wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS FARMAKOLOGI

Total questions: 90

Worksheet time: 45mins

Name
Class
Date
1.
Perilaku pasien hipertensi yang salah adalah:
a)
Minum obat saat perlu saja
b)
Rutin kontrol
c)
Konsultasi ke dokter
d)
Mengikuti anjuran terapi
2.
Hipertensi primer juga dikenal dengan istilah berikut, kecuali:
a)
Idiopatik
b)
Esensial
c)
Sekunder
d)
Tidak diketahui penyebabnya
3.
Obat lini pertama untuk hipertensi tanpa compelling indication adalah:
a)
ARB
b)
CCB
c)
Diuretik Thiazida
d)
Beta bloker
4.
Mekanisme kerja ACEI adalah:
a)
Menghambat kerja aldosteron
b)
Menghambat enzim yang mengubah AT I ke AT II
c)
Meningkatkan kerja bradikinin
d)
Merangsang sekresi renin
5.
Efek samping khas dari ACEI adalah:
a)
Hiperkalemia
b)
Hipotensi
c)
Batuk
d)
Retensi cairan
6.
Obat yang tidak menyebabkan batuk sebagai efek samping:
a)
Kaptopril
b)
Enalapril
c)
Losartan
d)
Lisinopril
7.
Contoh ARB adalah:
a)
Propranolol
b)
Losartan
c)
Verapamil
d)
Kaptopril
8.
Beta bloker kardioselektif adalah:
a)
Propranolol
b)
Atenolol
c)
Nadolol
d)
Timolol
9.
Mekanisme kerja CCB:
a)
Merangsang pelepasan kalsium
b)
Menurunkan produksi aldosteron
c)
Menghambat saluran kalsium
d)
Menghambat reseptor AT II
10.
Efek dari penggunaan antagonis α1:
a)
Vasokonstriksi
b)
Vasodilatasi
c)
Bradikardi
d)
Hipotensi rebound
11.
Contoh obat α2 agonis sentral:
a)
Clonidine
b)
Prazosin
c)
Propranolol
d)
Furosemid
12.
Nitrat bekerja dengan meningkatkan:
a)
cAMP
b)
cGMP
c)
Kalium intrasel
d)
Kalsium intrasel
13.
Obat yang digunakan dalam preeklampsia ringan:
a)
Nifedipin
b)
Methyldopa
c)
Atenolol
d)
Propranolol
14.
Kombinasi paling umum pada preeklampsia berat adalah:
a)
ACEI dan diuretik
b)
CCB dan Methyldopa
c)
Beta bloker dan ARB
d)
Diuretik dan CCB
15.
Salah satu penyebab hipertensi resisten:
a)
Hipokalemia
b)
Konsumsi garam rendah
c)
Penggunaan NSAID
d)
Diet rendah lemak
16.
Perilaku pasien hipertensi yang salah adalah:
a)
Minum obat saat perlu saja
b)
Rutin kontrol
c)
Konsultasi ke dokter
d)
Mengikuti anjuran terapi
17.
Obat yang digunakan untuk menekan batuk kering adalah:
a)
Ekspektoran
b)
Antitusif
c)
Mukolitik
d)
Antihistamin
18.
Contoh antitusif dengan kerja sentral adalah:
a)
Guafenesin
b)
Bromheksin
c)
Dekstrometorfan
d)
Ambroksol
19.
Efek samping dari dekstrometorfan adalah:
a)
Hiperkalemia
b)
Pusing dan gangguan saluran cerna
c)
Hipotensi
d)
Bronkospasme
20.
Ekspektoran bekerja dengan cara:
a)
Menekan pusat batuk
b)
Menurunkan produksi lendir
c)
Meningkatkan volume dan menurunkan viskositas dahak
d)
Menghambat refleks batuk
21.
Contoh ekspektoran yang umum digunakan:
a)
Ambroksol
b)
Asetilsistein
c)
Guafenesin
d)
Terbutalin
22.
Ambroksol merupakan metabolit aktif dari:
a)
Bromheksin
b)
Guafenesin
c)
Asetilsistein
d)
Terbutalin
23.
Salah satu indikasi dari asetilsistein adalah:
a)
Antitusif
b)
Antialergi
c)
Mukolitik dan antidotum parasetamol
d)
Antibakteri
24.
Contoh β2 agonis kerja cepat adalah:
a)
Salmeterol
b)
Formoterol
c)
Albuterol (Salbutamol)
d)
Prednison
25.
