Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Quiz Imunitas Innate

Total questions: 81

Worksheet time: 46mins

Name
Class
Date
1.

Seorang pasien mengalami infeksi bakteri akut. Hasil pemeriksaan menunjukkan peningkatan jumlah neutrofil. Sel tersebut memfagosit bakteri menggunakan reseptor yang mengenali pola molekul khas mikroba. Manakah pernyataan yang paling tepat terkait proses ini?

a)

Neutrofil mengenali antigen melalui MHC kelas II

b)

Penghancuran mikroba dilakukan melalui pengeluaran IgG

c)

Reseptor PRR mengenali PAMPs pada mikroba

d)

PAMPs hanya dikenali oleh limfosit T

e)

Monosit bekerja lebih cepat dibandingkan neutrofil

2.

Seorang laki-laki terinfeksi virus dan terjadi eliminasi sel-sel yang terinfeksi. Proses ini dilakukan oleh sel imun yang mengenali sel target berdasarkan ekspresi ligan aktivasi dan tidak adanya ligan inhibisi. Sel manakah yang paling berperan dalam proses ini?

a)

Sel T sitotoksik

b)

Limfosit B

c)

Sel NK

d)

Eosinofil

e)

Basofil

3.

Seorang anak laki-laki mengalami luka lecet yang kemudian mengalami peradangan. Ia menunjukkan tanda klasik inflamasi: bengkak, kemerahan, dan panas. Apa mekanisme utama yang menyebabkan gejala tersebut?

a)

Aktivasi jalur MHC II

b)

Aktivasi komplemen jalur klasik

c)

Vasodilatasi dan peningkatan permeabilitas kapiler

d)

Penurunan ekspresi sel adhesi

e)

Aktivasi limfosit T dan B

4.

Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan penurunan protein komplemen C3. Hal ini diduga berkaitan dengan aktivasi jalur komplemen oleh permukaan mikroba tanpa keterlibatan antibodi. Jalur aktivasi manakah yang paling mungkin terjadi?

a)

Jalur klasik

b)

Jalur alternatif

c)

Jalur reseptor Fc

d)

Jalur MHC kelas I

e)

Jalur interferon

5.

Sistem imun innate dalam pengenalan patogen tidak bergantung pada paparan sebelumnya dan tidak membentuk memori imun. Apa ciri utama terkait peranan sistem imun innate diatas dari sistem imun adaptif?

a)

Memiliki reseptor spesifik untuk setiap antigen

b)

Aktivasi tergantung paparan berulang

c)

Merespons lambat tapi spesifik

d)

Menggunakan PRR untuk mengenali pola patogen

e)

Terbentuk setelah lahir sebagai hasil pematangan sel imun

6.

Seorang pasien dengan infeksi bakteri menunjukkan aktivasi protein komplemen melalui ikatan antibodi dengan antigen permukaan mikroba. Protein manakah yang pertama kali teraktivasi pada jalur ini?

a)

C1q

b)

C3b

c)

C4b

d)

C5a

e)

C9

7.

Sel dendritik memproses antigen dan menyajikannya melalui MHC kepada limfosit T. Fungsi manakah dari imunitas innate yang tercermin dalam pernyataan tersebut?

a)

Fagositosis oleh limfosit B

b)

Induksi toleransi perifer

c)

Aktivasi langsung limfosit B

d)

Presentasi antigen dan aktivasi imun adaptif

e)

Sekresi antibodi spesifik

8.

Sel dendritik teraktivasi oleh pengenalan PAMPs melalui TLR (Toll-like receptor) dan mensekresi IL-12. Apa efek utama dari sekresi IL-12 ini terhadap respon imun adaptif?

a)

Diferensiasi limfosit T menjadi Th2

b)

Menekan aktivitas makrofag

c)

Menginduksi diferensiasi sel T ke arah Th1

d)

Menurunkan produksi interferon gamma

e)

Meningkatkan aktivasi sel B memori

9.

