wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

SOAL MID KIMIA MEDISINAL STIKES MNIS

Total questions: 50

Worksheet time: 38mins

Name
Class
Date
1.

Di bawah ini yang merupakan parameter utama dalam farmakokinetik yang menggambarkan luasnya distribusi obat dalam tubuh adalah:

a)

Klirens

b)

Waktu paruh

c)

Volume distribusi

d)

Bioavailabilitas

e)

Laju absorpsi

2.

Obat yang memiliki volume distribusi besar (>5 L/kg) cenderung:

a)

Hanya terdistribusi di plasma

b)

Terikat kuat pada protein plasma

c)

Cepat diekskresikan melalui urin

d)

Terdistribusi luas ke jaringan dan lemak

e)

Tidak dapat menembus membran sel

3.

Obat dengan bioavailabilitas oral rendah umumnya mengalami:

a)

Eliminasi ginjal yang tinggi

b)

Metabolisme fase II di lambung

c)

Metabolisme lintas pertama di hati

d)

Interaksi dengan protein darah

e)

Ikatan kuat dengan reseptor target

4.

Pernyataan berikut ini benar mengenai hubungan antara klirens (Cl), volume distribusi (Vd), dan waktu paruh (t½), kecuali:

a)

t½ = 0,693 × Vd / Cl

b)

Waktu paruh akan meningkat jika Cl menurun

c)

Waktu paruh akan meningkat jika Vd meningkat

d)

Klirens hanya bergantung pada metabolisme hati

e)

Vd memengaruhi waktu paruh secara langsung

5.

Obat dengan ikatan protein plasma tinggi akan menunjukkan:

a)

Bioavailabilitas yang meningkat

b)

Distribusi yang cepat ke jaringan otak

c)

Fraksi bebas dalam plasma lebih rendah

d)

Ekskresi ginjal yang lebih cepat

e)

Penurunan waktu paruh

6.

Parameter farmakokinetik yang mencerminkan kecepatan absorpsi suatu obat ke dalam sirkulasi sistemik adalah:

a)

AUC

b)

Tmax

c)

d)

Cmax

e)

Fase II metabolism

7.

Dosis pemeliharaan (maintenance dose) suatu obat dapat ditentukan berdasarkan parameter farmakokinetik berikut, kecuali:

a)

Klirens

b)

Volume distribusi

c)

Bioavailabilitas

d)

Konsentrasi target plasma

e)

Interval dosis

8.

Obat dengan eliminasi mengikuti kinetika orde nol akan menunjukkan:

a)

Laju eliminasi tetap, terlepas dari konsentrasi obat

b)

Laju eliminasi meningkat seiring dengan konsentrasi

c)

Laju eliminasi dipengaruhi oleh bioavailabilitas

d)

Konsentrasi plasma mencapai steady state dengan cepat

e)

Waktu paruh tetap konstan

9.

Proses ekskresi utama obat polar di tubuh manusia dilakukan melalui:

a)

Paru-paru

b)

Keringat

c)

Feses

d)

Ginjal

e)

Kulit

10.

Di bawah ini yang bukan termasuk faktor yang memengaruhi absorpsi obat secara oral adalah:

a)

pH lambung

b)

Ukuran partikel obat

c)

Kepolaran molekul

d)

Aktivitas enzim hati

e)

Aliran darah di mukosa usus

11.

Enzim utama yang terlibat dalam metabolisme fase I obat di hati adalah:

a)

Monoamin oksidase

b)

Alkohol dehidrogenase

c)

Glukuronil transferase

d)

Sitokrom P450

e)

Sulfotransferase

12.

Fungsi utama dari metabolisme obat dalam tubuh adalah untuk:

a)

Meningkatkan potensi terapeutik

b)

Mengubah obat menjadi bentuk aktif

c)

Meningkatkan kelarutan air untuk ekskresi

d)

Mengikat obat ke protein plasma

e)

Memperpanjang waktu paruh obat

13.

