NEW
Font size
WorksheetsBerfikir Komputasional XI BAB 2
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Teori komputasional merupakan cabang ilmu matematika dan komputer yang mempelajari tentang bagaimana masalah dapat ditentukan solusinya menggunakan model matematika dengan bantuan algoritma. Hal yang diperlukan dalam mempelajari teori
komputasi adalah....
keterampilan logika dan matematika
keterampilan berbicara dan matematika
keterampilan logika dan berbahasa
keterampilan berbicara dan berbahasa
keterampilan berpikir dan berpendapat
Elemen-elemen yang tidak termasuk dalam big data adalah...
data
information
complication
knowledge
decision
Komponen penting dalam big data untuk menghasilkan suatu informasi baru setelah dilakukan proses ke dalam komputer disebut....
data
information
complication
knowledge
decision
Karakteristik big data terlihat dari ukuran data yang besar (kompleks). Hal tersebut merupakan karakteristik big data dalam konteks ukuran ...
volume
velocity
variety
veracity
value
Salah satu karakteristik big data adalah veracity. Makna dari veracity adalah...
ukuran datanya besar (kompleks)
kecepatan pendistribusian data das proses aliran data
keragaman (variasi) data yang tersedia
keandalan sebuah data
nilai yang dimiliki oleh data
Permasalahan yang dapat diselesaika dengan komputasional modern untuk jenis data besar (kompleks) misalnya masal yang berkaitan dengan akurasi. Makna dari akurasi adalah....
proses komputasional dilakukan secara akurat dari penyimpanan data besar
proses komputasional harus dapat melakukan pengolahan data besar dalam waktu singkat
sejumlah data besar yang dilaku pengolahan secara bersamaan
data besar semuanya masuk dalam satu database
proses komputasional yang memerlukan ruang penyimpanan besar
Dekripsi: Proses mengubah informasi dari bentuk yang tidak dapat dibaca kembali ke bentuk aslinya.
Soal: Dalam berpikir komputasional, proses mengubah data yang sudah dienkripsi kembali ke bentuk aslinya disebut ....
Enkripsi
Dekripsi
Abstraksi
Dekomposisi
Dekripsi: Proses memecah masalah besar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
Soal: Andi ingin membuat sebuah program game sederhana. Sebelum memulai, dia memecah masalahnya menjadi beberapa bagian, seperti membuat karakter, mengatur pergerakan, dan menambahkan skor. Tahapan yang dilakukan Andi ini dikenal sebagai ....
Dekomposisi
Pengenalan pola
Abstraksi
Algoritma
Dekripsi: Tahapan berpikir komputasional yang fokus pada menemukan persamaan atau ciri-ciri umum dari beberapa masalah yang berbeda.
Soal: Saat mengerjakan beberapa soal matematika, Budi menyadari bahwa semua soal tersebut menggunakan rumus yang sama. Ia pun menerapkan rumus tersebut untuk menyelesaikan semua soal. Tindakan Budi ini mencerminkan tahap ....
Dekomposisi
Pengenalan pola
Abstraksi
Algoritma
Dekripsi: Tahapan berpikir komputasional di mana kita menyaring detail yang tidak relevan dan hanya fokus pada informasi penting untuk menyelesaikan masalah.
Soal: Seorang arsitek diminta untuk merancang denah rumah. Untuk membuat denah, ia tidak perlu memikirkan warna cat atau jenis ubin, melainkan hanya fokus pada ukuran ruangan, tata letak, dan struktur utama. Pendekatan arsitek ini merupakan contoh dari .... a. b. c. d.
Dekomposisi
Pengenalan pola
Abstraksi
Enkripsi
Dekripsi: Berpikir komputasional dapat diterapkan di berbagai bidang, termasuk di bidang yang tidak berhubungan langsung dengan komputer, seperti memasak atau merencanakan perjalanan.
Soal: Rina ingin memasak nasi goreng. Ia menuliskan langkah-langkah secara berurutan, mulai dari menyiapkan bahan, memotong sayuran, hingga menggoreng nasi. Rina sedang menerapkan salah satu pilar berpikir komputasional, yaitu ....
Abstraksi
Dekomposisi
Algoritma
Pengenalan pola
Dekripsi: Tahapan berpikir komputasional yang mengacu pada menyusun langkah-langkah logis dan sistematis untuk memecahkan suatu masalah.
Soal: Dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linear, Budi selalu memulai dengan mengisolasi salah satu variabel, lalu menyubstitusikannya ke persamaan lain. Ini adalah langkah-langkah yang konsisten. Tindakan Budi tersebut adalah contoh dari ....
Dekomposisi
Algoritma
Abstraksi
Dekripsi
Dekripsi: Menciptakan suatu representasi umum dari suatu masalah yang kompleks agar bisa dipahami dan diselesaikan.
