wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Quis Masyarakat

Total questions: 27

Worksheet time: 27mins

Name
Class
Date
1.

91.     Seorang ahli gizi menerima laporan pemantauan pertumbuhan balita dari kader suatu posyandu. Kader melaporkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan posyandu mencapai 80%. Apakah indikator laporan yang tepat digunakan oleh kader pada kasus tersebut?

a)

K/S

b)

N/S

c)

N/D

d)

D/S

e)

D

2.

92.     Seorang ahli gizi membuat laporan hasil penimbangan di sebuah posyandu pada bulan Mei 2024. Diketahui data SKDN sebagai berikut : S = 150, K = 130, D = 100, dan N = 50. Kemudian, ahli gizi melakukan interpretasi terhadap data yang ada. Berapa persen partisipasi masyarakat pada kasus tersebut ?

a)

  66,7%

b)

30%

c)

50%

d)

15%

e)

76,9%

3.

93.     Data Riskedas 2018 menunjukan bahwa secara nasional masalah obesitas pada usia > 18 tahun masih tinggi. Pada kelompok usia 19 tahun sebesar 8,9% kelompok usia 20-24 tahun sebesar 12,1% , kelompok usia 25-29 tahun sebesar 18,8%, kelompok usia 30-34 tahun sebesar 23,0%, dan kelompok usia 35-39 tahun sebesar 27,0%. Selain mengunakan indeks massa tubuh, cara lain pengukuran antropometri untuk mengetahui seseorang mengalami obesitas yaitu menggunakan lingkar perut. Berapa ukuran lingkar perut normal bagi pria?

a)

>90 cm

b)

>80 cm

c)

<90 cm

d)

<80 cm

e)

80 cm

4.

94.     Seorang ahli gizi melakukan survey penelitian status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas

C. Hasil survey menunjukan bahwa prevalensi gizi buruk di wilayah kerja Puskesmas C mencapai 2%. Apakah maksud dari pernyataan kasus tersebut?

a)

Ada 2 balita gizi buruk di wilayah kerja Puskesmas C

b)

Ada 2 balita gizi buruk di wilayah kerja Puskemas C yang belum tertangani

c)

Ada 2 balita gizi buruk yang meninggal di wilayah kerja Puskesmas C

d)

Ada 2 balita gizi buruk dari 100 balita di wilayah kerja Puskesmas C

e)

Ada 2 balita gizi buruk dari 100 penduduk di wilayah kerja Puskesmas C

5.

95.     Hasil skrining anemia pada remaja putri di SMA yang masuk wilayah kerja Puskesmas B menunjukan bahwa 20% mengalami aneia. Ahli gizi puskesmas melalui survei konsumsi pangan untuk mengetahui kebiasaan makan makanan sumber zat besi, vitamin C, dan tannin pada remaja putri yang mengalami anemia tersebut. Data yang akan diketahui berupa jenis, frekuensi, dan jumlah makanan yang dikonsumsi. Apakah metode survei konsumsi pangan yang tepat digunakan oleh ahli gizi pada kasus tersebut?

a)

Food weighing

b)

Semi-quantitative food frequency questionnaire

c)

Food frequency questionnaire

d)

Food record

e)

Food recall 24 hour

6.

96.     Presentase konsumsi sayur dan buah setiap hari pada suatu daerah, yaitu masih 40%. Dinas kesehatan daerah tersebut membuat usulan kegiatan untuk meningkatkan presentase masyarakat yang mengonsumsi sayur dan buah setiap hari, salah satunya melaluin promosi gizi. Apakah langkah awal yang dilakukan untuk merencanakan program promosi gizi?

a)

  Menetapkan tujuan, sasaran, dan materi

b)

Melakukan kerja sama dengan pihak ketiga

c)

Melakukan advokasi ke tingkat provinsi

d)

Merencanakan pencetakan leaflet

e)

Mengevaluasi tingkat konsumsi sayur dan buah

7.

