wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

KOMUNIKASI DALAM PELAYANAN KESEHATAN

Total questions: 20

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Seorang pasien baru didiagnosis menderita hipertensi. Pasien tampak cemas dan mengajukan banyak pertanyaan kepada perawat tentang gaya hidup yang harus diubah untuk mengontrol tekanan darahnya. Perawat kemudian menjelaskan dengan bahasa sederhana, mendengarkan kekhawatiran pasien, dan memastikan pasien memahami langkah-langkah pencegahan yang perlu dilakukan. Apa tujuan utama komunikasi yang dilakukan perawat kepada pasien dalam situasi ini?

a)

Membentuk pemahaman bersama antara tenaga kesehatan dan pasien

b)

Menunjukkan otoritas perawat di depan pasien

c)

Mengalihkan rasa cemas pasien tanpa memberikan informasi

d)

Membatasi interaksi untuk menjaga jarak profesional

2.

Di ruang rawat inap, seorang perawat sedang berinteraksi dengan pasien yang baru selesai operasi. Perawat menjelaskan rencana perawatan menggunakan bahasa lisan yang jelas, sambil menunjukkan gambar edukatif melalui tablet rumah sakit, serta menuliskan jadwal pemberian obat di papan informasi kamar pasien. Pasien pun memberikan respons dengan kontak mata dan senyuman, menunjukkan bahwa ia mengerti instruksi perawat. Dari situasi ini, manakah yang bukan termasuk media komunikasi yang digunakan perawat dalam pelayanan kesehatan?

a)

Bahasa verbal yang mudah dipahami

b)

Bahasa nonverbal seperti kontak mata dan ekspresi wajah

c)

Media visual melalui teknologi digital

d)

Hasil diagnosis laboratorium pasien

3.

Seorang pasien di ruang rawat inap mengeluhkan efek samping obat yang dikonsumsinya. Perawat mendengarkan keluhan tersebut, lalu mengomunikasikan informasi ini kepada dokter dan apoteker agar dapat dilakukan penyesuaian terapi. Dalam situasi ini, perawat berperan penting sebagai penghubung antara…

a)

Pasien dengan tenaga kesehatan lainnya

b)

Dokter dan pihak manajemen rumah sakit

c)

Pasien dan keluarga pasien

d)

Apoteker dengan bagian keuangan

4.

Di ruang perawatan intensif, seorang pasien menolak tindakan medis lanjutan karena merasa belum siap. Perawat mendengarkan alasan pasien dengan sabar, menjelaskan manfaat dan risikonya secara jujur, serta mencatat keputusan pasien sesuai prosedur. Selama proses komunikasi, perawat tetap menggunakan bahasa yang sopan, menjaga kerahasiaan informasi, dan menghormati pilihan pasien. Berdasarkan situasi ini, komunikasi profesional yang dilakukan perawat mencerminkan…

a)

Integritas, tanggung jawab, dan kepatuhan pada kode etik

b)

Penggunaan istilah medis kompleks untuk menunjukkan profesionalitas

c)

Kepentingan perawat sebagai pihak dominan dalam perawatan

d)

Penundaan diskusi agar menghemat waktu

5.

Di ruang rawat inap, seorang pasien menekan bel panggil karena mengalami mual hebat setelah mengonsumsi obat. Perawat segera datang, menanyakan keluhan pasien, mengklarifikasi obat terakhir yang diminum, dan memberikan informasi bahwa dokter akan segera dihubungi untuk evaluasi. Berdasarkan situasi ini, komunikasi responsif berarti…

a)

Menanggapi keluhan pasien dengan cepat, tepat, dan relevan

b)

Menunda respons sambil menunggu jadwal kunjungan dokter

c)

Mengabaikan panggilan pasien untuk menyelesaikan pekerjaan lain

d)

Memberikan penjelasan singkat tanpa mendengarkan keluhan pasien

6.

