wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Pelayanan Farmasi Klinik dan Dispensing Sediaan Steril

Total questions: 87

Worksheet time: 44mins

Name
Class
Date
1.

Manakah layanan yang termasuk dalam pelayanan farmasi klinik di rumah sakit menurut standar nasional?

a)

Rekonsiliasi obat pada pasien rawat inap

b)

Pemeriksaan laboratorium hematologi

c)

Tindakan bedah minor di poliklinik

d)

Pengelolaan kasir administrasi

2.

Apa fokus utama IV admixture pada gambar fasilitas yang ditunjukkan?

a)

Pembuatan sediaan tablet generik massal

b)

Penyimpanan vaksin dalam lemari pendingin

c)

Pencampuran obat suntik non kanker secara aseptik

d)

Sterilisasi alat bedah untuk operasi ortopedi

3.

Dispensing sediaan steril harus dilakukan di instalasi farmasi dengan teknik aseptik untuk tujuan apa?

a)

Meningkatkan kelarutan obat oral pasien

b)

Mengurangi biaya perawatan radiologi

c)

Mempercepat absorpsi obat transdermal

d)

Menjamin sterilitas dan stabilitas produk

4.

Di antara berikut ini, manakah tujuan dispensing steril yang berhubungan dengan keselamatan petugas?

a)

Meningkatkan kepatuhan minum obat oral

b)

Mengurangi kejadian hipoglikemia pada diabetes

c)

Memperbaiki palatabilitas sirup untuk anak

d)

Menghindari pemaparan zat berbahaya pada petugas

5.

Tujuan dispensing steril yang memastikan obat tidak bereaksi merugikan saat dicampur adalah apa?

a)

Memperpanjang masa simpan sediaan padat

b)

Memastikan dosis sesuai berat badan pasien

c)

Menjamin kompatibilitas dan stabilitas campuran

d)

Meningkatkan bioavailabilitas obat oral

6.

Dalam lingkup pelayanan farmasi klinik, aktivitas yang mendukung pemantauan terapi adalah apa?

a)

Pemantauan terapi obat oleh apoteker

b)

Penjadwalan kunjungan dokter spesialis

c)

Penggantian jarum infus oleh perawat

d)

Pencatatan suhu ruangan oleh teknisi

7.

Jika terjadi pencampuran IV di luar prosedur aseptik, risiko utama yang meningkat adalah apa?

a)

Kontaminasi mikroba pada sediaan parenteral

b)

Penurunan kepatuhan diet pasien

c)

Keterlambatan administrasi klaim asuransi

d)

Kesalahan identifikasi golongan darah

8.

Manakah pernyataan yang paling tepat terkait manfaat ekonomi dari dispensing steril?

a)

Pemborosan karena pembuangan semua sisa larutan

b)

Kenaikan harga obat akibat kontrol kualitas ketat

c)

Penambahan biaya karena penggunaan alat pelindung diri

d)

Penghematan biaya penggunaan obat melalui proses terstandar

9.

Tujuan utama teknik aseptik dalam penyiapan sediaan obat suntik adalah apa?

a)

Mengurangi biaya produksi obat di industri

b)

Mempercepat waktu pelayanan farmasi untuk pasien

c)

Menjaga sterilitas sediaan obat sampai pemberian

d)

Meningkatkan rasa nyaman pasien selama infus

10.

Manakah yang termasuk ruang lingkup pelayanan IV admixture secara aseptis?

a)

Dilution, reconstitution, compounding

b)

Titrasi, ekstraksi, distilasi

c)

Monitoring, dispensing, counseling

d)

Sterilisasi, kapsulisasi, pelapisan

11.

Dalam penanganan obat sitostatika, fokus keselamatan terutama ditujukan pada apa?

a)

Menghindari pemaparan zat berbahaya bagi petugas

b)

Mempercepat proses meracik untuk efisiensi waktu

c)

Meningkatkan stabilitas dengan menaikkan suhu ruangan

d)

Mengurangi jumlah alat pelindung diri yang digunakan

12.