Salah satu efek samping β2 agonis adalah:
a)
Sedasi
b)
Bradikardi
c)
Tremor dan takikardia
d)
Mual
26.
Mekanisme kerja kortikosteroid dalam terapi asma adalah:
a)
Bronkodilatasi langsung
b)
Inhibisi inflamasi secara menyeluruh
c)
Blokade reseptor β2
d)
Menstimulasi IgE
27.
Contoh inhalasi kortikosteroid adalah:
a)
Prednison
b)
Budesonid
c)
Salmeterol
d)
Aminofilin
28.
Mekanisme kerja teofilin adalah:
a)
Blokade reseptor muskarinik
b)
Inhibisi fosfodiesterase
c)
Aktivasi enzim histamin
d)
Blokade reseptor beta
29.
Obat antagonis leukotrien yang digunakan dalam terapi asma:
a)
Zafirlukast
b)
Teofilin
c)
Albuterol
d)
Bromheksin
30.
Omalizumab bekerja dengan cara:
a)
Menghambat degranulasi sel mast
b)
Mengikat IgE bebas di darah
c)
Merangsang produksi IgE
d)
Blokade reseptor β2
31.
Histamin dapat menyebabkan efek berikut, kecuali:
a)
Vasodilatasi
b)
Sekresi asam lambung
c)
Bronkodilatasi
d)
Bronkokonstriksi
32.
Antasida bekerja dengan cara:
a)
Mengurangi motilitas usus
b)
Menetralisir asam lambung
c)
Menghambat pompa proton
d)
Melapisi mukosa lambung
33.
Obat golongan Proton Pump Inhibitor (PPI) bekerja dengan cara:
a)
Menghambat sekresi histamin
b)
Menurunkan pH lambung
c)
Menghambat pompa H+/K+ ATPase
d)
Merangsang mukosa lambung
34.
Contoh obat yang termasuk PPI:
a)
Ranitidin
b)
Omeprazole
c)
Sukralfat
d)
Aluminium hidroksida
35.
Salah satu contoh antagonis reseptor H2 adalah:
a)
Famotidin
b)
Omeprazole
c)
Sukralfat
d)
Lansoprazole
36.
Protektan lambung bekerja dengan cara:
a)
Menekan asam
b)
Mengurangi motilitas
c)
Melapisi mukosa lambung
d)
Meningkatkan produksi asam
37.
Obat antiemetik digunakan untuk:
a)
Menambah nafsu makan
b)
Mengobati diare
c)
Mengatasi mual dan muntah
d)
Menyembuhkan maag
38.
Contoh obat antidiare yang bekerja menekan motilitas usus:
a)
Laktulosa
b)
Atropin
c)
Magnesium hidroksida
d)
Simetikon
39.
Contoh obat relaxan otot polos usus adalah:
a)
Papaverin HCl
b)
Aluminium hidroksida
c)
Omeprazole
d)
Loperamide
40.
Lactobacillus digunakan untuk:
a)
Menekan produksi asam
b)
Meningkatkan motilitas
c)
Memperbaiki flora usus
d)
Menyebabkan diare
41.
Astringensia bekerja dengan cara:
a)
Meningkatkan sekresi lambung
b)
Menyerap toksin
c)
Menciutkan selaput lendir usus
d)
Mengurangi gas dalam usus
42.
Kombinasi magnesium trisilikat dan aluminium trisilikat dapat:
a)
Menyebabkan asidosis
b)
Menurunkan pH lambung
c)
Meningkatkan pH gastric juice
d)
Mengurangi motilitas
43.
Obat yang digunakan untuk ulkus peptikum dari golongan H2 blocker:
a)
Ranitidin
b)
Laktulosa
c)
Sukralfat
d)
Omeprazole
44.
Golongan obat yang digunakan untuk konstipasi adalah:
a)
Laxantia
b)
Adsorben
c)
Astringensia
d)
Antiemetik
45.
Obat golongan demulsen bekerja dengan cara:
a)
Mengikat gas
b)
Mengurangi produksi asam
c)
Menenangkan dan melindungi mukosa
d)
Merangsang motilitas
46.
Terapi komplementer adalah:
a)
Terapi pengganti medis utama
b)
Terapi untuk penyakit kronis saja
c)
Terapi yang digunakan bersama pengobatan konvensional
d)
Terapi dengan dosis tinggi
47.
