Worksheets50 Soal UKOM Keperawatan Anak (Pilihan Ganda A–E)
Total questions: 90
Worksheet time: 45mins
Anak 7 tahun datang dengan demam 38,8°C, lemah, pucat, petekie, mimisan. Lab: Hb 7 g/dL, trombosit 18.000/mm^3, neutrofil 400/mm^3. Prioritas masalah keperawatan adalah
Gangguan citra tubuh
Risiko infeksi
Risiko perfusi ginjal tidak efektif
Gangguan eliminasi urine
Risiko intoleransi aktivitas
Anak leukemia sedang neutropenia dirawat. Keluarga membawa buah anggur dan meminta adik bayi ikut menemani. Tindakan perawat paling tepat
Mengizinkan semua asal pakai masker
Mengizinkan adik bayi karena keluarga inti
Menolak tanpa penjelasan agar keluarga kapok
Mengedukasi pembatasan pengunjung dan hindari makanan tidak sesuai neutropenia, hand hygiene ketat
Meminta keluarga menandatangani penolakan tindakan
Anak leukemia trombosit rendah akan diambil darah. Tindakan untuk menurunkan risiko perdarahan setelah tindakan adalah
Kompress hangat 5 menit
Tekan area pungsi lebih lama dan evaluasi perdarahan
Pijat area pungsi agar tidak bengkak
Beri aspirin jika nyeri
Anjurkan olahraga ringan setelahnya
Anak leukemia mengeluh nyeri tulang skala 6/10, sulit tidur. Intervensi mandiri paling tepat
Mengabaikan agar anak terbiasa
Distraksi (musik/cerita) dan relaksasi napas dalam
Membatasi cairan
Meminta anak berjalan cepat
Memberikan makanan pedas
Orang tua anak leukemia mengatakan: “Saya takut anak saya meninggal, saya tidak bisa fokus.” Respon terapeutik perawat paling tepat
“Jangan pikirkan itu, semua akan baik‑baik saja.”
“Bapak/Ibu harus kuat, jangan menangis.”
“Ceritakan hal yang paling Bapak/Ibu khawatirkan saat ini.”
“Saya paham, tapi kita fokus obat saja.”
“Itu wajar, tapi jangan dibahas di depan anak.”
Anak 9 tahun thalassemia mayor rutin transfusi. Orang tua mengeluh anak cepat lelah dan sering tidak masuk sekolah. Masalah keperawatan prioritas
Gangguan pola tidur
Intoleransi aktivitas
Hipotermia
Risiko aspirasi
Gangguan menelan
Setelah transfusi, anak menggigil, demam, gatal‑gatal, tampak sesak. Tindakan pertama perawat
Lanjutkan transfusi sampai habis
Hentikan transfusi dan laporkan segera sesuai SOP
Beri minum hangat
Posisikan trendelenburg
Ajarkan batuk efektif
Keluarga thalassemia mengatakan pengeluaran meningkat sehingga makan keluarga sering kurang. Intervensi keperawatan keluarga paling tepat
Menyarankan menghentikan transfusi sementara
Menyarankan pinjaman online agar cepat
Rujuk dukungan sosial (jaminan/pekerja sosial), bantu perencanaan, perkuat coping keluarga
Menjelaskan itu bukan urusan perawat
Menyarankan diet mahal untuk meningkatkan Hb
Anak thalassemia mendapat terapi kelasi besi. Tujuan utamanya
Menaikkan trombosit
Menurunkan penumpukan besi akibat transfusi berulang
Menurunkan gula darah
Mengatasi diare
Mengurangi alergi makanan
Anak 11 tahun dengan riwayat demam rematik, kini ada murmur dan mudah lelah. Edukasi pencegahan kekambuhan paling penting
Diet tinggi garam
Profilaksis antibiotik sesuai jadwal kontrol
Minum obat bebas setiap demam
Stop semua aktivitas fisik seumur hidup
Tidak perlu kontrol bila tidak sesak
Anak RHD datang sesak, ortopneu, edema tungkai, hepatomegali. Masalah keperawatan prioritas
Konstipasi
Curah jantung menurun
Risiko cedera
Gangguan menelan
Gangguan integritas kulit
Intervensi mandiri untuk mengurangi sesak pada anak RHD adalah
Posisi semi‑Fowler dan pantau RR/SpO2
Memaksa minum banyak cairan
Makanan tinggi natrium
