Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS TPK: Etika Global

Total questions: 20

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Sebuah perusahaan multinasional yang beroperasi di beberapa negara berkembang menemukan bahwa dengan memberikan "hadiah" kepada pejabat lokal, proses perizinan mereka menjadi jauh lebih cepat. Di negara asal perusahaan, praktik ini dianggap sebagai suap dan ilegal. Namun, di negara lokasi operasi, hal ini dianggap sebagai bagian dari "membangun hubungan" dan merupakan praktik bisnis yang umum. Dengan menggunakan kerangka etika global, manakah dilema utama yang dihadapi perusahaan?

a)

Dilema antara pendekatan utilitarianisme, yang mungkin membenarkan "hadiah" demi efisiensi yang lebih besar, dan etika kebajikan yang mempertanyakan karakter pembuat keputusan.

b)

Dilema antara tekanan kompetitif untuk mencapai keuntungan dan kewajiban deontologis untuk mengikuti aturan hukum negara asal secara universal.

c)

Dilema antara sensitivitas budaya yang mencoba memahami praktik lokal dan penerapan prinsip etika universal seperti kejujuran dan keadilan yang tidak mengenal batas negara.

d)

Dilema antara model pengambilan keputusan rasional yang menganalisis biaya-manfaat dan model intuitif yang mungkin merasa praktik tersebut salah secara inheren.

2.

Seorang manajer di perusahaan teknologi raksasa sedang mengembangkan algoritma AI untuk sistem rekrutmen. Algoritma ini, setelah diuji, secara tidak sengaja menunjukkan preferensi terhadap kandidat laki-laki untuk posisi teknis karena dilatih menggunakan data historis perusahaan yang didominasi laki-laki. Manajer menyadari bahwa meluncurkan sistem ini akan meningkatkan efisiensi secara drastis, namun melanggengkan bias gender. Dari perspektif etika kebajikan, tindakan apa yang paling mencerminkan karakter seorang pemimpin etis global?

a)

Meluncurkan sistem tersebut dengan argumen konsekuensialis bahwa efisiensi yang didapat akan memberikan kebaikan terbesar bagi perusahaan secara keseluruhan.

b)

Mengabaikan bias tersebut karena algoritma tidak memiliki niat untuk mendiskriminasi, sehingga secara deontologis tidak ada aturan eksplisit yang dilanggar.

c)

Menghentikan peluncuran sistem dan menginvestasikan waktu serta sumber daya untuk membersihkan data dan melatih ulang algoritma demi mengembangkan kebajikan keadilan dan tanggung jawab sosial.

d)

Menyerahkan keputusan kepada departemen hukum untuk meminimalkan risiko tuntutan hukum, dengan fokus pada kepatuhan regulasi semata.

3.

Pemerintah sebuah negara memutuskan untuk membangun bendungan besar yang akan menghasilkan listrik bersih bagi jutaan warganya dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, proyek ini akan menenggelamkan beberapa desa dan memaksa ribuan orang pindah dari tanah leluhur mereka. Pendekatan etis mana yang paling menggambarkan justifikasi pemerintah untuk melanjutkan proyek tersebut, meskipun ada dampak negatif yang signifikan pada kelompok minoritas?

a)

Pendekatan Deontologis, yang berfokus pada kewajiban pemerintah untuk memajukan negara, terlepas dari konsekuensinya.

b)

Pendekatan Utilitarianisme, yang berpendapat bahwa kebahagiaan dan manfaat (listrik dan ekonomi) bagi mayoritas lebih besar daripada penderitaan minoritas yang tergusur.

c)

Pendekatan Etika Kebajikan, yang menilai tindakan ini sebagai cerminan dari kebajikan "visi" dan "kemajuan" seorang pemimpin.

d)

Pendekatan berbasis Hak Asasi Manusia, karena hak atas pembangunan ekonomi dianggap lebih fundamental daripada hak atas tempat tinggal.

4.

Sebuah perusahaan farmasi menemukan obat baru yang sangat efektif untuk penyakit langka. Namun, biaya riset dan produksi membuat harga obat tersebut sangat mahal, sehingga hanya terjangkau oleh segelintir orang kaya. Jika perusahaan menetapkan harga tinggi, mereka dapat mendanai riset lebih lanjut untuk obat lain. Jika mereka menurunkan harga, lebih banyak orang akan selamat dari penyakit langka tersebut, tetapi inovasi masa depan akan terhambat. Immanuel Kant, dengan "imperatif kategoris"-nya, kemungkinan besar akan menganalisis dilema ini dengan bertanya:

a)

Tindakan mana yang akan menghasilkan kebahagiaan terbesar bagi jumlah orang terbesar?

b)

Apakah tindakan menetapkan harga yang tidak terjangkau bisa dijadikan hukum universal bagi semua perusahaan farmasi di semua situasi?

c)

Karakter moral seperti apa yang sedang saya bangun dengan keputusan ini: serakah atau welas asih?

d)

Bagaimana kita bisa menyeimbangkan hak perusahaan untuk mendapat untung dengan hak pasien untuk hidup?

