wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

50 Soal UKOM Keperawatan Anak (Pilihan Ganda A–E)

Total questions: 90

Worksheet time: 45mins

Name
Class
Date
1.

Anak 7 tahun datang dengan demam 38,8°C, lemah, pucat, petekie, mimisan. Lab: Hb 7 g/dL, trombosit 18.000/mm^3, neutrofil 400/mm^3. Prioritas masalah keperawatan adalah

a)

Gangguan citra tubuh

b)

Risiko infeksi

c)

Risiko perfusi ginjal tidak efektif

d)

Gangguan eliminasi urine

e)

Risiko intoleransi aktivitas

2.

Anak leukemia sedang neutropenia dirawat. Keluarga membawa buah anggur dan meminta adik bayi ikut menemani. Tindakan perawat paling tepat

a)

Mengizinkan semua asal pakai masker

b)

Mengizinkan adik bayi karena keluarga inti

c)

Menolak tanpa penjelasan agar keluarga kapok

d)

Mengedukasi pembatasan pengunjung dan hindari makanan tidak sesuai neutropenia, hand hygiene ketat

e)

Meminta keluarga menandatangani penolakan tindakan

3.

Anak leukemia trombosit rendah akan diambil darah. Tindakan untuk menurunkan risiko perdarahan setelah tindakan adalah

a)

Kompress hangat 5 menit

b)

Tekan area pungsi lebih lama dan evaluasi perdarahan

c)

Pijat area pungsi agar tidak bengkak

d)

Beri aspirin jika nyeri

e)

Anjurkan olahraga ringan setelahnya

4.

Anak leukemia mengeluh nyeri tulang skala 6/10, sulit tidur. Intervensi mandiri paling tepat

a)

Mengabaikan agar anak terbiasa

b)

Distraksi (musik/cerita) dan relaksasi napas dalam

c)

Membatasi cairan

d)

Meminta anak berjalan cepat

e)

Memberikan makanan pedas

5.

Orang tua anak leukemia mengatakan: “Saya takut anak saya meninggal, saya tidak bisa fokus.” Respon terapeutik perawat paling tepat

a)

“Jangan pikirkan itu, semua akan baik‑baik saja.”

b)

“Bapak/Ibu harus kuat, jangan menangis.”

c)

“Ceritakan hal yang paling Bapak/Ibu khawatirkan saat ini.”

d)

“Saya paham, tapi kita fokus obat saja.”

e)

“Itu wajar, tapi jangan dibahas di depan anak.”

6.

Anak 9 tahun thalassemia mayor rutin transfusi. Orang tua mengeluh anak cepat lelah dan sering tidak masuk sekolah. Masalah keperawatan prioritas

a)

Gangguan pola tidur

b)

Intoleransi aktivitas

c)

Hipotermia

d)

Risiko aspirasi

e)

Gangguan menelan

7.

Setelah transfusi, anak menggigil, demam, gatal‑gatal, tampak sesak. Tindakan pertama perawat

a)

Lanjutkan transfusi sampai habis

b)

Hentikan transfusi dan laporkan segera sesuai SOP

c)

Beri minum hangat

d)

Posisikan trendelenburg

e)

Ajarkan batuk efektif

8.

Keluarga thalassemia mengatakan pengeluaran meningkat sehingga makan keluarga sering kurang. Intervensi keperawatan keluarga paling tepat

a)

Menyarankan menghentikan transfusi sementara

b)

Menyarankan pinjaman online agar cepat

c)

Rujuk dukungan sosial (jaminan/pekerja sosial), bantu perencanaan, perkuat coping keluarga

d)

Menjelaskan itu bukan urusan perawat

e)

Menyarankan diet mahal untuk meningkatkan Hb

9.

Anak thalassemia mendapat terapi kelasi besi. Tujuan utamanya

a)

Menaikkan trombosit

b)

Menurunkan penumpukan besi akibat transfusi berulang

c)

Menurunkan gula darah

d)

Mengatasi diare

e)

Mengurangi alergi makanan

10.

Anak 11 tahun dengan riwayat demam rematik, kini ada murmur dan mudah lelah. Edukasi pencegahan kekambuhan paling penting

a)

Diet tinggi garam

b)

Profilaksis antibiotik sesuai jadwal kontrol

c)

Minum obat bebas setiap demam

d)

Stop semua aktivitas fisik seumur hidup

e)

Tidak perlu kontrol bila tidak sesak

11.

