NEW
Font size
WorksheetsKeperawatan Anak – Inkubator & Fototerapi
Total questions: 40
Worksheet time: 20mins
Bayi prematur 32 minggu BB 1500 g, suhu aksila 36,0°C, akral dingin. Perawat menempatkan bayi dalam inkubator. Tujuan utama tindakan ini adalah…
Mengurangi rangsangan lingkungan
Menstabilkan termoregulasi bayi
Mempercepat pematangan paru
Menurunkan risiko ikterus
Meningkatkan nafsu minum
Seorang mahasiswa praktik akan menyiapkan inkubator sebelum bayi dimasukkan. Ia langsung menekan tombol power tanpa memastikan kondisi alat. Apa tindakan yang paling tepat dilakukan terlebih dahulu sesuai SOP?
Atur suhu dengan temperatur selector
Tekan tombol power
Lakukan pengecekan alat sebelum dipakai
Tempelkan kabel pengukur suhu pada bayi
Masukkan kabel inkubator ke stop kontak
Sebelum bayi dimasukkan ke inkubator, petugas perlu memastikan kondisi awal bayi. Tindakan yang benar adalah…
Ukur suhu bayi dengan termometer biasa sebelum bayi dimasukkan
Atur suhu maksimum bayi terlebih dulu
Tekan memori SH
Putar temperatur selector sampai 36°C tanpa mengukur bayi
Bayi prematur dalam inkubator menunjukkan kulit kemerahan, rewel, nadi cepat. Suhu aksila 37,8°C. Masalah keperawatan yang paling tepat adalah…
Hipotermia
Hipertermia
Hipoglikemia
Ikterus patologis
Gangguan perfusi serebral
Bayi prematur dalam inkubator tampak kulit kemerahan, suhu 37,8°C. Tindakan awal yang tepat adalah…
Menambah suhu inkubator agar stabil
Mengukur ulang suhu, evaluasi setting, turunkan suhu inkubator bertahap
Membuka pintu inkubator lama-lama agar cepat dingin
Mengompres bayi dengan air es
Menghentikan seluruh monitoring
Saat perawatan, perawat sering menemukan saturasi turun karena posisi bayi fleksi. Tindakan terbaik adalah…
Mengganjal kepala tinggi dengan bantal tebal
Mempertahankan posisi fleksi untuk kenyamanan
Reposisi ke posisi netral (airway paten) dan pantau SpO₂
Tengkurapkan bayi tanpa pengawasan
Mematikan alarm SpO₂ agar tidak bising
Faktor utama yang membuat prematur mudah kehilangan panas adalah…
Lemak subkutan tebal
Kelenjar keringat aktif
Refleks menggigil kuat
Kulit tipis dan luas permukaan tubuh relatif besar
Produksi panas tinggi
Bayi dalam inkubator mendapatkan O₂ melalui hood. Tindakan keperawatan yang benar adalah…
Menutup rapat seluruh ventilasi agar O₂ “tidak keluar”
Memastikan humidifikasi dan monitor saturasi sesuai target
Menurunkan pengawasan karena bayi “sudah di alat”
Mengarahkan aliran O₂ langsung ke wajah tanpa pengaturan
Meletakkan bahan mudah terbakar dekat inkubator
Setelah inkubator dipakai, langkah yang tepat sebelum digunakan bayi lain adalah…
Langsung dipakai bila terlihat bersih
Cukup ganti sprei
Pembersihan dan disinfeksi sesuai SOP + ganti perlengkapan
Disemprot parfum antiseptik
Dibiarkan terbuka semalaman saja
Perawat menilai risiko gangguan integritas kulit meningkat pada bayi prematur di inkubator. Intervensi paling tepat adalah…
Memijat kuat agar sirkulasi lancar
Meminimalkan reposisi agar bayi tidak terganggu
Mengkaji kulit berkala, reposisi terjadwal, jaga kelembapan kulit sesuai kebijakan
Mengoles bedak tebal seluruh tubuh
Menggunakan plester kuat pada area kulit tipis
Bayi ikterus mulai fototerapi. Tindakan prioritas sebelum lampu dinyalakan adalah…
Memakaikan baju tebal
Menutup mata dengan pelindung mata
Memberi ASI dihentikan sementara
