Font size
WorksheetsKuis Trauma Medis
Total questions: 120
Worksheet time: 1hrs 25mins
Laki-laki 70 tahun dibawa ke IGD oleh karena penurunan kesadaran. Awalnya mengeluh nyeri kepala disertai muntah-muntah dan sempat kejang sebelum akhirnya tidak sadarkan diri. Dari alloanamnesis diketahui bahwa pasien ini memiliki riwayat melakukan hemodialisis sejak 2 tahun ini karena gagal ginjal kronis. Tekanan darah saat masuk 160/100 mmHg, kesadaran stupor, pupil kecil reaktif isokor, lernapasan cepat dan disertai apneu. Apakah mekanisme penyebab penyakit yang tepat pada pasien ini?
Ensefalopati hipertensi
Asidosis metabolik
Ensefalopati hepatik
Ensefalopati uremik
Intracerebral haemorrage
Laki-laki 55 tahun, masuk ke igd dengan kesadaran menurun sejak beberapa jam yang lalu. Awalnya Istri pasien mengira suaminya tertidur pulas karena mendengkur tapi setelah dibangunkan untuk shalat pasien tetap tidak bangun. Keluhan diare lebih dari 10 kali dan muntah lebih dari 5 kali sejak 1 hari yang lalu. Riwayat DM sejak 2 tahun yang lalu menggunakan pengobatan insulin, riwayat strok iskemik 2 tahun yang lalu, pasien malas makan, merokok 2 bungkus per hari. Tekanan darah saat ini 150/90, nadi 88 x/menit, pernapasan 28x/menit, suhu 36,5 C, hasil pemeriksaan Elektrolit didapatkan Sodium Plasma = 105 mEq/L(nilai normal <135) , Potasium Plasma = 3,5 mEq/L, Chlorida = 110 mEq/L. diagnosis yang tepat untuk kasus tersebut adalah
Hipernatremial
Paralisis periodic
Hiponatremia
Asidosis metabolic
Alkalosis metabolic
Perempuan berusia 38 tahun G4P3A1 hamil 36 minggu datang ke IGD dengan keluhan sakit kepala sejak 10 jam lalu, keluhan disertai nyeri ulu hati. Pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 200/140 mmHg, denyut nadi 88x/menit, pernapasan 20 x/menit, suhu 36,4 C, DJJ 148x/menit. Pemeriksaan laboratorium LDH 900 IU/L, SGOT/SGPT 387 /L/457 p/L, Trombosit 92.500/mm3.
Apakah komplikasi maternal yang paling mungkin terjadi pada kasus ini:
Sindrom HELLP
Edema Paru
Gagal Ginjal Kronik
Gagal Ginjal Akut
Solusio plasenta
Seorang pria berusia 30 tahun dibawa warga sekitar ke IGD RSUD Syekh Yusuf setelah tertabrak sepeda motor 30 menit yang lalu. Pasien mengatakan mata kananya nyeri. Ketika dilakukan| pemeriksaan, tampak adanya luka pada palpebra inferior dextra berukuran 0,5 x 0,5 cm. VODS 6/6.
Diagnosis pasien tersebut adalah
OD Perdarahan subkonjungtiva
OD Entropion
OD Hifemal
OD Laserasi palpebra
OD Blefaritis
Seorang laki-laki berusia 37 tahun dibawa oleh temannya ke unit gawat darurat RS dengan keluhan kesadaran menurun sejak 30 menit yang lalu. Sebelumnya pasien meminum obat antinyeri. Pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 80/40 mmHg, denyut nadi 124 x/menit, frekuensi napas 28 x/menit, dan suhu 36,50C. Apakah yang bisa dilakukan untuk mencegah kejadian diatas?
Skin tag
Skin test
Penyuntikan dengan cepat
Skin prict
Penambahan glukosa
Seorang pria, 48 tahun, dibawa keluarganya ke UGD dengan keluhan muntah kehitaman dan BAB berdarah sejak 2 hari lalu. Terdapat keluhan perut membesar. Nyeri perut dan mual tidak ada.
Dari pemeriksaan fisik ditemukan bahwa keadaan umum pasien tampak lemas, TD: 80/60, N:110x/menit, RR: 28x/menit, S: 36,50C, konjungtiva anemis, sklera ikterik, ginekomasti, asites dan splenomegali. Kemungkinan penyebab keluhan pasien tersebut adalah?
Stress Ulcer
Gastritis erosive
Pecahnya varices esofagus
Mallory-weiss tear
Keganasan gaster
Seorang laki - laki berusia 24 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan nyeri pada lutut kanan bila berlari. Riwayat jatuh dari motor 20 hari yang lalu. Pada saat kejadian pasien mengeluh nyeri dan bengkak pada lutut yang kemudian bengkaknya makin hari makin berkurang. Pada pemeriksaan fisik saat ini tidak ditemukan lagi ada pembengkakan pada lutut, pemeriksaan anterior drawer test positif, posterior drawer test negative, valgus dan varus stress test negative. Apakah diagnosis yang paling mungkin dari pasien tersebut di atas?
Cartilage defect
Discoid meniscus
Robek capsule posterior knee
osteoarthritis
Cedera Anterior cruciate ligament
Perempuan, umur 30 tahun, dengan berat badan 50 kg datang ke ig RS akibat tertumpah air panas, sekitar dada dan kedua lengannya, terdapat gelembung berisi cairan. la mengeluh nyeri sekali. Diberikan terapi dengan cairan Ringer Laktat. Dan telah dihitung luas luka bakar oleh dokter jaga yaitu 25%. Berapakah volume cairan yang diberikan selama 8 jam pertama menurut rumus Baxter?
3500 cc
3000 cc
2500 cc
2000 cc
1500 cc
Seorang perempuan usia 34 tahun, G2P1A0 gravid 39 minggu 1 hari, dirujuk oleh bidan dengan diagnosis inpartu kala 1 fase aktif dan gawat janin. Pasien merasakan nyeri yang sangat hebat pada saat muncul his. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 90/60 mmHg, denyut nadi 120 x/menit, bagian-bagian janin teraba dengan jelas, taksiran berat janin 3700 gram, his dua kali dalam 10 menit dengan durasi 20-25 detik, denyut jantung janin 100 x/menit, tampak jaringan parut di abdomen bekas operasi miomektomi 5 tahun yang lalu, cincin retraksi patologik positif. Pemeriksaan dalam vagina didapatkan pembukaan 7 cm, penurunan kepala di Hodge 1 dan mudah terdorong. Pada pemasangan kateter urine didapatkan hematuria. Apakah faktor risiko pada kasus ini ?
Multiparitas
Riwayat miomektomi
Makrosomial
Kala 1 memanjang
Sefalopelvik disproporsi
Seorang bayi laki-laki lahir di puskesmas dan tampak sesak sejak lahir. Keluhan disertai biru pada bibir dan kuku tangan dan kaki. Riwayat kehamilan ibu: ibu tidak rutin kontrol kehamilan, ada riwayat merokok dan hipertensi. Riwayat kelahiran: bayi cukup bulan, lahir spontan di puskesmas. Dari pemeriksaan tanda vital didapatkan denyut nadi 175 kali/menit, frekuensi napas 70 kali/menit, suhu: 36,6 C, saturasi oksigen 60%. Pemeriksaan fisik tampak sianosis pada bibir dan ekstremitas.Apakah penyebab tersering keluhan pasien diatas?
Congenital heart disease
Miokarditis
Sepsis
Disritmia
Gangguan metabolic
Laki-laki usia 37 tahun datang ke klinik untuk evaluasi nyeri kronis pada daerah tumit kanannya. Dia menyatakan bahwa dia mengalami suara "pop" di pergelangan kakinya 3 bulan yang lalu saat bermain snowboarding. Pada pemeriksaan, terdapat defek yang teraba di sepanjang mid tendon Achilles dan pasien tidak dapat secara aktif melakukan plantarfleksi pergelangan kaki melawan gravitasi. Area yang kurang vaskularisasi pada daerah yang cedera
2-5 cm dari origo tendon Achilles
2-5 Inchi dari insersi tendon Achilles
2-5 mm dari insersi tendon Achilles
2-5 mm dari origo tendon Achilles
2-5 cm dari insersi tendon Achilles
Perempuan usia 32 tahun datang ke poliklinik mata rsud x dengan keluhan pandangan pada mata kanan menurun yang dirasakan sejak kurang kebih 7 bulan, kemudian penglihatan semakin menurun sejak kurang lebih 2 minggu yang lalu, sampai kanan pasien tidak bisa melihat sama sekali. Pasien juga mengeluhkan mata kanan terasa nyeri. Mual dan muntah disanggal. Mata kiri tidak ada keluhan. Pada pmeriksaan visus VOD: 0 dan Vos 20/60. Riwayat operasi katarak pada mata kanan 1 tahun yang lalu. Kemudian dilakukan pemeriksaan slit lamp pada mata kanan di didapatkan Gambaran seperti di bawah
katarak
ablasio retina
dislokasi lensa anterior
subluksasi lensa
uveitis
seorang Wanita, 27 tahun mengalami kecelakaan dengan perut bagian bawah terbentur stand motor. Pada pemeriksaan di UGD, Tampak jejas di perut bagiah bawah dan pasien mengeluh tidak bisa kencing. Pada pemeriksaan tanda vital stabil. Tidak didapatkan adanya darah di meatus uretra eksterna. Pasien dipasang kateter dan keluar urine 300 cc dengan hematuri. Dari hasil pemeriksaan diatas maka kecurigaan diagnosis tersebut adalah:
trauma ureter
trauma vesika
trauma uretra
trauma penis
trauma renal
seorang laki-laki 25 tahun terjatuh dari sepeda dan daerah selangkangan terbentur sadel. Pasien teriak- teriak kesakitan karena tidak bisa kencing. Pada pemeriksaan fisik didapatkanan adanya darah keluar dari meatus uretra eksterna disertai urine. Tanda vital stabil. Adanya darah keluar dari meatus uretra eksterna pasien tersebut merupakan gejala patognomonis dari
trauma ureter
trauma vesika
trauma uretra
trauma penis
trauma renal
seorang laki-laki 34 tahun masuk IGD dengan keluhan nyeri pada bahu kanan sejak 2 jam yang lalu setelah terjatuh dan telapak tangan menahan tubuh dengan posisi bahu abduksi , ekstensi dan eksternal rotasi. Pada pemeriksaan klinis didapatkan posisi shoulder sedikit abduksi dan pada pemeriksaan radiologi didapatkan hasil pada gambar dibawah
saraf medianus
saraf ulnaris
saraf radialis
saraf aksilaris
saraf musculucutaneus
Seorang laki-laki berusia 42 tahun, datang ke unit gawat darurat rumah sakit dengan keluhan utama nyeri pada panggul kanan sejak 30 menit yang lalu akibat kecelakaan lalu lintas. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tanda-tanda vital dalam batas normal, Panjang tungkai kanan lebih pendek 2 cm dibandingkan yang kiri. Pada pemeriksaan radiologis didapatkan Gambaran seperti dibawah ini
fraktur head femur kanan
fraktur diafisis femur kanan
dislokasi panggul kanan
fraktur acetabulum
fraktur neck femur kanan
perempuan usia 25 tahun dibawa ke IGD denga keluhan utama kejang dan kesadaran menurun. Kejang terjadi 10x dan diantara kejang penderita tidak sadar. Pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran menurun tensi 130/80 mmHG, Nadi 10x permenit, suhu 37 c . status neurologis yang lain dalam batas normal manakah jawaban dibawah ini yang paling mungkin dapat menerangkan kondisi pasien
psikomotor epilepsy
kejang persial
status epilepticus
kejang serial
epilepsy umum sekunder
Seorang laki-laki berusia 24 tahun, dibawa ke unit gawat darurat Rs dengan keluhan tidak sadar sejak 5 menit yang lalu, Riwayat pasien kecelakaan lalu-lintas. Pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah tidak terukur, denyut nadi tidak teraba, trekuensi napas tidak ada Pada monitor menuniukan Apakah tatalaksana vana palina tenat diberikan untuk pasien ini
Efedrin 50 mg intravena
Norepinephrine 0,5 mcg intravena
Cardioversi biphasic 50 Joule
AED
Epinephrine 1mg Intravena
Seorang perempuan usia 37 tahun, G4P3A0 gravid 39 minggu dirujuk dari puskesmas ke unit gawat darurat RS dengan inpartu dan presentasi kaki. Riwayat pecah ketuban 30 menit yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan his dua kali dalam 10 menit dengan durasi 15-20 detik, denyut jantung janin 120 x/menit. Pada pemeriksaan dalam didapatkan pembukaan 3 cm, teraba kaki dan tali pusat yang berdenyut. Apakah faktor risiko pada kasus ini ?
