NEW
Font size
WorksheetsINSTRUMEN HOTS PADA MATA PELAJARAN DASAR-DASAR TEKNIK MESIN
Total questions: 20
Worksheet time: 1hrs 25mins
Dalam kegiatan penggerindaan, pekerja wajib menggunakan alat pelindung diri (APD) untuk menjaga keselamatan kerja.
Berdasarkan gambar tersebut, analisislah alat keselamatan kerja apa saja yang wajib digunakan untuk meminimalkan risiko bahaya kerja selama proses penggerindaan berlangsung!
Kacamata, masker, sarung tangan, penutup lubang telinga, baju khusus bengkel, sepatu safety
Kacamata, sarung tangan, penutup lubang telinga, baju khusus bengkel, sepatu safety
Masker, sarung tangan, penutup lubang telinga, baju khusus bengkel, sepatu safety
Kacamata, masker, sarung tangan, penutup lubang telinga, sepatu safety
Kacamata, masker, sarung tangan, baju khusus bengkel, sepatu safety
Perhatikan gambar proses pengelasan berikut ini!
Berdasarkan kondisi kerja yang terlihat pada gambar, evaluasilah potensi kecelakaan kerja yang paling mungkin terjadi akibat kelalaian dalam penggunaan alat pelindung diri (APD) dan lingkungan kerja yang tidak aman!
Kaki tertimpa benda kerja yang sedang dilas
Mata, tangan terkena percikan bunga api, serta dada sesak akibat menghirup uap hasil pengelasan
Mata, tangan terlindungi dari percikan bunga api, namun dada sesak akibat menghirup uap hasil pengelasan
Telinga tidak dapat mendengar dengan baik akibat bising lingkungan
Telinga, kaki dalam kondisi aman tanpa potensi bahaya
Perhatikan klasifikasi kecelakaan kerja berikut ini!
Menurut International Labour Organization (ILO) atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Organisasi Perburuhan Internasional, kecelakaan akibat kerja dapat diklasifikasikan berdasarkan jenis kecelakaannya, seperti:
1) Tertimpa benda
2) Pengaruh radiasi
3) Terjatuh
4) Terjepit oleh benda
5) Keracunan
6) Terkena arus Listrik
7) Patah tulang
Analisislah data klasifikasi di atas! Manakah kombinasi angka yang termasuk ke dalam kategori jenis kecelakaan berdasarkan klasifikasi ILO?
1 – 3 – 5 – 7
1 – 2 – 3 – 4
1 – 3 – 4 – 6
2 – 3 – 4 – 5
2 – 4 – 5 – 6
Perhatikan gambar alat pelindung diri (APD) berikut ini!
Berdasarkan pengalaman Anda dalam praktik kerja di bengkel, evaluasilah fungsi dari alat pelindung diri tersebut serta jenis pekerjaan yang tepat saat penggunaannya!
Digunakan sebagai pelindung wajah saat melakukan proses pembubutan
Digunakan sebagai pelindung wajah saat melakukan proses pengfraisan
Digunakan sebagai pelindung wajah saat melakukan proses pengelasan
Digunakan sebagai pelindung wajah saat melakukan proses penggerindaan
Digunakan sebagai pelindung wajah saat melakukan proses pemotongan (cutting)
Anggita akan melakukan praktik kerja menggunakan mesin bubut. Sebelum memulai proses pemesinan, ia ingin memastikan bahwa eretan mesin tidak mengalami kebengkokan atau run out yang dapat memengaruhi hasil pembubutan.
Berdasarkan situasi tersebut, analisislah alat ukur pembanding yang paling tepat digunakan untuk mendeteksi kebengkokan dan run out pada eretan mesin bubut!
Caliper gauge untuk mengukur celah luar
Bore gauge untuk mengukur diameter lubang
Dial indikator untuk mengukur penyimpangan gerak (run out), kebengkokan
Mikrometer untuk mengukur ketebalan dengan presisi tinggi
Jangka sorong untuk mengukur panjang, diameter benda kerja
Saat melakukan praktik pembongkaran mesin mobil, Fauzi menemukan komponen rocker arm yang perlu diukur diameternya. Mengingat ukuran diameter komponen tersebut kecil dan membutuhkan ketelitian, Fauzi harus memilih alat ukur pembanding yang paling tepat agar hasil pengukurannya akurat.
