Font size
WorksheetsLITERASI ##1
Total questions: 20
Worksheet time: 13mins
Wacana 1
Suatu hari, Raja Sumenep mengadakan peninjauan ke sebuah desa. Raja Sumenep melihat seorang petani yang sedang menaiki sebuah bajak yang ditarik oleh sapi di sawah. Ia pun tertarik dan mencobanya. Menurutnya, membajak sawah menyenangkan, tetapi ia perlu belajar lagi cara mengendalikan kecepatan sapi.
Dari kejadian itu, Ia mendapat ide untuk membuat sebuah atraksi dengan memanfaatkan sistem bajak sawah tersebut. Ia pun memikirkan bagaimana cara agar sepasang sapi itu dapat berlari dengan cepat. Raja memberi saran untuk mengganti alat bajak dengan pijakan kayu yang dapat dinaiki oleh pengendara.
Setelah ide itu diwujudkan, Raja Sumenep pun mencobanya lagi. Ternyata, menjadi sebuah pertunjukan yang sangat menyenangkan. Bahkan prajurit pun menyukainya. Ide atraksi tersebut diberi nama Karapan Sapi.
Akhirnya, Sri Baginda Raja Sumenep mengumpulkan penduduk dan para pengawalnya. “Kita tidak harus bekerja di tanah garapan terus menerus. Kita juga perlu hiburan. Setelah semua pekerjaan selesai, tak ada salahnya melakukan permainan karapan sapi. Kata Raja Sumenep”
Raja Sumenep pun mengadakan sayembara bagi siapa saja yang percaya diri, berani, dan handal dalam mengendalikan karapan sapi akan diberi hadiah. Masyarakat yang enggan menggunakan alat bajak karena melelahkan, menjadi bersemangat dan berlatih dengan sangat keras untuk mengikuti sayembara dari Sang Raja.
Begitulah akhirnya Karapan Sapi tercipta dan dikenal hingga menjadi wisata budaya kebanggaan masyarakat Madura.
1. Raja Sumenep memberi ide untuk permainan karapan sapi dengan mengubah ….
A. cara petani menaiki sebuah bajak
B. alat bajak menjadi pijakan kaki
C. kecepatan ketika mengendalikan sapi
D. pengendara yang menaiki alat bajak
Bagaimana sosok Raja Sumenep dalam cerita tersebut.
1. Seorang raja yangmemiliki ide cemerlang.
Benar
Salah
Bagaimana sosok Raja Sumenep dalam cerita tersebut
2. Raja yang gemar mengadakan perlombaan.
SALAH
Jika kamu memiliki kesempatan untuk menjadi pengendara karapan sapi, apa yang perlu kamu persiapkan agar bisa menjadi pemenang?
*
(a)
Serangga yang Terbang Mengelilingi Cahaya
Awan gelap perlahan hilang, digantikan seberkas cahaya langit senja yang mulai memudar. Aku menyalakan lampu teras untuk menerangi halaman depan rumah yang mulai gelap. Dari kejauhan, tampak kawanan serangga terbang mendekati lampu. Semakin lama, jumlah mereka semakin banyak. Apa itu?
Rupanya, serangga-serangga itu adalah laron. Mereka muncul dari kebun yang berada di samping rumahku. Aku hanya diam, berdiri di dekat lampu, melihat laron-laron yang terus berdatangan. Aku berpikir, jika laron-laron itu terus datang, mereka akan segera mengotori lantai teras rumah. Aku berniat masuk ke rumah untuk mematikan lampu agar kawanan laron itu segera pergi. Tanpa aku sadari, Ayah datang.
“Nak, laron memang biasanya keluar ketika musim hujan“ kata Ayah. Aku masih diam, memandangi laron-laron yang terbang mengelilingi cahaya lampu. Lalu, Ayah berkata lagi “Ketika musim hujan, sarang mereka yang ada di dalam tanah menjadi lembap. Mereka pun keluar untuk mencari kehangatan sekaligus berkembang biak. Sebagian laron akan mati karena dimangsa cicak, kodok, atau mati karena kehabisan cairan akibat terus bergerak di bawah cahaya”.
“Lalu, bagaimana dengan yang tidak mati, Yah?” tanyaku penasaran.
“Laron-laron yang tidak mati akan kembali ke dalam tanah dan berkembang biak. Itu pun jika tanah tempat tinggal mereka tidak rusak, tertimbun oleh beton-beton penyangga bangunan yang dibuat oleh manusia. Jika tanah tempat tinggal mereka rusak, mereka akan mati sebelum sempat berkembang biak.”
Seketika, aku benar-benar diam dan tidak tahu harus berkata apa. Ternyata, kehidupan serangga kecil ini benar-benar sulit. Laron-laron itu terus beterbangan mengelilingi cahaya lampu. Selama mereka masih membutuhkan kehangatan, aku tidak akan mematikan lampu teras. Ah, semoga saja, mereka bisa kembali ke dalam tanah dengan selamat.