Anak RHD datang sesak, ortopneu, edema tungkai, hepatomegali. Masalah keperawatan prioritas

a)

Konstipasi

b)

Curah jantung menurun

c)

Risiko cedera

d)

Gangguan menelan

e)

Gangguan integritas kulit

12.

Intervensi mandiri untuk mengurangi sesak pada anak RHD adalah

a)

Posisi semi‑Fowler dan pantau RR/SpO2

b)

Memaksa minum banyak cairan

c)

Makanan tinggi natrium

d)

Latihan lari 30 menit

e)

Menurunkan jam tidur

13.

Orang tua bertanya tanda bahaya yang harus segera ke RS. Jawaban paling tepat

a)

Nafsu makan meningkat

b)

Tidur lebih lama

c)

Sesak memburuk, bengkak bertambah, sianosis, cepat lelah

d)

Sering meminta bermain

e)

Batuk ringan setelah makan

14.

Anak 10 tahun DM1 tampak gemetar, berkeringat dingin, bingung setelah olahraga. Tindakan pertama

a)

Tambah insulin cepat kerja

b)

Beri 15 g karbohidrat cepat, cek ulang gula darah

c)

Batasi cairan

d)

Beri makanan tinggi lemak

e)

Tidurkan tanpa tindakan

15.

Anak DM1 muntah, napas cepat dalam, bau aseton, lemah. Dugaan kondisi

a)

Hipoglikemia

b)

Ketoasidosis diabetik (DKA)

c)

Dehidrasi ringan biasa

d)

Alergi makanan

e)

Asma bronkial

16.

Anak DM1 demam dan nafsu makan turun. Edukasi “sick day” yang tepat

a)

Hentikan insulin bila tidak makan

b)

Tetap insulin sesuai anjuran, monitor gula/keton, cukup cairan

c)

Puasa total sampai sembuh

d)

Minum manis saja

e)

Tidak perlu cek gula selama sakit

17.

Anak DM1 remaja menolak suntik insulin di sekolah karena malu. Tindakan perawat

a)

Mengancam agar patuh

b)

Validasi perasaan dan buat strategi suntik privat serta libatkan keluarga/UKS

c)

Meminta berhenti sekolah

d)

Mengganti insulin dengan herbal

e)

Menyarankan tidak usah insulin saat sekolah

18.

Anak DM1 sering hipoglikemia malam. Data tambahan paling penting dikaji

a)

Warna rambut

b)

Pola makan malam, dosis insulin basal, aktivitas sore, dan gula sebelum tidur

c)

Hobi bermain

d)

Kebiasaan mandi

e)

Riwayat imunisasi

19.

Outcome (hasil) yang paling tepat setelah edukasi hipoglikemia adalah

a)

Anak tidak pernah lapar

b)

Anak menyebutkan tanda hipoglikemia dan tindakan pertolongan pertama dengan benar

c)

Anak bisa olahraga berat setiap hari

d)

Anak berhenti konsumsi karbohidrat

e)

Anak tidak perlu cek gula darah

20.

Anak 4 tahun terdapat massa abdomen unilateral, tidak nyeri, tekanan darah meningkat. Tindakan perawat yang tepat terkait pemeriksaan abdomen

a)

Palpasi kuat untuk memastikan ukuran

b)

Hindari palpasi/tekanan pada massa

c)

Ajarkan pijat perut di rumah

d)

Kompres panas rutin

e)

Latihan sit‑up

21.

Pasca‑nefrectomi, prioritas pemantauan adalah

a)

Pola tidur

b)

Produksi urine, tanda infeksi, nyeri

c)

Warna kulit saja

d)

Frekuensi BAB

e)

Nafsu makan saja

22.

Edukasi jangka panjang anak dengan satu ginjal tersisa

a)

Bebas aktivitas kontak berat tanpa batas

b)

Hindari trauma pinggang, kontrol tekanan darah, follow‑up fungsi ginjal

c)

Tidak perlu kontrol bila tampak sehat

d)

Batasi semua protein seumur hidup tanpa arahan

e)

Minum obat apa pun bebas

23.

