wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Quiz 3 BPN Agustus 2025

Total questions: 50

Worksheet time: 36mins

Name
Class
Date
1.

Seorang laki-laki 20 tahun datang dengan keluhan nyeri pada kaki setelah benturan saat berolahraga sepak bola. Pasien lalu berobat ke dokter spesialis ortopedi dan akan dilakukan tindakan arthroscopy. Saat informed consent pasien setuju dilakukan tindakan anestesi dengan teknik anestesi spinal tanpa dilakukan rawat inap. Setelah dilakukan tindakan anestesi spinal terjadi kondisi Transient Neurologic Symptoms. Apa saja faktor dari Transient Neurologic Symptoms?

a)

Insiden TNS pada pasien ambulatori lebih sedikit pada lidokain spinal konsentrasi 0,5%

b)

Insiden TNS pada pasien ambulatori tidak berbeda antara lidokain spinal konsentrasi 2%, 1%, dan 0,5%

c)

TNS akan mulai membaik setelah 2 minggu 1-4 minggu

d)

Anestesi spinal menggunakan lidokain meningkatkan risiko terjadinya TNS hiperbarik lidokain

e)

TNS dipengaruhi oleh pemilihan jenis anestetik lokal

2.

Laki-laki 30 tahun dengan riwayat asma dilakukan operasi laparoskopi kolesistektomi dalam anestesi umum. Di tengah operasi, alarm di mesin anestesi berbunyi karena adanya high airway pressure. Hal apa saja yang bisa menyebabkan terjadinya peningkatan airway pressure pada saat pasien terhubung dengan mesin anestesi?

a)

Compliance paru membaik

b)

Tidal volume berkurang

c)

Serangan asma tidak terjadi

d)

Obstruksi pada endotracheal tube

e)

Kebocoran sirkuit

3.

Seseorang laki-laki 70 th dengan keluhan tidak bisa kencing dan sudah dipasang kateter urin 2 minggu yang lalu. Dari USG Urologi didapatkan BPH grade 2-3. Tekanan darah pasien 156/89 mmHg dengan obat captopril 3x25 mg, nadi 72 kali/menit, SpO2 96%room air. Ureum 56 mg/dl, kretinin 2,1 mg/dl. Pasien akan direncanakan operasi TURP. Bahan cairan irigasi yang dipakai adalah?

a)

Cairan glisin 2 persen

b)

Mannitol 3 persen

c)

Glukosa 5 persen

d)

Air steril

e)

Urea 1 persen

4.

Seorang wanita 31 tahun dengan kehamilan 24 minggu menjalani pembedahan apendektomi per laparoskopi. Pilihan terbaik anestesi untuk kasus ini adalah:

a)

Perlu hiperventilasi jika prosedurnya laparoskopi

b)

Premedikasi non-farmakologis

c)

Rumatan anestesi inhalasi menggunakan sevoflurane dan nitrous oxide

d)

Rumatan anestesi menggunakan teknik anestesi regional

e)

Selama pembedahan pasien diganjal punggung kiri

5.

Seorang laki-laki usia 55 tahun datang ke klinik nyeri dengan keluhan nyeri lutut sebelah kanan. Pasien sudah mengeluhkan nyeri lutut sejak 1 tahun terakhir. Pasien rutin control di puskesmas di dekat rumahnya setiap 3 minggu sekali. Pasien didiagnosis osteoarthritis dan diberikan analgetik NSAID. Satu bulan terakhir dan nyeri semakin berat dirasakan di bagian medial lutut. Manakah pernyataan di bawah ini yang benar sesuai dengan kondisi pasien di atas?

a)

Hiperalgesia tidak pernah ditemukan pada pasien yang diteri dengan opioid

b)

Hiperalgesia dibagi menjadi hyperalgesia primer, sekunder, dan tersier primer dan sekunder

c)

Hiperalgesia terjadi pada nyeri somatic saja

d)

Hiperalgesia sekunder terjadi di sekitar bagian tubuh yang terkena trauma atau stimulus di luar daerah inflamasi

e)

Hiperalgesia sekunder terjadi karena peningkatan respon nyeri terhadap panas dan stimulus mekanik hyperalgesia primer

6.

Wanita, usia 45 tahun dengan massa ovarium kistik direncanakan menjalani pembedahan laparotomi dan potong beku. Anamnesis menunjukkan pasien mengeluh sesak dengan posisi paling nyaman setengah duduk. Riwayat penyakit terdahulu, pembedahan, dan alergi disangkal. Pemeriksaan fisik menunjukkan peningkatan tekanan darah (140/90 mmHg) dan massa teraba dua jari di bawah processus xiphoid. Tinggi badan 158 cm dan berat badan 55 kg dan lingkar perut 92 cm. USG Abdomen menunjukkan pembesaran kistik ovarium kanan dengan ukuran 12 x 6 x 8 cm dan cairan bebas intraabdomen. Auskultasi paru menunjukkan suara redup di basal paru bilater.

a)

Peningkatan resistensi vascular

b)

Gangguan kotraktilitas jantung

c)

Alkalosis metabolic

d)

Difficult airway management

e)

Aspirasi pneumonia

7.

