wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kumpulan Soal Strategi Pemasaran Digital

Total questions: 51

Worksheet time: 51mins

Name
Class
Date
1.

Dalam studi kasus "Kedai Kopi Teman Lama", Rian memiliki budget Rp 500.000. Jika tujuan utamanya adalah validasi pasar (mencari tahu apakah ada peminat produk kopinya) secepat mungkin, strategi manakah yang menawarkan data paling relevan dalam waktu singkat meskipun berisiko menghabiskan budget tanpa membangun aset jangka panjang?

a)

Mengoptimalkan SEO lokal pada Google Maps.

b)

Menjalankan kampanye iklan bertarget (SEM) di Google untuk kata kunci "kopi enak di [nama kota]".

c)

Membayar seorang micro-influencer untuk mempromosikan kedai di Instagram Stories.

d)

Membuat satu artikel blog berkualitas tinggi tentang keunikan biji kopi yang digunakan.

2.

Merujuk pada kerangka kerja strategis di RPP (Goals, Audience, Platform, Content, Analysis), kegagalan Rian dalam kasus "Kedai Kopi Teman Lama" untuk menentukan prioritas kanal pemasaran paling mendasar terletak pada ketidakmampuannya menghubungkan langkah...

a)

Goals dengan Platform.

b)

Audience dengan Content.

c)

Goals dengan Analysis.

d)

Platform dengan Analysis.

3.

Seorang mahasiswa menerapkan tugas Proyek Mini dari Pertemuan 5 untuk UMKM "Keripik Nenek" yang target pasarnya adalah ibu rumah tangga usia 40-55 tahun. Pilihan platform media sosial manakah yang paling strategis berdasarkan justifikasi demografis dan perilaku pengguna?

a)

TikTok, karena konten video pendek mudah viral dan menjangkau audiens luas.

b)

LinkedIn, untuk membangun citra profesional dan kredibilitas merek "Keripik Nenek".

c)

Facebook, karena demografi penggunanya paling sesuai dan fitur grup komunitasnya kuat untuk membangun loyalitas.

d)

Instagram, dengan fokus pada konten visual estetik untuk menarik minat beli.

4.

Pada Pertemuan 4, dibahas Studi Kasus Kopi Kenangan. Manakah dari metrik berikut yang paling tidak relevan untuk mengukur keberhasilan tujuan "Meningkatkan Loyalitas Pelanggan" bagi Kopi Kenangan melalui aplikasi digitalnya?

a)

Repeat Purchase Rate (Tingkat Pembelian Ulang).

b)

Customer Lifetime Value (CLV).

c)

Engagement Rate pada postingan Instagram promo terbaru.

d)

Churn Rate (Tingkat Pelanggan yang Berhenti Menggunakan Aplikasi).

5.

Model pembelajaran Blended Learning dipilih dalam RPP. Manakah skenario di bawah ini yang paling mencerminkan kegagalan penerapan model tersebut?

a)

Dosen memberikan materi video untuk ditonton sebelum kelas, dan sesi tatap muka digunakan untuk diskusi studi kasus.

b)

Seluruh paparan materi dilakukan saat tatap muka, sementara tugas Proyek Mini dikerjakan mahasiswa secara mandiri di luar kelas.

c)

Kuis dilaksanakan secara online, sementara presentasi Proyek Mini dilakukan secara tatap muka.

d)

Diskusi kelompok dilakukan via Zoom, sementara ceramah interaktif dilakukan di dalam kelas.

6.

Jika Rian dari "Kedai Kopi Teman Lama" memutuskan untuk memprioritaskan SEO, manakah aktivitas berikut yang merupakan contoh implementasi on-page SEO paling fundamental yang harus ia lakukan pertama kali?

a)

Mendapatkan backlink dari blog kuliner terkenal di kotanya.

b)

Mendaftarkan bisnisnya secara lengkap dan akurat di Google Business Profile (Google Maps).

c)

Memastikan judul halaman website-nya mengandung frasa "Kedai Kopi di [Nama Kota]".

d)

Memasang iklan di Google Ads untuk meningkatkan trafik ke website.

