wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Ajaran SGS - Candra Jiwa #1

Total questions: 15

Worksheet time: 30mins

Name
Class
Date
1.

Apa yang dimaksud dengan "Candra Jiwa" dalam konteks pemikiran tradisional Jawa?

a)

Ilmu pengobatan fisik tradisional

b)

Pemahaman tentang perilaku sosial

c)

Anatomi atau struktur jiwa manusia

d)

Seni meditasi kuno Jawa

e)

Ilmu perbintangan dan takdir

2.

Candra jiwa mencakup tiga unsur utama, yaitu:

a)

Pikiran, tubuh, dan jiwa

b)

Angan-angan, perasaan, dan nafsu-nafsu

c)

Emosi, logika, dan tindakan

d)

Kesadaran, bawah sadar, dan mimpi

e)

Roh, sukma, dan akal

3.

Keseimbangan jiwa menurut pemikiran Prof. Soemantri dicapai ketika:

a)

Tubuh dan pikiran bebas dari rasa sakit

b)

Angan-angan, perasaan, dan nafsu dapat sadar, percaya, dan taat

c)

Nafsu dihilangkan sepenuhnya

d)

Jiwa bersatu dengan roh leluhur

e)

Akal menguasai semua aspek jiwa

4.

Disertasi Prof. Dr. Soemantri Hardjoprakoso saat studi di Leiden berjudul:

a)

Jiwa Jawa dalam Perspektif Modern

b)

Terapi Jiwa Tradisional Indonesia

c)

Indonesisch Mensbeeld Als Basis Ener Psychotherapie

d)

Psikoterapi Modern Berbasis Timur

e)

Dasar Spiritualitas dalam Psikiatri

5.

Kitab utama yang dijadikan rujukan oleh Prof. Soemantri dalam disertasinya adalah:

a)

Babad Tanah Jawi

b)

Serat Centhini

c)

Pustaka Sasangka Jati

d)

Serat Wedhatama

e)

Wulang Reh

6.

Peran utama dari angan-angan dalam anatomi jiwa adalah:

a)

Mendorong tindakan spontan

b)

Menyaring informasi inderawi

c)

Menghasilkan cita-cita dan imajinasi

d)

Mengatur keseimbangan hormon

e)

Menyimpan kenangan emosional

7.

Nafsu-nafsu dalam candra jiwa harus:

a)

Dibebaskan sepenuhnya

b)

Dilenyapkan agar jiwa suci

c)

Dibiarkan berkembang tanpa kendali

d)

Dikendalikan dan disadari fungsinya

e)

Diberi ruang dominan dalam keputusan

8.

Pentingnya memahami candra jiwa menurut Prof. Soemantri adalah untuk:

a)

Mempercepat proses belajar

b)

Menguasai keterampilan bela diri

c)

Meningkatkan kesejahteraan sosial

d)

Menjadi dukun spiritual

e)

Menjadi dasar pengobatan penyakit jiwa

9.

Salah satu tujuan utama keseimbangan jiwa adalah:

a)

Hidup dalam kesendirian

b)

Menekan semua emosi

c)

Menyatu dengan kehendak yang luhur

d)

Mengabaikan penderitaan batin

e)

Menghindari kehidupan duniawi

10.

Perasaan dalam struktur candra jiwa berfungsi untuk:

a)

Mengendalikan tubuh

b)

Menganalisis logika

c)

Menghubungkan dengan nurani dan intuisi

d)

Mengatur pernapasan

e)

Membangkitkan nafsu makan

11.

Danela, seorang kandidat doktor psikologi budaya, sedang meneliti perbedaan pendekatan Barat dan Timur dalam memahami gangguan jiwa. Ia membaca disertasi Prof. Soemantri yang mengkritik pendekatan psikiatri Barat karena terlalu menekankan aspek biologis dan behavioristik, dan mengabaikan struktur batiniah manusia seperti yang dijelaskan dalam Pustaka Sasangka Jati.