Kondisi klinik yang potensial menyebabkan normal anion gap metabolic acidosis adalah:

a)

Lactic acidosis

b)

Infus NaCl 0.9% yang berlebihan

c)

Intoksikasi salisilat

d)

Ketoacidosis akibat diabetes mellitus yang tidak terkontrol

e)

Akumulasi fosfat, sulfat akibat gagal ginjal kronis

8.

Wanita 29 tahun direncanakan pembedahan darurat karena kehamilan ectopic terganggu.

Tekanan darah arteri 110/80 mmHg, nadi 90/menit, perfusi hangat kering. Obat anestesi

yang tidak dianjurkan untuk pasien ini adalah ?

a)

Isoflurane

b)

Thiopental

c)

Propofol

d)

Ketamin

e)

Succinylcholine

9.

Seorang perempuan berusia 40 tahun dengan tonsillitis kronik, direncanakan tindakan

tonsilektomi dengan general anesthesia. Dari pemeriksaan fisik didapatkan status fisik

ASA 2 dengan riwayat asma. Beberapa saat setelah dilakukan induksi anestesi, pasien

mengalami desaturasi hingga 80%. Agen anestesi apa yang mungkin menyebabkan hal

ini?

a)

Atracurium

b)

Midazolam

c)

Sulfas atropine

d)

Propofol

e)

Rocuronium

10.

Pasien laki-laki 48 tahun dirawat di ICU setelah dilakukan operasi koreksi scoliosis

selama 12 jam. Intraoperatif terdapat perdarahan massif dan pasien mendapatkan

transfusi 5 unit PRC, 3 unit FFP, dan 3 unit TC. Saat di ICU, pasien dicurigai TRALI(transfusion related acute lung injury). Temuan apakah yang tidak sesuai dengan

diagnosis TRALI?

a)

Durasi gejala bebrapa hari jika diterapi

b)

Hipoksemia

c)

Edema pulmonal

d)

Biasanya terjadi 24 jam pascatranfusi 6 jam pasca transfusi

e)

Terutama berhubungan dengan transfusi platelet dan FFP

11.

Sistem sirkulasi terdiri dari jantung, pembuluh darah, dan darah. Fungsi sistem sirkulasi adalah untuk mensuplai oksigen dan nutrient ke jaringan dan membawa sisa hasil metabolisme untuk dibuang. Sebagian besar agen anestesi volatile bersifat vasodilator koroner, dengan efek yang bervariasi terhadap aliran darah coroner yaitu karena efek vasodilatasi secara langsung, menurunkan kebutuhan metabolik miokardium dan efeknya terhadap tekanan darah arteri. Pernyataan di bawah ini yang paling tepat tentang efek agen anestesi volatile terhadap aliran darah coroner adalah ?

a)

Halothane dan isoflurane tidak memberikan efek terhadap aliran darah coroner

b)

Halothane dan isoflurane keduanya mempengaruhi pembuluh darah coroner yang kecil

c)

Halothane dan isoflurane memberikan efek yang paling besar terhadap aliran darah coroner

d)

Halothane dan isoflurane memberikan efek yang paling kecil terhadap aliran darah coroner

e)

Halothane dan isoflurane keduanya mempengaruhi pembuluh darah coroner yang besar

12.

Seorang perempuan 64 tahun mengalami keluhan hidung buntu, nyeri pada wajah dan

hidung berair. Pasien lalu berobat ke dokter spesialis THT dan dinyatakan mengalami

rhinosinusitis kronik dan deviasi septum. Dokter THT merencanakan akan dilakukan

operasi FESS dan septoplasty. Kondisi yang dapat menjadi penyulit anestesi pada kasus

ini adalah ?

a)

Anestesiolog berbagi jalan napas dengan operator

b)

Intubasi nasal adalah pilihan pada pasien ini

c)

Risiko sulit ventilasi

d)

Semua salah

e)

Semua benar

13.