7.

Manakah elemen SMART yang paling lemah dalam perumusan tujuan tersebut?

a)

Specific (Spesifik).

b)

Measurable (Terukur).

c)

Achievable (Dapat Dicapai).

d)

Relevant (Relevan).

8.

Manakah komponen data berikut yang paling KRITIS untuk disertakan dalam persona tersebut guna menentukan platform dan content?

a)

Jenjang pendidikan dan universitas asal.

b)

Media sosial yang paling sering diakses saat jam istirahat kuliah dan tipe konten yang disimpan (saved posts).

c)

Rata-rata pengeluaran bulanan dan status pekerjaan paruh waktu.

d)

Merek laptop yang digunakan dan provider internet langganan.

9.

Aktivitas pada Pertemuan 2 yang meminta mahasiswa mengidentifikasi hasil SEO dan SEM di halaman pencarian Google secara langsung bertujuan untuk melatih kemampuan...

a)

Mengkritik efektivitas kampanye iklan kompetitor.

b)

Membedakan antara aset digital jangka panjang dan belanja iklan jangka pendek.

c)

Menganalisis algoritma Google.

d)

Merancang kata kunci yang efektif untuk kampanye.

10.

Jika "Kedai Kopi Teman Lama" berhasil mendapatkan liputan di sebuah blog kuliner lokal yang populer (tanpa membayar), ini adalah contoh sinergi antara...

a)

SEM dan Social Media Marketing.

b)

Content Marketing dan off-page SEO.

c)

On-page SEO dan SEM.

d)

Email Marketing dan Social Media Marketing.

11.

Pertanyaan pemantik di Pertemuan 2, "Apa yang kalian lakukan pertama kali saat ingin mencari informasi tentang suatu produk?", dirancang untuk membangun jembatan pemahaman dari...

a)

Perilaku konsumen sehari-hari ke konsep fundamental SEO/SEM.

b)

Kebutuhan beriklan ke pentingnya content marketing.

c)

Pemasaran tradisional ke pemasaran digital.

d)

Media sosial ke mesin pencari.

12.

Dosen menjelaskan Content Marketing sebagai "jantung" dari pemasaran digital. Analogi ini paling tepat karena...

a)

Konten adalah kanal pemasaran digital yang paling mahal untuk dieksekusi.

b)

Konten yang berkualitas menjadi "bahan bakar" yang menggerakkan dan meningkatkan efektivitas kanal lain seperti SEO dan SMM.

c)

Tanpa Content Marketing, sebuah bisnis tidak bisa menggunakan SEM.

d)

Content Marketing memberikan hasil yang paling cepat dibandingkan kanal lainnya.

13.

Dalam "Tiket Keluar" di Modul Ajar, siswa diminta memilih satu kanal dengan budget nol rupiah. Pilihan manakah di bawah ini yang menunjukkan pemahaman paling mendalam tentang leverage aset tanpa modal?

a)

SEM, karena bisa dimulai dengan budget kecil walau tidak nol.

b)

SEO, dengan fokus membuat konten blog yang relevan dan membangun profil Google Business, karena ini memaksimalkan waktu dan usaha sebagai modal utama.

c)

Social Media Marketing, dengan langsung membayar iklan agar cepat terlihat.

d)

Influencer Marketing, dengan mencari selebgram papan atas untuk diajak kerjasama.

14.

Seorang mahasiswa dalam Proyek Mini mengusulkan 3 pilar konten untuk UMKM penjual tanaman hias: (1) Tips Perawatan Tanaman, (2) Ide Dekorasi Interior dengan Tanaman, (3) Di Balik Layar Proses Pembibitan. Pilar konten ini paling efektif untuk mencapai tujuan...

a)

Menghabiskan stok produk yang paling banyak.

b)

Mendapatkan penjualan secepat mungkin dari pelanggan baru.

c)

Membangun otoritas, kepercayaan, dan komunitas di sekitar merek.

d)

Mengalahkan harga kompetitor secara langsung.

15.