Ketuban pecah dini
Multiparitas
Malpresentasi
Inersia uteri
Malposisi
Seorang laki-laki berusia 65 tahun, telah dilakukan resusitasi di unit gawat darurat RS dengan keluhan tidak sadar secara tiba-tiba, Riwayat pasien kecelakaan lalu-lintas. Pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah tidak terukur, denyut nadi tidak teraba, frekuensi napas tidak ada. Pada monitor ECG menunjukkan. Apakah tatalaksana yang paling tepat diberikan untuk pasien ini
Cardioversi biphasic 50 Joule
Defibrilator monophasic 200 Joule
Epinefrin 1mg intravena
Defibrillator biphasic 75 Joule
Defibrilator biphasic 200 Joule
Seorang wanita usia 39 tahun masuk IGD dengan keluhan nyeri dada bagian bawah sejak 3 jam yang lalu. Disertai mual, muntah disertai darah dan nyeri saat menelan. Riwayat 1 jam lalu pasien telah dilakukan pemeriksaan Upper Gastrointestinal Endoscopic krn keluhan BAB berwarna hitam. Pada pemeriksaan didapatkan emfisema subkutis pada dada. Apa diagnosis pasien tersebut ?
Trauma bronchus
Ruptur laring
Trauma laring
Obstruksi jalan nafas
Ruptur esophagus
Seorang laki-laki, 35 tahun, diantar ke UGD RSUD Syech Yusuf. setelah mengalami kecelakaan terjatuh dari motor. Kondisi pasien dalam keadaan sadar. Dari anamnesa pasien terjatuh dari motor dengan pinggang membentur trotoar. Pada pemeriksaan fisik didapatkan T 120/80, N 88, P 24, S 36.50C, tampak jejas di pinggang kanan. Pasien dipasang kateter dan tampak makro hematuri. Pada pemeriksaan USG didapatkan adanya hematom subkapsuler renal kanan. Pemeriksaan penunjang imaging standar baku emas pada pasien tersebut :
Uretrografi
CT Scan Abdomen
MRI Abdomen
Sistografi
USG Abdomen
Seorang anak perempuan, usia 4 bulan, datang ke IGD dengan keluhan BAB lendir dan darah, disertai nyeri perut (rewel) yg hilang timbul, Dari pemeriksaan fisik didapatkan abdomen distensi, teraba massa dikuadran kanan bawah, bising usus meningkat, Dari pemeriksaan USG abdomen : tampak Doughnut Sign. Trias invaginasi pada kasus ini adalah :
Nyeri abdomen tiba-tiba (rewel), massa di abdomen kanan bawah, bab darah dan lendir
Muntah hijau, nyeri tiba-tiba atau rewel, massa di abdomen
BAB darah dan lendir, muntah hijau, massa di anus
BAB darah dan lendir, Distensi abdomen, nyeri abdomen tiba-tiba (rewel)
nyeri abdomen tiba-tiba (rewel), teraba massa abdomen kanan atas, teraba massa di anus
Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke unit gawat darurat rumah sakit dengan keluhan utama nyeri pada panggul sejak 30 menit sebelum masuk rumah sakit akibat kecelakaan lalu lintas. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tanda-tanda vital dalam batas normal. Dari pemeriksaan radiologi tampak adanya pelebaran dari sacroiliaca joint 1 cm, dan diastasis pubis 3 cm seperti pada gambar dibawah ini
Ligamentum illiolumbalis
Ligamentum sacroiliaca anterior
Ligamentum sacrotuberosus
Ligamentum sacroiliaca posterior
Ligamentum sacrospinosus
Laki-laki usia 70 thn, masuk UGD dgn keluhan nyeri diseluruh perut sejak 2 hari yg lalu, awalnya pada ulu hati kemudian menyebar ke seluruh perut. Keluhan ini sdh dialami sejak 1 thn yg lalu, pasien juga sering menkomsumsi obat anti nyeri dari warung untuk mengobati sakit lututnya, pasien tampak letargi, berkeringat. Pada pemeriksaan abdomen didapatkan distensi, dan kram, nyeri tekan +, nyeri lepas +, pada pemeriksaan radiologi didapatkan gambaran radiolusen pada subdiafragma, apa diagnosisnya?
Faecal Peritonitis
Foreign Body Peritonitis
Tersier Peritonitis
Primary Peritonitis
Secondary Peritonitis
Pasien perempuan usia 35 tahun kepalanya terbentur trotoar sebab terserempet mobil saat hendak menyeberang jalan. Pasien dilarikan ke RS terdekat dengan keadaan sudah tidak sadar lagi. Pemeriksaan rangsang menings negatif. Setelah dilakukan CT Scan didapatkan hasil berupa gambaran hiperdens terlokalisir pada parenkim otak. Gambaran tersebut diakibatkan oleh rupturnya...
A. Vertebrobasiler
B. Meningea Media
C. Bridging vein
D. A. Cerebri
e. vena cava superior
Seorang wanita berusia 35 tahun, dibawa ke unit gawat darurat RS dengan keluhan kedua tungkai bawah tidak dapat digerakan sejak 1 jam yang lalu, pasien Riwayat diare 3 hari sebelumnya, pemeriksaan tanda vital di dapatkan tekanan darah 100/70 mmHg, denyut nadi 110 x/menit, frekuensi napas 16 x/menit, suhu 37,30C. hasil pemeriksaan laboratorium menunjukan. Hb 10,5 gr/dl, HCT 31%, Trombosit 155.000 mm3, GDS =110 gr/dl, SGOT= 10, SGPT=15, Na =125, K =2,0, CI= 110. Apakah tatalaksana pada yang paling tepat untuk pasien ini adalah
Sodium chloride 0,45%
Sodium bicarbonat
Sodium chloride 3%
Dextrose 40%
Potassium chloride 7,46%
. Laki-laki 55 tahun, masuk ke igd dengan kesadaran menurun sejak beberapa jam yang lalu. Awalnya istri pasien mengira suaminya tertidur pulas karena mendengkur tapi setelah dibangunkan untuk shalat pasien tetap tidak bangun. Keluhan diare lebih dari 10 kali dan muntah lebih dari 5 kali sejak 1 hari yang lalu. Riwayat DM sejak 2 tahun yang lalu menggunakan pengobatan insulin, riwayat strok iskemik 2 tahun yang lalu, pasien malas makan, merokok 2 bungkus per hari. Tekanan darah saat ini 150/90, nadi 88 x/menit, pernapasan 28x/menit, suhu 36,5 C, hasil pemeriksaan Elektrolit didapatkan Sodium Plasma = 105 mEq/L. Potaslum Plasma = 3,5 mEq/L, Chlorida = 110 mEq/L Terapi yang tepat untuk kasus diatas berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium adalah
KSR
NaCl 0,45%
KCL
Dextrose 40%
Nacl 3%
Seorang Perempuan berusia 42 tahun datang dengan keluhan nyeri perut kanan atas sejak 2 hari lalu secara tiba-tiba, nyeri hilang timbul dan dirasakan menjalar ke bagian pundak dengan durasi nyeri 30-60 menit, keluhan disertai demam. Pemeriksaan fisik didapatkan BB berlebih dan ditemukan murphy sign (+) dengan tanda vital normal. Hasil lab didapatkan leukositosis Apakah etiopatogenesis yang paling mungiin terjadi pada kasus tersebut?
Kuman vibrio cholera akan mendekonjugasi garam empedu sehingga menghasilkan asam empedu toksik yang merusak mukosa
Kuman Eschericia coli akan mendekonjugasi garam empedu sehingga menghasilkan asam empedu toksik yang merusak mukosa
Kuman salmonella yphi akan njugasi garam empedu sehingga menghasilkan asam empedu toksik yang merusak mukosa
Kuman Eschericia coll akan mendekonjugasi garam empedu sehingga menghasilkan asam empedu toksik yang merusak pembuluh darah
Kuman shigella akan mendekonjugasi garam empedu sehingga menghasilkan asam empedu toksik yang merusak mukosa
Apakah komponen yang merupakan faktor resiko terjadinya Sudden Death Infant Syndrome (SIDS) pada gambar diatas ?
