WorksheetsSOAL UJIAN TENGAH SEMESTER GANJIL TA 23-24
Total questions: 82
Worksheet time: 41mins
Name
Class
Date
1.
Nama Mahasiswa
4 lines
2.
Nama tutor
a)
Maya Astuti, M.Keb
b)
Titi Nurhayati, MKM
c)
Elin Supliyani, M.Keb
d)
Eva Sri Rahayu. M.Keb
e)
Ni Nyoman Sasnitiari, M.Keb
3.
Seorang perempuan melahirkan secara spontan anak pertama, 15 menit yang lalu telah lahir plasenta. Hasil pemeriksaan tidak terdapat laserasi.
Apakah asuhan yang tepat dilakukan bidan saat ini?
a)
Melakukan pemantauan TD, nadi, suhu, TFU, kontraksi, urine yang keluar dan jumlah darah yang keluar
b)
Melakukan pemantauan TD, nadi, TFU, kontraksi, urine yang keluar dan jumlah darah yang ke
c)
Melakukan pemantauan TD, nadi, suhu, TFU, kontraksi, urine yang keluar
4.
Seorang perempuan umur 25 tahun G1P1A0 hamil 40 minggu, datang ke TPMB dengan keluhan mules-mules yang dirasakan semakin sering, ada dorongan meneran disertai keluar lendir bercampur darah dari jalan lahir. HAsil pemeriksaan: TFU 34 cm, Puki, DJJ 138x/menit reguler, porsio tidak teraba, ketuban pecah, jernih, presentasi kepala H III+, oksiput anterior, penyusupan 0.
Apakah langkah yang tepat selanjutnya?
a)
Menganjurkan miring ke kiri
b)
Merujuk ke RS terdekat
c)
Memimpin meneran
d)
Mengobervasi kontraksi dan kemajuan persalinan
e)
Menganjurkan bersistirahat disela-sela kontraksi
5.
Seorang perempuan, umur 28 tahun, P1A0, melahirkan secara spontan di TPMB. Keluhan mules pada daerah rahim. Hasil pengkajian: KU ibu baik, TD 110/70 mmhg, N 76x/menit, P 20x/menit, S 36oC, kontraksi uterus baik, TFU 2 jari dibawah pusat, plasenta lahir spontan lengkap. Tidak terdapat laserasi.
Apakah diagnosa yang tepat pada kasus ini?
a)
Persalinan kala 1 fase aktif
b)
Persalinan kala 3
c)
Persallinan kala 4
6.
Seorang perempuan melahirkan anak pertama 30 menit yang lalu. Berdasarkan hasil pengkajian di temukan KU ibu baik, 120/70 mmhg, nadi 76x/menit, kontraksi uterus kurang baik, TFU 2 jari dibawah pusat, plasenta lahir spontan lengkap. Kandung kemih penuh, Tidak terdapat laserasi. Terdapat pengeluaran darah pervaginam.
Asuhan apa yang tepat untuk diberikan pada kasus diatas?
a)
Melakukan massage uterus
b)
Melakukan penjahitan perineum
c)
Mengukur tekanan darah
d)
Mengosongkan kandung kemih
e)
Melakukan penyuntikan oksitoksin
7.
Seorang perempuan umur 30 tahun melahirkan anak pertama di PMB 13.00 WIB. Plasenta dan selaput ketuban lahir lengkap dan sudah dilakukan massage. Hasil pemeriksaan: robekan jalan lahir yang mengenai mukosa vagina, komisura posterior dan otot perineum.
Analisa tepat pada kasus diatas adalah?
a)
Laserasi derajat 1
b)
Laserasi derajat 2
c)
Laserasi derajat 3
d)
Laserasi derajat 4
e)
Tidak laserasi
8.
Seorang perempuan umur 30 tahun melahirkan anak pertama di PMB 13.00 WIB. Plasenta dan selaput ketuban lahir lengkap dan sudah dilakukan massage. Hasil pemeriksaan: robekan jalan lahir yang mengenai mukosa vagina, komisura posterior dan otot perineum.
Asuhan yang tepat pada kasus diatas adalah?
a)
Lakukan penjahitan
b)
Lakukan rujukan ke RS
c)
Lakukan rujukan ke puskesmas
d)
Cukup lakukan penekanan agar darah berhenti
e)
Tidak perlu dijahit
9.
Seorang perempuan, usia 23 tahun, G1P0A0, di TPMB. Saat ini mengeluh keluar lendir darah semakin banyak, dan sudah ada perasaan ingin meneran. Hasil pemeriksaan : perineum menonjol, vulva membuka dan ada tekanan pada anus.
Apakah tindakan yang tepat pada saat ini?
a)
Lakukan pemeriksaan dalam untuk memastikan pembukaan
b)
Berikan ibu support emosional
c)
Lakukan konter pressure
d)
Pasang alas bokong
e)
Lakukan amniotomi
10.
Seorang perempuan umur 25 tahun, G1P0A0, baru datang ke TPMB. Keluhan: mules yang makin kuat dan sudah keluar lendir darah. Setelah memeriksa TTV dan fisik ibu Bidan lalu melakukan pemeriksaan dalam.
Kapan lagi kah bidan melakukan tindakan tersebut?
a)
Saat ketuban pecah, 2 jam sekali dan saat ada tanda dan gelaja kala 2
b)
Saat baru datang, 4 jam sekali dan saat ada tanda dan gelaja kala 2
c)
Saat ketuban pecah, 4 jam sekali dan saat ada tanda dan gelaja kala 2
d)
Saat ketuban pecah, 2 jam sekali dan saat ibu mulai mengedan
e)
Saat pasein baru datang, saat tampak lendir darah makin banyak dan saat kala 2
11.
Seorang perempuan umur 22 tahun, G1P0A0, baru datang ke TPMB. Keluhan: mules yang makin kuat dan sudah keluar lendir darah. Setelah memeriksa TTV dan fisik ibu Bidan lalu melakukan pemeriksaan dalam.
Apa saja yang diperiksa oleh bidan
a)
Dinding vagina, kondisi portio, pembukaan, ketuban, presentasi, posisi, penurunan dan penyusupan
b)
Inspeksi vulva, kondisi portio, pembukaan, ketuban, presentasi, posisi, penurunan dan penyusupan
c)
Portio tebal/tipis, ketuban, presentasi, posisi, penurunan dan penyusupan
d)
Inspeksi vulva, dinding vagina, kondisi portio, pembukaan, presentasi, penurunan dan penyusupan
e)
Dinding vagina, kondisi, portio, pembukaan, ketuban, presentasi, posisi dan penyusupan
12.