97.     Tepatnya pada bulan Februari 2024, seorang ibu membawa anaknya yang berusia 8 bulan ke posyandu untuk mendapatkan kapsul vitamin A. Petugas kesehatan memberikan kapsul vitamin A dengan dosis tertentu. Apa jenis dan dosis vitamin A yang di berikan kepada anak tersebut?

a)

Kapsul biru 100.000 IU

b)

Kapsul biru 200.000 IU

c)

Kapsul biru 150.000 IU

d)

Kapsul merah 100.000 IU

e)

Kapsul merah 200.000 IU

8.

98.     Seorang ahli gizi puskesmas sedang melakukan pengamatan kepada seorang anak usia 9 bulan di posyandu. Hasil pengamatan menunjukan bahwa anak dapat berdiri dengan berpegangan pada tepian meja. Proses apakah yang dimaksud pada kasus tersebut?

a)

Pertmubuhan

b)

Perkembangan

c)

Kecerdasan

d)

Keterampilan

e)

Pertumbuhan dan perkembangan

9.

99.     Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul melakukan kegiatan rutin dan berkelanjutan yaitu pengumpulan, pengolahan, dan diseminasi informasi hasil pengolahan data indikator yang berhubungan dengan kinerja pembinaan gizi masyarakat. Apa jenis kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul pada kasus tersebut?

a)

Monitoring dan evaluasi

b)

Skrining

c)

  Surveilans

d)

Survei

e)

Penelitian dan pengembangan

10.

100.     Seorang ibu hamil datang ke puskesmas saat usia kehamilan 3 bulan untuk melakukan pemeriksaan kehamilan. Hasil pemeriksaan menunjukan bahwa kadar Hb g/dL, glukosa darah sewaktu 140 mg/dL tekanan darah 110/80 mmHg. Apa masalah gizi yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Hiperemesis

b)

Anemia

c)

KEK

d)

Hipertensi

e)

Preeklampsia

11.

101.     Seorang ahli Puskesmas P akan melakukan program pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronik (KEK). Supaya tepat sasaran, maka ahli gizi melakukan skrining terlebih dahulu. Apakah jenis skrining yang tepat dilakukan oleh ahli gizi pada kasus tersebut?

a)

Skrining IMT

b)

Skrining LiLA

c)

Skrining lingkar perut

d)

Skrining HbA1c

e)

Skrining berat badan

12.

102.     Seorang ahli gizi Puskesmas B sedang melakukan penyusunan program gizi dengan mengumpulkan data berupa indikator masalah kesehatan terkait gizi, peta wilayah,

ketersediaan sumber daya (sarana prasarana, ketenagaan, dan pembiayaan), serta peran serta masyarakat. Apakah tahap perencanaan program gizi yang dimaksud pada kasus tersebut?

a)

Analisis situasi

b)

Analisis peran

c)

Analisis masalah

d)

Tahap persiapan

e)

Tahap perencanaan

13.

103.     Seorang Ahli Gizi Puskesmas Panarukan akan melakukan penyuluhan gizi dengan memanfaatkan pangan lokal, yaitu ikan teri. Materi yang akan diberikan berupa pembuatan nuget ikan teri. Sasaran penyuluhan tersebut adalah ibu baduta di Posyandu Melati. Apakah langkah awal yang harus dipersiapkan oleh ahli gizi pada kasus tersebut?

a)

Menyusun jadwal kegiatan

b)

Menyiapkan media

c)

Menentukan metode

d)

Menyiapkan contoh MPASI

e)

Menyiapkan formulir evaluasi

14.

104.     Kepala Instalasi Gizi Rumah Sakit Abdoel Moelok, Provinsi Lampung, sedang menjelaskan beberapa pelayanan gizi yang diberikan kepada pasien, salah satu yang dijelaskan adalah tentang kegiatan komunikasi dua arah yang dilaksanakan oleh ahli gizi/dietisien untuk menanamkan dan meningkatkan sikap dan perilaku pasien dalam mengenali dan mengatasi masalah gizi sehingga pasien dapat memutuskan apa yang akan dilakukannya. Kegiatan pelayanan apakah yang dijelaskan oleh instalasi gizi tersebut?

a)

Terapi gizi

b)

Asuhan gizi

c)

Konseling gizi

d)

Penyuluhan gizi

e)

Edukasi gizi

15.

