NEW
Font size
WorksheetsUTS TSSL
Total questions: 40
Worksheet time: 3hrs 20mins
Dalam Industri Farmasi Quality by Desain merupakan hal yang perlu dilakukan. Hal ini dikarenakan Industry Farmasi memiliki beberapa Batasan terkait persyaratan terhadap peraturan duplikasi formula dari produk inovator. Apakah yang dimaksud dengan produk inovator?
Obat yang telah habis masa patennya
Obat yang masih dalam proses produksi
Obat yang masih merupakan bentuk ruahan
Obat yang pertama kali memiliki izin edar
Semua jawaban benar
Dalam pendekatan Quality by Design (QbD), fokus utama dalam menjamin mutu produk obat adalah…
Pengujian produk akhir secara intensif
Pengawasan distribusi produk setelah produksi
Perancangan kualitas sejak tahap awal pengembangan produk
Penggunaan bahan baku semahal mungkin
Mengurangi biaya produksi seminimal mungkin
Komponen QbD yang berfungsi sebagai tujuan mutu produk akhir dan mencakup efikasi, stabilitas, keamanan, serta rute pemberian disebut…
CMA (Critical Material Attributes)
CQA (Critical Quality Attributes)
CPP (Critical Process Parameters)
QTPP (Quality Target Product Profile)
Design Space
Critical Quality Attributes atau CQA merupakan karakteristik kritis dari sediaan farmasi yang akan dibuat. Dimana yang dilihat adalah karakteristik secara fisika, kimia, biologi atau mikrobiologi. Manakah dibawah ini yang merupakan CQA?
Bentuk sediaan (QTPP)
Stabilitas sediaan (Control Strategy)
Suhu pencampuran (CPP)
Ukuran partikel zat aktif (CMA)
Disolusi (CQA)
Manakah pernyataan yang tepat mengenai Design Space dalam QbD?
Merupakan batas harga bahan baku yang diizinkan
Menentukan jadwal produksi setiap batch
Menentukan batas parameter proses untuk sediaan
Menentukan bentuk sediaan yang akan dibuat
Pemilihan suplier yang paling cepat pengirimannya
Berikut ini yang termasuk contoh CQA (Critical Quality Attributes) pada sediaan tablet adalah…
Ukuran partikel, pH, kekerasan tablet
Suhu pengeringan, tekanan granulasi
Urutan pencampuran bahan
Jumlah batch yang diproduksi
Semua benar
Seorang formulator hendak membuat sediaan sirup untuk anak-anak. Bahan aktif memiliki rasa pahit dan aroma yang menyengat. Dalam tahap preformulasi, tindakan yang tepat untuk meningkatkan kenyamanan penggunaan sediaan tersebut adalah
Menambahkan corrigens coloris
Menambahkan corrigens saporis dan corrigens odoris
Menambahkan bahan pengawet
Mengganti bahan aktif dengan yang lain
Menambahkan surfaktan
Suatu zat aktif mudah terhidrolisis dalam air seperti asam asetilsalisilat. Dalam Griseovulfin dalam bentuk mikronisasi memiliki bioavailabilitas dua kali lipat dibandingkan bentuk non-mikronisasi. Hal ini karena
Ukuran partikel yang besar meningkatkan kelarutan
Luas permukaan mengecil sehingga lebih cepat larut
Ukuran partikel yang kecil meningkatkan luas permukaan dan laju disolusi
Ukuran partikel kecil memperlambat absorpsi
Ukuran partikel tidak berpengaruh terhadap disolusi
Suatu bahan obat memiliki koefisien partisi tinggi. Pelarut yang sesuai dalam preformulasi adalah
Pelarut polar
Pelarut non-polar
Pelarut semi-polar
Pelarut campuran air dan alkohol
Pelarut etanol encer
Pada proses pre-formulasi membutuhkan pengujian secara kimia, manakah dibawah ini yang merupakan bukan pengujian secara kimia?
Kelarutan zat aktif
Profil pH
Stabilitas
Konsentrasi zat aktif
Ukuran partikel
Mahasiswa STIKes WDH sedang melakukan praktikum. Mahasiswa tersebut pembuatan sediaan semisolid dan setelah selesai pembuatan sediaan tersebut dilakukan evaluasi, yang dimana evaluasi tersebut dilakukan dalam tahapan pengukuran untuk mengetahui kekentalan sediaan semisolid. Evaluasi apa yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut?
pH
Stabilitas
Viskositas
Kualitas
Uji mikrobiologi
Seorang formulator akan membuat sediaan topikal dari zat aktif yang memiliki sifat tidak larut dalam air, tetapi stabil dalam bentuk padat. Sediaan yang tepat adalah
Larutan oral
Suspensi
Tablet hisap
Elixir
Sirup
Dalam pemilihan bentuk sediaan, faktor penting yang perlu diperhatikan antara lain sifat fisika kimia zat aktif. Salah satu contoh sifat yang dapat mempengaruhi bentuk sediaan adalah
Rasa manis zat aktif
Ukuran partikel
pH
Khasiat
Suhu pencampuran
Mahasiswa sedang melakukan pengujian dalam sediaan semipadat. Mahasiswa tersebut menguji mikrobiologi pada suatu sediaan semipadat. Apa tujuan dari pengujian tersebut?
