wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS Manajemen Kesehatan

Total questions: 50

Worksheet time: 50mins

Name
Class
Date
1.

Apa yang dimaksud dengan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)?

a)

Reaksi tubuh yang terjadi sebelum pemberian imunisasi

b)

Gejala penyakit yang tidak berkaitan dengan imunisasi

c)

Setiap kejadian medis yang terjadi setelah imunisasi, belum tentu disebabkan oleh imunisasi

d)

Efek samping utama dari vaksin yang selalu terjadi

e)

Semua reaksi alergi berat yang disebabkan oleh vaksin

2.

Tujuan utama dari pelaporan KIPI adalah untuk:

a)

Menyalahkan petugas imunisasi

b)

Menentukan kualitas pelayanan kesehatan

c)

Menyaring vaksin yang berbahaya

d)

Menjamin keamanan imunisasi dan memantau efek samping yang mungkin timbul

e)

Menghentikan program imunisasi nasional

3.

KIPI dapat dikategorikan sebagai berikut, kecuali:

a)

Reaksi vaksin yang berkaitan dengan produk vaksin

b)

Reaksi karena kesalahan prosedur imunisasi

c)

Reaksi karena kecemasan

d)

Reaksi yang tidak terkait imunisasi (kebetulan)

e)

Reaksi imunisasi yang wajib terjadi

4.

Salah satu ciri khas dari KIPI serius adalah:

a)

Tidak memerlukan perawatan medis

b)

Menyebabkan ketidaknyamanan ringan

c)

Menyebabkan rawat inap atau kematian

d)

Tidak dapat dilaporkan kepada petugas kesehatan

e)

Umumnya tidak berdampak pada kesehatan anak

5.

Siapa yang berwenang melakukan investigasi terhadap kasus KIPI di Indonesia?

a)

Orang tua anak

b)

Apoteker puskesmas

c)

Tim Komite Nasional dan Komda KIPI

d)

Dinas Pariwisata

e)

BPJS Kesehatan

6.

Klasifikasi KIPI yang terjadi akibat sifat alami dari vaksin disebut:

a)

KIPI koinsiden (kebetulan)

b)

KIPI karena kecemasan penerima vaksin

c)

KIPI akibat kesalahan prosedur imunisasi

d)

KIPI terkait produk vaksin

e)

KIPI tidak diketahui penyebabnya

7.

KIPI yang terjadi karena kesalahan dalam cara pemberian vaksin termasuk dalam klasifikasi:

a)

Reaksi anafilaksis

b)

KIPI koinsiden

c)

KIPI akibat kesalahan prosedur imunisasi

d)

KIPI tidak terduga

e)

KIPI karena komponen pembawa vaksin

8.

Seorang anak mengalami kejang setelah imunisasi DPT, namun setelah diselidiki ternyata anak tersebut memang memiliki riwayat epilepsi. Klasifikasi KIPI yang tepat adalah:

a)

KIPI karena produk vaksin

b)

KIPI karena kesalahan prosedur

c)

KIPI yang tidak terkait imunisasi (koinsiden)

d)

KIPI karena kecemasan

e)

KIPI serius

9.

Berikut ini yang termasuk dalam klasifikasi KIPI karena kecemasan adalah:

a)

Ruam kulit karena alergi terhadap vaksin

b)

Kejang akibat reaksi vaksin

c)

Pingsan karena takut disuntik

d)

Infeksi di tempat suntikan

e)

Demam tinggi pasca vaksinasi

10.

KIPI yang setelah diselidiki tidak dapat ditentukan penyebab pastinya disebut:

a)

KIPI serius

b)

KIPI ringan

c)

KIPI yang tidak diketahui penyebabnya

d)

KIPI karena kecemasan

e)

KIPI karena kesalahan program imunisasi

11.

Tujuan utama dari pemantauan KIPI adalah:

a)

Menemukan vaksin yang menyebabkan penyakit baru

b)

Menyalahkan petugas imunisasi

c)

Menentukan status imunisasi nasional

d)

Menjamin keamanan imunisasi dan menjaga kepercayaan masyarakat

e)

Mengurangi jumlah anak yang mendapatkan imunisasi

12.

