WorksheetsUAS KIE 2025
Total questions: 61
Worksheet time: 2hrs 32mins
Akibat dari tidak dilaksanakan kolaborasi antar profesi, kecuali:
Tingginya kesalahan dokter dalam penulisan resep
Apoteker kurang tepat dalam menyiapkan obat
Apoteker salah dalam memberikan informasi mengenai penggunaan obat
Dokter memberikan terapi dan apoteker menjelaskan dengan tepat tentang obat yang ditulis oleh dokter
Kolaborasi antar tenaga kesehatan akan memberikan hasil positif, kecuali:
Memberikan dampak positif bagi perawatan pasien di RS→ pasien cepat sembuh
Meningkatkan keselamatan pasien
Meminimalkan terjadinya kesalahan pemberian obat kepada pasien
Menambah biaya perawatan selama pasien di RS
Dampak yang dirasakan oleh pasien apabila kolaborasi antarprofesi dilaksanakan dengan baik antara lain, kecuali:
Keselamatan pasien meningkat
Pasien merasa puas dengan pelayanan yang diberikan
Kolaborasi perawatan yang baik, hari perawatan menjadi lebih pendek dan biaya pengobatan menjadi lebih terjangkau
Pasien menjadi lebih lama dalam perawatan di RS
Implementasi kolaborasi antarprofesi tenaga kesehatan antara lain, kecuali:
Keselamatan pasien
Kepuasan pasien
Jumlah pasien meningkat
Kualitas pelayanan RS
Fungsi komunikasi antara lain, kecuali:
Fungsi kontrol
Fungsi motivasi
Fungsi informasi
Fungsi manajemen
Yang termasuk dalam unsur komunikasi, kecuali:
Sumber
Gagasan
Pesan
Media
Tujuan komunikasi interpersonal adalah, kecuali:
Mengenal diri sendiri dan orang lain
Mengetahui dunia luar
Hubungan antar personal tidak bermakna
Membantu orang lain
Ciri komunikasi interpersonal, kecuali:
Pesan dikirim secara spontan dan simultan
Umpan balik membutuhkan jeda waktu
Kedudukan keduanya setara
Efek yang paling kuat dibandingkan konteks komunikasi yang lain
Yang dimaksud dengan decoder adalah:
Informasi yang akan dikirim dan diterima oleh penerima pesan
Seseorang yang mempunyai inisiatif untuk menyampaikan baik secara verbal maupun non verbal
Seseorang yang menerima pesan
Lokasi dimana komunikasi berlangsung
Faktor yang mempengaruhi interprofessional collaboration antara lain, kecuali:
Latar belakang Pendidikan
Keterbatasan pemahaman terhadap masing-masing prfesi
Tingkat kemampuan individu memahami profesi lain
Komunikasi antar profesi
Tujuan dilakukan komunikasi interpersonal, kecuali:
Untuk memberikan motivasi
Menyampaikan ide atau gagasan
Berbagi pengalaman
Mengetahui masalah pribadi orang lain
Teknologi informasi dibagi menjadi kelompok
Manajemen kesehatan
Pelayanan kesehatan
Jawaban A dan B benar
Jawaban A dan B salah
Asumsi yang salah oleh tenaga farmasi terhadap pasien, kecuali:
A. Pasien sering tidak mematuhi regimen pengobatan
B. Dokter selalu memonitor terapi obat pasien
C. Pasien sudah mengerti pesan yang disampaikan
D. Pasien mematuhi regimen pengobatan
Tujuan dari interprofessional collaboration antara lain, kecuali:
Meningkatkan keselamatan pasien
Meningkatkan kualitas pelayanan pasien
Berbagi informasi terkait perkembangan pasien
Membantu mengerjakan/meringankan tugas dari profesi lain
Tujuan dari interprofessional collaboration antara lain, kecuali:
Meningkatkan keselamatan pasien
Meningkatkan kualitas pelayanan pasien
Berbagi informasi terkait perkembangan pasien
Membantu mengerjakan/meringankan tugas dari profesi lain
Tenaga kesehatan harus melaksanakan praktek kolaboratif yang baik dan tidak melaksanakan pelayanan kesehatan sendiri-sendiri, dengan “tujuan utama” adalah:
Keselamatan pasien lebih terjaga di Rumah Sakit (Patient safety)
Masing-masing profesi fokus pada pekerjaannya
Tidak ada gesekan yang terjadi pada setiap profesi
Saling membantu pekerjaan yang dibebankan pada masing-masing profesi
Penghambat dalam pelaksaan kolaborasi antar tenaga kesehatan, kecuali:
Kurang komunikasi antara dokter dan apoteker
Apoteker dan dokter selalu berkomunikasi tentang kondisi pasien
Kurang komunikasi antara perawat dan apoteker
Tidak ada komunikasi antara perawat dn apoteker