Mainan/boneka
Selimut
Kasur yang empuk
Posisi tidur
Hewan peliharaan
Seorang laki-laki berusia 35 tahun dibawa oleh keluarganya keunit gawat darurat RS dengan keluhan kesadaran menurun sejak 30 menit yang lalu setelah kecelakaan lalu lintas. Saat itu anda sedang bertugas sebagai dokter IGD. Kecurigaan terjadi fraktur cervical pada pasien, Kecuali?
Cedera diatas kalvikula
Jatuh dari ketinggian 1 meter
Deficit neurologis
Penurunan kesadaran
Nyeri pada leher
Seorang perempuan usia 28 tahun, G2POA1 gravid 39 minggu 1 hari dibawa oleh suaminya ke unit gawat darurat RS karena tali pusat keluar setelah pecah ketuban 1 jam yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan his tiga kali dalam 10 menit dengan durasi 30-35 detik, denyut jantung janin 127 x/menit. Pada pemeriksaan dalam didapatkan pembukaan 3 cm, teraba kaki, tali pusat keluar dan teraba berdenyut. Apakah penanganan awal pada kasus ini ?
Drips okstitosin
Posisi Trendelenburg
Versi luar
Manuver Mc Robert
Ekstraksi kaki
Seorang perempuan berusia 16 tahun datang dibawa ke unit gawat darurat dengan keluhan utama nyeri pada pada kirinya akibat kecelakaan lalu lintas 30 menit yang lalu. Dari pemeriksan fisik didapatkan kesadaran compos mentis, tampak pucat, tekanan darah 85/60 mmHg, denyut nadi 110 kali permenit, frekuensi napas 30 kali per menit, dan suhu badan 37 derajat celcius. Dari pemeriksaan penunjang didapatkan gambaran foto radiologi seperti dibawah ini:
Syok hipovolemik
Syok kardiogenik
Syok distributive
Syok neurogenic
Syok septic
Seorang perempuan berusia 18 tahun G2POA1 gravid 34 minggu datang ke IGD Ponek rumah sakit dengan keluhan keluar air ketuban sejak 4 hari lalu, tidak diserta nyeri perut bagian bawah. Keluhan Demam ada sejak kemarin. Pemeriksaan fisik, keadaan umum sedang, tanda vital didapatkan tekanan darah 90/60 mmHg, denyut nadi 102 x/menit, pernapasan 20 x/menit dan suhu 39,5 oC. His tidak ada, denyut jantung janin 182 x/menit dan inspekulo : tampak cairan ketuban aktif dari orificium uteri eksterna (OUE), berwarna keruh dan pemeriksaan Lakmus test positif. Diagnosis yang tepat kasus diatas adalah
G2POA1 Gr. 34 Minggu+Infeksi antepartum
G2POA1 Gr. 34 Minggu+Ketuban Pecah Dini+Gawat Janin
G2POA1 Gr. 34 Minggu+Ketuban Pecah Dini+Infeksi Antepartum+Gawat Janin
G2POA1 Gr. 34 Minggu+Ketuban Pecah Dini
G2POA1 Gr. 34 Minggu+Gawat Janin
Seorang perempuan berusia 40 tahun G9P6A2 datang ke IGD Rumah Sakit mengeluh perdarahan aktif 4 hari, perdarahan seperti "mata ikan" dan sebagian darah bergumpal. disertai keluhan menggigil dan lemas. Pasien memiliki Riwayat persalinan 6 kali dan keguguran 2 kali. Riwayat perut membesar terkesan hamil 6 bulan, namun sesai HPHT usia kehamilan 4 bulan. Pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 90/60 mmg, nadi 96 x/menit. Pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 7,2 g/di. Apakah pemeriksaan penunjang yang sebalknya dilakukan pada kasus diatas?
Darah rutin
Inspekulo
Foto polos abdomen
USG ginekologi
BHCG kualitatif
Seorang pria usia 45 tahun datang dengan keluhan pandangan mata kanan tiba-tiba buram seperti tertutup tirai. Sebelumnya pasien merasa melihat bintik bintik hitam yang ikut bergerak sesuai arah pandangan mata pasien. Pasien memiliki riwayat menggunakan kacamata lensa negatif ukuran -8.00 D. Riwayat penyakit lain disangkal. Pada pemeriskaan fisik didapatkan TTV dalam batas normal. Segmen anterior ODS kesan tenang. Apakah diagnosis pasien ini?
Ablasio retina rhegmatogen
Ablasio retina eksudatif
Ablasio retina traksional
Neuritis Optic
Perdarahan vitreus
Seorang laki-laki berusia 65 tahun mengalami kecelakaan lalu lintas dan cedera kepala berat. Setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama beberapa hari, pasten menunjukkan perburukan berupa kesadaran menurun, tidak merespons terhadap rangsangan apapun, refleks batang otak negative dan tes apneu (+). Apakah Implikasi dari kondisi tersebut?
Pasien mengalami kematian otak permanen
Pasien koma berkepanjangan
Pasien dapat pulih sepenuhnya
Pasien dapat menjalani transplantasi otak
Pasien dapat hidup dalam keadaan vegetative
Seorang pria berusia 34 tahun, dibawa ke unit gawat darurat RS akibat kecelakaan lalu-lintas, tanda vital di dapatkan tekanan darah 90/palpasi, denyut nadi 140 x/menit lemah dan cepat, frekueansi napas 30 x/menit cepat dan dalam, suhu 36,40C, akral dingin, CRT > 2 detik, pasien telah di lakukan pemasangan IntraVena kateter, pada pemeriksaan fisis di dapatkan adanya tulang paha yang menonjol keluar dan perdarahan aktif, kesadaran pasien delirium Apakah tatalaksana cairan yang paling tepat untuk pasien ini adalah
Sodium chloride 0,45%
Gelatin
Sodium chloride 3%
Sodium bicarbonate
Dextrose 5%
Seorang laki-laki berusia 65 tahun masuk ke IGD dengan demam sejak 2 hari terakhir. Sebelumnya pasien menjalani rawat inap di bangsal 3 hari dengan keluhan batuk berlendir dan telah mendapatkan oksigen dan antibiotik empirik. DI ICU dilakukan intubasi endotrakeal dengan pemeriksaan suhu 40 dan hasil foto dada infiltrat difus, hasil Pa02/FI02 <200. Apakah pemeriksaan awal laboratorium yang diusulkan pada kasus diatas?
SGOT
Kreatinin
SGPT
Analisa gas darah
LED
Seorang perempuan berusia 60 tahun dibawa ke Unit Gawat Darurat RS dengan kesadaran menurun yang terjadi sejak 3 hari lalu. Dari pemeriksaan CT scan terdapat tumor otak. Tekanan darah 90/50 mmHg, denyut nadi lemah dan tidak berisi, Pada Pemeriksaan neurologis didapatkan GCS E1M1V1, Tidak ada lateralisasi. Pupil dilatasi Isokor non reaktif, reflex kornea negative, reflex batuk negatif. Pemeriksaan apakah yang dilakukan selanjutnya untuk membuktikan mati batang otak?
Tes Kesadaran
Rekam otak
Laboratorium
MRI kepala
Tes Apneu
Seorang bayi perempuan berusia 5 hari masuk IGD dengan asfiksia. Bayi mengalami sesak dan muntah sejak lahir. Bayi lahir spontan, ditolong bidan di rumah. Bayi mulai sesak saat mulai diberikan minum beberapa kali, disertai muntah. Makin lama terlihat semakin sesak sehingga dibawa ke RS. Dari pemeriksaan di IGD didapatkan bayi sadar, gelisah, merintih, tampak sesak, dan tidak demam. Rongga abdomen terlihat cekung pada daerah epigastrium. Apakah diagnosisnya?
Atresia esophagus
Pneumonia
Asma bronkial
TB neonates
Hernia diafragmatika
Seorang pria, 68 tahun, dibawa keluarganya ke UGD dengan keluhan BAB encer kehitaman sejak 2 hari lalu. Terdapat nyeri perut terutama di bagian ulu hati, rasa mual, tidak nafsu makan, pandangan berkunang-kunang dan lemas. Pasien juga mengeluh penurunan berat badan 10 kg dalam 3 bulan terakhir. Dari pemeriksaan fisik ditemukan bahwa keadaan umum pasien tampak lemas, TD: 80/60, N:110x/menit, RR: 28x/menit, S: 36,50C, konjungtiva anemis, sklera tidak Ikterik, bibir kering, dan kedua ekstrimitas teraba dingin. Pada pemeriksaan abdomen ditemukan abdomen tampak cembung, bising usus meningkat, massa pada regio epigastrik. Apakah kemungkinan penyebab masalah pasien tersebut?
Mallory-weiss tear
Stress Ulcer
Gastritis erosive
Keganasan gaster
Pecahnya varices esofagus.
Seorang laki-laki, 50 tahun dibawa oleh keluarganya ke UGD dengan keluhan kesadaran menurun sejak 10 jam sebelum masuk rumah sakit. Awalnya pasien mengeluh nyeri kepala hebat dan pandangan kabur, tanpa disertai muntah. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 200/130, Nadi 80x/menit, suhu 36. Kaku kuduk dan hemiparese tidak didapatkan. Pada pemeriksaan GDS didapatkan hasil 100 mg/dL, elektrolit dalam batas normal. Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah:
Hipoglikemia
Ensefalopati Hipertensi
Stroke perdarahan
Transient Ischemic Attack
Stroke Infark
Seorang perempuan, Nona berusia 16 tahun masuk IGD Puskesmas dengan keluhan nyeri perut kanan bawah hebat sejak 1 hari lalu. Pasien tidak bisa beraktifitas dan hanya nyaman posisi setengah duduk. Riwayat keluar darah bercak 2 hari ini. Riwayat tidak haid 2 bulan ini, Riwayat hald teratur, nyeri haid tidak ada, riwayat keputihan ada dan disertai gatal dialami 6 bulan. Pemeriksaan tanda vital didapatkan keadaan umum sakit sedang, tampak anemia, tekanan darah 80/60 mmHg, denyut nadi 110 kali/menit, pernapasan 24 kali/menit, temperature 35, 70 C. Pemeriksaan ginekologi, tampak perut cembung. nyeri tekan regio inguinalis dekstra. Tidak teraba massa tumor. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus diatas ?