Anak-anak usia 5 tahun akan direncanakan operasi tonsilektomi. Dari alloanamnesis didapatkan riwayat batuk pilek 4 minggu yang lalu. Pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium saat ini dalam batas normal. Setelah operasi selesai, pasien akan dilakukan ekstubasi sadar. Sebelum dilakukan ekstubasi, dilakukan suction intraoral dan pasien terbatuk namun pasien belum sadar sepenuhnya dan dilakukan ekstubasi. Lalu pasien tampak sesak dan mengalami desaturase, pada auskultasi terdengar suara dasar vesikuler menurun, dan terdapat stridor inspirasidi kedua lapang paru. Pernyataan yang KURANG tepat dari keadaan tersebut di atas adalah

a)

Croup diatasi dengan pemberian ventilasi tekanan positif, jaw thrust,

dan pemberian lidokain 1

b)

Croup sering terjadi dalam 3 jam pertama setelah ekstubasi

c)

Edema glottis/trakea dapat dicegah dengan pemberian dexamethason 0.25

d)

Kemungkinan terjadi obstruksi berupa spasme laring atau edema trakea

e)

Spasme laring sering terjadi pada infant, sedang croup pada toddler (1-4) tahun

14.

Manakah dari hormon di bawah ini yang akan menurun pada saat terjadinya stress akibat nyeri?

a)

Adrenalin

b)

Testosteron

c)

Cortisol

d)

Cathecolamine

e)

Glucagon

15.

Manakah dari beberapa pemeriksaan laboratorium di bawah ini yang masuk dalam perhitungan MELD Score?

a)

SGPT

b)

Trombosit

c)

Clotting time

d)

Bilirubin

e)

Albumin

16.

Seorang wanita berusia 40 tahun datang ke poli nyeri dengan keluhan kemerahan di

sekitar luka. Pada pemeriksaan fisis Nampak edema jaringan local dan sangat sensitive

terhadap stimulasi nyeri. Apakah mediator yang berperan dalam kondisi ini?

a)

Bradikinin

b)

Histamin

c)

Prostaglandin

d)

Serotonin

e)

Substance P

17.

Yang bukan termasuk factor-faktor determinan terhadap peningkatan kebutuhan

oksigen otot jantung adalah

a)

Diameter arteri koroner

b)

BMR

c)

Preload

d)

Laju jantung

e)

Afterload

18.

Seorang pasien laki-laki 36 tahun, TB 160 cm dan BB 95 kg. dengan diagnosis tumor

intradural ekstramedular T7-8 dengan nyeri hebat dan paraperese inferior. Dilakukan

operasi dekompresi dan reaksi tumor dengan posisi prone. Pasca operasi pasien

mengeluhkan gangguan penglihatan atau post operative visual loss (POPVL). Faktor

risiko terjadinya POVL adalah

a)

Semua benar

b)

Operasi lama dengan posisi kepala head-down

c)

Hipotensi kendali

d)

Banyak kehilangan darah selama operasi

e)

Obesitas

19.

Wanita 45 tahun direncanakan pembedahan open cholescystectomy PS ASA 1. Dari

anamnesa pasien menyatakan bahwa kakaknya pernah dilakukan pembedahan yang sama

dalam kondisi sehat dan mengalami reaksi hebat akibat anestesi dengan gejala takikardi,

aritmia, dan hipertensi hingga perlu dirawat di ICU. Untuk anestesi wanita tersebut

sebaiknya dihindari penggunaan ?

a)

Ketamin

b)

Thiopental

c)

Propofol

d)

Sevoflurane

e)

Etomidate

20.

Seorang laki-laki 40 tahun mengeluh nyeri kepala kronis dan kelemahan tungkai bagian

bagian kanan. Hasil ctscan kepala menunjukkan adanya tumor di regio temporoparietal

kiri. Pasien kemudian direncanakan tindakan operasi reseksi tumor. Pada pasien dengan

rencana kraniotomi elektif, seringkali direncanakan ekstubasi di akhir operasi. Pada

ekstubasi di akhir kraniotomi elektif, hal yang anda lakukan adalah ?

a)

Gas inhalasi baru ditutup saat pasien sudah dilakukan ekstubasi

b)

Membuat napas spontan sejak awal operasi untuk memudahkan ekstubasi

c)

Menghindari terjadinya bucking ataupun straining dari pasien yang dapat menyebabkan rebleeding

d)

Tidak perlu memberikan reversal pelumpuh otot

e)

Memberi tambahan sedasi saat pasien akan diekstubasi untuk mencegah bucking

21.