Reaksi oksidasi, reduksi, dan hidrolisis dalam metabolisme obat termasuk dalam:

a)

Fase eliminasi

b)

Fase ekskresi

c)

Fase I metabolisme

d)

Fase II metabolisme

e)

Fase absorpsi

14.

Glukuronidasi dan sulfatasi termasuk dalam proses metabolisme fase II yang bertujuan untuk:

a)

Membentuk metabolit aktif

b)

Meningkatkan toksisitas obat

c)

Membentuk senyawa lipofilik

d)

Meningkatkan kelarutan dan ekskresi

e)

Mengurangi bioavailabilitas

15.

Peran kofaktor UDPGA (uridine diphosphate glucuronic acid) dalam metabolisme obat adalah:

a)

Menstabilkan enzim sitokrom P450

b)

Mengaktifkan enzim monoamin oksidase

c)

Sebagai substrat dalam reaksi glukuronidasi

d)

Meningkatkan absorpsi usus

e)

Menghambat biotransformasi fase I

16.

Polimorfisme genetik terhadap enzim CYP2D6 dapat menyebabkan:

a)

Perubahan rute ekskresi

b)

Penurunan aktivitas monoamin oksidase

c)

Perbedaan laju metabolisme antar individu

d)

Peningkatan absorpsi melalui usus

e)

Inaktivasi senyawa polar

17.

Obat prodrug seperti enalapril bekerja dengan cara:

a)

Diekskresikan langsung dalam bentuk aktif

b)

Dihidrolisis di hati untuk membentuk senyawa aktif

c)

Diabsorpsi tanpa perubahan kimia

d)

Menghindari metabolisme lintas pertama

e)

Mengikat enzim metabolisme fase II

18.

Salah satu alasan penting penggunaan prodrug adalah:

a)

Menurunkan kelarutan air

b)

Meningkatkan toksisitas obat

c)

Mempercepat metabolisme

d)

Meningkatkan bioavailabilitas dan stabilitas

e)

Menghindari kerja enzim pencernaan

19.

Reaksi konjugasi dalam metabolisme fase II akan:

a)

Membuat obat lebih lipofilik

b)

Menurunkan kelarutan air

c)

Menghambat ekskresi urin

d)

Menambahkan gugus polar pada molekul obat

e)

Menghasilkan metabolit reaktif

20.

Di bawah ini yang bukan merupakan enzim metabolisme fase II adalah:

a)

Glukuronil transferase

b)

Sulfotransferase

c)

Glutation-S-transferase

d)

N-asetil transferase

e)

Flavin monooksigenase

21.

Parameter log P digunakan untuk mengukur:

a)

Kelarutan senyawa dalam air

b)

Stabilitas termal suatu obat

c)

Koefisien partisi lipid-air suatu senyawa

d)

Derajat ionisasi suatu obat

e)

Laju difusi senyawa melalui membran

22.

Obat dengan nilai log P terlalu tinggi cenderung:

a)

Memiliki kelarutan tinggi dalam air

b)

Diserap dengan baik di saluran cerna

c)

Tertahan dalam membran lipid dan kurang larut air

d)

Memiliki waktu paruh yang sangat singkat

e)

Diikat kuat oleh protein plasma

23.

pKa suatu obat menentukan:

a)

Laju ekskresi melalui ginjal

b)

Potensi toksisitas senyawa

c)

Derajat ionisasi pada pH fisiologis

d)

Koefisien distribusi senyawa

e)

Kelarutan dalam pelarut nonpolar

24.

Suatu basa lemah dengan pKa = 9 akan berada dalam bentuk non-ion saat berada di:

a)

Lambung (pH 1,5)

b)

Usus halus (pH 6)

c)

Darah (pH 7,4)

d)

Urin asam (pH 5)

e)

Usus besar (pH 8,5)

25.

Aspek fisiko-kimia yang paling mempengaruhi permeabilitas membran suatu obat adalah:

a)

Ukuran partikel

b)

Kelarutan dalam air

c)

Ikatan kovalen senyawa

d)

Lipofilisitas molekul

e)

Stabilitas pada suhu kamar

26.