Salah satu tujuan pengobatan herbal adalah:
a)
Meningkatkan rasa pahit obat
b)
Menghindari efek terapi
c)
Mengoptimalkan penyembuhan secara alami
d)
Mengganti seluruh terapi medis
48.
Istilah "simplisia" merujuk pada:
a)
Obat herbal dalam bentuk teh
b)
Obat yang diimpor dari luar negeri
c)
Bahan alamiah yang digunakan langsung tanpa campuran
d)
Obat kimia yang direduksi
49.
Pengobatan herbal rasional harus memperhatikan hal berikut, kecuali:
a)
Dosis
b)
Efek samping
c)
Kepercayaan budaya
d)
Interaksi dengan obat lain
50.
Terapi komplementer sering digunakan bersamaan dengan:
a)
Vaksin
b)
Terapi konvensional
c)
Pengobatan alternatif
d)
Terapi radiasi
51.
Penggunaan tanaman obat oleh masyarakat disebut:
a)
Fitoterapi
b)
Etnofarmakologi
c)
Etnobotani
d)
Bioterapi
52.
Filosofi dasar pengobatan herbal adalah:
a)
Menghindari semua bentuk kimia
b)
Mengandalkan kekuatan tubuh untuk menyembuhkan
c)
Menyamakan dosis untuk semua pasien
d)
Menghilangkan penyakit sepenuhnya
53.
Obat herbal dinyatakan rasional jika:
a)
Berdasarkan pengalaman pribadi
b)
Didukung uji klinis dan etnobotani
c)
Murah dan mudah diperoleh
d)
Tidak memiliki rasa pahit
54.
Salah satu risiko terapi herbal tanpa pengawasan adalah:
a)
Ketergantungan
b)
Tidak efektif
c)
Interaksi obat yang berbahaya
d)
Biaya tinggi
55.
Etnobotani adalah studi tentang:
a)
Struktur kimia tanaman
b)
Kultur mikroba herbal
c)
Hubungan manusia dengan tumbuhan obat
d)
Budidaya tanaman industri
56.
Simplisia hewan adalah:
a)
Obat dari organik tanaman
b)
Bagian hewan yang digunakan sebagai obat
c)
Bakteri patogen
d)
Minyak atsiri
57.
Yang termasuk simplisia nabati adalah:
a)
Cacing tanah
b)
Kulit kayu
c)
Serbuk logam
d)
Vitamin sintetik
58.
Contoh bentuk sediaan herbal yang umum digunakan:
a)
Suppositoria
b)
Injeksi
c)
Teh dan kapsul
d)
Salep steroid
59.
Terapi herbal menjadi pilihan karena:
a)
Mahal dan langka
b)
Lebih cepat menyembuhkan
c)
Lebih aman dan alami
d)
Tidak perlu konsultasi dokter
60.
Terapi komplementer tidak boleh digunakan tanpa:
a)
Petunjuk ahli pengobatan tradisional
b)
Edukasi dari media sosial
c)
Konsultasi dengan tenaga medis
d)
Kepercayaan pribadi
61.
Prinsip utama dalam pemberian obat adalah:
a)
Cepat dan efisien
b)
Aman dan tepat
c)
Murah dan praktis
d)
Jangka panjang
62.
"5 benar" dalam pemberian obat meliputi, kecuali:
a)
Obat benar
b)
Rute pemberian benar
c)
Harga obat benar
d)
Pasien benar
63.
Tujuan utama pemberian obat adalah:
a)
Memperbanyak jenis terapi
b)
Menyembuhkan dan mencegah penyakit
c)
Menurunkan efek samping
d)
Mengurangi beban keluarga
64.
Prinsip pemberian obat yang benar akan mencegah:
a)
Kesalahan pencatatan
b)
Risiko efek terapi
c)
Efek samping berat
d)
Perbaikan diagnosa
65.
Pemberian obat harus dilakukan berdasarkan:
a)
Keinginan pasien
b)
Anjuran teman
c)
Resep dan instruksi dokter
d)
Brosur iklan
66.
Salah satu risiko dari pemberian obat yang salah adalah:
a)
Penyembuhan lebih cepat
b)
Reaksi alergi berat
c)
Biaya lebih murah
d)
Efektivitas meningkat
67.
Waktu pemberian obat yang tidak tepat dapat menyebabkan:
a)
Efek obat lebih cepat
b)
Terapi lebih efisien
c)
Obat tidak efektif
d)
Penghematan biaya
68.