Anak 6 tahun edema periorbital, asites, urin berbusa, proteinuria tinggi. Masalah keperawatan prioritas

a)

Risiko infeksi dan kelebihan volume cairan

b)

Risiko perdarahan

c)

Hipotermia

d)

Diare akut

e)

Gangguan persepsi sensori

24.

Pemantauan paling penting pada NS

a)

Lingkar kepala

b)

Berat badan harian dan intake‑output

c)

Warna rambut

25.

Anak NS mendapat kortikosteroid. Edukasi yang tepat...

a)

Stop obat jika wajah membulat

b)

Risiko infeksi meningkat, perubahan mood, nafsu makan meningkat

c)

Obat selalu menyebabkan tuli

d)

Obat pasti menyebabkan hipoglikemia berat

e)

Tidak perlu kontrol selama minum obat

26.

Anak NS edema berat. Diet yang dianjurkan...

a)

Tinggi natrium

b)

Rendah natrium dan cukup protein sesuai program

c)

Tinggi MSG

d)

Rendah karbohidrat ekstrem

e)

Hanya buah saja

27.

Tanda komplikasi yang harus segera dilaporkan pada NS...

a)

Anak tertawa keras

b)

Demam, sesak, edema cepat bertambah, nyeri perut hebat

c)

Nafsu makan meningkat

d)

Tidur siang

e)

Gatal ringan

28.

Anak 8 tahun edema palpebra, urin cola, hipertensi, riwayat radang tenggorokan 2 minggu lalu. Temuan khas SNA...

a)

Poliuria dan glukosuria

b)

Hematuria, oliguria, hipertensi

c)

Proteinuria masif tanpa darah

d)

Hipotensi berat

e)

Kejang tanpa demam

29.

Prioritas intervensi pada SNA dengan hipertensi...

a)

Tingkatkan cairan bebas

b)

Monitor TD ketat, batasi natrium/cairan sesuai program

c)

Diet tinggi garam

d)

Latihan aerobik berat

e)

Pemberian laksatif

30.

Edukasi pemantauan di rumah untuk keluarga anak SNA...

a)

Tinggi badan harian

b)

Pantau warna urin, bengkak, dan tekanan darah bila memungkinkan

c)

Hitung gigi berlubang

d)

Pantau warna kuku saja

e)

Pantau jam tidur saja

31.

Anak SNA sakit kepala hebat, muntah, TD sangat tinggi. Ini mengarah pada...

a)

Alergi makanan

b)

Ensefalopati hipertensi/kondisi gawat darurat

c)

Influenza biasa

d)

Hipoglikemia

e)

Otitis media

32.

Anak 12 tahun GNC: lemah, mual, TD tinggi, kreatinin meningkat. Fokus asuhan jangka panjang...

a)

Tingkatkan garam

b)

Kontrol TD, kepatuhan kontrol, diet sesuai program (natrium/protein)

c)

Minum bebas cairan tanpa batas

d)

Stop semua obat

e)

Aktivitas berat harian

33.

Anak GNC anemia. Penyebab utama...

a)

Kekurangan vitamin C

b)

Penurunan produksi eritropoietin

c)

Alergi susu

d)

Kelebihan insulin

e)

Kurang olahraga

34.

Tanda perburukan retensi cairan pada GNC...

a)

Berat badan turun cepat

b)

Edema meningkat, output urine menurun, TD meningkat

c)

Nafsu makan meningkat

d)

Tidur nyenyak

e)

Frekuensi menonton TV naik

35.

Bayi belum BAB >48 jam, distensi abdomen, muntah hijau. Tanda khas Hirschsprung...

a)

BAB cair terus

b)

Feses "meledak" setelah rectal exam

c)

Poliuria

d)

Ikterus berat sejak lahir

e)

Batuk berdahak

36.

Pre-operatif Hirschsprung, tindakan untuk mencegah komplikasi...

a)

Diet tinggi serat

b)

Rectal washout/irigasi kolon sesuai program dan pantau distensi

c)

Pijat perut kuat

d)

Obat antidiare

e)

Latihan toilet training

37.

Pasca pull-through, edukasi utama...

a)

Tidak perlu kontrol

b)

Pantau tanda enterokolitis (demam, diare berbau, distensi) dan rawat kulit perianal

c)

Anak tidak boleh minum

d)

BAB tidak akan pernah berubah

e)

Luka boleh kotor

38.