Seorang perempuan, umur 21 tahun, G1P0A0, di TPMB mengeluh ingin meneran. Bidan melakukan pemeriksaan dalam, hasil : Portio tidak teraba, presentasi kepala hodge III, molase 0, oksiput anterior, dan ketuban menonjol.
Apakah asuhan yang tepat?
a)
Lakukan episiotomi
b)
Pimpin ibu meneran
c)
Pasang alas bokong dan handuk diatas perut ibu
d)
Lakukan amniotomi
e)
Lakukan rujukan
13.
Seorang perempuan, umur 21 tahun, G1P0A0, di TPMB mengeluh ingin meneran. Bidan melakukan pemeriksaan dalam, hasil : Portio tidak teraba, presentasi kepala hodge III, molase 0, oksiput anterior, dan ketuban menonjol. BIdan memecahkan ketuban ibu.
Apakah penilaian yang tepat setelah tindakan tersebut?
a)
Banyaknya air ketuban
b)
Warna, bau dan jumlah air ketuban
c)
Kekentalan air ketuban
d)
Apakah ada presentasi ganda
e)
Warna, bau dan jumlah air ketuban, apakah teraba presentasi ganda dan tali pusat
14.
Seorang perempuan, umur 24 tahun, G1P0A0, di TPMB. Sedang dipimpin persalinan. Hasil pemeriksaan: tampak kepala 3-4 cm di depan vulva dan perineum kaku.
Apakah tindakan yang tepat pada kasus diatas?
a)
Lakukan amniotomi
b)
Lakukan episiotomi mediolateralis
c)
Lakukan episotomi medialis
d)
Lakukan stenen yang kuat di perineum
e)
Posisikan tangan kiri di vulva mencegah ekstensi maksimal
15.
Seorang bidan dalam melakukan praktik pertolongan persalinan di TPMB, beberapa kali melakukan episotomi. Bidan bekerja sesuai indikasi yang tepat.
Apakah indikasi tindakan bidan tersebut?
a)
Bayi aterm, bayi besar, perineum kaku, fetal distress, kelainan letak/posisi
b)
Bayi aterm, bayi besar, perineum kaku, fetal distress, kelainan presentasi
c)
Bayi premature, bayi besar, perineum kaku, fetal distress, kelainan letak/posisi
d)
Bayi aterm, bayi besar, perineum kaku, , kelainan letak/posisi, gawat janin
e)
Bayi premature, bayi besar, perineum elastis, gawat janin, kelainan letak/posisi
16.
Seorang perempuan, umur 30 tahun, sedang dipimpin persalinan di TPMB. Bidan meletakan tangan kanan di perineum dan tangan kiri diatas vulva.
Apakah tujuan tindakan tangan kanan bidan?
a)
Mencegah robekan di klitoris
b)
Mencegah robekan luas pada vulva
c)
Meminimalisir robekan pada perineum
d)
Mencegah kepala bayi ekstensi maksimal
e)
Mengurangi perdarahan karena luka jalan lahir
17.
Seorang perempuan, umur 30 tahun, sedang dipimpin persalinan di TPMB. Saat kepala bayi croning 5-6 cm di depan vulva, bidan melakukan stenen. Kemudian bayi lahir berturut-turut uuk, dahi, mata, hidung, mulut dan dagu.
Apakah tindakan yang tepat berikutnya?
a)
Memeriksa apakah ada lilitan tali pusat
b)
Memeriksa apakah ada janin kedua
c)
Menyangga dan menyusur
d)
Menunggu putaran faksi luar
e)
Menghisap lendir dari hidung dan mulut bayi.
18.
Seorang perempuan, umur 30 tahun, sedang dipimpin persalinan di TPMB. Saat kepala bayi croning 5-6 cm di depan vulva, bidan melakukan stenen. Kemudian bayi lahir seluruh tubuh 3 menit berikutnya.
Apakah tindakan yang tepat berikutnya?
a)
Memeriksa apakah ada janin kedua
b)
Menyuntikan oksitosin 10 unit
c)
Menilai kondisi bayi (menangis dan tonus otot)
d)
Menjepit dan memotong tali pusat
e)
Mengganti kain bayi dengan yang kering
19.
Seorang perempuan, umur 27 tahun, sudah melahirkan bayi 1 menit yang lalu. Kondisi bayi menangis kuat, tonus otot aktif. Bidan sudah mengeringkan bayi.
Apakah tindakan yang tepat berikutnya?
a)
Memeriksa apakah ada janin kedua
b)
Memeriksa perdarahan
c)
Mengganti kain yang basah dengan yang kering
d)
Menyuntikan oksitosin 10 unit, IM, di 1/3 lateral paha atas.
e)
Menjepit dan memotong tali pusat
20.
Seorang perempuan, 28 tahun, P1A0, di TPMB sedang dalam proses persalinan. Bidan saat ini sudah melakukan penyuntikan oksitosin 10 unit, secara IM di 1/3 lateral paha ibu.
Apakah tujuan awal tindakan tersebut?
a)
Memperbaiki/merangsang kontraksi uterus
b)
Mencegah perdarahan
c)
Mempercepat kelahiran plasenta
d)
Membuka pintu serviks
e)
Melahirkan palsenta
21.
Seorang perempuan, 28 tahun, P1A0, di TPMB sedang dalam proses persalinan. Saat ini sedang dalam kala 3 persalinan, bidan melakukan Manajemen Aktif Kala 3.
Apakah tujuan akhir dari tindakan tersebut?
a)
Memperbaiki/merangsang kontraksi uterus
b)
Mencegah terjadinya perdarahan
c)
Mempercepat kelahiran plasenta
d)
Memudahkan plasenta lahir
e)
Mempercepat kala 3
22.
Seorang perempuan, 28 tahun, P1A0, di TPMB sedang dalam proses persalinan. Bidan sudah melakukan penyuntikan oksitosin 10 unit. Kemudian menjepit dan memotong tali pusat, lalu mengerinkan bayi. Bidan lalu memeriksa apakah ada tanda-tanda pelepasan plasenta.