TPN (Total Parenteral Nutrition) dalam konteks teknik aseptik berarti apa?

a)

Pemberian nutrisi oral tinggi protein harian

b)

Penyediaan nutrisi parenteral secara aseptis

c)

Penggantian cairan intratekal rutin pasien

d)

Formulasi tablet multivitamin untuk anak

13.

Menurut ruang lingkup teknik aseptik FRS, kegiatan berikut termasuk di bawah regulasi PMK 72 tahun 2016 adalah apa?

a)

Konseling pasien dan audit klinis

b)

IV admixture dan handling cytotoxic

c)

Radiofarmaka dan ekstraksi pelarut

d)

Sterilisasi alat bedah dan autotitrasi

14.

Salah satu tujuan teknik aseptik adalah menjamin kompatibilitas dan stabilitas sediaan steril. Apa implikasinya bagi praktik?

a)

Pemilihan pelarut dan pencampuran sesuai karakter obat

b)

Mengurangi jumlah bahan aktif untuk menekan reaksi

c)

Menaikkan dosis agar efek klinis lebih cepat terasa

d)

Mengganti semua obat suntik dengan oral bila mungkin

15.

Manakah kompetensi utama apoteker dalam dispensing sediaan obat steril yang paling tepat?

a)

Mengelola klaim asuransi pasien kanker secara rutin

b)

Menyusun jadwal dinas perawat di unit kemoterapi

c)

Menguasai pemasaran obat ke rumah sakit dan apotek

d)

Memahami konsep dispensing obat steril secara menyeluruh

16.

Dalam teknik aseptik, apoteker diharuskan memiliki kompetensi. Apa tujuan utama kompetensi ini?

a)

Meminimalkan kontaminasi mikroba selama pencampuran

b)

Mempercepat waktu tunggu pasien di farmasi

c)

Menentukan dosis berdasarkan preferensi pasien

d)

Meningkatkan penjualan produk farmasi komersial

17.

Apoteker perlu mampu membuat regulasi internal terkait setiap tahapan pencampuran sediaan obat steril. Manakah contoh regulasi yang sesuai?

a)

Standar prosedur operasional pencampuran dan pengemasan

b)

Kebijakan penataan parkir kendaraan karyawan

c)

Pedoman promosi media sosial layanan farmasi

d)

Aturan seragam harian staf administrasi

18.

Peran utama Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) dalam proses dispensing steril adalah...

a)

Menentukan regimen kemoterapi berdasarkan hasil radiologi

b)

Menetapkan diagnosis klinis untuk pasien rawat inap

c)

Membantu apoteker menyiapkan stok, menyiapkan, mencampur, mengemas, dan menyerahkan

d)

Melakukan verifikasi klaim asuransi dan pembayaran

19.

Seorang TTK tanpa kompetensi pencampuran diminta menyiapkan sediaan steril. Langkah terbaik yang menunjukkan penerapan konsep keselamatan kerja adalah...

a)

Menolak tugas dan meminta pendampingan apoteker kompeten

b)

Mengalihkan tugas ke perawat di bangsal rawat

c)

Melakukan pencampuran di ruang administrasi yang tenang

d)

Mencoba sendiri dengan belajar dari video daring singkat

20.

Mengacu pada diagram risiko teknik aseptik, apa potensi sumber kontaminasi saat mengekstraksi cairan dari vial dengan jarum?

a)

Sterilisasi berlebihan pada sarung tangan

b)

Percikan yang keluar dari septum vial

c)

Udara laminar yang mengalir terlalu cepat

d)

Label obat yang terlalu besar

21.

Pada proses membuka ampul kaca, tindakan mana yang paling tepat untuk mencegah partikel masuk ke larutan?

a)

Tiup ampul untuk mengeluarkan serpihan kaca

b)

Gunakan filter needle setelah pemecahan ampul

c)

Tenggelamkan ampul dalam alkohol 70 persen

d)

Potong ujung ampul dengan gunting steril

22.

Saat menarik obat ke dalam spuit, mengapa sudut jarum dan stabilitas tangan penting?

a)

Meningkatkan viskositas larutan obat

b)

Mempercepat laju pengisian spuit

c)

Mencegah perubahan warna obat sitotoksik

d)

Mengurangi turbulensi aliran dan percikan

23.