Berdasarkan situasi tersebut, analisislah dan tentukan alat ukur pembanding yang paling sesuai untuk digunakan Fauzi!
Telescoping gauge – digunakan untuk menjangkau diameter dalam, tetapi hasil pengukurannya bergantung pada alat ukur lain seperti mikrometer.
Bore gauge – digunakan untuk mengukur diameter dalam lubang secara presisi, namun lebih cocok untuk diameter besar.
Dial indicator – digunakan untuk mengukur run out, kesejajaran, atau getaran, bukan diameter.
Caliper gauge – digunakan sebagai alat pembanding yang sesuai untuk mengukur diameter luar maupun dalam yang kecil secara efektif.
Feeler gauge – digunakan untuk mengukur celah atau kerenggangan antar dua permukaan, bukan diameter.
Perhatikan gambar alat ukur berikut ini!
Setiap alat ukur memiliki fungsi yang berbeda dalam pengukuran teknik. Analisislah fungsi dari alat ukur pembanding yang ditunjukkan pada gambar, lalu tentukan kegunaannya yang paling tepat berdasarkan karakteristik alat tersebut!
Dial indikator digunakan untuk mengukur kebengkokan permukaan, run out (penyimpangan putaran) pada benda kerja.
Caliper gauge digunakan untuk mengukur diameter luar maupun dalam pada benda kecil secara cepat.
Telescoping gauge digunakan untuk menjangkau dan mengukur diameter dalam pada komponen yang memiliki kedalaman tertentu.
Bore gauge digunakan untuk mengukur diameter bagian dalam silinder dengan presisi tinggi.
Feeler gauge digunakan untuk mengukur celah atau kerenggangan antara dua permukaan.
Oji mendapatkan tugas dari sekolah untuk membuat sebuah palu. Setelah proses pembuatan selesai, ia mendapati bahwa permukaan bagian atas palu masih tidak rata dan tidak sesuai dengan standar hasil kerja yang baik.
Evaluasilah proses perbaikan apa yang paling tepat dilakukan Oji agar permukaan palu menjadi rata dan halus sesuai fungsi serta keamanannya!
Melakukan penggoresan untuk menandai bidang kerja
Melakukan pemahatan untuk membentuk atau membuang bagian material secara besar
Melakukan penggergajian untuk memotong bagian palu
Melakukan pengamplasan untuk menghaluskan permukaan secara ringan
Melakukan pengikiran untuk meratakan, menyempurnakan permukaan logam yang tidak rata
Saat sedang mengerjakan sebuah benda kerja sesuai dengan jobsheet yang diberikan, kamu mendapati bahwa hasil akhir benda kerja ternyata terlalu panjang dari ukuran yang seharusnya.
Berdasarkan kondisi tersebut, evaluasilah tindakan paling tepat yang harus kamu ambil untuk memperbaiki kesalahan tersebut, menyesuaikan kembali benda kerja sesuai spesifikasi!
Melakukan penggoresan untuk menandai bagian benda kerja
Melakukan pemahatan untuk membentuk bagian permukaan benda kerja
Melakukan pengamplasan untuk menghaluskan permukaan benda kerja
Melakukan penggergajian untuk memotong, mengurangi panjang benda kerja sesuai ukuran
Melakukan pengikiran untuk meratakan atau memperhalus bagian tepi benda kerja
Perhatikan langkah-langkah proses kerja menggergaji berikut ini:
1) Daun gergaji dijepit pada sengkang secara tegang menggunakan kaitan pemegang yang bercelah.
2) Menjepit benda kerja pada ragum.
3) Mengarahkan muka gigi daun gergaji ke arah tumbukan.
4) Bersiap dalam posisi memotong.
5) Memegang gergaji tangan dengan benar.