Seorang pasien bertanya kepada perawat, “Apakah hasil tes saya sudah keluar?” Perawat menjawab dengan kata-kata yang tenang, “Iya, nanti dokter akan menjelaskan,” tetapi sambil menghela napas panjang dan mengalihkan pandangan ke arah lain. Ketidaksesuaian antara komunikasi verbal dan nonverbal pada situasi ini dapat…

a)

Membuat pasien lebih percaya pada perawat

b)

Menimbulkan kebingungan dan menurunkan kepercayaan pasien

c)

Menjelaskan pesan lebih efektif

d)

Mempercepat pemahaman pasien

7.

Di ruang gawat darurat, seorang perawat sedang menerima pasien baru yang mengalami trauma kepala. Dokter memberikan instruksi medis dengan cepat menggunakan istilah teknis. Pasien dan keluarganya terlihat kebingungan dan tidak memahami istilah yang digunakan. Di saat yang sama, ruang IGD sangat sibuk sehingga komunikasi antara tim medis menjadi terburu-buru. Berdasarkan situasi ini, tantangan komunikasi yang paling tepat adalah…

a)

Beban kerja rendah sehingga komunikasi berjalan lambat

b)

Waktu komunikasi yang terlalu banyak

c)

Perbedaan bahasa medis dan awam

d)

Pasien memiliki pemahaman penuh tentang prosedur

8.

Di ruang rawat inap, seorang perawat baru sedang melaporkan kondisi pasien pascaoperasi kepada dokter jaga. Laporan disampaikan secara acak dan tidak berurutan, sehingga dokter kesulitan memahami kondisi pasien terkini. Akibatnya, tindakan lanjutan menjadi tertunda. Kepala perawat kemudian mengingatkan staf untuk selalu menggunakan format komunikasi terstruktur agar laporan menjadi jelas, ringkas, dan sistematis.

Format komunikasi yang sebaiknya digunakan dalam situasi ini adalah…

a)

GROW

b)

SWOT

c)

PDSA

d)

SBAR

9.

Komponen dalam model SBAR adalah…

a)

Situation, Background, Action, Report

b)

Situation, Background, Assessment, Recommendation

c)

Status, Behavior, Analysis, Result

d)

Simple, Brief, Accurate, Reliable

10.

Di ruang ICU, seorang perawat junior melihat adanya perubahan tekanan darah pada pasien pascaoperasi. Sebelum melaporkan ke dokter, perawat senior mengingatkan agar ia memastikan kembali data vital, memverifikasi catatan medis, dan mengonfirmasi hasil pemeriksaan agar laporan lebih akurat. Dalam model PACE, langkah yang dilakukan perawat tersebut termasuk tahap…

a)

Probe

b)

Alert

c)

Challenge

d)

Emergency

11.

Dalam SOAP, huruf S mengacu pada…

a)

Evaluasi hasil tindakan

b)

Diagnosis akhir

c)

Rencana medis lanjutan

d)

Data subjektif dari pasien atau keluarga

12.

Di ruang operasi, tim medis bersiap melakukan pembedahan darurat pada pasien dengan trauma kepala berat. Sebelum tindakan dimulai, ketua tim mengumpulkan seluruh anggota tim dokter, perawat, dan teknisi untuk menjelaskan rencana tindakan, membagi peran, serta mengidentifikasi potensi risiko selama prosedur. Berdasarkan situasi ini, briefing dilakukan…

a)

Sebelum tindakan atau prosedur dimulai

b)

Setelah semua prosedur selesai

c)

Hanya jika terjadi komplikasi medis

d)

Saat prosedur sedang berjalan

13.

Dalam rapat koordinasi tim keperawatan, seorang perawat junior mengemukakan pendapat mengenai cara meningkatkan edukasi pasien. Kepala perawat mendengarkan dengan seksama, mengapresiasi idenya, dan mengajak tim untuk mempertimbangkan usulan tersebut tanpa memandang jabatan atau senioritas. Berdasarkan situasi ini, kesetaraan berarti…

a)

Mendahulukan pendapat atasan dalam setiap diskusi

b)

Memberikan keputusan sepihak oleh pimpinan tim

c)

Menghargai pendapat semua anggota tim tanpa memandang posisi

d)

Mengabaikan saran dari staf junior

14.

Tanggung jawab bersama menunjukkan bahwa…

a)

Keselamatan pasien adalah tanggung jawab kolektif

b)

Hanya perawat yang bertanggung jawab

c)

Dokter memegang tanggung jawab penuh

d)

Administrasi bertugas memutuskan

15.

Di ruang ICU, seorang dokter tampak lelah setelah menangani pasien kritis selama berjam-jam. Melihat kondisi tersebut, perawat menawarkan bantuan untuk memantau pasien sementara dokter beristirahat sebentar. Tindakan ini membuat suasana kerja menjadi lebih harmonis, dan koordinasi tim berjalan lebih lancar. Berdasarkan situasi ini, empati antarprofesi bermanfaat untuk…

a)

Meningkatkan kolaborasi dan kualitas pelayanan pasien

b)

Membatasi komunikasi agar lebih formal

c)

Memperkuat hierarki antarprofesi

d)

Mengurangi keterlibatan anggota tim lainnya

16.

Responsif antarprofesi berarti…

a)

Mengurangi komunikasi efektif

b)

Mengabaikan masukan

c)

Menunda klarifikasi

d)

Cepat dan tepat menanggapi kebutuhan tim

17.

Di ruang rawat inap, seorang pasien tiba-tiba tidak sadarkan diri dan tidak terdeteksi denyut nadinya. Perawat segera menekan tombol darurat dan mengumumkan "Code Blue" melalui sistem komunikasi internal rumah sakit. Dalam hitungan detik, tim resusitasi datang dengan peralatan lengkap untuk melakukan pertolongan darurat. Berdasarkan situasi ini, kata kunci Code Blue digunakan untuk…

a)

Menandai kebutuhan sterilisasi ruangan

b)

Mengindikasikan situasi gawat darurat

c)

Melaporkan pasien dengan alergi obat

d)

Mengumumkan adanya kebakaran di rumah sakit

18.

Closed-loop communication sangat penting dalam…

a)

Edukasi umum

b)

Diskusi non-klinis

c)

Proses administrasi

d)

Resusitasi jantung paru (RJP)

19.

Di sebuah rumah sakit, terjadi kesalahan komunikasi antara perawat dan dokter karena laporan pasien disampaikan tidak terstruktur. Menyadari masalah ini, manajemen mengadakan pelatihan komunikasi untuk semua staf dan mulai menerapkan standar komunikasi SBAR agar informasi lebih jelas dan konsisten. Berdasarkan situasi ini, hambatan komunikasi dapat diatasi dengan…

a)

Mengabaikan laporan yang tidak jelas

b)

Menggunakan istilah medis yang lebih kompleks

c)

Melakukan pelatihan komunikasi dan menerapkan standar yang tepat

d)

Mengandalkan pengalaman staf senior tanpa pembaruan keterampilan

20.

Di ruang ICU, seorang pasien pascaoperasi menunjukkan tanda-tanda penurunan saturasi oksigen. Perawat segera mengamati kondisi pasien, mencatat perubahan vital, dan menginformasikannya kepada dokter jaga. Selain itu, perawat juga memberi masukan mengenai intervensi yang mungkin diperlukan berdasarkan pengamatan klinisnya.

Berdasarkan situasi ini, peran perawat dalam komunikasi tim adalah…

a)

Menunggu instruksi tanpa memberikan laporan atau saran

b)

Menyampaikan informasi hanya jika diminta atasan

c)

Mengambil keputusan medis tanpa koordinasi

d)

Menjadi penghubung informasi antara pasien dan tim medis