Setelah cedera jaringan, terdapat migrasi neutrofil ke lokasi infeksi. Proses ini didahului oleh perlekatan neutrofil pada endotel dan transmigrasi ke jaringan. Protein manakah yang paling berperan dalam fase awal perlekatan neutrofil tersebut?

a)

Integrin

b)

Interferon

c)

Selectin

d)

CD28

e)

IgM

10.

Seorang mahasiswa melakukan praktikum dan menemukan bahwa barier epitel kulit dapat mengeluarkan peptida antimikroba. Apa contoh protein innate yang disekresi oleh epitel dan berfungsi membunuh mikroba?

a)

Interleukin-2

b)

Interferon-beta

c)

Defensin

d)

CD4

e)

IgA

11.

Penyakit reaksi alergi akut dan kronik (reaksi anafilaksis, alergi makanan, rhinitis alergi, asma bronkialis, dan dermatitis alergi) Seorang anak laki-laki 7 tahun datang dengan keluhan gatal dan ruam merah di seluruh tubuh setelah mengonsumsi udang. Ia memiliki riwayat alergi sebelumnya. Pemeriksaan menunjukkan adanya urtikaria dan angioedema. Apa mediator utama yang menyebabkan gejala pasien tersebut?

a)

A. IL-5

b)

B. I

12.

Apa mediator utama yang menyebabkan gejala pasien tersebut?

a)

IL-5

b)

Interferon-gamma

c)

Histamin

d)

TNF-alfa

e)

Prostaglandin D2

13.

Apa terapi utama yang paling cepat menyelamatkan nyawa dalam kondisi ini?

a)

Antihistamin intravena

b)

Kortikosteroid intravena

c)

Adrenalin intramuskular

d)

Inhalasi salbutamol

e)

Cairan infus ringer laktat

14.

Apa sel utama yang memediasi reaksi alergi pada kasus diatas?

a)

Sel T sitotoksik

b)

Sel mast

c)

Neutrofil

d)

Eosinofil

e)

Monosit

15.

Apa mekanisme imunologis utama pada reaksi alergi makanan diatas?

a)

Aktivasi komplemen klasik

b)

Aktivasi sel T CD8⁺

c)

Produksi IgE oleh sel B teraktivasi

d)

Aktivasi neutrofil dan makrofag

e)

Formasi antibodi IgG terhadap antigen makanan

16.

Sitokin manakah yang paling bertanggung jawab untuk rekrutmen sel pada kasus diatas?

a)

IL-2

b)

IL-4

c)

IL-5

d)

IL-10

e)

IL-13

17.

Apa peristiwa kunci yang terjadi saat paparan ulang kasus diatas?

a)

Aktivasi sel CD8⁺ dan lisis sel target

b)

Proliferasi limfosit B naïf

c)

Ikatan silang antara IgE dan alergen pada sel mast

d)

Pelepasan imunoglobulin IgG terhadap alergen

e)

Fagositosis oleh makrofag

18.

Apa mekanisme yang mendasari keluhan pasien diatas?

a)

Aktivasi sel CD8⁺

b)

Aktivasi komplemen alternatif

c)

Degranulasi sel mast

d)

Aktivasi neutrofil

e)

Proliferasi sel B memori

19.

Apa peran mediator inflamasi kasus diatas?

a)

Menurunkan permeabilitas vaskular

b)

Menyebabkan vasokonstriksi sistemik

c)

Meningkatkan sekresi mukus dan kontraksi otot polos

d)

Menekan aktivitas eosinofil

e)

Menghambat pelepasan histamin

20.

Perubahan imunologis apa yang mendasari produksi imunoglobulin diatas?

a)

Aktivasi sel B oleh IL-2

b)

Aktivasi sel T sitotoksik oleh MHC I

c)

Diferensiasi sel Th2 dan sekresi IL-4

d)

Aktivasi jalur komplemen C3b

e)

Induksi toleransi oral oleh sel T regulator

21.