Dari prosedur tersebut, analisislah, tentukan urutan langkah kerja yang paling tepat dan sesuai dengan standar operasional penggergajian manual!
1 – 2 – 3 – 4 – 5
1 – 3 – 4 – 5 – 2
2 – 1 – 3 – 5 – 4
2 – 3 – 1 – 5 – 4
3 – 2 – 1 – 4 – 2
Perhatikan urutan prosedur kerja berikut ini:
1) Menyiapkan peralatan, perlengkapan yang diperlukan.
2) Memeriksa kondisi kesiapan mesin.
3) Mengatur putaran spindel sesuai dengan kecepatan potong (cutting speed).
4) Memasang senter putar pada kepala lepas.
5) Memasang pahat dengan ketinggian ujung sayat sejajar dengan ujung center.
6) Memasang benda kerja pada cekam.
7) Mendekatkan pahat ke ujung benda kerja yang akan disayat.
8) Menyalakan mesin, lalu melakukan proses penyayatan.
Berdasarkan analisis dari langkah-langkah kerja tersebut, dapat disimpulkan bahwa prosedur tersebut merupakan bagian dari penggunaan mesin apa?
Mesin frais
Mesin frais
Mesin cutting
Mesin cutting
Mesin gerinda
Mesin gerinda
Mesin rolling
Mesin rolling
Mesin bubut
Mesin bubut
Perhatikan gambar komponen mesin bubut yang ditampilkan!
Berdasarkan ciri bentuk dan posisi komponen tersebut, analisislah fungsi dari komponen tersebut dalam proses kerja mesin bubut tersebut
Komponen ini berfungsi sebagai penyangga tambahan untuk menopang benda kerja yang memiliki panjang melebihi kapasitas standar saat proses pembubutan berlangsung.
Komponen ini berfungsi sebagai kepala lepas yang digunakan sebagai tempat dudukan senter, mata bor, senter bor, tap, maupun reamer dalam mendukung proses pengeboran atau penunjaman.
Komponen ini merupakan eretan yang berfungsi untuk mengatur dan menggeser posisi pahat secara memanjang, baik secara manual maupun otomatis ke arah kanan dan kiri.
Komponen ini merupakan penjepit pahat yang digunakan untuk menahan dan mengunci pahat agar tetap stabil selama proses penyayatan benda kerja.
Komponen ini adalah kepala tetap yang berfungsi sebagai tempat pemasangan benda kerja agar dapat berputar selama proses pembubutan.
Pada saat mengikuti mata pelajaran Pekerjaan Dasar Teknik Mesin, Gibran diberikan tugas oleh gurunya untuk membuat sebuah roda gigi.
Di bengkel sekolah tersedia beberapa jenis mesin perkakas, seperti mesin sekrap, bubut, frais, cutting, dan gerinda.
Berdasarkan kondisi tersebut, evaluasilah dan tentukan jenis mesin yang paling tepat digunakan Gibran untuk menyelesaikan pembuatan roda gigi sesuai dengan fungsinya!
Mesin sekrap, yang digunakan untuk meratakan permukaan benda kerja secara linier.
Mesin bubut, yang digunakan untuk membentuk benda kerja berbentuk silinder atau tirus.
Mesin frais, yang digunakan untuk membuat roda gigi melalui proses pemotongan secara melingkar dengan pisau frais khusus.
Mesin cutting, yang digunakan untuk proses pemotongan material secara umum.
Mesin gerinda, yang digunakan untuk finishing permukaan dan mencapai dimensi yang presisi.
Dalam kegiatan praktik pengelasan di bengkel, seorang guru memberikan material berupa plat dan pipa baja kepada peserta didik.
Namun, material tersebut masih dalam kondisi utuh dan memanjang hingga 4 meter. Sebagai peserta didik, Anda diminta untuk mengevaluasi kondisi tersebut dan menentukan langkah penyelesaian yang paling tepat dan efisien sebelum proses pengelasan dilakukan.
Apa tindakan terbaik yang harus dilakukan untuk mempersiapkan material tersebut?
