NEW
Font size
S
M
L
XL
WorksheetsUAS Keperawatan Bencana TA 2025/2026
Total questions: 40
Worksheet time: 20mins
Name
Class
Date
1.
Wilayah Karawang diketahui mengalami benca banjir tiap tahunya. Pemerintah mengadakan pelatihan dan simulasi bencana yang diterapkan diberbagai wiliayah terdampak, hal tersebut bertujuan untuk…
a)
Menilai kemampuan finansial rumah sakit
b)
Menguji kesiapan staf dan menemukan area yang perlu perbaikan
c)
Menambah jumlah staf bencana
d)
Menggantikan kebutuhan perencanaan
e)
Menghindari audit tahunan
2.
Salah satu petugas caregiver yang melakukan pencarian dan melakukan evakuasi korban di reruntuhan disebut…
a)
Pekerja sosial
b)
Tim SAR
c)
Psikolog
d)
Caregiver keluarga
e)
Relawan administrasi
3.
Seorang caregiver mengaku sulit tidur, mimpi buruk, dan terus teringat korban tewas setelah bertugas selama banjir besar. Ini menunjukkan risiko psikologis berupa…
a)
Stres jangka pendek
b)
Gangguan stres pascatrauma (PTSD)
c)
Depresi sementara
d)
Ketidakmampuan fisik
e)
Gangguan komunikasi
4.
Pada kecelakaan lalu lintas massal, IGD menerima banyak korban dalam waktu singkat. Petugas segera mengelompokkan pasien berdasarkan tingkat keparahan. Proses ini disebut…
a)
Stabilisasi
b)
Assesemen
c)
Evakuasi
d)
Triasi
e)
Referral
5.
Tempat pengungsian mengalami kepadatan dan kurang air bersih. Beberapa petugas seperti perawat dan tim sar mulai mengalami diare. Apa penyebab utama pada kasus tersebut?
a)
Kurangnya rotasi tugas
b)
Sanitasi buruk dan paparan cairan tubuh
c)
Tingginya paparan sinar matahari
d)
Kurangnya alat berat
e)
Tidak tersedianya kendaraan evakuasi
6.
Seorang petugas SAR bekerja selama 14 jam tanpa istirahat dalam operasi gempa bumi. Ia mulai sulit berkonsentrasi dan melakukan kesalahan kecil saat evakuasi korban. Risiko utama yang sedang dialami petugas tersebut adalah …
a)
Infeksi nosokomial
b)
Stres pascatrauma
c)
Kelelahan fisik dan mental
d)
Paparan bahan kimia
e)
Cedera muskuloskeletal
7.
Akibat rusaknya jaringan telepon, koordinasi antarposko menjadi terhambat. Apa langkah terbaik yang harus segera dilakukan?
a)
Menggunakan Internet dengan modem
b)
Menggunakan telepon biasa
c)
Menggunakan radio darurat atau telepon satelit
d)
Menunggu bantuan dari pusat
e)
Mengirimkan pesan lewat korban
8.
Manajemen bencana mencakup beberapa proses berikut ini, kecuali....
a)
Perencanaan Bencana
b)
Respons Bencana
c)
Pemulihan Bencana
d)
Pengawasan Iklim Bencana
e)
Mitigasi Bencana
9.
Pada tahapan preparedness, langkah pertama dalam menyusun rencana kesiapsiagaan guna mengurangi dampak akibat bencana adalah…
a)
Menyusun laporan akhir
b)
Penilaian risiko dan kerentanan
c)
Mengadakan konferensi pers
d)
Membangun ruang rawat baru
e)
Mendistribusikan alat medis
10.
Seorang caregiver keluarga merawat korban bencana yang mengalami kehilangan anggota keluarga dan terus menangis serta menyalahkan diri sendiri. Pendekatan awal yang paling tepat dilakukan caregiver adalah …
a)
Memberikan obat penenang
b)
Menghindari pembicaraan tentang kejadian
c)
Mendengarkan secara empatik dan memberi rasa aman
d)
Meminta korban segera melupakan kejadian
e)
Merujuk langsung ke rumah sakit jiwa
11.