Kesenjangan dalam koordinasi antara tenaga kesehatan di RS antara lain karena:
Dokter merasa memiliki peran yang penting dan memiliki pengetahuan diatas tenaga kesehatan yang lain
Dokter meninginkan profesi lain berperan aktif dalam perawatan pasien
Apoteker merasa harus berperan dalam pengobatan pasien
Apoteker dan dokter sangat berperan dalam meningkatkan keselamatan pasien di RS
Beberapa faktor yang berpengaruh pada kolaborasi antarprofesi antara lain, kecuali:
Komunikasi
Latar belakang Pendidikan
Keterbatasan pemahaman tentang masing-masing profesi
Kurang paham terhadap cara berkomunikasi yang baik
Salah satu contoh keterbatasan ketidakpahaman pada masing-masing profesi antara lain:
Dokter sangat memahami ruang lingkup perawat
Tumpang tindih antara tanggung jawab dokter dan perawat
Dokter sangat yakin atas kemampuan perawat yang membantu tugas dokter
Apoteker mengerti batas kewenangan yang boleh dilakukan
Pemanfaatan teknologi dalam bidang kesehatan antara lain, kecuali:
E RM
E Resep
USG
Rekam Medis manual
Yang dimaksud dengan umpan balik pada elemen kunci komunikasi interprofesional adalah:
Tanggapan atau respon terhadap pesan yang dapat membantu memahami sejauh mana pesan diterima
Kemampuan penerima pesan untuk memahami informasi yang diterima
Informasi yang disampaikan oleh seseorang kepada orang lain
Situasi dan lingkungan dimana komunikasi terjadi
Pemanfaatan teknologi pada dunia farmasi antara lain, kecuali:
Merecord resep dan dosis obat
Menyimpan daftar harga obat
Mengelompokkan macam-macam obat sesuai indikasinya
Mencatat data lab pada masing-masing pasien
Pemanfaatan teknologi pada dunia kedokteran antara lain, kecuali:
MRI
USG
CT Scan
Foto rontgen
Keuntungan dari perkembangan teknologi informasi pada dunia Kesehatan, antara lain:
Mempercepat layanan kesehatan
Menurunkan efisiensi pelayanan
Memperlambat pelayanan Kesehatan di daerah terpencil
Menurunkan kebutuhan jumlah tenaga/SDM dalam sebuah instansi
Teknologi informasi dan komunikasi dibagi menjadi 2 kelompok:
Manajemen Kesehatan
Pelayanan Kesehatan
Jawaban A dan B betul
Jawaban A dan B salah
Bentuk komunikasi elektronik antara lain, kecuali:
Short message service (SMS)
Telemedicine
Poster
Kekurangan bentuk komunikasi non elektronik:
Jangkauan lebih luas
Tidak memerlukan waktu yang lama
Lebih personal
Jangkauan lebih terbatas
Contoh bentuk komunikasi non elektronik:
SMS
Poster
Kelebihan dari penggunaan telemedicine antara lain:
Keterbatasan interaksi
Keterbatasan teknologi, butuh perangkat yang memadai
Kenyamanan dan efisiensi waktu
Keterbatasan pemeriksaan fisik
Berikut merupakan tujuan promosi Kesehatan berdasarkan WHO:
Tercapainya pengertian yang lebih baik dari masyarakat mengenai eksistensi dan perubahan-perubahan sistem dalam pelayanan kesehatan serta cara memanfaatkannya secara efisien & efektif;
Masyarakat memiliki tanggung jawab yang lebih besar pada kesehatan (dirinya), masyarakat dan keselamatan serta kesehatan lingkungan;
Masyarakat dapat melakukan langkah-langkah positif dalam mencegah terjadinya penyakit, mencegah berkembangnya penyakit menjadi lebih parah dan mencegah keadaan ketergantungan melalui rehabilitasi cacat karena penyakit; serta
Masyarakat mampu mempelajari apa yang dapat dia lakukan sendiri dan bagaimana caranya, tanpa selalu meminta pertolongan kepada sistem pelayanan Kesehatan yang normal
Semua jawaban benar
Berikut merupakan contoh
(1) Program imunisasi
(2) Kesiapan dan Respon terhadap Kegawatdaruratan
(3) Pelayanan KB-Kontrasepsi
(4) Pencegahan serta kontrol penyakiperan farmasi dalam lingkup Kesehatan masyarakat:
Pilihan jawaban:
1,2,3 Benar
1,3 Benar
2,4 Benar
4 Benar
Semua benar
Apabila pasien pada kondisi denial terhadap health problem atau tidak merasa bahwa terdapat permasalahan terkait kondisi Kesehatannya. Kondisi pasien tersebut berada pada stage behavior change pada fase:
Contemplation
Preparation
Action
Maintenance
Pre contemplation
Swamedikasi adalah ….
Upaya yang kerap dilakukan oleh seseorang dalam mengobati gejala sakit atau penyakit yang sedang dideritanya tanpa terlebih dahulu melakukan konsultasi kepada dokter.
Upaya yang dilakukan oleh seseorang untuk mendapatkan obat keras untuk mengobati gejala yang dideritanya
Upaya yang dilakukan seseorang dalam mengobati gejala sakit yang diderita dengan berkonsultasi kepada dokter
Pembelian obat dengan resep dokter
Tidak ada jawaban yang tepat
Berikut merupakan alasan dilaksanakan swamedikasi, kecuali:
Tidak memiliki asuransi Kesehatan
Biaya kunjungan dokter yang tinggi
Terbatasnya waktu
a, b dan c benar
a, b dan c salah
Berikut merupakan peran tenaga kefarmasian dalam pelaksanaan swamedikasi, kecuali:
Menentukan diagnosa pasien
Memilihkan obat sesuai dengan kerasionan
Memilihkan obat dengan pertimbangan kemampuan ekonomi
Memberikan informasi terkait penggunaan obat yang rasional
Tidak ada jawaban yang tepat
Berikut merupakan outcome dari swamedikasi, kecuali:
Memberikan rekomendasi obat-obatan
Menyarankan untuk segera ke pelayanan Kesehatan primer
Memberikan rekomendasi dan menyarankan untuk segera ke pelayanan Kesehatan primer
Memberikan saran non pharmacological
Tidak ada jawaban yang tepat
Berikut merupakan contoh obat yang boleh diberikan dalam pelaksanaan swamedikasi, kecuali:
Ethinylestradiol – Norgestrel
Parasetamol
Ibuprofen
Albendazol
Pseudoefedrin
Seorang pasien ibu hamil mengalami sariawan ringan, sebagai seorang apoteker sediaan topikal apakah yang akan anda rekomendasikan untuk pengatasan hal tersebut:
Asam hialuronat 0,2%
Hidrokortison
Triamcinolone
Betametason
Tidak ada jawaban yang tepat
Berikut merupakan golongan obat yang bisa direkomendasikan pada saat pelaksanaan swamedikasi:
Obat bebas terbatas dan obat psikotropika
Obat narkotika dan obat bebas terbatas
Obat keras dan obat psikotropika
Obat bebas terbatas dan obat wajib apotek
Tidak ada jawaban yang tepat
Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia 2011 No. 189/Menkes/Per/III/2006 tentang kebijakan obat rasional, penggunaan obat dikatakan rasional jika memenuhi kriteria sebagai berikut, kecuali:
Tepat indikasi penggunaan obat
Tepat informasi
Tepat golongan
Tepat interval waktu penggunaan obat
Tidak ada jawaban yang benar
Sesuai PerMenKes No. 919/MENKES/PER/X/1993, kriteria obat yang dapat diserahkan, kecuali:
Tidak dikontraindikasikan untuk penggunaan pada wanita hamil, anak di bawah usia 2 tahun dan orang tua di atas 65 tahun.