Metode Project-Based Learning pada RPP diejawantahkan melalui Proyek Mini. Pendekatan ini dinilai unggul dibandingkan ujian tulis biasa untuk kompetensi dasar (KD) ini karena...

a)

Lebih mudah dinilai oleh dosen.

b)

Memaksa mahasiswa untuk mensintesis seluruh kerangka kerja strategis ke dalam sebuah output yang aplikatif dan nyata.

c)

Memastikan semua mahasiswa mendapatkan nilai yang sama.

d)

Mengurangi waktu yang dibutuhkan dosen untuk mengajar di kelas.

16.

Bayangkan Rian (Kedai Kopi Teman Lama) memilih SEM sebagai strategi awal. Setelah 1 bulan, budget Rp 500.000 habis dan ia mendapatkan 50 pengunjung baru. Di bulan kedua, ia berhenti beriklan. Apa hasil yang paling mungkin terjadi?

a)

Jumlah pengunjung dari Google akan tetap stabil karena reputasinya sudah terbangun.

b)

Jumlah pengunjung dari Google akan turun drastis mendekati nol karena aliran trafik berbayar berhenti.

c)

Peringkat SEO website-nya akan otomatis naik karena pernah beriklan.

d)

Akun media sosialnya akan mendapatkan banyak pengikut baru secara organik.

17.

Perbedaan paling fundamental antara metrik Reach dan Engagement Rate dalam konteks analisis media sosial adalah...

a)

Reach mengukur biaya, sementara Engagement Rate mengukur keuntungan.

b)

Reach menunjukkan seberapa banyak orang melihat konten, sementara Engagement Rate menunjukkan seberapa banyak orang berinteraksi dan peduli dengan konten tersebut.

c)

Reach hanya bisa diukur melalui iklan berbayar, sementara Engagement Rate hanya untuk postingan organik.

d)

Reach adalah metrik untuk SEO, sementara Engagement Rate adalah metrik untuk SEM.

18.

Dalam aktivitas "Konsultan Digital untuk Teman Lama", sebuah kelompok menyarankan Rian untuk memprioritaskan Content Marketing (membuat video proses pembuatan kopi) dan Social Media Marketing (mempromosikannya di TikTok). Kelemahan paling signifikan dari strategi ini dalam konteks Rian adalah...

a)

Tidak akan bisa muncul di halaman pencarian Google sama sekali.

b)

Membutuhkan investasi waktu dan kreativitas yang tinggi, sementara hasilnya tidak instan untuk mendatangkan pengunjung.

c)

Lebih mahal dibandingkan menjalankan kampanye SEM secara langsung.

d)

Target audiensnya terlalu tua dan tidak sesuai dengan platform TikTok.

19.

Dosen membuka Pertemuan 1 dengan pertanyaan "Brand apa yang terakhir kali kalian lihat iklannya di Instagram atau TikTok?". Tujuan pedagogis utama dari pertanyaan apersepsi ini adalah...

a)

Menguji pengetahuan awal mahasiswa tentang definisi iklan.

b)

Menghubungkan materi akademis dengan pengalaman hidup relevan yang dialami mahasiswa setiap hari.

c)

Mengumpulkan data riset tentang efektivitas iklan di media sosial.

d)

Memulai kelas dengan suasana santai sebelum masuk ke materi inti.

20.

Jika Proyek "Audit Digital UKM Lokal" diterapkan, dan siswa menemukan bahwa sebuah warung makan lokal hanya memiliki akun Instagram yang tidak aktif namun memiliki rating tinggi di Google Maps, rekomendasi paling logis dan berbiaya rendah adalah...

a)

Menyarankan pemilik untuk segera membuat website profesional dengan biaya mahal.

b)

Menyarankan untuk membuat kampanye iklan berbayar di TikTok.

c)

Menyarankan untuk mengoptimalkan dan memperbarui profil Google Business mereka dengan foto menu terbaru dan merespon ulasan pelanggan.

d)

Menyarankan untuk berhenti menggunakan Instagram dan fokus pada promosi dari mulut ke mulut.

21.