Rupture Kista Hemoragik
Torsi Kista
Kehamilan Ektopik
Appedicitis Akut
Kehamilan Ektopik Terganggu
Seorang wanita berusia 67 tahun, dibawa ke unit gawat darurat RS dengan keluhan kesadaran menurun sejak 15 menit yang lalu. Riwayat hipertensi disertai diabetes melitus type 2 yang tidak terkontrol, pasien menolak dilakukan hemodialisa. Pemeriksaan tanda vital di dapatkan tekanan darah 200/110 mmHg, denyut nadi 120 x/menit iregular, frekuensi napas 30 x/menit, suhu 36,50C. Pemeriksaan laboratorium menunjukan Hb 8,5 gr/di, HCT 31%, trombosit 155.000 mm3, GDS 190 gr/dI, SGOT 10, SGPT 15, Na =125, K= 8,0, Cl= 110, pemeriksaan ECG menunjukan hasil sebagal berikut. Apakah tatalaksana yang tepat diberikan pada psien tersebut
Potassium chloride 7,46%
Sodium chloride 3%
hemodialisis
Dextrose 75%
Spironolakton 25-50 mg
Seorang laki-laki berusia 55 tahun masuk ke IGD dengan demam sejak 2 hari terakhir. Sebelumnya pasien menjalani rawat inapdi bangsal 3 hari dengan keluhan batuk berlendir dan telah mendapatkan oksigen dan antibiotik empirik. Di ICU dilakukan intubasi endotrakeal dengan pemeriksaan suhu 40 dan hasil foto dada infiltrat difus, hasil Pa02/F1O2 <200. Apakah dlagnosis yang paling mungkin?
ARDS
Hipertensi pulmonal
Udem paru
Bronkiektasis
PPOK
Seorang laki laki, berusia 23 tahun masuk ke IGD dengan keluhan nyeri pada paha kanan sejam 3 jam yang lalu akibat kecelakaan lalu lintas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan primary survey clear, didapatkan deformitas, hematom, nyeri tekan, range of motion dari sendi panggul dan lutut terbatas karena nyeri, neurovascular distal baik. Apakah tatalaksana awal yang bertujuan untuk mengurangi nyeri, mencegah terjadinya kerusakan jaringan lunak, perdarahan dan fat emboli pada kasus di atas?
Fiksasi internal
Fiksasi external
Resusitasi cairan saline
Pemasangan splint/skin traksi
Skeletal traksi
Seorang perempuan usia 29 tahun, P3A0 mengalami perdarahan yang banyak setelah melahirkan 30 menit yang lalu. Bayi lahir spontan dengan berat badan 3400 gram, plasenta lahir lengkap. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 80/60 mmHg, denyut nadi 120 x/menit, frekuensi napas 22 x/menit, temperatur 36,70C, uterus teraba lembek, tampak darah segar mengalira aktif dari vagina, laserasi perineum tingkat 2. Apakah diagnosis yang paling tepat pada s ini?
Gangguan koagulasi
Inversio uteri
Rest plasenta
Laserasi perineum
Atonia uteri
Seorang bayi laki-laki berusia gestasi 34 minggu memiliki BBL 2350 gram, PB 43 cm dan APGAR 7/9. Dari pemeriksaan si bayi, tampak gaster, intestin, dan hepar terburai melalui tali pusat, disertai selaput amnion yang sudah pecah. Diagnosis yang tepat pada bayi tersebut adalah?
Gastroskisis
Trauma lahir
Malrotasi usus
Trisomi 17
Omfalokel
Seorang perempuan berusia 34 tahun, P3A0 dirujuk oleh bidan ke unit gawat darurat RS dengan perdarahan setelah melahirkan. Pasien melahirkan bayi cukup bulan sekitar 1 jam yang lalu, plasenta lahir dengan kesan ada bagian kotiledon yang kosong. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 100/70 mmHg, denyut nadi 102 x/menit, frekuensi napas 20 x/menit, temperatur 36,50C, kontraksi uterus baik, dan terdapat laserasi perineum tingkat 2. Apakah etiologi perdarahan pada pasien ini?
Atonia uteri
Ruptur perineum
Ruptur uteri
Rest plasenta
Retensio plasenta
Seorang laki-laki berusia 30 tahun dibawa oleh rekannya ke unit gawat darurat RS dengan keluhan utama kesadaran menurun sejak 30 menit yang lalu setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Pemeriksaan fisik didapatkan potensi ventilasi terganggu. Apakah yang tidak termasuk key point dalam pemberian ventilasi buatan?
Melihat pengembangan dada
Memperhatikan safety penolong
Ratio I:E
Tekanan darah normal
1:2
Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun dibawa ibunya ke UGD RS dengan keluhan bengkak pada mata, wajah dan perut diperha:kan sejak 1 minggu terakhir. Keluhan disertai buang air kecil yang sedikit dan urin berwarna seper: teh pekat. Pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 120/90 mmHg. Pemeriksaan fisik didapatkan edema palpebra dan wajah, ada ascites shiaing dullness. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar albumin serum 2,5 mmol/L, krea:nin 2 mmol/L, urin ru:n menunjukkan protein +1, blood posi:f. Apakah penyebab gagal ginjal pada pasien tersebut?
Perdarahan
Glomerulonefritis
Zat nefrotoksik
dehidrasi
obstruksi
Laki-laki 20 tahun, kepala terbentur saat sedang bermain bola. Penglihatan buram sampai keesokan harinya. Siang sedikit menjadi lebih terang lalu kembali buram. VOS 1/60. Pemeriksaan mata kiri: CoA jernih, lensa di vitreous humor. Jenis kelainan lensa pada pasien ini adalah?
Dislokasi Lensa
Subluksasi ringan
Luksasi ke posterior
Luksasi Anterior
Subluksasi berat
Seorang laki-laki berusia 39 tahun dibawa oleh keluarganya ke unit gawat darurat RS dengan keluhan utama kesadaran menurun sejak 30 menit yang lalu. Setelah pemeriksaan didiagnosis syok. Apakah tahapan awal dari diagnosis pasien diatas?
Metabolisme Anaerob
Asidosis
Pelepasan Aldosterone
Kerusakan Irreversible
Pelepasan katekolamin
Laki-laki 55 tahun, masuk ke igd dengan kesadaran menurun sejak beberapa jam yang lalu. Awalinya istri pasien mengira suaminya ter:dur pulas karena mendengkur tapi setelah dibangunkan untuk shalat pasien tetap :dak bangun. Keluhan diare lebih dari 10 kali dan muntah lebih dari 5 kali sejak 1 hari yang lalu. Riwayat DM sejak 2 tahun yang lalu menggunakan pengobatan insulin, riwayat strok iskemik 2 tahun yang lalu, pasien malas makan, merokok 2 bungkus per hari. Tekanan darah saat ini 150/90, nadi 88 x/menit, pernapasan 28x/menit, suhu 36,5°C, hasil pemeriksaan Elektrolit didapatkan Sodium Plasma = 105 mEq/L, Potasium Plasma = 3,5 mEq/L, Chlorida = 110 mEq/L. Terapi yang tepat untuk kasus diatas berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium adalah
Dextrose 40%
KSR
Nacl 0,45%
Nacl 3%
KCL
Seorang wanita berusia 55 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan :ba-:ba mengalami kehilangan penglihatan pada mata kirinya. Penglihatannya menjadi buram dan la merasa seper: ada :ral gelap yang menutupi sebagian pandangannya. Pada pemeriksaan mata didapatkan VOD 6/15 dengan pinhole jadi 6/6 dan VOS 1/300, TIO OD 11.7 mmHg OS 10 mmHg. Segmen anterior ODS dalam batas normal, segmen posterior OD refleks fundus (+), edem (-), C/D rasio 0,4 :dak ada perdarahan ataupun eksudat, segmen posterior OS didapatkan re:na pucat, refleks fundus suram, papil saraf op:k pucat dengan batas :dak jelas, C/D rasio sukar di evaluasi, dan didapatkan cherry red spot, perdarahan dan eksudat (-). Apakah :ndakan yang dapat dilakukan?
Injeksi anti-VGEF
oksigenasi dan masase bola mata
massase bola mata, oksigenasi dan anti glaukoma
pemberian kor:kosteriod IV
pemberian carbonic anhydrase inhibitor
Seorang Perempuan berusia 42 tahun datang dengan keluhan nyeri perut kanan atas sejak 2 hari lalu, nyeri hilang :mbul dan dirasakan menjalar ke bagian Pundak dengan durasi nyeri 30-60 menit, keluhan disertai demam. Pemeriksaan fisik didapatkan BB berlebih dan ditemukan murphy sign (+) dengan tanda vital normal. Hasil lab didapatkan leukositosis. Apakah stadium/grading pada kasus kolesistitis akut diatas?
severe
Mild
very severe
very mild
Moderate
Seorang anak perempuan, usia 4 bulan, datang ke IGD dengan keluhan BAB lendir dan darah, disertal nyeri perut (rewel) yg hilang :mbul, Dari pemeriksaan fisik didapatkan abdomen distensi, teraba massa dikuadran kanan bawah, bising usus meningkat, Dari pemeriksaan USG abdomen: tampak Doughnut Sign. Trias invaginasi pada kasus ini adalah :
BAB darah dan lendir, Distensi abdomen, nyeri abdomen tiba-tiba (rewel)
BAB darah dan lendir, muntah hijau, massa di anus
Nyeri abdomen tiba-tiba (rewel), massa di abdomen kanan bawah, bab darah dan lendir
Muntah hijau, nyeri tiba-tiba atau rewel, massa di abdomen
nyeri abdomen tiba-tiba (rewel), teraba massa abdomen kanan atas, teraba massa di anus
Ny. ND berusia 65 tahun datang ke klinik mata dengan keluhan mata merah dam pandangan yang semakin sempit. Pasien juga sering melihat pelangi bila memandang lampu disertai nyeri pada area bola mata menjalar hingga kepala. Keluhan sudah dirasakan selama beberapa minggu. TO kedua mata pasien 28 mmHg. Slit lamp menunjukkan korena keruh (edema), bilik mata depan dangkal, pupil middilatasi, refleks cahaya (-), lensa keruh. Tata laksana awal medikamentosa yang paling tepat pada kasus ini adalah...
Ekstraksi lensa cito
Penggunaan prostaglandin analog
Pemberian carbonic anhydrase inhibitor atau manitol
Mulai terapi beta blocker topikal
Trabekulektomi
Pasien laki-laki usia 22 tahun mengalami kecelakaan tunggal di jalan raya akibat berkendara dengan kecepatan :nggi. Pasien lalu dibawa ke RS terdekat dengan keadaan sudah :dak sadar lagi Setelah pemberian tatalaksana awal, dilakukan CT Scan pada pasien. Dari hasil CT Scan didapatkan gambaran bikonkaf atau berbentuk seper: bulan sabit sesuai dengan gambar berikut.