Apakah tanda yang dimaksud?
a)
Uterus lembek, keluar darah, talu pusat di depan vulva
b)
Tali pusat di depan vulva, uterus keras, kandung kemih penuh
c)
Keluar darah tiba-tiba dan lama, uterus globuler, tali pusat bertambah panjang
d)
Tali pusat bertambah panjang, uterus globuler, tiba-tiba ada semburan darah sesaat
e)
tali pusat semakin panjang, uterus teraba lembek, ada semburan darah tiba-tiba dan banyak
23.
Seorang perempuan, 28 tahun, P1A0, di TPMB sedang dalam proses persalinan. Bidan sudah melihat adanya tanda-tanda pelepasan plasenta. Kemudian bidan ingin memastikan apakah betul plasenta sudah terlepas dengan cara menekan pinggir atas simpisis dan sedikit mendorong kearah perut ibu.
Apakah nama perasat yang dilakukan bidan tersebut?
a)
Strassman
b)
Klein
c)
Manuaba/dorso cranial
d)
Crade
e)
Kustneer
24.
Seorang perempuan, 26 tahun, P2A0, di TPMB sedang dalam proses persalinan kala 3 di TPMB. Plasenta baru saja lahir.
Apakah tindakan yang tepat selanjutnya?
a)
Memeriksa kelengkapan plasenta dan selaputnya, lalu diukur lebar plasenta dan panjang tali pusat
b)
Melakukan massage uteri 15 detik satu arah sampai berkontraksi
c)
Memeriksa apakah ada luka jalan lahir
d)
Menyuntikan oksitosin 10 unit
e)
Memeriksa kontraksi dan kandung kemih
25.
Seorang perempuan umur 29 tahun, G1P0A0 hamil 39 minggu, datang ke TPMB dengan keluahan mules yang sudah teratur dan keluar lendir darah. Hasil pemeriksaan: TFU 32 cm, Puki, DJJ 138x/menit reguler, kontraksi 3-4 kali/10'/45", pembukaan 5, ketuban pecah berwarna jernih, presentasi kepala H III, oksiput anterior, penyusupan 0. Bidan mendokumentasikan ke lembar partograf, diawali dengan mengisi biodata, keterangan waktu dan jam pecah ketuban.
Apakah langkah selanjutnya yang dilakukan bidan?
a)
Mengisi simbol silang di grafik penurunan kepala
b)
Mengisi kolom waktu (jam)
c)
Mengarsir kolom kontraksi
d)
Mengisi simbol bulat kosong di grafik pembukaan
e)
Mengisi simbol titik di kolom DJJ
26.
Seorang perempuan umur 29 tahun, G1P0A0 hamil 39 minggu, datang ke TPMB dengan keluahan mules yang sudah teratur dan keluar lendir darah. Hasil pemeriksaan: TFU 32 cm, Puki, DJJ 138x/menit reguler, kontraksi 3-4 kali/10'/45", pembukaan 5, ketuban pecah berwarna jernih, presentasi kepala H III, oksiput anterior, penyusupan 0. Bidan mendokumentasikan ke lembar partograf, diawali dengan mengisi biodata, keterangan waktu dan jam pecah ketuban.
Bagaimanakah gambar arsir yang benar pada kasus diatas?
a)
3 kolom, arsir titik-titik
b)
4 kolom arsir hitam
c)
3 kolom arsir garis
d)
4 kolom arsir garis
e)
4 kolom arsir titik-titik
27.
Seorang perempuan umur 29 tahun, G1P0A0 hamil 39 minggu, datang ke TPMB dengan keluahan mules yang sudah teratur dan keluar lendir darah. Hasil pemeriksaan: TFU 32 cm, Puki, DJJ 138x/menit reguler, kontraksi 3-4 kali/10'/45", pembukaan 5, ketuban pecah berwarna hijau, presentasi kepala H III, oksiput anterior, penyusupan 0. Bidan mendokumentasikan ke lembar partograf, diawali dengan mengisi biodata, keterangan waktu dan jam pecah ketuban.
Apakah kode yang tepat untuk kondisi air ketuban diatas?
a)
M
b)
H
c)
D
d)
J
e)
K
28.
Seorang ibu usia 26 tahun dalam proses persalinan kala I fase aktif. Ibu merasakan nyeri yang semakin bertambah ketika mulas dengan frekuensi yang semakin sering. Bidan melakukan upaya dalam asuhannya untuk menguarangi rasa sakit tersebut dengan metode non farmakologis. Metode apa sajakah yang dapat diberikan oleh bidan pada ibu tersebut?
a)
Masase
b)
Akupunktur
c)
Hypnotherapy
d)
Analgesic inhalasi
e)
Trancutaneus electrical nerve stimulation
29.
Seorang ibu melahirkan bayinya 2 menit yang lalu. Bidan sudah menegakan diagnosa berikutnya yaitu kala III persalinan dan bidan bersiap melahirkan plasenta. Apa tanda-tanda klinis yang diperhatikan oleh bidan?
a)
Tidak terdapat janin kedua
b)
Bentuk uterus berubah menjadi globular
c)
Massage fundus
d)
Tali pusat memendek
e)
Uterus turun
30.
Ny. E, 25 tahun, datang ke PBM karena mengeluh mules semakin sering dan kuat. Bidan lalu melakukan anamnesa dan pemeriksaan fisik. Salah satu pemeriksaan fisik yang penting untuk mengetahui apakah ibu sudah memasuki persalinan adalah Pemeriksaan Dalam. Apa yang BUKAN indikasi pemeriksaan tersebut?
a)
Saat pertama datang
b)
Saat ketuban pecah
c)
Saat tampak tanda dan gelaja kala II
d)
Saat DJJ ditemukan irreguler (tidak teratur)
e)
Setiap 2 jam pada kala I fase aktif.
31.
Setelah bayi lahir, bidan lalu melakukan pemeriksaan janin kedua. Setelah diperiksa ternyata tidak ada janin kedua. Bidan lalu meminta izin kepada ibu untuk melakukan penyuntikan oksitosin 10 unit di sepertiga (atas) lateral paha ibu. Apa yang BUKAN tujuan tindakan bidan tersebut?
a)
Mempercepat kelahiran plasenta
b)
Memperbaiki kontraksi uterus
c)
Mengurangi terjadinya perdarahan
d)
Mengurangi risiko angka kematian ibu
e)
Mencegah terjadinya retensio urine
32.