Salah satu kegiatan penting dalam pemantauan KIPI adalah:

a)

Menunda semua kegiatan imunisasi di daerah

b)

Melarang vaksin yang sudah beredar

c)

Melakukan pelaporan dan investigasi terhadap kasus KIPI

d)

Menghentikan pemberian vaksin

e)

Mewajibkan imunisasi ulang pada semua anak

13.

Siapa yang paling bertanggung jawab melaporkan KIPI di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama?

a)

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota

b)

Petugas farmasi

c)

Petugas imunisasi atau vaksinator

d)

Keluarga pasien

e)

Kepala puskesmas saja

14.

Instrumen utama yang digunakan dalam pelaporan KIPI adalah:

a)

Surat keterangan dokter

b)

Buku imunisasi anak

c)

Formulir pelaporan KIPI standar

d)

Surat rekomendasi dari kepala puskesmas

e)

Kartu identitas anak

15.

Tim yang dibentuk untuk menilai dan menginvestigasi kasus KIPI di tingkat provinsi disebut:

a)

Satgas COVID-19

b)

Komite Nasional KIPI

c)

Komda KIPI (Komite Daerah KIPI)

d)

Tim Evaluasi Vaksin Nasional

e)

Dinas Kesehatan Pusat

16.

Jika terjadi KIPI serius, tindakan pertama yang harus dilakukan oleh petugas kesehatan adalah:

a)

Menyimpan vaksin sebagai bukti

b)

Memberitahu media massa

c)

Melaporkan kepada Dinas Kesehatan dan merujuk pasien jika perlu

d)

Menunggu sampai gejala hilang

e)

Memberi imunisasi tambahan

17.

Langkah pertama yang harus dilakukan petugas kesehatan ketika menemukan kasus KIPI serius adalah:

a)

Melanjutkan imunisasi ke anak lain

b)

Mengobati dengan obat biasa tanpa dokumentasi

c)

Melaporkan kasus ke media

d)

Memberikan penanganan medis segera dan melaporkan ke Dinas Kesehatan

e)

Menunggu hingga gejala membaik

18.

Tujuan dari penanggulangan kasus KIPI adalah, kecuali:

a)

Menjamin keamanan dan kenyamanan penerima vaksin

b)

Menjaga kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi

c)

Menyembunyikan data agar tidak menimbulkan kepanikan

d)

Memberikan penanganan medis tepat dan cepat

e)

Mengetahui penyebab dan mencegah kejadian serupa

19.

Jika ditemukan KIPI akibat kesalahan prosedur, maka tindakan yang tepat adalah:

a)

Memberikan hukuman kepada semua petugas

b)

Menghentikan imunisasi selamanya

c)

Melakukan evaluasi dan pelatihan ulang petugas imunisasi

d)

Tidak perlu ditindaklanjuti jika tidak ada korban jiwa

e)

Menutup fasilitas kesehatan tersebut

20.

Salah satu bentuk kesiapsiagaan dalam penanggulangan KIPI serius adalah:

a)

Menyediakan kartu vaksinasi saja

b)

Menyediakan makanan tambahan di lokasi imunisasi

c)

Menyediakan alat dan obat darurat seperti

21.

Berikut ini adalah upaya edukatif yang dapat dilakukan dalam penanggulangan KIPI, kecuali:

a)

Memberikan informasi KIPI kepada masyarakat

b)

Melatih petugas imunisasi mengenai KIPI

c)

Memberikan pemahaman bahwa semua vaksin berbahaya

d)

Menjelaskan reaksi normal setelah imunisasi

e)

Menyediakan informasi alur pelaporan KIPI

22.

Siapa yang paling bertanggung jawab untuk melakukan pencatatan dan pelaporan KIPI di fasilitas pelayanan kesehatan?

a)

Petugas farmasi

b)

Petugas administrasi

c)

Petugas imunisasi/vaksinator

d)

Kepala desa

e)

Orang tua pasien

23.

Formulir pelaporan KIPI harus diisi dan dilaporkan ke Dinas Kesehatan dalam waktu:

a)

2 minggu setelah kejadian

b)

24 jam setelah kejadian untuk kasus serius

c)

Setelah pasien sembuh

d)

Hanya jika ada permintaan dari pemerintah

e)

10 hari kerja setelah kejadian

24.

Berikut ini yang termasuk dalam informasi penting yang dicatat dalam formulir KIPI adalah, kecuali:

a)

Identitas pasien

b)

Jenis vaksin yang diberikan

c)

Cuaca saat imunisasi

d)

Waktu kejadian KIPI

e)

Tindakan yang telah dilakukan

25.