Dalam RPP, urutan pengajaran dari SEO/SEM (Pertemuan 2) ke Strategi Media Sosial (Pertemuan 3) memiliki alasan logis. Manakah alasan terbaik yang mendasari urutan tersebut?

a)

SEO/SEM lebih mudah dipelajari daripada media sosial.

b)

Media sosial dianggap kurang penting dibandingkan mesin pencari.

c)

Ini memisahkan kanal berbasis intent (pencarian aktif oleh pengguna) dengan kanal berbasis interruption (muncul di linimasa pengguna), memberikan kontras strategis yang jelas.

d)

Biaya iklan di media sosial lebih mahal daripada di Google.

22.

Manakah dari skenario berikut yang paling menggambarkan penerapan konsep Buyer Persona yang keliru?

a)

Sebuah merek sepatu lari membuat konten tentang tips marathon untuk persona "Atlet Serius".

b)

Sebuah kafe membuat promo "Beli 1 Gratis 1" untuk persona "Mahasiswa Hemat".

c)

Sebuah perusahaan software B2B membuat konten teknis mendalam untuk persona "Manajer IT".

d)

Sebuah merek fashion mewah menargetkan semua wanita usia 18-65 tahun sebagai persona tunggal mereka.

23.

Penilaian Proyek Mini memiliki bobot paling tinggi (50%). Hal ini secara implisit mengkomunikasikan kepada mahasiswa bahwa...

a)

Kemampuan menghafal teori (diuji via kuis) adalah yang paling utama.

b)

Kehadiran di kelas lebih penting daripada hasil kerja.

c)

Kemampuan untuk mengaplikasikan dan merancang strategi secara holistik adalah puncak dari kompetensi yang diharapkan.

d)

Kuis dan keaktifan kelas hanyalah formalitas.

24.

Analogi SEM sebagai "menyewa papan reklame di lokasi strategis" paling tepat untuk menekankan aspek...

a)

Permanensi dan dampak jangka panjang.

b)

Biaya yang harus terus menerus dikeluarkan untuk tetap terlihat.

c)

Proses pembangunan yang organik dan butuh waktu.

d)

Pentingnya desain visual dalam beriklan.

25.

Sebuah bisnis B2B (Business-to-Business) yang menjual mesin industri ingin menerapkan strategi pemasaran digital. Mengacu pada logika pemilihan platform, platform manakah yang paling mungkin menjadi prioritas utama mereka?

a)

TikTok.

b)

Facebook.

c)

LinkedIn.

d)

Instagram.

26.

Pertanyaan reflektif "Mana yang lebih penting untuk Rian saat ini: hasil yang cepat atau membangun fondasi jangka panjang?" dirancang untuk mendorong siswa melakukan...

a)

Analisis kompetitor.

b)

Perhitungan ROI (Return on Investment).

c)

Evaluasi trade-off strategis berdasarkan prioritas bisnis.

d)

Riset kata kunci.

27.

Jika sebuah UMKM berhasil menerapkan SEO sehingga muncul di peringkat pertama organik, dan juga menjalankan SEM untuk kata kunci yang sama, fenomena apa yang paling mungkin terjadi di halaman hasil pencarian Google?

a)

Iklan SEM mereka tidak akan muncul karena sudah ada di peringkat pertama organik.

b)

Mereka akan mendominasi "real estate" di halaman pertama, meningkatkan kemungkinan klik secara signifikan dengan muncul di bagian iklan dan organik.

c)

Google akan memberikan penalti karena dianggap melakukan duplikasi konten.

d)

Biaya iklan SEM mereka akan menjadi lebih murah secara otomatis.

28.

Salah satu tujuan pembelajaran RPP adalah "Menganalisis secara kritis studi kasus nyata". Manakah aktivitas di bawah ini yang paling tidak mendukung pencapaian tujuan tersebut?

a)

Diskusi kelompok untuk membedah strategi Kopi Kenangan.

b)

Mahasiswa mengerjakan kuis pilihan ganda dengan 10 soal.

c)

Mahasiswa mencari contoh content marketing yang mereka sukai untuk dibahas di kelas.

d)

Mahasiswa membuat Proyek Mini untuk UMKM lokal.