105.     Seorang petugas gizi Puskesmas X ingin mendapatkan data konsumsi gizi individu di wilayah kerjanya denga tidak membebani pada responden. Biaya relatif murah, cepat, responden yang buta huruf dapat digunakan sehingga dapat diketahui intake nyata gizinya. Metode survei konsumsi apa yang seharusnya dipilih ?

a)

Recall 24 jam

b)

Dietary history

c)

Frekuensi makan

d)

Penimbangan makanan (food weighing)

e)

Observasi

16.

106.     Seorang nutrisionis sedang melakukan penelitian di daerah yang bermasalah gizi dengan judul “Gambaran Pola Makan dan Status Gizi pada Remaja di SMA X. Apa ruang lingkup bidang gizi pada kasus tersebut?

a)

Gizi masyarakat

b)

Gizi klinis

c)

Gizi biokimia

d)

Gizi biomedis

e)

Gizi manusia

17.

107.     An. J datang bersama ibunya ke poli anak karena mengalami beberapa keluhan seperti rambut rontok, mata merah, dan radang pada kulit atau dermatitis. An. J diketahui sangat suka mengonsumsi telur setengah matang dan buah jeruk. Saran dokter adalag supaya An. J dapat mengurangi konsumsi telur setengah matang karena pada putih telur yang tidak matang terdapat senyawa antigizi yang dapat menghambat pengikatan vitamin B. Apa vitamin B yang di hambat oleh antigizi tersebut?

a)

Niacin

b)

Thiamin

c)

Kobalamin

d)

Biotin

e)

Asam folat

18.

108.     PMT pemulihan diberikan kepada anak yang berstatus gizi severe underweight. Dalam mendeteksi anak yang perlu mendapatkan PMT pemulihan atas kondisi severe underweight tidak bisa kita hanya menggunakan satu indikator status gizi saja, tetapi harus menyertakan indikator lainnya. Artinya, gabungan dari indikator antropometri menjadi penilaian yang wajib digunakan. Indikator antropometri apakah yang dipakai?

a)

PB-TB/U dan BB/U

b)

BB/U dan IMT

c)

BB/TB dan BB/U

d)

TB/U dan BB/U

e)

BB/TB dan TB/U

19.

109.     Kasus gizi buruk/kurang yang muncul di suatu komunitas pada dasarnya merupakan gambaran situasi yang tidak sebenarnya karena masih banyak kejadian yang sama yang tidak terungkap ke permukaan. Kondisi ini merupakan sebuah fenomena yang akhirnya memunculkan sebuah teori bahwa kondisi yang teridentifikasi jauh lebih besar dari kondisi sebetulnya. Contohnya, data kejadian anak stunted yang terjadi di Puskesmas X mencapai 18,9%, maka sesungguhnya kondisi real anak stunted di lokasi tersebut jauh lebih besar dari data tersebut karena berbagai kesalahan dan pengumpulan data. Apa teori yang dimaksudkan?

a)

  The iceberg theory of diseases

b)

The natural history of diseases

c)

The green theory of diseases

d)

Bloom theory of diseases

e)

Theory of chance

20.

110.     Seorang lansia, usia 69 tahun, datang ke puskesmas dengan keluhan kesulitan mengunyah sudah 1 bulan karena banyak gigi yang sudah tanggal. Lansia tersebut tinggal di panti jompo dan sudah menderita osteoporosis sejak 2 tahun lalu sehingga tidak bisa berdiri tegak. Ahli gizi puskesmas hendak melakukan pengukuran tinggi dan berat badan. Apa metode antropometri yang paling tepat untuk lansia tersebut?

a)

Panjang depa

b)

Lingkar kepala

c)

Tinggi lutut

d)

Panjang lengan

e)

Lingkar lengan

21.

