyolysis yang menyebabkan mioglobinuria (urin cokelat)

c)

Pasien kemungkinan terinfeksi bakteri Pseudomonas atau mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti Amitriptyline

d)

Pasien mengalami gangguan hati berat sehingga bilirubin masuk ke urin

22.

Dalam pemeriksaan makroskopis sederhana, urin dikocok untuk melihat pembentukan buih. Jika terbentuk buih berwarna kekuningan yang stabil, zat patologis apa yang terkandung di dalamnya...

a)

Protein (Albumin)

b)

Glukosa

c)

Bilirubin

d)

Sel darah merah

23.

Seorang ATLM menerima sampel urin yang masih segar (baru ditampung) namun terlihat keruh secara makroskopis. Berdasarkan tabel kondisi urin, manakah penyebab kekeruhan yang bersifat patologis (menandakan penyakit)...

a)

Kristal garam amorf (urates/fosfat) yang mengendap karena suhu dingin

b)

Peningkatan sel darah putih (Piuria) yang menandakan Infeksi Saluran Kemih (ISK)

c)

Kontaminasi bedak atau lotion dari area genital luar

d)

Pertumbuhan bakteri akibat spesimen didiamkan lebih dari 2 jam

24.

Laboratorium Puskesmas menerima sampel urin dari bayi dengan volume yang sangat sedikit (hanya 2 mL). Dokter meminta pemeriksaan Berat Jenis (BJ). Alat manakah yang paling tepat digunakan oleh ATLM mengingat keterbatasan volume tersebut...

a)

Urinometer

b)

Urinometer

c)

Refraktometer

d)

Carik celup (Dipstick)

25.

Seorang pasien mengeluh urinnya berbau sangat pesing (seperti amoniak) padahal baru saja ditampung. Jika faktor penyimpanan (urin simpan) disingkirkan, kondisi medis apa yang berhubungan dengan bau amoniak tersebut...

a)

Diabetes Mellitus (Keton)

b)

Infeksi Kandung Kemih (Sistitis)

c)

Kanker prostat

d)

Konsumsi vitamin B kompleks

26.

Hasil pemeriksaan BJ urin seorang pasien menunjukkan angka 1.035 (Tinggi). Berdasarkan materi, kondisi klinis manakah yang paling mungkin menyebabkan peningkatan Berat Jenis urin tersebut....

a)

Gagal ginjal kronis

b)

Diabetes Insipidus

c)

Diabetes Mellitus atau Dehidrasi

d)

Terlalu banyak minum air (Polidipsia)

27.

Seorang ATLM sedang memeriksa sedimen urin di bawah mikroskop. Ia menemukan adanya Silinder Hyalin dan Sel Leukosit. Berdasarkan standar pelaporan mikroskopis, pada pembesaran dan lapang pandang manakah kedua unsur tersebut harus dilaporkan secara berturut-turut...

a)

Silinder pada LPK (100x); Leukosit pada LPB (400x)

b)

Silinder pada LPB (400x); Leukosit pada LPK (100x)

c)

Keduanya dilaporkan pada LPK (100x) untuk skrining awal

d)

Keduanya dilaporkan pada LPB (400x) untuk ketelitian tinggi

28.

Sedimen dibagi menjadi unsur organik dan anorganik. Hal ini penting untuk membedakan asal usul elemen tersebut (metabolik vs biologis). Manakah kelompok berikut yang seluruh anggotanya termasuk dalam Unsur Organik....

a)

Eritrosit, Leukosit, Kalsium Oksalat

b)

Bakteri, Parasit, Triple Fosfat

c)

Sel Epitel, Silinder, Jamur

d)

Asam Urat, Kolesterol, Spermatozoa

29.

Untuk meningkatkan kontras dan mempermudah identifikasi struktur inti sel serta silinder dalam sedimen urin, pewarnaan supravital sering ditambahkan. Reagen pewarna spesifik apa yang direkomendasikan...

a)

Giemsa

b)

Lugol Iodine

c)

Stern-Heimer Malbin

d)

Eosin 2%

30.

Perhatikan gambar mikroskopis berikut!!!

Seorang pasien dengan riwayat batu ginjal melakukan pemeriksaan urin. Ditemukan kristal berbentuk seperti amplop (envelope) atau piramida terbalik seperti pada gambar di atas. Apa nama kristal tersebut....

a)

Triple Fosfat

b)

Asam Urat

c)

Kalsium Oksalat

d)

Kolesterol

31.

Perhatikan gambar mikroskopis berikut!!!

Pada pemeriksaan sedimen, ditemukan sel epitel dengan bentuk yang lebih kecil dari epitel gepeng, berbentuk bulat hingga polihedral, dan inti sel berada di tengah (sentral) seperti gambar di atas. Jenis epitel apakah ini...

a)

Sel Epitel Squamous (Gepeng)

b)

Sel Epitel Transisional

c)

Sel Epitel Tubulus Ginjal (Renal)

d)

Sel Darah Putih (Leukosit)

32.

