WorksheetsQuiz 3 BPN Agustus 2025
Total questions: 50
Worksheet time: 36mins
Seorang laki-laki 20 tahun datang dengan keluhan nyeri pada kaki setelah benturan saat berolahraga sepak bola. Pasien lalu berobat ke dokter spesialis ortopedi dan akan dilakukan tindakan arthroscopy. Saat informed consent pasien setuju dilakukan tindakan anestesi dengan teknik anestesi spinal tanpa dilakukan rawat inap. Setelah dilakukan tindakan anestesi spinal terjadi kondisi Transient Neurologic Symptoms. Apa saja faktor dari Transient Neurologic Symptoms?
Insiden TNS pada pasien ambulatori lebih sedikit pada lidokain spinal konsentrasi 0,5%
Insiden TNS pada pasien ambulatori tidak berbeda antara lidokain spinal konsentrasi 2%, 1%, dan 0,5%
TNS akan mulai membaik setelah 2 minggu 1-4 minggu
Anestesi spinal menggunakan lidokain meningkatkan risiko terjadinya TNS hiperbarik lidokain
TNS dipengaruhi oleh pemilihan jenis anestetik lokal
Laki-laki 30 tahun dengan riwayat asma dilakukan operasi laparoskopi kolesistektomi dalam anestesi umum. Di tengah operasi, alarm di mesin anestesi berbunyi karena adanya high airway pressure. Hal apa saja yang bisa menyebabkan terjadinya peningkatan airway pressure pada saat pasien terhubung dengan mesin anestesi?
Compliance paru membaik
Tidal volume berkurang
Serangan asma tidak terjadi
Obstruksi pada endotracheal tube
Kebocoran sirkuit
Seseorang laki-laki 70 th dengan keluhan tidak bisa kencing dan sudah dipasang kateter urin 2 minggu yang lalu. Dari USG Urologi didapatkan BPH grade 2-3. Tekanan darah pasien 156/89 mmHg dengan obat captopril 3x25 mg, nadi 72 kali/menit, SpO2 96%room air. Ureum 56 mg/dl, kretinin 2,1 mg/dl. Pasien akan direncanakan operasi TURP. Bahan cairan irigasi yang dipakai adalah?
Cairan glisin 2 persen
Mannitol 3 persen
Glukosa 5 persen
Air steril
Urea 1 persen
Seorang wanita 31 tahun dengan kehamilan 24 minggu menjalani pembedahan apendektomi per laparoskopi. Pilihan terbaik anestesi untuk kasus ini adalah:
Perlu hiperventilasi jika prosedurnya laparoskopi
Premedikasi non-farmakologis
Rumatan anestesi inhalasi menggunakan sevoflurane dan nitrous oxide
Rumatan anestesi menggunakan teknik anestesi regional
Selama pembedahan pasien diganjal punggung kiri
Seorang laki-laki usia 55 tahun datang ke klinik nyeri dengan keluhan nyeri lutut sebelah kanan. Pasien sudah mengeluhkan nyeri lutut sejak 1 tahun terakhir. Pasien rutin control di puskesmas di dekat rumahnya setiap 3 minggu sekali. Pasien didiagnosis osteoarthritis dan diberikan analgetik NSAID. Satu bulan terakhir dan nyeri semakin berat dirasakan di bagian medial lutut. Manakah pernyataan di bawah ini yang benar sesuai dengan kondisi pasien di atas?
Hiperalgesia tidak pernah ditemukan pada pasien yang diteri dengan opioid
Hiperalgesia dibagi menjadi hyperalgesia primer, sekunder, dan tersier primer dan sekunder
Hiperalgesia terjadi pada nyeri somatic saja
Hiperalgesia sekunder terjadi di sekitar bagian tubuh yang terkena trauma atau stimulus di luar daerah inflamasi
Hiperalgesia sekunder terjadi karena peningkatan respon nyeri terhadap panas dan stimulus mekanik hyperalgesia primer
Wanita, usia 45 tahun dengan massa ovarium kistik direncanakan menjalani pembedahan laparotomi dan potong beku. Anamnesis menunjukkan pasien mengeluh sesak dengan posisi paling nyaman setengah duduk. Riwayat penyakit terdahulu, pembedahan, dan alergi disangkal. Pemeriksaan fisik menunjukkan peningkatan tekanan darah (140/90 mmHg) dan massa teraba dua jari di bawah processus xiphoid. Tinggi badan 158 cm dan berat badan 55 kg dan lingkar perut 92 cm. USG Abdomen menunjukkan pembesaran kistik ovarium kanan dengan ukuran 12 x 6 x 8 cm dan cairan bebas intraabdomen. Auskultasi paru menunjukkan suara redup di basal paru bilater.