29.

Konsep "pilar konten" dalam perencanaan strategi media sosial paling berguna untuk...

a)

Memastikan setiap postingan menghasilkan penjualan langsung.

b)

Menjaga konsistensi tema dan relevansi konten, sehingga audiens tahu apa yang diharapkan dari akun tersebut.

c)

Mengotomatisasi seluruh proses pembuatan konten.

d)

Menghitung engagement rate secara akurat.

30.

Bayangkan setelah 5 pertemuan, seorang mahasiswa menyimpulkan bahwa "Pemasaran digital hanyalah tentang membuat iklan yang viral". Evaluasi manakah yang paling tepat mengenai kesimpulan mahasiswa ini?

a)

Tepat, karena viralitas adalah tujuan akhir semua kampanye digital.

b)

Kurang tepat, karena ia melupakan pentingnya analisis dan optimalisasi.

c)

Sangat keliru, karena ia mengabaikan aspek strategis, organik (SEO, Content Marketing), dan pembangunan fondasi jangka panjang yang dibahas di seluruh pertemuan.

d)

Benar, karena iklan viral adalah cara tercepat untuk membangun merek.

31.

Perbedaan utama antara pendekatan Modul Ajar kelas 11 dan RPP tingkat universitas adalah...

a)

Modul Ajar sama sekali tidak membahas SEO dan SEM.

b)

RPP menggunakan studi kasus, sementara Modul Ajar tidak.

c)

Modul Ajar menggunakan studi kasus pemicu yang relatable (kedai kopi) untuk memperkenalkan konsep secara induktif, sementara RPP menyajikan kerangka kerja teoritis secara lebih deduktif.

d)

RPP berfokus pada praktik, sedangkan Modul Ajar hanya berfokus pada teori.

32.

Dalam LKS "Tim Konsultan Kedai Kopi Teman Lama", siswa diminta merumuskan "Langkah Konkret Pertama". Pertanyaan ini dirancang untuk menguji kemampuan siswa dalam...

a)

Berpikir abstrak dan teoritis.

b)

Menerjemahkan strategi tingkat tinggi menjadi tindakan yang dapat dieksekusi (tactical execution).

c)

Mengkritik model bisnis Rian.

d)

Menghitung anggaran pemasaran secara detail.

33.

Jika Kopi Kenangan menemukan bahwa engagement rate mereka tinggi namun repeat purchase rate mereka rendah, masalah paling mungkin terletak pada...

a)

Kualitas konten media sosial mereka yang buruk.

b)

Strategi SEO mereka yang tidak efektif.

c)

Adanya kesenjangan antara janji/citra yang ditampilkan di media sosial dengan pengalaman produk/layanan yang sebenarnya.

d)

Pemilihan platform media sosial yang salah.

34.

Apa risiko terbesar jika sebuah bisnis hanya fokus pada on-page SEO dan sepenuhnya mengabaikan off-page SEO?

a)

Website mereka akan sulit digunakan oleh pengunjung.

b)

Mesin pencari mungkin menganggap website mereka relevan, tetapi tidak cukup kredibel atau populer untuk diberi peringkat tinggi.

c)

Biaya hosting website mereka akan meningkat drastis.

d)

Mereka tidak akan bisa menggunakan Google Ads.

35.

"Sintesis Pembelajaran: Galeri Ide" di mana guru tidak menyatakan ada jawaban "benar" atau "salah" bertujuan untuk menekankan prinsip fundamental dalam strategi digital, yaitu...

a)

Semua kanal pemasaran digital memiliki efektivitas yang sama.

b)

Pilihan strategi selalu bersifat kontekstual, tergantung pada tujuan, audiens, dan sumber daya.

c)

Keberhasilan dalam pemasaran digital murni karena keberuntungan.

d)

Ada satu formula pasti yang berlaku untuk semua jenis bisnis.

36.

anakah kombinasi platform dan konten yang paling sesuai?

a)

Menjalankan iklan SEM dengan kata kunci "penjahit murah".

b)

Membuat konten video dance challenge di TikTok.

c)

Menggunakan Instagram untuk menampilkan foto-foto hasil jahitan berkualitas tinggi (portofolio visual) dan testimoni pelanggan.

d)

Menulis artikel blog tentang sejarah mesin jahit.