Soal: Untuk membuat peta digital, seorang pembuat peta tidak perlu memasukkan setiap pohon atau tiang listrik di jalan. Cukup dengan menempatkan informasi penting seperti nama jalan, arah, dan bangunan utama. Pendekatan ini adalah contoh yang baik dari ....
Dekomposisi
Pengenalan pola
Algoritma
Abstraksi
Dekripsi: Soal ini menggabungkan dua konsep: dekomposisi (memecah masalah) dan abstraksi (menghilangkan detail yang tidak relevan).
Soal: Tim pengembang aplikasi membuat sebuah aplikasi pemesanan tiket bioskop. Pertama, mereka membagi proyek menjadi beberapa modul, seperti modul pendaftaran pengguna, modul pencarian film, dan modul pembayaran. Ketika merancang modul pembayaran, mereka hanya fokus pada alur transaksi dan integrasi dengan bank, tanpa perlu memikirkan desain antarmuka pengguna secara detail. Kedua tahapan berpikir komputasional yang diterapkan secara berurutan dalam skenario di atas adalah ....
Pengenalan pola dan abstraksi
Dekomposisi dan abstraksi
Algoritma dan dekomposisi
Abstraksi dan algoritma
Dekripsi: Soal ini menguji pemahaman siswa tentang bagaimana berbagai pilar berpikir komputasional saling berkaitan.
Soal: Seorang peneliti ingin memprediksi cuaca. Ia mengumpulkan data historis, lalu mengidentifikasi pola-pola pergerakan awan dan tekanan udara dari data tersebut (Pengenalan Pola). Setelah itu, ia menyusun model matematika yang menyederhanakan fenomena cuaca yang kompleks (Abstraksi). Terakhir, ia membuat serangkaian langkah untuk mengolah data dan menjalankan modelnya (Algoritma). Dari skenario di atas, pilar berpikir komputasional manakah yang tidak secara eksplisit digunakan?
Pengenalan pola
Algoritma
Dekomposisi
Abstraksi
Deklarasi: Sebuah aplikasi navigasi seperti Google Maps membantu pengguna dengan cara menyederhanakan peta yang kompleks. Aplikasi ini hanya menampilkan informasi penting seperti jalan utama, rute, dan lokasi tujuan, dan menyembunyikan detail yang tidak relevan seperti nama-nama bangunan kecil. Tindakan ini paling sesuai dengan pilar berpikir komputasional...
Pengenalan Pola
Dekomposisi
Abstraksi
Algoritma
Deklarasi: Sekelompok siswa diberi tugas untuk merencanakan acara pentas seni sekolah. Mereka membagi tugas menjadi beberapa bagian, seperti: 1) memilih tema acara, 2) mencari sponsor, 3) mengatur jadwal pertunjukan, dan 4) promosi. Pembagian tugas ini adalah contoh konkret dari...
Algoritma
Pengenalan Pola
Abstraksi
Dekomposisi
Deklarasi: Seorang programmer sedang memperbaiki bug pada sebuah game. Ia menyadari bahwa bug tersebut hanya muncul ketika pemain melakukan urutan tombol tertentu secara berulang. Untuk menyelesaikan masalah ini, ia perlu menerapkan pilar pengenalan pola dan dekomposisi. Mengapa kedua pilar ini diperlukan secara bersamaan?
Pengenalan pola digunakan untuk menemukan kode yang salah, sementara dekomposisi untuk menyederhanakan masalah.
Pengenalan pola digunakan untuk mengidentifikasi urutan tombol yang memicu bug, dan dekomposisi digunakan untuk memecah masalah bug menjadi bagian-bagian kode yang lebih kecil untuk diperiksa.
Dekomposisi digunakan untuk membuat algoritma baru, sedangkan pengenalan pola untuk menemukan data yang salah.
Keduanya tidak relevan untuk menyelesaikan bug dalam game.
Deklarasi: Dari keempat pilar berpikir komputasional, manakah yang paling erat kaitannya dengan proses menemukan kesamaan atau ciri-ciri yang berulang dalam suatu masalah untuk membuat solusi yang efisien?
Algoritma, karena menciptakan langkah-langkah yang jelas dan terstruktur.
Dekomposisi, karena memecah masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
Pengenalan Pola, karena memungkinkan kita untuk membuat generalisasi dari suatu masalah.
Abstraksi, karena fokus pada hal-hal yang penting saja.
Deklarasi: Mengapa pilar abstraksi dianggap sebagai kunci penting dalam menyelesaikan masalah yang sangat kompleks, seperti merancang sebuah platform media sosial?
Karena abstraksi membantu memecah masalah besar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
Karena abstraksi memungkinkan pengembang untuk membuat urutan langkah-langkah yang sangat detail.
Karena abstraksi memungkinkan pengembang untuk menyembunyikan detail yang tidak perlu dan fokus pada fitur-fitur utama dan esensial.
Karena abstraksi membantu pengembang menemukan pola-pola yang berulang dari setiap pengguna.