Peningkatan resistensi vascular
Gangguan kotraktilitas jantung
Alkalosis metabolic
Difficult airway management
Aspirasi pneumonia
Kondisi klinik yang potensial menyebabkan normal anion gap metabolic acidosis adalah:
Lactic acidosis
Infus NaCl 0.9% yang berlebihan
Intoksikasi salisilat
Ketoacidosis akibat diabetes mellitus yang tidak terkontrol
Akumulasi fosfat, sulfat akibat gagal ginjal kronis
Wanita 29 tahun direncanakan pembedahan darurat karena kehamilan ectopic terganggu.
Tekanan darah arteri 110/80 mmHg, nadi 90/menit, perfusi hangat kering. Obat anestesi
yang tidak dianjurkan untuk pasien ini adalah ?
Isoflurane
Thiopental
Propofol
Ketamin
Succinylcholine
Seorang perempuan berusia 40 tahun dengan tonsillitis kronik, direncanakan tindakan
tonsilektomi dengan general anesthesia. Dari pemeriksaan fisik didapatkan status fisik
ASA 2 dengan riwayat asma. Beberapa saat setelah dilakukan induksi anestesi, pasien
mengalami desaturasi hingga 80%. Agen anestesi apa yang mungkin menyebabkan hal
ini?
Atracurium
Midazolam
Sulfas atropine
Propofol
Rocuronium
Pasien laki-laki 48 tahun dirawat di ICU setelah dilakukan operasi koreksi scoliosis
selama 12 jam. Intraoperatif terdapat perdarahan massif dan pasien mendapatkan
transfusi 5 unit PRC, 3 unit FFP, dan 3 unit TC. Saat di ICU, pasien dicurigai TRALI(transfusion related acute lung injury). Temuan apakah yang tidak sesuai dengan
diagnosis TRALI?
Durasi gejala bebrapa hari jika diterapi
Hipoksemia
Edema pulmonal
Biasanya terjadi 24 jam pascatranfusi 6 jam pasca transfusi
Terutama berhubungan dengan transfusi platelet dan FFP
Sistem sirkulasi terdiri dari jantung, pembuluh darah, dan darah. Fungsi sistem sirkulasi adalah untuk mensuplai oksigen dan nutrient ke jaringan dan membawa sisa hasil metabolisme untuk dibuang. Sebagian besar agen anestesi volatile bersifat vasodilator koroner, dengan efek yang bervariasi terhadap aliran darah coroner yaitu karena efek vasodilatasi secara langsung, menurunkan kebutuhan metabolik miokardium dan efeknya terhadap tekanan darah arteri. Pernyataan di bawah ini yang paling tepat tentang efek agen anestesi volatile terhadap aliran darah coroner adalah ?
Halothane dan isoflurane tidak memberikan efek terhadap aliran darah coroner
Halothane dan isoflurane keduanya mempengaruhi pembuluh darah coroner yang kecil
Halothane dan isoflurane memberikan efek yang paling besar terhadap aliran darah coroner
Halothane dan isoflurane memberikan efek yang paling kecil terhadap aliran darah coroner
Halothane dan isoflurane keduanya mempengaruhi pembuluh darah coroner yang besar
Seorang perempuan 64 tahun mengalami keluhan hidung buntu, nyeri pada wajah dan
hidung berair. Pasien lalu berobat ke dokter spesialis THT dan dinyatakan mengalami
rhinosinusitis kronik dan deviasi septum. Dokter THT merencanakan akan dilakukan
operasi FESS dan septoplasty. Kondisi yang dapat menjadi penyulit anestesi pada kasus
ini adalah ?
