NEW
Font size
S
M
L
XL
WorksheetsUAS Mikro SP
Total questions: 80
Worksheet time: 40mins
Name
Class
Date
1.
Alasan pengujian potensi antibiotik dilakukan secara mikrobiologi adalah :
a)
potensi antibiotik dapat dideteksi dengan FTIR
b)
potensi antibiotik tidak dapat dideteksi dengan FTIR
c)
pengujian potensi antibiotik melibatkan bakteri
d)
potensi antibiotik tidak terdeteksi secara kimia
e)
potensi antibiotik dapat dideteksi dengn PCR
2.
Metode pengujian antibiotik dengan menggunakan cawan Petri adalah
a)
Metode Lempeng
b)
Metode ALT
c)
Metode APM
d)
Metode Tabung
e)
Metode Resistensi
3.
Metode pengujian antibiotik yang dengan mengamati kekeruhan adalah
a)
Metode Lempeng
b)
Metode ALT
c)
Metode APM
d)
Metode Tabung
e)
Metode Resistensi
4.
Penetapan potensi Amfoterisin B menggunkan metode :
a)
Metode Lempeng
b)
Metode ALT
c)
Metode APM
d)
Metode Tabung
e)
Metode Resistensi
5.
Pengamatan penetapan potensi antibiotik dengan menggunakan cawan Petri adalah
a)
timbulnya kekeruhan
b)
zona bening
c)
koloni berwarna putih
d)
koloni berwarna kuning
e)
koloni berlendir
6.
Alasan semua peralatan yang digunakan pada penetapan potensi harus di sterilsasi adalah
a)
pekerjaan harus dilakukan secara aseptik
b)
Peralatan harus bebas mikroba
c)
Peralatan harus terkalibrasi
d)
Agar pengamatan lebih mudah
e)
agar mikroba dapat tumbuh
7.
Pelarut awal yang digunakan pada penetapan Polimiksin B adalah
a)
Dapar fosfat no. 3
b)
Dapar fosfat no. 16
c)
Asam hidroklorida
d)
Air
e)
Metanol
8.
Pelarut awal yang digunakan pada penetapan Tetrasiklin adalah
a)
Dapar fosfat no. 3
b)
Dapar fosfat no. 16
c)
Asam hidroklorida
d)
Air
e)
Metanol
9.
Mikroba yang digunakan pada penetapan potensi Tetrasiklin adalah
a)
Aspergillus niger
b)
Staphylococcus aureus
c)
Escherichia coli
d)
Basillus subtilis
e)
Saccharomyches cereviceae
10.
Mikroba yang digunakan pada penetapan potensi Polimiksin B adalah
a)
Aspergillus niger
b)
Staphylococcus aureus
c)
Escherichia coli
d)
Basillus subtilis
e)
Saccharomyches cereviceae
11.
Tujuan sediaan farmasi dipersyaratkan harus aman adalah
a)
agar tidak menyebabkan mdication borne infection
b)
agar dapat digunakan oleh semua kalangan
c)
agar mendapatkan izin edar
d)
untuk memudahkan pemantauan
e)
untuk mengurangi kegagalan produk
12.
Mikroorganisme kontaminan yang sering dijumpai dalam bahan baku alam
a)
Escherichia coli
b)
Mycobacterium tuberculosis
c)
Vibrio cholera
d)
Bacillus anthracis
e)
Lactobacillus plantarum
13.
Persyaratan mikrobiologi air untuk sediaan non-steril adalah
a)
Staphylococcus aureus >0,25 cfu
b)
Escherichia coli > 0,25 cfu
c)
bebas Salmonella
d)
Bebas pseudomonas
e)
sesuai dengan monografi pada FI
14.
Peryaratan mikrobiologi pada produk farmasi non-steril adalah
a)
Staphylococcus aureus >0,25 cfu
b)
Escherichia coli > 0,25 cfu
c)
Telah melewati pengujian sterilitas
d)
Bebas pseudomonas
e)
sesuai dengan monografi pada FI
15.