Bayi lahir tanpa lubang anus, distensi abdomen. Prioritas tindakan awal...

a)

Susui segera banyak

b)

NPO, pasang NGT bila perlu, stabilisasi dan persiapan tindakan/rujukan bedah

c)

Stimulasi rektal kuat

d)

Laksatif oral

e)

Toilet training dini

39.

Bayi dengan kolostomi sementara. Edukasi terpenting...

a)

Stoma tidak perlu dibersihkan

b)

Perawatan stoma dan pencegahan iritasi kulit, tanda infeksi/dehidrasi

c)

Tekan stoma agar kecil

d)

Oles salep sembarang

e)

Kantong tidak perlu diganti

40.

Bayi 2 bulan ikterus menetap, urin gelap, feses pucat seperti dempul, hepatomegali. Kemungkinan diagnosis...

a)

Asma

b)

Biliary atresia

c)

Gastroenteritis

d)

DKA

e)

Otitis media

41.

Masalah nutrisi utama pada biliary atresia...

a)

Malabsorpsi lemak & defisiensi vitamin A, D, E, K

b)

Kelebihan vitamin larut lemak

c)

Hiperglikemia primer

d)

Intoleransi laktosa pasti

e)

Pola tidur terganggu saja

42.

Anak disabilitas intelektual ringan sulit mandiri ADL (makan/berpakaian). Intervensi paling tepat...

a)

Semua dikerjakan perawat

b)

Latih bertahap, rutinitas, penguatan positif

c)

Hukuman bila gagal

d)

Hindari latihan agar tidak stres

e)

Jangan libatkan keluarga

43.

Keluarga malu membawa anak ke lingkungan sosial. Intervensi perawat...

a)

Menyalahkan keluarga

b)

Edukasi penerimaan, dukungan kelompok orang tua, strategi menghadapi stigma

c)

Menyarankan menyembunyikan anak

d)

Mengabaikan

e)

Meminta keluarga pindah rumah

44.

Teknik komunikasi efektif pada anak disabilitas intelektual...

a)

Instruksi panjang sekaligus

b)

Kalimat sederhana, satu instruksi tiap kali, gunakan visual/contoh

c)

Bicara cepat

d)

Hindari kontak mata

e)

Gunakan istilah medis rumit

45.

Anak autisme tantrum saat jadwal berubah. Intervensi terbaik...

a)

Ubah jadwal tiap hari agar terbiasa

b)

Pertahankan rutinitas, visual schedule, transisi bertahap

c)

Memarahi agar berhenti

d)

Isolasi tanpa pengawasan

e)

Biarkan sampai lelah sendiri tanpa strategi

46.

Saat tindakan invasif ringan pada anak autisme, strategi komunikasi tepat...

a)

Bicara panjang meyakinkan

b)

"Tell-show-do", bahasa singkat, minim stimulus, beri waktu adaptasi

c)

Sentuhan spontan agar akrab

d)

Banyak orang di ruangan agar ramai

e)

Ganti perawat berulang

47.

Tujuan terapi perilaku pada autisme adalah...

a)

Menghilangkan autisme total seketika

b)

Meningkatkan kemampuan komunikasi, sosial, dan perilaku adaptif

c)

Membuat anak selalu diam

48.

Kebutuhan Khusus: ADHD. Anak ADHD sulit fokus dan impulsif di kelas. Saran untuk orang tua/guru yang paling tepat adalah memilih pendekatan yang memberikan struktur dan meminimalkan distraksi.

a)

Aturan berubah-ubah agar fleksibel

b)

Aturan jelas, tugas dibagi kecil, penguatan positif, minim distraksi

c)

Hukuman fisik

d)

Bebaskan tanpa struktur

e)

Larang bermain selamanya

49.

Kebutuhan Khusus: ADHD. Anak ADHD menggunakan obat stimulan dan nafsu makan menurun. Tindakan perawat yang tepat berfokus pada pengaturan makan, pemantauan, dan koordinasi dengan tenaga medis.

a)

Menghentikan obat sendiri

b)

Mengatur waktu makan saat nafsu makan terbaik, memantau berat badan, dan berkoordinasi dengan dokter

c)

Menambahkan kopi atau teh manis

d)

Memuasakan pada siang hari

e)

Mengubah dosis tanpa konsultasi

50.