Saat anda bertugas jaga IRD, pasien dikonsulkan kepada saudara untuk rencana tindakan operasi. Pasien adalah laki-laki 35 tahun dengan trauma di daerah bahu karena KLL. Didapatkan fraktur terbuka. Rencana akan dilakukan pemasangan implant (ORIF). Dari pemeriksaan didapatkan gangguan membuka mulut (hanya 2 jari) karena bekas luka bakar 2 tahun yang lalu di wajah dan perioral. Saat ini pasien pasien tampak tenang dan sesekali mengeluh nyeri bahunya, GCS 456, TD 138/74 mmHg, laju nadi 92x/menit. Teknik regional anestesi yang dapat dilakukan pada pasien ini adalah

a)

Interscalenus blok

b)

Infraclavicular blok

c)

Axillar blok

d)

Supraclavicular blok

e)

Axillar + musculocutaneus blok

22.

Wanita 42 tahun dirawat di ICU karena subarachnoid haemorrhage. Terapi yang dianjurkan untuk mencegah defisit neurologic iskemik karena vasospasme cerebral akibat subarachnoid haemorrhage adalah:

a)

Nimodipine

b)

Verapamil

c)

Nicardipine

d)

Nifedipine

e)

Amlodipine

23.

Pria 38 tahun mengalami traumatic brain injury dilakukan evalusi subdural hematoma. Pasca bedah tekanan darah 140/90, nadi 48 kali/menit, tekanan intrakranial 25 mmHg. Dilakukan peningkatakan minute volume pada pengaturan ventilasi mekanik. Perubahan fisiologis akibat pengaturan ventilasi mekanik yang baru tersebut adalah

a)

Penurunan tekanan

b)

Vasodilatasi cerebral

c)

Pengurangan edema otak

d)

Peningkatan nadi

e)

Vasokonstriksi cerebral

24.

Seorang laki-laki 48 tahun direncanakan untuk menjalani operasi mastoidektomi dan timpanoplasti. Pasien ini memiliki riwayat merokok sebanyak minimal 1 bungkus per hari selama lebih dari 30 tahun. Pernyataan di bawah ini yang benar mengenai merokok adalah

a)

Merokok dapat meningkatkan kadar vitamin C

b)

Merokok dapat meningkatkan kadar glutathion dalam darah

c)

Merokok harus dihentikan sekurang-kurangnya 7 hari sebelum dilaksanakannya operasi untuk mengurangi komplikasi pulmonal

d)

Merokok bukan merupakan salah satu penyebab injuri oksidatif terhadap jaringan

e)

Merokok dapat meningkatkan sekresi mucus

25.

Sistem sirkulasi terdiri jantung, pembuluh darah, dan darah. Fungsi system sirkulasi adalah untuk mensuplai oksigen dan nutrient ke jaringan dan membawa sisa hasil metabolisme untuk dibuang. Aliran darah coroner normalnya seiring dengan kebutuhan metabolic miokard, rata-rata pada laki-laki dewasa adalah 250 mL/mnt saat istirahat. Miokardium mengatur sendiri laju aliran darahnya dengan rentang tekanan perfusi antara 50-120 mmHg. Di luar rentang ini, aliran darah akan berifat pressure-dependent. Faktor yang kurang memengaruhi keseimbangan oxygen supply dan demand miokard adalah ?

a)

Basal metabolic requirement

b)

Coronary vessel lumen

c)

Heart rate (diastolic filling time)

d)

Kandungan oksigen arteri

e)

Coronary perfusion pressure

26.

Seorang perempuan berusia 45 tahun dengan diagnosa tumor mammae dekstra multipel direncanakan akan dilakukan eksisi tumor prosedur ambulatorik. Pasien dengan berat badan 95 kg dan tinggi badan 150 cm. Dari anamnesis didapatkan riwayat OSA dan komobid hipertensi tidak terkontrol. Saat kunjungan ke dokter anestesi, tekanan darah 190/100 mmHg. Apa tindakan yang tepat dilakukan untuk pasien di atas?

a)

Optimalisasi komorbid hipertensi, pasien disarankan untuk tidak menjalani anestesi rawat jalan karena adanya riwayat OSA dan obesitas dengan IMT lebih dari 40 kg/m2

b)

Pasien dipersiapkan untuk anestesi rawat jalan dengan diberi premedikasi amlodipine 10 mg dan alprazolam 0,5 mg pada malam hari sebelum tindakan

c)

Pasien dipersiapkan untuk anestesi rawat inap dengan diberi premedikasi amlodipine 10 mg dan alprazolam 0,5 mg pada malam hari sebelum tindakan

d)

Pasien disarakankan untuk control komorbid dan menurunkan berat badan sebelum prosedur dikarenakan tindakan tidak emergensi

e)

Optimalisasi komorbid hipertensi, pasien direncanakan untuk anestesi rawat jalan setelah hipertensi terkontrol

27.

Yang bukan merupakan faktor predisposisi terjadinya trauma induced coagulopathy pada kasus syok hemoragik adalah

a)

Hemodilusi akibat resusitasi cairan kristaloid massif

b)

Hipotermia

c)

Hipoperfusi jaringan

d)

Penurunan tingkat kesadaran

e)

Asidosis metabolic berat

28.