Seorang ibu mengaku hamil 9 bulan anak pertama datang ke BPM bidan A pada pukul 09.00, mengeluh mules-mules sejak semalam, tidak ada pengeluaran dari kemaluannya. Perubahan fisiologis apa yang dapat menimbulkan gejala seperti yang ibu rasakan?
a)
Kenaikan hormon progesteron
b)
Penurunan hormon progesteron
c)
Penuruan hormon oksitosin
d)
Penurunan hormon estrogen
e)
Keseimbangan hormon estrogen dan progesteron
33.
Seorang perempuan umur 20 th G1P0A0 hamil 40 minggu datang ke TPMB pada pukul 08.00 WIB, dengan keluhan perut terasa kencang sejak pukul 03.00 WIB.
Apakah langkah awal yang dilakukan bidan pada kasus ini ?
a)
Melakukan tindakan
b)
Mengumpulkan data
c)
Membuat keputusan klinik
d)
Menentukan diagnosa
e)
Menilai keluhan ibu
34.
Seorang perempuan umur 25 th G1P0A0 hamil 39 minggu, sedang dalam proses persalinan, mengeluh sudah ingin mengedan, DJJ 132 x /menit, kontraksi 4 kali/10’/45, vuva tanpak lendir darah, pembukaan 8 cm, ketuban (+), kepala turun Hodge 3, tidak ada molase, kandung kemih penuh.
Asuhan sayang ibu pada kondisi saat ini adalah?
a)
Melakukan kateterisasi
b)
Memecahkan ketuban
c)
Menganjurkan ibu jalan-jalan
d)
Memberikan minuman dan makanan
e)
Menganjurkan ibu untuk BAK
35.
Seorang perempuan sedang dalam proses inpartu kala 2. Bidan telah memimpin persalinan selama 30 menit, kemudian saat pemeriksaan DJJ: 110 kali tidak teratur. Bidan melakukan resusitasi intrauterin dengan merubah posisi ibu untuk memperlancar aliran oksigen ke janin.
Berdasarkan kasus di atas, tindakan yang dilakukan bidan yaitu wujud dari?
a)
Membuat keputusan klinik
b)
Tindakan pencegahan infeksi
c)
Asuhan sayang ibu
d)
Tindakan pendokumentasian
e)
Mempersiapkan rujukan
36.
Seorang perempuan GIP0A0 sudah dipimpin mengejan dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 10.15 WIB bayi belum lahir, DJJ 140x/menit, kontraksi uterus 3x/10’/40”. KU ibu baik. Bidan mulai menyiapkan obat, surat, alat dan kendaraan.
Apakah tindakan apa yang harus dilakukan bidan saat ini?
a)
Membuat keputusan klinik
b)
Tindakan pencegahan infeksi
c)
Asuhan sayang ibu
d)
Tindakan pendokumentasian
e)
Mempersiapkan rujukan
37.
Seorang bidan membantu kelahiran seorang perempuan di TPMB. Persalinan tersebut berlangsung secara “normal”.
Apakah syarat yang mendukung persalinan tersebut?
a)
Letak belakang kepala, dalam batas waktu seharusnya dan pervaginam
b)
Letak puncak kepala, dalam batas waktu seharusnya dan pervaginam
c)
Ubun-ubun kecil posterior, menggunakan tenaga ibu sendiri dan pervaginam
d)
Ubun-ubun kecil anterior, menggunakan tenaga ibu sendiri seharusnya dan bantuan induksi.
e)
Letak puncak kepala,menggunakan tenaga ibu sendiri dan pervaginam.
38.
Seorang perempuan G1P0A0 hamil 36 minggu datang ke TPMB dengan keluhan mules yang kuat sejak tadi pagi dan keluar lendir darah. Hasil pemeriksaan TD 120/80 N 80x/menit, TFU 29 cm, DJJ 134x/menit, pembukaan 8 cm, ketuban (+) presentasi kepala Hodge 2.
Apakah sebutan untuk kondisi ibu dan usia kehamilan pada kasus diatas?
a)
Primipara dan aterm
b)
Multipara dan aterm
c)
Primipara dan prematur
d)
Multipara dan prematur
e)
Nullipara dan aterm
39.
Seorang perempuan G2P1A0 hamil 38 minggu datang ke TPMB dengan keluhan mules yang kuat sejak tadi pagi dan keluar lendir darah. Hasil pemeriksaan TD 120/80 N 80x/menit, TFU 29 cm, DJJ 134x/menit, pembukaan 7 cm, ketuban (+) presentasi kepala Hodge 2.
Apakah analisa yang tept pada kasus diatas?
a)
G2P1A0 hamil 38 minggu inpartu kala 1 fase laten
b)
G2P1A0 hamil 38 minggu inpartu kala 1 fase aktif
c)
G2P1A0 hamil 38 minggu inpartu kala 2
d)
G2P1A0 hamil 38 minggu inpartu kala 3
e)
G2P1A0 hamil 38 minggu inpartu kala 4
40.
Seorang perempuan G2P1A0 hamil 39 minggu datang ke TPMB dengan keluhan mules yang kuat sejak tadi pagi dan keluar lendir darah. Hasil pemeriksaan TD 120/80 N 80x/menit, TFU 29 cm, DJJ 134x/menit, pembukaan 7 cm, ketuban (+) presentasi kepala Hodge 2. Bidan menganalisa ibu sedang dalam proses persalinan.
Data pasti yang menunjang analisa bidan adalah?
a)
Mules yang kuat sejak tadi pagi
b)
Keluar lendir darah
c)
Pembukaan 7 cm
d)
Ketuban (+)
e)
Penurunan kepala Hodge 2
41.
Seorang perempuan umur 29 th G1P0A0 hamil 38 minggu, sedang dalam proses persalinan, mengeluh sudah ingin mengedan, DJJ 132 x /mnt, kontraksi 4 kali/10’/45, vulva tampak lendir darah, pembukaan 4 cm, ketuban (+), kepala turun HIII+, tidak ada molase, kandung kemih penuh. Bidan akan melakukan pendokumentasian.
Apakah alat dokumentasi yang tepat pada kasus diatas?
a)
Lembar observasi
b)
Partograf
c)
Buku KIA
d)
Surat lahir
e)
SOAP pasien
42.
Seorang perempuan 30 tahun, hamil anak ketiga dan seorang lagi 24 tahun hamil anak pertama. Sama-sama datang ke TPBM untuk melahirkan. Berdasarkan hasil pemeriksaan dalam keduanya sama-sama pembukaan 4 cm. Namun perempuan yang berusia 30 tahun lebih dahulu melahirkan dibandingkan satu lagi.
