NEW
Font size
WorksheetsTO PERIO
Total questions: 60
Worksheet time: 3600secs
Perempuan 19 tahun datang ke RSGM dengan keluhan gusi berdarah saat menyikat gigi. Intra oral margin gingival dan papila interdental kemerahan, BOP, poket 3 mm. Apa tahapan gingivitis pada kasus tersebut
Inisial lesion
Early lesion
Estabilised lesion
Advance lesion
Severe lesion
Laki-laki, 40 th, datang ke RSGM keluhan gigi terasa goyang. Pemeriksaan intraoral: akumulasi plak dan kalkulus berat, pembengkakan gingiva, poket 9mm di labial 11 dan 12. Hasil pemeriksaan radiografis tampak kerusakan tulang alveolar horizontal mencapai 1/3 tengah hampir pada seluruh gigi. Apakah bakteri yang dominan ditemukan pada kasus tersebut?
Gram positif aerob
Gram positif anaerob
Gram negatif aerob
Gram negatif anaerob
Gram negatif fakultatif
Laki-laki 17 tahun, datang ke klinik gigi Senyum Bahagia dengan keluhan bengkak dan sakit pada gusi gigi depan atas dan bawah sejak 2 hari lalu. Dari hasil anamnesis diketahui bahwa pasien tidak rajin sikat gigi. Pemeriksaan intra roal terdapat gingivitis dan kalkulus regio anterior maksila dan mandibula. Apa sel yang berperan pada proses terjadinya kondisi tersebut?
Polimorfonuklear (PMN)
Epitel gingival
Makrofag
Fibroblas
Sel Plasma
Perempuan, usia 24 tahun, datang ke dokter gigi dengan keluhan gusi mudah berdarah pada saat menyikat gigi. Hasil anamnesis: pasien belum pernah membersihkan karang gigi. Pemeriksaan intraoral: gigi 13-17 edema, BOP (+), rata-rata probing depth 3,5 mm, malposisi gigi (+), dan OHI-S = 3,2. Pemeriksaan radiologi: tidak ada kerusakan tulang alveolar. Apakah etiologi dari kasus tersebut?
Plak
Trauma
Malposisi
Kalkulus
Debris
Seorang pasien wanita usia 35 tahun mengeluhkan gusi sering berdarah saat menyikat gigi sejak beberapa bulan yang lalu. Pasien diketahui menyikat gigi 1 kali sehari. Hasil pemeriksaan intra oral terlihat gingiva berwarna merah, oedematus dan mudah berdarah. Oral hygiene buruk dan terdapat poket semu dengan kedalaman 3 mm pada gigi anterior atas. Apa diagnosa kasus tersebut?
Periodontitis kronis
Periodontitis akut
Gingivitis yang diinduksi oleh plak
Gingivitis yang tidak diinduksi oleh plak
Periodontitis agresif
Seorang perempuan berusia 35 tahun datang dengan keluhan gusi berdarah, tidak sakit, dan bau mulut. Keadaan umum baik. Pemeriksaan ekstra oral tidak ada kelainan. Pemeriksaan intra oral didapatkan oral hygiene sebesar 4,5 dan Papillary Bleeding Index sebesar 2. Kedalaman poket 3 mm, papilla interdental membesar disemua regio. Interpretasi radiografi terlihat retata puncak tulang alveolar 2 mm di bawah titik pertemuan sementum email dengan garis radiopak puncak tulang alveolar utuh. Apakah diagnosis yang paling tepat?
Gingivitis akut lokalis
Gingivitis kronis lokalis
Gingivitis akut generalis
Gingivitis kronis generalis
Gingivitis nekrosis ulseratif
Seorang perempuan berusia 27 tahun datang ke RSGM dengan keluhan gusi sering berdarah disertai penurunan nafsu makan sejak 1 minggu yang lalu. Keadaan umum tampak lemah dan demam. Pemeriksaan intra oral tampak perdarahan spontan dari sulkus gingiva gigi anterior bawah dan nekrosis papilla interdental dan kesakitan terutama saat giginya tersentuh disertai halitosis. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk kasus tersebut?