Berdasarkan skema 'Komponen PIVAS', komponen inti mana yang harus tersedia sebelum memulai layanan?

a)

Ruang tunggu pasien ber-AC saja

b)

Sistem inventaris berbasis cloud saja

c)

Sponsor industri farmasi lokal

d)

Sarana dan fasilitas yang sesuai standar

24.

Dalam kerangka PIVAS, apa peran 'Kebijakan dan prosedur' terhadap praktik aseptik?

a)

Mengurangi kebutuhan peralatan filtrasi

b)

Menentukan merek jarum yang ekonomis

c)

Menetapkan alur kerja konsisten dan aman

d)

Menggantikan kebutuhan pelatihan personal

25.

Manakah komponen wajib dalam membangun pelayanan aseptic dispensing menurut prinsip CPOB 2018?

a)

Personil terlatih dan terkualifikasi

b)

Ketersediaan obat sitotoksik banyak

c)

Lokasi dekat ruang rawat inap

d)

Jadwal kerja fleksibel harian

26.

Tujuan utama memiliki bangunan dan sarana dengan luas yang memadai pada fasilitas aseptik adalah untuk:

a)

Memudahkan akses pengunjung umum

b)

Mengurangi biaya operasional fasilitas

c)

Memungkinkan alur kerja terpisah bersih-kotor

d)

Menaikkan kapasitas tempat parkir

27.

Peralatan penunjang yang sesuai dalam aseptic dispensing berfungsi terutama untuk:

a)

Menjaga kondisi lingkungan steril konsisten

b)

Mempercepat proses administrasi pasien

c)

Menggantikan pelatihan personil rutin

d)

Mengurangi kebutuhan SOP tertulis

28.

Mengapa bahan, wadah, dan label yang benar menjadi persyaratan penting dalam dispensing steril?

a)

Mencegah kesalahan identitas dan kontaminasi produk

b)

Memastikan produk lebih menarik secara visual

c)

Mempercepat waktu distribusi ke bangsal

d)

Mengurangi jumlah personil yang diperlukan

29.

Pernyataan yang paling tepat tentang prosedur dan instruksi yang disetujui dalam layanan aseptik adalah:

a)

SOP tertulis menjadi acuan konsisten proses

b)

SOP hanya diperlukan saat audit eksternal

c)

Instruksi lisan cukup untuk semua langkah

d)

SOP boleh berubah spontan saat sibuk

30.

Personil yang kompeten untuk dispensing aseptik harus:

a)

Selalu bekerja tanpa supervisi senior

b)

Mengabaikan prinsip CPOB bila mendesak

c)

Memahami tanggung jawab dan terdokumentasi

d)

Mengutamakan kecepatan daripada akurasi

31.

Kompetensi berpengalaman praktis pada personil berarti bahwa mereka:

a)

Belum pernah bekerja di lingkungan steril

b)

Hanya membaca teori aseptik dari buku

c)

Telah melakukan teknik aseptik secara berulang

d)

Mengandalkan rekan untuk semua prosedur

32.

Pelatihan yang sesuai dan berkesinambungan bagi personil aseptik diperlukan untuk:

a)

Memelihara keterampilan dan kepatuhan CPOB

b)

Mengganti kebutuhan fasilitas memadai

c)

Mengurangi kebutuhan alat kalibrasi rutin

d)

Meningkatkan jumlah pasien per hari

33.

Kemampuan bekerja di laminar airflow cabinet mencakup:

a)

Pengaturan posisi tangan dan aliran udara

b)

Penggunaan alat tulis dekat filter HEPA

c)

Menempatkan bahan di area turbulensi

d)

Membuka pintu kabinet saat mensterilkan

34.

Parameter mana yang wajib dicatat harian untuk menjaga mutu ruang dispensasi steril?

a)

Jumlah pasien yang dilayani harian

b)

Kebersihan ruangan terstandar harian

c)

Jenis obat yang paling sering dicampur

d)

Nama petugas piket setiap hari

35.

Tekanan ruang pada area steril paling tepat dipantau harian untuk alasan apa?

a)

Mengurangi kebisingan kerja

b)

Menjaga aliran udara terkendali

c)

Menghemat konsumsi listrik

d)

Meningkatkan kenyamanan kursi

36.