5.

Dalam menghadapi krisis perubahan iklim, sebuah negara maju berargumen bahwa negara-negara berkembang harus ikut serta dalam mengurangi emisi secara drastis. Namun, negara-negara berkembang membalas bahwa negara maju telah berpolusi selama satu abad untuk membangun kekayaan mereka dan sekarang secara tidak adil menghalangi pembangunan negara lain. Prinsip etika global fundamental apa yang menjadi inti dari konflik ini?

a)

Kejujuran, terkait transparansi data emisi dari masing-masing negara.

b)

Penghormatan terhadap HAM, terutama hak untuk lingkungan yang bersih.

c)

Tanggung Jawab Sosial, mengenai dampak kolektif terhadap planet ini.

d)

Keadilan, khususnya keadilan distributif mengenai siapa yang harus menanggung beban terbesar untuk masalah yang diciptakan secara tidak merata.

6.

Perusahaan "FastFashionCo" memindahkan produksinya ke negara dengan peraturan lingkungan yang sangat longgar. Hal ini memungkinkan mereka memproduksi pakaian dengan biaya sangat rendah, yang menguntungkan konsumen dengan harga murah dan investor dengan profit tinggi. Namun, proses produksinya mencemari sungai lokal yang menjadi sumber air bagi komunitas sekitar. Ketika dihadapkan pada kritik, CEO perusahaan berargumen, "Tugas utama kami adalah memaksimalkan nilai bagi pemegang saham." Argumen CEO ini paling selaras dengan pendekatan etis yang mana, dan paling bertentangan dengan yang mana?

a)

Selaras dengan Utilitarianisme sempit (fokus pada manfaat ekonomi), bertentangan dengan Tanggung Jawab Sosial dan Etika Lingkungan.

b)

Selaras dengan Deontologi (kewajiban kepada pemegang saham), bertentangan dengan Etika Kebajikan.

c)

Selaras dengan Model Intuitif, bertentangan dengan Model Rasional.

d)

Selaras dengan Etika Kebajikan (kebajikan efisiensi), bertentangan dengan Deontologi.

7.

Dalam sebuah rapat penentuan proyek tahunan, tim Anda terpecah menjadi dua kubu dengan ide yang sangat berbeda. Pemimpin tim, alih-alih memfasilitasi diskusi mendalam, memutuskan untuk langsung melakukan voting untuk menghemat waktu. Akibatnya, tim pemenang merasa jumawa sementara tim yang kalah merasa tidak didengar dan enggan berkontribusi pada proyek terpilih. Mengacu pada studi kasus dalam presentasi, kegagalan ini mencerminkan masalah apa?

a)

Kegagalan menerapkan teknik 6-3-5 Brainwriting yang dapat menghasilkan lebih banyak ide.

b)

Polarisasi kelompok yang membuat keputusan menjadi lebih ekstrem dari seharusnya.

c)

Voting tanpa dialog mendalam yang hanya memindahkan konflik ke tahap implementasi, seperti yang terjadi pada kasus BEM Universitas

d)

Kurangnya persiapan BATNA (Best Alternative to a Negotiated Agreement) dari pihak yang kalah.

8.

Seorang manajer proyek sedang bernegosiasi dengan klien mengenai perpanjangan waktu proyek. Klien bersikeras pada tenggat waktu awal. Alih-alih langsung menolak atau menyetujui, manajer tersebut bertanya, "Bisakah Anda membantu saya memahami aspek mana dari proyek ini yang paling krusial untuk selesai pada tenggat waktu awal?" Pertanyaan ini merupakan contoh dari teknik komunikasi negosiasi yang mana dan bertujuan untuk apa?

a)

Pertanyaan tertutup, yang bertujuan untuk mendapatkan konfirmasi "ya" atau "tidak".

b)

Mendengar aktif, yang bertujuan untuk menunjukkan empati tanpa mencari solusi.

c)

Pertanyaan terbuka yang efektif, yang bertujuan untuk mengungkap kepentingan tersembunyi di balik posisi kaku klien.

d)

Bahasa tubuh, yang bertujuan untuk membangun hubungan baik sebelum masuk ke tawar-menawar.

9.

