wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UTS KGD

Total questions: 40

Worksheet time: 13mins

Name
Class
Date
1.

Seorang pasien korban kecelakaan lalu lintas datang ke IGD dengan luka robek di kepala, namun pasien masih sadar, dapat berkomunikasi, dan tidak mengalami perdarahan masif. Dalam sistem triage, pasien ini diklasifikasikan ke dalam kategori...

a)

Biru

b)

Merah

c)

Hijau

d)

Kuning

e)

Hitam

2.

Pada korban henti jantung, seorang penolong telah memastikan keamanan lingkungan dan mengecek respons korban. Langkah pertolongan selanjutnya yang harus dilakukan adalah...

a)

Melakukan kompresi dada

b)

Memanggil bantuan atau aktivasi sistem gawat darurat

c)

Memberikan napas buatan

d)

Memeriksa denyut nadi karotis

e)

Mencari alat bantu pernapasan (BVM)

3.

Manakah pernyataan yang paling tepat menggambarkan tujuan utama dari Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT)?

a)

Mengalokasikan semua sumber daya keperawatan untuk kasus gawat darurat.

b)

Menjamin semua pasien gawat darurat mendapatkan ambulans gratis.

c)

Menghilangkan kebutuhan akan pelatihan PPGD bagi masyarakat.

d)

Mempercepat dan mengintegrasikan pelayanan gawat darurat mulai dari pra-rumah sakit hingga di rumah sakit.

e)

Menyediakan layanan gawat darurat hanya di rumah sakit tipe A.

4.

Seorang pasien datang ke IGD dengan keluhan sesak napas berat, tampak sianosis, dan laju pernapasan 35 kali/menit. Berdasarkan kriteria ESI (Emergency Severity Index), pasien ini diklasifikasikan ke dalam level...

a)

Level 1

b)

Level 2

c)

Level 3

d)

Level 4

e)

Level 5

5.

Seorang perawat di Pusat Ambulans menerima telepon tentang pasien yang mengalami serangan jantung di rumah. Berdasarkan alur SPGDT, langkah pertama yang harus dilakukan oleh perawat adalah...

a)

Menerima informasi dan mencatatnya saja tanpa tindakan lain.

b)

Melakukan verifikasi identitas penelepon dan lokasi kejadian.

c)

Langsung mengirimkan ambulans ke lokasi kejadian.

d)

Memberikan instruksi BHD melalui telepon kepada penelepon.

e)

Menghubungi rumah sakit terdekat untuk menyiapkan ruangan.

6.

Dalam skenario bencana massal, seorang pasien mengalami cedera kepala berat dengan respons pupil yang lambat dan pernapasan yang tidak teratur (kurang dari 10 kali/menit). Berdasarkan sistem triage START, pasien ini harus diberi label...

a)

Kuning

b)

Merah

c)

Hijau

d)

Hitam

e)

Biru

7.

Fungsi utama dari Public Safety Center (PSC) dalam sistem SPGDT adalah...

a)

Menyediakan ambulans dan peralatan medis.

b)

Hanya menerima panggilan darurat dari ambulans

c)

Memberikan perawatan medis langsung di lokasi kejadian.

d)

Menyusun kebijakan nasional terkait gawat darurat.

e)

Menjadi titik sentral untuk koordinasi dan komunikasi pelayanan gawat darurat.

8.

Seorang pasien datang ke IGD dengan fraktur tertutup pada pergelangan tangan. Pasien sadar, pernapasan dan denyut nadi normal. Dalam sistem triage, pasien ini harus ditempatkan di kategori...

a)

Kuning

b)

Merah

c)

Hitam

d)

Hijau

e)

Biru

9.

Dalam konteks SPGDT, manakah peran yang paling tepat dari tim medis ambulans?

a)

Memberikan perawatan definitif untuk pasien.

b)

Hanya mengangkut pasien dari lokasi kejadian ke rumah sakit.

c)

Menerima panggilan dan mendistribusikan informasi ke rumah sakit.

d)

Melakukan penanganan medis awal dan menstabilkan kondisi pasien di lokasi kejadian dan selama transportasi.

e)

Melakukan tindakan medis yang kompleks seperti operasi di lokasi kejadian.