Kebutuhan Khusus: ADHD. Orang tua berkata, “Anak saya nakal, pasti sengaja.” Respon edukasi yang paling tepat menekankan bahwa ADHD adalah kondisi neurobehavioral yang memerlukan pendekatan terstruktur dan dukungan konsisten.

a)

Menyetujui bahwa anak harus dihukum

b)

Menjelaskan bahwa ADHD adalah gangguan neurobehavioral dan membutuhkan struktur, strategi perilaku, serta dukungan yang konsisten

c)

Menganjurkan untuk membiarkan saja karena akan sembuh sendiri

d)

Menyalahkan sekolah

e)

Menganjurkan agar anak tidak diajak bicara

51.

Anak 7 tahun demam 39°C, neutrofil 380/mm³, tampak lemah, mulut stomatitis. Prioritas diagnosis keperawatan...

a)

Risiko perfusi perifer tidak efektif

b)

Risiko infeksi

c)

Gangguan pola tidur

d)

Konstipasi

e)

Risiko jatuh

52.

Anak leukemia trombosit 16.000/mm³, terdapat petekie. Intervensi SIKI prioritas...

a)

Manajemen perfusi jaringan

b)

Pencegahan perdarahan

c)

Latihan rentang gerak

d)

Terapi bermain

e)

Edukasi diet tinggi serat

53.

Anak leukemia neutropenia. Tindakan paling tepat terkait pencegahan infeksi...

a)

Isolasi protektif, hand hygiene ketat, batasi pengunjung

b)

Ventilasi ruangan ditutup rapat tanpa sirkulasi

c)

Pengunjung bebas asal membawa buah

d)

Mandi 1x seminggu agar tidak lelah

e)

Hentikan semua imunisasi tanpa arahan

54.

Outcome (SLKI) paling sesuai untuk masalah risiko infeksi pada neutropenia...

a)

Nafsu makan meningkat

b)

Suhu tubuh stabil dan tanda infeksi tidak muncul

c)

Anak tidur >10 jam/hari

d)

Frekuensi bermain meningkat

e)

Berat badan turun

55.

Anak leukemia mual muntah pasca kemoterapi. Intervensi SIKI paling tepat...

a)

Manajemen mual (porsi kecil sering, hindari bau, kolaborasi antiemetik)

b)

Pembatasan cairan total

c)

Diet tinggi lemak

d)

Pemberian obat bebas tanpa instruksi

e)

Latihan aerobik

56.

Orang tua anak leukemia terlihat menangis, berkata “Saya takut sekali.” Respon terapeutik paling tepat...

a)

“Sudah jangan sedih.”

b)

“Bapak/Ibu harus kuat.”

c)

“Ceritakan hal yang paling membuat Bapak/Ibu takut saat ini.”

d)

“Itu biasa, nanti juga terbiasa.”

e)

“Fokus saja pada obat.”

57.

Anak thalassemia mayor sering lelah, Hb rendah, sulit ikut olahraga. Diagnosis keperawatan...

a)

Risiko aspirasi

b)

Intoleransi aktivitas

c)

Risiko hipotermia

d)

Gangguan persepsi sensori

e)

Risiko syok

58.

Anak thalassemia selesai transfusi, muncul demam, menggigil, gatal. Tindakan pertama...

a)

Lanjut transfusi pelan-pelan

b)

Hentikan transfusi, pertahankan akses IV, laporkan segera

c)

Beri minum hangat

d)

Pijat punggung

e)

Anjurkan tidur

59.

Keluarga mengeluh biaya transfusi membuat pemenuhan makan keluarga terganggu dan konflik meningkat. Intervensi keperawatan keluarga paling tepat...

a)

Manajemen konflik tanpa dukungan eksternal

b)

Rujukan dukungan sosial + fasilitasi coping keluarga

c)

Menyarankan berhenti kontrol rutin

d)

Menyarankan diet mahal agar Hb naik

e)

Menghindari diskusi finansial

60.

Anak thalassemia terapi kelasi besi. Outcome yang diharapkan...

a)

Trombosit meningkat cepat

b)

Parameter overload besi menurun sesuai pemantauan

c)

Gula darah turun

d)

Nyeri sendi hilang total

e)

BAB lancar

61.

Intervensi edukasi paling tepat agar kebutuhan sekolah anak terpenuhi...

a)

Sarankan putus sekolah

b)

Kolaborasi jadwal kontrol, dukung komunikasi dengan sekolah, manajemen energi

c)

Larang aktivitas belajar

d)

Biarkan sekolah mengurus sendiri

e)

Minta anak tidur sepanjang hari

62.