Intraventrikel hematoma
Subarachnoid hematom
Epidural hematom
Subdural hematom
Intracerebral hematom
Pasien perempuan usia 35 tahun kepalanya terbentur trotoar sebab terserempet mobil saat hendak menyeberang jalan. Pasien dilarikan ke RS terdekat dengan keadaan sudah :dak sadar lagi. Pemeriksaan rangsang menings nega:f. Setelah dilakukan CT Scan didapatkan hasil berupa gambaran hiperdens terlokalisir pada parenkim otak. Diagnosis yang dapat ditegakkan dari hasil CT Scan tersebut ialah…
Subdural hematoma
Epidural hematoma
Intracerebral hematoma
Subarachnoid hematoma
Intraventrikel hematoma
Seorang wanita usia 60 tahun datang ke klinik dokter dengan keluhan pandangan mata kiri buram sejak 3 hari yang lalu. Riwayat DM (+) dan hipertensi (+). Pasien juga mengeluhkan terkadang mata merah, silau saat melihat cahaya dan berair. Pada pemeriksaan visus OD 6/24 OS 4/60. Pemeriksaan mata tampak injeksi konjungtiva (+), edema kornea (+), kera:k presipitat (-), COA dalam batas normal, lensa jernih. Pada pemeriksaan funduskopi ditemukan gambaran Cherry red spot. Apakah diagnosis pasien ini?
Oklusi arteri retina sentral
Oklusi vena retina perifer
Oklusi vena retina sentral
Makula edema
Oklusi arteri retina perifer
Seorang bayi laki-laki berusia 1 hari masuk IGD dengan keluhan usus terburai lewat dinding perut dengan tanpa pembungkus . Dari pemeriksaan si bayi, tampak jejenum dan ileum terburai melalui tali pusat. Diagnosis yang tepat pada bayi tersebut adalah?
Malrotasi usus
Gastroskisis
Trisomi 17
Omfalokel
Trauma lahir
Seorang laki-laki berusia 65 tahun mengalami kecelakaan lalu lintas dan cedera kepala berat. Setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama beberapa hari, pasien menunjukkan perburukan berupa kesadaran menurun, :dak merespons terhadap rangsangan apapun, refleks batang otak nega:ve dan tes apneu (+). Apakah implikasi dari kondisi tersebut?
Pasien koma berkepanjangan
Pasien dapat menjalani transplantasi anak
Pasien dapat pulih sepenuhnya
Pasien dapat hidup dalam keadaan vegetatif
Pasien mengalami kematian otak permanen
Seorang perempuan berusia 38 tahun masuk IGD Ponek RS tempat Anda bertugas, rujukan dari puskesmas dengan diagnosis masuk PBAO+Shock Hipovolemia Berate c. Perdarahan Post Partum ec. Retensio Plasenta. Riwayat melahirkan di rumah ditolong dukun 3 jam lalu, dan dirujuk ke puskesmas karena terjadi perdarahan post partum, Pemeriksaan tanda vital, keadaan umum sakit berat, tampak anemis, kesadaran kesan delirium. Tekanan darah 70/50 mmHg, denyut nadi 120 kali/menit, pernapasan 30 kall/menit, temperatur 35, 7oC. Pemerisaan obstetri :nggi fundus uteri 2 jari atas pusat, kontraksi baik, tampak klem tali pusat didepan perineum, tampak darah segar. Tindakan awal yang tepat pada kasus diatas adalah?
Patenkan Airway & Breathing: Pasang 02 Via Sungkup 6-8 liter per menit, Circula:on: pasang Infus Ringer Lactate 2 IV line guyur 1000-2000 cc Ringer Lactate+Oxytocin 1 ampul 40 tetes per menit, ambil sampel darah untuk rencana transfuse 4 labu Packed Red Cell (PRC).
Patenkan Airway & Breathing: Pasang 02 Via Sungkup 6-8 liter per menit, Circula:on: pasang infus Ringer Lactate 2 IV line guyur 1000-2000 cc.
Patenkan Airway & Breathing: Pasang 02 Via Sungkup 6-8 liter per menit, Circula:on: pasang infus RL 2 IV line: guyur 1000-2000 cc dan RL+Oxytocin 1 ampul 40 tetes per menit, ambil sampel darah untuk rencana transfuse 4 labu Packed Red Cell (PRC).
Patenkan Airway & Breathing: Pasang 02 Via Sungkup 6-8 liter per menit. Circula:on: pasang infus Ringer Lactate 2 IV line guyur 1000-2000 cc dan Ringer Lactate+Oxytocin 1 ampul 40 tetes per menit, ambil sampel darah untuk pemeriksaan laboratorium dan rencana transfusi 4 labu Packed Red Cell (PRC).
Patenkan Airway & Breathing: Pasang 02 Via Sungkup 6-8 liter per menit, Circula:on: pasang infus Ringer Lactate 2 IV line guyur 1000-2000 cc, ambil sampel darah untuk rencana transfuse 4 labu Packed Red Cell (PRC).
Seorang laki-laki, 35 tahun, diantar ke UGD RSUD Syech Yusuf, setelah mengalami kecelakaan terjatuh dari motor. Kondisi pasien dalam keadaan sadar. Dari anamnesa pasien terjatuh dari motor dengan pinggang membentur trotoar. Pada pemeriksaan fisik didapatkan T 120/80, N 88, P 24, S 36.50C, tampak jejas di pinggang kanan. Pasien dipasang kateter dan tampak makro hematuri. Pada pemeriksaan USG didapatkan adanya hematom subkapsuler renal kanan, Indikasi operasi pada pasien tersebut adalah:
Trauma renal grade II
Hemodinamik tidak stabil
Pada kateter ditemukan hematuri
Bila Hb 11 dan hematokrit 40
Pasien nyeri dengan skala VAS 5
Seorang laki-laki berusia 16 tahun datang ke IGD dengan keluhan utama nyeri pada paha kiri dialami 30 menit sebelum masuk rumah sakit akibat kecelakaan lalu lintas. Pada pemeriksaan fisik tanda-tanda vital dalam batas normal, status lokalis right thigh region tampak adanya deformitas, swelling, nyeri dan :dak ditemukan adanya luka terbuka. Dari pemeriksaan radiologis didapatkan gambaran sebagai berikut: Apakah diagnosis yang tepat pada kasus tersebut?
Fr tertutup distal femur kiri
Fr tertutup subtrochanteric kiri
Fr tertutup shafft femur kiri
Fr tertutup intertrochanteric kiri
Fr tertutup proximal femur kiri
Tanda apa yang dapat ditemukan pada pasien trauma dengan manifestasi klinis berupa rinorea dan otorea untuk membedakan cairan yang keluar adalah larutan serebro spinal atau bukan?
Double ring sign
Triple bubble sign
Single bubble sign
Single ring sign
Double bubble sign
Seorang laki-laki berusia 55 tahun masuk ke IGD dengan demam sejak 2 hari terakhir. Sebelumnya pasien menjalani rawat inap di bangsal 3 hari dengan keluhan batuk berlendir dan telah mendapatkan oksigen dan an:bio:k empirik. Di ICU dilakukan intubasi endotrakeal dengan pemeriksaan suhu 40 dan hasil foto dada infiltrat difus, hasil PaO2/FiO2 <200. Apakah diagnosis yang paling mungkin?
PPOK
ARDS
Bronkiektasis
Udem paru
hipertensi pulmonal
Seorang anak perempuan berusia 6 tahun dibawa oleh orang tuanya dengan keluhan sesak sejak 1 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan kencing yang sedikit. Sebelumnya pasien sudah buang air besar encer >10 kali per hari dan pasien sedikit minum. Pemeriksaan fisik didapatkan anak letargi, mata cekung, turgor lambat. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan natrium 120 mmol/l, kalium 5 mmol/l, ureum 150 mg/dL, crea:nin 5 mg/dL, pCO2 meningkat, P02 menurun, pH meningkat. Apakah diagnosis yang paling sesuai?
Nefropati IgA
Gagal Ginjal Kronik
GGA post renal
GGA pre renal
GGA renal
Seorang laki-laki, 50 tahun dibawa oleh keluarganya ke UGD dengan keluhan kesadaran menurun sejak 10 jam sebelum masuk rumah sakit. Awalnya pasien mengeluh nyeri kepala hebat dan pandangan kabur, tanpa disertal muntah. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 200/130, Nadi 80x/menit, suhu 36. Kaku kuduk dan hemiparese tidak didapatkan. Pada pemeriksaan GDS didapatkan hasil 100 mg/dL, elektrolit dalam batas normal. Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah:
Stroke perdaraahan
Stroke infark
Ensefalopati hipertensi
Hipoglikemia
Transient Ischemic attack
Perempuan berusia 40 tahun G4P3A0 hamil 34 minggu datang ke IGD dengan keluhan sakit kepala sejak 6 jam lalu dan :dak hilang walaupun minum obat penghilang nyeri, riwayat hipertensi sejak 1 tahun terakhir. Pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 190/130 mmHg, denyut nadi 82 x/menit, pernapasan 20 x/menit, suhu 36,5 C, DJJ 142x/menit. Pemeriksaan laboratorium proteinuria +3. Apakah penatalaksanaan pada kasus ini:
Loading dose: 10 ml MgSO4 40% dalam 100 ml NaCL habis dalam 6 jam (73 tts/menit), Maintenance dose: 15 ml MgSO4 40% dalam 500 ml Ringer Laktat selama 6 jam (28 tts/menit)
Loading dose: 15 ml MgSO4 40% dalam 500 ml NaCL habis dalam 30 menit (73 tts/menit), Maintenance dose: 10 ml MgSO4 40% dalam 500 ml Ringer Laktat selama 6 jam (28 tts/menit)
Loading dose: 15 ml MgSO4 40% dalam 100 ml NaCL habis dalam 6 jam (73 tts/menit), Maintenance dose: 10 ml MgSO4 40% dalam 500 ml Ringer Laktat selama 30 menit (28 tts/menit)
Loading dose: 10 ml MgSO4 40% dalam 100 ml NaCL habis dalam 30 menit (73 tts/menit), Maintenance dose: 15 ml MgSO4 40% dalam 500 ml Ringer Laktat selama 6 jam (28 tts/menit)
Loading dose: 15 ml MgSO4 40% dalam 100 ml NaCL habis dalam 30 menit (73 tts/menit), Maintenance dose: 10 ml MgSO4 40% dalam 500 ml Ringer Laktat selama 6 jam (28 tts/menit)
Seorang laki-laki berusia 24 tahun datang dengan keluhan pandangan mata kiri kabur disertai mata merah sejak 1,5 jam yang lalu setelah terkena bola tenis. Dari hasil pemeriksaan didapatkan visus OS 1/60 dan ditemukan tremorous lens. Diagnosis pada
Katarak traumatic
Subluksasi lensa
Hifema
Ektopia lentis
Glaukoma akut
Pasien laki-laki usia 71 tahun terjatuh dari tangga hingga kepalanya membentur lantai. Pasien segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. Setelah dilakukan penanganan awal barulah dilakukan CT Scan pada pasien ini. Dari hasil CT Scan didapatkan garis fraktur di tulang frontal bagian kanan dan juga tulang parietal bagian kanan. Jika melihat dari hasil CT Scan, maka diagnosis yang dapat ditegakkan ialah....