Obat yang bersifat asam lemah akan lebih mudah diabsorpsi di lambung karena:

a)

Dalam pH rendah, ia tetap dalam bentuk terionisasi

b)

Dalam pH rendah, ia tetap dalam bentuk non-ion

c)

Enzim lambung memfasilitasi difusi

d)

Asam lemah selalu terdisosiasi di lingkungan asam

e)

Bentuk basa lemah tidak larut di lambung

27.

Parameter berikut ini tidak termasuk dalam sifat fisiko-kimia suatu obat:

a)

Lipofilisitas

b)

Kelarutan

c)

Derajat ionisasi

d)

Potensi toksikologi

e)

pKa

28.

Obat-obatan dengan berat molekul besar dan lipofilik cenderung:

a)

Sulit melewati membran sel pasif

b)

Sangat mudah larut dalam air

c)

Melewati membran sel dengan difusi pasif

d)

Diabsorpsi dengan baik melalui saluran pencernaan

e)

Mengalami metabolisme fase I dengan cepat

29.

Faktor yang menyebabkan obat tidak aktif secara farmakologis meskipun memiliki afinitas reseptor tinggi adalah:

a)

pKa rendah

b)

Lipofilisitas rendah

c)

Stabilitas yang tinggi

d)

Tidak mampu menembus membran biologis

e)

Terlalu banyak gugus polar

30.

Modifikasi struktur kimia obat dengan menambahkan gugus hidroksil (-OH) biasanya akan:

a)

Menurunkan kelarutan dalam air

b)

Meningkatkan lipofilisitas

c)

Meningkatkan kelarutan dalam air

d)

Menghambat ekskresi ginjal

e)

Menurunkan aktivitas biologis

31.

Target molekuler utama dari obat golongan inhibitor enzim adalah:

a)

DNA

b)

Reseptor membran

c)

Saluran ion

d)

Enzim katalitik

e)

Protein transporter

32.

Agonis parsial bekerja dengan cara:

a)

Mengaktifkan reseptor sepenuhnya

b)

Menghambat aktivitas enzim secara non-kompetitif

c)

Berikatan dengan reseptor dan menghasilkan efek submaksimal

d)

Menghambat masuknya ion melalui saluran ion

e)

Menstabilkan ligan endogen

33.

Mekanisme kerja aspirin terutama melibatkan inhibisi terhadap:

a)

Enzim fosfodiesterase

b)

Enzim siklooksigenase (COX)

c)

Kanal natrium

d)

Transpor proton

e)

Beta-reseptor adrenergik

34.

Obat antikanker seperti metotreksat menghambat sintesis DNA dengan cara:

a)

Menghambat enzim DNA polimerase

b)

Mengikat protein mikrotubulus

c)

Menginhibisi enzim dihidrofolat reduktase

d)

Menghambat enzim topoisomerase

e)

Merusak membran mitokondria

35.

Antagonis kompetitif berbeda dari antagonis non-kompetitif karena:

a)

Antagonis kompetitif mengikat alosterik

b)

Antagonis non-kompetitif dapat dikalahkan oleh peningkatan dosis agonis

c)

Antagonis kompetitif berkompetisi langsung pada situs reseptor

d)

Antagonis non-kompetitif bekerja melalui enzim

e)

Antagonis kompetitif meningkatkan efek agonis

36.

Obat yang menargetkan saluran ion biasanya bekerja dengan cara:

a)

Menghambat transkripsi gen

b)

Memblokir atau membuka jalur ion tertentu

c)

Mengubah struktur lipid membran

d)

Menurunkan keasaman cairan tubuh

e)

Meningkatkan ekskresi obat lain

37.