Anestesiolog berbagi jalan napas dengan operator
Intubasi nasal adalah pilihan pada pasien ini
Risiko sulit ventilasi
Semua salah
Semua benar
Anak-anak usia 5 tahun akan direncanakan operasi tonsilektomi. Dari alloanamnesis didapatkan riwayat batuk pilek 4 minggu yang lalu. Pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium saat ini dalam batas normal. Setelah operasi selesai, pasien akan dilakukan ekstubasi sadar. Sebelum dilakukan ekstubasi, dilakukan suction intraoral dan pasien terbatuk namun pasien belum sadar sepenuhnya dan dilakukan ekstubasi. Lalu pasien tampak sesak dan mengalami desaturase, pada auskultasi terdengar suara dasar vesikuler menurun, dan terdapat stridor inspirasidi kedua lapang paru. Pernyataan yang KURANG tepat dari keadaan tersebut di atas adalah
Croup diatasi dengan pemberian ventilasi tekanan positif, jaw thrust,
dan pemberian lidokain 1
Croup sering terjadi dalam 3 jam pertama setelah ekstubasi
Edema glottis/trakea dapat dicegah dengan pemberian dexamethason 0.25
Kemungkinan terjadi obstruksi berupa spasme laring atau edema trakea
Spasme laring sering terjadi pada infant, sedang croup pada toddler (1-4) tahun
Manakah dari hormon di bawah ini yang akan menurun pada saat terjadinya stress akibat nyeri?
Adrenalin
Testosteron
Cortisol
Cathecolamine
Glucagon
Manakah dari beberapa pemeriksaan laboratorium di bawah ini yang masuk dalam perhitungan MELD Score?
SGPT
Trombosit
Clotting time
Bilirubin
Albumin
Seorang wanita berusia 40 tahun datang ke poli nyeri dengan keluhan kemerahan di
sekitar luka. Pada pemeriksaan fisis Nampak edema jaringan local dan sangat sensitive
terhadap stimulasi nyeri. Apakah mediator yang berperan dalam kondisi ini?
Bradikinin
Histamin
Prostaglandin
Serotonin
Substance P
Yang bukan termasuk factor-faktor determinan terhadap peningkatan kebutuhan
oksigen otot jantung adalah
Diameter arteri koroner
BMR
Preload
Laju jantung
Afterload
Seorang pasien laki-laki 36 tahun, TB 160 cm dan BB 95 kg. dengan diagnosis tumor
intradural ekstramedular T7-8 dengan nyeri hebat dan paraperese inferior. Dilakukan
operasi dekompresi dan reaksi tumor dengan posisi prone. Pasca operasi pasien
mengeluhkan gangguan penglihatan atau post operative visual loss (POPVL). Faktor
risiko terjadinya POVL adalah
Semua benar
Operasi lama dengan posisi kepala head-down
Hipotensi kendali
Banyak kehilangan darah selama operasi
Obesitas
Wanita 45 tahun direncanakan pembedahan open cholescystectomy PS ASA 1. Dari
anamnesa pasien menyatakan bahwa kakaknya pernah dilakukan pembedahan yang sama
dalam kondisi sehat dan mengalami reaksi hebat akibat anestesi dengan gejala takikardi,
aritmia, dan hipertensi hingga perlu dirawat di ICU. Untuk anestesi wanita tersebut
sebaiknya dihindari penggunaan ?
Ketamin
Thiopental
Propofol
Sevoflurane
Etomidate
Seorang laki-laki 40 tahun mengeluh nyeri kepala kronis dan kelemahan tungkai bagian
bagian kanan. Hasil ctscan kepala menunjukkan adanya tumor di regio temporoparietal
kiri. Pasien kemudian direncanakan tindakan operasi reseksi tumor. Pada pasien dengan
rencana kraniotomi elektif, seringkali direncanakan ekstubasi di akhir operasi. Pada
ekstubasi di akhir kraniotomi elektif, hal yang anda lakukan adalah ?