Memberikan sedatif agar tidur
Mengurangi frekuensi ganti popok
Agar fototerapi efektif, tindakan yang benar adalah…
Menutup seluruh tubuh dengan selimut tipis
Membiarkan bayi berpakaian lengkap
Membuka pakaian agar area kulit terpapar luas, tetap pakai diapers sesuai SOP
Menambah bedak agar tidak panas
Mematikan lampu ruangan agar lebih terang
Selama fototerapi, bayi lebih berisiko mengalami…
Hipertensi
Dehidrasi (kehilangan cairan meningkat)
Edema generalisata
Bradikardia karena cahaya
Hipotermia pasti terjadi
Saat mengganti popok pada bayi yang sedang fototerapi, tindakan yang tepat adalah…
Membiarkan lampu tetap dekat
Menjauhkan/mematikan lampu sementara saat tindakan lalu lanjutkan
Membuka pelindung mata agar bayi tenang
Menutup mata dengan kapas basah
Menghentikan fototerapi sampai besok
Setelah beberapa jam fototerapi, feses bayi tampak lebih sering dan kehijauan. Respons perawat yang tepat adalah…
Ini efek yang bisa terjadi; pantau hidrasi dan kebersihan kulit
Hentikan fototerapi segera
Beri obat antidiare tanpa instruksi
Puasakan bayi
Jangan ganti popok agar tidak mengganggu
Bayi fototerapi suhu 38,0°C. Tindakan awal perawat adalah…
Menambah selimut tebal
Mengukur ulang suhu, evaluasi jarak lampu/lingkungan, laporkan bila menetap
Kompres es
Melepaskan diapers
Memberi minum air putih
Evaluasi paling tepat untuk menilai keberhasilan fototerapi adalah…
Frekuensi menangis menurun
Kadar bilirubin menurun sesuai target dan ikterus berkurang
Berat badan turun cepat
Bayi tidur terus
Feses tidak keluar
Edukasi terbaik untuk orang tua terkait fototerapi adalah…
“Bayi tidak boleh menyusu selama terapi.”
“Pelindung mata tidak penting.”
“Bayi perlu pemantauan suhu dan kecukupan cairan selama terapi.”
“Tidak perlu ganti popok agar terapi maksimal.”
“Lampu makin dekat makin bagus tanpa batas.”
Bayi baru lahir usia 6 jam suhu 36,2°C. Rencana mandi yang paling tepat adalah…
Mandikan sekarang agar bersih
Tunda mandi, lakukan perawatan kebersihan terbatas (lap) dan hangatkan bayi
Mandikan dengan air dingin
Mandikan lebih lama agar hangat
Mandikan di dekat jendela
Urutan mandi yang benar untuk mencegah kontaminasi adalah…
Bokong dulu, lalu wajah
Wajah dulu, tubuh, bokong/genital terakhir
Genital dulu agar cepat selesai
Saat membersihkan area genital bayi perempuan, arah yang benar adalah…
Dari belakang ke depan
Dari depan ke belakang
Memutar acak
Dari tengah keluar tanpa arah
Tidak perlu dibersihkan
Tindakan paling efektif mencegah kehilangan panas saat mandi adalah…
Menyiapkan semua alat dahulu dan mengeringkan/selimuti bayi segera setelah mandi
Membiarkan bayi telanjang beberapa menit
Memandikan dekat kipas angin
Menggunakan air sangat panas
Mengoles alkohol ke kulit bayi
Tali pusat bayi belum puput. Prinsip perawatan saat mandi adalah…
Menggosok kuat agar cepat lepas
Menjaga tetap bersih dan kering; bila basah segera dikeringkan
Menutup rapat dengan kain basah
Mengoleskan bedak tebal
Mengompres air hangat lama-lama
Saat mandi, bayi tiba-tiba tampak menggigil dan kebiruan. Tindakan pertama perawat adalah…
Lanjutkan mandi
Hentikan mandi, keringkan, hangatkan, dan lakukan penilaian ABC
Beri air gula
Foto untuk dokumentasi
Menunggu 10 menit
Anak 2 tahun diare 2 hari, muntah, mukosa mulut kering, urin berkurang. Temuan paling mengarah ke dehidrasi adalah…
Nafsu makan meningkat