Salah satu tujuan dari pencatatan dan pelaporan KIPI adalah:

a)

Menghentikan program imunisasi

b)

Mengurangi jumlah vaksin yang beredar

c)

Mengidentifikasi dan mengevaluasi pola KIPI untuk pencegahan

d)

Menghindari tuntutan hukum

e)

Menurunkan angka imunisasi

26.

Kemana laporan KIPI dari fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama dikirimkan?

a)

Kementerian Sosial

b)

WHO pusat

c)

Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota

d)

Komite Nasional Penanggulangan Bencana

e)

Puskesmas lain yang lebih besar

27.

Salah satu aspek utama dalam manajemen perencanaan program imunisasi adalah:

a)

Penentuan warna kemasan vaksin

b)

Penjadwalan pemberian honor petugas

c)

Penentuan target sasaran imunisasi

d)

Pemilihan jenis pakaian petugas

e)

Pembuatan berita acara seremonial

28.

Dalam manajemen perencanaan imunisasi, estimasi kebutuhan vaksin didasarkan pada:

a)

Data penduduk tahun sebelumnya

b)

Jumlah tenaga kesehatan

c)

Jumlah vaksin yang tersedia di gudang

d)

Perkiraan pendapatan daerah

e)

Data sasaran dan cakupan imunisasi yang diharapkan

29.

Apa komponen penting dalam logistik imunisasi yang harus diperhitungkan dalam perencanaan?

a)

Jenis puskesmas

b)

Kapasitas cold chain (rantai dingin)

c)

Jumlah media promosi

d)

Nomor induk pegawai petugas

e)

Jenis baju pelindung

30.

Dalam perencanaan imunisasi, pemetaan wilayah sasaran bertujuan untuk:

a)

Menentukan anggaran promosi

b)

Menghitung insentif petugas

c)

Mengetahui distribusi sasaran dan akses pelayanan imunisasi

d)

Menyesuaikan warna vaksin

31.

Evaluasi dalam manajemen perencanaan imunisasi dilakukan untuk:

a)

Menentukan jenis vaksin baru

b)

Menilai keberhasilan pencapaian target dan identifikasi kendala

c)

Mengganti petugas yang kurang aktif

d)

Mengurangi jumlah vaksin

e)

Menghentikan program imunisasi

32.

Aspek manajemen penting dalam penyelenggaraan imunisasi di fasilitas kesehatan adalah:

a)

Menentukan warna label vaksin

b)

Menyusun laporan bulanan sekolah

c)

Menyediakan sarana rantai dingin (cold chain)

d)

Menentukan harga jual vaksin

e)

Mengganti logo puskesmas

33.

Salah satu kegiatan dalam pelaksanaan imunisasi yang mencerminkan manajemen pelayanan adalah:

a)

Menyiapkan konsumsi petugas

b)

Menentukan lagu latar saat imunisasi

c)

Menyusun alur pelayanan imunisasi agar efisien dan aman

d)

Menentukan hari ulang tahun balita

e)

Membuat undian berhadiah setelah imunisasi

34.

Pengawasan dan supervisi dalam penyelenggaraan imunisasi bertujuan untuk:

a)

Memberi hukuman pada petugas

b)

Mengatur jadwal libur petugas

c)

Menjamin mutu pelayanan dan pencapaian cakupan

d)

Mengurangi jumlah petugas imunisasi

e)

Menentukan nama program

35.

Kegiatan pencatatan dan pelaporan imunisasi termasuk ke dalam aspek manajemen:

a)

Distribusi logistik

b)

Monitoring dan evaluasi

c)

Keuangan

d)

Pemberdayaan masyarakat

e)

Sosialisasi media

36.

Upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan imunisasi merupakan bagian dari:

a)

Manajemen farmasi

b)

Manajemen personalia

c)

Manajemen keuangan

d)

Manajemen promosi dan mobilisasi masyarakat

e)

Manajemen pelayanan darurat

37.

KIE dalam program imunisasi bertujuan untuk:

a)

Meningkatkan harga vaksin

b)

Menurunkan jumlah sasaran imunisasi

c)

Meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat

d)

Mengganti jenis vaksin yang beredar

e)

Menyediakan makanan tambahan

38.