10.

Dalam konteks triage bencana, prinsip 'mempertimbangkan yang terbaik untuk jumlah terbesar' (the greatest good for the greatest number) memiliki arti...

a)

Menunda semua perawatan medis sampai semua korban telah ditemukan.

b)

Memberikan prioritas tertinggi pada semua korban, terlepas dari kondisi mereka.

c)

Memprioritaskan korban yang memiliki kemungkinan terbesar untuk bertahan hidup dengan intervensi yang cepat.

d)

Menyisihkan korban yang mengalami cedera minor untuk ditangani di akhir.

e)

Menyelamatkan korban yang paling parah terlebih dahulu.

11.

Manakah di bawah ini yang merupakan tindakan paling awal dan paling penting yang harus dilakukan oleh masyarakat awam saat menemukan korban kecelakaan lalu lintas yang tidak sadar?

a)

Memindahkan korban ke tempat yang lebih aman.

b)

Melakukan kompresi dada.

c)

Memeriksa denyut nadi.

d)

Memanggil bantuan medis profesional.

e)

Memberikan napas buatan.

12.

Dalam alur SPGDT, manakah yang merupakan langkah yang dilakukan setelah tim ambulans berhasil menstabilkan pasien di lokasi kejadian?

a)

Menyebarkan informasi kejadian ke media massa.

b)

Melakukan inter-facility transfer ke rumah sakit lain.

c)

Mengaktifkan tim medis UGD untuk persiapan penerimaan pasien.

d)

Langsung mengantar pasien ke rumah sakit terdekat tanpa koordinasi.

e)

Memberikan perawatan definitif di dalam ambulans.

13.

Seorang pasien datang ke IGD dengan kondisi sadar, mengeluh pusing dan mual, namun tanda-tanda vital dalam batas normal. Pasien ini dapat dikategorikan dalam triage...

a)

Hijau

b)

Hitam

c)

Biru

d)

Kuning

e)

Merah

14.

Manakah yang merupakan elemen terpenting dalam Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) yang memastikan kontinuitas pelayanan dari pra-rumah sakit hingga di rumah sakit?

a)

Adanya nomor telepon darurat tunggal yang mudah diakses.

b)

Jumlah dokter spesialis yang banyak di rumah sakit.

c)

Ketersediaan tempat tidur yang cukup di UGD.

d)

Jumlah ambulans yang memadai.

e)

Komunikasi dan koordinasi yang efektif antar semua pihak terkait.

15.

Dalam PPGD, tindakan apa yang harus dilakukan pertama kali pada pasien yang dicurigai mengalami cedera tulang belakang (spinal injury)?

a)

Mempertahankan posisi netral kepala dan leher (in-line stabilization).

b)

Melakukan kompresi dada dengan cepat.

c)

Mengangkat pasien ke posisi duduk.

d)

Menarik pasien dari lokasi kejadian.

e)

Melakukan head tilt-chin lift untuk membuka jalan napas.

16.

Seorang penolong telah melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada pasien dan pasien menunjukkan tanda-tanda sadar dan bernapas kembali. Tindakan selanjutnya yang harus dilakukan adalah...

a)

Memindahkan pasien ke posisi pemulihan.

b)

Menghentikan semua tindakan dan menunggu ambulans datang

c)

Meninggalkan pasien dan mencari bantuan lebih lanjut.

d)

Memulai kompresi dada kembali.

e)

Memberikan minuman hangat.

17.

Manakah yang merupakan tujuan dari triage di IGD?

a)

Menentukan diagnosis pasti pasien.

b)

Memutuskan apakah pasien akan dirawat inap atau rawat jalan.

c)

Menentukan prioritas pasien berdasarkan tingkat urgensi kondisi mereka.

d)

Mengumpulkan data demografi pasien secara lengkap.

e)

Mempersiapkan tagihan biaya perawatan pasien.

18.