Apa proses awal yang terjadi munculnya keluhan diatas?

a)

Degranulasi sel mast

b)

Aktivasi eosinofil

c)

Produksi IgG terhadap telur

d)

Presentasi antigen oleh sel dendritik kepada sel T CD4⁺

e)

Pelepasan histamin

22.

Apakah diagnosis paling mungkin pada pasien ini?

a)

Syok septik

b)

Syok kardiogenik

c)

Anafilaksis

d)

Angioedema herediter

e)

Reaksi hipersensitivitas tipe IV

23.

diagnosis paling mungkin pada pasien ini?

a)

Syok septik

b)

Syok kardiogenik

c)

Anafilaksis

d)

Angioedema herediter

e)

Reaksi hipersensitivitas tipe IV

24.

Reaksi anafilaksis pada pasien dengan riwayat alergi kacang tanah terutama dimediasi oleh:

a)

Aktivasi makrofag dan pelepasan sitokin proinflamasi

b)

Aktivasi limfosit T dan pelepasan IL-2

c)

Aktivasi sel mast dan basofil melalui IgE yang terikat pada reseptor FcεRI

d)

Produksi autoantibodi terhadap reseptor histamin

e)

Aktivasi jalur komplemen klasik

25.

Seorang pasien datang dengan sesak napas, tekanan darah 75/50 mmHg, dan urtikaria generalisata setelah mengonsumsi antibiotik. Menurut kriteria diagnostik WHO 2019, anafilaksis dapat ditegakkan jika:

a)

Terdapat urtikaria tanpa gangguan pernapasan atau sirkulasi

b)

Reaksi terjadi dalam 2 jam setelah paparan alergen

c)

Terdapat gangguan pernapasan atau sirkulasi setelah terpapar alergen yang diketahui

d)

Gejala membaik setelah pemberian antihistamin

e)

Hanya terjadi pada pasien dengan riwayat alergi sebelumnya

26.

Seorang pria mengalami syok anafilaksis setelah menerima suntikan antibiotik. Ia telah diberikan epinefrin intramuskular, tetapi tekanan darahnya masih 70/40 mmHg setelah 10 menit. Tindakan selanjutnya yang paling tepat adalah:

a)

Memberikan antihistamin intravena

b)

Meningkatkan dosis epinefrin intramuskular hingga 1 mg

c)

Memulai infus cairan kristaloid cepat

d)

Memberikan kortikosteroid dosis tinggi segera

e)

Memberikan antagonis leukotrien

27.

Seorang pasien mengalami pembengkakan wajah dan urtikaria setelah mengonsumsi obat NSAID, tetapi tidak mengalami sesak napas atau hipotensi. Apa perbedaan utama antara anafilaksis dan reaksi hipersensitivitas non-anafilaksis?

a)

Anafilaksis selalu melibatkan reaksi IgG

b)

Anafilaksis selalu memerlukan paparan pertama sebelum reaksi terjadi

c)

Anafilaksis ditandai dengan gangguan saluran napas, sirkulasi, atau keduanya

d)

Anafilaksis hanya dapat terjadi akibat paparan makanan atau obat

e)

Reaksi non-anafilaksis lebih berbahaya daripada anafilaksis

28.

Kegagalan Toleransi Imunologik dan Penyakit Hipersensitivitas yang Dimediasi oleh Reaksi Hipersensitivitas tipe II dan III Pasien laki-laki usia 25 tahun mengalami demam tinggi disertai ruam kemerahan dibadan serta kesulitan berjalan. Ia memiliki riwayat riwayat penyakit autoimun dalam keluarga. Pada pemeriksaan lab ditemukan pemeriksaan hepatitis B positif. Jenis reaksi hipersensitivitas apa yang sesuai dengan kondisi diatas?

a)

Aktivasi sel T autoreaktif yang memediasi kerusakan jaringan.

b)

Pembentukan kompleks imun yang mengendap di jaringan dan mengaktifkan komplemen.

c)

Produksi antibodi IgE terhadap antigen lingkungan.

d)

Infiltrasi sel T CD8+ yang menargetkan sel terinfeksi.

e)

Aktivasi makrofag oleh IFN-gamma dalam respons granulomatosa.