Komponen APD yang menutup tubuh secara menyeluruh disebut apa?

a)

Shoe cover kain tipis

b)

Goggle pelindung mata

c)

Coverall pelindung badan

d)

Apron sekali pakai

37.

Sarung tangan yang sesuai untuk pencampuran steril harus memiliki karakteristik apa?

a)

Dilapisi lotion pelembap

b)

Bertekstur kasar untuk grip

c)

Berwarna cerah dekoratif

d)

Steril dan bebas bubuk

38.

Jenis masker yang direkomendasikan untuk paparan sitotoksik adalah?

a)

Masker N95 disesuaikan

b)

Masker kain dua lapis

c)

Masker bedah longgar

d)

Respirator kain elastis

39.

Mengapa pakaian kerja untuk area sitotoksik harus dicuci terpisah?

a)

Mengurangi kerut pakaian

b)

Menghemat deterjen harian

c)

Mencegah kontaminasi lintas area

d)

Memudahkan penataan lemari

40.

Komponen untuk melindungi kaki di area steril meliputi apa?

a)

Sepatu olahraga berlubang

b)

Boot karet tanpa penutup

c)

Sandal kain dan kaus kaki

d)

Sepatu lab dan shoe cover

41.

Peralatan apa yang disiapkan khusus untuk menanggulangi tumpahan kemoterapi?

a)

Spill kit kemoterapi lengkap

b)

Sapu dan pengki umum

c)

Tisu kertas serap

d)

Kain pel basah biasa

42.

Parameter lingkungan yang memengaruhi kestabilan sediaan dan kenyamanan kerja yang perlu dicatat harian adalah?

a)

Suhu dan kelembaban ruang

b)

Warna cat dinding baru

c)

Musik latar di ruangan

d)

Model meja kerja terbaru

43.

Dokumentasi harian mengenai kelengkapan dan kondisi alat bertujuan utama untuk?

a)

Mencatat preferensi petugas

b)

Menjamin kesiapan proses aseptik

c)

Menetapkan jadwal libur staf

d)

Mempromosikan merek alat

44.

Kacamata pelindung jenis goggle digunakan untuk melindungi dari paparan?

a)

Cairan pembersih lantai

b)

Debu konstruksi umum

c)

Sinar UV lingkungan luar

d)

Cytotoxic, antibiotik, hormon

45.

Dalam standar operasional, kegiatan mana yang termasuk menjaga mutu dan keselamatan di fasilitas aseptik?

a)

Pengurangan jam operasional

b)

Pengadaan poster dekorasi

c)

Promosi layanan klinik

d)

Pembersihan alat terjadwal

46.

Pada penanganan obat sitotoksik, mana yang termasuk sediaan obat steril untuk dispensi aseptik?

a)

Tablet salut gula untuk oral

b)

Kapsul gelatin keras isi serbuk

c)

Pipet kaca, tabung reaksi labor

d)

Vial, ampul, kolf, soft bag

47.

Konsentrasi alkohol yang lazim untuk disinfeksi permukaan sebelum aseptik adalah?

a)

Metanol teknis 90 persen

b)

Iso propil alkohol 20 persen

c)

Etil alkohol spray 30 persen

d)

Etil alkohol spray 70 persen

48.

Peralatan pendukung yang tepat untuk penyiapan steril mencakup apa?

a)

Gelas beaker, gelas ukur, pengaduk kayu

b)

Syringe, needle, flacon, kemasan pendukung

c)

Mortir porselen, stamper, sendok spatula

d)

Pipet Pasteur, mikropipet, mikrotube

49.

Untuk pembuangan limbah penyiapan sitotoksik, wadah yang benar adalah?

a)

Kontainer medis tajam dan tidak tajam

b)

Wadah kompos biodegradable

c)

Tong sampah organik umum

d)

Kantong plastik rumah tangga biasa

50.

Label yang diperlukan pada produk jadi dalam penyiapan aseptik adalah?

a)

Label/etiket dalam dan etiket luar

b)

Sticker dekoratif tanpa informasi

c)

Nama pasien saja tanpa detail

d)

Kode warna sederhana tanpa teks

51.