Berikut ini yang termasuk klasifikasi KIE berdasarkan pendekatannya adalah:

a)

Personal, kelompok, dan massa

b)

Gratis dan berbayar

c)

Cetak dan digital

d)

Manual dan otomatis

e)

Formal dan non-formal

39.

Contoh KIE dengan pendekatan personal dalam imunisasi adalah:

a)

Iklan imunisasi di televisi

b)

Konseling antara petugas kesehatan dengan ibu balita

c)

Seminar lintas sektor

d)

Poster di ruang tunggu

e)

Kampanye nasional

40.

Contoh KIE kelompok dalam program imunisasi adalah:

a)

Penyuluhan imunisasi di posyandu

b)

Siaran radio

c)

Spanduk kampanye

d)

Video TikTok

e)

Leaflet imunisasi

41.

KIE massa dalam konteks imunisasi biasanya dilakukan melalui:

a)

Diskusi antar kader

b)

Pertemuan RT

c)

Media seperti televisi, radio, internet, dan media cetak

d)

Wawancara dari rumah ke rumah

42.

Kelebihan dari pendekatan KIE personal adalah:

a)

Murah dan cepat

b)

Mampu menjangkau seluruh wilayah dalam waktu singkat

c)

Menyampaikan pesan secara umum

d)

Membangun hubungan langsung dan dapat menyesuaikan pesan dengan kebutuhan individu

e)

Tidak membutuhkan keterampilan komunikasi

43.

Salah satu indikator keberhasilan KIE dalam program imunisasi adalah:

a)

Bertambahnya jumlah media cetak

b)

Penurunan stok vaksin

c)

Peningkatan cakupan imunisasi dan pengetahuan masyarakat

d)

Jumlah pelatihan petugas

e)

Pengurangan jumlah puskesmas

44.

Tujuan utama dari pemberdayaan masyarakat dalam program imunisasi adalah:

a)

Meningkatkan pendapatan masyarakat

b)

Menjadikan masyarakat sebagai petugas medis

c)

Meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung imunisasi

d)

Mengurangi tanggung jawab petugas kesehatan

e)

Menghentikan imunisasi mandiri

45.

Kelompok masyarakat yang paling sering diberdayakan dalam kegiatan imunisasi di tingkat desa adalah:

a)

Aparat kepolisian

b)

Kader kesehatan dan tokoh masyarakat

c)

Petani dan nelayan

d)

Anak-anak sekolah

e)

Petugas pemilu

46.

Contoh kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam imunisasi adalah:

a)

Pemberian sertifikat kepada petugas

b)

Pelatihan kader posyandu tentang pentingnya imunisasi

c)

Audit keuangan puskesmas

d)

Pemberian beasiswa untuk siswa

e)

Seminar pajak daerah

47.

Mengapa tokoh agama penting dalam pemberdayaan masyarakat untuk imunisasi?

a)

Karena mereka bertugas di Dinas Kesehatan

b)

Karena mereka dapat memvaksinasi langsung

c)

Karena mereka bisa memengaruhi sikap dan kepercayaan masyarakat

d)

Karena mereka memiliki keahlian medis

e)

Karena mereka mendata warga secara lengkap

48.

Pemberdayaan masyarakat dalam imunisasi sebaiknya dimulai dari:

a)

Wilayah dengan angka kesakitan tertinggi

b)

Masyarakat perkotaan saja

c)

Semua tingkatan, terutama dari keluarga dan lingkungan sekitar

d)

Puskesmas pusat provinsi

e)

Rumah sakit besar

49.

Pemberdayaan masyarakat dapat memperkuat program imunisasi melalui kegiatan berikut, kecuali:

a)

Penyuluhan oleh kader

b)

Mobilisasi warga ke posyandu

c)

Penolakan vaksin berbasis hoaks

d)

Diskusi kelompok tentang imunisasi

e)

Dukungan logistik dari masyarakat

50.

Salah satu indikator berhasilnya pemberdayaan masyarakat dalam imunisasi adalah:

a)

Banyaknya media promosi yang dicetak

b)

Masyarakat menyelenggarakan imunisasi secara mandiri dan aktif berpartisipasi

c)

Berkurangnya stok vaksin

d)

Pengurangan petugas imunisasi

e)

Terhentinya program imunisasi pemerintah