Gas inhalasi baru ditutup saat pasien sudah dilakukan ekstubasi
Membuat napas spontan sejak awal operasi untuk memudahkan ekstubasi
Menghindari terjadinya bucking ataupun straining dari pasien yang dapat menyebabkan rebleeding
Tidak perlu memberikan reversal pelumpuh otot
Memberi tambahan sedasi saat pasien akan diekstubasi untuk mencegah bucking
Saat anda bertugas jaga IRD, pasien dikonsulkan kepada saudara untuk rencana tindakan operasi. Pasien adalah laki-laki 35 tahun dengan trauma di daerah bahu karena KLL. Didapatkan fraktur terbuka. Rencana akan dilakukan pemasangan implant (ORIF). Dari pemeriksaan didapatkan gangguan membuka mulut (hanya 2 jari) karena bekas luka bakar 2 tahun yang lalu di wajah dan perioral. Saat ini pasien pasien tampak tenang dan sesekali mengeluh nyeri bahunya, GCS 456, TD 138/74 mmHg, laju nadi 92x/menit. Teknik regional anestesi yang dapat dilakukan pada pasien ini adalah
Interscalenus blok
Infraclavicular blok
Axillar blok
Supraclavicular blok
Axillar + musculocutaneus blok
Wanita 42 tahun dirawat di ICU karena subarachnoid haemorrhage. Terapi yang dianjurkan untuk mencegah defisit neurologic iskemik karena vasospasme cerebral akibat subarachnoid haemorrhage adalah:
Nimodipine
Verapamil
Nicardipine
Nifedipine
Amlodipine
Pria 38 tahun mengalami traumatic brain injury dilakukan evalusi subdural hematoma. Pasca bedah tekanan darah 140/90, nadi 48 kali/menit, tekanan intrakranial 25 mmHg. Dilakukan peningkatakan minute volume pada pengaturan ventilasi mekanik. Perubahan fisiologis akibat pengaturan ventilasi mekanik yang baru tersebut adalah
Penurunan tekanan
Vasodilatasi cerebral
Pengurangan edema otak
Peningkatan nadi
Vasokonstriksi cerebral
Seorang laki-laki 48 tahun direncanakan untuk menjalani operasi mastoidektomi dan timpanoplasti. Pasien ini memiliki riwayat merokok sebanyak minimal 1 bungkus per hari selama lebih dari 30 tahun. Pernyataan di bawah ini yang benar mengenai merokok adalah
Merokok dapat meningkatkan kadar vitamin C
Merokok dapat meningkatkan kadar glutathion dalam darah
Merokok harus dihentikan sekurang-kurangnya 7 hari sebelum dilaksanakannya operasi untuk mengurangi komplikasi pulmonal
Merokok bukan merupakan salah satu penyebab injuri oksidatif terhadap jaringan
Merokok dapat meningkatkan sekresi mucus
Sistem sirkulasi terdiri jantung, pembuluh darah, dan darah. Fungsi system sirkulasi adalah untuk mensuplai oksigen dan nutrient ke jaringan dan membawa sisa hasil metabolisme untuk dibuang. Aliran darah coroner normalnya seiring dengan kebutuhan metabolic miokard, rata-rata pada laki-laki dewasa adalah 250 mL/mnt saat istirahat. Miokardium mengatur sendiri laju aliran darahnya dengan rentang tekanan perfusi antara 50-120 mmHg. Di luar rentang ini, aliran darah akan berifat pressure-dependent. Faktor yang kurang memengaruhi keseimbangan oxygen supply dan demand miokard adalah ?
Basal metabolic requirement
Coronary vessel lumen
Heart rate (diastolic filling time)
Kandungan oksigen arteri
Coronary perfusion pressure
Seorang perempuan berusia 45 tahun dengan diagnosa tumor mammae dekstra multipel direncanakan akan dilakukan eksisi tumor prosedur ambulatorik. Pasien dengan berat badan 95 kg dan tinggi badan 150 cm. Dari anamnesis didapatkan riwayat OSA dan komobid hipertensi tidak terkontrol. Saat kunjungan ke dokter anestesi, tekanan darah 190/100 mmHg. Apa tindakan yang tepat dilakukan untuk pasien di atas?