Mendeteksi adanya partikel asing
Memeriksa kandungan gula dalam produk
Mengidentifikasi mikroorganisme patogen
Menilai warna dan tekstur produk
Memastikan produk bebas dari kontaminasi mikroba yang berbahaya
Basis suppositoria dengan basa berlemak atau berminyak dapat meleleh pada suhu 30-36°C dan memiliki polimorfisme yang nyata. Contoh sediaan yang termasuk basis ini adalah ________
Minyak inti sawit
PEG
Gelatin gliserin
Mentega Kakao
Polioksil 40 stearat
Berat suppositoria yang akan dibuat adalah 2 gram dan mengandung Aminofillin 0,5 gram. Akan dibuat sebanyak 6 buah suppositoria, hitunglah lemak coklat yang dibutuhkan bila DV aminofilin adalah 0,88
1,432 gram
1,56 gram
1,93 gram
8,59 gram
9,09 gram
Keuntungan penggunaan suppositoria dibandingkan tablet oral antara lain
Cara pakai lebih menyenangkan
Menghindari first pass effect di hati
Menurunkan bioavailabilitas obat
Dapat disimpan di suhu ruang
Dosis lebih besar dari oral
Sebuah suppositoria mengandung 100 mg aminofilin menggunakan oleum cacao sebagai basis. Jika berat suppositoria 100% basis = 2 gram dan displacement value aminofilin = 0.80 maka berat suppositoria mengandung obat adalah
1,875 gram
1,975 gram
2,020 gram
2,060 gram
2,100 gram
Berikut ini merupakan syarat basis suppositoria yang ideal, Kecuali
Meleleh pada suhu rektal
Tidak toksik dan tidak iritatif
Stabil secara kimia dan fisika
Mempengaruhi efektivitas obat
Mudah dilepaskan dari cetakan
Pada sediaan suppositoria ada beberapa faktor yang mempengaruhi dibuatnya bentuk sediaan tersebut, yaitu faktor fisiologis dan fisika-kimia. Dibawah ini yang bukan termasuk faktor Fisika-Kimia adalah
Kelarutan obat
Proses pembuatan
Ukuran partikel
Basis suppositoria
Kadar obat dalam basis
Metode pembuatan suppositoria yang dilakukan tanpa pemanasan, dengan cara melunakkan basis dan mencampur obat bubuk, disebut
Metode pembuatan dingin
Metode pembuatan panas
Metode peleburan langsung
Metode kompresi
Evaporasi
Waktu hancur suppositoria dengan basis cocoa butter menurut Farmakope tidak boleh lebih dari
15 menit
20 menit
30 menit
45 menit
60 menit
Sediaan gel memiliki beberapa karakteristik, salah satunya adalah memiliki kemampuan untuk meningkatkan volume melalui proses pembengkakan. Peristiwa ini disebut juga dengan istilah
Imbibisi
Sineresis
Swelling
Tiksotropik
Xerogel
Poloxamer adalah salah satu contoh basis gel yang memiliki jaringan polimer dengan sifat hidrofilik, memiliki daya serap tinggi, serta fleksibilitas yang tinggi. Poloxamer termasuk dalam basis gel
Organik
Anorganik
Organogel
Hidrogel
Xerogel
Seorang formulator sedang membuat formula gel menggunakan gelling agent berupa polimer sintetik dengan konsentrasi 1% dan menghasilkan gel bening transparan, melembabkan kulit, dengan konsistensi yang cukup kental. Gelling agent yang dapat digunakan yaitu
Carbopol
Tragacanth
Bentonit
Guar gum
Lecithin
26. Absorpsi zat aktif dari sediaan topikal dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah sifat-sifat kulit seperti ketebalan dan tingkat hidrasi kulit. Faktor ini termasuk dalam
Faktor fisiologis
Faktor formulasi
Faktor interaksi obat
Faktor stabilitas
Faktor fisika kimia obat
Sediaan gel perlu dievaluasi untuk memastikan bahwa gel memenuhi spesifikasi yang diinginkan. Salah satu evaluasi yang dilakukan dengan cara menginduksi hewan uji dengan menggunakan karagenan. Evaluasi ini disebut dengan uji
Difusi in vitro
Difusi in vivo
Iritasi kulit
Daya sebar
Viskositas
Daya sebar yang baik untuk sediaan gel adalah sediaan yang bila diaplikasikan mudah untuk merata di kulit. Berapa syarat diameter daya sebar yang baik untuk sediaan semi solid?