Seorang pasien datang ke IGD dengan kondisi syok anafilaktik setelah mengonsumsi udang. Pasien tampak sesak napas berat dan kesadaran menurun. Triage yang paling tepat untuk pasien ini adalah...

a)

Hijau

b)

Kuning

c)

Merah

d)

Hitam

e)

Biru

19.

Seorang perawat di triage IGD menerima pasien yang sudah tidak sadar dan tidak bernapas setelah mengalami kecelakaan kendaraan bermotor. Perawat harus segera menempatkan pasien ini di area...

a)

Biru

b)

Merah

c)

Kuning

d)

Hitam

e)

Hijau

20.

Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke IGD dengan luka robek di paha akibat kecelakaan kerja. Perawat menemukan perdarahan aktif yang memancar, pasien tampak pucat, dan denyut nadi teraba cepat dan lemah. Langkah pertama dan paling prioritas yang harus dilakukan perawat adalah...

a)

Memberikan cairan kristaloid melalui infus.

b)

Menghentikan perdarahan dengan menekan langsung pada luka.

c)

Memposisikan pasien dengan kaki lebih tinggi dari kepala.

d)

Memasang balut tekan di atas luka.

e)

Mengukur tanda-tanda vital lengkap.

21.

Seorang perawat sedang melakukan pengkajian pada pasien dengan perdarahan pasca-kecelakaan. Manakah tanda dan gejala berikut yang paling mengindikasikan bahwa pasien mengalami syok hipovolemik?

a)

Tekanan darah 120/80 mmHg, denyut nadi 75 kali/menit, pasien mengeluh nyeri hebat.

b)

Tekanan darah 100/70 mmHg, denyut nadi 95 kali/menit, kulit lembap.

c)

Tekanan darah 80/50 mmHg, denyut nadi 130 kali/menit, napas cepat dan dangkal, akral dingin dan basah.

d)

Tekanan darah 140/90 mmHg, denyut nadi 80 kali/menit, kulit hangat dan kering.

e)

Tekanan darah 150/100 mmHg, denyut nadi 60 kali/menit, pasien tampak gelisah.

22.

Seorang pasien dengan perdarahan masif akibat trauma membutuhkan resusitasi cairan segera. Perawat harus mempersiapkan pemasangan infus. Jenis cairan infus yang paling tepat untuk diberikan sebagai resusitasi awal pada pasien ini adalah...

a)

Manitol

b)

Albumin

c)

Dextrose 5%

d)

Darah lengkap (whole blood)

e)

NaCl 0,9% (Normal Saline)

23.

Seorang pasien dengan internal bleeding akibat cedera tumpul di perut. Perawat menemukan pasien mengeluh nyeri, perut tegang, dan mengalami penurunan kesadaran. Perawat menduga pasien mengalami syok hipovolemik. Diagnosis keperawatan yang paling prioritas adalah...

a)

Ansietas b.d ancaman terhadap kematian

b)

Nyeri akut b.d agen cedera fisik.

c)

Risiko infeksi

d)

Defisit nutrisi b.d peningkatan kebutuhan metabolisme

e)

Penurunan curah jantung b.d perubahan preload

24.

Seorang perawat sedang mengevaluasi efektivitas resusitasi cairan pada pasien syok hipovolemik. Manakah indikator berikut yang paling menunjukkan bahwa resusitasi cairan berhasil?

a)

Produksi urine < 0,5 mL/kg/jam.

b)

Nadi cepat

c)

Peningkatan tekanan darah, penurunan frekuensi nadi, dan produksi urine > 0,5 mL/kg/jam.

d)

Tingkat kesadaran pasien membaik

e)

Tekanan darah tetap rendah.

25.

Seorang pasien dibawa ke IGD dengan perdarahan masif dari arteri femoralis akibat luka tusuk. Perawat telah memasang tourniquet. Manakah pernyataan berikut yang paling tepat mengenai penggunaan tourniquet pada pasien ini?

a)

Tourniquet harus dilepas segera setelah pasien tiba di IGD.

b)

Tourniquet digunakan sebagai langkah terakhir jika penekanan langsung tidak efektif.

c)

Tourniquet harus dikendurkan setiap 15-20 menit.

d)

Tourniquet dapat digunakan untuk semua jenis perdarahan.

e)

Tourniquet harus dipasang di area luka.