Peryaratan mikrobiologi pada produk farmasi steril adalah
a)
Staphylococcus aureus >0,25 cfu
b)
Escherichia coli > 0,25 cfu
c)
Telah melewati pengujian sterilitas
d)
Bebas pseudomonas
e)
sesuai dengan monografi pada FI
16.
Batas kontaminan mikroba pada bahan dan sediaan obat asal tanaman
a)
Staphylococcus aureus >0,25 cfu
b)
Escherichia coli > 0,25 cfu
c)
bebas Salmonella
d)
Bebas pseudomonas
e)
sesuai dengan monografi pada FI
17.
Mikroba yang tidak menimbulkan resiko/resiko sangat rendah terhadapa individu dan masyarakat, tidak menyebabkan penyakit terhadap manusia/ternak adalah :
a)
Aspergillus niger
b)
Staphylococcus aureus,
c)
Anthrax
d)
Ebola
e)
virus Lassa
18.
Contoh mikroba yang menimbulkan resiko tinggi terhadap iindividu, resiko rendah terhadap masyarakat, dapat menimbulkan sakit serius tetapi tidak menyebar, tersedia tindakan pencegahan dan pengobatan efektif.
a)
Aspergillus niger
b)
Staphylococcus aureus,
c)
Anthrax
d)
Ebola
e)
virus Lassa
19.
Contoh mikroba yang menimbulkan resiko tinggi terhadap individu, resiko rendah terhadap masyarakat, dapat menimbulkan sakit serius tetapi tidak menyebar, tersedia tindakan pencegahan dan pengobatan efektif.
a)
Aspergillus niger
b)
Staphylococcus aureus,
c)
Anthrax
d)
Ebola
e)
virus Lassa
20.
Perbedaan laboratorium untuk penanganan mikroba dan buka untuk menangani mikroba adalah
a)
terdapat BSC pada laboratorium untuk penanganan mikroba
b)
tidak terdapat BSC pada laboratorium untuk penanganan mikroba
c)
terdapat BSC pada laboratorium yang bukan untuk penanganan mikroba
d)
terdapat LAF pada laboratorium yang bukan untuk penanganan mikroba
e)
terdapat autoklaf pada laboratorium yang bukan untuk penanganan mikroba
21.
Persyaratan mikroba pada pengujian pendahuluan uji batas mikroba
a)
harus steril
b)
aerob
c)
usia 24 jam
d)
pH netral
e)
anaerob
22.
Larutan yang dapat digunakan untuk pembuatan suspensi mikroba pada uji efektivitas antimikroba adalah
a)
dapar no.3
b)
lesitin
c)
air suling
d)
Pepton
e)
dapar NaCl-Pepton
23.
Kesimpulan yang dapat diambil jika tidak terdapat pertumbuhan mikroba setelah dilakukan modifikasi prosedur pada uji batas mikroba adalah
a)
terjadi kegagalan kultivasi
b)
terjadi kegagalan identifikasi
c)
terjadi kegagalan isolasi
d)
sampel bersifat bakerisid
e)
sampel bersifat stabil
24.
Penyiapan sampel uji batas mikroba pada sediaan salap adalah
a)
diencerkan dengan dapar
b)
diencerkan dengan isopropil miristat steril
c)
dikocok kuat
d)
ditambahkan polisorbat
e)
disterilkan dengan oven
25.
Penyiapan sampel uji batas mikroba pada sediaan larut air adalah
a)
diencerkan dengan dapar
b)
diencerkan dengan isopropil miristat steril
c)
dikocok kuat
d)
ditambahkan polisorbat
e)
disterilkan dengan oven
26.
Tujuan pekerjaan uji batas mikroba dilakukan secara aseptik
a)
mencegah kontaminasi produk
b)
mencegah modifikasi prosedur
c)
mencegah kontaminasi silang
d)
mencegah dupliksi
e)
mencegah tidak tumbuh mikroba
27.
Identifikasi menggunakan media spesifik untuk Staphylococcus aureus
a)
Media MSA menghasilkan koloni hitam
b)
Mdia MSA menghasilkan koloni kuning
c)
Media McConkey berubah menjadi merah jingga
d)
Media McConkey menghasilkan koloni kuning
e)
Media Cetrimide Agar
28.
