wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UTS GADAR 2026

Total questions: 20

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Seorang pasien 35 tahun mengalami chocking sehingga tiba-tiba batuk dan sulit bicara saat sedang makan apel serta tampak mulai kesulitan bernapas. Pasien tampak obesitas.

Apakah manuver yang tepat dilakukan terhadap pasien?

a)

Back Bows

b)

Chest Trust

c)

Finger Swab

d)

Abdominal Trust

e)

Heimlich Manuver

2.

Pasien perempuan berusia 29 tahun, masuk IGD rumah sakit dengan pasien tidak sadar akibat jatuh dari motor, terdapat luka pada sekitar wajah dan bahu serta kepala, kulit tampak sianosis, tidak ada pergerakan dada, nadi sangat lemah. Apakah tindakan awal yang dilakukan pada pasien?

a)

Beri minum

b)

Perbaiki posisi

c)

Periksa jalan napas

d)

Hentikan perdarahan

e)

Berikan bantuan napas

3.

Tim perawat terlibat dalam proses evakuasi korban di suatu daerah yang mengalami bencana gempa bumi. Perawat melakukan triase pada salah satu korban yang mengalami pneumothorax terbuka. Apa warna kode yang harus dipasang oleh perawat pada kasus di atas?

a)

Biru

b)

Hijau

c)

Hitam

d)

Merah

e)

Kuning

4.

Seorang perawat memberikan perawatan kepada seorang pasien di ruang ICU sebuah rumah sakit. Perawat tiba-tiba melihat gambaran EKG pada monitor yaitu gambar EKG asistol. Apakah tindakan yang pertama kali harus dilakukan oleh perawat?

a)

Defibrilasi

b)

Memberikan terapi ephinefrin

c)

Memberikan terapi amiodaron

d)

Memulai resusitasi jantung paru (CPR)

e)

Mengecek nadi dan pemasangan lead EKG

5.

Seorang perawat mendapati pasien laki-laki berusia 51 tahun yang unresponsive. Pasien tidak bernafas dan tidak teraba nadi. Saat ini, perawat akan melakukan kompresi dada. Untuk mendapatkan high quality CPR, berapakah kecepatan dan kedalaman kompresi yang harus dilakukan perawat?

a)

>120 kali/menit; 6-8 cm

b)

60-100 kali/menit; 2-3 cm

c)

80-120 kali/menit; 3-5 cm

d)

100-120 kali/menit; 5-6 cm

e)

Tidak ada pilihan yang benar

6.

Seorang bayi berusia 10 bulan dibawa ke IGD oleh keluarganya setelah menelan benda kecil yang tidak sengaja terletak di dekat bayi. Bayi tidak dapat mengeluarkan suara, terdengar suara stridor dan terdapat sumbatan jalan napas total. Setelah dilakukan teknik back blow diikuti chest thrust berulang-ulang sebanyak 5 kali namun sumbatan napas tidak teratasi dan bayi terlihat semakin membiru. Perawat bersiap melakukan CPR. Bagaimana rasio kompresi dan ventilasi yang tepat dilakukan perawat?

a)

30 : 2 (satu penolong)

b)

30 : 1 (satu penolong)

c)

15 : 1 (dua penolong)

d)

15 : 1 (satu maupun dua penolong)

e)

30 : 2 (satu maupun dua penolong)

7.

Seorang laki-laki berusia 23 tahun dilarikan ke IGD setelah tidak sengaja merobek bagian brachial arterinya ketika berusaha melompati pagar dengan kawat berduri saat mengikuti kegiatan demonstrasi. Apakah cara yang tepat dan cepat dilakukan perawat untuk menghentikan perdarahan pada pasien tersebut?

a)

Pemakaian hemostat (klem)

b)

Memberikan terapi platelets agent

c)

Memberikan tekanan langsung pada luka

d)

Memasang tourniquet pada bagian distal luka

e)

Memasang tourniquet pada bagian proximal dari sisi luka

8.

Seorang pasien berusia 40 tahun dibawa ke IGD rumah sakit karena mengalami trauma thorax. Perawat sedang melakukan pengkajian terhadap pasien. Apakah tanda dan gejala yang akan ditemukan perawat untuk mendukung diagnosa pneumothorax pada pasien tersebut?

a)

Sputum berwarna kemerahan dan konsolidasi

b)

Suara paru Bronchovesicular dan bradipnea

c)

Ekspansi paru yang tidak equal dan dispnea

d)

Barrel Chest dan polycythemia

e)

Tidak ada pilihan yang benar

9.