Latihan lari 30 menit
Menurunkan jam tidur
Orang tua bertanya tanda bahaya yang harus segera ke RS. Jawaban paling tepat
Nafsu makan meningkat
Tidur lebih lama
Sesak memburuk, bengkak bertambah, sianosis, cepat lelah
Sering meminta bermain
Batuk ringan setelah makan
Anak 10 tahun DM1 tampak gemetar, berkeringat dingin, bingung setelah olahraga. Tindakan pertama
Tambah insulin cepat kerja
Beri 15 g karbohidrat cepat, cek ulang gula darah
Batasi cairan
Beri makanan tinggi lemak
Tidurkan tanpa tindakan
Anak DM1 muntah, napas cepat dalam, bau aseton, lemah. Dugaan kondisi
Hipoglikemia
Ketoasidosis diabetik (DKA)
Dehidrasi ringan biasa
Alergi makanan
Asma bronkial
Anak DM1 demam dan nafsu makan turun. Edukasi “sick day” yang tepat
Hentikan insulin bila tidak makan
Tetap insulin sesuai anjuran, monitor gula/keton, cukup cairan
Puasa total sampai sembuh
Minum manis saja
Tidak perlu cek gula selama sakit
Anak DM1 remaja menolak suntik insulin di sekolah karena malu. Tindakan perawat
Mengancam agar patuh
Validasi perasaan dan buat strategi suntik privat serta libatkan keluarga/UKS
Meminta berhenti sekolah
Mengganti insulin dengan herbal
Menyarankan tidak usah insulin saat sekolah
Anak DM1 sering hipoglikemia malam. Data tambahan paling penting dikaji
Warna rambut
Pola makan malam, dosis insulin basal, aktivitas sore, dan gula sebelum tidur
Hobi bermain
Kebiasaan mandi
Riwayat imunisasi
Outcome (hasil) yang paling tepat setelah edukasi hipoglikemia adalah
Anak tidak pernah lapar
Anak menyebutkan tanda hipoglikemia dan tindakan pertolongan pertama dengan benar
Anak bisa olahraga berat setiap hari
Anak berhenti konsumsi karbohidrat
Anak tidak perlu cek gula darah
Anak 4 tahun terdapat massa abdomen unilateral, tidak nyeri, tekanan darah meningkat. Tindakan perawat yang tepat terkait pemeriksaan abdomen
Palpasi kuat untuk memastikan ukuran
Hindari palpasi/tekanan pada massa
Ajarkan pijat perut di rumah
Kompres panas rutin
Latihan sit‑up
Pasca‑nefrectomi, prioritas pemantauan adalah
Pola tidur
Produksi urine, tanda infeksi, nyeri
Warna kulit saja
Frekuensi BAB
Nafsu makan saja
Edukasi jangka panjang anak dengan satu ginjal tersisa
Bebas aktivitas kontak berat tanpa batas
Hindari trauma pinggang, kontrol tekanan darah, follow‑up fungsi ginjal
Tidak perlu kontrol bila tampak sehat
Batasi semua protein seumur hidup tanpa arahan
Minum obat apa pun bebas
Anak 6 tahun edema periorbital, asites, urin berbusa, proteinuria tinggi. Masalah keperawatan prioritas
Risiko infeksi dan kelebihan volume cairan
Risiko perdarahan
Hipotermia
Diare akut
Gangguan persepsi sensori
Pemantauan paling penting pada NS
Lingkar kepala
Berat badan harian dan intake‑output
Warna rambut
Anak NS mendapat kortikosteroid. Edukasi yang tepat...
Stop obat jika wajah membulat
Risiko infeksi meningkat, perubahan mood, nafsu makan meningkat
Obat selalu menyebabkan tuli
Obat pasti menyebabkan hipoglikemia berat
Tidak perlu kontrol selama minum obat
Anak NS edema berat. Diet yang dianjurkan...
Tinggi natrium
Rendah natrium dan cukup protein sesuai program
Tinggi MSG
Rendah karbohidrat ekstrem
Hanya buah saja
Tanda komplikasi yang harus segera dilaporkan pada NS...
Anak tertawa keras
Demam, sesak, edema cepat bertambah, nyeri perut hebat
Nafsu makan meningkat
Tidur siang
Gatal ringan
Anak 8 tahun edema palpebra, urin cola, hipertensi, riwayat radang tenggorokan 2 minggu lalu. Temuan khas SNA...