Pertanyaan: Berdasarkan pemikiran Prof. Soemantri, apa kelemahan utama dari pendekatan psikoterapi Barat dalam konteks budaya Indonesia?

a)

Terlalu berfokus pada spiritualisme dan mitologi

b)

Tidak kompatibel dengan sistem pendidikan Indonesia

c)

Mengabaikan dimensi rasa dan kesadaran batiniah dalam diri manusia

d)

Mengutamakan harmoni sosial dibandingkan keseimbangan pribadi

e)

Terlalu banyak bergantung pada hipnosis dan medikasi

12.

Icha dan Nanda, seorang mahasiswa filsafat, sedang mempelajari korelasi antara konsep angan-angan dalam candra jiwa dan pemikiran Immanuel Kant tentang reason (rasio). Ia berhipotesis bahwa angan-angan bukan sekadar imajinasi, tetapi juga memiliki dimensi penentu arah hidup dan tujuan eksistensial manusia.

Pertanyaan: Jika ditinjau dari kerangka pemikiran Jawa, bagaimana peran angan-angan dalam menentukan moralitas dan arah hidup seseorang?

a)

Mengendalikan semua emosi dan hasrat melalui nalar

b)

Menghasilkan khayalan yang memperlemah kehendak

c)

Memandu perasaan dan nafsu agar sejalan dengan kehendak luhur

d)

Menyusun kembali memori bawah sadar untuk keperluan spiritual

e)

Menolak realitas fisik dan menggantinya dengan visualisasi

13.

Dr. Sekarnindi mengembangkan metode terapi jiwa berbasis budaya Nusantara di sebuah klinik di Surakarta. Dalam salah satu kasus, ia menangani pasien yang mengalami krisis identitas dan tidak mampu mengendalikan keinginannya. Ia lalu menerapkan pendekatan candra jiwa dengan memfokuskan terapi pada harmonisasi unsur nafsu terhadap perasaan dan angan-angan.

Pertanyaan: Pendekatan ini menekankan pentingnya apa dalam proses penyembuhan jiwa pasien?

a)

Memblokir keinginan pribadi demi kepentingan komunitas

b)

Menghilangkan semua perasaan untuk mencapai netralitas batin

c)

Menyadarkan pasien bahwa nafsu bukan musuh, tetapi harus diarahkan

d)

Mengembalikan kesadaran ke masa lalu melalui meditasi intensif

e)

Menanamkan konsep takdir dan kepasrahan total sebagai solusi

14.

Yolanda, seorang peneliti lintas-budaya, membandingkan antara konsep self dalam psikologi Barat (misalnya menurut Carl Rogers) dengan diri menurut Pustaka Sasangka Jati. Ia menyimpulkan bahwa struktur candra jiwa lebih menekankan pada penyatuan antara kehendak manusia dengan hukum semesta.

Pertanyaan: Apa bentuk ideal dari kondisi “diri” menurut kerangka candra jiwa Jawa?

a)

Kemandirian emosional yang absolut

b)

Penolakan terhadap segala bentuk keinginan

c)

Keseimbangan batin yang patuh pada kebijaksanaan ilahi

d)

Ketundukan penuh pada struktur sosial dan adat

e)

Eliminasi unsur nafsu demi kesucian spiritual

15.

Gabril, seorang antropolog budaya, menelusuri sejarah pendidikan dokter jiwa Indonesia di masa kolonial. Ia menemukan bahwa Prof. Soemantri adalah salah satu tokoh yang berani mengajukan pendekatan non-Barat dalam forum akademik Eropa, yaitu dengan menyusun disertasi berdasarkan teks spiritual Jawa.

Pertanyaan: Apa makna penting dari langkah Prof. Soemantri dalam menyusun disertasinya berdasarkan Pustaka Sasangka Jati?

a)

Menegaskan bahwa teks keagamaan tradisional harus diakui sebagai kitab suci

b)

Membuktikan bahwa masyarakat Jawa sudah memiliki sistem psikoterapi yang ilmiah

c)

Menolak seluruh bentuk psikiatri barat dalam diagnosis gangguan jiwa

d)

Menggabungkan sistem astrologi Jawa dengan diagnosis medis

e)

Menekankan perlunya modernisasi spiritual dalam agama lokal