Hormonal – associated gingivitis
Pregnancy – associated gingivitis
Necrotizing ulcerative gingivitis
Necrotizing ulcerative stomatitis
Herpetic gingivostomatitis
Margarita, 38 tahun, datang ke dokter gigi dengan keluhan sering berdarah saat menyikat gigi. Pada pemeriksaan intra oral diperoleh OH buruk, terdapat plak dan kalkulus hampir di seluruh giginya, kedalaman poket rata-rata 3-4 mm. Pada pemeriksaan radiologis terlihat kehilangan tulang alveolar horizontal. Apakah nama bakteri yang dominan pada kasus tersebut?
Aggregatibacter actinomycetemcomitans
Bacteroides forsyhifa
Porphyromonas gingivalis
Streptococcus sanguis
Streptococcus mutans
Seorang perempuan usia 15 tahun datang dengan keluhan giginya terasa goyang. IO : gigi 11, 21, 16, 26 goyang derajat 1, diastema antara 11 dan 12, 21 dan 22, OH baik. Radiografi tampak kerusakan tulang vertikal di sektiar gigi 11, 21, 16, dan 26, 33, 44, dan 45. Tidak ada penyakit sistemik. Diagnosa?
Periodontal abses
Periodontitis kronis lokalisata
Periodontitis agresif lokalisata
Periodontitis kronis generalisata
Periodontitis agresif generalisata
Seorang laki-laki berusia 20 tahun datang ke RSGM dengan keluhan gigi goyang dan mengganggu saat makan. Diketahui, gigi goyang sejak 3 tahun yang lalu, tetapi tidak sakit. Pasien tidak memiliki penyakit sistemik. Satu tahun yang lalu, gigi bawah kiri lepas karena goyang, tetapi tidak berlubang. Pemeriksaan intraoral, tampak gigi 16, 17, 41, dan 42 goyang dan OHIS baik. pemeriksaan radiografi, tampak resorbsi tulang alveolar arah vertikal pada gigi 16, 17, 41, dan 42. Apakah bakteri yang paling dominan menimbulkan kelainan/kerusakan tersebut?
Aggregatibacter actinomycetemcomitans
Fusobacterium nucleatum
Porphromonas gingivalis
Campylobacter rectus
Prevotella intermedia
Seorang laki-laki berusia 53 tahun datang ke RSGM dengan keluhan gusinya bengkak sejak 3 bulan yang lalu. Anamnesis didapatkan pasien memiliki riwayat transplantasi ginjal. Pemeriksaan intra oral : gingiva membesar, merah pucat dan fibrous serta oral hygiene sedang. Apakah jenis obat yang dapat menyebabkan keadaan pada kasus tersebut?
Phenytoin
Nifedipine
Verapamil
Cyclosporine
Erythromycin
Seorang anak perempuan, umur 19 tahun, diantar ibunya ke RSGM dengan keluhan gusi tampak bengkak. Dari hasil anamnesis diketahui bahwa penderita dalam pengobatan phenytoin. Pemeriksaan klinis, tampak hyperplasia gingiva di interdental papilla semua regio. Apakah penyebab pembesaran interdental papilla tersebut?
Peningkatan kerja enzim kolagenase
Peningkatan proses turnover gingiva
Pembentukan epitel gingiva meningkat
Peningkatan produksi jaringan ikat
Peningkatan produksi fibroblast
Perempuan usia 25 tahun datang ke RSGM dengan keluhan gusi membesar Pemeriksaan klinis didapatkan keadaan IO sebagai berikut: pada semua region gingiva membesar di bagian papilla dan marginal, tidak sakit, ada sedikit keradangan di daerah marginal. Penderita saat ini sedang mengkonsumsi obat yang sudah berlangsung sejak dia remaja. Brapakah grade enlargement pada kasus di atas ?
4
3
2
1
0
Seorang laki-laki berusia 50 tahun datang ke praktek dokter gigi dengan keluhan seluruh gusi depannya terasa sakit dan jika ada tekanan, timbul perdarahan spontan dan bau mulut. Pemeriksaan ekstra oral menunjukkan palpasi kelenjar limfe submandibular teraba dan sakit. Pemeriksaan intra oral terdapat gambaran crater like di interdental papilla pada gigi anterior rahang atas dan rahang bawah yang dilapisi pseudomembran putih keabu-abuan. Apakah mikroorganisme spesifik penyebab kondisi gingiva pada kasus tersebut?