Poliuria dan glukosuria
Hematuria, oliguria, hipertensi
Proteinuria masif tanpa darah
Hipotensi berat
Kejang tanpa demam
Prioritas intervensi pada SNA dengan hipertensi...
Tingkatkan cairan bebas
Monitor TD ketat, batasi natrium/cairan sesuai program
Diet tinggi garam
Latihan aerobik berat
Pemberian laksatif
Edukasi pemantauan di rumah untuk keluarga anak SNA...
Tinggi badan harian
Pantau warna urin, bengkak, dan tekanan darah bila memungkinkan
Hitung gigi berlubang
Pantau warna kuku saja
Pantau jam tidur saja
Anak SNA sakit kepala hebat, muntah, TD sangat tinggi. Ini mengarah pada...
Alergi makanan
Ensefalopati hipertensi/kondisi gawat darurat
Influenza biasa
Hipoglikemia
Otitis media
Anak 12 tahun GNC: lemah, mual, TD tinggi, kreatinin meningkat. Fokus asuhan jangka panjang...
Tingkatkan garam
Kontrol TD, kepatuhan kontrol, diet sesuai program (natrium/protein)
Minum bebas cairan tanpa batas
Stop semua obat
Aktivitas berat harian
Anak GNC anemia. Penyebab utama...
Kekurangan vitamin C
Penurunan produksi eritropoietin
Alergi susu
Kelebihan insulin
Kurang olahraga
Tanda perburukan retensi cairan pada GNC...
Berat badan turun cepat
Edema meningkat, output urine menurun, TD meningkat
Nafsu makan meningkat
Tidur nyenyak
Frekuensi menonton TV naik
Bayi belum BAB >48 jam, distensi abdomen, muntah hijau. Tanda khas Hirschsprung...
BAB cair terus
Feses "meledak" setelah rectal exam
Poliuria
Ikterus berat sejak lahir
Batuk berdahak
Pre-operatif Hirschsprung, tindakan untuk mencegah komplikasi...
Diet tinggi serat
Rectal washout/irigasi kolon sesuai program dan pantau distensi
Pijat perut kuat
Obat antidiare
Latihan toilet training
Pasca pull-through, edukasi utama...
Tidak perlu kontrol
Pantau tanda enterokolitis (demam, diare berbau, distensi) dan rawat kulit perianal
Anak tidak boleh minum
BAB tidak akan pernah berubah
Luka boleh kotor
Bayi lahir tanpa lubang anus, distensi abdomen. Prioritas tindakan awal...
Susui segera banyak
NPO, pasang NGT bila perlu, stabilisasi dan persiapan tindakan/rujukan bedah
Stimulasi rektal kuat
Laksatif oral
Toilet training dini
Bayi dengan kolostomi sementara. Edukasi terpenting...
Stoma tidak perlu dibersihkan
Perawatan stoma dan pencegahan iritasi kulit, tanda infeksi/dehidrasi
Tekan stoma agar kecil
Oles salep sembarang
Kantong tidak perlu diganti
Bayi 2 bulan ikterus menetap, urin gelap, feses pucat seperti dempul, hepatomegali. Kemungkinan diagnosis...
Asma
Biliary atresia
Gastroenteritis
DKA
Otitis media
Masalah nutrisi utama pada biliary atresia...
Malabsorpsi lemak & defisiensi vitamin A, D, E, K
Kelebihan vitamin larut lemak
Hiperglikemia primer
Intoleransi laktosa pasti
Pola tidur terganggu saja
Anak disabilitas intelektual ringan sulit mandiri ADL (makan/berpakaian). Intervensi paling tepat...
Semua dikerjakan perawat
Latih bertahap, rutinitas, penguatan positif
Hukuman bila gagal
Hindari latihan agar tidak stres
Jangan libatkan keluarga
Keluarga malu membawa anak ke lingkungan sosial. Intervensi perawat...
Menyalahkan keluarga
Edukasi penerimaan, dukungan kelompok orang tua, strategi menghadapi stigma
Menyarankan menyembunyikan anak
Mengabaikan
Meminta keluarga pindah rumah
Teknik komunikasi efektif pada anak disabilitas intelektual...
Instruksi panjang sekaligus
Kalimat sederhana, satu instruksi tiap kali, gunakan visual/contoh
Bicara cepat
Hindari kontak mata
Gunakan istilah medis rumit
Anak autisme tantrum saat jadwal berubah. Intervensi terbaik...