Sumber: https://www.idntimes.com/science/discovery/dahli-anggara/fakta-laron-c1c2/5 dengan beberapa penyesuaian.
4.
Ketika cahaya matahari perlahan mulai menghilang, tokoh “Aku”menyalakan lampu teras untuk menerangi halaman depan rumah.
Tiba-tiba, kawanan serangga berterbangan mendekati lampu.
Dari mana mereka datang?
A. Kebun yang berada di samping rumah.
B. Bangunan yang dibuat oleh manusia.
C. Teras yang diterangi oleh lampu.
D. Halaman yang berada di depan rumah.
5.
Laron adalah salah satu serangga yang suka membangun sarang didalam tanah. Ketika musim hujan, kondisi sarang laron menjadi ...
(a)
Perubahan apa yang terjadi pada tokoh "Aku" sesudah mendengarpenjelasan tokoh Ayah?
1. Semakin memahami kehidupan sesama makhluk ciptaan Tuhan.
SALAH
BENAR
Perubahan apa yang terjadi pada tokoh "Aku" sesudah mendengarpenjelasan tokoh Ayah?
2. Memahami bahwa manusia sangat jahat terhadap makhluk kecil.
BENAR
SALAH
Mengapa kehidupan laron lebih sulit?
Jawaban lebih dari satu
A. Sebagian laron akan kehabisan cairan ketika mencari kehangatan.
B. Suatu saat rumah laron akan rusak ketika manusia membuat bangunan.
C. Musim hujan mengganggu perkembangbiakan laron sehingga banyak yang mati.
PERHATIKAN setiap bagian gambar dan wacananya !
Judul wacana "KEPONGPONG YANG MALANG"
Apa yang sebenarnya membuat Tata menangis?
A. Tata tidak bisa membantu kupu-kupu keluar dari dalam kepompong.
B. Tata melihat kupu-kupu tersungkur di tanah dan mati.
C. Tata memperhatikan kupu-kupu tidak dapat keluar dari dalam kepompong.
D. Tata tidak sabar menunggu kupu-kupu keluar dari dalam kepompong.
1. Tata melihat
kepompong yang
sudah terbuka sedikit.
Sedih
Gembira
Terkejut
Kaget
2. Ibu ketika melihat
Tata berteriak dan
menangis.
A. sedih
gembira
terkejut
kaget
3. Perasaan Tata saat
kupu-kupu yang
keluar dari dalam
kepompong akhirnya
mati.
A. Sedih
B. gembira
C. terkekejut
D. kaget
Manakah pernyataan yang sesuai dengan ilustrasi cerita tersebut?
Klik pilihan Benar atau Salah untuk setiap pernyataan sesuai isi teks!
*
1. Urutan ilustrasi
gambar telah sesuai
dengan alur yang
diuraikan pada cerita.
BENAR
SALAH
2. Tempat kejadian
dalam ilustrasi
gambar telah sesuai
dengan tempat
kejadian dalam cerita.
SALAH
Wacana 1:
Embun Es di Dieng
Fenomena embun es menyelimuti dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah. Embun es terjadi hampir setiap tahun saat musim kemarau tiba, yakni antara bulan Mei hingga Agustus. Warga Dieng menyebut fenomena tersebut dengan “embun upas” yang berarti embun yang berbisa. Saat fenomena ini muncul, tanaman di ladang warga akan segera layu.
Embun es yang terjadi di Dieng berada di ketinggian rata-rata 2000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Fenomena ini terbentuk pada malam hari akibat suhu ekstrem di bawah titik beku. Embun es di Dieng merupakan fenomena indah yang menjadi daya tarik wisatawan. Namun, fenomena ini bisa juga mengancam para petani lokal karena dapat merusak tanaman.
Sumber: www.goodnewsfromindonesia.id/2021/5/12/fenomena-embun-es-selimuti-dataran-tinggi-dieng-indah-tapi-mengancam (dengan beberapa penyesuaian)
Soal 1.
Fenomena embun es di Dieng disebut sebagai …atau embun yang berbisa.
Hal ini karena embun es tersebut membuat tanaman segera layu.
(a)
2.
Berdasarkan gambar pada wacana tersebut, apa yang dapatdisimpulkan dari fenomena embun es di Dieng?
Pilihlah jawaban yang benar dengan memberi tanda centang (V)!
A. Dataran tinggi Dieng diselimuti embun es.
B. Fenomena embun es di Dieng dapat dilihat pada pagi hari.
C. Banyak wisatawan menikmati fenomena embun es di Dieng.
Fenomena embun es terjadi hampir setiap tahun saat musim kemarautiba, yakni antara bulan Mei hingga Agustus. Bagaimana perbandingan untung-rugi yang didapatkan dari fenomena embun es di Dieng?
1. Pariwisata untung setiap kali ada fenomena embun esdi Dieng.
BENAR
SALAH
2. Pertanian untungketika terjadifenomena embun esdi Dieng.
untung
setiap ada
fenomena es
di untung
ketika terjadi
fenomena es
di
SALAH