26.

Seorang pasien yang mengalami perdarahan masif akibat trauma membutuhkan transfusi darah. Sebelum transfusi dimulai, perawat harus memastikan langkah-langkah keselamatan. Manakah dari tindakan berikut yang merupakan prioritas utama perawat sebelum memberikan transfusi darah?

a)

Mengukur tekanan darah pasien setiap 1 jam

b)

Memberikan obat antihistamin sebagai pencegahan

c)

Memastikan pasien telah puasa selama 4 jam

d)

Menghangatkan darah sebelum transfusi

e)

Memeriksa ulang identitas pasien dan label kantong darah dengan dua perawat

27.

Seorang pasien datang ke IGD dengan luka robek di lengan bawah akibat teriris kaca, mengalami perdarahan aktif. Perawat telah melakukan penekanan langsung pada luka. Langkah selanjutnya yang harus dilakukan perawat untuk mengontrol perdarahan adalah...

a)

Menjahit (hecting) luka secara langsung

b)

Menerapkan tourniquet di atas luka

c)

Mengikat luka dengan perban ketat

d)

Mengangkat lengan pasien lebih tinggi dari jantung

e)

Membersihkan luka dengan cairan antiseptik

28.

Perawat sedang memasang bidai pada pasien dengan dugaan fraktur tertutup di tulang kering. Setelah bidai terpasang, hal yang paling penting untuk dievaluasi oleh perawat adalah...

a)

Bidai menutupi seluruh area cedera

b)

Bidai terlihat rapi dan terpasang 3 sisi

c)

Bidai terpasang kuat

d)

Sirkulasi distal, sensasi, dan pergerakan ekstremitas yang dibidai

e)

Keluhan nyeri pasien

29.

Seorang pasien laki-laki, usia 38 tahun, datang dengan luka di kepala. Perawat akan melakukan tindakan penjahitan (hecting) pada luka. Manakah persiapan alat yang paling tepat untuk prosedur ini?

a)

Surgical set steril (jarum dan benang, holder, pinset), cairan antiseptik, dan anestesi lokal

b)

Jarum dan benang, bidai, dan cairan antiseptik

c)

Gunting bedah, pinset anatomis, dan perban

d)

Lidokain, jarum suntik, dan balut tekan

e)

Kasa steril, plaster, dan larutan NaCl 0,9%

30.

Seorang perawat sedang melakukan perawatan luka pada pasien yang telah di-hecting. Perawat menemukan luka pasien tampak kemerahan dan mengeluarkan cairan kental berwarna kuning kehijauan dengan bau tidak sedap. Tanda dan gejala ini mengindikasikan...

a)

Proses penyembuhan luka yang normal

b)

Reaksi alergi terhadap benang jahitan

c)

Dehidrasi pada pasien

d)

Kekurangan vitamin pada pasien

e)

Tanda-tanda infeksi luka

31.

Seorang perawat akan memasang bidai pada pasien dengan dugaan fraktur di paha. Manakah tindakan awal yang paling tepat dilakukan perawat sebelum memasang bidai?

a)

Menyiapkan cairan infus

b)

Meluruskan tulang yang patah agar bidai mudah dipasang

c)

Memposisikan pasien telentang dengan kaki yang cedera lurus

d)

Mengukur bidai di kaki yang tidak cedera

e)

Memeriksa denyut nadi pada kaki yang cedera

32.

Perawat sedang merawat pasien dengan jahitan di kaki. Pasien mengeluh jahitan terasa gatal dan sedikit bengkak di sekitarnya, namun tidak ada tanda kemerahan atau nanah. Perawat menjelaskan bahwa ini adalah bagian dari...

a)

Reaksi alergi terhadap benang

b)

Komplikasi serius

c)

Tanda jahitan yang terlalu ketat

d)

Proses infeksi awal

e)

Tahap inflamasi pada penyembuhan luka

33.