Ditemukan kristal berbentuk prisma persegi panjang menyerupai tutup peti mati seperti gambar di atas. Keberadaan kristal ini sering dikaitkan dengan urin yang bersifat basa atau infeksi bakteri pemecah urea. Apa nama kristal tersebut...

a)

Asam Urat

b)

Kalsium Karbonat

c)

Triple Fosfat

d)

Sistin

33.

Pada pengamatan LPB (400x), terlihat elemen berbentuk cakram bikonkaf, tidak memiliki inti, dan tampak refraktil (mengkilat) seperti gambar di atas. Jika ditambahkan asam asetat, sel ini akan lisis. Elemen apakah ini....

a)

Leukosit

b)

Jamur (Yeast)

c)

Eritrosit

d)

Epitel

34.

Secara fisiologis, komposisi cairan serebrospinal (LCS) berbeda dengan plasma darah karena adanya sawar darah-otak (blood-brain barrier). Sebagian besar konstituen kimia dalam LCS memiliki kadar yang lebih rendah dibandingkan plasma. Namun, terdapat satu parameter elektrolit yang secara normal kadarnya selalu lebih tinggi di dalam LCS dibandingkan di plasma darah. Parameter apakah itu dan bagaimana perubahannya pada kasus Meningitis Tuberkulosa....

a)

Glukosa; kadarnya akan meningkat drastis pada Meningitis TB

b)

Protein; kadarnya akan menurun pada Meningitis TB

c)

Klorida; kadarnya akan menurun pada Meningitis TB

d)

Kalsium; kadarnya akan meningkat pada Meningitis TB

35.

Dalam laboratorium dengan fasilitas terbatas, pemeriksaan protein LCS sering dilakukan secara kualitatif. Seorang ATLM melakukan uji None-Apelt untuk mendeteksi globulin. Reagen utama apa yang digunakan dalam uji ini dan bagaimana interpretasi hasil positifnya....

a)

Larutan Fenol jenuh; hasil positif berupa kekeruhan putih (cincin)

b)

Larutan Asam Asetat 10%; hasil positif berupa gumpalan

c)

Larutan Ammonium Sulfat jenuh; hasil positif berupa cincin kekeruhan di perbatasan cairan

d)

Larutan Triptofan; hasil positif berupa cincin ungu

36.

Untuk membedakan Meningitis Tuberkulosa dengan Meningitis Purulenta (Bakteri), dilakukan Percobaan Levinson. Prinsip dasar dari percobaan ini adalah membandingkan presipitasi protein menggunakan dua reagen kimia. Reagen apakah yang digunakan dalam tes Levinson.....

a)

Mercurichloride 1% dan Asam Asetat 10%

b)

Mercurichloride 2% dan Asam Sulfosalisilat 3%

c)

Formaldehid 2% dan Natrium Nitrit

d)

Fenol Jenuh dan Ammonium Sulfat

37.

Saat melakukan pemeriksaan makroskopis, Anda menerima sampel LCS yang setelah disentrifugasi menunjukkan supernatan berwarna merah muda pucat atau kekuningan. Kondisi ini disebut Xanthochromia. Zat apakah yang menyebabkan warna tersebut dan apa indikasi klinisnya....

a)

Adanya Fibrinogen; indikasi sumbatan aliran likuor

b)

Adanya Oksihemoglobin atau Bilirubin; indikasi perdarahan lama (subaraknoid) atau ikterus berat

c)

Adanya Leukosit masif (>500 sel/uL); indikasi meningitis purulenta

d)

Adanya Bakteri; indikasi meningitis bakterial akut

38.

Perhatikan dua lapang pandang mikroskopis berikut!!!

Gambar sebelah kiri menunjukkan sebaran sperma yang sangat jarang dibandingkan gambar kanan. Jika gambar kiri merepresentasikan kondisi pasien dengan jumlah sperma < 20 juta/ml, bagaimanakah diagnosis yang tepat....

a)

Normozoospermia

b)

Oligozoospermia

c)

Azoospermia

d)

Polizoospermia

39.

Pada uji viabilitas menggunakan pewarnaan Eosin, spermatozoa yang mati akan tampak berwarna merah muda, sedangkan yang hidup tidak berwarna (putih). Apakah prinsip fisiologis yang mendasari perbedaan reaksi warna ini...

a)

Spermatozoa mati kehilangan ekornya sehingga zat warna masuk ke kepala

b)

Spermatozoa hidup memiliki enzim yang mendegradasi zat warna Eosin

c)

Adanya peningkatan permeabilitas dinding membran pada sperma mati, sehingga zat warna dapat menembus masuk

d)

Spermatozoa hidup memiliki pH basa yang menetralkan zat warna asam

40.

Perhatikan gambar mikroskopis berikut!!!

Pada pemeriksaan mikroskopis dengan pewarnaan Eosin, ditemukan elemen berbentuk persegi panjang dengan garis-garis melintang (striae) yang jelas dan berwarna kemerahan/oranye seperti pada gambar di atas. Elemen apakah ini

a)

Serat Sayuran (Vegetable fiber)

b)

Serat Otot / Daging (Muscle Fiber)

c)

Larva Cacing Tambang

d)

Rambut Tumbuhan