29.

Seorang perempuan berusia 45 tahun datang dengan keluhan nyeri sendi berpindah-pindah dan penurunan berat badan. Pemeriksaan menunjukkan hasil tes ANA positif. Riwayat menunjukkan adanya riwayat infeksi virus sebelumnya. Apa mekanisme imunologis yang paling mungkin terlibat?

a)

Aktivasi sel T autoreaktif yang memediasi kerusakan jaringan.

b)

Pembentukan kompleks imun yang mengendap di jaringan dan mengaktifkan komplemen.

c)

Produksi antibodi IgE terhadap antigen lingkungan.

d)

Infiltrasi sel T CD8+ yang menargetkan sel terinfeksi.

e)

Aktivasi makrofag oleh IFN-gamma dalam respons granulomatosa.

30.

Seorang perempuan berusia 25 tahun datang dengan keluhan kelelahan yang tidak membaik dengan istirahat dan nyeri otot pagi hari. Pemeriksaan menunjukkan biopsi menunj

4 lines
31.

Seorang perempuan berusia 25 tahun datang dengan keluhan kelelahan yang tidak membaik dengan istirahat dan nyeri otot pagi hari. Pemeriksaan menunjukkan biopsi menunjukkan infiltrasi neutrofil. Riwayat menunjukkan adanya riwayat infeksi virus sebelumnya. Apa mekanisme imunologis yang paling mungkin terlibat?

a)

Aktivasi sel T autoreaktif yang memediasi kerusakan jaringan.

b)

Pembentukan kompleks imun yang mengendap di jaringan dan mengaktifkan komplemen.

c)

Produksi antibodi IgE terhadap antigen lingkungan.

d)

Infiltrasi sel T CD8+ yang menargetkan sel terinfeksi.

e)

Aktivasi makrofag oleh IFN-gamma dalam respons granulomatosa.

32.

Seorang pasien perempuan berumur 32 tahun mengalami demam tinggi disertai ruam sejak 11 bulan dan sejak 1 bulan ini muncul bintik kemerahan dikaki, pasien sudah didiagnosa dengan penyakit autoimun. Pemeriksaan menunjukkan adanya purpura di ekstremitas bawah. Apa sel imun atau sitokin utama yang berperan dalam patogenesis kondisi ini?

a)

Aktivasi sel T autoreaktif yang memediasi kerusakan jaringan.

b)

Pembentukan kompleks imun yang mengendap di jaringan dan mengaktifkan komplemen.

c)

Produksi antibodi IgE terhadap antigen lingkungan.

d)

Infiltrasi sel T CD8+ yang menargetkan sel terinfeksi.

e)

Aktivasi makrofag oleh IFN-gamma dalam respons granulomatosa.

33.

Seorang laki-laki berusia 20 tahun mengalami kelemahan otot progresif, dimulai dengan kelopak mata yang sulit dibuka saat sore hari. Pemeriksaan menunjukkan antibodi terhadap reseptor asetilkolin. Mekanisme penyakit ini melibatkan aktivasi sistem imun dalam bentuk:

a)

Reaksi hipersensitivitas tipe I

b)

Reaksi hipersensitivitas tipe II sitotoksik

c)

Reaksi hipersensitivitas tipe III

d)

Reaksi hipersensitivitas tipe IV

e)

Reaksi hipersensitivitas tipe V

34.

Seorang perempuan 45 tahun mengalami gejala anemia, urin berwarna gelap, dan hasil Coombs test positif. Ditemukan antibodi IgG terhadap permukaan eritrosit. Jenis reaksi imun yang mendasari kondisi ini adalah:

a)

Tipe I

b)

Tipe II

c)

Tipe III

d)

Tipe IV

e)

Tipe V

35.