Enterococcus faecalis
Fusobacterium nucleatum
Porphyromonas gingivalis
Streptococcus mutans
Campylobacter rectus
Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke RSGMP dengan keluhan sukar membuka mulut dan sakit gigi belakang kanan rahang bawah sejak 3 hari yang lalu. Keluhan disertai demam, menggigil dan pusing. Satu minggu sebelumnya merasakan gusi di daerah gigi belakang kanan rahang bawah membengkak. Pemeriksaan ekstra oral trismus 1 jari. Pemeriksaan intra oral gigi 48 erupsi sebagian, gingiva sekitarnya bengkak memerah. Apakah diagnosis yang paling tepat pada kasus tersebut?
Gingivitis
Operkulitis
Pericoronitis
Abses gingiva
Periodontitis marginalis
Seorang perempuan umur 55 tahun datang ke RSGM dengan keluhan gusi gigi geraham kiri atas terasa sakit dan berdenyut, terasa asin, dan mudah berdarah. Pemeriksaan klinis pembengkakan difus, poket 7 mm pada distal regio 27 dan resesi gingiva 2 mm. OHIS 3. Terapi emergency pada kasus diatas adalah
Pemberian antibiotik, Analgesik dan Antiinflamasi
SRP
Occlusal adjusment
Flap operation
Drainase abses
Prinsip utama perawatan penyakit periodontal adalah menghilangkan faktor etiologi utamanya yaitu dengan kontrol plak serta tindakan scaling root planning. Selain itu, dapat dilakukan pemberian bahan kemoterapeutik. Bahan kemoterapeutik apakah yang ditujukan untuk membantu menghilangkan faktor etiologi penyakit periodontal?
Antiinflamasi
Analgesic
Analgesic dan antiinflamasi
Antibiotic
Host modulator
Seorang wanita berumur 35 tahun datang ke RSGM ingin dibuatkan gigi tiruan setealah dilakukan terapi fase II. Hasil pemeriksaan intraoral menunjukkan bahwa gigi 31 dan 41 goyang derajat 2, edentulous pada 32, 33, 34, 35. Perawatan untuk 32 33 34 35 pada terapi periodontal termasuk dalam fase?
Fase inisial
Fase emergensi
Fase maintenance
Fase rehabilitasi
Fase bedah
Seorang perempuan berusia 45 tahun datang ke dokter gigi untuk control setelah perawatan splinting pada gigi depan bawahnya seminggu yang lalu. Setelah evaluasi, dokter gigi merencanakan untuk tindakan periodontal flap agar hasil perawatan maksimal. Apakah fase terapi yang akan dilakukan pada kasus tersebut?
Fase I
Fase II
Fase III
Fase IV
Fase emergensi
Seorang pasien laki-laki berusia 25 tahun datang ke dokter gigi dengan keluhan gigi belakang sakit. Hasil anamnesis, gigi belakang kiri bawah ditambal 2 hari yang lalu. Pemeriksaan intraoral, gigi 36 tambalan komposit kelas I overfilling dan OHIS sedang. Pemeriksaan radiografi, gigi 26 menunjukkan pelebaran ligament periodontal. Dokter gigi kemudian memutuskan untuk melakukan penyesuaian oklusal untuk kasus tersebut. Apakah fase terapi periodontal yang dilakukan oleh dokter gigi pada kasus tersebut?
Fase bedah
Fase emergency
Fase restoratif
Fase non bedah
Fase pemeliharaan
Seorang laki-laki berusia 28 tahun datang dengan keluhan gusi rahang atas kiri bengkak dan sakit sejak 3 hari yang lalu. Anamnesis menunjukkan satu tahun yang lalu pernah terjadi keluhan yang sama tetapi sembuh sendiri. Pasien sudah minum obat antibiotic dari dokter sebelumnya tapi tidak sembuh. Pemeriksaan intra oral menunjukkan gigi 24 goyang derajat 2 dan perkusi (+), fluktuasi (+), poket distal 4 mm, kalkulus subgingiva. Apakah tindakan yang harus dilakukan pada kasus tersebut?