Seorang laki-laki 45 tahun direncanakan akan menjalani endoskopi di luar kamar operasi atas indikasi keganasan gastrointestinal. Dari hasil pemeriksaan didapatkan pasien memiliki berat badan 100 kg dan tinggi badan 150 cm, memiliki riwayat hipertensi sejak 5 tahun terakhir dengan rutin pegobatan amlodipine 10 mg. Tekanan darah saat diukur adalah 150/60 mmHg, frekuensi nadi 89x/menit, dan frekuensi napas 20x/menit Saturasi didapatkan 98% dengan udara ruang, posisi terlentang. Dari anamnesis dietahui pasien mengorok keras ketika tidur dan pasien sering terbangun tiba- tiba. Anda berencana akan melakukan teknik total intravenous anesthesia pada pasien ini. Berikut ini adalah factor predisposisi terjadi obstructive sleep apnea, kecuali:

a)

Sering terbangun dari tidur dengan seperti sensasi tercekik

b)

Riwayat hipertensi kronik dengan terkontrol obat

c)

Lingkar leher pada laki-laki lebih dari 17 inches dan wanita 16 inches

d)

Patensi hidung yang menurun akibat obstruksi anatomis

e)

Sering tertidur sering saat menonton televisi

29.

Seorang laki-laki umur 55 tahun post KLL (kecelakaan lalu lintas), datang ke RS dengan penurunan kesadaran. Pada pemeriksaan pasien tampak jejas di dada dan di perut, dengan tekanan darah 70/40 mmHg dan laju nadi 160 kali/menit. Tatalaksana awal dilakukan dengan survey primer dan pemberian kristaloid 1000 cc. Pada evaluasi kemudian didapati kesadaran membaik, tekanan darah 100/40 mmHg, laju nadi 120 kali/menit, sehingga diputuskan diberikan koloid 500 cc dan 500 cc PRC. Pasca pemberian PRC didapatkan pasien bertambah sesak dan terjadi reaksi anafilaksis. Pernyataan yang benar tentang reaksi anafilaksis

a)

Prevalensi defisiensi Ig-A sekitar 1:1000

b)

Biasanya terjadi pada pasien dengan defisiensi Ig-A dengan Antibodi Ig-B

c)

Angka kejadian reaksi anafilaksis 1:150.000 tindakan transfusi

d)

Salah satu terapinya adalah epinefrin intravena 1 mg

e)

Biasanya terjadi pada pasien dengan defisiensi Ig-B dengan Antibodi Ig-A

30.

Pasien laki-laki 80 tahun menjalani operasi hip replacement karena riwayat terjatuh di kamar mandi 1 bulan lalu. Operasi berjalan dengan anestesia kombinasi blok subarakhnoid dan epidural. Pasien dengan status fisisk ASA 2 karena riwayat hipertensi terkontrol (TD praoperasi 130/80 mmH, nadi 65x/menit) dengan obat bisoprolol dan amlodipin. Sebelum sakit pasien mengatakan masih dapat beraktivitas seperti biasa dan rutin berjalan 30 menit setiap harinya. Setelah anestesia subarakhnoid dengan bupivakain heavy 10 mg, didapatkan tekanan darah pasien turun hingga 70/40 mmHg, nadi 80x/menit. Setelah diberikan efedrin beberapa kali hingga total 5 mg, tekanan darah kembali turun. Akhirnya pasien diberikan norepinefrin hingga akhir operasi. Parameter fisiologis apa yang mengalami peningkatan nilai pada geriatri?

a)

Aliran darah ginjal turun

b)

Reflex baroreseptor turun

c)

Closing capacity

d)

Alveolar surface area turun

e)

Elastisitas pembuluh darah arteri turun

31.

Anda merencanakan penelitian 2 obat pelumpuh otot non depolarisasi untuk

membandingkan kecepatan pemulihan dari pengaruh obat tersebut. Pemantauan yang

tepat untuk tujuan penelitian tersebut adalah

a)

Nervus fascialis di musculus orbicularis occuli

b)

Nervus gascialis di musculus orbicularis oris

c)

Nervus tibialis di musculus abductor hallucis

d)

Nervus peroneus communis di musculus extensor hallucis longus

e)

Nervus ulnaris di musculus adductor pollicis

32.