Seorang pasien 50 tahun mengalami gagal ginjal setelah beberapa tahun menderita lupus eritematosus sistemik. Pemeriksaan menunjukkan adanya kompleks imun di glomerulus. Reaksi imunologi yang terjadi terutama dimediasi oleh…

a)

Aktivasi sel mast oleh IgE

b)

Aktivasi sel T CD8 terhadap antigen ginjal

c)

Aktivasi sel T CD4 dan makrofag

d)

Pembentukan kompleks imun di ginjal

e)

Stimulasi reseptor oleh autoantibodi

36.

Seorang perempuan 30 tahun mengalami nyeri sendi kronik dan ruam kupu-kupu di wajah. Pemeriksaan menunjukkan adanya autoantibodi anti-dsDNA. Penyakit ini terutama melibatkan mekanisme hipersensitivitas tipe?

a)

Tipe I

b)

Tipe II

c)

Tipe III

d)

Tipe IV

e)

Tipe V

37.

Seorang pria 45 tahun mengalami anemia hemolitik setelah mengonsumsi obat tertentu. Pemeriksaan menunjukkan adanya antibodi yang menyerang eritrosit. Mekanisme hipersensitivitas yang terjadi adalah?

a)

Aktivasi sel T CD8 terhadap eritrosit

b)

Aktivasi komplemen oleh IgG dan IgM

c)

Aktivasi sel mast oleh IgE

d)

Aktivasi sel B terhadap antigen eritrosit

e)

Produksi kompleks imun

38.

Seorang pasien 60 tahun dengan riwayat penyakit Graves datang dengan keluhan tremor, penurunan berat badan, dan palpitasi. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar TSH rendah dan kadar T3 serta T4 meningkat. Penyakit ini dimediasi oleh?

a)

Produksi IgE terhadap sel tiroid

b)

Pembentukan kompleks imun di tiroid

c)

Stimulasi reseptor TSH oleh autoantibodi

d)

Aktivasi sel T sitotoksik terhadap sel tiroid

e)

Degranulasi sel mast akibat antigen lingkungan

39.

Seorang wanita 60 tahun mengalami kelemahan otot progresif. Pemeriksaan menunjukkan adanya antibodi terhadap reseptor asetilkolin. Penyakit ini dimediasi reaksi hipersensitivitas tipe V. Kemungkinan pasien diatas menderita?

a)

Penyakit Graves

b)

Lupus eritematosus sistemik

c)

Myasthenia gravis

d)

Rheumatoid arthritis

e)

Dermatitis kontak

40.

Kemungkinan pasien diatas menderita?

a)

Penyakit Graves

b)

Lupus eritematosus sistemik

c)

Myasthenia gravis

d)

Rheumatoid arthritis

e)

Dermatitis kontak

41.

Apa bentuk kegagalan toleransi yang paling berperan dalam patogenesis penyakit ini?

a)

Toleransi oral

b)

Toleransi perifer oleh Treg

c)

Toleransi sentral sel B di sumsum tulang

d)

Toleransi perifer sel B akibat absennya sel T helper

e)

Toleransi sentral sel T oleh seleksi negatif

42.

Mekanisme kegagalan toleransi pada kasus diatas adalah:

a)

Respon imun adaptif terhadap antigen tumor

b)

Inaktivasi sel T sitotoksik di perifer

c)

Anergisasi sel B yang mengenali self-antigen

d)

Peningkatan aktivasi sel B autoreaktif

e)

Penekanan respon imun oleh Treg terhadap patogen

43.

Jenis kegagalan toleransi yang paling relevan pada kasus ini adalah:

a)

Aktivasi Treg terhadap antigen asing

b)

Receptor editing sel T CD8+

c)

Apoptosis sel B dalam sumsum tulang

d)

Gangguan supresi oleh sel T regulator

e)

Aktivasi komplemen jalur klasik oleh IgA

44.

Reaksi hipersensitivitas diatas dimediasi oleh?

a)

Aktivasi sel T CD4+ dan produksi IgG

b)

Pembentukan kompleks imun yang mengendap

c)

Antibodi yang mengikat sel darah dan menyebabkan lisis

d)

Aktivasi sel T CD8+ yang merusak sel target

e)

Aktivasi sistem komplemen

45.

