WorksheetsQuiz Jurnal Transaksi Bank
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Bank menerima setoran tunai dari nasabah senilai Rp10.000.000 untuk disimpan dalam rekening giro, maka jurnal yang tepat untuk mencatat transaksi tersebut oleh pihak Bank dan dampaknya di laporan keuangan, yaitu……
Dr Kas Rp10.000.000 Cr Pendapatan Jasa Rp10.000.000 (Dampak : Meningkatkan aset & pendapatan)
Dr Giro Nasabah Rp10.000.000 Cr Kas Rp10.000.000 (Dampak : Mengurangi aset & menambah kewajiban)
Dr Kas Rp10.000.000 Cr Giro Nasabah Rp10.000.000 (Dampak : Aset bertambah, kewajiban bertambah)
Dr Giro Nasabah Rp10.000.000 Cr Pendapatan Operasional Rp10.000.000 (Dampak : Pendapatan meningkat, kewajiban naik)
Dr Kas Rp10.000.000 Cr Modal Rp10.000.000 (Dampak : Aset & ekuitas bertambah)
Bank membayar bunga simpanan kepada nasabah senilai Rp500.000, maka jurnal yang tepat untuk mencatat transaksi tersebut oleh pihak Bank dan dampaknya di laporan keuangan, yaitu……
Dr Bunga Dibayar Rp500.000 Cr Kas Rp500.000 (Dampak : Aset berkurang, beban naik)
Dr Beban Bunga Rp500.000 Cr Giro Nasabah Rp500.000 (Dampak : Kewajiban bertambah, beban naik)
Dr Beban Bunga Rp500.000 Cr Kas Rp500.000 (Dampak : Aset berkurang, beban bertambah)
Dr Beban Operasional Rp500.000 Cr Pendapatan Rp500.000 (Dampak : Beban naik, pendapatan turun)
Dr Giro Nasabah Rp500.000 Cr Beban Bunga Rp500.000 (Dampak : Kewajiban berkurang, beban turun)
Bank menerima transfer dari bank lain senilai Rp25.000.000 untuk nasabah, maka jurnal yang tepat untuk mencatat transaksi tersebut oleh pihak Bank dan dampaknya di laporan keuangan, yaitu……
Dr Kas Rp25.000.000 Cr Pendapatan Jasa Rp25.000.000 (Dampak : Aset & pendapatan naik)
Dr Kas Rp25.000.000 Cr Giro Nasabah Rp25.000.000 (Dampak : Aset naik, kewajiban naik)
Dr Giro Nasabah Rp25.000.000 Cr Kas Rp25.000.000 (Dampak : Aset turun, kewajiban naik)
Dr Giro Nasabah Rp25.000.000 Cr Pendapatan Rp25.000.000 (Dampak : Pendapatan naik, kewajiban naik)
Dr Kas Rp25.000.000 Cr Modal Rp25.000.000 (Dampak : Aset & ekuitas naik)
Bank memberikan kredit kepada nasabah senilai Rp50.000.000, maka jurnal yang tepat untuk mencatat transaksi tersebut oleh pihak Bank dan dampaknya di laporan keuangan, yaitu……
Dr Kredit yang Diberikan Rp50.000.000 Cr Kas Rp50.000.000 (Dampak : Aset bertambah dan berkurang, total aset tetap)
Dr Kas Rp50.000.000 Cr Kredit yang Diberikan Rp50.000.000 (Dampak : Aset naik & turun)
Dr Giro Nasabah Rp50.000.000 Cr Kredit Diberikan Rp50.000.000 (Dampak : Kewajiban naik, aset turun)
Dr Piutang Bunga Rp50.000.000 Cr Kas Rp50.000.000 (Dampak : Aset naik & turun)
Dr Modal Rp50.000.000 Cr Kredit yang Diberikan Rp50.000.000 (Dampak : Ekuitas turun, aset naik)
Bank menerima pembayaran angsuran pinjaman dari nasabah senilai Rp10.000.000 (pokok Rp8.000.000, bunga Rp2.000.000), maka jurnal yang tepat untuk mencatat transaksi tersebut oleh pihak Bank dan dampaknya di laporan keuangan, yaitu……
Dr Kas Rp10.000.000 Cr Kredit Diberikan Rp10.000.000 (Dampak : Aset tetap)
Dr Kas Rp10.000.000 Cr Kredit Diberikan Rp8.000.000 Cr Pendapatan Bunga Rp2.000.000 (Dampak : Aset naik, aset turun, pendapatan naik)
Dr Kas Rp10.000.000 Cr Giro Nasabah Rp10.000.000 (Dampak : Aset naik, kewajiban naik)
Transaksi penerimaan bunga dari tabungan nasabah oleh bank dicatat sebagai :
Dr Beban Bunga | Cr Kas
Dr Kas | Cr Pendapatan Bunga
Dr Beban Bunga Rp100.000 | Cr Simpanan Nasabah Rp100.000
Dr Simpanan Nasabah | Cr Kas
Dr Pendapatan Diterima di Muka | Cr Kas
Bank XYZ menyalurkan kredit modal kerja Rp100.000.000 dengan bunga 12% per tahun, dibayar tiap bulan secara angsuran pokok dan bunga. Setelah 6 bulan, nasabah ingin melunasi lebih awal seluruh sisa pinjaman. Bagaimana dampak pelunasan lebih awal ini terhadap pendapatan bunga bank?