Menggunakan gerinda potong (cutting grinder) agar proses pemotongan plat, pipa menjadi lebih cepat, rapi, serta efisien sesuai ukuran yang dibutuhkan.
Menggunakan tangan secara manual agar pemotongan plat, pipa dapat dilakukan dengan mudah tanpa mesin.
Menggunakan gerinda silinder yang sebenarnya lebih tepat untuk proses penghalusan diameter luar benda silindris, bukan untuk pemotongan.
Menggunakan gerinda duduk yang lebih sesuai untuk penajaman alat potong, bukan untuk memotong material besar seperti plat, pipa.
Menggunakan metode lain tanpa mempertimbangkan efisiensi waktu keselamatan kerja.
Pada saat melakukan proses penggerindaan menggunakan gerinda potong untuk memotong plat, terjadi kendala teknis di mana posisi gerinda yang ditekan ke plat tidak dapat diangkat kembali setelah proses pemotongan.
Sebagai peserta didik yang terlatih dalam keselamatan kerja dan pemeliharaan alat, evaluasilah situasi tersebut dan tentukan langkah paling tepat yang harus dilakukan untuk menangani permasalahan secara aman dan efisien.
Segera matikan sumber arus listrik pada gerinda untuk menghindari bahaya, kemudian periksa kemungkinan kerusakan pada gerinda potong, dan tarik plat secara hati-hati untuk menghindari kerusakan lebih lanjut.
Langsung memeriksa bagian gerinda yang tidak bisa diangkat tanpa mematikan sumber arus terlebih dahulu.
Hanya mematikan gerinda potong tanpa melakukan pemeriksaan atau penanganan lebih lanjut.
Langsung menarik plat yang menempel tanpa memperhatikan keselamatan dan kondisi arus listrik.
Menarik plat terlebih dahulu baru kemudian mematikan sumber arus, yang dapat membahayakan pengguna.
Saat akan melakukan praktik di bengkel, Bonar hendak menggunakan gerinda tangan untuk menghaluskan benda kerja. Namun saat diperiksa, mata gerinda belum terpasang. Analisislah langkah-langkah yang tepat dan berurutan dalam pemasangan mata gerinda tersebut.
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memasang pelindung gerinda untuk mengarahkan percikan api saat proses penggerindaan. Setelah itu, pasang spacer gerinda, kemudian letakkan mata gerinda pada porosnya dan pasang mur pengunci. Terakhir, tekan dan tahan tombol pengunci poros, lalu kencangkan mur pengunci hingga mata gerinda terpasang dengan kuat.
Langkah pertama yaitu memasang pelindung percikan api, kemudian langsung menekan tombol pengunci poros dan mengencangkan mur pengunci, tanpa memasang spacer dan mata gerinda terlebih dahulu.
Langkah pertama dimulai dari memasang spacer gerinda, kemudian meletakkan mata gerinda dan mur pengunci, lalu menekan tombol pengunci dan mengencangkan mur, tanpa memasang pelindung terlebih dahulu.
Langkah pertama dilakukan dengan memasang pelindung percikan api, dilanjutkan dengan memasang spacer gerinda, lalu langsung menekan tombol dan mengencangkan mur pengunci, tanpa meletakkan mata gerinda.
Langkah-langkah dilakukan dengan memasang pelindung percikan api terlebih dahulu, lalu memasang spacer gerinda, meletakkan mata gerinda, dan mur pengunci, namun tidak disertai proses penguncian poros gerinda dengan tombol.
Fahrezi akan melakukan proses pengelasan pada bahan logam. Agar hasil pengelasan memiliki kualitas yang baik dan sesuai standar kerja, buatlah rancangan teknis berupa alur syarat-syarat proses pengelasan yang harus dipenuhi. Pilihlah alur kerja yang paling tepat dan ideal.