Setelah banjir besar, sebuah desa mengalami kerusakan sistem sanitasi dan meningkatnya kasus diare. Faktor risiko utama yang paling berkontribusi terhadap kondisi ini adalah
a)
Kurangnya tenaga kesehatan
b)
Tingginya kepadatan penduduk
c)
Kontaminasi sumber air bersih
d)
Kurangnya fasilitas pendidikan
e)
Rendahnya cakupan imunisasi
12.
Seorang perawat komunitas melakukan pengkajian risiko bencana di daerah rawan longsor. Rumah warga berada di lereng curam tanpa talud penahan. Kondisi ini termasuk dalam komponen risiko
a)
Bahaya
b)
Kapasitas
c)
Mitigasi
d)
Kerentanan
e)
Kesiapsiagaan
13.
Di pos pengungsian pascagempa, terjadi peningkatan ISPA. Intervensi paling efektif untuk menurunkan penularan adalah
a)
Edukasi etika batuk dan penggunaan masker
b)
Menambah jumlah tenda
c)
Memberikan antibiotik massal
d)
Vaksinasi campak
e)
Pemeriksaan rontgen paru
14.
Seorang perawat menemukan banyak genangan air setelah banjir. Tindakan pencegahan penyakit yang paling tepat adalah
a)
Pemeriksaan tekanan darah warga
b)
Pengendalian vektor
c)
Edukasi gizi seimbang
d)
Terapi psikologis
e)
Imunisasi tetanus
15.
Seorang penderita diabetes di pengungsian tidak mendapatkan insulin selama 3 hari. Masalah ini menunjukkan pentingnya …
a)
Surveilans penyakit menular
b)
Layanan kesehatan mental
c)
Pengelolaan penyakit tidak menular
d)
Edukasi kebersihan lingkungan
e)
Promosi kesehatan
16.
Tempat pengungsian pasca gempa, perawat mengingatkan warga untuk hanya mengonsumsi air matang dan menghindari makanan yang terpapar debu serta lalat. Tindakan ini merupakan bentuk promosi kesehatan dengan tujuan
a)
Mengurangi kecemasan masyarakat
b)
Mendorong perilaku sehat dalam situasi darurat
c)
Mengoptimalkan pelayanan medis
d)
Menurunkan angka trauma psikologis
e)
Mempercepat proses rehabilitasi
17.
Setelah tsunami, ditemukan banyak korban mengalami kecemasan berat. Intervensi awal yang paling tepat adalah
a)
Dukungan psikososial
b)
Isolasi korban
c)
Terapi farmakologi
d)
Rawat inap psikiatri
e)
Pemeriksaan laboratorium
18.
Setelah gempa bumi besar, jaringan listrik dan internet di suatu daerah terputus total. Banyak warga tidak mengetahui lokasi pengungsian terdekat. Upaya komunikasi paling efektif yang dapat dilakukan perawat bencana adalah
a)
Menyebarkan informasi melalui media sosial
b)
Mengirim email massal kepada warga
c)
Menggunakan kendaraan dengan pengeras suara keliling
d)
Membagikan informasi melalui website resmi
e)
Menunggu masyarakat datang ke posko
19.
Di daerah pengungsian terdapat masyarakat dengan latar belakang bahasa daerah yang kental. Agar pesan kesehatan dapat dipahami dengan baik, perawat sebaiknya …
a)
Menggunakan bahasa medis
b)
Poster berbahasa nasional saja
c)
Mengandalkan media sosial
d)
Melibatkan tokoh masyarakat dan menggunakan bahasa lokal
e)
Informasi tertulis saja
20.
Saat banjir besar, beredar pesan berantai di media sosial yang menyebutkan bahwa bendungan akan jebol, sehingga warga panik dan melakukan evakuasi mandiri ke arah yang berbahaya. Langkah paling tepat yang harus dilakukan petugas kesehatan adalah:
a)
Membiarkan informasi menyebar agar warga waspada
b)
Menyebarkan ulang pesan tersebut dengan bahasa yang lebih sederhana
c)
Menunda klarifikasi sampai situasi tenang
d)
Menghapus akun media sosial warga
e)
Mengklarifikasi informasi melalui sumber resmi dan menyebarkan klarifikasi
21.
Setelah terjadi gempa bumi besar di daerah pegunungan, seluruh jaringan telepon seluler dan kabel optik terputus. Tim tanggap darurat kesulitan mengirim laporan ke pusat komando nasional. Solusi komunikasi paling tepat dalam kondisi tersebut adalah
a)
Menunggu jaringan seluler pulih
b)
Menggunakan media sosial
c)
Menggunakan telepon dan data komunikasi satelit
d)
Mengirim laporan tertulis melalui kurir
e)
Mengandalkan radio komunitas saja
22.
