NEW
Font size
WorksheetsAjaran SGS - Candra Jiwa #1
Total questions: 15
Worksheet time: 30mins
Apa yang dimaksud dengan "Candra Jiwa" dalam konteks pemikiran tradisional Jawa?
Ilmu pengobatan fisik tradisional
Pemahaman tentang perilaku sosial
Anatomi atau struktur jiwa manusia
Seni meditasi kuno Jawa
Ilmu perbintangan dan takdir
Candra jiwa mencakup tiga unsur utama, yaitu:
Pikiran, tubuh, dan jiwa
Angan-angan, perasaan, dan nafsu-nafsu
Emosi, logika, dan tindakan
Kesadaran, bawah sadar, dan mimpi
Roh, sukma, dan akal
Keseimbangan jiwa menurut pemikiran Prof. Soemantri dicapai ketika:
Tubuh dan pikiran bebas dari rasa sakit
Angan-angan, perasaan, dan nafsu dapat sadar, percaya, dan taat
Nafsu dihilangkan sepenuhnya
Jiwa bersatu dengan roh leluhur
Akal menguasai semua aspek jiwa
Disertasi Prof. Dr. Soemantri Hardjoprakoso saat studi di Leiden berjudul:
Jiwa Jawa dalam Perspektif Modern
Terapi Jiwa Tradisional Indonesia
Indonesisch Mensbeeld Als Basis Ener Psychotherapie
Psikoterapi Modern Berbasis Timur
Dasar Spiritualitas dalam Psikiatri
Kitab utama yang dijadikan rujukan oleh Prof. Soemantri dalam disertasinya adalah:
Babad Tanah Jawi
Serat Centhini
Pustaka Sasangka Jati
Serat Wedhatama
Wulang Reh
Peran utama dari angan-angan dalam anatomi jiwa adalah:
Mendorong tindakan spontan
Menyaring informasi inderawi
Menghasilkan cita-cita dan imajinasi
Mengatur keseimbangan hormon
Menyimpan kenangan emosional
Nafsu-nafsu dalam candra jiwa harus:
Dibebaskan sepenuhnya
Dilenyapkan agar jiwa suci
Dibiarkan berkembang tanpa kendali
Dikendalikan dan disadari fungsinya
Diberi ruang dominan dalam keputusan
Pentingnya memahami candra jiwa menurut Prof. Soemantri adalah untuk:
Mempercepat proses belajar
Menguasai keterampilan bela diri
Meningkatkan kesejahteraan sosial
Menjadi dukun spiritual
Menjadi dasar pengobatan penyakit jiwa
Salah satu tujuan utama keseimbangan jiwa adalah:
Hidup dalam kesendirian
Menekan semua emosi
Menyatu dengan kehendak yang luhur
Mengabaikan penderitaan batin
Menghindari kehidupan duniawi
Perasaan dalam struktur candra jiwa berfungsi untuk:
Mengendalikan tubuh
Menganalisis logika
Menghubungkan dengan nurani dan intuisi
Mengatur pernapasan
Membangkitkan nafsu makan
Danela, seorang kandidat doktor psikologi budaya, sedang meneliti perbedaan pendekatan Barat dan Timur dalam memahami gangguan jiwa. Ia membaca disertasi Prof. Soemantri yang mengkritik pendekatan psikiatri Barat karena terlalu menekankan aspek biologis dan behavioristik, dan mengabaikan struktur batiniah manusia seperti yang dijelaskan dalam Pustaka Sasangka Jati.
Pertanyaan: Berdasarkan pemikiran Prof. Soemantri, apa kelemahan utama dari pendekatan psikoterapi Barat dalam konteks budaya Indonesia?
Terlalu berfokus pada spiritualisme dan mitologi
Tidak kompatibel dengan sistem pendidikan Indonesia
Mengabaikan dimensi rasa dan kesadaran batiniah dalam diri manusia
Mengutamakan harmoni sosial dibandingkan keseimbangan pribadi
Terlalu banyak bergantung pada hipnosis dan medikasi
Icha dan Nanda, seorang mahasiswa filsafat, sedang mempelajari korelasi antara konsep angan-angan dalam candra jiwa dan pemikiran Immanuel Kant tentang reason (rasio). Ia berhipotesis bahwa angan-angan bukan sekadar imajinasi, tetapi juga memiliki dimensi penentu arah hidup dan tujuan eksistensial manusia.
Pertanyaan: Jika ditinjau dari kerangka pemikiran Jawa, bagaimana peran angan-angan dalam menentukan moralitas dan arah hidup seseorang?
Mengendalikan semua emosi dan hasrat melalui nalar
Menghasilkan khayalan yang memperlemah kehendak
Memandu perasaan dan nafsu agar sejalan dengan kehendak luhur
Menyusun kembali memori bawah sadar untuk keperluan spiritual
Menolak realitas fisik dan menggantinya dengan visualisasi
Dr. Sekarnindi mengembangkan metode terapi jiwa berbasis budaya Nusantara di sebuah klinik di Surakarta. Dalam salah satu kasus, ia menangani pasien yang mengalami krisis identitas dan tidak mampu mengendalikan keinginannya. Ia lalu menerapkan pendekatan candra jiwa dengan memfokuskan terapi pada harmonisasi unsur nafsu terhadap perasaan dan angan-angan.
Pertanyaan: Pendekatan ini menekankan pentingnya apa dalam proses penyembuhan jiwa pasien?
Memblokir keinginan pribadi demi kepentingan komunitas
Menghilangkan semua perasaan untuk mencapai netralitas batin
Menyadarkan pasien bahwa nafsu bukan musuh, tetapi harus diarahkan
Mengembalikan kesadaran ke masa lalu melalui meditasi intensif
Menanamkan konsep takdir dan kepasrahan total sebagai solusi
Yolanda, seorang peneliti lintas-budaya, membandingkan antara konsep self dalam psikologi Barat (misalnya menurut Carl Rogers) dengan diri menurut Pustaka Sasangka Jati. Ia menyimpulkan bahwa struktur candra jiwa lebih menekankan pada penyatuan antara kehendak manusia dengan hukum semesta.
Pertanyaan: Apa bentuk ideal dari kondisi “diri” menurut kerangka candra jiwa Jawa?
Kemandirian emosional yang absolut
Penolakan terhadap segala bentuk keinginan
Keseimbangan batin yang patuh pada kebijaksanaan ilahi
Ketundukan penuh pada struktur sosial dan adat
Eliminasi unsur nafsu demi kesucian spiritual
Gabril, seorang antropolog budaya, menelusuri sejarah pendidikan dokter jiwa Indonesia di masa kolonial. Ia menemukan bahwa Prof. Soemantri adalah salah satu tokoh yang berani mengajukan pendekatan non-Barat dalam forum akademik Eropa, yaitu dengan menyusun disertasi berdasarkan teks spiritual Jawa.
Pertanyaan: Apa makna penting dari langkah Prof. Soemantri dalam menyusun disertasinya berdasarkan Pustaka Sasangka Jati?
Menegaskan bahwa teks keagamaan tradisional harus diakui sebagai kitab suci
Membuktikan bahwa masyarakat Jawa sudah memiliki sistem psikoterapi yang ilmiah
Menolak seluruh bentuk psikiatri barat dalam diagnosis gangguan jiwa
Menggabungkan sistem astrologi Jawa dengan diagnosis medis
Menekankan perlunya modernisasi spiritual dalam agama lokal
