wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Pos test TIM Sosialiasai Kurikulum Adab

Total questions: 21

Worksheet time: 12mins

Name
Class
Date
1.

Seorang siswa laki-laki duduk berdekatan dengan siswi dalam satu kelompok diskusi. Ketika ditanya, guru mengatakan “yang penting niatnya belajar.” Apa sikap terbaik guru Agama dalam situasi ini?

a)
Membiarkan karena tidak ada niat buruk
b)
Mengingatkan batas interaksi dan adab dengan sopan
c)
Memisahkan kelompok tanpa penjelasan
d)
Melaporkan ke orang tua
2.
Berikut ini yang paling tepat untuk menilai keberhasilan pembelajaran adab bergaul dengan lawan jenis di kelas 6 adalah...
a)
Siswa menghafal semua dalil tentang pergaulan
b)
Siswa mampu menjelaskan batas aurat antar lawan jenis
c)
Siswa menunjukkan sikap menjaga jarak dan sopan santun saat praktik
d)

Siswa dapat menulis cerpen tentang cinta menurut agama yang di anut

3.

Salah satu siswa terbiasa meniup makanan panas dan minum sambil berdiri. Berdasarkan adab makan, perilaku ini perlu dibenahi karena...

a)
Tidak sopan dilihat orang
b)
Tidak diajarkan dalam buku sekolah
c)

Menyelisihi ajaran Agama

d)
Kurang beradab menurut budaya modern
4.
Jika guru ingin menanamkan adab makan kepada siswa secara berkelanjutan, program berikut paling efektif dilakukan adalah...
a)
Tes hafalan doa makan setiap Jumat
b)
Peringatan adab makan melalui speaker sekolah
c)
Program makan bersama guru setiap minggu dengan evaluasi sikap
d)
Memberikan sanksi jika siswa membuang makanan
5.

Dalam ajaran agamam dilarang berlebih-lebihan saat makan. Berdasarkan prinsip ini, perilaku berikut yang termasuk pemborosan adalah.

a)
Menambah nasi dua kali
b)
Membeli makanan mahal
c)
Makan sambil bermain
d)
Mengambil makanan banyak lalu dibuang
6.
Seorang guru sering mengingatkan murid agar berkata sopan, tetapi ia sendiri suka berbicara keras dan menyindir siswa. Apa dampak dari ketidaksesuaian ini?
a)
Siswa akan menjadi lebih takut dan patuh
b)
Siswa tidak peduli selama nilainya bagus
c)
Pesan moral guru tidak efektif diteladani siswa
d)
Siswa akan terbiasa mengabaikan etika
7.

Dalam mengembangkan budaya berbicara santun, indikator evaluasi yang paling tepat untuk guru Agama adalah...

a)
Semua siswa hafal QS. Al-Baqarah: 83
b)
Siswa tidak berkata kasar saat ulangan
c)
Siswa menunjukkan sopan santun secara konsisten di luar kelas
d)
Guru memberikan banyak nasihat di awal pelajaran
8.
Manakah praktik pembelajaran yang kurang efektif dalam menanamkan adab berbicara di sekolah dasar?
a)
Bermain peran meminta izin dan menyapa guru
b)
Menuliskan kata-kata kasar dan membahas artinya
c)
Membiasakan siswa menyampaikan pendapat dengan sopan
d)
Mencatat kata-kata positif yang digunakan setiap hari
9.
Bagaimana hubungan antara adab berbicara dan adab bergaul dengan lawan jenis?
a)
Tidak berhubungan karena konteksnya berbeda
b)
Adab berbicara hanya berlaku di forum umum
c)
Keduanya saling mendukung untuk menjaga kehormatan
d)
Hanya adab berbicara yang lebih penting dalam agama
10.
Jika sekolah ingin menerapkan kurikulum adab secara menyeluruh, langkah awal yang paling strategis adalah...
a)