Seorang pasien menjalani operasi ekstremitas bawah dalam anestesi epidural. Selama prosedur digunakan pneumatic torniquet. Satu jam pasca inflasi dengan tekanan mendekati 100 mmHg di atas sistolik pasien mengeluh terasa nyeri seperti terbakar di daerah operasi. Apa tindakan yang tepat untuk kejadian tersebut?

a)

Meminta spool cairan norma saline dingin pada area operasi

b)

Memberikan suplemen analgetik intravena

c)

Deflasi torniquet

d)

Menambah suplemen obat epidural

e)

Menghentikan stimulus tindakan operasi

33.

Wanita usia 35 tahun dengan G3P2A0 Hamil 41 minggu direncanakan terminasi kehamilan dengan sectio caesaria. Pasien dengan preeklampsi berat, tekanan darah 180/110 mmHg, nadi 65 bpm dengan terapi nifedipine 4x10 mg. Pertimbangan anestesi umum pada pasien ini adalah

a)

Pasien dengan kadar trombosit 175000

b)

Pasien dengan edema tungkai

c)

Produksi urine tercatat 0,5ml/kgbb/jam

d)

Pasien dengan penurunan kesadaran pasca kejang

e)

Hasil CTG menunjukkan janin dengan deselerasi dini

34.

Seorang perempuan berusia 70 tahun akan dilakukan operasi tumor payudara. Di ryang operasi pasien terlihat tenang dengan tekanan darah 150/70 dan laju nadi 70 kali per menit laju nafas 20 kali per menit. dengan saturasi pasien saat supine 95% tanpa suplementasi oksigen. Anda merencanakan pembiusan dengan anestesia umum, Hal yang benar dibawah ini yaitu

a)

FRC pada pasien lansia menurun siring bertambahnya usia

b)

Terjadi peningkatan respon terhadap PCO2 dan PO2

c)

Closing Capacity (CC) menjadi lebih tinggi dari FRC pada lansia bahkan pada saat posisi duduk

d)

Peran diafragma dan otot abdomen lebih besar pada dewasa muda dibandingkan pada lansia

e)

Terjadi penurunan pirau intrapulmonal akibat kolapsnya jalan napas

35.

Seorang laki-laki berusia 40 tahun akan direncanakan operasi bedah mata dengan menggunakan anestesi umum. Sesaat setelah pemberian relaksan otot tampak tekanan bola mata meningkat melalui pemeriksaan tonometry. Jenis pelumpuh otot yang diberikan pada pasien tersebut adalah

a)

Vecuronium

b)

Atracurium

c)

Suksinilkolin dan Ketamine

d)

Rocuronium

e)

Cisatracurium

36.

Seorang perempuan berusia 34 tahun dengan diagnosa G3P2A0 dikonsulkan ke anda oleh TS Obstetrik untuk tindakan anestesi pada operasi dilatasi dan kuretase pagi ini. Tanda vitalnya meliputi frekuensi nadi 87 kali per menit, tekanan darah 130/70 mmHg, frekuesni nafas 14 kali per menit dengan saturasi 99% udara ruangan. Pasien tidak demam dan sudah puasa dari malam harinya. DIketahui pasien mengalami abortus spontan sejak 2 hari dan dari USG terlihat sisa jaringan. Pasien direncanakan untuk pulang setelah prosedur operasi dan anestesi selesai. Rekomendasi manakah yang sesuai terkait manajemen intraoperatif pada pasien ini?

a)

Nyeri post operasi tidak dapat dikendalikan dengan regimen NSAID oral saja menjadi pertimbangan untuk tidak memulangkan pasien

b)

Analgesia pasca operasi dapat dicapai dengan kombinasi asetaminofen dan NSAID serta opioid intravena

c)

Pasien dapat dipulangkan jika ada pendamping orang dewasa yang bertanggung jawab

d)

Anestesi inhalasi dengan sevoflurane dapat menjadi pilihan karena dapat mempercepat pulih sadar dibandingan dengan anestesi intravena total (TIVA)

e)

Adanya perdarahan akibat kuretase menjadi pertimbangan untuk tidak memulangkan pasien

37.

Saat anda bertugas jaga ada pasien dikonsulkan kepada saudara untuk rencana tindakan operasi. Pasien adalah laki laki 35 tahun dengan trauma di daerah bahu karena KLL didapatkan fraktur terbuka dan rencananya dilakukan tindakan ORIF. Pada pemeriksaan terdapat gangguan buka mulut (hanya 2 jari) karena bekas luka bakar 2 tahun lalu di wajah. Saat ini pasien tampak tenang dengan GCS 15, TF 138/74 mmHg, Nadi 92x/menit. Jika menggunakan alat bantu USG dalam melakukan peripheral blok pada pasien ini, hal berikut yang tidak benar adalah

a)

Penting memahami anatomi dan sono anatomi pada area blok dengan baik

b)

Jangan lakukan pendekatan agresif ujung jarum ke tengah saraf yang dituju

c)

Steril drapping tetap di perlukan pada blok saraf dengan menggunakan USG

d)

Letakkan ujung jarum sedekat mungkin dengan target saraf

e)

Pemilihan ultrasound probe untuk lokasi saraf yang superfisial lebih baik menggunakan jenis curve

38.