Penanda untuk obat tertentu yang benar adalah?

a)

Label hijau untuk semua antibiotik

b)

Penanda manis, asin, asam, pahit

c)

Ikon bintang untuk dosis tinggi

d)

High alert, terlindung cahaya, obat kanker

52.

Langkah awal yang benar dalam prosedur cuci tangan 12 langkah adalah?

a)

Gosok ibu jari kiri berputar

b)

Basuh tangan dengan air mengalir

c)

Keringkan tangan dengan handuk sekali

d)

Gunakan tisu untuk menutup kran

53.

Urutan yang tepat setelah menuang sabun pada telapak adalah?

a)

Mengunci jari-jari dalam genggaman

b)

Keringkan segera dengan hand dryer

c)

Ratakkan sabun pada kedua telapak

d)

Langsung bilas kedua tangan dengan air

54.

Bagian tangan yang sering terlewat dan harus digosok khusus dalam protokol adalah?

a)

Lengan atas dan siku kiri saja

b)

Punggung tangan kanan saja

c)

Telapak tangan kiri saja

d)

Ujung jari dan ibu jari berputar

55.

Langkah akhir untuk menjaga kebersihan setelah cuci tangan adalah?

a)

Gunakan tisu untuk menutup kran

b)

Sentuh kran langsung dengan telapak

c)

Biarkan tangan basah mengering sendiri

d)

Pegang gagang pintu dengan tangan basah

56.

Untuk pengeringan tangan setelah dicuci, fasilitas yang sesuai terlihat pada gambar adalah?

a)

Kain serbaguna di meja

b)

Baju kerja bagian lengan

c)

Kain lap bersama di wastafel

d)

Hand dryer atau tisu sekali pakai

57.

Langkah awal sebelum mengenakan sarung tangan steril untuk aseptic dispensing adalah apa?

a)

Mengoleskan lotion pelembap sebelum bekerja

b)

Menyemprot tangan dengan alkohol 90 persen

c)

Menggunakan handrub lalu mengeringkan sebagian

d)

Mencuci tangan lalu mengeringkan sepenuhnya

58.

Saat membuka kemasan sarung tangan steril, tindakan mana yang paling tepat untuk menjaga sterilitas?

a)

Membuka di lorong persiapan umum

b)

Membuka di ruang istirahat yang kosong

c)

Membuka di area bersih dekat LAF

d)

Membuka di atas lantai yang telah dipel

59.

Berapa lama LAF harus dihidupkan sebelum digunakan untuk pekerjaan aseptik?

a)

Sekitar lima menit sebelum mulai

b)

Sekitar satu menit sebelum mulai

c)

Sekitar lima belas menit sebelum mulai

d)

Segera saat pekerjaan dimulai

60.

Tujuan utama pembersihan pada LAF sebelum disinfeksi adalah apa?

a)

Menstabilkan aliran udara laminar

b)

Menghilangkan kotoran dengan deterjen

c)

Membunuh patogen dengan alkohol

d)

Meningkatkan kelembapan ruang kerja

61.

Kapan pembersihan LAF dilakukan selama siklus kerja aseptik?

a)

Setiap dua jam selama bekerja

b)

Hanya setelah selesai bekerja

c)

Hanya sebelum memulai pekerjaan

d)

Sebelum memulai dan setelah selesai

62.

Prinsip penataan barang dalam LAF menyarankan untuk membatasi barang yang dimasukkan. Apa alasan utamanya?

a)

Mengurangi turbulensi dan kontaminasi silang

b)

Menghemat ruang penyimpanan sementara

c)

Mempercepat akses operator ke alat

d)

Mengurangi kebutuhan disinfeksi harian

63.

Sebelum memasukkan obat dan alkes ke dalam LAF, tindakan yang harus dilakukan adalah apa?

a)

Menyemprot dengan aerosol desinfektan

b)

Menyeka dengan alkohol tujuh puluh persen

c)

Mengelap dengan tisu kering sekali pakai

d)

Mencuci dengan air sabun hangat

64.