3 – 7 cm
4 – 5 cm
4 – 6 cm
5 – 7 cm
Diatas 7 cm
Salah satu sifat gel berdasarkan sifat reologinya menunjukkan adanya penurunan viskositas dengan pengocokan. Aliran ini disebut dengan
Aliran plastis
Aliran pseudotropik
Aliran tiksotropik
Aliran rheopeksi
Aliran dilatan
Gelling agent merupakan bahan utama dalam pembuatan gel dimana gelling agent merupakan polimer yang dapat membentuk 3 dimensi. Penentuan gelling agent yang tepat berpengaruh terhadap hasil akhir sediaan gel. Gelling agent yang banyak dipakai salah satunya adalah golongan polimer sintetik. Yang merupakan gelling agent sintetik dibawah ini adalah
Gelatin
Polivinyl alkohol
HPMC
CMC Na
Bentonit
Sediaan setengah padat yang lembut dan mudah dioleskan, umumnya disusun dari basis hidrokarbon dan ditujukan untuk pemakaian topical pada kulit atau membran mukosa adalah definisi dari?
Cream
Salep
Emulsi
Suppositoria
Gel
Dalam pembuatan sediaan salep maka seorang formulator harus dapat memilih dasar salep yang ideal diantaranya dengan kriteria dibawah ini kecuali?
Stabil
Bening
Kompatibel
Lunak
Inert
Pemilihan dasar salep yang tepat adalah salah satu hal yang sangat penting dalam proses pembuatan obat. Manakah dibawah ini yang merupakan contoh dasar salep yang larut dalam air?
Polietilen Glikol
Vaselin Putih
Adeps Lanae
Minyak Mineral
Parafin Padat
Dalam pembuatan sediaan cream formulator harus menambahkan suatu zat yang ditujukan untuk mencegah atau meminimalkan hilangnya air dari sediaan yang disebut dengan humektan manakah dibawah ini yang merupakan contoh senyawa yang dapat digunakan sebagai humektan dalam pembuatan sediaan cream?
Adeps Lane
Cetaceum
Stearyl Alkohol
Sorbitol
Tween 80
Didalam pembuatan sediaan cream seorang formulator mungkin akan menghadapi beberapa jenis kerusakan yang mungkin muncul pada sediaan cream yang dibuat. Kerusakan yang terjadi pada sediaan cream yang tampak pada gambar dibawah ini disebut dengan?
Creaming
Flocculation
Coalescence
Sineresis
Agregasi
1Salah satu evaluasi yang harus dilakukan oleh seorang formulator dalam memformulasikan sediaan cream adalah uji tipe cream. Apabila formulator menggunakan metode pewarnaan dengan indikator metilen blue dan didapati hasil seperti gambar dibawah ini. Jenis tipe cream apakah yang dibuat?
A/M
M/A
W/O
Cream Dingin
Cream Pelembut
Dalam pembuatan salep zat yang tidak larut dicampur dengan sedikit basis yang akan dipakai atau dengan salah satu zat pembantu, kemudian dilanjutkan dengan penambahan sisa basis. Merupakan definisi dari metode
Metode Pelelehan
Metode Peleburan
Metode dingin
Metode Triturasi
Semua Jawaban Salah
Sediaan yang mengandung lebih dari 50% zat padat serbuk. Merupakan sediaan yang tebal, keras dan tidak meleleh pada suhu badan maka digunakan sebagai sediaan penutup atau pelindung merupakan definisi dari sediaan
Salep
Emulsi
Cream
Gel
Pasta
Seseorang menggunakan salep untuk mengobati jamur pada kulitnya maka jenis salep yang digunakan pasien tersebut adalah
Salep diadermik
Salep endodermik
Salep epidermik
Salep sistemik
Salep transdermal
Seorang apoteker akan membuat salep sulfur 10% dalam basis vaselin. Karena sulfur tidak larut dalam basis salep, langkah yang benar dalam pembuatan adalah
Dilarutkan dalam air
Dilarutkan dalam etanol
Dicampur langsung ke basis
Digerus halus dan diinkorporasikan sedikit demi sedikit
Dilelehkan bersama basis