Anak laki laki usia 5 tahun yang akan direncanakan operasi tonsilektomi dari alloanamnesis didapatkan riwayat batuk pilek 4 minggu yang lalu. Pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratoirum saat ini dalam batas normal. Setelah operasi selesai pasien akan dilakukan ekstubasi sadar. Sebelum dilakukan ekstubasi pasien dilakukan suction intraoral dan pasien terbatuk namun pasien belum sadar sepenuhnya dan dilakukan ekstubasi. Lalu pasien tampak sesak dan desaturasi pada ausukultasi terdengan suara dasar menurun dan terdapat stridor inspirasi di kedua lapang paru. Pernyataan yang KURANG tepat dari keadaan tersebut adalah

a)

Kemungkinan terjadi onstruksi berupa spasme laring atau edema trakea

b)

Croup diatasi dengan pemberian ventilasi tekanan positif jawthrust dan pemberian lidokasin 1-1,5 mg/kg IV

c)

Edema glotis dapat dicegah dengan pemberian dexamethasone 0,25-0,5mg.kg intravena

d)

Croup sering terjadi dalam 3 jam pertama setelah ekstubasi

e)

Spasme laring sering terjadi pada infant sedang croup pada toddler (1-4 tahun)

39.

Wanita 30 tahun rencana tindakan eksisi fibroadenoma mammae bilateral. Pada pemeriksaan fisik didapatkan frekuensi nafas 14x/menit TD 120/70 mmHg denyut nadi 80x/menit, sensorium sadar penuh, pemeriksaan lain dalam batas normal. Pasien direncanakan pembiusan dengan anestesi umum intubasi, induksi lancar rumatan inhalasi sevofluran + oksigen + N2O. Setelah operasi selesai, pasien sadar dan bernafas spontan, pasien dilakukan ekstubasi dengan frekuensi nafas 16x/menit, tekanan darah 110/80 mmhg, saturasi oksigen 100%. Setelah 5-10 menit di ruang pemulihan, perawat melaporkan bahwa pasien mengealami desaturasi dengan frekuensi nafas 30x/menit, tidak ada suara nafas tambahan, hemodinamik stabil. Penyebab kondisi pasien tersebut adalah

a)

ARDS

b)

Shock hipovolemik

c)

Airway Obstruction

d)

Acute postoperative pain

e)

Diffusion Hypoxia

40.

Pria 58 tahun dilakukan pembedahan lobektomi lobus atas paru kiri. Penyakit penyerta COPD, pasien perikok berat. Terapi salbutamol dan theophylline. Selama perioperatif tidak ada masalah namun hari kedua pasca bedah di HCU pasien mengalami atrial fibrilasi ventricular rate 140-170x/menit, tekanan darah turun dari nilai normal untuk usianya menjadi 80/40 mmHg. Tindakan yang harus dilakukan pada pasien ini adalah

a)

Berikan digitalis intravena

b)

Periksa serium elektrolit terutama kalium dan magnesium

c)

Lakukan Synchronized DC Shock

d)

Berikan oksigen 8 liter perm menit dengan menggunakan NRM

e)

Berikan amiodarone 5mg/ kgBB bolus

41.

Yang bukan merupakan faktor predisposisi terjadinya trauma induced coagulopathy pada kasus shock hemorrhagic adalah:

a)

Hipotermia

b)

penurunan tingkat kesadaran

c)

hipoperfusi jaringan

d)

asidosis metabolik berat

e)

Hemodilusi akibat resusitasi cairan kristaloid massif

42.

Pria 70 tahun , 58 kg dilakukan pembedahan TUR bulli. Paska bedah mengalami gangguan motorik dan sensorik ditungkai kanan. Trauma saraf akibat posisi lithotomi tidak mengenai saraf

a)

popliteal lateralis

b)

saphenous

c)

fermoral

d)

obturator

e)

common peroneal

43.

Anak usia 10 tahun paska pembedahan tonsilektomi rawat jalan, 6 jam kemudian datang ke UGD dengan keluhan muntah darah. Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum lemah, tampak pucat, kesadaran agak gelisah, TD 95/50, nadi 120x/m, RR 25x/m, tampak perdarahan aktif dari luka operasi, dari pemeriksaan penunjang, didapatkan Hb 9, pasien akan dilakukan pembedahan darurat untuk eksplorasi pendarahan. Apa yang pertama anda lakukan pada pasien ini?

a)

tranfusi darah dengan PRC

b)

intubasi endotrakeal dengan Crash intubation

c)

intubasi endotrakeal dengan teknik RSI

d)

resusitasi cairan dengan kristaloid

e)

intubasi endotrakeal dengan awake blind nasal intubation

44.