111.     Seorang peneliti merenncvgncanakan penyuluhan pentingnya pengadaan kantin sehat dengan pemanfaatan pangan lokal di SMP Y. Materi tersebut dipilih karena hasil anamnesis pada siswa disebutkan bahwa siswa menyukai makan di luar, dibandingkan harus makan di rumah. Jika ingin mengetahui frekuensi konsumsi junk food lebih dari 3 kali seminggu, metode survei apa yang sebaiknya digunakan?

a)

Food list

b)

Food recall

c)

Food record

d)

Food frequency questionnaire

e)

SQ-FFQ (Short Questionnaire)

22.

112.     Berdasarkan laporan puskesmas, diketahui angka status gizi balita terutama stunting adalah sebesar 30%. Tingkat pendidikan ibu balita yang tidak tamat SD sebesar 58%, kebiasaan makan kurang baik sebesar 86%, asupan zat gizi terutama protein rata-rata kurang, yaitu 64% dan tingkat pengetahuan ibu balita tentang makanan bergizi untuk balita kurang, yaitu sebesar 78%. Berdasarkan data-data tersebut nutrisionis merencanakan penyuluhan gizi seimbang balita langsung kepada ibu-ibu balita di posyandu. Media apa yang tepat digunakan untuk keadaan tersebut?

a)

Booklet

b)

Lembar balik

c)

Modul

d)

Poster

e)

Leaflet

23.

113.     Suatu daerah diketahui prevalensi stunting pada anak sekolah dasar sangat tinggi. Keadaan tanah daerah tersebut subur, kondisi jalan atau transportasi masih kurang memadai, dan sebagian besar penduduk sebagai petani dengan penghasilan cukup memadai. Apa program intervensi gizi yang sesuai untuk menanggulangi masalah gizi tersebut?

a)

Konseling gizi

b)

Edukasi gizi

c)

Penyuluhan gizi

d)

Pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan gizi

e)

Pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan pendapatan

24.

114.     Puskesmas mempunyai program pelayanan kesehatan di wilayah kerja. Salah satunya adalah kegiatan posyandu setiap 1 bulan sekali di desa, kegiatannya adalah pengukuran tinggi badan anak dengan menggunakan microtoise. Apa langkah pertama yang dilakukan nutrisionis dalam kegiatan tersebut?

a)

Pilih bidang vertical yang datar (misalnya tembok)

b)

Baca angka skala yang tampak pada lubang gulungan microtoise

c)

Turunkan microtoise sampai rata pada kepala bagian atas

d)

Tempelkan dengan paku microtoise tersebut pada dinding

e)

Persilakan subjek untuk berdiri tepat di bawah microtoise

25.

115.     Indonesia adalah salah satu negara yang masih menghadapi masalah gizi baik gizi makro maupun mikro, saat ini telah dilaksanakan upaya preventif, di antaranya adalah dengan pemberian kapsul vitamin A pada anak balita. Berapa dosis yang diberikan pada balita usia 6 bulan?

a)

100.000 IU pada usia 3 bulan

b)

100.000 IU pada usia 6 bulan

c)

100.000 IU pada usia 1 tahun

d)

100.000 IU pada usia 3 tahun

e)

100.000 IU pada usia 5 tahun

26.

116.     Di Desa X prevalensi balita gizi buruknya tinggi, curah hujannya rendah, angka kejadian flu, batuk, diare, frambusia, dan demam tinggi. Rata-rata penduduknya bermata pencaharian sebagai buruh kuli. Hampir semua tidak mempunyai jamban dan jaraknya jauh dari fasilitas kesehatan. Apakah penyebab langsung yang mendukung terjadinya gizi buruk?

a)

Mata pencaharian

b)

Curah hujan rendah

c)

Diare

d)

Tidak memiliki jamban

e)

Tidak ada fasilitas pelayanan kesehatan

27.

117.     Di suatu daerah X terdapat beberapa kasus pembesaran kelenjar gondok. Setelah dilakukan pemeriksaan secara serentak dan menyeluruh dapat diketahui bahwa desa tersebut mempunyai prevalensi nilai TGR sebesar 23%. Termasuk kategori apakah kasus endemik pada desa tersebut?

a)

Normal

b)

Ringan

c)

Sedang

d)

Berat

e)

Sangat berat