Sensitivitas test
Pencabutan gigi 24
Drainase dan scaling
Medikasi dan control plak
Control plak dan penyesuaian oklusi
Seorang laki laki umur 42 tahun datang ke RSGM dengan keluhan gusi sering berdarah pada saat menyikat gigi. Hasil pemeriksaan intra oral menunjukkan adanya kalkulus subgingiva dan supra gingiva pada gigi anterior Rahang atas. Perawatan awal yang paling tepat dilakukan pada kasus tersebut adalah:
Operasi flap
Medikasi
Irigasi sub dan supra gingiva
Kuretase
Scaling dan root planning
Seorang perempuan umur 37 tahun datang ke praktek pribadi dengan keluhan gusi yang sering berdarah pada saat menyiikat gigi. Hasil pemeriksaan intra oral diketahui terdapat kalkulus subgingiva yang dalam pada gigi anterior rahang bawah. Oleh dokter giginya dilakukan pembersihan karang gigi secara manual. Untuk mengeluarkan kalkulus subgingiva pada kasus di atas, alat yang tepat digunakan:
Sickle
File
Chisel
Hoe
Kuret
Seorang pasien laki-laki berusia 45 tahun datang ke praktek dokter gigi dengan keluhan gigi belakang bawah kanan goyang sejak 3 bulan yang lalu. Kelainan sistemik (-). Pemeriksaan intra oral tampak gigi 46 goyang 2o, perkusi (+) dan hiperemi. Dokter tersebut akan melakukan pemeriksaan tambahan untuk mengetahui kedalaman poket periodontal. Bagaimanakah cara mengukur kedalaman poket tersebut?
Mengukur jarak antara gingiva margin ke cemento enamel junction
Mengukur jarak antara gingiva margin ke batas mukosa gingival
Mengukur jarak antara gingiva margin ke dasar poket
Mengukur jarak antara cemento enamel junction ke dasar poket
Mengukur jarak antara cemento enamel junction ke batas mukosa gingival
Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke RSGM dengan keluhan gusi depan atas naik. Pemeriksaan intraoral, gigi 11 terdapat penurunan gusi 3 mm di labial. Bagaimana cara mengukur kelainan periodontal pada kasus tersebut?
Jarak dari gingival margin ke epithelial attachment
Jarak dari gingival margin ke dasar poket
Jarak dari CEJ ke junctional epithelium
Jarak dari CEJ ke gingival margin
Jarak dari CEJ ke dasar poket
Seorang perempuan umur 38 tahun datang ke RSGM dengan keluhan gusi gigi depan terasa memanjang dan kadang berdarah saat menyikat gigi. Hasil pemeriksaan klinis poket 5 mm pada distal regio 21,11 dan resesi gingiva 3 mm. PI = 2,1, KI =3 dan PBI = 2,5. Berapakah kerusakan perlekatan atau loss of attachment yang terjadi?
5 mm
6 mm
7 mm
8 mm
9 mm
Seorang laki-laki berusia 55 tahun datang ke RSGM dengan keluhan gigi goyang dan terasa linu. Keluhan tersebut dialami pasien sejak 1 bulan yang lalu. Riwayat sistemik (-). Pemeriksaan intra oral tampak gigi 16 dan 17 goyang derajat 2, poket 6 mm, resesi gingiva bagian bukal, nyeri (-), kalkulus merata di semua pada permukaan. Hasil pemeriksaan radiologi ditemukan resorbsi tulang alveolar vertikal. Apakah jenis poket yang terjadi pada kelainan tersebut?
Poket true
Poket pseudo
Poket infrabony
Poket suprabony
Poket kombinasi antara poket pseudo dan poket true
Seorang laki-laki berusia 40 tahun datang ke RSGM dengan keluhan sering terselip makanan di gigi belakang kanan bawah. Pemeriksaan intra oral gigi 46 kalkulus (+), edema (+), poket di sisi bukal 5 mm dan terdapat keterlibatan furkasi grade 3. Apa jenis poket pada kasus tersebut?
Simple pocket
Compound pocket
Complex pocket
Pseudo pocket
False pocket
Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke dokter gigi dengan keluhan gusi mudah berdarah saat menyikat gigi. Pemeriksaan intra oral gigi 15 poket 4 mm, edema dan dasar poket sejajar cemento enamel junction. Apa jenis poket pada kasus tersebut?
Periodontal poket
Absolute poket
Pseudo poket
Simple poket
True poket
Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke RSGM dengan keluhan gigi bawah depan terasa goyang dan ingin supaya dapat digunakan untuk mengunyah kembali dengan nyaman. Dokter merencanakan untuk merawat gigi tersebut dengan pemasangan splinting. Apakah jenis splinting yang berdasarkan dari letaknya pada gigi?
Splinting lepasan dan cekat
Splinting sementara dan permanen
Splinting intrakoronal dan interkoronal
Splinting intrakoronal dan ekstrakoronal
Splinting semi permanen dan permanen
Seorang perempuan umur 64 tahun, datang ke RSGM dengan keluhan gigi depan rahang atas goyang dan kadang berdarah saat menyikat gigi. Hasil anamnesis diketahui keluhan dirasakan sejak 1 tahun terakhir. Pemeriksaan klinis gigi goyang antara 2 derajat, OHI-S = 3, PBI = 2,4 , resesi 2 mm, dan poket sekitar 4 mm. Pasien tidak menderita penyakit sistemik. Perawatan fase 1 yang dibutuhkan pasien adalah:
Skeling root planing dan occlusal adjustment
Skeling root planing dan Medikasi
Skeling root planing, splinting, occlusal adjustment
Kuretase dan occlusal adjustment
Medikasi dan occlusal adjusment
Pasien datang ke RSGM dengan keluhan gigi depan atas terdapat celah. Pemeriksaan IO frenulum tinggi antara gigi 11 dan 21, gingiva sedikit memerah. Tindakan bedah yang perlu dilakukan pada kasus tersebut?
Skeling
Kuretase
Gingivektomi
Frenektomi
Root coverage
Seorang perempuan berusia 28 tahun datang ke RSGM untuk melakukan control perawatan kuretase 1 minggu yang lalu. Kuretase dilakukan pada gigi 25 dengan kedalaman saku awal pada sisi distal 5 mm. pemeriksaan intraoral pada saat control didapatkan kedalaman saku bagian distal gigi 25 berkurang menjadi 3 mm, dimana dasar saku berada lebih koronal bila dibandingkan dasar saku awal. Apakah tipe penyembuhan yang terjadi pada kasus diatas?
Fibrosis gingival
Ankilosis tulang alveolar
Pembentukan ligament periodontal
Long junctional epithelium
Pembentukan gingival connective tissue
Seorang laki-laki 25 tahun, datang ke RSGM dengan keluhan gusinya membesar dan berdarah jika gosok gigi. Keadaan tersebut terjadi 1 bulan yang lalu. Dua minggu yang lalu pasien di scaling. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata ada pembesaran gingiva di daerah interdental gigi-gigi anterior atas, dengan kedalaman poket 4 mm. Pasien akan dilakukan bedah dengan insisi miring ke dalam. Apakah nama tindakan operasi pada pasien tersebut?
Kuretase subgingiva
Gingivektomi
Gingivoplasti
Operasi Flap
ENAP
Seorang laki laki berumur 46 tahun, datang ke RSGM dengan keluhan gusi sering berdarah apabila menyikat gigi. Pemeriksaan klinis pada gigi 26 ditemukan poket periodontal pada sisi mesial dan distal sedalam 4 mm. Jenis kuret spesifik yang tepat digunakan pada gigi 26 kasus di atas adalah:
Gracey no. 1-2
Gracey no. 3-4
Gracey no. 5-6
Gracey no. 7-8, 9-10
Gracey no. 11-12, 13-14
Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke RSGM dengan keluhan pembesaran gusi bagian depan atas. Pasien merasa terganggu dengan kondisi gusi itu dan menjadi kurang percaya diri. Hasil anamnesis disebutkan gingiva berdarah jika sedang menyikat gigi. Setelah dilakukan fase initial, dokter gigi menyarankan gingiva yang membesar untuk dilakukan gingivektomi. Sebutkan secara urut langkah-langkah gingivektomi!
SRP, anastesi, bleeding point, eksisi gingiva, irigasi saline dan dressing
SRP, bleeding point, anastesi, eksisi gingiva, irigasi saline dan dressing
SRP, anastesi, bleeding point, eksisi gingiva, dressing dan irigasi saline
Anastesi, bleeding point, eksisi gingiva, SRP, irigasi saline dan dressing
Bleeding point, anastesi, eksisi gingiva, SRP, irigasi saline dan dressing
Tn. Syarif, 52 tahun, datang ke RSGM dengan keluhan gusi terasa tebal dan tidak nyaman. Diketahui bahwa pasien telah mendapatkan perawatan necrotizing ulcerative gingivitis seminggu yang lalu. Pemeriksaan klinis gingival tampak tidak baik dan tidak mendatar. Apakah perawatan yang dapat dilakukan sesuai kasus di atas?
Gingivoplasty
Gingivectomy
Kuretase
Coronally flap periodontal
Laterally flap periodontal
Seorang mahasiswa datang ke Puskesmas dengan keluhan gigi depan bawah sering berdarah jika menyikat gigi. Introral BOP + bentuk garis pada 31 dan 32. Berapakah grade BOP pada kasus tersebut?
0
1
2
3
4
Seorang laki-laki berusia 36 tahun datang ke RSGM karena berdarah saat gosok gigi sejak 2 bulan yang lalu. Pemeriksaan intraoral CI= 2,4; Plaque Index=2,6 dan PBI=2,5. Apakah index yang sesuai untuk menentukan keparahan keradangan pada kasus di atas?
Calculus index.
Plaque index.
Papilla bleeding index.
Calculus index dan Plaque index.
CPITN
Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke RSGM dengan keluhan giginya goyang sejak 3 bulan yang lalu. Pemeriksaan intraoral, gigi 32, 31, 41, dan 42 mobiliti derajat 2 dengan kedalaman poket absolut 7 mm. Direncanakan tindakan bedah dan dokter gigi mengajarkan metode sikat gigi yang tepat setelah tindakan bedah. Apakah teknik menyikat gigi yang paling tepat diajarkan pada pasien tersebut?
Metode Fons
Metode scrub
Metode Charter
Metode Stillman
Metode Leonard
Seorang perempuan berusia 31 tahun datang ke praktek dokter gigi dengan keluhan gigi depan rahang atas bertambah panjang dan terasa ngilu. Pemeriksaan IO : resesi gingiva pada gigi 21 meluas ke batas muco-gingiva junction , gigi 11 belum melewati mucogingival junction dan tulang alveolar kedua gigi normal. Apakah klasifikasi miller pada resesi gingiva di atas?
21 kelas I, 11 kelas I
21 kelas III, 11 kelas I
21 kelas II, 11 kelas III
21 kelas II, 11 kelas I
21 kelas I, 11 kelas II
Pasien 25 tahun datang dengan keluhan gigi depan bawah terlihat lebih panjang dan sering terasa ngilu saat minum air dingin. Pasien ternyata memakai lip piercing 4 tahun yang lalu. Intraoral terlihat posisi gingiva margin gigi 31 41 lebih ke apikal dari cemento enamel junction dan tidak terjadi penurunan gingiva di daerah interdental. Apakah perawatan?
Apically repositioned flap
Coronally repositioned flap
Widman flap
Vestibuloplasty
Coronoplasty
Pasien 51 tahun datang dengan keluhan gigi geraham bawah belakang kiri ngilu. IO 36 resesi gingiva 4 mm dan terlihat area bifurkasi. Apakah alat yang sesuai untuk memeriksa kondisi tersebut?
Probe Nabers
Explorer
Ekskavator
Pinset chirrurgis
Sonde
Seorang laki-laki berusia 47 tahun datang dengan keluhan gigi kanan bawah belakang goyang dan sering terselip makanan. Dari anamnesa diketahui pasien memiliki kebiasaan merokok. Pemeriksaan klinis didapatkan gigi 46 terdapat poket absolut 6 mm, resesi pada seluruh bagian gigi 3 mm, kegoyangan derajat 2 dan terdapat kalkulus subgingiva. Pada saat probe dimasukkan ke dalam daerah furkasi dari arah bukal, dapat menembus ke bagian lingual. Gambaran radiografis didapatkan radiolusensi pada bagian furkasi gigi. Termasuk kelas berapakah keterlibatan furkasi seperti kasus tersebut?
Kelas 1
Kelas 2
Kelas 3
Kelas 4
Kelas 5
Seorang pasien berusia 49 tahun datang ke RSGM dengan keluhan gigi goyang pada gigi belakang kanan bawah. Dari anamnesis diketahui pasien memiliki riwayat diabetes mellitus tidak terkontrol dan perokok berat. Pemeriksaan klinis menunjukkan poket absolut 4 mm dan kehilangan perlekatan 6 mm, goyang 2 dan keterlibatan furkasi 2 pada gigi 46. Kebersihan mulut sedang. Pasien tidak koop. Pemeriksaan radiografis menunjukkan adanya kehilangan tulang horizontal lebih 50% pada gigi tersebut. Bagaimana prognosis dari kasus tersebut?