Pria 66 th dilakukan pemeriksaan penunjang echocardiography. Hasil echo left ventrikular end-diastolik volume 125 ml dan end-sistolik volume 50 ml, maka left ventricular ejection fraction pasien ini adalah :

a)

0,55

b)

0,4

c)

0,5

d)

0,6

e)

0,65

45.

Seorang laki laki berusia 48 th menjalani operasi pembedahan mata. Dokter anestesi menggunakan regional anestesi dengan menyuntikkan anestesi lokal daerah episklera. Teknik anestesi regional ini adalah ,

a)

subtenon block

b)

fasial block

c)

retrobulbar block

d)

peribulbar block

e)

opthamlmic block

46.

Wanita 30 tahun direncanakan pembedahan laparotomi urgent. Anamnesa didapatkan riwayat keluarga dengan suksinilkolin apnea, oleh sebab itu induksi digunakan propofol dan rokuronium dengan dosis intubasi. Ternyata terjadi penyulit difficult intubation. Tindakan reversal dari pelumpuh otot yang tepat adalah

a)

sugammadex 16mg/kgbb iv

b)

sugammadex 4mg/kgbb iv

c)

edrophonium 0,1 mg/kgbb iv

d)

neostigmin 0,1 mg/kgbb iv dan atropin sulfat 0,05mg/kgbb

e)

nesotigmin 0,07 mg/kgbb dan atropin sulfat 0,01mg/kgbb

47.

Yang BUKAN termasuk faktor faktor determinan terhadap peningkatan kebutuhan (demand) oksigen otot jantung adalah

a)

afterload

b)

BMR

c)

preload

d)

diameter arteri koroner

e)

laju jantun

48.

Laki laki 19 th terjatuh dari ketinggian 3m, dengan punggung yang terbentur lantai. Pasien dibawa ke IGD dengan kondisi tidak sadar. Sampai di IGD pasien sempat bangun dan dilakukan anamnesa dan pemeriksaan fisik. Dari TS ortopedi, pasien diduga mengalami spinal cord injury di level torakal. Pasien direncanakan untuk operasi dekompresi dan diminta untuk dilakukan pembiusan dengan anestesi umum. Hal yang harus diperhatikan selama anestesi umum pada spinal cord injury

a)

takikardia merupakan tanda terjadinya trauma pada level torakal atas

b)

metilprednisolon secara penelitian terbukti dapat memperbaiki luaran pasien yang

menjalani operasi spinal cord injury

c)

hipotensi saat induksi dapat menjadi teknik mengurangi pendarahan intraoperative

d)

Menjaga nilai rerata tekanan darah lebih tinggi bertujuan untuk

memastikan perfusi adekuat ke area yang terkompresi

e)

syok neurogenik yang terjadi pada cedera tulang belakang atas dapat ditangani

dengan prinsip penatalaksanaan syok hipovolemi

49.

Pria usia 45 tahun menderita mastoiditis dan akan dilakukan mastoidektomi

timpanoplasty. Dari anamnesa riwayat penyakit dahulu, alergi disangkal. Pemeriksaan

penunjang didapatkan hasil normal. Pembedahan dilakukan dengan anestesi umum

menggunakan N2O. berapa waktu minimal N20 dihentikan sebelum pemasangan graft

timpani ?

a)

45 menit

b)

15 menit

c)

5 menit

d)

60 menit

e)

10 menit

50.

Wanita usia 18 tahun dirujuk dengan perdarahan postpartum pasca kelahiran spontan di bidan. Pasien tidak memiliki Riwayat penyakit sebelum dan saat kehamilan. Pasien tampak sakit berat, kesadaran apatis- somnolen, tekanan darah 80/40 mmHg, nadi 125 bpm, laju napas 25 kali per menit. Selama perjalanan dalam rujukan, pasien mendapatkan resusitasi cairan dengan iv line di manus kiri 18G RL 800 ml. yang TIDAK termasuk tatalaksana perdarahan postpartum adalah

a)

Jika yang terjadi adalah laserasi perianal, indikasi local atau blok pudendal

dapat dilakukan

b)

Anestesia umum sering diperlukan untuk ekstraksi

manual retensio plasenta

c)

Resusitasi cairan tidak diperlukan

d)

Bolus oxytocin 20 U intravena

e)

Methylergometine 0,2 mg drip dalam 100mL NS selama 10 menit