NEW
Font size
WorksheetsKeselamatan 201-300
Total questions: 58
Worksheet time: 29mins
Near miss harus tetap dilaporkan karena:
Mengganggu administrasi
Dapat digunakan untuk perbaikan sistem
Tidak penting bagi manajemen
Tidak membahayakan pasien
Kejadian tidak diinginkan yang muncul akibat proses perawatan disebut:
Sentinel
Adverse event
Near miss
Komplain pasien
Peran penting pasien dalam keselamatan pasien adalah:
Sebagai pengamat pasif
Melaporkan tenaga medis
Terlibat aktif dalam proses perawatan
Menyimpan informasi pribadi
Salah satu tujuan pelatihan PMKP untuk staf adalah:
Menambah honor
Meningkatkan kesadaran terhadap keselamatan pasien
Menyelesaikan konflik antar staf
Menambah waktu kerja
Dalam sistem pelaporan insiden, siapa yang harus melaporkan kejadian?:
Manajer saja
Staf yang melihat atau mengalami
Direktur rumah sakit
Pasien
Pelatihan keselamatan pasien idealnya dilakukan:
Hanya saat akreditasi
Setiap lima tahun
Secara berkala dan menyeluruh untuk semua staf
Bila terjadi insiden berat
Salah satu komponen dalam budaya keselamatan pasien adalah:
Transparansi dan pelaporan terbuka
Diskusi tertutup antar pimpinan
Pengabaian insiden kecil
Kompetisi antar staf
Standar keselamatan pasien mencakup hal berikut, kecuali:
Identifikasi pasien
Pencegahan infeksi
Menurunkan biaya rumah sakit
Komunikasi efektif
Kejadian sentinel harus dianalisis dalam waktu:
90 hari
7 hari
45 hari
14 hari
Komponen kewaspadaan berbasis transmisi salah satunya
Kebersihan Tangan
Penempatan pasien
Penggunaan APD (Alat Pelindung Diri)
Kontak
Definisi yang tepat dari HAIs adalah
Infeksi yang di dapat di Rumah Sakit
Infeksi silang yang terjadi di Rumah Sakit
Infeksi yang di dapat di Rumah Sakit dan fasilitas pelayanan lainnya, tidak hanya terjadi pada pasien saja, tetapi juga pada petugas Rumah Sakit dan tenaga kesehatan pada saat melakukan tindakan perawatan pasien
Infeksi yang di dapat dari pasien ke pasien
Peralatan yang masuk ke dalam pembuluh darah & jaringan steril; jarum suntik, scapel, instrumen bedah, kateter vena disebut
Kritikal
Semi kritikal
DTT
Non kritikal
Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam pemilihan APD
Setelah dipakai bisa ditaruh diruangan tanpa perlu diperhatikan cara melepas
APD hendaknya selengkap mungkin, sehingga menimbulkan pembatasan gerak
Hanya digunakan sekali pakai saja, tidak fleksibel
Harus dapat memberikan perlindungan terhadap bahaya yang spesifik atau bahaya-bahaya yang dihadapi (percikan, kontak langsung maupun tidak langsung)
Hal-hal yang tidak boleh dilakukan saat menggunakan APD adalah
Menggantung APD diruangan kemudian menggunakan kembali
Melakukan kebersihan tangan saat masih menggunakan sarung tangan
Menggunakan sarung tangan berlapis saat bertugas
Semua benar
Dalam mencegah risiko NSI (Neddle Stick Injury) maka yang perlu diperhatikan adalah
Memberikan jarum suntik bekas kepada orang lain untuk minta dibuangkan oleh orang lain
Membuang limbah benda tajam jika safetybox sudah terisi penuh
Membiarkan lantai basah dan licin
Membuang limbah benda tajam ke wadah khusus benda tajam yang tahan tembus dan tahan bocor
Sekumpulan praktik berbasis bukti sahih yang menghasilkan perbaikan keluaran proses pelayanan kesehatan bila dilakukan secara kolektif dan konsisten untuk mencegah kejadian HAIs, adalah pengertian dari
