NEW
Font size
WorksheetsQuiz Rotasi Departement Ilmu Penyakit Dalam 1
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Seorang Laki-laki 24 tahun datang dengan keluhan mudah lelah, pucat, dan jantung berdebar. Pemeriksaan darah: Hb 7 g/dL, MCV 68 fL, MCH 22 pg, ferritin 5 ng/mL. Diagnosis paling mungkin adalah:
Perempuan 32 tahun datang dengan nyeri sendi simetris pada pergelangan tangan dan jari, disertai kaku pagi hari lebih dari 1 jam. Pemeriksaan laboratorium: RF positif. Diagnosis paling mungkin adalah:
Laki-laki 60 tahun datang dengan sesak napas progresif. Pemeriksaan fisik: tekanan darah 170/100 mmHg, terdapat ronki basah halus di basal paru, edema tungkai bilateral. Diagnosis paling mungkin adalah:
Laki-laki 55 tahun datang dengan nyeri dada kiri menekan sejak 1 jam. Pada pemeriksaan fisik ditemukan diaforesis, nadi cepat, dan tekanan darah 90/60 mmHg. Diagnosis paling mungkin adalah:
Seorang Laki-laki 40 tahun dengan riwayat alkohol kronik datang dengan ikterus. Pemeriksaan laboratorium: AST/ALT >2. Pemeriksaan penunjang paling tepat untuk memastikan derajat fibrosis hati adalah:
Perempuan 35 tahun dengan batuk kronis, demam subfebril, dan keringat malam. Foto toraks menunjukkan kavitas di apeks paru kanan. Pemeriksaan penunjang paling tepat untuk menegakkan diagnosis adalah:
Laki-laki 60 tahun datang dengan nyeri dada menekan sejak 2 jam, EKG menunjukkan elevasi ST di V1–V4. Tatalaksana awal paling tepat adalah:
Perempuan 55 tahun dengan DM tipe 2 datang dengan GDS 280 mg/dL, HbA1c 9%. Pasien belum pernah mendapat obat sebelumnya. Terapi awal paling tepat adalah:
Laki-laki 50 tahun dengan riwayat sirosis hati datang dengan hematemesis. Pemeriksaan menunjukkan asites dan splenomegali. Komplikasi yang paling mungkin menyebabkan perdarahan ini adalah:
Perempuan 45 tahun dengan riwayat lupus eritematosus sistemik datang dengan edema tungkai. Pemeriksaan laboratorium: proteinuria 5 g/24 jam, hipoalbuminemia, hiperkolesterolemia. Komplikasi yang paling mungkin adalah:
