NEW
Font size
WorksheetsUAP Praktikum Fisika Dasar
Total questions: 65
Worksheet time: 33mins
Hukum Ohm menyatakan hubungan antara:
Massa, percepatan, dan gaya
Arus listrik, tegangan, dan resistansi
Energi, daya, dan waktu
Gaya, jarak, dan kerja
Jika sebuah hambatan sebesar 5 ohm dialiri tegangan 10 volt, maka besar arus yang mengalir adalah:
0,5 A
2 A
5 A
10 A
Sebuah rangkaian memiliki hambatan 20 ohm dan arus yang mengalir sebesar 0,5 A. Berapakah tegangan yang digunakan?
10 V
15 V
20 V
25 V
Jika arus yang mengalir sebesar 3 A dan hambatan 4 ohm, maka besar tegangan adalah:
7 V
10 V
12 V
15 V
Sebuah alat listrik bekerja pada arus 2 A dan memerlukan tegangan 24 V. Berapakah hambatan alat tersebut?
10 ohm
12 ohm
20 ohm
24 ohm
Dalam praktikum, diketahui arus yang mengalir pada sebuah resistor tak diketahui adalah 0,25 A dan tegangan sebesar 5 V. Nilai tahanan resistor tersebut adalah:
10 ohm
15 ohm
20 ohm
25 ohm
Ketika arus 0,5 A mengalir pada resistor yang tidak diketahui nilainya, dan voltmeter menunjukkan tegangan 3 V, maka tahanan resistor adalah:
1,5 ohm
3 ohm
4,5 ohm
6 ohm
Jika pada praktikum diperoleh data: tegangan 9 V dan arus 1,5 A, maka nilai tahanan adalah:
3 ohm
6 ohm
9 ohm
13,5 ohm
Alat ukur yang digunakan untuk mengukur arus listrik dalam suatu rangkaian adalah:
Voltmeter
Ohmmeter
Amperemeter
Multimeter
Hukum Kirchhoff I menyatakan bahwa:
Tegangan total dalam loop tertutup adalah nol
Jumlah arus masuk dan keluar suatu titik cabang adalah sama
Hambatan dalam rangkaian selalu konstan
Arus hanya mengalir dalam satu arah
Hukum Kirchhoff II menyatakan bahwa:
Jumlah tegangan dalam satu titik adalah nol
Tegangan berbanding lurus dengan arus
Dalam loop tertutup, jumlah aljabar gaya gerak listrik dan penurunan tegangan adalah nol
Arus akan selalu membagi secara merata
Jika arus sebesar 3 A masuk ke suatu titik cabang, dan dua buah kabel keluar dari titik tersebut membawa arus masing-masing 1 A dan x A, maka nilai x adalah:
1 A
2 A
3 A
4 A
Dalam sebuah loop tertutup, terdapat baterai 12 V dan tiga resistor masing-masing 2 Ω, 3 Ω, dan 1 Ω. Jika arus searah mengalir, maka menurut hukum Kirchhoff II, jumlah total penurunan tegangan pada resistor adalah:
6 V
12 V
18 V
24 V
Jika dalam sebuah rangkaian bercabang, arus yang masuk ke simpul adalah 6 A, dan keluar masing-masing 2 A, 1 A, dan x A, maka nilai x adalah:
1 A
2 A
3 A
4 A
Pada loop tertutup terdapat baterai 10 V, dan dua resistor masing-masing 2 Ω dan 3 Ω. Maka arus yang mengalir dalam loop adalah:
1 A
2 A
5 A
10 A
Dalam sebuah rangkaian sederhana, diketahui arus 0,5 A mengalir melalui resistor 10 Ω. Berapa tegangan pada resistor tersebut?