Anak RHD mudah lelah, sesak saat aktivitas. Diagnosis prioritas...

a)

Curah jantung menurun

b)

Diare akut

c)

Risiko aspirasi

d)

Hipotermia

e)

Gangguan memori

63.

Intervensi mandiri untuk mengurangi beban jantung...

a)

Posisi semi-Fowler saat sesak, istirahat adekuat, monitor tanda vital

b)

Diet tinggi natrium

c)

Aktivitas berat

d)

Cairan bebas tanpa batas

e)

Kurangi waktu tidur

64.

Edukasi penting pencegahan kekambuhan demam rematik...

a)

Profilaksis antibiotik sesuai jadwal

b)

Stop semua vaksin

c)

Minum obat bebas tiap demam

d)

Tidak perlu kontrol bila stabil

e)

Diet tinggi MSG

65.

Outcome yang diharapkan pada anak RHD dengan sesak...

a)

RR menurun ke rentang normal dan tidak ada retraksi

b)

Nafsu makan meningkat drastis

c)

Anak aktif berlari tanpa henti

d)

BB turun cepat

e)

Tidur siang lebih lama

66.

Anak DM1 gemetar, keringat dingin, bingung. Prioritas tindakan...

a)

Beri insulin cepat kerja

b)

Manajemen hipoglikemia (15 g karbo cepat, cek ulang)

c)

Pembatasan cairan

d)

Pemberian diet tinggi lemak

e)

Observasi saja

67.

Anak DM1 muntah, napas cepat dalam, bau aseton. Diagnosis medis kemungkinan...

a)

DKA

b)

Hipoglikemia

c)

Otitis

d)

Asma

e)

Alergi

68.

Edukasi “sick day” yang tepat...

a)

Hentikan insulin saat tidak makan

b)

Tetap insulin sesuai anjuran, monitor gula/keton, cukup cairan

c)

Puasa total

d)

Minum manis terus

e)

Tidak perlu cek gula

69.

Outcome edukasi hipoglikemia...

a)

Anak menghafal nama insulin

b)

Anak mampu menyebutkan tanda hipoglikemia dan tindakan awal

c)

Anak tidak makan karbohidrat

d)

Anak tidak pernah olahraga

e)

Anak tidak perlu kontrol

70.

Anak remaja DM1 malu suntik di sekolah. Intervensi terbaik...

a)

Tegur keras

b)

Fasilitasi problem solving (tempat privat), libatkan UKS/keluarga, dukung coping

c)

Sarankan stop insulin saat sekolah

d)

Minta pindah sekolah

e)

Ganti herbal

71.

Data penting untuk hipoglikemia malam berulang...

a)

Warna kulit

b)

Gula sebelum tidur, dosis insulin basal, makan malam, aktivitas sore

c)

Frekuensi bermain

d)

Jam belajar

e)

Panjang rambut

72.

Anak dengan massa abdomen unilateral dicurigai Wilms tumor. Tindakan keperawatan tepat...

a)

Palpasi abdomen sering untuk memantau

b)

Hindari palpasi/tekanan pada massa

c)

Pijat abdomen agar nyaman

d)

Kompres panas rutin

e)

Latihan perut

73.

Pasca-nefrektomi, prioritas pemantauan...

a)

Intake-output & produksi urine

b)

Jadwal tidur

c)

Warna rambut

d)

Frekuensi menonton TV

e)

Pola bermain

74.

Edukasi jangka panjang anak 1 ginjal...

a)

Bebas olahraga kontak

b)

Hindari trauma pinggang, kontrol TD, follow-up fungsi ginjal

c)

Tidak perlu kontrol

d)

Stop semua protein

e)

Minum obat bebas

75.

Anak dengan edema periorbital, urin berbusa, dan proteinuria tinggi pada sindrom nefrotik. Diagnosis keperawatan yang paling prioritas adalah apa?

a)

Risiko infeksi

b)

Risiko hipotermia

c)

Risiko aspirasi

d)

Diare akut

e)

Gangguan komunikasi

76.

Pada sindrom nefrotik, intervensi pemantauan utama yang harus dilakukan adalah apa?

a)

Berat badan harian dan pemantauan I/O

b)

Lingkar kepala

c)

Refleks fisiologis

d)

Tajam penglihatan

e)

Warna rambut

77.