Seorang pasien dengan luka tusuk di dada. Perawat menemukan gelembung udara keluar dari luka setiap kali pasien bernapas. Tindakan yang paling tepat untuk dilakukan perawat adalah...

a)

Memberikan oksigen melalui nasal kanul

b)

Menjahit luka dengan segera

c)

Mengarahkan pasien untuk bernapas lebih dalam

d)

Menutup luka dengan balutan steril

e)

Memasang balut oklusif tiga sisi (three-sided occlusive dressing)

34.

Seorang perawat di tim ambulans menemukan pasien kecelakaan dengan fraktur terbuka di femur. Setelah mengontrol perdarahan, perawat harus memprioritaskan stabilisasi pasien sebelum transportasi. Tindakan stabilisasi yang paling tepat untuk cedera ini adalah...

a)

Mengangkat kaki pasien lebih tinggi

b)

Membalut luka dengan ketat

c)

Memasang bidai (splinting) untuk imobilisasi

d)

Menarik dan meluruskan tulang yang patah

e)

Memberikan cairan infus

35.

Seorang perawat berencana mengevakuasi pasien dengan dugaan cedera leher dan tulang belakang dari lokasi kecelakaan. Teknik evakuasi yang paling aman dan tepat untuk pasien ini adalah...

a)

Mengangkat pasien menggunakan teknik 'fireman's carry'

b)

Menggunakan teknik 'log roll' dengan bantuan beberapa orang

c)

Membawa pasien secara manual dengan digendong

d)

Menarik pasien dari ketiak untuk memindahkannya

e)

Meminta pasien untuk berjalan secara perlahan

36.

Seorang perawat sedang mengobservasi pasien selama transportasi ambulans. Pasien mengalami cedera kepala dan perawat menemukan tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial (TIK), seperti pupil anisokor dan Bradikardia. Tindakan perawat yang paling tepat selama transportasi adalah...

a)

Memberikan cairan infus bolus dengan cepat

b)

Meminta pasien untuk menahan napas

c)

Melakukan manuver valsava pada pasien

d)

Menaikkan kepala tempat tidur setinggi 45 derajat

e)

Memastikan ventilasi pasien adekuat dan menjaga kepala pada posisi netral

37.

Seorang pasien perempuan usia 42 tahun, mengalami luka bakar derajat dua pada lengan. Perawat harus mempersiapkan pasien untuk transportasi ke rumah sakit rujukan. Tindakan keperawatan yang paling prioritas dalam persiapan transportasi adalah

a)

Membungkus luka bakar dengan plester

b)

Menutupi luka bakar dengan perban atau kain steril yang bersih dan kering

c)

Memberikan antibiotik melalui oral

d)

Menutupi luka bakar dengan kasa steril yang dibasahi air dingin

e)

Memberikan morfin untuk mengurangi nyeri

38.

Seorang perawat sedang mendokumentasikan tindakan yang dilakukan selama transportasi. Manakah dari informasi berikut yang paling krusial untuk dicatat dalam rekam medis selama transportasi?

a)

Rute jalan yang dilewati ambulans.

b)

Waktu kedatangan di rumah sakit

c)

Nama pasien dan tanggal lahir

d)

Jumlah air yang diminum pasien

e)

Perubahan status pasien, intervensi yang diberikan, dan respons pasien terhadap intervensi

39.

Pada pasien dengan dugaan cedera leher, perawat harus memastikan leher pasien terimobilisasi. Alat yang paling tepat untuk imobilisasi leher pasien adalah...

a)

Tourniquet.

b)

Papan panjang (long spine board).

c)

Head immobilizer

d)

Perban elastis

e)

Cervical collar

40.

Seorang perawat sedang mentransportasikan pasien syok hipovolemik. Perawat harus memposisikan pasien untuk meningkatkan aliran darah ke organ vital. Posisi yang paling tepat untuk pasien ini adalah...

a)

Posisi berbaring telentang (supine) dengan kaki ditinggikan (modifikasi Trendelenburg).

b)

Posisi Trendelenburg.

c)

Posisi Fowler.

d)

Berbaring telentang (supine) dengan kepala ditinggikan sedikit.

e)

Posisi pronasi.