Seorang laki-laki berusia 57 tahun dirawat di RS dengan kesadaran menurun setelah terjadi KLL pada pasien. Perawat melakukan pengkajian ditemukan respon verbal hanya mengerang, respon motorik pasien menghindar dari stimulasi nyeri, respon mata pasien membuka mata dengan stimulasi nyeri. Pasien muntah 3 kali setelah kejadian kecelakaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan CT-Scan ditemukan adanya Epidural Hematom.

Berapakah nilai score GCS pasien tersebut?

a)

6

b)

7

c)

8

d)

9

e)

10

10.

Seorang perawat sedang dinas malam di IGD Rumah Sakit Curup. Pada saat bersamaan masuk 5 orang pasien. Tn.A mengeluh sakit kepala hebat, Tn.B mengalami luka tusuk pada bagian abdomen, Tn.C dengan frekuensi nafas 46x/menit, Tn.D terjadi serangan jantung, dan TN.E mengalami fraktur pelvis.

Pasien manakah yang menjadi prioritas pertama, pada kasus diatas?

a)

Tn.A

b)

Tn.B

c)

Tn.C

d)

Tn.D

e)

Tn.E

11.

Nn.Q (21 Tahun) dibawa ke IGD pasca kecelakaan bermotor. Didapatkan hasil pengkajian, nadi teraba lemah 120x/menit, akral teraba dingin, suhu 36,4oC, sianosis di ujung jari dan bibir. Klien mengalami penurunan kesadaran dengan GCS 12 dan tampak fraktur fremur yang telah dibidai.

Apakah tindakan selanjutnya yang dapat dilakukan perawat?

a)

Kontrol perdarahan dengan balut tekan

b)

Selimuti klien menggunakan selimut tebal

c)

Ambil darah untuk pemeriksaan crossmatch

d)

Berikan oksigen menggunakan sungkup 10L/menit

e)

Berikan cairan kristaloid dengan suhu hangat, 2 jalur IV, diguyur

12.

Tn.H (26 tahun) dilarikan ke IGD RS Sobirin pasca kecelakaan bermotor, dari hasil pengkajian : tidak ada sumbatan jalan nafas, neck collar telah terpasang dengan frekuensi napas 42x/menit.

Apakah tindakan selanjutnya yang dapat dilakukan perawat?

a)

Mengevaluasi penyebab kemungkinan terjadinya masalah pernapasan

b)

Mengevaluasi tanda-tanda vital

c)

Melakukkan imobilisasi leher

d)

Mengevaluasi jalan napas

e)

Memasang combitude

13.

Seorang laki-laki berusia 26 tahun dilarikan ke IGD Rumah Sakit pasca jatuh saat melakukan olahraga arung jeram. Data yang didapat GCS 8, terdengan suara gurgling, frekuensi napas 38x/menit, frekuensi nadi 120x/menit, bibir dan ujung kuku sianosis dan adanya krepitasi pada daerah pelvis.

Apakah tindakan keperawatan prioritas yang tepat dilakukan?

a)

Melakukan pembidaian pada daerah pelvis

b)

Membebaskan jalan napas dengan tindakan suction

c)

Memberikan terapi cairan kristaloid hangat dengan 2 jalur

d)

Meninggikan kepala 10-30 derajat untuk mencegah peningkatan intracranial

e)

Memberikan terapi oksigen 12-15L/menit menggunakan non rebreathing mask

14.

Seorang laki-laki 35 tahun dibawa ke IGD rumah sakit, pada pemeriksaan fisik

ditemukan luka tusuk, mengeluarkan darah pada abdomen kuadran kanan atas,

pasien mengalami penurunan kesadaran, tekanan darah : 100/60 mmHg, nadi :

110 x/menit teraba kecil, nafas 20 x/menit, akral dingin, CRT 3 detik.

Manakah tindakan yang pertama yang dilakukan perawat pada pasien?

a)

Pasang IV line

b)

Cek saturasi oksigen

c)

Pemeriksaan rontgen

d)

Tekan luka dengan kassa steril

e)

Jahit luka yang mengeluarkan darah

15.