Jarak minimum penempatan objek besar di dalam LAF adalah berapa?

a)

Lima sentimeter antar objek

b)

Sepuluh sentimeter antar objek

c)

Lima belas sentimeter antar objek

d)

Tiga puluh sentimeter antar objek

65.

Jarak minimum penempatan objek kecil di dalam LAF adalah berapa?

a)

Tiga sentimeter antar objek

b)

Lima belas sentimeter antar objek

c)

Sepuluh sentimeter antar objek

d)

Lima sentimeter antar objek

66.

Berapa jarak minimum antara objek dengan pinggir meja kerja dalam LAF untuk menjaga aliran laminar?

a)

Minimal sepuluh sentimeter dari tepi

b)

Minimal lima belas sentimeter dari tepi

c)

Minimal lima sentimeter dari tepi

d)

Minimal dua puluh sentimeter dari tepi

67.

Skema penataan LAF menunjukkan aturan ‘15 cm’. Dalam situasi bekerja dengan vial besar dan syringe kecil, bagaimana kamu menata agar mematuhi aturan ini?

a)

Letakkan vial besar berjarak 5 cm, syringe kecil 15 cm

b)

Letakkan vial besar berjarak 15 cm, syringe kecil 5 cm

c)

Letakkan semua objek berjarak 10 cm seragam

d)

Letakkan objek besar di tepi, kecil di tengah

68.

Pada diagram zona kerja BSC, jarak aman dari tepi depan dan samping untuk area kerja ditunjukkan. Berapa jarak yang harus dijaga dari tepi untuk menjaga aliran udara laminar?

a)

Sekitar 10 cm dari tepi

b)

Sekitar 15 cm dari tepi

c)

Sekitar 20 cm dari tepi

d)

Menempel tepat di tepi

69.

Gambar tata letak reconstitusi menunjukkan penempatan bahan dan alat. Komponen mana yang paling tepat ditempatkan di sisi kiri dekat kantong limbah sitotoksik?

a)

Vial obat siap pakai steril

b)

Wadah stainless untuk alat

c)

Roller mixer elektrik kecil

d)

Syringe dan jarum steril

70.

Istilah "ASEPTIS" pada slide didefinisikan sebagai kondisi bebas mikroorganisme. Apa tujuan utama teknik aseptis selama dispensing obat sitotoksik?

a)

Meningkatkan stabilitas kimia obat

b)

Mengurangi biaya penggunaan alat

c)

Mengurangi paparan dan kontaminasi mikroba

d)

Mempercepat proses pencampuran obat

71.

Dalam hierarki faktor yang memengaruhi kualitas produk aseptis, posisi kerja di BSC memengaruhi risiko kontaminasi. Langkah mana yang paling langsung menurunkan gangguan aliran udara?

a)

Menumpuk vial di tengah area

b)

Menjaga jarak 15 cm dari tepi

c)

Menempatkan bahan tepat di depan grill

d)

Mengarahkan tangan melawan aliran

72.

Saat menyiapkan rekonstritusi, mana urutan yang paling aman untuk mengurangi paparan: mengambil alat, menata bahan, lalu melakukan rekonstritusi?

a)

Tidak perlu menata bahan terlebih dahulu

b)

Menata bahan sebelum rekonstritusi

c)

Mengambil alat setelah rekonstritusi

d)

Menata bahan setelah rekonstritusi

73.

Slide menyebutkan penurunan/peniadaan jumlah mikroorganisme sebagai tujuan. Tindakan mana yang paling konsisten dengan tujuan tersebut saat bekerja di BSC?

a)

Menggunakan sarung tangan non-steril

b)

Mengurangi gerakan tangan berlebihan

c)

Membuka vial di luar BSC

d)

Meningkatkan kecepatan kipas BSC

74.

Pada tata letak BSC, area limbah ditandai di sisi kiri dan kanan. Mengapa penempatan limbah di tepi area kerja lebih disarankan?

a)

Memudahkan akses vial obat

b)

Menghindari gangguan pusat aliran

c)

Mengurangi kebutuhan alat tambahan

d)

Meningkatkan suhu permukaan kerja

75.