Ubah jadwal tiap hari agar terbiasa
Pertahankan rutinitas, visual schedule, transisi bertahap
Memarahi agar berhenti
Isolasi tanpa pengawasan
Biarkan sampai lelah sendiri tanpa strategi
Saat tindakan invasif ringan pada anak autisme, strategi komunikasi tepat...
Bicara panjang meyakinkan
"Tell-show-do", bahasa singkat, minim stimulus, beri waktu adaptasi
Sentuhan spontan agar akrab
Banyak orang di ruangan agar ramai
Ganti perawat berulang
Tujuan terapi perilaku pada autisme adalah...
Menghilangkan autisme total seketika
Meningkatkan kemampuan komunikasi, sosial, dan perilaku adaptif
Membuat anak selalu diam
Kebutuhan Khusus: ADHD. Anak ADHD sulit fokus dan impulsif di kelas. Saran untuk orang tua/guru yang paling tepat adalah memilih pendekatan yang memberikan struktur dan meminimalkan distraksi.
Aturan berubah-ubah agar fleksibel
Aturan jelas, tugas dibagi kecil, penguatan positif, minim distraksi
Hukuman fisik
Bebaskan tanpa struktur
Larang bermain selamanya
Kebutuhan Khusus: ADHD. Anak ADHD menggunakan obat stimulan dan nafsu makan menurun. Tindakan perawat yang tepat berfokus pada pengaturan makan, pemantauan, dan koordinasi dengan tenaga medis.
Menghentikan obat sendiri
Mengatur waktu makan saat nafsu makan terbaik, memantau berat badan, dan berkoordinasi dengan dokter
Menambahkan kopi atau teh manis
Memuasakan pada siang hari
Mengubah dosis tanpa konsultasi
Kebutuhan Khusus: ADHD. Orang tua berkata, “Anak saya nakal, pasti sengaja.” Respon edukasi yang paling tepat menekankan bahwa ADHD adalah kondisi neurobehavioral yang memerlukan pendekatan terstruktur dan dukungan konsisten.
Menyetujui bahwa anak harus dihukum
Menjelaskan bahwa ADHD adalah gangguan neurobehavioral dan membutuhkan struktur, strategi perilaku, serta dukungan yang konsisten
Menganjurkan untuk membiarkan saja karena akan sembuh sendiri
Menyalahkan sekolah
Menganjurkan agar anak tidak diajak bicara
Anak 7 tahun demam 39°C, neutrofil 380/mm³, tampak lemah, mulut stomatitis. Prioritas diagnosis keperawatan...
Risiko perfusi perifer tidak efektif
Risiko infeksi
Gangguan pola tidur
Konstipasi
Risiko jatuh
Anak leukemia trombosit 16.000/mm³, terdapat petekie. Intervensi SIKI prioritas...
Manajemen perfusi jaringan
Pencegahan perdarahan
Latihan rentang gerak
Terapi bermain
Edukasi diet tinggi serat
Anak leukemia neutropenia. Tindakan paling tepat terkait pencegahan infeksi...
Isolasi protektif, hand hygiene ketat, batasi pengunjung
Ventilasi ruangan ditutup rapat tanpa sirkulasi
Pengunjung bebas asal membawa buah
Mandi 1x seminggu agar tidak lelah
Hentikan semua imunisasi tanpa arahan
Outcome (SLKI) paling sesuai untuk masalah risiko infeksi pada neutropenia...
Nafsu makan meningkat
Suhu tubuh stabil dan tanda infeksi tidak muncul
Anak tidur >10 jam/hari
Frekuensi bermain meningkat
Berat badan turun
Anak leukemia mual muntah pasca kemoterapi. Intervensi SIKI paling tepat...
Manajemen mual (porsi kecil sering, hindari bau, kolaborasi antiemetik)
Pembatasan cairan total
Diet tinggi lemak
Pemberian obat bebas tanpa instruksi
Latihan aerobik
Orang tua anak leukemia terlihat menangis, berkata “Saya takut sekali.” Respon terapeutik paling tepat...
“Sudah jangan sedih.”
“Bapak/Ibu harus kuat.”
“Ceritakan hal yang paling membuat Bapak/Ibu takut saat ini.”
“Itu biasa, nanti juga terbiasa.”