37.

Pada Pertemuan 3, dosen memperkenalkan konsep SMART setelah membahas "Menentukan Tujuan (Goals)". Ini menunjukkan bahwa...

a)

Semua tujuan bisnis harus selalu bersifat kuantitatif.

b)

Tujuan yang baik bukan hanya sekadar keinginan, tetapi harus memiliki kerangka yang jelas agar dapat diukur dan dicapai.

c)

Konsep SMART hanya berlaku untuk pemasaran media sosial.

d)

Menentukan audiens lebih penting daripada menentukan tujuan.

38.

Analogi SEO sebagai "membangun reputasi baik agar direkomendasikan" sangat efektif untuk menjelaskan komponen...

a)

Kecepatan dan hasil instan dari SEO.

b)

Pentingnya backlink (rekomendasi dari situs lain) sebagai faktor penentu otoritas dan kepercayaan di mata Google.

c)

Aspek berbayar dari SEO.

d)

Ketergantungan SEO pada media sosial.

39.

Jika seorang siswa dari kelas 11 bertanya mengapa sebuah video YouTube tentang review produk bisa muncul di halaman pertama Google, ini adalah contoh dari...

a)

SEM yang efektif.

b)

Sinergi antara Content Marketing (video sebagai konten) dan SEO (Google memberi peringkat pada konten video yang relevan).

c)

Social Media Marketing murni.

d)

Off-page SEO.

40.

Dari seluruh skenario pembelajaran, baik di RPP maupun Modul Ajar, penekanan terbesar ditempatkan pada...

a)

Kemampuan teknis untuk mengedit video atau menulis kode.

b)

Kemampuan berpikir strategis: menganalisis situasi, menentukan tujuan, dan memilih alat yang tepat.

c)

Kemampuan untuk menghabiskan anggaran iklan secara efisien.

d)

Kemampuan untuk membuat konten yang viral secara konsisten.

41.

Sebuah bisnis kosmetik meluncurkan produk baru dan ingin menciptakan buzz dalam waktu singkat. Anggaran mereka besar. Strategi manakah yang paling cocok untuk fase peluncuran ini?

a)

Fokus membangun SEO organik untuk kata kunci "kosmetik terbaik" yang akan memakan waktu 6-12 bulan.

b)

Mengandalkan promosi dari mulut ke mulut tanpa stimulus digital.

c)

Kombinasi masif antara SEM, iklan di media sosial (Instagram/TikTok), dan menggandeng influencer besar secara bersamaan.

d)

Hanya membuat satu artikel blog yang sangat mendalam tentang bahan-bahan produk tersebut.

42.

Tujuan Proyek Lanjutan "Audit Digital UKM Lokal" secara implisit adalah untuk...

a)

Memberikan konsultasi gratis kepada UKM.

b)

Mengajarkan siswa bahwa sebagian besar UKM gagal dalam pemasaran digital.

c)

Melatih kepekaan siswa untuk mengidentifikasi peluang perbaikan dalam konteks nyata yang terbatas dan memberikan solusi praktis.

d)

Mengkritik UKM yang tidak memiliki kehadiran digital sama sekali.

43.

Mana dari pernyataan berikut yang paling akurat dalam membedakan pemasaran digital dan tradisional, berdasarkan semangat yang diajarkan dalam RPP?

a)

Pemasaran tradisional lebih mahal, sementara pemasaran digital selalu gratis.

b)

Pemasaran digital memungkinkan interaksi dua arah, pengukuran yang presisi, dan penargetan audiens yang spesifik, yang sulit dilakukan dalam pemasaran tradisional.

c)

Pemasaran tradisional hanya menggunakan media cetak, sementara pemasaran digital hanya menggunakan media sosial.

d)

Pemasaran tradisional sudah tidak efektif sama sekali di era sekarang.

44.

Pemasaran tradisional sudah tidak efektif sama sekali di era sekarang.