Optimalisasi komorbid hipertensi, pasien disarankan untuk tidak menjalani anestesi rawat jalan karena adanya riwayat OSA dan obesitas dengan IMT lebih dari 40 kg/m2
Pasien dipersiapkan untuk anestesi rawat jalan dengan diberi premedikasi amlodipine 10 mg dan alprazolam 0,5 mg pada malam hari sebelum tindakan
Pasien dipersiapkan untuk anestesi rawat inap dengan diberi premedikasi amlodipine 10 mg dan alprazolam 0,5 mg pada malam hari sebelum tindakan
Pasien disarakankan untuk control komorbid dan menurunkan berat badan sebelum prosedur dikarenakan tindakan tidak emergensi
Optimalisasi komorbid hipertensi, pasien direncanakan untuk anestesi rawat jalan setelah hipertensi terkontrol
Yang bukan merupakan faktor predisposisi terjadinya trauma induced coagulopathy pada kasus syok hemoragik adalah
Hemodilusi akibat resusitasi cairan kristaloid massif
Hipotermia
Hipoperfusi jaringan
Penurunan tingkat kesadaran
Asidosis metabolic berat
Seorang laki-laki 45 tahun direncanakan akan menjalani endoskopi di luar kamar operasi atas indikasi keganasan gastrointestinal. Dari hasil pemeriksaan didapatkan pasien memiliki berat badan 100 kg dan tinggi badan 150 cm, memiliki riwayat hipertensi sejak 5 tahun terakhir dengan rutin pegobatan amlodipine 10 mg. Tekanan darah saat diukur adalah 150/60 mmHg, frekuensi nadi 89x/menit, dan frekuensi napas 20x/menit Saturasi didapatkan 98% dengan udara ruang, posisi terlentang. Dari anamnesis dietahui pasien mengorok keras ketika tidur dan pasien sering terbangun tiba- tiba. Anda berencana akan melakukan teknik total intravenous anesthesia pada pasien ini. Berikut ini adalah factor predisposisi terjadi obstructive sleep apnea, kecuali:
Sering terbangun dari tidur dengan seperti sensasi tercekik
Riwayat hipertensi kronik dengan terkontrol obat
Lingkar leher pada laki-laki lebih dari 17 inches dan wanita 16 inches
Patensi hidung yang menurun akibat obstruksi anatomis
Sering tertidur sering saat menonton televisi
Seorang laki-laki umur 55 tahun post KLL (kecelakaan lalu lintas), datang ke RS dengan penurunan kesadaran. Pada pemeriksaan pasien tampak jejas di dada dan di perut, dengan tekanan darah 70/40 mmHg dan laju nadi 160 kali/menit. Tatalaksana awal dilakukan dengan survey primer dan pemberian kristaloid 1000 cc. Pada evaluasi kemudian didapati kesadaran membaik, tekanan darah 100/40 mmHg, laju nadi 120 kali/menit, sehingga diputuskan diberikan koloid 500 cc dan 500 cc PRC. Pasca pemberian PRC didapatkan pasien bertambah sesak dan terjadi reaksi anafilaksis. Pernyataan yang benar tentang reaksi anafilaksis
Prevalensi defisiensi Ig-A sekitar 1:1000
Biasanya terjadi pada pasien dengan defisiensi Ig-A dengan Antibodi Ig-B
Angka kejadian reaksi anafilaksis 1:150.000 tindakan transfusi
Salah satu terapinya adalah epinefrin intravena 1 mg
Biasanya terjadi pada pasien dengan defisiensi Ig-B dengan Antibodi Ig-A
Pasien laki-laki 80 tahun menjalani operasi hip replacement karena riwayat terjatuh di kamar mandi 1 bulan lalu. Operasi berjalan dengan anestesia kombinasi blok subarakhnoid dan epidural. Pasien dengan status fisisk ASA 2 karena riwayat hipertensi terkontrol (TD praoperasi 130/80 mmH, nadi 65x/menit) dengan obat bisoprolol dan amlodipin. Sebelum sakit pasien mengatakan masih dapat beraktivitas seperti biasa dan rutin berjalan 30 menit setiap harinya. Setelah anestesia subarakhnoid dengan bupivakain heavy 10 mg, didapatkan tekanan darah pasien turun hingga 70/40 mmHg, nadi 80x/menit. Setelah diberikan efedrin beberapa kali hingga total 5 mg, tekanan darah kembali turun. Akhirnya pasien diberikan norepinefrin hingga akhir operasi. Parameter fisiologis apa yang mengalami peningkatan nilai pada geriatri?
Aliran darah ginjal turun
Reflex baroreseptor turun
Closing capacity
Alveolar surface area turun
Elastisitas pembuluh darah arteri turun
Anda merencanakan penelitian 2 obat pelumpuh otot non depolarisasi untuk
membandingkan kecepatan pemulihan dari pengaruh obat tersebut. Pemantauan yang
tepat untuk tujuan penelitian tersebut adalah
Nervus fascialis di musculus orbicularis occuli
Nervus gascialis di musculus orbicularis oris
Nervus tibialis di musculus abductor hallucis
Nervus peroneus communis di musculus extensor hallucis longus
Nervus ulnaris di musculus adductor pollicis
Seorang pasien menjalani operasi ekstremitas bawah dalam anestesi epidural. Selama prosedur digunakan pneumatic torniquet. Satu jam pasca inflasi dengan tekanan mendekati 100 mmHg di atas sistolik pasien mengeluh terasa nyeri seperti terbakar di daerah operasi. Apa tindakan yang tepat untuk kejadian tersebut?