“Fokus saja pada obat.”
Anak thalassemia mayor sering lelah, Hb rendah, sulit ikut olahraga. Diagnosis keperawatan...
Risiko aspirasi
Intoleransi aktivitas
Risiko hipotermia
Gangguan persepsi sensori
Risiko syok
Anak thalassemia selesai transfusi, muncul demam, menggigil, gatal. Tindakan pertama...
Lanjut transfusi pelan-pelan
Hentikan transfusi, pertahankan akses IV, laporkan segera
Beri minum hangat
Pijat punggung
Anjurkan tidur
Keluarga mengeluh biaya transfusi membuat pemenuhan makan keluarga terganggu dan konflik meningkat. Intervensi keperawatan keluarga paling tepat...
Manajemen konflik tanpa dukungan eksternal
Rujukan dukungan sosial + fasilitasi coping keluarga
Menyarankan berhenti kontrol rutin
Menyarankan diet mahal agar Hb naik
Menghindari diskusi finansial
Anak thalassemia terapi kelasi besi. Outcome yang diharapkan...
Trombosit meningkat cepat
Parameter overload besi menurun sesuai pemantauan
Gula darah turun
Nyeri sendi hilang total
BAB lancar
Intervensi edukasi paling tepat agar kebutuhan sekolah anak terpenuhi...
Sarankan putus sekolah
Kolaborasi jadwal kontrol, dukung komunikasi dengan sekolah, manajemen energi
Larang aktivitas belajar
Biarkan sekolah mengurus sendiri
Minta anak tidur sepanjang hari
Anak RHD mudah lelah, sesak saat aktivitas. Diagnosis prioritas...
Curah jantung menurun
Diare akut
Risiko aspirasi
Hipotermia
Gangguan memori
Intervensi mandiri untuk mengurangi beban jantung...
Posisi semi-Fowler saat sesak, istirahat adekuat, monitor tanda vital
Diet tinggi natrium
Aktivitas berat
Cairan bebas tanpa batas
Kurangi waktu tidur
Edukasi penting pencegahan kekambuhan demam rematik...
Profilaksis antibiotik sesuai jadwal
Stop semua vaksin
Minum obat bebas tiap demam
Tidak perlu kontrol bila stabil
Diet tinggi MSG
Outcome yang diharapkan pada anak RHD dengan sesak...
RR menurun ke rentang normal dan tidak ada retraksi
Nafsu makan meningkat drastis
Anak aktif berlari tanpa henti
BB turun cepat
Tidur siang lebih lama
Anak DM1 gemetar, keringat dingin, bingung. Prioritas tindakan...
Beri insulin cepat kerja
Manajemen hipoglikemia (15 g karbo cepat, cek ulang)
Pembatasan cairan
Pemberian diet tinggi lemak
Observasi saja
Anak DM1 muntah, napas cepat dalam, bau aseton. Diagnosis medis kemungkinan...
DKA
Hipoglikemia
Otitis
Asma
Alergi
Edukasi “sick day” yang tepat...
Hentikan insulin saat tidak makan
Tetap insulin sesuai anjuran, monitor gula/keton, cukup cairan
Puasa total
Minum manis terus
Tidak perlu cek gula
Outcome edukasi hipoglikemia...
Anak menghafal nama insulin
Anak mampu menyebutkan tanda hipoglikemia dan tindakan awal
Anak tidak makan karbohidrat
Anak tidak pernah olahraga
Anak tidak perlu kontrol
Anak remaja DM1 malu suntik di sekolah. Intervensi terbaik...
Tegur keras
Fasilitasi problem solving (tempat privat), libatkan UKS/keluarga, dukung coping
Sarankan stop insulin saat sekolah
Minta pindah sekolah
Ganti herbal
Data penting untuk hipoglikemia malam berulang...
Warna kulit
Gula sebelum tidur, dosis insulin basal, makan malam, aktivitas sore
Frekuensi bermain
Jam belajar
Panjang rambut
Anak dengan massa abdomen unilateral dicurigai Wilms tumor. Tindakan keperawatan tepat...
Palpasi abdomen sering untuk memantau
Hindari palpasi/tekanan pada massa
Pijat abdomen agar nyaman
Kompres panas rutin
Latihan perut
Pasca-nefrektomi, prioritas pemantauan...
Intake-output & produksi urine
Jadwal tidur
Warna rambut
Frekuensi menonton TV
Pola bermain
Edukasi jangka panjang anak 1 ginjal...
