Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal Psikologi Analisis Intelijen

Total questions: 20

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Seorang analis mendapat laporan intelijen dari dua sumber terpercaya. Sumber A menyebutkan rencana serangan terjadi bulan ini, sementara Sumber B menyatakan serangan kemungkinan besar dibatalkan. Analis tetap memegang laporan Sumber A karena sesuai prediksi awalnya.

a)

Overconfidence bias

b)

Confirmation bias

c)

Anchoring bias

d)

Availability heuristic

2.

Dalam rapat tim analisis ancaman teror, semua anggota setuju dengan skenario ancaman yang diajukan ketua tim tanpa mempertanyakan validitasnya.

a)

Groupthink

b)

Status quo bias

c)

Anchoring bias

d)

Recency bias

3.

Analis menilai ancaman pembobolan data lebih tinggi di kota X karena baru saja ada berita besar di media, padahal data statistik menunjukkan kota Y memiliki tingkat serangan siber lebih tinggi.

a)

Availability heuristic

b)

Anchoring bias

c)

Hindsight bias

d)

Optimism bias

4.

Seorang analis intelijen perbatasan terpaku pada laporan awal bahwa penyelundupan terjadi melalui jalur laut, sehingga ia mengabaikan bukti kuat dari jalur darat.

a)

Anchoring bias

b)

Confirmation bias

c)

Overconfidence bias

d)

Framing effect

5.

Dalam evaluasi ancaman biologis, analis yakin hipotesisnya benar meski data baru meragukan prediksi tersebut.

a)

Optimism bias

b)

Overconfidence bias

c)

Availability heuristic

d)

Anchoring bias

6.

Atasan menginstruksikan tim untuk menulis laporan intelijen yang mendukung kebijakan pemerintah walaupun data menunjukkan hasil berbeda.

a)

Politicization of intelligence

b)

Groupthink

c)

Status quo bias

d)

Framing effect

7.

Dalam rapat mendesak, analis mengabaikan data yang memerlukan verifikasi lebih lama karena harus menyelesaikan laporan dalam waktu 2 jam.

a)

Tekanan waktu yang memicu bias kognitif

b)

Overconfidence bias

c)

Anchoring bias

d)

Cognitive dissonance

8.

Tim intelijen menggunakan red teaming untuk menguji skenario ancaman. Hasilnya, ditemukan kelemahan fatal dalam asumsi awal.

a)

Memperkuat hipotesis awal

b)

Menguji dari sudut pandang lawan

c)

Mengurangi jumlah data

d)

Menyaring informasi tidak relevan

9.

Analis hanya menggunakan data dari satu jaringan HUMINT karena sumber itu terbukti akurat di masa lalu, tanpa mempertimbangkan data SIGINT yang berbeda.

a)

Anchoring bias

b)

Overconfidence bias

c)

Availability heuristic

d)

Confirmation bias

10.

Seorang analis fokus pada banjir besar tahun lalu dalam membuat prediksi risiko bencana, padahal data tahun ini menunjukkan peningkatan ancaman gempa.

a)

Availability heuristic

b)

Anchoring bias

c)

Hindsight bias

d)

Recency bias

11.

Seorang analis lapangan menerima data drone surveillance yang berbeda dari laporan intelijen manusia. Ia mengabaikan data drone karena lebih percaya laporan HUMINT.

a)

Anchoring bias

b)

Confirmation bias

c)

Overconfidence bias

d)

Status quo bias

12.

Dalam rapat, analis senior selalu menjadi yang pertama berbicara, sehingga pendapat anggota lain cenderung mengikutinya.

a)

Authority bias

b)

Groupthink

c)

Anchoring bias

d)

Optimism bias

13.

Laporan intelijen menyebutkan kemungkinan serangan siber tinggi dalam 3 bulan. Namun analis menganggapnya rendah karena tidak pernah mengalami serangan sebelumnya.

a)

Optimism bias

b)

Overconfidence bias

c)

Anchoring bias

d)

Availability heuristic

14.

Seorang analis memilih skenario ancaman yang paling sering ia temui di masa lalu, walaupun data baru menunjukkan ancaman baru yang berbeda.

a)

Status quo bias

b)

Availability heuristic

c)

Anchoring bias

d)

Hindsight bias

15.

Analis menggunakan devil's advocacy untuk menguji laporan ancaman teror. Strategi ini bermanfaat untuk:

a)

Mengurangi tekanan waktu

b)

Mencegah groupthink

c)

Mempercepat pengumpulan data

d)

Menghapus data yang tidak relevan

16.

Data intelijen satelit menunjukkan adanya pergerakan militer di perbatasan. Namun analis mengabaikannya karena laporan terakhir mengatakan tidak ada ancaman.

a)

Anchoring bias

b)

Confirmation bias

c)

Overconfidence bias

d)

Recency bias

17.

Seorang analis memilih skenario ancaman yang difavoritkan oleh mayoritas tim, meskipun ia memiliki bukti kuat untuk skenario lain.

a)

Groupthink

b)

Authority bias

c)

Status quo bias

d)

Framing effect

18.

Analis yang baru mengikuti pelatihan psikologi kognitif mulai menyadari ia sering membuat keputusan cepat tanpa mempertimbangkan semua opsi. Ia mulai menggunakan ACH.

a)

Memperkuat hipotesis awal

b)

Menekan bias kognitif

c)

Mengurangi beban kerja

d)

Mempercepat laporan

19.

Seorang analis intelijen ekonomi menilai ancaman inflasi rendah karena tahun lalu inflasi terkendali, meskipun data terbaru menunjukkan tren kenaikan cepat.

a)

Anchoring bias

b)

Availability heuristic

c)

Optimism bias

d)

Hindsight bias

20.

Tim intelijen menggunakan red teaming untuk menguji skenario ancaman. Hasilnya, ditemukan kelemahan fatal dalam asumsi awal.

a)

Memperkuat hipotesis awal

b)

Menguji dari sudut pandang lawan

c)

Mengurangi jumlah data

d)

Menyaring informasi tidak relevan