Pendapatan bunga bertambah karena bunga dihitung penuh selama 12 bulan
Pendapatan bunga tetap sama karena sudah dianggarkan
Pendapatan bunga berkurang karena bunga dihitung hanya sampai pelunasan
Pendapatan bunga menjadi nol karena nasabah lunas
Pendapatan bunga diganti dengan pendapatan lain
Bank ABC menggunakan metode accrual untuk pencatatan bunga kredit. Apabila, bunga jatuh tempo belum dibayar oleh nasabah, bagaimana dampaknya terhadap laporan keuangan?
Pendapatan bunga diakui saat kas diterima
Piutang bunga diakui dan pendapatan bunga dicatat meski belum diterima kas
Pendapatan bunga diakui tetapi tidak ada piutang bunga
Pendapatan bunga diakui sebagai beban
Pendapatan bunga tidak dicatat
Bank ABC memberikan kredit kepada nasabah senilai Rp200.000.000 dengan bunga efektif 10% per tahun, dibayar tiap akhir tahun. Setelah 6 bulan, nasabah melakukan pelunasan lebih awal senilai Rp150.000.000. Bagaimana perlakuan akuntansi atas bunga yang harus diakui pada saat pelunasan?
Bunga diakui penuh untuk satu tahun, tanpa pengurangan
Bunga diakui secara proporsional selama 6 bulan
Bunga tidak diakui karena belum jatuh tempo
Bunga hanya diakui setelah pelunasan lunas seluruhnya
Bunga diakui senilai Rp150.000.000 dikalikan 10%
Bank membayar sewa gedung untuk 1 tahun senilai Rp24.000.000, maka jurnal yang tepat untuk mencatat transaksi tersebut oleh pihak Bank dan dampaknya di laporan keuangan, yaitu……
Dr Sewa Dibayar di Muka Rp24.000.000 Cr Kas Rp24.000.000 (Dampak : Aset bertambah & berkurang)
Dr Beban Sewa Rp24.000.000 Cr Kas Rp24.000.000 (Dampak : Aset turun, beban naik)
Dr Beban Operasional Rp24.000.000 Cr Utang Rp24.000.000 (Dampak : Kewajiban naik, beban naik)
Dr Kas Rp24.000.000 Cr Beban Sewa Rp24.000.000 (Dampak : Aset naik, beban naik)
Dr Gedung Rp24.000.000 Cr Kas Rp24.000.000 (Dampak : Aset tetap naik, aset lancar turun)
15 Maret 2021, nasabah mencairkan pinjaman dari Pegadaian senilai Rp5.000.000 dengan jaminan emas. Transaksi ini dicatat oleh Pegadaian sebagai :
Dr Kas Rp5.000.000 | Cr Jaminan Emas Rp5.000.000
Dr Emas | Cr Pendapatan
Dr Piutang Gadai Rp5.000.000 | Cr Kas Rp5.000.000
Dr Piutang Usaha | Cr Pendapatan
Dr Kas | Cr Piutang Usaha
Pegadaian menerima jaminan emas dengan nilai pasar Rp20.000.000 dan memberikan pinjaman Rp15.000.000. Apabila, nilai pasar emas turun drastis menjadi Rp10.000.000, apa risiko utama yang harus diperhatikan Pegadaian?
Risiko kredit macet karena pinjaman lebih tinggi dari nilai jaminan
Risiko likuiditas Pegadaian meningkat
Risiko keuntungan Pegadaian bertambah
Risiko aset tetap bertambah
Risiko pemasukan bunga tetap stabil
Seorang nasabah melakukan pelunasan pinjaman leasing. Transaksi ini dicatat oleh perusahaan leasing sebagai :
Dr Utang Leasing | Cr Kas
Dr Kas Rp50.000.000 | Cr Piutang Leasing Rp50.000.000
Dr Pendapatan Bunga | Cr Kas
Dr Piutang Leasing | Cr Pendapatan
Dr Kendaraan | Cr Pendapatan Diterima Dimuka
PT. Leasing mencatat penyusutan aset sewa guna usaha senilai Rp100.000.000 selama masa sewa 5 tahun. Apabila, pelanggan melunasi kontrak sewa setelah 3 tahun, bagaimana perlakuan akuntansi penyusutan dan pelunasan?