4 lines
45.

Pada Pertemuan 4, pembahasan metrik seperti Engagement Rate ditempatkan setelah pembahasan pembuatan konten. Ini menyiratkan alur kerja strategis bahwa...

a)

Metrik tidak penting jika kontennya sudah bagus.

b)

Eksekusi (pembuatan konten) harus selalu diikuti oleh evaluasi (analisis metrik) untuk optimalisasi di masa depan.

c)

Sebuah strategi dianggap selesai setelah konten dipublikasikan.

d)

Analisis hanya perlu dilakukan setahun sekali.

46.

Seorang siswa berargumen bahwa untuk "Kedai Kopi Teman Lama", SEM adalah pilihan terburuk karena "membakar uang". Argumen balasan (counter-argument) yang paling kuat dari sudut pandang strategis adalah...

a)

"SEM bisa sangat murah jika Anda beruntung."

b)

"Uang yang 'terbakar' sebenarnya digunakan untuk membeli data pasar yang sangat berharga secara cepat, yang bisa mencegah kerugian lebih besar di masa depan."

c)

"SEM dapat meningkatkan SEO secara langsung."

d)

"Semua bisnis besar menggunakan SEM, jadi itu pasti strategi yang baik."

47.

Jika kompetensi dasar yang ingin dicapai adalah "Merancang sebuah strategi dasar pemasaran media sosial", manakah kegiatan yang paling tidak langsung berkontribusi pada pencapaian kompetensi tersebut?

a)

Workshop interaktif membuat Buyer Persona.

b)

Paparan mendalam tentang perbedaan on-page vs off-page SEO.

c)

Paparan materi tentang kerangka kerja strategi media sosial.

d)

Proyek Mini membuat rancangan strategi untuk UMKM lokal.

48.

Mengapa RPP secara khusus menyebut studi kasus "Kopi Kenangan" dan bukan merek global seperti Starbucks?

a)

Karena Kopi Kenangan tidak menggunakan pemasaran digital sama sekali.

b)

Untuk memberikan contoh yang lebih relevan, kontekstual, dan inspiratif dari pasar lokal (Indonesia) yang sukses memanfaatkan strategi digital.

c)

Karena data tentang strategi Starbucks bersifat rahasia.

d)

Karena dosen pengajar tidak menyukai produk Starbucks.

49.

Sesi tanya jawab mengenai proyek mini di akhir Pertemuan 5 sangat penting untuk memastikan...

a)

Mahasiswa tidak mencontek saat mengerjakan proyek.

b)

Dosen dapat memberikan bocoran jawaban untuk proyek tersebut.

c)

Adanya kesamaan pemahaman mengenai ekspektasi, format, dan kriteria penilaian tugas akhir.

d)

Mahasiswa merasa terhibur sebelum perkuliahan berakhir.

50.

Bayangkan sebuah UMKM menjual madu langka. Mereka sudah memiliki konten blog yang sangat bagus menjelaskan manfaat madu tersebut (Content Marketing). Namun, trafik ke blog sangat sepi. Langkah sinergis apa yang paling logis untuk dilakukan selanjutnya?

a)

Mengabaikan blog dan fokus berjualan di marketplace.

b)

Mengoptimalkan SEO untuk artikel-artikel blog tersebut agar ditemukan di Google dan mempromosikannya melalui media sosial untuk menjangkau audiens baru.

c)

Menghapus blog tersebut karena dianggap tidak berguna.

d)

Menjalankan iklan SEM yang mengarah ke halaman produk, bukan ke artikel blog.

51.

Keseluruhan struktur RPP dari Pertemuan 1 hingga 5 dirancang untuk membawa mahasiswa dari pemahaman konseptual yang luas ke kemampuan aplikasi yang spesifik. Alur ini mencerminkan prinsip desain pembelajaran...

a)

Acak (Random).

b)

Deduktif, dari umum (ekosistem digital) ke khusus (merancang strategi).

c)

Berulang (Repetitive), semua materi diulang setiap pertemuan.

d)

Induktif, dari khusus (proyek) ke umum (teori).