Obat beta-blocker seperti propranolol bekerja dengan cara:

a)

Merangsang pelepasan norepinefrin

b)

Menghambat enzim siklooksigenase

c)

Mengaktifkan reseptor β-adrenergik

d)

Menghambat reseptor β-adrenergik secara kompetitif

e)

Menghambat pompa natrium-kalium

38.

Target utama dari obat golongan benzodiazepin adalah:

a)

Kanal kalsium tipe L

b)

Reseptor GABA-A

c)

Enzim MAO-A

d)

Pompa proton

e)

Reseptor NMDA

39.

Inhibitor enzim angiotensin-converting enzyme (ACE) bekerja dengan cara:

a)

Meningkatkan kadar angiotensin II

b)

Menghambat konversi angiotensin I menjadi angiotensin II

c)

Mempercepat penguraian aldosteron

d)

Mengaktifkan reseptor AT1

e)

Menghambat penyerapan natrium di ginjal

40.

Obat yang bekerja sebagai inverse agonis akan:

a)

Menstimulasi reseptor secara maksimal

b)

Tidak berikatan dengan reseptor

c)

Menghasilkan efek sebaliknya dari agonis

d)

Menghambat enzim pada jalur metabolisme

e)

Meningkatkan efek antagonis

41.

Komponen utama dalam transduksi sinyal seluler yang bertugas mengubah sinyal ekstrasel menjadi respon intrasel adalah:

a)

Sitokrom P450

b)

Enzim protease

c)

Reseptor membran

d)

Protein ribosomal

e)

Faktor pertumbuhan

42.

Reseptor yang bekerja melalui aktivasi protein G (G-protein-coupled receptors/GPCR) termasuk dalam kategori:

a)

Reseptor tirosin kinase

b)

Reseptor ionotropik

c)

Reseptor nuklir

d)

Reseptor metabotropik

e)

Reseptor sitosolik

43.

Fungsi utama dari protein G dalam jalur transduksi sinyal adalah:

a)

Mengubah ATP menjadi cAMP

b)

Mengaktifkan enzim fosfolipase

c)

Mentransfer sinyal dari reseptor ke efektor intrasel

d)

Menguraikan molekul sinyal

e)

Mengaktivasi transkripsi gen

44.

Enzim adenilat siklase menghasilkan molekul pensinyalan intraseluler berupa:

a)

cGMP

b)

cAMP

c)

DAG

d)

IP3

e)

GTP

45.

Protein kinase A (PKA) diaktifkan oleh:

a)

Diacylglycerol (DAG)

b)

Kalsium

c)

cAMP

d)

ATP

e)

IP3

46.

Reseptor tirosin kinase (RTK) bekerja melalui mekanisme:

a)

Aktivasi kanal ion

b)

Fosforilasi diri (autofosforilasi) pada residu tirosin

c)

Aktivasi protein G

d)

Penurunan kadar cAMP

e)

Aktivasi reseptor nuklir

47.

Jalur pensinyalan kalsium intraseluler sering kali melibatkan pelepasan Ca²⁺ dari retikulum endoplasma akibat aksi:

a)

DAG

b)

cAMP

c)

IP3

d)

GTP

e)

cGMP

48.

Aktivasi protein kinase C (PKC) secara langsung dipicu oleh:

a)

IP3 dan DAG

b)

cAMP dan GTP

c)

Kalsium dan IP3

d)

DAG dan Ca²⁺

e)

ATP dan NAD⁺

49.

Salah satu ciri khas transduksi sinyal melalui GPCR adalah:

a)

Aktivasi langsung gen target

b)

Aktivasi cepat dan reversibel

c)

Tidak menggunakan second messenger

d)

Terjadi di dalam nukleus

e)

Selalu melibatkan autofosforilasi

50.

Reseptor nuklir berbeda dari reseptor membran karena:

a)

Tidak memerlukan ligan untuk aktivasi

b)

Berikatan dengan ligan polar

c)

Berikatan langsung dengan DNA dan memodulasi transkripsi

d)

Tidak dapat dihambat oleh antagonis

e)

Hanya ditemukan pada membran plasma