Fr Frontalis
Fr Maksilaris
Fr Basis cranii
Fr parietalis
Fr Calvaria
Seorang laki-laki berusia 40 tahun dirawat di ICU dengan koma post trauma kepala. Pasien
dikonsulkan bagian neurologi untuk konfirmasi mati batang otak. Pada pemeriksaan kalori,
pemberian air hangat pada telinga kanan menghasilkan gerakan mata tonik ke sisi kiri.
Pemeriksaan menggunakan air dingin pada tangan kanan menghasilkan gerakan mata tonik
ke sisi kanan. Efek air dingin pada telinga kanan pada kasus adalah:
Eksitasi kanal horizontal kanan
Inhibisi kanal horizontal kanan
Inhibisi kanal horizontal kiri
Eksitasi kanal horizontal kiri dan inhibisi kanal horizontal kanan
Eksitasi kanal horizontal kiri
Seorang wanita berusia 35 tahun, telah dilakukan resusitasi di unit gawat darurat RS dengan
keluhan tidak sadar sejak 10 menit yang lalu, Riwayat pasien kecelakaan lalu-lintas.
Pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah tidak teratur, denyut nadi tidak teraba,
frekuensi napas tidak ada. Pada monitor ECG menunjukkan:
Apakah tatalaksana yang paling tepat diberikan untuk pasien:
Defibrilator biphasic 200 joule
Defibrilator biphasic 75 joule
Noorepinefrine 0,5 mcg intravena
Epinefrin 1 mg intravena
Cardioversi biphasic 50 joule
Seorang wanita 41 tahun datang ke UGD dengan keluhan luka pada betis kanan dialami
sejak 15 menit yang lalu akibat ditabrak motor saat menyebrang jalan. Pemeriksaan
neurovascular didapatkan arteri dorsalis pedis tidak teraba. Pemeriksaan X-Ray cruris AP
dan lateral didapatkan fraktur transversal mid shaft tibia. Apakah pembuluh darah yang
paling memungkinakan mengalami masalah pada pasien ini?
Arteri peroneal
Arteri poplitea
Arteria Tibialis posterior
Arteria fibularis
Arteria tibialis anetrior
Seorang Pasien datang mengeluh mata kirinya nyeri dan kabur setelah I minggu yang Ialu
terkena loncatan kepala mur di kelopak atas mata kiri pada saat pasien sedang mengebor dari
jarak setengah meter. Keluhan tersebut disertai mata merah, silau. Lama-kelamaan kabur dirasa
semakin parah. Setelah kejadian tersebut, pasien tidak langsung berobat ke dokter. Setelah 4
hari setelah kejadian pasien pergi ke rumah sakit, dikatakan oleh dokter bahwa terdapat
perdarahan di bilik mata depan (hifema). Pada pemeriksaan visus didapatkan VOD 6/6, VOS
1/60, segmen anterior didapatkan kornea : pecah arah jam 1 lamelar, epitelisasi (+), iris : pecah
di arah jam 12-1, lensa: keruh. Mekanisme trauma yang mungkin terjadi pada kasus tersebut
adalah?
Countercoup
Equatorial
Global Repositioning
Perdarahan mata
Coup
Seorang laki-laki 12 tahun GCS ElMIVett dirawat selama 5 hari di ICU. Dikonsulkan dari
sejawat anestesi untuk test mati batang otak (MBO). Dari hasil pemeriksaan didapatkan relfeks
pupil (-) reflex kornea (-) test kalori (-) Gag Reflek (-) Refleks primitive (-). Hasil AGD
didapatkan PC02 naik 10 mmHg. Hasil laboratorium lain dalam batas normal. Manakah
diantara pernyataan berikut yang benar ?
Dilakukan pemeriksaan AGD ulang 30 menit kemudian
Evaluasi pemeriksaan MBO 24 jam kemudian
Evaluasi pemeriksaan MBO 24 jam kemudian
Evaluasi pemeriksaan 36 MBO 36 jam kemudian
Evaluasi pemeriksaan MBO 12 jam kemudian
Pasien perempuan, 28 tahun, datang ke UGD dengan keluhan sesak napas sejak 2 hari
sebelum masuk rumah sakit. Sesak dirasakan semakin memberat, pasien lebih enak dalam
posiSi duduk. Riwayat mengalami batuk dan pilek sejak I minggu. Riwayat sering sesak di
keluarga ada. Tidak ada riwayat merokok. pada pemeriksaan fisik didapatkan sakit sedang,
composment[s, TD 120/60 , Nadi 90x/menit, pernapasan 28 x/menit, Suhu 38,0 C. rhonki tidak
ada,wheezing ada pada kedua lapang paru Berikut adalah Obat•obatan yang dapat diberikan
pada pasien ini, kecuali:
Kortikosteroid
Antibiotik
Antipiretik
Mukolitik
Beta dua agonis
Seorang laki-laki 39 tahun dibawa ke UGD dengan nyeri pada bahu kana dialami sejak 30
jam yang lalu akibat terjatuh dari tangga. Pemeriksaan fisik didapatkan deformitas nexy,
internal rotasi. abduksi„ udem empty shoulder. Pemeriksaan xray seperti pada gambar ini.
Apakah diagnosis pasien ini?
dislokasi central shoulder dextra
Dislokasi medial shoulder dextra
dislokasi inferior shoulder dextra
Dislokasi anterior shoulder dextra
Dislokasi posterior shoulder dextra
Pernyataan yang benar mengenai ensefalopati hipertensi kecuali:
Dapat terjadi pada tekanan darah sistollk Iebih 180 mmHg
Termasuk ke dalam hipertensi urgensi
Sering tidak didapatkan hemiparese/ hemiplegi
Gejala yang terjadi bersifat reversible
Penurunan Tekanan darah harus didapatkan dalam hitungan jam
Setelah 2 jam berada di IGD, kesadaran Tn. A semakinn menurun. GCS E1M1V1,
direncanakan perawatan anastesia dan pemasangan ventilator. Dilakukan pemneriksaan
neurologis untuk menilal fungsi batang otak pasien. Pemeriksaan refleks neurologis yang
dapat ditemukan saat pasien mengalami mati batang otak, antara lain?
Refleks kornea positif, refleks pupil midriasis. refleks mumtah positif
Refleks kornea negatif, refleks pupil miosis, refleks muntah negative
Refleks kornea positif, refleks pupil miosis, refleks muntah positif
Refleks komea negatif. refleks pupil miosis, refleks muntah positif
Refleks kornea negatif, refleks pupil midriasis, refleks muntah negasif
Seorang Pasien datang mengeluh mata kirinya nyeri dan kabur setelah 1 minggu yang
lalu terkena loncatan kepala mur di kelopak atas mata kiri pada sat pasien sedang mengebor
dari jarak setengah meter. Keluhan tersebut disertai mata merah, silau. Lama-kelamaan kabur
dirasa semakin parah. Setelah kejadian tersebut, pasien tidak langsung berobat ke dokter.
Setelah 4 hari setelah kejadian pasien pergi ke rumah sakit, dikatakan ole dokter bahwa
korneanya robek. Pada pemeriksaan visus didapatkan VOD 6/6, VOS 1/60, segmen anterior
didapatkan kornea: pecah arah jam 1 lamelar, epitelisasi (+), iris : pecah di arah jam 12-1, lensa:
keruh. Diagnosis pasien tersebut adalah?
perdarahan konjungtiva
perdarahan subkonjungtiva
corpus alienum okuli
trauma okuli perforans
trauma okuli
Gejala "Jackson sign" sering ditemukan pada kasus
Benda asing sinus piriformis
Benda asing orofaring
Benda asing trachea
Benda asing laring
Benda asing bronkus
pernyataan berikut mengenai patofisiologi asma, kecuali.
Hyperplasia sel otot polos brongkus
Bronkokonstrikisi
Hiperseksi mucus
Hipertrofi sel otot polos bronkus
Aktivasi sel datia
Seorang laki-laki berusia 45 tahun diantar ke IGD dengan keluhan nyeri perut kanan atas
yang dialami sejak 3 hari sebelum ke rs. Keluhan juga disertau mual dan sara kembung
pada perut. Riwayat sering nyeri seperti ini sejak 4 bulan dan pasien ada Riwayat konsumsi
minuman beralkohol. Pada pemfis didapatkjan suhu 38,7 c dan nyeri tekan epigastrium .
pasien didiagnosis suspek pankreatitis akut. Kriteria apakah yang paling digunakan untuk
menilai beratnya pelangsungan pankreatitis akut?
Marshall score
APACHE II score
Ranson’s criteria
BISAP score
Determinan based classification (DBC)
Pernyataan yang benar mengenai perbedaan pneumonia aspirasi dan chemical
pneumonia adalah
Pada pneumonia aspirasi diperlukan pemberian antibiotik,sedangkan chemical pneumonia
tidak memerlukan antibiotic sama sekali
Pneumonia aspirasi hanya terjadi pada kondisi mikroaspirasi,sedangkan chemical
pnenumonia terjadi pada makroaspirasi
Pneumonia aspirasi memiliki prognosis yang baik sedangkan chemical pneumonia tidak
Steroid tidak diberikan pada pneumonia aspirasi sedangkan pada chemical pneumonia
diperlukan pemberian steroid
Pada pneumonia aspirasi gejala terjadi dalam hitungan jam hingga hari, sedangkan
pada chemical pneumonia gejala terjadi dalam hitungan menit
Seorang perempuan usia 33 tahun G3P2A0 gravid 38 minggu 2 hari dibawa oleh
suaminya ke unit gawat darurat karena ingin melahirkan . Riwayat pecah ketuban 1 jam
yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan his dua kali dalam 10 menit dengan durasi
20-25 detik, denyut jantung janin 128x/menit. Pada pemfis dalam didapatkan pembukaan
2 cm. ketuban sudah pecah, tali pusat keluar dan teraba berdenyut. Apakah diagnosis yang
tepat pada pasien ini?