Meminta spool cairan norma saline dingin pada area operasi
Memberikan suplemen analgetik intravena
Deflasi torniquet
Menambah suplemen obat epidural
Menghentikan stimulus tindakan operasi
Wanita usia 35 tahun dengan G3P2A0 Hamil 41 minggu direncanakan terminasi kehamilan dengan sectio caesaria. Pasien dengan preeklampsi berat, tekanan darah 180/110 mmHg, nadi 65 bpm dengan terapi nifedipine 4x10 mg. Pertimbangan anestesi umum pada pasien ini adalah
Pasien dengan kadar trombosit 175000
Pasien dengan edema tungkai
Produksi urine tercatat 0,5ml/kgbb/jam
Pasien dengan penurunan kesadaran pasca kejang
Hasil CTG menunjukkan janin dengan deselerasi dini
Seorang perempuan berusia 70 tahun akan dilakukan operasi tumor payudara. Di ryang operasi pasien terlihat tenang dengan tekanan darah 150/70 dan laju nadi 70 kali per menit laju nafas 20 kali per menit. dengan saturasi pasien saat supine 95% tanpa suplementasi oksigen. Anda merencanakan pembiusan dengan anestesia umum, Hal yang benar dibawah ini yaitu
FRC pada pasien lansia menurun siring bertambahnya usia
Terjadi peningkatan respon terhadap PCO2 dan PO2
Closing Capacity (CC) menjadi lebih tinggi dari FRC pada lansia bahkan pada saat posisi duduk
Peran diafragma dan otot abdomen lebih besar pada dewasa muda dibandingkan pada lansia
Terjadi penurunan pirau intrapulmonal akibat kolapsnya jalan napas
Seorang laki-laki berusia 40 tahun akan direncanakan operasi bedah mata dengan menggunakan anestesi umum. Sesaat setelah pemberian relaksan otot tampak tekanan bola mata meningkat melalui pemeriksaan tonometry. Jenis pelumpuh otot yang diberikan pada pasien tersebut adalah
Vecuronium
Atracurium
Suksinilkolin dan Ketamine
Rocuronium
Cisatracurium
Seorang perempuan berusia 34 tahun dengan diagnosa G3P2A0 dikonsulkan ke anda oleh TS Obstetrik untuk tindakan anestesi pada operasi dilatasi dan kuretase pagi ini. Tanda vitalnya meliputi frekuensi nadi 87 kali per menit, tekanan darah 130/70 mmHg, frekuesni nafas 14 kali per menit dengan saturasi 99% udara ruangan. Pasien tidak demam dan sudah puasa dari malam harinya. DIketahui pasien mengalami abortus spontan sejak 2 hari dan dari USG terlihat sisa jaringan. Pasien direncanakan untuk pulang setelah prosedur operasi dan anestesi selesai. Rekomendasi manakah yang sesuai terkait manajemen intraoperatif pada pasien ini?
Nyeri post operasi tidak dapat dikendalikan dengan regimen NSAID oral saja menjadi pertimbangan untuk tidak memulangkan pasien
Analgesia pasca operasi dapat dicapai dengan kombinasi asetaminofen dan NSAID serta opioid intravena
Pasien dapat dipulangkan jika ada pendamping orang dewasa yang bertanggung jawab
Anestesi inhalasi dengan sevoflurane dapat menjadi pilihan karena dapat mempercepat pulih sadar dibandingan dengan anestesi intravena total (TIVA)
Adanya perdarahan akibat kuretase menjadi pertimbangan untuk tidak memulangkan pasien
Saat anda bertugas jaga ada pasien dikonsulkan kepada saudara untuk rencana tindakan operasi. Pasien adalah laki laki 35 tahun dengan trauma di daerah bahu karena KLL didapatkan fraktur terbuka dan rencananya dilakukan tindakan ORIF. Pada pemeriksaan terdapat gangguan buka mulut (hanya 2 jari) karena bekas luka bakar 2 tahun lalu di wajah. Saat ini pasien tampak tenang dengan GCS 15, TF 138/74 mmHg, Nadi 92x/menit. Jika menggunakan alat bantu USG dalam melakukan peripheral blok pada pasien ini, hal berikut yang tidak benar adalah
Penting memahami anatomi dan sono anatomi pada area blok dengan baik
Jangan lakukan pendekatan agresif ujung jarum ke tengah saraf yang dituju
Steril drapping tetap di perlukan pada blok saraf dengan menggunakan USG