Pada pemilihan volume syringe untuk menarik 5 ml larutan, pilihan terbaik karena akurasi dan kontrol adalah menggunakan syringe berukuran:

a)

10 ml untuk ruang plunger lebih panjang

b)

1 ml dengan banyak tarikan kecil

c)

5 ml yang sesuai kebutuhan volume

d)

20 ml untuk mengurangi tekanan negatif

76.

Tanda bergradasi pada badan syringe terutama berfungsi untuk:

a)

Menunjukkan ukuran jarum yang kompatibel

b)

Menandai perbedaan volume tergantung ukuran

c)

Mengidentifikasi produsen dan batch produksi

d)

Mengurangi gesekan antara plunger dan barrel

77.

Prinsip aseptik menyatakan bagian kritis syringe yang tidak boleh disentuh adalah:

a)

Flensa jari dan stopper karet

b)

Skala volume dan label merek

c)

Tip syringe dan plunger bagian batang

d)

Barrel luar dan flensa jari

78.

Untuk menjaga akurasi dan mencegah kontaminasi, hindari menggunakan syringe dengan kapasitas dua kali lebih besar dari volume yang dibutuhkan. Konsekuensi jika menggunakan syringe 10 ml untuk menarik 5 ml adalah:

a)

Tekanan positif di vial selalu lebih stabil

b)

Sterilitas otomatis karena barrel lebih panjang

c)

Akurasi meningkat karena ruang lebih besar

d)

Risiko kesalahan volume dan kontrol menurun

79.

Dalam teknik aseptis, istilah critical site (non-touch) pada needle merujuk terutama pada:

a)

Penutup jarum plastik luar

b)

Bagian pelindung jarum berwarna

c)

Permukaan bevel dan lumen jarum

d)

Hub jarum yang menempel ke syringe

80.

Anatomi syringe yang relevan untuk sterilisasi mencakup:

a)

Handle, hinge, base, seal

b)

Cap, holder, clip, spring

c)

Barrel, tip, plunger, stopper

d)

Frame, socket, ring, vent

81.

Jika diperlukan 0,8 ml larutan berharga tinggi, pemilihan syringe yang paling tepat untuk meminimalkan kesalahan adalah:

a)

Syringe 10 ml tanpa skala penuh

b)

Syringe 20 ml dengan stopper besar

c)

Syringe 5 ml dengan skala lebar

d)

Syringe 1 ml dengan skala halus

82.

Saat memasang jarum ke syringe dalam LAF, tindakan yang benar untuk menjaga sterilisasi adalah:

a)

Sentuh bevel jarum untuk stabilisasi

b)

Pegang tip syringe dengan jari steril

c)

Pegang barrel luar dan lumen jarum

d)

Hanya pegang penutup jarum dan flensa

83.

Skala bergradasi pada syringe yang lebih kecil biasanya:

a)

Digunakan hanya untuk obat oral

b)

Tidak berpengaruh pada pembacaan

c)

Lebih halus dan lebih akurat

d)

Kurang detail dan sulit dibaca

84.

Pada gambar, fungsi utama calibration marks pada barrel adalah untuk apa?

a)

Menahan plunger di tempat

b)

Mencegah kebocoran udara

c)

Mengukur volume akurat

d)

Menjaga sterilisasi jarum

85.

Dalam praktik aseptik, bagian mana yang boleh disentuh dengan tangan ber-sarung tanpa mengganggu sterilitas?

a)

Cannula dan bevel

b)

Barrel bagian luar

c)

Needle hub bagian dalam

d)

Plunger piston ujung distal

86.

Jika plunger secara tidak sengaja tersentuh pada ujung piston, apa risiko paling mungkin terjadi?

a)

Penurunan panjang cannula

b)

Perubahan kalibrasi skala

c)

Kerusakan flange penahan

d)

Kontaminasi dosis obat

87.

Ketika menarik obat ke dalam syringe dari vial, urutan tindakan yang paling tepat untuk menjaga asepsis adalah?

a)

Pegang hub, masukkan cannula

b)

Pegang barrel, dorong bevel

c)

Sentuh bevel lalu tarik plunger

d)

Pegang flange, sentuh cannula