WorksheetsSoal Psikologi Analisis Intelijen
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Seorang analis mendapat laporan intelijen dari dua sumber terpercaya. Sumber A menyebutkan rencana serangan terjadi bulan ini, sementara Sumber B menyatakan serangan kemungkinan besar dibatalkan. Analis tetap memegang laporan Sumber A karena sesuai prediksi awalnya.
Overconfidence bias
Confirmation bias
Anchoring bias
Availability heuristic
Dalam rapat tim analisis ancaman teror, semua anggota setuju dengan skenario ancaman yang diajukan ketua tim tanpa mempertanyakan validitasnya.
Groupthink
Status quo bias
Anchoring bias
Recency bias
Analis menilai ancaman pembobolan data lebih tinggi di kota X karena baru saja ada berita besar di media, padahal data statistik menunjukkan kota Y memiliki tingkat serangan siber lebih tinggi.
Availability heuristic
Anchoring bias
Hindsight bias
Optimism bias
Seorang analis intelijen perbatasan terpaku pada laporan awal bahwa penyelundupan terjadi melalui jalur laut, sehingga ia mengabaikan bukti kuat dari jalur darat.
Anchoring bias
Confirmation bias
Overconfidence bias
Framing effect
Dalam evaluasi ancaman biologis, analis yakin hipotesisnya benar meski data baru meragukan prediksi tersebut.
Optimism bias
Overconfidence bias
Availability heuristic
Anchoring bias
Atasan menginstruksikan tim untuk menulis laporan intelijen yang mendukung kebijakan pemerintah walaupun data menunjukkan hasil berbeda.
Politicization of intelligence
Groupthink
Status quo bias
Framing effect
Dalam rapat mendesak, analis mengabaikan data yang memerlukan verifikasi lebih lama karena harus menyelesaikan laporan dalam waktu 2 jam.
Tekanan waktu yang memicu bias kognitif
Overconfidence bias
Anchoring bias
Cognitive dissonance
Tim intelijen menggunakan red teaming untuk menguji skenario ancaman. Hasilnya, ditemukan kelemahan fatal dalam asumsi awal.
Memperkuat hipotesis awal
Menguji dari sudut pandang lawan
Mengurangi jumlah data
Menyaring informasi tidak relevan
Analis hanya menggunakan data dari satu jaringan HUMINT karena sumber itu terbukti akurat di masa lalu, tanpa mempertimbangkan data SIGINT yang berbeda.
Anchoring bias
Overconfidence bias
Availability heuristic
Confirmation bias
Seorang analis fokus pada banjir besar tahun lalu dalam membuat prediksi risiko bencana, padahal data tahun ini menunjukkan peningkatan ancaman gempa.
Availability heuristic
Anchoring bias
Hindsight bias
Recency bias
Seorang analis lapangan menerima data drone surveillance yang berbeda dari laporan intelijen manusia. Ia mengabaikan data drone karena lebih percaya laporan HUMINT.
Anchoring bias
Confirmation bias
Overconfidence bias
Status quo bias
Dalam rapat, analis senior selalu menjadi yang pertama berbicara, sehingga pendapat anggota lain cenderung mengikutinya.
Authority bias
Groupthink
Anchoring bias
Optimism bias
Laporan intelijen menyebutkan kemungkinan serangan siber tinggi dalam 3 bulan. Namun analis menganggapnya rendah karena tidak pernah mengalami serangan sebelumnya.
Optimism bias
Overconfidence bias
Anchoring bias
Availability heuristic
Seorang analis memilih skenario ancaman yang paling sering ia temui di masa lalu, walaupun data baru menunjukkan ancaman baru yang berbeda.
Status quo bias
Availability heuristic
Anchoring bias
Hindsight bias
Analis menggunakan devil's advocacy untuk menguji laporan ancaman teror. Strategi ini bermanfaat untuk:
Mengurangi tekanan waktu
Mencegah groupthink
Mempercepat pengumpulan data
Menghapus data yang tidak relevan
Data intelijen satelit menunjukkan adanya pergerakan militer di perbatasan. Namun analis mengabaikannya karena laporan terakhir mengatakan tidak ada ancaman.
Anchoring bias
Confirmation bias
Overconfidence bias
Recency bias
Seorang analis memilih skenario ancaman yang difavoritkan oleh mayoritas tim, meskipun ia memiliki bukti kuat untuk skenario lain.
Groupthink
Authority bias
Status quo bias
Framing effect
Analis yang baru mengikuti pelatihan psikologi kognitif mulai menyadari ia sering membuat keputusan cepat tanpa mempertimbangkan semua opsi. Ia mulai menggunakan ACH.
Memperkuat hipotesis awal
Menekan bias kognitif
Mengurangi beban kerja
Mempercepat laporan
Seorang analis intelijen ekonomi menilai ancaman inflasi rendah karena tahun lalu inflasi terkendali, meskipun data terbaru menunjukkan tren kenaikan cepat.
Anchoring bias
Availability heuristic
Optimism bias
Hindsight bias
Tim intelijen menggunakan red teaming untuk menguji skenario ancaman. Hasilnya, ditemukan kelemahan fatal dalam asumsi awal.
Memperkuat hipotesis awal
Menguji dari sudut pandang lawan
Mengurangi jumlah data
Menyaring informasi tidak relevan