Penggunaan tidak memerlukan cara atau alat khusus yang harus dilakukan oleh tenaga kesehatan.
Untuk obat-obat dengan indeks terapi sempit perlu pemberian informasi dan monitoring yang tepat
Penggunaannya diperlukan untuk penyakit yang prevalensinya tinggi di Indonesia.
Tidak ada jawaban yang tepat
Kekurangan dalam pelaksanaan swamedikasi adalah:
Pemborosan biaya dan waktu apabila salah menggunakan obat
Tidak efektif akibat salah diagnosis dan pemilihan obat
Kemungkinan timbulnya reaksi obat yang tidak diinginkan, misalnya sensitivitas, efek samping atau resistensi
Penggunaan obat yang salah akibat informasi yang kurang lengkap dari iklan obat
Obat-obatan yang boleh diserahkan oleh seorang apoteker di apotek tanpa resep dokter adalah obat golongan:
(1) Obat bebas (3) Obat Wajib Apotek
(2) Obat bebas terbatas (4) Obat Keras
Pilihan jawaban:
1,2,3 Benar
1,3 Benar
2,4 Benar
4 benar
Semua benar
31. Berikut merupakan tujuan pemberian konseling, informasi dan edukasi adalah:
(1) Pengobatan menjadi lebih efektif, dan efisien
(2) Meningkatkan cost-effectiveness
(3) Meningkatkan keamanan penggunaan Obat bagi pasien (patient safety)
(4) Meminimalkan resiko obat yang tidak diketahui (ROTD)
1,2,3 Benar
1,3 Benar
2,4 Benar
4 benar
Semua benar
Pernyataan terkait Medication Error yang tidak tepat adalah...
Medication Error adalah kejadian yang idealnya dapat dicegah pada waktu pengobatan yang dapat menyebabkan atau mengarah pada penggunaan obat yang tidak sesuai atau membahayakan bagi pasien saat pengobatan berada di bawah pengawasan profesi pelayanan kesehatan, atau pasien sendiri
Medication Error dapat terjadi dalam setiap langkah penyiapan obat mulai dari proses pemilihan obat, permintaan melalui resep, pembacaan resep, formulasi obat, penyerahan obat kepada pasien hingga penggunaannya oleh pasien atau petugas Kesehatan
Medication Error dapat terjadi akibat miskomunikasi dalam peresepan
Medication Error adalah Kejadian yang merugikan dan tidak dapat dicegah akibat terapi obat pada penggunaan obat pada dosis normal.
Medication Error dapat terjadi akibat kurang edukasi pada pasien.
Medication error pada fase prescribing adalah kesalahan yang terjadi pada kegiatan:
(1) Kondisi medis pasien memerlukan terapi obat tetapi tidak diresepkan suatu obat untuk indikasi tersebut.
(2) Kesalahan pada penulisan resep terkait dosis dan bentuk sediaan.
(3) Pasien mendapat resep untuk suatu kondisi medis yang tidak memerlukan terapi obat
(4) obat yang tidak diotorisasi oleh seorang penulis resep yang sah untuk pasien
Pilihan jawaban:
1,2,3 Benar
1,3 Benar
2,4 Benar
4 benar
Semua benar
Berikut ini merupakan faktor-faktor yang dapat menghambat komunikasi denagan tenaga Kesehatan, kecuali:
Beban kerja
Design layout apotek
Jaringan telekomunikasi
Komunikasi tidak langsung dengan tenaga kesehatan
Semua jawaban benar
Berikut merupakan strategi yang dapat dilakukan unntuk mengatasi hambatan komunikasi dengan tenaga kesehatan:
(1) Memiliki Standar prosedur operasional (SPO)
(2) Hanya melayani komunikasi lisan pada kondisi emergensi
(3) Komunikasi dengan computerized physician order entry (CPOE) systems
(4) Menerapkan penulisan “Tall Man Lettering”
Pilihan Jawaban:
1,2,3 Benar
1,3 Benar
2,4 Benar
4 benar
Semua benar
Apabila terjadi kesalahan pemberian obat, seoarang apoteker perlu melakukan pelaporan dan dokumentasi. Berikut merupakan pernyataan yang tepat terkait reporting errors:
(1) Upaya monitoring pencegahan terjadinya kesalahan di masa depan
(2) Sistem pelaporan harus user-friendly, cepat, & mudah digunakan.