Letakkan ujung jarum sedekat mungkin dengan target saraf
Pemilihan ultrasound probe untuk lokasi saraf yang superfisial lebih baik menggunakan jenis curve
Anak laki laki usia 5 tahun yang akan direncanakan operasi tonsilektomi dari alloanamnesis didapatkan riwayat batuk pilek 4 minggu yang lalu. Pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratoirum saat ini dalam batas normal. Setelah operasi selesai pasien akan dilakukan ekstubasi sadar. Sebelum dilakukan ekstubasi pasien dilakukan suction intraoral dan pasien terbatuk namun pasien belum sadar sepenuhnya dan dilakukan ekstubasi. Lalu pasien tampak sesak dan desaturasi pada ausukultasi terdengan suara dasar menurun dan terdapat stridor inspirasi di kedua lapang paru. Pernyataan yang KURANG tepat dari keadaan tersebut adalah
Kemungkinan terjadi onstruksi berupa spasme laring atau edema trakea
Croup diatasi dengan pemberian ventilasi tekanan positif jawthrust dan pemberian lidokasin 1-1,5 mg/kg IV
Edema glotis dapat dicegah dengan pemberian dexamethasone 0,25-0,5mg.kg intravena
Croup sering terjadi dalam 3 jam pertama setelah ekstubasi
Spasme laring sering terjadi pada infant sedang croup pada toddler (1-4 tahun)
Wanita 30 tahun rencana tindakan eksisi fibroadenoma mammae bilateral. Pada pemeriksaan fisik didapatkan frekuensi nafas 14x/menit TD 120/70 mmHg denyut nadi 80x/menit, sensorium sadar penuh, pemeriksaan lain dalam batas normal. Pasien direncanakan pembiusan dengan anestesi umum intubasi, induksi lancar rumatan inhalasi sevofluran + oksigen + N2O. Setelah operasi selesai, pasien sadar dan bernafas spontan, pasien dilakukan ekstubasi dengan frekuensi nafas 16x/menit, tekanan darah 110/80 mmhg, saturasi oksigen 100%. Setelah 5-10 menit di ruang pemulihan, perawat melaporkan bahwa pasien mengealami desaturasi dengan frekuensi nafas 30x/menit, tidak ada suara nafas tambahan, hemodinamik stabil. Penyebab kondisi pasien tersebut adalah
ARDS
Shock hipovolemik
Airway Obstruction
Acute postoperative pain
Diffusion Hypoxia
Pria 58 tahun dilakukan pembedahan lobektomi lobus atas paru kiri. Penyakit penyerta COPD, pasien perikok berat. Terapi salbutamol dan theophylline. Selama perioperatif tidak ada masalah namun hari kedua pasca bedah di HCU pasien mengalami atrial fibrilasi ventricular rate 140-170x/menit, tekanan darah turun dari nilai normal untuk usianya menjadi 80/40 mmHg. Tindakan yang harus dilakukan pada pasien ini adalah
Berikan digitalis intravena
Periksa serium elektrolit terutama kalium dan magnesium
Lakukan Synchronized DC Shock
Berikan oksigen 8 liter perm menit dengan menggunakan NRM
Berikan amiodarone 5mg/ kgBB bolus
Yang bukan merupakan faktor predisposisi terjadinya trauma induced coagulopathy pada kasus shock hemorrhagic adalah:
Hipotermia
penurunan tingkat kesadaran
hipoperfusi jaringan
asidosis metabolik berat
Hemodilusi akibat resusitasi cairan kristaloid massif
Pria 70 tahun , 58 kg dilakukan pembedahan TUR bulli. Paska bedah mengalami gangguan motorik dan sensorik ditungkai kanan. Trauma saraf akibat posisi lithotomi tidak mengenai saraf
popliteal lateralis
saphenous
fermoral
obturator
common peroneal
Anak usia 10 tahun paska pembedahan tonsilektomi rawat jalan, 6 jam kemudian datang ke UGD dengan keluhan muntah darah. Pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum lemah, tampak pucat, kesadaran agak gelisah, TD 95/50, nadi 120x/m, RR 25x/m, tampak perdarahan aktif dari luka operasi, dari pemeriksaan penunjang, didapatkan Hb 9, pasien akan dilakukan pembedahan darurat untuk eksplorasi pendarahan. Apa yang pertama anda lakukan pada pasien ini?