1. Menentukan tegangan busur sesuai dengan jenis elektroda.
2. Menyesuaikan panjang busur dengan garis tengah elektroda.
3. Mengatur arus listrik sesuai bahan yang akan dilas.
4. Mengatur polaritas listrik sesuai dengan bahan pembungkus elektroda.
5. Mengabaikan penetrasi sambungan las.
1. Tegangan busur tidak perlu disesuaikan dengan jenis elektroda.
2. Panjang busur disamakan dengan garis tengah elektroda.
3. Arus listrik dan polaritas disesuaikan dengan bahan dan elektroda.
4. Penetrasi sambungan diperhatikan.
1. Menyesuaikan tegangan busur dengan jenis elektroda.
2. Menyamakan panjang busur dengan titik awal elektroda, bukan garis tengahnya.
3. Menentukan arus dan polaritas sesuai bahan yang akan dilas.
4. Penetrasi diperhatikan.
1. Tegangan busur disesuaikan dengan jenis elektroda.
2. Panjang busur sesuai dengan garis tengah elektroda.
3. Arus listrik disesuaikan dengan bahan.
4. Polaritas listrik tidak disesuaikan dengan bahan pembungkus elektroda.
5. Penetrasi tetap diperhatikan.
1. Menentukan tegangan busur yang sesuai dengan jenis elektroda yang digunakan.
2. Menyesuaikan panjang busur dengan garis tengah elektroda untuk menjaga kestabilan nyala busur.
3. Mengatur besar arus listrik berdasarkan jenis ketebalan bahan yang akan dilas.
4. Menyesuaikan polaritas listrik dengan jenis bahan pembungkus elektroda, agar pencairan logam inti, pelindung gas efektif.
5. Memperhatikan penetrasi dengan baik agar hasil sambungan las kuat, tidak cacat.
Perhatikan gambar berikut ini!
Gambar tersebut menunjukkan salah satu produk hasil proses manufaktur logam. Berdasarkan bentuk geometri produk dan karakteristik permukaan material, analisislah jenis bentuk material dasar logam yang digunakan serta jenis proses fabrikasi logam yang paling tepat untuk menghasilkan produk tersebut.
Menggunakan pelat logam sebagai material dasar dibentuk melalui proses bending (pembengkokan).
Menggunakan balok logam dibentuk melalui proses forging (penempaan).
Menggunakan pelat logam yang dibentuk melalui proses rolling (penggilingan).
Menggunakan pelat logam sebagai material dasar dibentuk melalui proses deep drawing (penarikan dalam).
Menggunakan balok logam dan dibentuk dengan proses extrusion (penekanan keluar cetakan).
Pada mata pelajaran Fabrikasi Logam, Bapak Joko memberikan tugas kepada siswa untuk mengubah plat logam menjadi bentuk tabung (silinder). Teknik pembentukan diserahkan kepada masing-masing kelompok untuk dianalisis dan dipilih secara mandiri.
Berdasarkan permasalahan tersebut, analisislah teknik pembentukan plat yang paling tepat dan efisien untuk mengubah bentuk plat datar menjadi silinder.
Blending, yaitu mencampur dua material logam menjadi satu kesatuan.
Blanking, yaitu pemotongan pelat logam menjadi bentuk tertentu dari lembaran logam.
Deep Drawing, yaitu menarik pelat logam ke dalam cetakan untuk membentuk profil cekung seperti tabung.
Pengerolan (Rolling), yaitu melewatkan pelat logam di antara rol untuk meratakan atau membentuk lengkungan.
Penekukkan (Bending), yaitu membengkokkan pelat logam pada sudut tertentu.
Perhatikan gambar komponen di bawah ini!
Seorang guru memberimu tugas untuk memproduksi komponen seperti yang ditunjukkan pada gambar.
Guru membebaskanmu memilih teknik dan metode pengerjaan berdasarkan pertimbangan efisiensi, ketepatan bentuk, dan karakteristik material. Evaluasilah dan tentukan jenis proses permesinan/manufaktur yang paling tepat digunakan untuk menghasilkan komponen tersebut secara optimal! Jelaskan alasan teknis dari keputusanmu.
Pengecoran
Pengelasan
Pembubutan
Penggunaan mesin frais
Penggunaan mesin milling