Dalam sebuah sesi brainstorming untuk mencari nama produk baru, seorang anggota junior ragu-ragu mengusulkan sebuah ide yang terdengar konyol. Namun, fasilitator mendorongnya dan mengingatkan tim pada aturan dasar brainstorming. Ternyata, ide yang "konyol" tersebut memicu ide lain dari anggota senior, yang akhirnya disempurnakan menjadi nama final yang brilian. Prinsip brainstorming mana yang paling berperan dalam kesuksesan sesi ini?

a)

Mengejar kuantitas ide, bukan kualitas di awal.

b)

Menunda kritik dan mendorong ide-ide liar untuk mengizinkan penumpangan ide (membangun di atas ide orang lain).

c)

Menggunakan metode elektronik untuk memastikan anonimitas.

d)

Menerapkan teknik 6-3-5 Brainwriting untuk struktur yang lebih baik.

10.

Dua departemen di sebuah perusahaan berselisih mengenai alokasi anggaran. Departemen Pemasaran menginginkan dana besar untuk kampanye iklan baru, sementara Departemen IT membutuhkan dana untuk upgrade sistem keamanan. Negosiasi berjalan alot karena keduanya hanya fokus pada apa yang mereka inginkan (posisi). Seorang mediator yang terampil akan mencoba menggeser fokus negosiasi ke arah...

a)

Mencari kompromi di mana keduanya mendapatkan setengah dari yang mereka minta.

b)

Menemukan "Win-Win Solution" dengan cara memahami kepentingan mendasar keduanya (misalnya, Pemasaran butuh 'pertumbuhan pelanggan', IT butuh 'keberlangsungan bisnis') dan mencari cara untuk memenuhi keduanya.

c)

Menentukan BATNA (rencana cadangan) untuk masing-masing departemen jika kesepakatan tidak tercapai.

d)

Menggunakan pendekatan kompetitif (Win-Lose) untuk menentukan departemen mana yang argumennya lebih kuat.

11.

Sebuah komite sedang dalam proses pengambilan keputusan yang sangat penting. Untuk menghindari fenomena "Groupthink", di mana anggota cenderung setuju dengan pendapat mayoritas atau pemimpin demi menjaga harmoni, ketua komite menugaskan satu anggota untuk secara aktif menantang setiap asumsi dan kesimpulan yang muncul. Teknik apa yang sedang diterapkan oleh ketua tersebut?

a)

Metode Delphi, yang mengumpulkan pendapat ahli secara anonim.

b)

Voting rahasia, untuk mengurangi tekanan sosial.

c)

Teknik "Advokat Setan" (Devil's Advocate), untuk sengaja menantang konsensus yang muncul dan memastikan semua sudut pandang dievaluasi.

d)

Nominal Group Technique, yang menggabungkan brainstorming individual dengan diskusi kelompok.

12.

Sebelum memasuki negosiasi kenaikan gaji dengan atasannya, seorang karyawan melakukan riset mendalam tentang standar gaji di industrinya, mempersiapkan daftar pencapaian kerjanya, dan yang terpenting, ia telah menerima tawaran pekerjaan dari perusahaan lain dengan gaji yang sedikit lebih tinggi. Tawaran pekerjaan dari perusahaan lain ini berfungsi sebagai apa dalam proses negosiasinya?

a)

Titik pembuka negosiasi (Opening Offer).

b)

Solusi Win-Win (Win-Win Solution).

c)

BATNA (Best Alternative to a Negotiated Agreement), yang memberinya jaring pengaman dan posisi tawar yang lebih kuat.

d)

Kompromi (Compromise), yang akan ia tawarkan di tengah negosiasi.

13.

Proses pengambilan keputusan kolektif seringkali dianggap lebih unggul daripada keputusan individual karena berbagai alasan. Namun, proses ini juga memiliki tantangan yang signifikan. Berdasarkan presentasi, manakah yang merupakan salah satu tantangan utama dari pengambilan keputusan kolektif yang membuatnya seringkali terasa lambat dan menyebalkan?

a)

Prosesnya cenderung menghasilkan keputusan yang terlalu berisiko karena polarisasi kelompok.

b)

Kurangnya perspektif yang beragam karena fenomena groupthink.

c)

Prosesnya sangat memakan waktu dan berpotensi menimbulkan konflik yang tinggi di antara anggota kelompok.

d)

Sulitnya mengimplementasikan keputusan karena kurangnya rasa kepemilikan dari anggota.

14.

Pemerintah Indonesia meluncurkan Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial (Stranas KA) 2020-2045. Menurut narasi dalam presentasi, tujuan utama dari inisiatif ambisius ini adalah...

a)

Menjadikan Indonesia sebagai konsumen utama teknologi AI impor untuk mempercepat digitalisasi.

b)

Fokus pada otomatisasi pekerjaan repetitif untuk mengatasi masalah pengangguran.

c)

Menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam revolusi AI global, bukan hanya sebagai penonton atau pasar.

d)

Menciptakan "Bukit Algoritma" sebagai satu-satunya pusat pengembangan AI di Indonesia.

15.