Anak dengan sindrom nefrotik sedang terapi kortikosteroid. Edukasi penting kepada orang tua adalah apa?

a)

Hentikan obat jika wajah membulat

b)

Waspada infeksi, perubahan mood, dan nafsu makan meningkat

c)

Obat selalu menyebabkan tuli

d)

Obat pasti menimbulkan hipoglikemia berat

e)

Tidak perlu kontrol

78.

Diet yang paling sesuai pada edema akibat sindrom nefrotik adalah apa?

a)

Tinggi natrium

b)

Rendah natrium, protein sesuai program

c)

Tinggi MSG

d)

Hanya buah

e)

Tinggi lemak

79.

Tanda bahaya pada sindrom nefrotik yang perlu diwaspadai adalah apa?

a)

Tidur siang

b)

Demam, sesak, edema cepat meningkat, dan nyeri perut hebat

c)

Nafsu makan meningkat

d)

Rambut kusam

e)

Gatal ringan

80.

Outcome yang diharapkan pada sindrom nefrotik terkait manajemen cairan adalah apa?

a)

Edema menurun dan berat badan stabil

b)

RR meningkat

c)

Urin makin berbusa

d)

Nyeri kepala meningkat

e)

Tekanan darah meningkat

81.

Anak dengan urin seperti cola, edema, dan hipertensi pasca faringitis. Diagnosis yang paling tepat adalah apa?

a)

SNA (glomerulonefritis akut)

b)

NS (sindrom nefrotik)

c)

DM tipe 1

d)

Asma

e)

RHD

82.

Intervensi prioritas pada SNA dengan hipertensi adalah apa?

a)

Cairan bebas

b)

Monitor tekanan darah dan batasi natrium/cairan sesuai program

c)

Diet tinggi garam

d)

Aktivitas berat

e)

Laksatif

83.

Edukasi rumah untuk anak dengan SNA yang tepat adalah apa?

a)

Pantau warna urin, pembengkakan, dan tekanan darah bila memungkinkan

b)

Pantau jam tidur

c)

Pantau warna rambut

d)

Pantau frekuensi bermain

e)

Pantau nafsu makan saja

84.

Anak dengan SNA mengalami sakit kepala hebat, muntah, dan tekanan darah sangat tinggi. Kondisi ini menunjukkan apa?

a)

Gawat darurat hipertensi

b)

Influenza

c)

Alergi

d)

Konstipasi

e)

Skabies

85.

Anak dengan GNC memiliki tekanan darah tinggi dan kreatinin meningkat. Fokus edukasi yang paling tepat adalah apa?

a)

Diet tinggi garam

b)

Kontrol tekanan darah, diet sesuai, dan kepatuhan kontrol

c)

Hentikan kontrol rutin

d)

Cairan bebas selalu

e)

Aktivitas berat

86.

Anemia pada GNC terutama disebabkan oleh apa?

a)

Defisit eritropoietin

b)

Kelebihan vitamin

c)

Alergi telur

d)

Kurang tidur

e)

Infeksi telinga

87.

Tanda retensi cairan pada GNC yang paling tepat adalah apa?

a)

Berat badan turun cepat

b)

Edema meningkat, urin menurun, tekanan darah naik

c)

Nafsu makan naik

d)

Anak tertawa

e)

Kulit lebih cerah

88.

Bayi tidak BAB lebih dari 48 jam, distensi, muntah hijau. Tanda khas Hirschsprung yang diharapkan saat pemeriksaan adalah apa?

a)

BAB cair terus

b)

Feses meledak setelah pemeriksaan rektal

c)

Poliuria

d)

Kejang

e)

Batuk

89.

Pada fase preoperatif Hirschsprung, intervensi utama yang harus dilakukan adalah apa?

a)

Diet tinggi serat

b)

Rectal washout dan pantau distensi/enterokolitis

c)

Pijat perut

d)

Antidiare

e)

Latihan toilet

90.

Setelah tindakan pull-through pada Hirschsprung, edukasi yang paling tepat adalah apa?

a)

Tidak perlu kontrol

b)

Pantau enterokolitis dan rawat kulit perianal

c)

Hentikan minum

d)

Luka dibiarkan

e)

BAB tidak akan berubah