Perempuan usia 23 tahun diantar keluarga ke IGD dengan kondisi mengalami

penurunan kesadaran akibat kecelakaan lalu lintas 20 menit yang lalu, terdapat

cedera pada bagian kepala, terdengar bunyi gurging, perdarahan pada telapak

tangan. Tekanan darah 100/60 mmHg, nadi 110 x/menit, nafas 14x/menit, suhu

36,5oC.

Apakah prioritas masalah keperawatan pada kasus diatas ?

a)

Ketidakefektifan perfusi jaringan cerebral

b)

Resiko kekurangan volume cairan

c)

Ketidakefektifan jalan nafas

d)

Kerusakan integritas kulit

e)

Hipotermia

16.

Seorang laki-laki berusia 25 tahun dibawa ke IGD karena mengalami kecelakaan. Hasil pengkajian didapatkan jejas diantara dada dan abdomen pada ICS 4-5, pasien meringis kesakitan, defans muscular (+), CRT 4 detik, pucat, akral teraba dingin, TD 80/60 mmHg, frekuensi nadi 130 x/menit, frekuensi nafas 25 x/menit, suhu 37˚C.

Apakah masalah keperawatan yang tepat pada kasus tersebut ?

a)

Gangguan perfusi jaringan

b)

Pola nafas tidak efektif

c)

Hipovolemia

d)

Risiko infeksi

e)

Nyeri akut

17.

Seorang kelompok triase bencana gempa bumi menemukan korban trauma dengan kondisi masih dalam keadaan sadar, pernapasan 22 x/menit dan nadi 97 x/menit. Korban mengeluh nyeri ekstremitas dan tidak dapat menggerakan ekstremitas distal. Korban dicurigai mengalami cedera servikal.

Apakah alat mobilisasi yang paling aman digunakan pada korban terebut ?

a)

Kendrick Extrication Device (KED)

b)

Long spine board

c)

Short spine board

d)

Basket sretcher

e)

Scoop stretcher

18.

Seorang perawat prehospital mendapatkan korban dengan keadaan trauma multiple. Korban tampak tidak sadar, tampak rhinorrhea dan masih ada pergerakan dinding dada serta usaha untuk bernafas.

Apakah tindakan pertama yang dilakukan perawat pada kasus diatas ?

a)

Memasang Oro-Pharingeal Airway (OPA)

b)

Membuka airway dengan teknik jaw trust

c)

Memasang semi-rigid cervical collar

d)

Memanggil bantuan

e)

Melakukan suction

19.

Seorang anak laki-laki berusia 8 tahun dibawa keluarga ke IGD setelah mengalami tenggelam di kolam renang dan henti nafas, orang tua mengetakan bahwa anaknya masih terlihat bernapas dan masih teraba nadi sesaat sebelum sampai ke rumah sakit. Setelah 5 siklus RJP dilakukan evaluasi dan masih belum teraba denyutan nadi karotis. Selanjutnya tim memasang airway definitive dengan ETT dan telah berhasil dilakukan.

Apakah tindakan perawat selanjutnya ?

a)

Melanjutkan kompresi 100-120 x/menit dan ventilasi 20x/menit

b)

Melanjutkan pemberian kompresi dan vensilasi (15:2)

c)

Melakukan pemberian kompresi dan ventilasi (30:2)

d)

Melanjutkan pemberian ventilasi saja setiap 3 detik

e)

Melakukan tindakan defibrilasi 2 joule /kgBB

20.

Seorang perawat pulang dari dinas pagi, mendapati korban kecelakaan angkutan umum dengan 5 orang korban, satu orang laki-laki umur 40 tahun dengan frakturterbuka pada ekstremitas, seorang perempuan hamil 8 bulan mengalami trauma abdomen dengan perdarahan pervagina, satu orang wanita 17 tahun dengan kondisi tidak sadar, seorang anak laki-laki 5 tahun menangis histeris, dan seorang wanita 80 tahun dengan trauma pada kepala.

Pada kejadian di atas, apa tindakan yang bisa dilakukan oleh perawat?

a)

Meminta bantuan

b)

Melakukan triage sebelum menolong

c)

Memindahkan korban ke tempat aman

d)

Menolong ibu hamil yang mengalami perdarahan

e)

Menolong wanita 80 tahun dengan trauma kepala