Infeksi nosocomial
HAIs
Bundles HAIs
Surveilans
Infeksi yang muncul 48 jam setelah pasien dirawat dan tidak dalam masa inkubasi disebut:
Infeksi komunitas
Infeksi sekunder
Infeksi nosokomial
Infeksi oportunistik
APD wajib digunakan saat melakukan prosedur berikut, kecuali:
Menyuntik obat
Membersihkan luka terbuka
Pemasangan kateter urin
Menulis rekam medis
Sarung tangan medis harus diganti:
Setelah setiap prosedur
Jika sudah robek saja
Setiap 6 jam
Setelah makan siang
Desinfeksi tingkat tinggi dilakukan terhadap alat:
Non-kritis
Semi-kritis
Non-medis
Furniture
Alat pelindung diri yang digunakan saat prosedur bersentuhan dengan darah/cairan tubuh adalah:
Masker bedah
Jas hujan
Helm
Apron plastik dan sarung tangan
Pemakaian handrub berbasis alkohol sebaiknya:
Digunakan setiap 2 jam
Menggantikan cuci tangan selamanya
Digunakan jika tangan tidak tampak kotor
Digunakan hanya saat pagi hari
Salah satu cara pencegahan infeksi saluran napas adalah:
Menutup mulut saat batuk
Menyimpan masker di saku
Tidak perlu APD
Menyeka mulut dengan tangan
Safety box digunakan untuk membuang:
Limbah kertas
Sarung tangan bekas
Jarum suntik bekas
Cairan infus
Teknik aseptik diperlukan saat melakukan prosedur:
Memberi makan pasien
Pemasangan infus
Menimbang berat badan
Mengantar pasien ke ruang radiologi
Faktor risiko terjadinya infeksi nosokomial adalah:
Penggunaan antibiotik sesuai indikasi
Prosedur invasif
Mobilitas pasien tinggi
Pasien sadar penuh
Isolasi kontak diperlukan untuk pasien dengan:
TBC paru
COVID-19
MRSA
Influenza
Ruang isolasi tekanan negatif digunakan untuk pasien:
Paska operasi
Diare
TBC dan cacar air
Gagal jantung
Penyakit yang ditularkan melalui udara adalah:
Hepatitis B
HIV
TBC
Demam berdarah
Limbah infeksius harus dimasukkan ke dalam kantong plastik warna:
Biru
Kuning
Merah
Hitam
Sterilisasi alat dilakukan dengan cara berikut, kecuali:
Autoklaf
Radiasi
Pemanasan
Direndam dalam air
Penyakit yang memerlukan isolasi droplet:
HIV
Influenza
Hepatitis
Scabies
Yang dimaksud dengan code red / kode merah adalah
Kode yang menandakan apabila terjadi penculikan bayi di rumah sakit
Kode yang menandakan apabila terjadi bencana kebakaran di rumah sakit
Kode yang menandakan apabila terjadi ancaman bom di rumah sakit
Kode yang menandakan apabila diperlukan pertolongan RJP
Salah satu sistem proteksi kebakaran rumah sakit yang aktif adalah, kecuali
Jalur Evakuasi
Alarm Kebakaran
Sistem Sprinkle
APAR
Kantong plastik warna kuning digunakan untuk membungkus limbah:
Radioaktif.
Infeksius.
Bahan kimia.
Obat kanker.
Cara penggunaan Alat Pemadam Api Ringan adalah
Tarik pin, Arahkan Selang ke Sumber Api, Tekan Tuas dan Kibaskan secara Merata
Arahkan Selang ke Sumber Api, Tarik pin, Tekan Tuas dan Kibaskan secara Merata
Tekan Tuas, Arahkan Selang ke Sumber Api, Tarik pin, Kibaskan secara Merata
Tarik pin, Tekan Tuas, Arahkan Selang ke Sumber Api, dan Kibaskan secara Merata
Tujuan utama dari penerapan K3 di rumah sakit adalah...
Menurunkan biaya operasional
Melindungi tenaga kerja dan pasien dari risiko kerja
Meningkatkan jumlah pasien
Mempercepat pelayanan administrasi
Berikut ini merupakan komponen penting dalam sistem manajemen K3 di rumah sakit, kecuali...
Identifikasi bahaya
Penilaian risiko
Peningkatan promosi
Pengendalian risiko
Contoh risiko biologis di rumah sakit adalah...