Diagnosis yang paling mungkin adalah…

a)

Syok kardiogenik

b)

Sepsis

c)

Infeksi virus akut

d)

Syok hipovolemik

e)

Sindrom inflamasi sistemik

46.

Apa mekanisme utama yang mendasari syok sepsis pada pasien ini?

a)

Disfungsi mitokondria akibat produksi ROS

b)

Produksi asam laktat akibat glikolisis anaerob

c)

Vasodilatasi berlebihan akibat NO dari iNOS

d)

Defisiensi ADAMTS-13 akibat pelepasan UL-vWF

e)

Produksi peroksinitrit dari interaksi NO dan O₂⁻

47.

Apa kriteria utama untuk mendiagnosis syok sepsis pada pasien ini?

a)

MAP < 70 mmHg dan laktat < 2 mmol/L

b)

Adanya sepsis dengan hipotensi yang responsif terhadap cairan

c)

Peningkatan kadar IL-6 dan IL-1β

d)

Kebutuhan vasopressor dan laktat ≥ 2 mmol/L meski resusitasi adekuat

e)

Peningkatan tekanan vena sentral > 10 cmH₂O

48.

Apa yang menggambarkan fase awal respons imun pada sepsis?

a)

Imunosupresi total dan limfopenia

b)

Produksi sitokin proinflamasi dan aktivasi makrofag

c)

Anergia sel T

d)

Hilangnya fungsi fagosit

e)

Penekanan ekspresi HLA-DR

49.

Bagaimana dampak disregulasi homeostasis koagulasi ini?

a)

Memfasilitasi pembentukan fibrin normal

b)

Menurunkan risiko trombosis

c)

Meningkatkan risiko mikrotr

50.

Bagaimana dampak disregulasi homeostasis koagulasi ini?

a)

Memfasilitasi pembentukan fibrin normal

b)

Menurunkan risiko trombosis

c)

Meningkatkan risiko mikrotrombosis dan hipoperfusi

d)

Meningkatkan fibrinolisis

e)

Menghambat agregasi platelet

51.

Apa efek utama dari kerusakan mitokondria dalam sel selama sepsis?

a)

Peningkatan perfusi organ

b)

Meningkatkan sintesis protein

c)

Penurunan energi sel dan kerusakan jaringan

d)

Aktivasi jalur antioksidan

e)

Penurunan ROS

52.

Apa mekanisme patofisiologi utama dari kondisi pasien ini?

a)

Aktivasi komplemen melalui jalur klasik

b)

Produksi antibodi terhadap sel darah merah

c)

Aktivasi sistem koagulasi secara sistemik dan tidak terkendali

d)

Penekanan sumsum tulang akibat infeksi

e)

Penurunan fungsi limpa terhadap platelet

53.

Apa diagnosis yang paling mungkin?

a)

Thrombotic thrombocytopenic purpura

b)

Disseminated Intravascular Coagulation

c)

Penyakit hati berat

d)

Syok hipovolemik

e)

Sindrom nefrotik

54.

Apa akibat dari penurunan ini dalam mekanisme hemostasis?

a)

Inhibisi koagulasi secara menyeluruh

b)

Peningkatan risiko fibrinolisis

c)

Penurunan respons sel T terhadap antigen

d)

Gangguan kontrol mekanisme koagulasi

e)

Stimulasi produksi trombosit oleh sumsum tulang

55.

Apa yang paling mungkin menyebabkan gejala tersebut pada DIC?

a)

Kerusakan sumsum tulang

b)

Hiperviskositas darah

c)

Pembentukan mikroemboli di mikrosirkulasi

d)

Peningkatan kadar hemoglobin

e)

Produksi antibodi terhadap fibrinogen

56.

Apa alasan utama pemberian vaksin pada pasien ini?

a)

Karena diabetes mempercepat pembentukan antibodi

b)

Karena penyakit metabolik mengurangi respon sel B

c)

Karena peningkatan risiko paparan saat perjalanan ke daerah endemis

d)

Karena vaksin ini memberikan proteksi jangka panjang terhadap hepatitis

e)

Karena meningokokus hanya menular melalui darah

57.