Memberikan materi pelatihan khusus kepada guru agama saja

b)
Menyusun tim adab sekolah yang melibatkan seluruh guru dan kepala sekolah
c)
Memasang poster adab di semua ruang kelas
d)
Menyusun LKS dan soal ujian berbasis adab
11.
Dalam pelaksanaan SK Bupati HST No. 420/128/422.4/2025 tentang kurikulum muatan lokal, sekolah diwajibkan mengimplementasikan nilai-nilai lokal seperti adab, budaya daerah, dan kearifan lokal. Sebagai kepala satuan pendidikan, Anda diminta mengevaluasi pelaksanaan muatan lokal di sekolah Anda. Langkah evaluasi yang paling tepat adalah...
a)
Mengamati langsung guru saat mengajar semua mata pelajaran muatan lokal
b)
Membuat laporan kegiatan berbasis muatan lokal setiap akhir semester
c)
Menilai sejauh mana muatan lokal diintegrasikan dalam pembelajaran dan budaya sekolah
d)
Memberikan insentif khusus bagi guru yang menyelesaikan perangkat ajar mulok lebih dulu
12.

Berdasarkan SK Bupati HST tentang Kurikulum Muatan Lokal, sekolah diberikan ruang untuk menyusun strategi pelaksanaan pembelajaran adab dan budaya lokal yang kontekstual. Jika Anda adalah guru Agama sekaligus tim pengembang kurikulum sekolah, tindakan kreatif yang paling sesuai adalah...

a)
Membuat modul pembelajaran muatan lokal yang hanya berisi materi hafalan dan doa-doa daerah
b)
Menyusun perangkat pembelajaran berbasis proyek tentang praktik adab sehari-hari khas Banua
c)
Mengambil RPP daring dari sekolah lain yang sudah ada untuk disesuaikan
d)
Menambahkan jam pelajaran adab sebagai ekstrakurikuler tanpa pelatihan guru
13.
Pendidikan bukan hanya transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter dan moral. Di tengah derasnya arus informasi dan perubahan sosial, anak usia SD sangat rentan terhadap pergeseran nilai. Maka penanaman adab dan sopan santun perlu dilakukan secara sistematis dan komprehensif sejak dini. Sebagai guru/kepala sekolah, langkah strategis paling tepat untuk merancang kurikulum adab di SD yang sesuai dengan tantangan zaman adalah...
a)

Mewajibkan semua guru Agama menyisipkan materi adab di setiap akhir pelajaran

b)
Mengintegrasikan adab dan sopan santun ke dalam budaya sekolah, RPP, dan kegiatan pembiasaan harian
c)

Mengadakan pelatihan guru Agama tentang ceramah moral setiap awal semester

d)
Menambahkan jam pelajaran tersendiri untuk mata pelajaran Adab
14.
Kurikulum Adab dan Sopan Santun bertujuan menanamkan nilai-nilai moral sejak dini, membentuk karakter positif, menciptakan lingkungan belajar yang harmonis, serta membekali peserta didik dengan keterampilan sosial dan fondasi akhlak mulia. Sebagai kepala sekolah/guru, strategi yang paling tepat dan komprehensif untuk mengimplementasikan tujuan kurikulum ini dalam kehidupan sekolah sehari-hari adalah...
a)

Menyisipkan nilai adab hanya dalam pelajaran Agama dan upacara bendera

b)
Mewajibkan siswa menghafal daftar adab dan sopan santun
c)
Menyusun program pembiasaan, integrasi dalam RPP, serta kolaborasi lintas guru dan orang tua
d)
Membuat kelas khusus adab yang diajar satu minggu sekali
15.
Adab kepada orang tua dan guru merupakan inti dari pendidikan akhlak. Dalam konteks pembelajaran di sekolah dasar, penanaman nilai-nilai ini harus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya melalui pengajaran verbal, tetapi melalui pembiasaan dan keteladanan. Strategi implementasi yang paling tepat dan berdampak untuk menanamkan adab kepada orang tua dan guru secara menyeluruh di sekolah adalah...
a)
Memberikan sanksi kepada siswa yang tidak hormat kepada guru atau orang tua
b)