Apakah faktor apa yang menjadi penyebab perbedaan lama persalinan pada kasus tersebut?
a)
Pada multi penurunan kepala dibarengi dengan dilatasi serviks.
b)
Pada multipara pemendekan serviks lebih cepat terjadi.
c)
Kontraksi pada multipara lebih sering.
d)
Jalan lahir pada multipara sudah semakin elastis, memudahkan kepala bayi turun.
e)
Pengalaman persalinan yang lalu membuat ibu bisa mengontrol diri
43.
Seorang perempuan G3P2A0 datang ke TBPM karena mules-mules sejak 5 jam yang lalu dan belum keluar air ketuban. Setelah anamenesa bidan memutuskan (bisa) untuk membantu pertolongan persalinan.
Apakah data penting yang terkait dengan keputusan yang diambil bidan tersebut?
a)
Identitas diri
b)
Asuransi kesehatan
c)
Usia kehamilan
d)
BAB dan BAK terakhir
e)
Konsistensi dan durasi kontraksi
44.
Seorang perempuan sedang bersalin di TBPM. Hasil pemeriksaan TD 120/80 mmHg, N 80x/menit, suhu 36oC, P 24 x/menit. TFU 32 CM, presentasi kepala, perlimaan 3/5, kontraksi 3 kali/10’/45 detik, kandung kemih kosong, DJJ 140 x/menit, pembukaan 5 cm, UUK kiri depan, ketuban (+) dan sutura teraba.
Apakah data yang menggambarkan kemajuan persalinan pada kasus diatas?
a)
Opsi 1
b)
Perlimaan 3/5
c)
DJJ 140 x/menit
d)
Sutura teraba
e)
Ketuban belum pecah
45.
Seorang perempuan G2P1A0, hamil 39 minggu, datang ke TPMB mengeluh mules-mules yang semakin kuat dan teratur.
Apakah perubahan hormon yang mengawali timbulnya keluhan diatas?
a)
Estrogen menurun, progresteron meningkat
b)
Prostaglandin meningkat, progesteron meningkat
c)
Estrogen menurun, progesteron menurun
d)
Progesteron menurun, oksitosin meningkat
e)
Estrogen meningkat, oksitosin meningkat
46.
Seorang perempuan G1P0A0, hamil 32 minggu, datang ke TPMB pukul 07.00 WIB. Keluhan mules yang kuat dan keluar lendir darah. Setelah anamnesa dan pemeriksaan lengkap bidan akan melakukan rujukan. Keluarga meminta waktu untuk bermusyawarah menentukan tempat rujukan. Pukul 09.00 WIB keluarga masih belum memutuskan untuk merujuk ibu kemana. Kondisi ibu semakin mules dan ingin meneran. Bidan segera mengambil keputusan membawa ibu ke rumah sakit terdekat tanpa menunggu keluarga.
Sebutkan jenis keterlambatan yang terjadi pada kasus diatas?
a)
Keterlambatan diperjalanan
b)
Keterlambatan mengambil keputusan
c)
Keterlambatan penanganan
d)
Keterlambatan musyawarah
e)
Kelalaian perencanaan persalinan
47.
Seorang bidan sedang melakukan pertolongan persalinan. Beliau sangat menguasai dan memperhatikan mengenai pencegahan infeksi (PI) dalam pertolong persalinan.
Tindakan yang tidak mungkin dilakukan bidan tersebut adalah?
a)
Menggunakan sarung tangan
b)
Memakai Alat Perlindungan Diri (APD) lengkap
c)
Membuang benda tajam dalam sefty box
d)
Merendam alat bekas pakai dalam klorin 10 % selama 5 menit
e)
Melakukan pemeriksaan dalam sesuai indikasi
48.
Seorang perempuan umur 27 tahun, G1P0A0 hamil 38 miinggu. Hasil pemeriksaan TFU 40 cm, puka, bagian terendah janin kepala masih bisa digoyangkan dan berdasarkan hasil pemeriksaan USG terlihat ada lilitan tali pusat pada leher janin sehingga dokter menganjurkan untuk melahirkan secara operasi cesaria.
Apakah faktor apa yang mempengaruhi persalinan pada kasus diatas?
a)
Passage
b)
Passager
c)
Psikologis
d)
Power
e)
Penolong
49.
Seorang perempuan umur 17 tahun, hamil 38 bulan, datang ke TPMB dengan keluhan mules-mules dan keluar lendir darah serta ada rasa ingin mengedan. Bidan melakukan pemeriksaan ternyata pembukaannya sudah lengkap dan bagian terendah janin sudah di dasar panggul. Pada saat dipimpin mengedan ibu menjerit- jerit sambil menangis sehingga menyulitkan bidan untuk menolong persalinannya.
Faktor apa yang mempengaruhi persalinan pada kasus tersebut?
a)
Passage
b)
Passager
c)
Power
d)
Psikologis
e)
Penolong
50.
Seorang perempuan dalam proses persalinan. Hasil pemeriksaan bidan menyatakan bahwa presentasi kepala janin ada pada bidang Hodge 3.
Proses apakah yang biasanya terjadi pada janin dalam kondisi ini?
a)
Kepala janin anggegment
b)
Terjadi putaran faksi dalam
c)
Tejadi defleksi maksimal
d)
Tejadi fleksi maksimal
e)
Terjadi putaran faksi luar
51.
Seorang perempuan dalam proses persalinan. Hasil pemeriksaan palpasi abdomen kepala janin 3/5, berarti hasil pemeriksaan dalam kepala berada di Hodge 2.
Dimanakan posisi kepala bagi saat ini (setinggi apa)?
a)
Setinggi pinggir atas simpisis dan promontorium
b)
Setinggi OS Cocsigys
c)
Setinggi pinggir bawah simpisis
d)
Setinggi spina ischiadica
e)
Di dasar panggul
52.
Seorang perempuan G1P0A0, hamil 39 minggu, sedang bersalin di TBPM. Hasil pemeriksaan TD 120/80 mmHg, N 80x/menit, suhu 36oC, P 24 x/menit. TFU 32 CM, presentasi kepala, perlimaan 3/5, kontraksi 3 kali/10’/45 detik, kandung kemih kosong, DJJ 140 x/menit, pembukaan 3 cm, UUK kiri depan, ketuban (+) dan sutura teraba. Setelah 4 jam bidan melakukan kembali pemeriksaan tanda-tanda vital, hasilnya: TD 120/80 mmHg, N 80x/menit, suhu 365oC, P 24 x/menit.