tranfusi darah dengan PRC
intubasi endotrakeal dengan Crash intubation
intubasi endotrakeal dengan teknik RSI
resusitasi cairan dengan kristaloid
intubasi endotrakeal dengan awake blind nasal intubation
Pria 66 th dilakukan pemeriksaan penunjang echocardiography. Hasil echo left ventrikular end-diastolik volume 125 ml dan end-sistolik volume 50 ml, maka left ventricular ejection fraction pasien ini adalah :
0,55
0,4
0,5
0,6
0,65
Seorang laki laki berusia 48 th menjalani operasi pembedahan mata. Dokter anestesi menggunakan regional anestesi dengan menyuntikkan anestesi lokal daerah episklera. Teknik anestesi regional ini adalah ,
subtenon block
fasial block
retrobulbar block
peribulbar block
opthamlmic block
Wanita 30 tahun direncanakan pembedahan laparotomi urgent. Anamnesa didapatkan riwayat keluarga dengan suksinilkolin apnea, oleh sebab itu induksi digunakan propofol dan rokuronium dengan dosis intubasi. Ternyata terjadi penyulit difficult intubation. Tindakan reversal dari pelumpuh otot yang tepat adalah
sugammadex 16mg/kgbb iv
sugammadex 4mg/kgbb iv
edrophonium 0,1 mg/kgbb iv
neostigmin 0,1 mg/kgbb iv dan atropin sulfat 0,05mg/kgbb
nesotigmin 0,07 mg/kgbb dan atropin sulfat 0,01mg/kgbb
Yang BUKAN termasuk faktor faktor determinan terhadap peningkatan kebutuhan (demand) oksigen otot jantung adalah
afterload
BMR
preload
diameter arteri koroner
laju jantun
Laki laki 19 th terjatuh dari ketinggian 3m, dengan punggung yang terbentur lantai. Pasien dibawa ke IGD dengan kondisi tidak sadar. Sampai di IGD pasien sempat bangun dan dilakukan anamnesa dan pemeriksaan fisik. Dari TS ortopedi, pasien diduga mengalami spinal cord injury di level torakal. Pasien direncanakan untuk operasi dekompresi dan diminta untuk dilakukan pembiusan dengan anestesi umum. Hal yang harus diperhatikan selama anestesi umum pada spinal cord injury
takikardia merupakan tanda terjadinya trauma pada level torakal atas
metilprednisolon secara penelitian terbukti dapat memperbaiki luaran pasien yang
menjalani operasi spinal cord injury
hipotensi saat induksi dapat menjadi teknik mengurangi pendarahan intraoperative
Menjaga nilai rerata tekanan darah lebih tinggi bertujuan untuk
memastikan perfusi adekuat ke area yang terkompresi
syok neurogenik yang terjadi pada cedera tulang belakang atas dapat ditangani
dengan prinsip penatalaksanaan syok hipovolemi
Pria usia 45 tahun menderita mastoiditis dan akan dilakukan mastoidektomi
timpanoplasty. Dari anamnesa riwayat penyakit dahulu, alergi disangkal. Pemeriksaan
penunjang didapatkan hasil normal. Pembedahan dilakukan dengan anestesi umum
menggunakan N2O. berapa waktu minimal N20 dihentikan sebelum pemasangan graft
timpani ?
45 menit
15 menit
5 menit
60 menit
10 menit
Wanita usia 18 tahun dirujuk dengan perdarahan postpartum pasca kelahiran spontan di bidan. Pasien tidak memiliki Riwayat penyakit sebelum dan saat kehamilan. Pasien tampak sakit berat, kesadaran apatis- somnolen, tekanan darah 80/40 mmHg, nadi 125 bpm, laju napas 25 kali per menit. Selama perjalanan dalam rujukan, pasien mendapatkan resusitasi cairan dengan iv line di manus kiri 18G RL 800 ml. yang TIDAK termasuk tatalaksana perdarahan postpartum adalah
Jika yang terjadi adalah laserasi perianal, indikasi local atau blok pudendal
dapat dilakukan
Anestesia umum sering diperlukan untuk ekstraksi
manual retensio plasenta
Resusitasi cairan tidak diperlukan
Bolus oxytocin 20 U intravena
Methylergometine 0,2 mg drip dalam 100mL NS selama 10 menit