Listrik tegangan tinggi
Zat kimia disinfektan
Bakteri, virus, dan jamur
Radiasi sinar X
Alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan saat kontak dengan darah pasien adalah...
Helm dan rompi
Sarung tangan dan masker
Jas hujan dan topi
Sepatu biasa dan kaus tangan
Risiko ergonomi di rumah sakit paling sering dialami oleh...
Perawat yang sering mengangkat pasien
Dokter spesialis
Pasien
Tamu rumah sakit
Penyebab umum kebakaran di rumah sakit adalah...
Kebisingan
Penggunaan alat listrik yang tidak sesuai standar
Keracunan makanan
Gangguan pasien
Komponen dalam APAR (Alat Pemadam Api Ringan) yang digunakan untuk memadamkan kebakaran listrik adalah...
Air
Busa
Karbon dioksida (CO₂)
Pasir
Petugas yang bertugas memantau dan mengkoordinasi kegiatan K3 di rumah sakit disebut...
Supervisor pasien
Tim hygiene
Tim logistik
Petugas K3 rumah sakit
Salah satu penyebab kecelakaan kerja akibat terpeleset di rumah sakit adalah...
Kurangnya AC
Lantai licin tanpa rambu peringatan
Tidak memakai APD
Suara mesin terlalu keras
Yang bukan merupakan prinsip dasar K3 di rumah sakit adalah...
Keuntungan bisnis
Pengawasan
Pencegahan
Perlindungan
Tindakan pertama saat melihat kebakaran kecil di rumah sakit adalah...
Lari keluar gedung
Menelpon media
Menggunakan APAR jika aman
Menunggu pemadam kebakaran
Manfaat penerapan K3 bagi pasien adalah...
Terhindar dari infeksi dan kecelakaan
Tidak perlu kontrol ulang
Biaya berkurang
Lebih cepat pulang
Penyakit akibat kerja yang mungkin dialami tenaga kesehatan karena paparan zat kimia adalah...
Hipertensi
Dermatitis kontak
Diabetes
TBC
Salah satu standar keselamatan pasien yang ditetapkan oleh WHO adalah...
Meningkatkan pendapatan rumah sakit
Meningkatkan kecepatan pelayanan
Mengidentifikasi pasien dengan benar
Menyederhanakan prosedur pendaftaran
Tujuan utama dari program keselamatan pasien di rumah sakit adalah...
Mempercepat pelayanan pasien
Meningkatkan keuntungan rumah sakit
Mencegah terjadinya cedera yang tidak disengaja pada pasien
Mengurangi jumlah staf Kesehatan
Kesalahan pemberian obat dapat dicegah dengan cara...
Memverifikasi identitas pasien dan membaca label obat dengan benar
Memberikan obat secara cepat tanpa konfirmasi
Memberi obat sesuai nama panggilan pasien
Mengandalkan ingatan perawat
Apa yang dimaksud dengan insiden keselamatan pasien?
Suatu kejadian medis yang menguntungkan pasien
Kejadian tidak diharapkan yang dapat atau telah membahayakan pasien
Prosedur yang harus dilakukan oleh dokter
Kegiatan rutin dalam perawatan pasien
Salah satu bentuk pelaporan insiden keselamatan pasien yang tidak menimbulkan cedera disebut...
Sentinel event
Near miss
Kecelakaan kerja
Komplain pasien
Berikut ini merupakan tindakan yang mendukung keselamatan pasien, kecuali...
Menggunakan dua identifikasi pasien
Meningkatkan komunikasi antar staf
Menunda pencatatan medis
Melakukan pelabelan obat dengan benar
Salah satu prinsip penting dalam keselamatan pasien adalah budaya...
Kompetitif
Keselamatan (safety culture)
Hierarkis
Profit
Langkah pertama jika terjadi insiden keselamatan pasien adalah...
Menyembunyikan informasi
Melaporkan ke manajemen atau unit keselamatan pasien
Menyalahkan tenaga medis
Mengabaikan kejadian
Faktor yang dapat meningkatkan risiko jatuh pada pasien lansia adalah...
Pencahayaan yang baik
Lantai berkarpet
Penggunaan obat penenang
Bantuan perawat 24 jam