Berapa kenaikan suhu yang masih dalam batas normal pada kasus diatas?
a)
1-2oC
b)
0,5-1oC
c)
1oC
d)
2oC
e)
0,5-2oC
53.
Seorang perempuan G1P0A0, hamil 39 minggu, sedang bersalin di TBPM. Ibu tampak berkeringat. Hasil pemeriksaan TD 120/80 mmHg, N 80x/menit, suhu 36oC, P 24 x/menit. TFU 32 CM, presentasi kepala, perlimaan 3/5, kontraksi 3 kali/10’/45 detik, kandung kemih kosong, DJJ 140 x/menit, pembukaan 3 cm, UUK kiri depan, ketuban (+) dan sutura teraba.
Perubahan sistem tubuh apakah yang terjadi pada kasus diatas?
a)
Metabolisme
b)
Kardio vaskuler
c)
Gastro intestinal
d)
Urinaria
e)
Pernafasan
54.
Seorang perempuan G1P0A0, hamil 39 minggu, sedang bersalin di TPMB. Hasil pemeriksaan TD 120/80 mmHg, N 80x/menit, suhu 36oC, P 24 x/menit. TFU 32 CM, presentasi kepala, perlimaan 1/5, kontraksi 5 kali/10’/45’, kandung kemih kosong, DJJ 140 x/menit, pembukaan 9 cm, UUK kiri depan, ketuban (+) dan sutura teraba.
Perubahan psikologis apakah yang terjadi pada kasus diatas?
a)
Senang dan siap untuk mengedan
b)
Antusias karena sudah tiba waktu persalinan
c)
Mulai panik apakah dapat lahir secara normal
d)
Sensitif dan mulai mudah tersinggung
e)
Merasa siap untuk bersalin tanpa ada kecemasan
55.
Seorang perempuan G1P0A0, hamil 39 minggu, sedang bersalin di TPMB. Mulai mengatakan sakit pinggang dan mules yang kuat. Hasil pemeriksaan TD 120/80 mmHg, N 80x/menit, suhu 36oC, P 24 x/menit. TFU 32 CM, presentasi kepala, perlimaan 1/5, kontraksi 3-4 kali/10’/45’, kandung kemih kosong, DJJ 140 x/menit, pembukaan 5 cm, UUK kiri depan, ketuban (+) dan sutura teraba. Bidan meminta suami untuk membantu mengurangi nyeri.
Metode apakah yang tepat untuk dilakukan suami pada kasus diatas?
a)
Hypnoterapi
b)
Terapi air hangat
c)
Akupuntur
d)
Akupresuer
e)
Massage
56.
Seorang perempuan G1P0A0, hamil 39 minggu, sedang bersalin di TPMB. Mulai mengatakan sakit pinggang dan mules yang kuat. Suami melakukan penekanan pada lumbal selama 20 menit untuk menghambat respon nyeri menuju spinalis dan otak, sehingga menyebabkan penurunan respon nyeri dan ketegangan otot .
Disebut apakah tindakan yang dilakukan suami pada kasus diatas?
a)
Massage counter
b)
Akupressure
c)
Hypnoterapi
d)
Counter pressure
e)
Massage lumbal
57.
Seorang perempuan G1P0A0, hamil 39 minggu, sedang bersalin di TPMB. Mulai mules sejak tadi malam. Hasil anamenesa makan terakhir pukul 20.00 WIB. Hasil pemeriksaan TD 90/60 N 80x/’ S:37oC. TFU 30 cm, DJJ 136x/’, pembukaan 9 cm, presentasi kepala hodge 2, ketuban (+).
Apakah asuhan yang tepat pada kasus diatas?
a)
Menganjurkan ibu untuk makan nasi rames
b)
Menganjurkan ibu untuk makan bubur
c)
Menganjurkan ibu minum jus buah atau teh manis
d)
Menagnjurkan ibu makan snack atau coklat
e)
Menganjurkan ibu minum air mineral kalengan
58.
Seorang perempuan umur 20 th G1 P0 A0 hamil 40 minggu datang ke PMB pada pukul 08.00 WIB, dengan keluhan perut terasa kencang sejak pukul 03.00 WIB. Bagaimana langkah yang harus dilakukan bidan pada kasus tersebut ?
a)
Melakukan tindakan
b)
Mengumpulkan data
c)
Membuat keputusan klinik
d)
Menentukan diagnosa
e)
Menilai keluhan ibu
59.
Seorang perempuan umur 25 th G1 P0 A0 hamil 39 minggu, sedang dalam proses persalinan, mengeluh sudah ingin mengedan, DJJ 132 x /mnt, His 4x tiap 10 mnt lamanya 45 detik, PPV lendir darah, VT pembukaan 8 cm, ketuban (+), kepala turun HIII+, tidak ada molase, kandung kemih penuh. Asuhan sayang ibu pada kasus tersebut adalah ...
a)
Melakukan kateterisasi
b)
Memecahkan ketuban
c)
Menganjurkan ibu jalan-jalan
d)
Meminta ibu untuk BAK
e)
Episiotomi
60.
Seorang perempuan, G1 P0 A0 Hamil Aterm. Datang ke PMB hendak bersalin, pukul 11.30 WIB, ketuban pecah spontan, warna jernih, bau anyir, jumlah normal, VT pembukaan lengkap kepala turun H III, DJJ 140 x/mnt , HIS 3 x dalam 10 mnt lamanya 45 detik. Asuhan sayang ibu pada kasus tersebut adalah
a)
Memimpin meneran
b)
Menganjurkan ibu untuk miring
c)
Melakukan episiotomi
d)
Meganjurkan keluarga memberi makan dan minum
e)
Memberikan infus RL untuk antisipasi kegawatan
61.
Seorang ibu dalam masa inpartu. Bidan melakukan pemantauan kesejahteraan ibu, kesejahteraan janin dan kemajuan persalinan melalui partograf. Saat ketuban pecah didapatkan ketuban bercampur mekonium, kemudian Bidan melakukan resusitasi intrauterin dengan merubah posisi ibu untuk memperlancar aliran oksigen ke janin. Berdasarkan kasus di atas, tindakan yang dilakukan bidan yaitu wujud dari...
a)
Membuat keputusan klinik
b)
Tindakan pencegahan infeksi
c)
Asuhan sayang ibu
d)
Tindakan pendokumentasian
e)
Mempersiapkan rujukan
62.