Di daerah pengungsian terdapat masyarakat dengan tingkat pendidikan dan bahasa yang berbeda. Agar pesan kesehatan dapat dipahami oleh semua kelompok, strategi komunikasi paling tepat adalah
a)
Menggunakan istilah medis
b)
Memberikan informasi tertulis saja
c)
Menyampaikan informasi yang jelas, akurat, dan mudah dipahami
d)
Menyampaikan informasi melalui media sosial saja
e)
Menyampaikan informasi melalui satu orang petugas
23.
Tim promosi kesehatan menyiapkan poster bergambar, siaran radio, dan pesan audio untuk menyampaikan informasi kebersihan di pengungsian. Pendekatan ini menunjukkan pentingnya
a)
Komunikasi satu arah
b)
Media cetak saja
c)
Informasi berbasis tulisan
d)
Edukasi formal
e)
Penyediaan informasi dalam berbagai format
24.
Sebuah daerah pesisir tetap memberikan izin pembangunan permukiman di zona rawan tsunami tanpa memperhatikan tata ruang dan standar keselamatan. Akibatnya, kerusakan dan korban jiwa meningkat saat terjadi tsunami. Upaya pengurangan risiko yang paling tepat untuk mencegah kejadian serupa adalah
a)
Menambah jumlah relawan bencana
b)
Memberikan bantuan pascabencana
c)
Menerapkan regulasi pembangunan yang ketat di daerah rawan bencana
d)
Mempercepat proses evakuasi
e)
Mengandalkan peringatan dini
25.
Sebuah proyek pembangunan jembatan di wilayah rawan gempa langsung dilaksanakan tanpa kajian risiko bencana. Beberapa tahun kemudian, jembatan rusak berat akibat gempa. Tindakan yang seharusnya dilakukan sebelum proyek disetujui adalah
a)
Konsultasi dengan media
b)
Analisis risiko bencana dalam proyek infrastruktur
c)
Penambahan anggaran pemeliharaan
d)
Pelibatan relawan
e)
Sosialisasi pascapembangunan
26.
Sebuah organisasi non-pemerintah bekerja sama dengan pemerintah daerah dan rumah sakit untuk melatih tenaga kesehatan dalam pengelolaan distribusi obat dan peralatan medis saat bencana. Contoh ini menunjukkan:
a)
Kemitraan antar lembaga
b)
Pelatihan komunikasi risiko
c)
Pelatihan gizi masyarakat
d)
Penanganan pasien rutin
e)
Evaluasi kesehatan individu
27.
Setelah bencana gempa bumi, Anda mendapatkan informasi bahwa banyak pasien mengalami trauma psikologis. Apa pendekatan yang paling efektif untuk menangani masalah ini?
a)
Mengabaikan masalah psikologis dan fokus pada perawatan fisik.
b)
Memberikan dukungan psikososial dan melakukan sesi konseling krisis.
c)
Mengandalkan obat-obatan untuk mengatasi masalah psikologis.
d)
Meminta pasien untuk berbicara dengan keluarga mereka tanpa memberikan dukungan tambahan.
e)
Menyediakan buku panduan tentang stres dan trauma tanpa interaksi langsung
28.
Dalam situasi bencana dengan jumlah pasien yang sangat banyak, Anda harus mengelola alokasi sumber daya medis. Apa strategi terbaik untuk mengelola sumber daya secara efektif?
a)
Membagi sumber daya secara merata tanpa mempertimbangkan kebutuhan pasien.
b)
Menggunakan sistem triase untuk mengalokasikan sumber daya berdasarkan kebutuhan medis dan prioritas.
c)
Memberikan sumber daya hanya kepada pasien yang paling berat.
d)
Menunggu instruksi dari manajer rumah sakit sebelum mengalokasikan sumber daya.
e)
Menggunakan sumber daya medis hanya untuk pasien yang menunjukkan hasil tes positif.
29.