Menyelipkan materi adab kepada guru dan orang tua hanya saat pelajaran Agama

c)
Membentuk program pembiasaan harian, keteladanan guru, dan kegiatan kolaboratif bersama orang tua
d)
Mengadakan lomba hafalan doa dan hadis tentang hormat kepada guru dan orang tua
16.
Adab antri mengajarkan nilai kesabaran, keadilan, dan penghormatan terhadap hak orang lain. Pembiasaan antri sejak di sekolah dasar merupakan bagian penting dalam membentuk karakter disiplin dan tertib. Namun, dalam praktiknya, banyak siswa belum memahami esensi dari budaya antri. Langkah strategis yang paling efektif bagi guru/kepala sekolah untuk menanamkan adab antri secara berkelanjutan adalah...
a)
Membuat larangan tertulis bagi siswa yang melanggar aturan antri
b)
Menjadwalkan piket guru di kantin agar siswa takut untuk menyerobot
c)
Merancang sistem antri yang edukatif dan menyenangkan serta melibatkan siswa dalam pengawasan dan keteladanan
d)
Menayangkan video tentang antri setiap pagi sebelum pelajaran
17.
Pada saat istirahat, seorang guru mengamati beberapa siswa menyerobot antrian di kantin. Sementara siswa lain terlihat marah, tetapi tidak berani menegur. Guru tersebut berpikir bahwa ada yang salah dalam pembiasaan adab di sekolah. Dari situasi tersebut, apa analisis yang paling tepat terhadap kondisi pembelajaran karakter di sekolah itu?
a)
Siswa tidak suka makanan kantin sehingga malas mengantri
b)
Kurangnya pembiasaan nyata dan keteladanan konsisten dari pihak sekolah
c)
Siswa belum diajarkan pentingnya memilih makanan yang sehat
d)
Guru kurang tegas dalam memberikan sanksi kepada pelanggar
18.
Seorang guru membawa siswanya untuk menjenguk temannya yang sakit di rumah. Selama kunjungan, beberapa siswa bersuara keras, duduk sembarangan, dan bertanya hal-hal yang membuat orang sakit tidak nyaman. Guru merasa kegiatan ini tidak berjalan sesuai harapan. Berdasarkan kejadian tersebut, hal apa yang paling menunjukkan kurangnya persiapan dalam penanaman adab menjenguk orang sakit?
a)
Siswa tidak membawa buah tangan untuk yang sakit
b)
Tidak adanya pengarahan tentang etika menjenguk sebelum kunjungan
c)
Rumah yang dikunjungi terlalu kecil untuk rombongan
d)
Guru kurang tegas dalam membatasi waktu kunjungan
19.
Dalam rangka memperkuat nilai adab menjenguk orang sakit di lingkungan sekolah, seorang kepala sekolah meminta guru-guru menyusun kegiatan edukatif yang berdampak langsung pada pembiasaan siswa. Dari alternatif berikut, mana yang paling tepat dijadikan program berkelanjutan?
a)
Menayangkan film tentang menjenguk orang sakit saat jam istirahat
b)
Mengadakan lomba menulis doa untuk orang sakit
c)
Menyusun program kunjungan rutin siswa ke warga sekitar yang sakit dengan pendampingan dan pembinaan adab
d)
Menyuruh siswa menghafal dalil-dalil menjenguk orang sakit tiap Jumat
20.

Dari 7 kebiasaan Anak Indonesia Hebat versi edaran MenPAN-RB 2025, terdapat kebiasaan "Makan sehat dan bergizi" dan "Beribadah", yang sangat erat kaitannya dengan adab makan dan adab ibadah.

Sebagai guru/kepala sekolah, langkah kreatif yang paling tepat untuk mengintegrasikan dua kebiasaan ini dalam pembelajaran karakter di sekolah adalah...

a)

Menghafalkan doa makan dan salat dengan pengawasan intensif

b)

Menyusun program sarapan bersama dan salat dhuha berjamaah yang disertai pembinaan adab

c)

Memberikan reward bagi siswa yang rajin sarapan dan datang pagi

d)

Membuat kelas tematik khusus “Makanan Bergizi dan Tata Cara Ibadah”

21.

Pasangkan kebiasaan anak hebat berikut ini dengan adab yang paling sesuai yang perlu ditanamkan di sekolah.

a)

Bangun Pagi

1.

Mengucapkan doa saat bangun tidur dan be

b)

Beribadah

2.

Mengucapkan salam dan menyapa dengan sop

c)

Makan Sehat dan Bergizi

3.

Membaca doa sebelum makan dan makan deng

d)

Bermasyarakat

4.

Mengucap salam, tidak memotong pembicara

e)

Gemar Belajar

5.

Mendengarkan guru dengan sopan, tidak be