Good prognosis
Fair prognosis
Poor prognosis
Hopeless prognosis
Questionable prognosis
Pasien wanita usia 36 tahun datang ke RSGM dengan keluhan gusinya sering berdarah tiba-tiba dan terasa sakit bila tersentuh sejak 2 hari yang lalu. Pemeriksaan ekstraoral wajah pucat, Intraoral pada margin anterior RA terdapat lesi berbentuk kawah yang ditutupi membrane putih keabuan. OHIS buruk, tidak ada Riwayat penyakit sistemik. Medikasi apa yang diperlukan pada kasus tersebut?
Metronidazole 500 mg (3x1), Amoksisilin 500 mg (3x1), multivitamin, Antiseptik chlorhexidine 0.12%
Metronidazole 250 mg (3x1), Amoksisilin 500 mg (3x1), multivitamin, Antiseptik chlorhexidine 0.12%
Amoksisilin 500 mg (4x1), multivitamin, Antiseptik chlorhexidine 0.12%
Metronidazole 250 mg (3x1), Amoksisilin 250 mg (3x1), multivitamin, Antiseptik chlorhexidine 0.12%
Metronidazole 500 mg (3x1), Minosiklin 250 mg (3x1), multivitamin, Antiseptik chlorhexidine 0.12%
Berdasarkan diagram kompleks mikroba subgingiva, bakteri yang termasuk dalam Red Complex, yang berperan besar pada periodontitis lanjut, adalah:
Streptococcus sanguis, Streptococcus oralis, Streptococcus mitis
Campylobacter gracilis, Fusobacterium nucleatum, Prevotella intermedia
Porphyromonas gingivalis, Treponema denticola, Tannerella forsythia
Actinomyces odontolyticus, Actinomyces species
Eikenella corrodens, Capnocytophaga gingivalis
Bakteri-bakteri berikut termasuk dalam kelompok Early Colonizers, yang merupakan kolonisasi awal permukaan gigi, KECUALI:
Streptococcus mitis
Streptococcus oralis
Streptococcus sanguis
Actinomyces species
Porphyromonas gingivalis
Pada perkembangan biofilm subgingiva, kompleks Orange Complex dianggap sebagai jembatan transisi menuju kolonisasi bakteri patogen lanjut. Yang termasuk dalam Orange Complex adalah:
Campylobacter rectus, Prevotella intermedia, Fusobacterium nucleatum
Streptococcus sanguis, Streptococcus oralis, Streptococcus mitis
Porphyromonas gingivalis, Treponema denticola, Tannerella forsythia
Actinomyces odontolyticus, Actinomyces species
Capnocytophaga ochracea, Capnocytophaga sputigena, Eikenella corrodens
Seorang laki-laki berusia 52 tahun datang ke RSGM dengan keluhan gusi sering berdarah dan beberapa gigi belakang bawah terasa goyang. Keluhan ini sudah berlangsung sekitar 8 bulan. Pemeriksaan klinis menunjukkan gigi regio 36, dan 37 mobilitas derajat 1, OHI-S = 2,8, PBI = 2,2, kehilangan perlekatan klinis (CAL) sekitar 5 mm di regio posterior bawah, dan resesi gingiva 3 mm hampir diseluruh gigi. Pada pemeriksaan radiograf terlihat kehilangan tulang alveolar mencapai sepertiga servikal akar. Pasien memiliki riwayat merokok ringan (7 batang per hari) dan tidak memiliki penyakit sistemik. Berdasarkan data di atas, staging dan grading periodontitis pasien adalah
Stage 1, Grade A
Stage 2, Grade B
Stage 3, Grade B
Stage 3, Grade C
Stage 4, Grade B
Seorang perempuan berusia 60 tahun datang ke RSGM dengan keluhan gigi goyang pada rahang bawah belakang kanan dan sulit mengunyah. Anamnesis menunjukkan keluhan sudah dirasakan lebih dari 1 tahun. Pemeriksaan klinis menunjukkan mobilitas derajat 2 pada gigi 45, 46 dan 47, poket periodontal 6–7 mm hampir diseluruh gigi, kehilangan perlekatan klinis (CAL) sekitar 7 mm, dan resesi 4 mm. Radiograf menunjukkan kehilangan tulang lebih dari sepertiga akar. Pasien tidak merokok dan tidak memiliki riwayat penyakit sistemik.