Rumah sakit X baru saja menerima korban dari bencana gempa bumi yang melanda daerah mereka. Anda sebagai perawat yang bertugas di area triase. Ada lima pasien yang datang bersamaan dengan kondisi berbeda. Bagaimana Anda akan menentukan prioritas perawatan?
a)
Memberikan perawatan kepada pasien yang paling stabil terlebih dahulu.
b)
Menilai dan mengelompokkan pasien berdasarkan tingkat keparahan kondisi mereka.
c)
Memprioritaskan pasien yang datang pertama kali.
d)
Memberikan perawatan berdasarkan usia pasien.
e)
Mengurus pasien dengan luka yang paling parah terlebih dahulu tanpa menilai kondisi lainnya.
30.
Seorang perawat di pusat kesehatan komunitas ditugaskan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menghadapi ben wat memutuskan untuk mengadakan pelatihan mengenai kebersihan dan pencegahan penyakit menular pasca-bencana.Apa langkah pertama yang paling tepat dilakukan perawat untuk mengurangi risiko penyakit pasca-bencana?
a)
Mengedukasi masyarakat mengenai bahaya banjir
b)
Mengajak masyarakat berpartisipasi dalam pelatihan evakuasi
c)
Memberikan informasi tentang teknik sanitasi dasar
d)
Menyediakan sumber daya seperti masker dan sarung tangan
e)
Menyediakan layanan konsultasi kesehatan di pusat kesehatan
31.
Seorang perempuan, 30 tahun tinggal di tempat pengungsian bersama anaknya yang masih kecil. Pasien kehilangan harta benda dan anggota keluarga lain akibat gunung meletus 1 bulan yang lalu. Pasien sangat sedih, sering menangis dan menyesali dirinya serta menolak saat diajak untuk berkumpul dengan pengusi lain. Apakah prioritas data yang harus diperoleh pada waktu pengkajian?
a)
Persepsi pasien terhadap orang-orang di sekitarnya
b)
Adanya perasaan tidak aman yang dialami oleh pasien
c)
Hambatan hubungan yang harmonis dengan orang sekitarnya
d)
Penyebab pasien tidak memiliki orang yang terdekat dengannya
e)
Persepsi pasien terhadap bencana alam dan kehilangan yang terjadi
32.
Sebuah kota telah mengimplementasikan berbagai langkah mitigasi untuk mengurangi risiko banjir, termasuk pembuatan saluran drainase baru dan edukasi masyarakat. Namun, banjir besar masih terjadi, dan tanggap darurat yang diambil tidak berjalan dengan baik. Apa yang kemungkinan menjadi penyebab kegagalan ini?
a)
Infrastruktur drainase tidak dirawat dengan baik sehingga tersumbat
b)
Masyarakat tidak cukup dilatih untuk menghadapi banjir
c)
Sistem peringatan dini tidak berhasil mendeteksi banjir tepat waktu
d)
Koordinasi antar lembaga penanggulangan bencana tidak efektif
e)
Semua jawaban di atas bisa menjadi penyebab kegagalan
33.
Masyarakat di daerah rawan bencana tidak mengetahui cara yang benar untuk bereaksi saat bencana terjadi.
Apa langkah yang paling tepat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat?
a)
Menyebarkan brosur tentang bencana
b)
Mengadakan seminar dan latihan evakuasi
c)
Membuat aplikasi untuk melaporkan bencana
d)
Membangun pusat informasi bencana
e)
Menerbitkan buku panduan
34.
Tim kesehatan di suatu wilayah rentan bencana sedang merancang program pengurangan risiko yang berfokus pada pencegahan penyakit pasca-bencana. Program ini melibatkan kolaborasi dengan berbagai pihak seperti pemerintah daerah dan organisasi masyarakat.
Apa strategi paling efektif yang dapat diterapkan untuk memastikan keberhasilan program ini?
a)
Melakukan simulasi evakuasi bersama warga setiap bulan
b)
Memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang manajemen bencana
c)
Membangun pusat informasi terpadu terkait risiko bencana dan penyakit
d)
Mendistribusikan paket kebersihan kepada seluruh keluarga di wilayah tersebut
e)
Mengadakan kunjungan rumah untuk edukasi pencegahan penyakit
35.
Pada musim hujan yang tinggi risiko bencana, seorang perawat di puskesmas membuat kampanye kesehatan untuk mencegah penyakit kulit dan infeksi saluran pernapasan di wilayah rawan banjir. Perawat ingin kampanye ini lebih interaktif dan melibatkan masyarakat secara langsung.