Penyusutan dihentikan dan aset langsung dihapus
Penyusutan tetap berjalan sampai 5 tahun
Penyusutan dihitung proporsional selama 3 tahun, selanjutnya aset disusutkan penuh
Penyusutan dihentikan, dan sisa nilai tercatat dilaporkan sebagai laba rugi pada saat pelunasan
Aset dicatat sebagai inventaris setelah pelunasan
PT. Leasing memberikan diskon pembayaran sewa senilai 5% jika pelanggan melunasi lebih awal. Pelanggan melunasi Rp95.000.000 dari total Rp100.000.000. Bagaimana jurnal pencatatan diskon dan pelunasan tersebut?
Dr Kas Rp95.000.000 Cr Piutang Sewa Rp100.000.000
Dr Kas Rp100.000.000 Cr Pendapatan Sewa Rp95.000.000 Cr Diskon Penjualan Rp5.000.000
Dr Kas Rp95.000.000 Dr Diskon Penjualan Rp5.000.000 Cr Piutang Sewa Rp100.000.000
Dr Kas Rp95.000.000 Cr Diskon Penjualan Rp5.000.000 Cr Piutang Sewa Rp100.000.000
Dr Diskon Penjualan Rp5.000.000 Cr Kas Rp95.000.000
PT. Leasing memiliki aset sewa guna usaha senilai Rp500.000.000 dengan masa sewa 5 tahun. Setelah 3 tahun, pelanggan melakukan pelunasan lebih awal. Nilai buku aset pada saat pelunasan adalah Rp200.000.000. PT. Leasing menerima pembayaran pelunasan Rp250.000.000 dari pelanggan. Bagaimana pencatatan selisih antara pelunasan dan nilai buku tersebut?
Selisih Rp50.000.000 dicatat sebagai pendapatan lain-lain
Selisih Rp50.000.000 dicatat sebagai beban
Selisih Rp50.000.000 tidak dicatat
Selisih Rp50.000.000 dikembalikan
ai buku tersebut?
Selisih Rp50.000.000 dicatat sebagai pendapatan lain-lain
Selisih Rp50.000.000 dicatat sebagai beban
Selisih Rp50.000.000 tidak dicatat
Selisih Rp50.000.000 dikembalikan ke pelanggan
Selisih Rp50.000.000 dicatat sebagai penghapusan aset
Salah satu perbedaan utama antara leasing pembiayaan dan leasing operasi dari sudut pandang akuntansi lembaga keuangan adalah……
Pada leasing operasi, aset dicatat sebagai milik penyewa
Pada leasing pembiayaan, aset dan kewajiban tidak dicatat di neraca
Pada leasing operasi, seluruh pembayaran langsung diakui sebagai beban
Pada leasing pembiayaan, seluruh pembayaran dicatat sebagai pendapatan
Pada leasing operasi, penyewa harus menyusutkan aset
Pegadaian menerima gadai emas dengan nilai pasar Rp30.000.000 dan memberikan pinjaman Rp22.000.000. Setelah 4 bulan, harga emas turun menjadi Rp18.000.000, dan nasabah gagal membayar. Apa langkah yang paling tepat dilakukan Pegadaian untuk meminimalkan risiko kerugian?
Menambah pinjaman kepada nasabah agar bisa melunasi bunga
Membiarkan jaminan tetap di pegadaian tanpa tindakan apapun
Menjual jaminan emas meskipun harga turun untuk menutup sebagian pinjaman
Memberikan keringanan bunga agar nasabah membayar cicilan
Mengabaikan nilai jaminan dan menunggu nasabah membayar lunas
Bank mencatat cadangan kerugian penurunan nilai kredit (CKPN) sebesar Rp3.000.000 untuk pinjaman bermasalah. Jurnal pencatatannya yang benar adalah……
Dr Beban Kerugian Kredit Rp3.000.000 Cr Cadangan Kerugian Kredit Rp3.000.000 (Dampak: Beban naik, kewajiban naik)
Dr Cadangan Kerugian Kredit Rp3.000.000 Cr Beban Kerugian Kredit Rp3.000.000 (Dampak: Beban turun, aset turun)
Dr Kredit yang Diberikan Rp3.000.000 Cr Cadangan Kerugian Kredit Rp3.000.000 (Dampak: Aset turun)
Dr Beban Kerugian Kredit Rp3.000.000 Cr Kredit yang Diberikan Rp3.000.000 (Dampak: Aset turun, beban naik)
Dr Piutang Tak Tertagih Rp3.000.000 Cr Kas Rp3.000.000 (Dampak: Aset turun, piutang turun)
