WorksheetsQuiz Analisis Investasi
Total questions: 15
Worksheet time: 3mins
Peraturan Direksi PT Asuransi Jiwa Taspen tentang Pedoman Investasi adalah nomor:
PD-09/DIR.1/2024
PD-012/DIR/2024
PD-07/DIR.2/2025
PD-7/DIR/2024
Keputusan Direksi Taspen Life tentang Komite Investasi adalah nomor:
KD-09/DIR.1/2024
KD-012/DIR/2024
KD-07/DIR.2/2025
KD-01/INV/2023
Target RBC perusahaan dalam RKAP 2025 adalah…
300%
337,13%
350%
400%
RBC minimum menurut OJK adalah…
100%
120%
150%
200%
Proses bisnis Divisi Analisis Investasi terdiri dari:
Market Update, Kajian Analisis Investasi, Analisis Kelayakan Mitra Kerja, Strategic Asset Allocation, Monitoring & Evaluasi
Market Outlook, Analisis Risiko, Evaluasi Mitra Kerja, Asset Liability Management, Audit Internal
Kajian Analisis Investasi, Manajemen Risiko, Monitoring Portofolio, Business Development, Strategic Asset Allocation
Market Update, Evaluasi Kinerja, Analisis Investasi Global, Penyusunan RKAP, Compliance Review
Market Update meliputi:
Analisis Kredit dan Risiko
Tinjauan Pasar Harian dan Market Outlook
Laporan RKA dan RKAP
Penilaian Kinerja SDM
Dalam alur kerja kajian analisis investasi, tahap awal adalah:
Menerima Penawaran dari Sekuritas
Menerima disposisi CFO atas penawaran investasi
Menerima Penawaran dari Divisi Investasi
Menerima Penawaran dari OJK
Evaluasi mitra kerja dilakukan secara rutin setiap:
Bulanan
Triwulanan
Semesteran
Tahunan
Strategic Asset Allocation (SAA) dilakukan:
Setiap bulan
Setiap triwulan
1 kali setahun setelah RKAP disahkan
Setiap minggu
Penempatan investasi terbesar per Juli 2025 adalah pada:
Obligasi & Sukuk Korporasi
Deposito
SBN (Surat Berharga Negara)
Saham
Persentase penempatan investasi pada saham adalah:
0,47%
3,31%
6,00%
20,29%
Penempatan tanah dalam portofolio investasi memiliki batasan:
Maksimal 10%
Maksimal 20%
1/3 dari 20%
40%
Pendekatan Top-Down Analysis dimulai dari:
Mikro → Sektoral → Makro
Makro → Sektoral → Mikro
Industri → Mikro → Makro
Perusahaan → Obligasi → Saham
Faktor yang dianalisis dalam makroekonomi antara lain:
EPS, DER, ICR
Inflasi, suku bunga, pertumbuhan ekonomi
Pasar modal dan investasi langsung
Laba rugi perusahaan
GDP Indonesia per 30 Juni 2025 tercatat sebesar:
2,50%
4,25%
5,12%
6,39%