5 V
10 V
15 V
20 V
Jika dalam satu loop terdapat dua resistor yang masing-masing memiliki penurunan tegangan 4 V dan 6 V, maka tegangan total sumber haruslah:
6 V
8 V
10 V
12 V
Alat yang digunakan untuk mengukur arus dalam praktikum hukum Kirchhoff adalah:
Voltmeter
Ohmmeter
Multimeter
Amperemeter
Untuk mengukur tegangan antara dua titik pada suatu elemen rangkaian, alat yang digunakan dan cara pemasangannya adalah:
Amperemeter, dipasang seri
Voltmeter, dipasang paralel
Voltmeter, dipasang seri
Amperemeter, dipasang paralel
Jembatan Wheatstone digunakan untuk:
Mengukur tegangan tinggi
Menentukan arus searah dalam rangkaian
Menentukan nilai hambatan yang tidak diketahui secara akurat
Mengukur suhu suatu benda
Syarat utama agar Jembatan Wheatstone dikatakan "seimbang" adalah:
Semua hambatan sama besar
Tidak ada arus mengalir melalui galvanometer
Tegangan semua titik sama
Hambatan tidak diketahui harus bernilai nol
Alat yang digunakan untuk mendeteksi keseimbangan dalam Jembatan Wheatstone adalah:
Voltmeter
Amperemeter
Galvanometer
Ohmmeter
Dalam keadaan seimbang, perbandingan dua hambatan di satu sisi jembatan sama dengan:
Tegangan antar titik A dan B
Perbandingan arus yang masuk dan keluar
Perbandingan dua hambatan di sisi lainnya
Tegangan pada galvanometer
Salah satu keuntungan menggunakan Jembatan Wheatstone adalah:
Menghasilkan arus tinggi
Mengukur hambatan tanpa arus listrik
Mengukur hambatan dengan ketelitian tinggi
Tidak memerlukan alat ukur
Jembatan Wheatstone umumnya digunakan untuk mengukur hambatan dalam kisaran:
Mega ohm
Ohm hingga kilo ohm
Mikro ohm
Giga ohm
Jika galvanometer menunjukkan adanya arus saat percobaan Jembatan Wheatstone dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa:
Rangkaian seimbang
Semua hambatan sama
Tegangan lebih dari 10 V
Rangkaian belum seimbang
Transformator bekerja berdasarkan prinsip:
Hukum Ohm
Induksi elektromagnetik
Hukum Newton
Efek fotolistrik
Fungsi utama transformator adalah untuk:
Mengubah energi listrik menjadi energi cahaya
Mengubah energi listrik menjadi energi panas
Menaikkan atau menurunkan tegangan listrik AC
Mengubah arus searah menjadi bolak-balik
Perbandingan antara tegangan primer (Vp) dan tegangan sekunder (Vs) dalam transformator ideal sebanding dengan:
Perbandingan kuat arus primer dan sekunder
Perbandingan jumlah lilitan sekunder dan primer
Perbandingan hambatan primer dan sekunder
Perbandingan daya listrik yang masuk dan keluar
Sebuah transformator memiliki Np=500 lilitan dan Ns=1000 lilitan. Jika tegangan primer adalah 100 V, maka tegangan sekundernya adalah:
50 V
100 V
200 V
400 V
Jika Np=800 lilitan, Ns=400 lilitan, dan tegangan primer 240 V, maka tegangan sekunder adalah:
480 V
240 V
120 V
60 V
Dalam transformator ideal, jika tegangan dinaikkan, maka arus:
Tetap
Juga naik
Turun
Tidak terdefinisi
Jika arus primer 2 A, Np=400, dan Ns=100, maka arus sekunder adalah:
0,5 A
1 A
4 A
8 A
Jika arus sekunder lebih kecil dari arus primer, maka jenis transformator adalah:
Transformator step-down
Transformator step-up
Transformator arus
Transformator daya
Transformator hanya dapat bekerja dengan arus:
Searah (DC)
Bolak-balik (AC)
Arus konstan
Arus searah maupun bolak-balik
Gaya Lorentz adalah gaya yang dialami oleh:
Benda diam dalam medan listrik
Muatan listrik yang bergerak dalam medan magnet
Muatan listrik yang berada di ruang hampa
Benda netral yang dipanaskan
Arah gaya Lorentz ditentukan dengan menggunakan:
Kaidah tangan kanan
Kaidah tangan kiri
Hukum Newton
Hukum Ohm
Jika arus listrik mengalir ke atas, dan medan magnet mengarah ke timur, maka arah gaya Lorentz adalah:
Barat
Utara
Selatan
Ke luar bidang
Dalam kaidah tangan kanan, jika ibu jari menunjukkan arah arus, dan jari-jari menunjuk ke arah medan magnet, maka telapak tangan menunjukkan arah:
Medan magnet
Gaya Lorentz
Arah arus balik
Gaya gravitasi
Apa yang terjadi pada kawat penghantar lurus yang dialiri arus listrik dan berada dalam medan magnet tegak lurus?