Vasa previa
Prolaps tali pusat
Ketuban pecah dini
Tali pusat terkemuka
Lilitan tali pusat
Pria usia 30 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak napas. Riwayat KLL 20 met yang
lalu. Pemeriksaan fisik didapatkan TD: 120/80 mmg nad: 86 kaliment, respirasi 34 kaliment,
suhu 37 C saturasi 02 perifer 90% gerakan napas thorax kanan tertinggal suara napas
menghilang pada thorax kanan Perkusi redup pada thorax kanan. Pada foto antigen ditemukan
gambaran radioopaque pada thorax kanan. Apa penanganan yang tepat?
Pasang kasa igass
Water Sealed drainage
Toracentesis
Oksigen
Observasi
Seorang laki laki 29 tahun dibawa ke UGD dengan nyeri pada panggul kanan yang dialami
sejak 1 jam yang lalu terjatuh dari sepeda motor Pemeriksaan fisik dapatkan deformitas
internal rotasi, aduksi dan flexy dan coba digerakkan Pemeriksaan way seperti pada gambar
Apakah diagnosis pasien ini?
Diksilokasi medial hip dextra
Dikslokasi lateral hip dextra
Dislokasi anterior hip dextra
Dislokasi central hip dextra
Dislokasi posterior hip dextra
Seorang laki-laki berusia 30 tahun datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan
sesak napas akibat tidak sengaja menelan ikan hidup 30 menit yang lalu saat sedang
memancing, Pada pemeriksaan fisik di daerah orofaring terlihat ekor ikan warna hitam
masih bergerak, dan sekitarnya terdapat darah segar bercampur air liur, kesan ikan
hampir memenuhi rongga orofaring. Apakah tindakan pertama yang harus segera
dilakukan berdasarkan kasus di atas ?
Segera lakukan tindakan ekstraksi
Segera lakukan intubasi endotrakeal
Segera lakukan krikotomi
Seqera rujuk ke bedah
Segera lakukan trakeostomi
Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kecelakaan lalu lintas tertinggi
di dunia. Di Indonesia kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab mortalitas tertinggi di
rumah sakit. Manakah fase trauma dengan tingkat mortalitas tertinggi?
Second peak
Fourth peak
Fifth peak
Third peak
first peak
Seorang laki-laki berusia 43 tahun diantar ke IGD RS dengan keluhan nyeri perut kanan
atas yang dialami sejak 8 hari, nyeri dirasakan terus menerus dan dirasakan makin
memberat 2 hari terakhir. Keluhan juga disertai demam, mual dan muntah. Riwayat
sering mengkonsumsi minuman beralkohol sejak usia 15 tahun. Pada pemeriksaan
tanda vital didapatkan tekanan darah 100/70 mmHg, denyut nadi 105 x/menit, frekuensi
napas 24 x/menit, suhu 38oc. Berdasarkan lamanya perlangsungan penyakit yangdialami oleh pasien tersebut, pemeriksaan laboratorium yang sebaiknya dilakukan untuk menegakkan diagnosis pankreatitis pada pasien tersebut ?
Darah rutin
SGPT
Lipase
Amilase
Kreatinin
Pasien laki-laki usia 60 tahun masuk UGD dengan keluhan perut kembung sejak 2 hari
lalu. Pasien juga mengalami mual muntah, dan tidak bisa kentut. Dari pemeriksaan
peristaltik usus meningkat, metallic sound (+), borborygmi (+). Pada pemeriksaan
radiologi didapatkan step ladder appearance (+), air fluid level, hearing bone (+).
Apakah diagnosis yang tepat pada kasus diatas?
Volvulus
Peritonitis
Colitis ulseratif
lleus paralitik
Ca colon
Seorang laki-laki dibawa ke IGD rumah sakit karena mengalami kebakaran di tempat
kerjanva 4 jam yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan luka bakar pada seluruhekstremitas atas. kepala bagian depan (wajah). Seluruh thoraks bagian depan, dan sebagian punggung. Berapa luas luka bakar pasien tersebut?
30%
46%
50%
36%
40%
Seorang perempuan berusia 41 tahun G5P3A1 hamil 8 bulan dating ke unit gawat
darurat RS dengan keluhan nyeri perut kanan atas disertai mual dan muntah sejak 1
hari yang lalu, Riwayat menderita preeklampsia berat sejak 2 bulan yang lalu.
Pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 170/120 mmHg, denyut nadi 88
kali/menit, frekuensi napas 20 kali/menit, temperatur 36,7 C . Pemeriksaan fisik
didapatkan denyut jantung janin 148 kali/menit. Pemeriksaan laboratorium di dapatkan
trombosit 92.000/mm3, SGOT/SGPT96/108, LDH 785 IU/I. Apakah
patomekanismeyang menyebabkan kelainan pada kasus ini :
Vasospasme dan perdarahan menyebabkan nekrosis sel hepar
Vasodilatasi sehingga menyebabkan perdarahan pasa sel hepar
Penurunan resistensi perifer sehingga terjadi peningkatan aliran darag ke hepar
Penurunan permeabilitas vascular pada hepar
Peningkatan tekanan onkotik pada hepar
Seorang perempuan berusia 65 tahun dibawa keluarganya ke IGD rumah sakit dengan
keluhan lemas yang dialami sejak 4 hari terakhir . Keluhan juga disertai mual , nyeri
ulu hati dan nafsu makan yang kurang . Riwayat konsumsi obat - obat anti nyeri 5
tahun terakhir . Riwayat hipertensi ada sejak 5 tahun terakhir dan tidak teratur minum
obat . Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 110/70 mmhg , denyut
nadi 110 x / menit , frekuensi napas 22x / menit , suhu 37oC . Pemeriksaan fisik
didapatkan anemis , tidak ada ikterus dan nyeri tekan epigastrium . Apakah penyebab
terbanyak perdarahan saluran cerna bagian atas ?
Ulkus peptik
Mallory - weiss tear
Tumor lambung
Erosi gaster
Varises esophagus
Seorang laki-laki usia usia 40 tahun datang ke RS dengan keluhan sesak napas yang
dialami sejak 1 bulan yang lalu dan memberat 2 minggu terakhir.keluhan berkurang saat
pasien duduk dan tidur miring ke arah kanan. Pasien juga mengeluhkan batuk berdahak
sejak 2 bulan terakhir disertai dahak bewarna putih. Riwayat batuk disertai tidak ada.
Demam tidak ada. Penurunan berat badan ada sebesar 6 kg dalam 1 bulan terakhir. Pada
pemeriksaan didapatkan TD 120/80 mmHg, HR 80x/menit, RR 30x/menit, Suhu 36,8/C,
SpO2 94%. Ditemukan adanya deviasi trakea ke kiri, inspeksi didapapatkan dada kanan
tertinggal, fremitus taktil menurun di hemithorax kanan. Pada pemeriksaan foto thorax
didapatkan adanya perselubungan yang menutupi seluruh lapangan paru kanan.
Pada pemeriksaan TCM didapatkan MTB detected high. Tatalaksan yang paling
tepat diberikan pada pasien ini adalah
Thoracocentesis
Pemberian obat diuretik
Pemberian antibiotik spektrum luas
Pemberian obat kortikosteroid inhalasi
Thoracocentesis + OAT
seorang perempuan berusia 39 tahun G4P3A0 hamil 9 bulan dating ke unit gawat
darurat RS dengan keluhan nyeri perut kanan atas disertai mual dan muntah sejak 2 hari
yang lalu. Riwayat menderita preeklampsia berat sejak 1 bulan yang lalu. Pemeriksaan
tanda vital didapatkan tekanan darah 160/110 mmHg,denyut nadi 82
kali/menit,frekuensi napas 20 kali/menit,temperature 36,7 C. Pemeriksaan fisik
didapatkan denyut jantung janin 132 kali/menit. Pemeriksaan Lab didapatkan trombosit
117.000/mm3,SGOT/SGPT 84/95 IU/I, LDH 697 IU/I. Apakah tatalaksana pada
kasus ini:
Pemberian aspirin dosis rendah
Transfusi Packed Red Cell
Pemberian antihipertensi amlodipine
Pemberian diuretic thiazide
Pemberian deksametason
Seorang atlit tinju datang ke instalasi gawat darurat dengan keluhan penglihatan kabur
secara tiba-tiba saat latihan tanding. Pada saat itu, atlit tersebut mendapat pukulan
hebat beberapa kali pada daerah kepala temporal kirinya. Pada pemeriksaan tajam
penglihatan, ditemukan visus mata kanan 20/20 sedangkan visus mata kiri 1/60. Pada
pemeriksaan oftalmologi lainnya, ditemukan tanda khas yang menuntun pemeriksa
dapat mendiagnosis, bahwa kelainannya terdapat pada saraf optic. Tanda
tersebut adalah:
Terhambatnya gerakan bola mata.
Defek lapang pandangan.
Adanya strabismus (juling).
Buta atau lemah warna merah atau hijau atau keduanya.
Relative afferent pupillary defect (RAPD)
Seorang Perempuan berusia 56 tamun dibawake unit gawat darurat RS dengan keluhansesak
napas tiba-tiba dirasakan saat bangun tidur. Tidak ada keluhan sesak sebelumnya, pasien hanya
mengeluh nyeri dan panas pada kaki kanan sejak seminggu terakhir. Riwayat rutin kemoterapi
terkait karsinoma mammae. Pemeriksaan fisik tidak didapatkan ronkhi, pada ekstremitas inferior
dekstra tampak edema, hiperemis dan teraba hangat. Apakah pemeriksaan laboratorium yang
tepat pada kasus di atas?:
CKMB
INR
Troponin-I
D-Dimer
Analisis gas darah
Laki laki 45 tahun dibawa ke UGD dengan kesadaran menurun yang terjadi secara tiba-tiba sejak
1 hari yang lalu. Dari pemeriksaan CT scan terdapat lesi hiperdens pada pons dextra. Tekanan
darah 100/50 mmHg, denyut nadi 70 x/menit, pernapasan 20 x/menit. Pemeriksaan neurologis
didapatkan GCS E3M1V1, Lateralisasi kedua sisi dengan Babinski reflex (+) pada sisikiri dan
kanan. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada kasus tersebut?