Apa langkah terbaik selanjutnya dalam jadwal imunisasi hepatitis B?

a)

Lanjutkan dosis ketiga sesuai jadwal

b)

Lakukan revaksinasi dari awal

c)

Berikan vaksin hepatitis A sebagai pelengkap

d)

Berikan imunoglobulin hepatitis

e)

Lakukan pemeriksaan HBsAg dulu

58.

Apa pertimbangan utama dalam pemberian vaksin ini?

a)

Vaksin harus diberikan dalam bentuk hidup

b)

Pasien HIV tidak boleh mendapat vaksin apapun

c)

Vaksin inaktif aman

d)

Tunggu CD4 turun <100 untuk vaksinasi

e)

Berikan imunoglobulin saja tanpa vaksin

59.

Apa tindakan pertama yang harus dilakukan?

a)

Beri antihistamin oral

b)

Beri paracetamol

c)

Suntik adrenalin intramuskular

d)

Berikan antibiotik

e)

Lakukan swab antigen

60.

Apa sifat utama vaksin yellow fever yang perlu dipertimbangkan?

a)

Berbasis mRNA

b)

Vaksin inaktif, aman untuk semua usia

c)

Vaksin hidup yang dapa

61.

Apa sifat utama vaksin yellow fever yang perlu dipertimbangkan?

a)

Berbasis mRNA

b)

Vaksin inaktif, aman untuk semua usia

c)

Vaksin hidup yang dapat berisiko pada imunokompromais

d)

Tidak memerlukan booster

e)

Tidak memberikan kekebalan jangka panjang

62.

Vaksin yang harus dihindari pada pasien ini adalah?

a)

Vaksin influenza inaktif

b)

Vaksin hepatitis B

c)

Vaksin pneumokokus

d)

Vaksin MMR hidup

e)

Vaksin toksoid tetanus

63.

Vaksin influenza inaktif direkomendasikan untuk pasien ini karena?

a)

Dapat memberikan imunitas seumur hidup

b)

Memicu respons imun yang lebih kuat dibanding vaksin hidup

c)

Tidak berisiko menyebabkan infeksi pada individu dengan imunosupresi

d)

Menyebabkan infeksi ringan yang menstimulasi sistem imun

e)

Mengandung virus yang masih aktif tetapi dilemahkan

64.

Apa dasar imunologis yang mendukung pemberian booster vaksin pada pasien ini?

a)

Aktivasi sel dendritik primer terhadap antigen baru

b)

Induksi imunitas pasif oleh antibodi maternal

c)

Reaktivasi sel B memori yang sebelumnya sudah terprogram

d)

Pengaktifan komplemen oleh antigen baru

e)

Induksi toleransi oleh sel T regulator

65.

Apa makna keberadaan antibodi HBsAb dalam konteks memori imunologis?

a)

Bukti infeksi aktif yang sedang berlangsung

b)

Penanda pembentukan toleransi imun terhadap virus

c)

Bukti aktivasi jalur komplemen klasik

d)

Bukti imunitas protektif hasil aktivasi sel B memori

e)

Bukti vaksin tidak efektif

66.

Respons imun apa yang paling mungkin terjadi pada pasien diatas?

a)

Imunitas bawaan melawan toksin bakteri

b)

Aktivasi ulang sel T naive terhadap antigen

c)

Respons memori cepat dari sel B dan sel T spesifik

d)

Reaksi hipersensitivitas tipe I terhadap antigen

e)

Produksi IL-4 oleh sel NK

67.

Apa tujuan utama pemberian HBIG pada kasus ini?

a)

Mengaktifkan sel B memori terhadap hepatitis B

b)

Menstimulasi imunitas aktif terhadap virus hepatitis

c)

Memberikan perlindungan segera melalui antibodi spesifik

d)

Merangsang pembentukan interferon dari sel T CD8

e)

Mengaktifkan sel dendritik untuk memfasilitasi antigen presentation

68.