(3) Memiliki Standar prosedur operasional (SPO
(4) Membangun budaya kerja blame free culture
Pilihan Jawaban:
1,2,3 Benar
1,3 Benar
2,4 Benar
4 benar
Semua benar
Berikut termasuk dalam medication errors:
(1) Wrong patient
(2) Wrong Dose Form
(3) Unauthorized Drug Error
(4) anaphylactic shock
Pilihan Jawaban:
1,2,3 Benar
1,3 Benar
2,4 Benar
4 benar
Semua benar
Berikut merupakan hal-hal yang dapat menjadi penghambat dalam Written Communication:
Tulisan tangan yang buruk
Penggunaan kata singkatan
Obat dengan nama mirip
Penggunaan satuan dan desimal pada resep
Semua jawaban benar
Berikut merupakan obat yang termasuk dalam daftar obat High Alert:
(1) Fondaparinux
(2) Epinephrin
(3) Doxorubixin
(4) Insulin
Pilihan Jawaban:
1,2,3 Benar
1,3 Benar
2,4 Benar
4 benar
Semua benar
Strategi yang dapat digunakan seorang apoteker dalam menghadapi hambatan komunikasi dengan pasien:
(1) Melakukan komunikasi dua arah antara pasien dan tenaga Kesehatan
(2) Melakukan konfrontasi langsung kepada pasien
(3) Memberikan kepercayaan atau keyakinan tentang kemampuan pasien untuk mencapai target
(4) Memerintah pasien agar patuh terhadapat terapi yang telah diberikan dokter
Pilihan Jawaban:
1,2,3 Benar
1,3 Benar
2,4 Benar
4 benar
Semua benar
Seorang apoteker memberikan obat yang salah kepada pasien sehingga mengakibatkan pasien harus memperpanjang masa inap di Rumah Sakit. Berdasarkan Taksonomi & Kategorisasi Medication Error, kondisi tersebut termasuk:
Kategori A
Kategori B
Kategori C
Kategori D
Kategori E
Seorang apoteker melakukan kesalahan pemberian obat, Dimana harusnya pasien mendapatkan Levemir akan tetapi apoteker menyerahkan Novorapid. Medication error yang terjadi merupakan kesalah yang terjadi pada fase:
Dispensing error
Transcribing error
Administration error
Prescribing error
Tidak ada jawaban yang tepat
Hal-hal yang perlu dilakukan Ketika kesalahan terjadi:
Menyalahkan orang lain terhadap kesalahan yang terjadi
Merasionalisasi bahwa pasien harusnya mengetahui jika kesalahan itu terjadi
Mengecilkan permasalahan karena dampak yang ditimbulkan tidak parah
Tidak mau bertanggung jawab karena merupakan kesalahan tulisan dokter yang buruk
Melakukan identifikasi kesalahan
Seorang apoteker melakukan peracikan sediaan slow release untuk dijadikan sediaan puyer sesuai dengan resep yang diterima. Termasuk jenis kesalahan apakah kasus tersebut:
Wrong Drug Preparation Error
Deteriorated Drug Error
Omission Error
Wrong dose error
Under dose
Pasien menerima obat suppositoria setelah mendapatkan konseling dari seorang apoteker, diketahui bahwa pasien meminum obat tersebut. Berdasarkan narasi tersebut kesalahan yang terjadi termasuk pada kondisi:
Wrong dose error
Deteriorated Drug Error
Wrong Time Error
Wrong Drug Preparation Error
Wrong Route Error
Berdasarkan Joint commission, pemberian obat secara aman merupakan prioritas mutlak. Untuk memastikan keamanan dalam memberikan obat, seorang perawat harus melakukan 5 Benar pemberian obat yaitu, kecuali:
Benar pasien
Benar efek samping
Benar obat
Benar dosis
Benar waktu pemberian
Label obat yang mengandung eletrolit dengan konsentrasi tinggi diberikan penandaan label:
Sitostatika
High Alert
LASA
NORUM
Generik