Metode kampanye mana yang paling efektif untuk mendorong partisipasi masyarakat?
a)
Menyebarkan pamflet informasi di tempat umum
b)
Mengadakan seminar kesehatan terbuka di puskesmas
c)
Menyelenggarakan lokakarya langsung dengan simulasi cara mencuci tangan yang benar
d)
Mendistribusikan masker dan sabun antiseptik kepada masyarakat
e)
Menggunakan media sosial untuk berbagi informasi kesehatan
36.
Seorang perawat di pusat kesehatan komunitas ditugaskan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menghadapi bencana banjir yang sering terjadi di wilayah tersebut. Perawat memutuskan untuk mengadakan pelatihan mengenai kebersihan dan pencegahan penyakit menular pasca-bencana. Apa langkah pertama yang paling tepat dilakukan perawat untuk mengurangi risiko penyakit pasca-bencana?
a)
Mengedukasi masyarakat mengenai bahaya banjir
b)
Mengajak masyarakat berpartisipasi dalam pelatihan evakuasi
c)
Memberikan informasi tentang teknik sanitasi dasar
d)
Menyediakan sumber daya seperti masker dan sarung tangan
e)
Menyediakan layanan konsultasi kesehatan di pusat kesehatan
37.
Setelah terjadi bencana gempa bumi, tim perawat bergerak cepat untuk menyiapkan tempat pengungsian darurat. Salah satu masalah yang muncul adalah risiko penyebaran penyakit akibat padatnya populasi di pengungsian.
Apa upaya yang paling efektif dilakukan perawat untuk mencegah penyebaran penyakit di tempat pengungsian?
a)
Mendirikan klinik sementara untuk pengobatan
b)
Menyediakan sanitasi yang memadai dan edukasi kebersihan
c)
Membagikan obat-obatan secara rutin kepada pengungsi
d)
Melakukan pemeriksaan kesehatan setiap hari pada semua pengungsi
e)
Mengisolasi pasien yang menunjukkan gejala penyakit
38.
Seorang perawat ditugaskan untuk membuat program promosi kesehatan yang bertujuan meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap penyakit akibat bencana. Setelah melakukan asesmen risiko, ditemukan bahwa masyarakat setempat kurang pengetahuan tentang pencegahan penyakit menular.
Apa prioritas utama yang harus diperhatikan perawat dalam menyusun program promosi kesehatan ini?
a)
Membuat jadwal pemeriksaan kesehatan rutin
b)
Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang sanitasi dan kebersihan diri
c)
Mengadakan pelatihan penanganan penyakit pada situasi darurat
d)
Mendistribusikan brosur dan poster kesehatan
e)
Menyediakan alat perlindungan diri di setiap rumah tangga
39.
Setelah terjadi gempa bumi, tempat pengungsian sementara didirikan di wilayah tersebut. Perawat yang berada di sana bekerja sama dengan tim untuk melakukan langkah-langkah mitigasi guna mengurangi risiko penyakit di tempat pengungsian.
Tindakan apa yang paling tepat dilakukan perawat pada fase Mitigation untuk mengurangi risiko penyakit di tempat pengungsian?
a)
Menyediakan informasi tentang pentingnya vaksinasi
b)
Mendistribusikan masker dan hand sanitizer kepada para pengungsi
c)
Membuat jadwal pemeriksaan kesehatan mingguan
d)
Mengedukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pengungsian
e)
Melakukan survei kesehatan pada seluruh penghuni pengungsian
40.
Setelah bencana berlalu, tim kesehatan melaksanakan program pemulihan untuk membantu korban bencana kembali ke kehidupan normal. Perawat berfokus pada pemulihan kesehatan fisik dan mental masyarakat yang terdampak.
Apa tindakan terbaik perawat pada fase Recovery untuk mendukung pemulihan korban bencana?
a)
Mengadakan pemeriksaan kesehatan rutin di klinik darurat
b)
Memberikan pelatihan kesiapsiagaan bencana kepada masyarakat
c)
Melakukan konseling untuk membantu mengatasi trauma pascabencana
d)
Melakukan survei kebutuhan logistik untuk tahap pemulihan
e)
Mengedukasi masyarakat tentang cara pencegahan penyakit pascabencana
Reset