Sebuah perusahaan logistik di Indonesia mengadopsi sistem AI untuk mengoptimalkan rute pengiriman barang. Sistem ini menganalisis pola lalu lintas, kondisi cuaca, dan data historis untuk menentukan jalur tercepat dan termurah. Penerapan AI di sektor logistik ini secara langsung mengatasi masalah spesifik apa yang sering digambarkan dalam presentasi?

a)

Kesulitan memprediksi harga komoditas di pasar tradisional.

b)

Lamanya proses klaim asuransi untuk kendaraan pengiriman.

c)

Ketergantungan pada intuisi atau bertanya pada "abang-abang di pinggir jalan" yang seringkali tidak efisien dan menyebabkan keterlambatan.

d)

Kurangnya kemampuan supir dalam menggunakan aplikasi peta digital.

16.
  1. Presentasi menyoroti bahwa dampak AI pada dunia kerja bukanlah semata-mata tentang "robot mencuri pekerjaan manusia". Sebaliknya, pergeseran yang lebih signifikan adalah kolaborasi manusia-mesin. Dalam konteks ini, apa peran utama yang diharapkan dari manusia di masa depan?

a)

Mengawasi robot dan memastikan mereka tidak membuat kesalahan dalam tugas-tugas repetitif.

b)

Fokus pada pekerjaan yang membutuhkan kreativitas, empati, dan pemikiran strategis, sementara AI menangani tugas-tugas rutin dan analitis16161616.

c)

Menjadi programmer untuk semua sistem AI yang digunakan dalam industri.

d)

Bersaing dengan AI untuk menunjukkan bahwa manusia masih lebih unggul dalam segala hal.

17.
  1. Sebuah bank mengimplementasikan sistem AI untuk mendeteksi penipuan transaksi kartu kredit. Sistem ini menganalisis ribuan transaksi per detik dan menandai aktivitas yang tidak biasa, seperti pembelian dalam jumlah besar yang tiba-tiba untuk produk yang tidak lazim bagi nasabah tersebut. Kemampuan AI ini merupakan contoh dari otomatisasi proses bisnis yang bertujuan untuk...

a)

Menggantikan peran analis keuangan dalam memberikan rekomendasi investasi.

b)

Menganalisis big data untuk memprediksi tren pasar dan permintaan produk.

c)

Mengidentifikasi aktivitas mencurigakan secara real-time untuk mencegah kerugian finansial sebelum terjadi17.

d)

Mempersonalisasi layanan pelanggan melalui chatbot virtual.

18.
  1. Meskipun AI menawarkan potensi ekonomi yang besar bagi Indonesia, presentasi juga menekankan adanya tantangan dan risiko yang signifikan. Salah satu kekhawatiran utama yang diakui oleh mayoritas perusahaan di Indonesia (68%) adalah...

a)

Celah keamanan data yang dapat dieksploitasi oleh peretas.

b)

Bias dalam algoritma AI yang dapat menyebabkan keputusan yang tidak adil atau diskriminatif18.

c)

Kurangnya tenaga kerja terampil untuk mengoperasikan teknologi AI.

d)

Kebutuhan akan kerangka regulasi yang lebih kuat dari pemerintah.

19.
  1. Dalam sektor pertanian, AI digambarkan dapat membantu petani modern di Indonesia. Bagaimana AI secara spesifik merevolusi cara petani mengambil keputusan, menggantikan metode tradisional?

a)

AI membantu menawar harga komoditas di pasar tradisional agar petani mendapat keuntungan lebih.

b)

AI menganalisis kondisi tanah dan pola cuaca untuk memberikan rekomendasi waktu tanam dan panen yang optimal, menggantikan prediksi berdasarkan firasat atau tanda alam19.

c)

AI mengoperasikan traktor dan mesin panen secara otonom sepenuhnya, menghilangkan kebutuhan akan tenaga kerja manusia.

d)

AI menciptakan varietas tanaman baru yang lebih tahan terhadap hama melalui simulasi genetik.

20.
  1. Kolaborasi "Tiga Pilar" dianggap krusial untuk mempersiapkan masa depan AI di Indonesia. Siapa saja yang dimaksud dengan tiga pilar tersebut, dan mengapa kolaborasi mereka sangat penting?

a)

Pemerintah, Startup, dan Investor. Kolaborasi ini penting untuk memastikan pendanaan yang cukup bagi inovasi.

b)

Pemerintah, Industri, dan Akademisi. Kolaborasi ini penting karena inovasi industri tanpa riset akademis dan regulasi pemerintah yang mendukung akan berjalan timpang20.

c)

Developer, Peneliti, dan Pengguna. Kolaborasi ini penting untuk memastikan produk AI sesuai dengan kebutuhan pasar.

d)

Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta. Kolaborasi antar kota-kota ini penting untuk menciptakan ekosistem AI yang merata.