Rute pemberian obat topikal adalah:
a)
Oral
b)
Intravena
c)
Kulit
d)
Rektal
69.
Pemberian obat injeksi dilakukan melalui:
a)
Rute oral
b)
Rute topikal
c)
Rute parenteral
d)
Rute transdermal
70.
Obat diberikan secara sublingual berarti diletakkan di:
a)
Dalam anus
b)
Bawah lidah
c)
Dalam pipi
d)
Dalam telinga
71.
Obat yang diberikan secara oral akan diserap di:
a)
Paru-paru
b)
Usus
c)
Kulit
d)
Ginjal
72.
Salah satu keuntungan pemberian obat secara oral adalah:
a)
Efek cepat
b)
Nyeri minimal
c)
Tidak perlu ditelan
d)
Tidak melewati hati
73.
Pemberian obat rektal cocok untuk pasien:
a)
Dengan luka terbuka
b)
Yang tidak sadar
c)
Dengan diare
d)
Alergi makanan
74.
Salah satu pertimbangan dalam memilih rute pemberian obat:
a)
Warna obat
b)
Waktu kerja obat
c)
Harga obat
d)
Bentuk kemasan
75.
Pemberian obat pada anak-anak harus mempertimbangkan:
a)
Rasa obat
b)
Dosis dan bentuk sediaan
c)
Warna kemasan
d)
Jadwal orang tua
76.
Tujuan utama penyimpanan obat adalah:
a)
Mempercepat distribusi
b)
Menghemat biaya
c)
Menjaga mutu dan stabilitas obat
d)
Mengurangi jumlah obat
77.
Obat yang memerlukan suhu penyimpanan 2–8°C harus disimpan di:
a)
Rak terbuka
b)
Lemari kaca
c)
Lemari pendingin
d)
Gudang obat
78.
Prinsip FEFO dalam penyimpanan obat berarti:
a)
First Entry First Out
b)
Fast Entry Fast Out
c)
First Expired First Out
d)
First Entry Fast Order
79.
Obat-obat narkotika harus disimpan:
a)
Bersama dengan obat biasa
b)
Di lemari terbuka
c)
Dalam lemari terkunci khusus
d)
Dalam gudang farmasi umum
80.
Salah satu penyebab kerusakan obat selama penyimpanan adalah:
a)
Penataan berdasarkan abjad
b)
Suhu dan kelembaban tidak terkontrol
c)
Penggunaan etiket ganda
d)
Obat disimpan dalam kemasan primer
81.
Distribusi obat ke unit pelayanan dilakukan oleh:
a)
Instalasi gizi
b)
Instalasi farmasi
c)
Instalasi rekam medis
d)
Instalasi laboratorium
82.
Pendistribusian obat dilakukan berdasarkan sistem:
a)
LIFO
b)
FIFO
c)
FEFO
d)
JIT
83.
Sarana yang tidak diperlukan dalam penyimpanan obat:
a)
Rak
b)
Palet
c)
Kulkas
d)
Inkubator
84.
Obat yang terkena sinar matahari langsung dapat mengalami:
a)
Penurunan harga
b)
Penurunan efektivitas
c)
Peningkatan potensi
d)
Tidak mengalami perubahan
85.
Untuk obat cair dalam kemasan botol, posisi penyimpanan sebaiknya:
a)
Telungkup
b)
Terbalik
c)
Tegak
d)
Miring
86.
Tujuan sistem penyimpanan alfabetis adalah:
a)
Memudahkan identifikasi obat
b)
Menghindari penguapan
c)
Meningkatkan penjualan
d)
Menjaga suhu
87.
Gudang penyimpanan obat harus memiliki:
a)
AC
b)
Ventilasi dan termometer
c)
Tirai gelap
d)
Komputer
88.
Distribusi obat ke ruang rawat disebut:
a)
Distribusi primer
b)
Distribusi sekunder
c)
Distribusi tersier
d)
Distribusi lokal
89.
Salah satu bentuk pencatatan distribusi obat adalah:
a)
Buku tamu
b)
Kartu stok
c)
Jurnal umum
d)
Buku kas
90.
Sistem distribusi obat ke pasien berdasarkan kebutuhan harian disebut:
a)
Floor stock
b)
Sistem satuan dosis
c)
Konsinyasi
d)
Bulk system