Tidak terjadi apa-apa
Kawat akan mengalami gaya dorong
Kawat akan meleleh
Medan magnet akan hilang
Ketika penghantar lurus dialiri arus listrik dalam medan magnet homogen, maka gaya maksimum terjadi saat:
Arus searah dengan medan magnet
Arus tegak lurus terhadap medan magnet
Arus membentuk sudut 45° terhadap medan magnet
Tidak ada arus yang mengalir
Sebuah kawat sepanjang 0,5 m membawa arus 4 A dan berada dalam medan magnet 0,2 T tegak lurus terhadap kawat. Besar gaya Lorentz yang dialami adalah:
0,2 N
0,4 N
0,6 N
0,8 N
Jika kawat dialiri arus 3 A, panjang kawat dalam medan 2 m, dan medan magnet 0,1 T dengan sudut 30°, besar gaya Lorentz adalah:
0,3 N
0,2 N
0,1 N
0,15 N
Pada praktikum gaya Lorentz, tanda bahwa kawat mengalami gaya dapat diamati dari:
Kawat tetap diam
Kawat melengkung atau bergerak
Warna kawat berubah
Medan magnet menghilang
Fungsi utama kapasitor dalam rangkaian listrik adalah:
Mengubah arus AC ke DC
Menyimpan dan melepaskan muatan listrik
Mengubah energi panas menjadi energi listrik
Menurunkan tegangan listrik
Satuan dari kapasitas kapasitor adalah:
Coulomb
Henry
Farad
Ohm
Pada saat kapasitor mulai diisi dari tegangan nol, bentuk grafik tegangan terhadap waktu adalah:
Garis lurus naik
Kurva eksponensial naik
Kurva eksponensial turun
Garis lurus horizontal
Saat kapasitor dikosongkan, grafik tegangan terhadap waktu berbentuk:
Garis lurus turun
Kurva eksponensial turun
Garis lurus horizontal
Kurva eksponensial naik
Saat kapasitor diisi dalam rangkaian RC, arus listrik akan:
Bertambah seiring waktu
Tetap konstan
Turun secara eksponensial
Naik secara eksponensial
Jika tahanan R=2 kΩ dan kapasitor C=100 μF, maka tetapan waktu τ adalah:
0,2 s
0,02 s
0,5 s
0,1 s
Apa arti fisis dari tetapan waktu τ dalam pengisian kapasitor?
Waktu yang dibutuhkan untuk mengosongkan kapasitor sepenuhnya
Waktu yang dibutuhkan tegangan mencapai 100%
Waktu saat tegangan mencapai 63% dari tegangan maksimum
Waktu yang dibutuhkan arus menjadi nol
Dari grafik tegangan vs waktu saat pengisian kapasitor, kamu dapat menentukan nilai τ dengan:
Mencari waktu saat tegangan mencapai 50% nilai maksimum
Menentukan waktu saat tegangan mencapai 63% dari maksimum
Menghitung kemiringan garis grafik
Menentukan waktu saat arus maksimum
Jika kapasitor 220 µF diisi penuh oleh tegangan 10 V, berapa besar muatan yang tersimpan?
2,2 mC
22 mC
0,22 C
220 C
Arah garis gaya medan magnet di sekitar kawat berarus dapat ditentukan dengan:
Kaidah tangan kiri
Kaidah tangan kanan
Hukum Ohm
Hukum Newton
Medan magnet di sekitar kawat lurus berarus membentuk garis-garis gaya yang:
Lurus mengikuti arah arus
Melingkar mengelilingi kawat
Memusat ke arah arus
Mengarah ke kutub selatan
Pada praktikum dengan magnet batang dan serbuk besi, pola garis gaya terlihat jelas di:
Daerah antara kutub utara dan selatan
Sekitar kutub utara saja
Hanya di luar medan magnet
Hanya di permukaan logam
Dalam praktikum, untuk mengamati garis gaya medan magnet biasanya digunakan:
Kawat tembaga dan air
Paku dan baterai
Serbuk besi dan magnet batang
Lampu dan resistor
Garis gaya medan magnet tidak pernah:
Menyebar
Bersinggungan
Melengkung
Keluar dari kutub utara
Arah garis gaya medan magnet selalu mengarah dari:
Kutub selatan ke kutub utara
Kutub utara ke kutub selatan
Pusat magnet ke tepinya
Tegak lurus arah arus
Garis gaya medan magnet adalah:
Jalur tempat aliran arus listrik mengalir
Jalur yang menunjukkan arah dan kuatnya gaya magnet pada medan
Bentuk gerak elektron dalam logam
Aliran energi dari kutub utara ke kutub selatan
Cairan dapat menghantarkan arus listrik jika mengandung:
Molekul non-polar
Ion bebas
Gas terlarut
Padatan terlarut
Zat terlarut yang mampu menghantarkan listrik disebut:
Isolator
Elektrolit
Konduktor logam
Aditif
Zat manakah berikut ini yang tidak termasuk elektrolit kuat?
NaCl
HCl
Gula (C₆H₁₂O₆)
KOH
Cairan dengan daya hantar listrik terbaik dalam praktikum biasanya mengandung:
Molekul kovalen
Ion-ion bebas
Zat padat tak larut
Zat organik
Berikut ini adalah alat yang biasa digunakan dalam praktikum konduktivitas larutan:
Termometer
Amperemeter
Elektroskop
Stopwatch