Mengapa diberikan imunoglobulin rabies dalam situasi ini?

a)

Untuk menghilangkan toksin yang terbentuk oleh virus rabies

b)

Untuk mempercepat aktivasi sistem komplemen

c)

Untuk netralisasi langsung virus rabies sebelum imun aktif terbentuk

d)

Untuk meningkatkan produksi IL-2 dari sel T helper

e)

Untuk merangsang pembentukan antibodi alami oleh sel B

69.

Mekanisme imunopatologis manakah yang paling mungkin terjadi pada fase escape dari proses immunoediting?

4 lines
70.

Mekanisme imunopatologis manakah yang paling mungkin terjadi pada fase escape dari proses immunoediting?

a)

Aktivasi makrofag oleh IL-1 dan TNF

b)

Sekresi IFN-γ oleh sel T sitotoksik

c)

Downregulasi ekspresi MHC kelas I pada sel tumor

d)

Aktivasi komplemen jalur alternatif

e)

Apoptosis sel tumor oleh perforin dan granzim

71.

Apa mekanisme imunopatologis yang mendasari hubungan antara thymoma dan penyakit autoimun seperti miastenia gravis?

a)

Produksi IL-12 berlebih oleh timus

b)

Gangguan fungsi seleksi negatif sel T di timus

c)

Apoptosis massal limfosit B autoreaktif

d)

Defisiensi produksi IFN-α oleh timus

e)

Mutasi reseptor PD-1 pada sel T

72.

Apa kontribusi utama makrofag tipe M2 dalam lingkungan mikro tumor?

a)

Memfasilitasi lisis tumor melalui NO dan ROS

b)

Memproduksi sitokin inflamasi seperti TNF-α

c)

Mendukung angiogenesis dan imunosupresi lokal karena salah satu peranannya sebagai antiinflamasi

d)

Meningkatkan fagositosis limfosit T CD8+

e)

Memperkuat diferensiasi sel T sitotoksik

73.

Jenis transplantasi ini disebut:

a)

Allograft

b)

Xenograft

c)

Isograft

d)

Autograft

e)

Heterograft

74.

Jenis penolakan transplantasi yang terjadi dalam hitungan menit hingga jam setelah transplantasi dan disebabkan oleh antibodi preform terhadap antigen donor disebut:

a)

Hyperacute rejection

b)

Acute cellular rejection

c)

Chronic rejection

d)

Graft-versus-host disease

e)

Subacute rejection

75.

Apa tingkat keparahan LES berdasarkan data ini?

a)

Tidak aktif

b)

Ringan

c)

Sedang

d)

Berat

e)

Sangat berat

76.

Pemeriksaan lanjutan yang paling tepat?

a)

RF dan anti-CCP

b)

Anti-dsDNA dan anti-Smith

c)

Panel tiroid

d)

CRP dan LED

e)

Biopsi kulit

77.

Apa kriteria DORIS yang harus dipenuhi?

a)

SLEDAI ≥6

b)

ANA negatif

c)

Tidak ada gejala aktif lupus

d)

Proteinuria <1 g/hari

e)

Tidak menggunakan antimalaria

78.

Apa parameter yang digunakan?

a)

Anti-CCP

b)

CRP dan LED

c)

Gejala klinis dan laboratorium sederhana

d)

MRI otak

e)

Sitokin proinflamasi

79.

Antibodi apa yang bisa ditemukan pasien diatas?

a)

Anti-RNP

b)

Anti-dsDNA

c)

Anti-centromere

d)

Anti-Jo1

e)

HLA-B27

80.

Bagaimana tingkat aktivitas penyakitnya?

a)

Tidak aktif

b)

Ringan

c)

Sedang

d)

Berat

e)

Sangat berat

81.

Apa status pasien saat ini?

a)

Flare ringan

b)

Aktivitas sedang

c)

SLE sedang

d)

Tidak terkontrol

e)

Remisi klinis