Stage 2
Stage 3
Stage 4
Tidak dapat ditentukan
Gingivitis
Seorang laki-laki berusia 40 tahun datang ke RSGM dengan keluhan gusi sering berdarah dan gigi terasa sensitif saat makan dingin. Pemeriksaan klinis menunjukkan OHI-S = 3, PBI = 2,0, resesi gingiva 2 mm, poket periodontal 4 mm pada regio anterior atas dan bawah, kehilangan perlekatan 3–4 mm, dan tidak ada kehilangan gigi. Radiograf menunjukkan kehilangan tulang alveolar sekitar 20%. Pasien tidak merokok dan tidak menderita penyakit sistemik. Staging dan grading periodontitis pasien ini adalah
Stage 1, Grade A
Stage 2, Grade A
Stage 2, Grade B
Stage 3, Grade B
Stage 3, Grade C
Seorang perempuan berusia 40 tahun datang ke RSGM dengan keluhan gigi goyang di rahang atas depan dan kesulitan menggigit makanan keras. Riwayat merokok 15 batang per hari. Pemeriksaan klinis menunjukkan mobilitas derajat 2 pada gigi 11 dan 21, kehilangan perlekatan klinis 5–6 mm hampir di semua gigi, resesi 3 mm, dan poket 5 mm. Radiograf menunjukkan kehilangan tulang mencapai setengah panjang akar. Grading periodontitis pada pasien ini adalah
Grade A
Grade B
Grade C
Tidak dapat ditentukan
Grade 0
Seorang laki-laki berusia 52 tahun datang ke RSGM dengan keluhan gusi sering berdarah dan beberapa gigi belakang bawah terasa goyang. Keluhan ini sudah berlangsung sekitar 8 bulan. Pemeriksaan klinis menunjukkan trauma oklusi pada gigi regio 36 disertai mobilitas derajat 2, OHI-S = 3,8, PBI = 2,2, kehilangan perlekatan klinis (CAL) sekitar 5 mm di regio posterior bawah kanan dan kiri, dan resesi gingiva 3 mm. Pada pemeriksaan radiograf terlihat kehilangan tulang alveolar 60%. Pasien memiliki riwayat merokok ringan (7 batang per hari) dan tidak memiliki penyakit sistemik. Berdasarkan data di atas, staging dan grading periodontitis pasien adalah
Stage 1, Grade A
Stage 2, Grade B
Stage 3, Grade B
Stage 3, Grade C
Stage 4, Grade C
Seorang pasien pria berusia 55 tahun datang dengan keluhan giginya goyang dan sudah ada beberapa gigi yang tanggal. Pemeriksaan menunjukkan kehilangan perlekatan lebih dari 5 mm, kehilangan tulang alveolar melebihi 33%, dan sudah kehilangan 6 gigi akibat periodontitis. Terdapat pula gangguan oklusi. Diagnosis staging periodontitis yang paling tepat adalah
Stage 1
Stage 2
Stage 3
Stage 4
Tidak dapat ditentukan
Seorang pasien laki-laki berusia 35 tahun menunjukkan kehilangan tulang alveolar sebesar 40% berdasarkan radiograf, kehilangan 2 gigi akibat periodontitis, dan ditemukan mobilitas gigi derajat 2. Tidak terdapat gangguan oklusi. Berdasarkan klasifikasi periodontitis, tahap penyakit pasien ini adalah
Stage 1
Stage 2
Stage 3
Tidak dapat ditentukant
Stage 4
alat apakah ini
probe WHO
Probe UNC 15
Probe Michigan
Probe Nabers
Probe Marquis
gambar A merupakan probe
Probe UNC 15
Probe Williams
Probe Marquis
Probe WHO
Probe Nabers
Gambar C adalah?
Probe UNC 15
Probe Marquis
Probe WHO
Probe William
Probe Nabers
Seorang perempuan berusia 23 tahun datang ke RSGM dengan keluhan gigi belakang atas kanan terasa goyang sejak 1 tahun yang lalu. Pemeriksaan klinis ditemukan OH sedang, poket periodontal rata-rata sedalam 6 mm pada gigi 16, 15, 14, 23, 26, 35, 36, 47 dan 45. Terlihat ada karies distal pada gigi 35. Tampak plak dan kalkulus pada seluruh regio. Pemeriksaan radiografis memperlihatkan radiolusensi kerusakan tulang 1/3 servikal hampir pada seluruh gigi dan lesi furkasi pada gigi 16. Apakah diagnosis yang paling mungkin untuk kasus tersebut?
Periodontitis agresif menyeluruh
Periodontitis kronis menyeluruh
Periodontitis agresif lokalis
Periodontitis kronis lokalis
Periodontitis sebagai manifestasi penyakit sistemik