Seorang perempuan GIP0A0 mau melahirkan, sudah dipimpin mengejan dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB bayi belum lahir, DJJ 140x/menit, kontraksi uterus 3x dalam 10 menit, lama 40 detik, KU ibu baik. Berdasarkan kasus tersebut tindakan apa yang hrs dilakukan sebagai perwujudan 5 benang merah?
a)
Membuat keputusan klinik
b)
Tindakan pencegahan infeksi
c)
Asuhan sayang ibu
d)
Tindakan pendokumentasian
e)
Mempersiapkan rujukan
63.
Seorang perempuan G1 P0 A0 Hamil Aterm. Datang ke Puskesmas hendak bersalin. Pukul 11.30 WIB, ketuban pecah spontan, warna jernih, bau anyir, jumlah normal, VT pembukaan lengkap kepala turun H III, DJJ 140 x/mnt , HIS 3 x dalam 10 mnt lamanya 45 detik. Anda sebagai bidan melakukan pertolongan persalinan kepada ibu, kemudian setelah bayi lahir melakukan IMD. Berdasarkan kasus di atas, tindakan yang dilakukan bidan yaitu wujud dari...
a)
Membuat keputusan klinik
b)
Tindakan pencegahan infeksi
c)
Asuhan sayang ibu
d)
Tindakan pendokumentasian
e)
Mempersiapkan rujukan
64.
Seorang perempuan umur 24 tahun melahirkan anak pertama 30 menit yang lalu di klinik Bidan. Plasenta belum lahir. Tidak terdapat semburan darah, kontraksi uterus baik. TFU sepusat. Tindakan apa yang harus bidan lakukan ?
a)
Menyiapkan surat rujukan
b)
Menyuntikan oksitosin
c)
Kolaborasi dengan dokter
d)
Menyarankan keluarga untuk mengantar ibu ke RS
e)
Menunggu sampai 30 menit kemudian rujuk
65.
Seorang perempuan umur 28 tahun G2P1A0 hamil 39 minggu, datang ke PMB A dengan keluhan mules-mules yang dirasakan semakin sering dan teratur disertai keluar lendir bercampur darah dari jalan lahir. Bidan A melakukan Vaginal Toucher (VT) didatatkan hasil vulva vagina tak, porsio tidak teraba, ketuban untuh, presentasi kepala, H III. Selanjutnya langkah apa yang bidan A lakukan?
a)
Memeriksa DJJ
b)
Membimbing Meneran
c)
Mengatur Posisi yang Nyaman
d)
Amniotomi
e)
Meletakkan handuk bersih di perut ibu
66.
Seorang perempuan, umur 28 tahun dalam masa Kala II persalinan anak kedua di PMB A. Pada saat Kepala bayi Crowning Bidan A melindungi perineum, kemudian kepala bayi lahir. Selanjutnya langkah apa yang bidan A lakukan?
a)
Menunggu putaran paksi luar
b)
Memeriksa Kemungkinan adanya lilitan tali pusat
c)
Melahirkan bahu posterior
d)
Melahirkan bahu anterior
e)
Melahirkan tubuh atas dan lengan
67.
Seorang perempuan, umur 28 tahun dalam masa Kala III persalinan anak kedua di PMB A. Bidan A melakukan pertolongan persalinan. Selanjutnya Bidan A akan melakukan penyuntikan oksitosin. Sebelum melakukan penyuntikan oksitosin, Langkah apa yang harus bidan A lakukan
a)
Mengklem tali pusat
b)
Melakukan kateterisasi utuk mengeluarkan urin
c)
Melihat tanda tanda pelepasan plasenta
d)
Memindahkan klem 5-10 cm didepan vulva
e)
Memeriksa janin ke 2
68.
Seorang perempuan, umur 28 tahun dalam masa Kala III persalinan anak kedua di PMB A. Bidan A melakukan pertolongan persalinan. Bidan A melahirkan plasenta dengan dorso kranial, kemudian plasenta lahir. Selanjutnya langkah apa yang bidan A lakukan?
a)
Memeriksa kelengkapan plasenta
b)
Massage uterus
c)
Mengecek laserasi
d)
Memantau kontraksi uterus
e)
Mengajarkan keluarga melakukan massage dan menilai kontraksi uterus
69.
Seorang perempuan, umur 28 tahun dalam masa Kala IV persalinan anak kedua di PMB A. Bidan Mengecek laserasi, terdapat laserasi derajat II. Kemudian Bidan A melakukan penjahitan perineum. Selanjutnya langkah apa yang bidan A lakukan?
a)
Mengajarkan keluarga melakukan massage dan menilai kontraksi uterus
b)
Mengevaluasi dan mengestimasi jumlah darah yang keluar
c)
Memeriksa kontraksi uterus
d)
Memeriksa Nadi
e)
Membersihkan badan ibu
70.
Seorang Perempuan usia 25 tahun, G1P0A0 hamil 40 minggu datang ke PMB Bidan W, mengeluh mules dan keluar darah lender dan ada perasaan ingin BAB. Bidan W melakukan Vaginal Toucher (VT) didapatkan hasil vulva vagina tak, pembukaan 10 cm ketuban untuh, presentasi kepala, H III. Kemudian Bidan W melakukan amniotomi. Apa kerugian dari dilakukan tindakan pada kasus tersebut
a)
Dapat terjadi Fase aktif memanjang
b)
Menyebabkan disproporsicefalovelviks
c)
Adanya trauma kepala janin akibat tekanan deferensi meningkat
d)
Dapat terjadi inertia uteri
e)
Dapat terjadi gangguan penurunan kepala janin
71.
Seorang Perempuan usia 25 tahun, G1P0A0 hamil 40 minggu datang ke PMB Bidan W, mengeluh mules dan keluar darah lender dan ada perasaan ingin BAB. Bidan W melakukan Vaginal Toucher (VT) didapatkan hasil vulva vagina tak, pembukaan 10 cm ketuban untuh, presentasi kepala, H III. Kemudian Bidan W melakukan amniotomi. Alat apa yang digunakan Bidan W untuk memecahkan ketuban
a)
Koher
b)
½ Koher
c)
Klem
d)
Scapel
e)
Tenaculum
72.