Turgor menurun dan CRT memanjang
Kulit hangat dan lembap
Nadi lambat
Tidur nyenyak
Anak datang dengan sesak. Urutan penilaian cepat yang benar adalah…
E–D–C–B–A
A–B–C–D–E
D–C–B–A–E
C–B–A–D–E
B–A–C–D–E
Anak 6 tahun nyeri, mampu menunjuk gambar wajah sesuai nyeri. Skala nyeri paling tepat adalah…
Apgar
Wong-Baker FACES
GCS
Anak asma: RR 42, retraksi, sulit bicara, SpO2 90%. Temuan paling mengkhawatirkan selanjutnya adalah…
Wheezing jelas
Anak bisa bicara kalimat penuh
“Silent chest” (bunyi napas sangat berkurang) dengan kerja napas berat
Batuk sesekali
Nafsu makan baik
Anak 8 tahun pucat, nadi cepat, CRT 4 detik, ekstremitas dingin. Interpretasi awal adalah…
Perfusi baik
Tanda hipoperfusi/renjatan kompensasi mungkin
Kelebihan cairan
Hipertensi emergensi
Normal pada anak
Bayi 3 bulan kontrol perkembangan. Data yang paling sesuai usia adalah…
Bisa menulis
Bisa mengangkat kepala saat tengkurap dan mengikuti objek dengan mata
Bisa melompat satu kaki
Bisa menyebutkan 3 warna
Bisa memakai baju sendiri
Anak 4 tahun demam 39∘C , orang tua cemas. Data pengkajian tambahan paling penting untuk risiko komplikasi demam adalah…
Warna rambut
Riwayat kejang sebelumnya/riwayat keluarga dan lama demam
Hobi anak
Golongan darah
Ukuran sepatu
Anak 10 tahun berat badan turun 3 bulan, tampak sangat kurus. Pengkajian lanjutan paling tepat adalah…
Hanya periksa suhu
Riwayat asupan makan, pola makan, eliminasi, aktivitas, dan tanda defisiensi gizi
Tanyakan film favorit
Cek tekanan darah saja
Fokus pada keluhan teman sekolah
Balita 3 tahun diare, muntah, mukosa kering, turgor menurun, urin sedikit. Diagnosis SDKI paling tepat…
Risiko infeksi
Defisit volume cairan
Gangguan integritas kulit
Gangguan pola tidur
Risiko jatuh
Kasus soal 33. Luaran SLKI yang paling sesuai adalah…
Status hidrasi membaik (mukosa lembap, urin adekuat, turgor membaik)
Pengetahuan keluarga meningkat saja
Citra tubuh meningkat
Mobilitas meningkat
Tidur 12 jam/hari
Kasus soal 33. Intervensi SIKI prioritas adalah…
Anjurkan puasa agar usus istirahat
Monitor I/O, pantau tanda dehidrasi, kolaborasi rehidrasi sesuai program
Batasi cairan total
Latihan fisik intensif
Kurangi pemantauan agar anak tidur
Anak 7 tahun asma: RR 40, retraksi, wheezing, SpO2 90%. Diagnosis SDKI prioritas…
Gangguan citra tubuh
Bersihan jalan napas tidak efektif / pola napas tidak efektif
Risiko konstipasi
Defisit perawatan diri
Gangguan memori
Kasus asma soal 36. Luaran SLKI yang paling tepat…
Ventilasi membaik (RR turun, retraksi berkurang, SpO2 naik sesuai target)
Anak tidak rewel sama sekali
Berat badan naik 2 kg/hari
Warna rambut membaik
Nafsu makan meningkat tanpa kaitan respirasi
Kasus asma soal 36. Intervensi SIKI prioritas…
Posisi semi-Fowler, monitor SpO2, ajarkan napas efektif sesuai usia, kolaborasi nebulisasi sesuai program
Beri minum es sebanyak mungkin
Tidurkan telentang tanpa bantal
Batasi oksigen tanpa pemantauan
Latihan lari agar paru kuat
Neonatus dalam inkubator suhu 36,1∘C , akral dingin. Diagnosis SDKI paling tepat…
Hipertermia
Hipotermia
Nyeri akut
Risiko aspirasi
Gangguan eliminasi
Kasus soal 39. Intervensi SIKI yang paling tepat adalah…
Membuka pintu inkubator agar hangat keluar
Atur suhu inkubator sesuai target, minimalkan buka-tutup, monitor suhu berkala
Mandikan bayi agar hangat
Beri kompres dingin
Matikan alarm agar bayi tenang