Bebas olahraga kontak
Hindari trauma pinggang, kontrol TD, follow-up fungsi ginjal
Tidak perlu kontrol
Stop semua protein
Minum obat bebas
Anak dengan edema periorbital, urin berbusa, dan proteinuria tinggi pada sindrom nefrotik. Diagnosis keperawatan yang paling prioritas adalah apa?
Risiko infeksi
Risiko hipotermia
Risiko aspirasi
Diare akut
Gangguan komunikasi
Pada sindrom nefrotik, intervensi pemantauan utama yang harus dilakukan adalah apa?
Berat badan harian dan pemantauan I/O
Lingkar kepala
Refleks fisiologis
Tajam penglihatan
Warna rambut
Anak dengan sindrom nefrotik sedang terapi kortikosteroid. Edukasi penting kepada orang tua adalah apa?
Hentikan obat jika wajah membulat
Waspada infeksi, perubahan mood, dan nafsu makan meningkat
Obat selalu menyebabkan tuli
Obat pasti menimbulkan hipoglikemia berat
Tidak perlu kontrol
Diet yang paling sesuai pada edema akibat sindrom nefrotik adalah apa?
Tinggi natrium
Rendah natrium, protein sesuai program
Tinggi MSG
Hanya buah
Tinggi lemak
Tanda bahaya pada sindrom nefrotik yang perlu diwaspadai adalah apa?
Tidur siang
Demam, sesak, edema cepat meningkat, dan nyeri perut hebat
Nafsu makan meningkat
Rambut kusam
Gatal ringan
Outcome yang diharapkan pada sindrom nefrotik terkait manajemen cairan adalah apa?
Edema menurun dan berat badan stabil
RR meningkat
Urin makin berbusa
Nyeri kepala meningkat
Tekanan darah meningkat
Anak dengan urin seperti cola, edema, dan hipertensi pasca faringitis. Diagnosis yang paling tepat adalah apa?
SNA (glomerulonefritis akut)
NS (sindrom nefrotik)
DM tipe 1
Asma
RHD
Intervensi prioritas pada SNA dengan hipertensi adalah apa?
Cairan bebas
Monitor tekanan darah dan batasi natrium/cairan sesuai program
Diet tinggi garam
Aktivitas berat
Laksatif
Edukasi rumah untuk anak dengan SNA yang tepat adalah apa?
Pantau warna urin, pembengkakan, dan tekanan darah bila memungkinkan
Pantau jam tidur
Pantau warna rambut
Pantau frekuensi bermain
Pantau nafsu makan saja
Anak dengan SNA mengalami sakit kepala hebat, muntah, dan tekanan darah sangat tinggi. Kondisi ini menunjukkan apa?
Gawat darurat hipertensi
Influenza
Alergi
Konstipasi
Skabies
Anak dengan GNC memiliki tekanan darah tinggi dan kreatinin meningkat. Fokus edukasi yang paling tepat adalah apa?
Diet tinggi garam
Kontrol tekanan darah, diet sesuai, dan kepatuhan kontrol
Hentikan kontrol rutin
Cairan bebas selalu
Aktivitas berat
Anemia pada GNC terutama disebabkan oleh apa?
Defisit eritropoietin
Kelebihan vitamin
Alergi telur
Kurang tidur
Infeksi telinga
Tanda retensi cairan pada GNC yang paling tepat adalah apa?
Berat badan turun cepat
Edema meningkat, urin menurun, tekanan darah naik
Nafsu makan naik
Anak tertawa
Kulit lebih cerah
Bayi tidak BAB lebih dari 48 jam, distensi, muntah hijau. Tanda khas Hirschsprung yang diharapkan saat pemeriksaan adalah apa?
BAB cair terus
Feses meledak setelah pemeriksaan rektal
Poliuria
Kejang
Batuk
Pada fase preoperatif Hirschsprung, intervensi utama yang harus dilakukan adalah apa?
Diet tinggi serat
Rectal washout dan pantau distensi/enterokolitis
Pijat perut
Antidiare
Latihan toilet
Setelah tindakan pull-through pada Hirschsprung, edukasi yang paling tepat adalah apa?
Tidak perlu kontrol
Pantau enterokolitis dan rawat kulit perianal
Hentikan minum
Luka dibiarkan
BAB tidak akan berubah