Seorang perempuan usia 30 tahun hamil 40 minggu dalam masa kala II persalinan anak kedua di di RS B. Hasil Pemeriksaan Kontraksi kuat 3x10’50”. DJJ 110x/menit irregular, ketuban pecah waran hijau. Saat pertolongan persalinan Bidan memutuskan untuk melakukan tindakan episiotomi. Atas indikasi apa Bidan melakukan episiotomi pada kasus tersebut
a)
Perineum Kaku
b)
Gawat Janin
c)
Prematur
d)
Turtle sign
e)
Inertia Uteri
73.
Seorang perempuan melahirkan anak pertama 1 jam yang lalu bayi lahir spontan, BB 3000 gr, PB 50 cm dan jenis kelamin perempuan. Berdasarkan hasil pengkajian di temukan KU ibu baik, 110/70 mmhg, nadi 76x/menit, kontraksi uterus baik, TFU 2 jari dibawah pusat, plasenta lahir spontan lengkap. Tidak terdapat laserasi. Perempuan tersebut mengeluh perutnya mules dan masih mengeluarkan darah, sehingga ia merasakan cemas dengan keadaannya. Diagnosa yang dapat ditegakkan ...
a)
Persalinan kala I fase aktif
b)
Persalinan kala I fase latent
c)
Persalinan kala II
d)
Persalinan kala III
e)
Persalinan kala IV
74.
Seorang perempuan berumur 30 tahun baru saja melahirkan anak pertama di PMB 13.00 WIB, jenis kelamin perempuan, berat badan 3900 gram, keadaan waktu lahir menangis dengan kuat. Plasenta dan selaput ketuban lahir lengkap dan sudah dilakukan massage. Perempuan tersebut mengalami robekan jalan lahir sampai dengan otot perineum Diagnosa pada perempuan tersebut yang tepat adalah kala IV dengan …
a)
Laserasi Derajat 1
b)
Laserasi Derajat 2
c)
Laserasi Derajat 3
d)
Laserasi Derajat 4
e)
Laserasi Derajat 5
75.
Seorang perempuan berumur 30 tahun baru saja melahirkan anak pertama di PMB 13.00 WIB, jenis kelamin perempuan, berat badan 3900 gram, keadaan waktu lahir menangis dengan kuat. Plasenta dan selaput ketuban lahir lengkap dan sudah dilakukan massage. Perempuan tersebut mengalami robekan jalan lahir sampai dengan otot perineum. Di mana bidan mengawali prosespenjahitan (menusukan jarum yang pertama kali) pada daerah luka tersebut ?
a)
Tepat di daerah luka
b)
1 cm diatas puncak luka
c)
1 cm dibawah puncak luka
d)
1 cm disamping kiri puncak luka
e)
1 cm disamping kanan puncak luka
76.
Ny. D, 27 tahun, G1P0A0, sedang dalam kondisi bersalin di sebuah PMB. Bidan menyarankan ibu meneran dalam posisi setengah duduk. Berdasarkan kasus di atas, apakah keuntungan dari posisi tersebut?
a)
Mempermudah janin melakukan rotasi
b)
Memudahkan penolong dalam memantau keadaan perineum
c)
Memperluas area panggul sebesar 28%
d)
Memberi suasana rileks pada ibu
e)
Mengurangi hambatan dalam meneran
77.
Ny. S, 23 tahun, G3P2A0, sedang dalam kondisi bersalin di sebuah PMB. Bidan menyarankan ibu meneran dalam posisi jongkok. Berdasarkan kasus di atas, apakah keuntungan dari posisi tersebut?
a)
Mempermudah janin melakukan rotasi
b)
Memudahkan penolong dalam memantau keadaan perineum
c)
Memperluas area panggul sebesar 28%
d)
Memberi suasana rileks pada ibu
e)
Mengurangi hambatan dalam meneran
78.
Seorang ibu telah menunjukkan gejala dan tanda kala II. Bidan melakukan pemeriksaan dalam portio tidak teraba, ketuban utuh, kepala hodge 4, oksiput anteriot (OA). Apakah langkah selanjutnya yang dilakukan oleh bidan?
a)
Pimpin ibu untuk meneran
b)
Lakukan amniotomi
c)
Lakukan episiotomi
d)
Anjurkan ibu untuk berjalan-jalan
e)
Anjurkan ibu memilih posisi
79.
Seorang ibu dalam proses persalinan kala I fase aktif, mengeluhkan rasa nyeri yang semakin bertambah, ibu didampingi oleh pasangannya. Bidan meminta pasangan ibu tersebut untuk tetap mendampingi ibu dan mngajarkan cara mengurangi rasa nyeri yang dirasakan ibu dengan metode yang dapat dilakukan oleh pasangan atau keluarga. Metode apakah yang dapat dilakukan oleh pasangan ibu tersebut?
a)
Akupunktur
b)
Anastesi
c)
Analgesic inhalasi
d)
Counter pressure
e)
Trancutaneus electrical nerve stimulation
80.
Seorang ibu melahirkan bayinya 2 menit yang lalu. Bidan sudah menegakan diagnosa berikutnya yaitu kala III persalinan dan bidan bersiap melahirkan plasenta. Apa tanda-tanda klinis yang diperhatikan oleh bidan?
a)
Tidak terdapat janin kedua
b)
Bentuk uterus berubah menjadi globular
c)
Massage fundus
d)
Tali pusat memendek
e)
Uterus turun
81.
Seorang ibu sedang bersalin di BPM hasil pemeriksaan TTV dalam keadaan normal. TFU 32 CM, Presentasi kepala perlimaan 3/5, his 3 kali 10menit 45 detik, DJJ 140 x/menit dan periksa dalam pembukaan 5 cm, UUK kiri depan dan ketuban belum pecah dan sutura teraba (berjarak). Pada kasus diatas bidan akan menuliskan pada patrograf tentang molage dengan tanda apa
a)
__
b)
0
c)
1
d)
2
e)
3
82.
Seorang bidan sedang melakukan pertolongan persalinan. Beliau sangat menguasai dan memperhatikan mengenai pencegahan infeksi (PI) dalam pertolong persalinan. Tindakan yang tidak mungkin dilakukan bidan tersebut adalah?
a)
Menggunakan sarung tangan
b)
Memakai Alat Perlindungan Diri (APD) lengkap
c)
Membuang benda tajam dalam sefty box
d)
Merendam alat bekas pakai dalam klorin 10 % selama 5 menit
e)
Melakukan pemeriksaan dalam sesuai indikasi.
100 %