Epilepsi
Ensefalitis
Brain death
Ensefalopati
Lock in Syndrome
Laki-lakiberumur 59 tahun dibawa ke UGD RS dengan keluhan sesak napas sejak 30 menit yang
lalu, dirasakan tiba-tiba saat pasien pulang dari masjid. Riwayat berobat jantungsejak 3 tahun
terakhir control tidak rutin. Pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanandarah 80/50 mmhg,
denyutnadi 150x/menit irregular, frekuensi napas 36x/menit, suhu 36 C. pemfisdidapatkan JVP
8cmH2O, ronki basah halus kedua lapangan paru, akral teraba basah dan dingin. Pemeriksaan ekg
terlampir. Apakah interpretasi EKG diatas ?
Aritmia sinus
Fibrilasi atrial dengan respon ventrikel cepat
Takikardi atrial multifocal
Multiple multifocal ventrikelekstrasistol
Takikardia sinus
Perempuan 60 tahun datang kepoli klinik dengan keluhan penurunan kesadaran secara tiba-tiba
sejak 1 hari yang lalu. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 150/100 mmHg,
frekuensi napas 28x/menit, denyutnadi 84 x/menit, temperatur 370C. Pada pemeriksaan
neurologis GCS E1M1V1. Dimanakah letak lesi pada kasus tersebut?
Pons
Mesensefalon
Medulla Oblongata
Hemisferserebri
Hemisferserebelli
Seorang wanita 45 tahun dibawa ke UGD dengan penurunan kesadaran setelah ditabrak mobil 30 menit yang sebelumnya. pemeriksaan tanda vital tidak stabil, walau telah dilakukan resusitasi cairan, pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya hematom pada suprapubic serta hasil positif pada pemeriksaan anteroposterior dan lateral kompresi panggul. Apakah penatalaksanaan segera yang harus dilakukan untuk pasien ini?
pasang spalk
Pasang tambahan saluran infus
Lakukan xray panggul
Lakukan pemeriksaan USG
Pasang Pelvic bandage
1.Seorang laki-laki berusia 34 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri pada pergelangan kaki kiri bagian luar sejak 3 jam sebelum masuk rumah sakit setelah bermain bola basket. Pada pemeriksaan foto polos radiologi ankle kiri tidak ditemukan adanya fraktur maupun dislokasi. Apa tipe mekanisme yang paling mungkin terjadi pada pasien tersebut?
Eversi
Ekstensi
Fleksi
Pronasi
Inversi
1. Seorang laki-laki berusia 23 tahun datang ke UGD dengan keluhan nyeri pert bagian kanan bawah (2). Darianamnesis didapatkan nyeri kanan bawah disertai mual, muntah (1) dan tidak mau makan (1). Padapemeriksaan fisik didapatkan suhu tubuh 37.9 C(1), nyeri tekan titik Mc Burney (+), nyeri alih (+), nyeri tekan lepas (+)(1), dari pemeriksaan lab didapatkan leukosit 9000 (2) dan segmen 86%. Berapakah skor Alvarado pada kasus diatas?
8
9
6
10
7
Perempuan berusia 33 tahun G4P3A0 hamil 8 bulan datang ke unit gawat darurat RS dengan keluhan perdarahan berwarna merah segar dari jalan lahir sejak 2 jam lalu, tidak ada nyeri perut. Pemeriksaan fisik didapatkan his tidak ada, DJJ 134 kali/menit. Pemeriksaan spekulum didapatkan banyak bekuan darah pada vagina, darah mengalir aktif dari orifisium uteri eksternum. Apakah kemungkinan diagnosis pada kasus ini:
Plasenta previa
Abortus imminens
ruptur uteri
Solusio Plasenta
Vasa previa
Seorang anak datang ke Rumah Sakit diantar oleh ibunya dengan riwayat tersedak kacang Pada awalnya anaknya terlihat seperti tercekik dan batuk berulang serta terdengar bunyi saat bernapas. Pada pemeriksaanteraba getaran pada daerah tiroid. Gejala ini dikenal dengan istilah
Audible slap
Gaggingg
Asthmatoid wheeze
Chocking
Palpatory thud
Seorang perempuan berusia 40 tahun dibawa oleh keluarganya ke unit gawat darurat RS dengan keluhan utama kesadaran menurun sejak 30 menit yang lalu setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Pemeriksaan fisik didapatkan potensi ventilasi terganggu. Manakah media yang membutuhkan sumber oksigen dalam penggunaannya?
Jackson rees
Bag valve mask
Mouth to mask
Mouth to mouth
Oe Mouth to nose
Seorang Wanita 45 tahun dibawah ke UGD dengan keluhan luka pada betis kanan yang dialami sejak 1 jamyang lalu akibat kecelakaan lalu lintas. Pemeriksaan fisik didapatkan luka ukuran 5 cm x 4 cm aspek anteriorregio cruris disertai perdarahan aktif, deformitas, udem dan tulang tampak menonjol ditengah luka, nadidorsalis pedis tidak teraba. Apakah diagnosis yang tepat untuk pasien ini?
fraktur terbuka tibia kanan grade IIIC
fraktur terbuka tibia kanan grade II
fraktur terbuka tibia kanan grade I
fraktur terbuka tibia kanan grade IIIA
fraktur terbuka tibia kanan grade IIIB
seorang laki-laki 39 tahun dibawa ke GD karena mengeluh nyer di perut kanan bawah Pada pemeriksaan fisikMcBurney sign (+) Dilakukan laparotomi eksplorasi dan appendiktom Makroskopis appendiks diameter 2 cm. Mikroskopis tampak gambaran tuberkel dengan sel epiteloid dan sel datya Langhans Diagnosis klinis yang tepat adalah
Appendistis infiltrat
Appendistis tuberkulosa
Appendistis kronik
Appendistis akut
Appendistis akut
Seorang laki-laki usia 64 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak sejak 7 hari dan semakin memberat. Sesak bertambah apabila pasien miring ke kiri. Sebelum muncul sesak, pasien sering batuk dalam 3 bulan kadang disertai bercak darah. Riwayat TB paru diakui pada istri pasien. Pada pemeriksaan fisis didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg, denyut nadi 90x/menit, frekuensi napas 30x/menit, Suhu 37,2/C, SpO2 92%. Didapatkan adanya pada inspeksi didapatkan dada kiri ter:nggal, fremitus tak:l menurun di hemithorax kiri, perkusi redup pada hemithorax kiri, auskultasi didapatkan bunyi napas vesikuler menurun pada hemithorax kiri. Bagaimana mekanisme terjadinya keluhan pada pasien ini?
Penumpukan cairan transudat karena tekanan hidrosta:k yang meningkat
Fraksi ejeksi jantung berkurang
Keluarnya cairan eksudat akibat infeksi
Menumpuknya cairan eksudat karena sumbatan drainase oleh sel ganase.
Keluarnya cairan transudat karena tekanan onkotik menurun
Seorang laki-laki 45 tahun masuk IGD dengan keluhan nyeri pada bahu kanan sejak 1 jam
yang lalu setelah terjatuh dan telapak tangan menahan tubuh dengan posisi bahu abduks
eksternal, rotasi, Pada pemeriksaan klinis di dapatkan posisi shoulder sedikit abduksi dan pada pemeriksaan radiologi didapatkan hasil pada gambar dibawah. Apa tatalaksana awal yang bisa dilakukan pada skenario di atas?
Reduksi terbuka dan fiksasi internal
Reduksi tertutup dengan traction-countertraction
Reduksi tertutup dan skin traction
Pemasangan arm sling
Rest, Ice, Compression and elevation
Seorang laki-laki berusia 21 tahun masuk IGD dengan keluhan nyeri pada panggul dialami sejak 4 jam sebelum yang lalu. Pasien mengendarai motor dan menabrak mobil dari arah berlawanan. Pemeriksaan didapatkan kesadaran penuh dengan tekanan darah 80/50 mmHg, nadi 118 kali/menit. Status lokalis tampak hematoma di daerah skrotum. Pada pemeriksaan radiografi polos. Apa tatalaksana awal pada pasien ini untuk mencegah terjadinya hemodinamik yang tidak stabil?
Pemasangan kateter
Pemasangan traksi kulit
Pemasangan infus
Pemasangan splinting
Pemasangan sling pelvic
Seorang perempuan usia 27 tahun, G3P1A1 gravid 38 minggu 2 hari dibawa oleh suaminya ke unit gawat darurat RS karena ingin melahirkan. Riwayat pecah ketuban 30 menit yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan situs janih melintang, kepala di kanan, his 3 kali dalam 10 menit dengan durasi 30-35 de:k, denyut jantung janin 115 x/menit. Pada pemeriksaan dalam vagina didapatkan pembukaan 3 cm, teraba tali pusat berdenyut. Apakah komplikasi yang dapat terjadi pada kasus ini?
Partus macet
Asfiksia bayi baru lahir
Korioamnionitis
Perdarahan post partum
Sindrom deformitas janin
Seorang perempuan, usia 36 tahun masuk IGD dengan keluhan nyeri dan perubahan bentuk jari kelima pada kaki kanandialami sejak 2 jam sebelum masuk RS setelah terbentur di sudut tiang rumah ketika berjalan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tampak deformitas, hematoma dan bengkak. Apakah penanganan yang dapat diberikan pada kasus di atas?
Closed reduction internel fixation
Open reduction external fixation
Open reduction internal fixation
Closed reduction by longitudinal traction
Closed reduction, buddy strapping dan stiff-soled shoe
Seorang perempuan berusia 22 tahun G1P0A0 hamil 3 bulan keluhan mual dan muntah sejak 3 minggu lalu, keluhan disertai penurunan nafsu makan dan
mengganggu aktivitas . Pemeriksaan tanda vital didapatkan keadaan umum lemah, tekanan darah 100/70 mmHg, denyut nadi 102x/menit, pernapasan 20 kali/menit, temperatur 37,50 C.
Pemeriksaan fisis didapatkan bibir kering, fundus uteri tidak teraba. Pemeriksaan laboratorium didapatkan ketonuria +2. Apakah penyebab pada kasus ini :
Penurunan Estrogen
Penurunan Progesteron
Peningkatan LH
Peningkatan FSH
Peningkatan β-HCG
Temuan yang dapat diperoleh pada pemeriksaan korban abortus yang masih hidup adalah?
Tanda kekerasan tidak wajar pada genitalia interna
Tidak adanya kolustrum
Tidak ada corpus luteus persisten
Abrasi, memar pada organ genetalia
Emboli vena cava inferior