Identifikasi menggunakan media spesifik untuk Salmonella
a)
Media MSA menghasilkan koloni hitam
b)
Media MSA menghasilkan koloni kuning
c)
Media McConkey berubah menjadi merah jingga
d)
Media Xylose Lysine Deaoxycholate menghasilkan koloni merah
e)
Media Cetrimide Agar menghasilkan flourescensi
29.
Persyaratan pengujian pada sediaan tetes mata
a)
media harus fertil
b)
menggunakan autoklaf
c)
menggunakan oven
d)
media steril
e)
menggunakan media Mac Conkey
30.
Media yang digunakan untuk pengujian sterilitas berdasarkan FI
a)
Lactosa brroth
b)
Nutrient Agar
c)
Tioglikolat
d)
Manitol Salt Agar
e)
Cetrimide Agar
31.
Parsyaratan lama waktu inkubasi pada uji steriltas untuk bakteri
a)
Tidak lebih dari 3 hari
b)
Tidak lebih dari 5 hari
c)
4 hari
d)
5 hari
e)
7 hari
32.
Parsyaratan waktu inkubasi pada uji steriltas
a)
7 hari
b)
14 hari
c)
21 hari
d)
28 hari
e)
35 hari
33.
Persyaratan jumlah sampel yang digunkan pada uji sterilitas sediaan farmasi steril
a)
Jumlah bahan yang diuji sesuai dengan jumlah maksimum yang digunakan untuk tiap media
b)
Jumlah bahan yang diuji sesuai dengan jumlah minimum yang digunakan untuk tiap media
c)
Jumlah bahan yang diuji sesuai dengan media yang digunakan
d)
Jumlah bahan yang diuji dilebihkan 10 %
e)
Jumlah bahan yang diuji dilebihkan 5 %
34.
Prinsip pengujian sterilitas dengan metode penyaring membran adalah :
a)
Inkubasi pada suhu yang sesuai
b)
Inokulasi langsung kedalam media
c)
Inkubasi pada suhu ruang
d)
Inokulasi pada media padat
e)
Inokulasi pada media cair
35.
Jumlah koloni mikroba yang digunakan untuk pengujian sterilitas
a)
tidak lebih dari 100 koloni
b)
tidak lebih dari 200 koloni
c)
tidak lebih dari 300 koloni
d)
tidak lebih dari 400 koloni
e)
tidak lebih dari 500 koloni
36.
Jika hasil inkubasi pada pengujian sterilitas tidak dapat ditetapkan ada tidaknya pertumbuhan mikroba secara visual maka:
a)
dipindahkan 1 ml kedalam media segar dan diinkubasi kembali
b)
dierpanjang masa inkubasi
c)
dipindahkan 1 ml kedalam media baru dan diinkubasi kembali
d)
dipindahkan 1 ml kedalam media padat dan diinkubasi kembali
e)
diinkubasi kembali selama 4 hari
37.
Jika data pemantauan mikrobiologi terhadap fasilitas uji sterilitas menunjukan maka kesimpulan uji sterilitas ketidaksesuaian
a)
absah
b)
absah dengan peninjauan kembali
c)
tidak absah
d)
tidak absah dengan peninjauan kembali
e)
tidak ada pengaruhnya
38.
Sediaan steril disimpulkan memenuhi syarat uji sterlitas jika
a)
tidak terbukti terjadi pertumbuhan mikroba
b)
terbukti terjadi pertumbuhan mikroba
c)
terbukti terjadi pertumbuhan mikroba dengan jumlah 250 koloni
d)
terbukti terjadi pertumbuhan mikroba dengan jumlah koloni 50
e)
terbukti terjadi pertumbuhan mikroba secara visal
39.
Tujuan pengunaan pengawet pada sediaan obat dosis ganda :
a)
menghambat pertumbuhan mikroba
b)
untuk memenuhi persyaratan
c)
menambah estetika
d)
meningkatkan stabilitas
e)
menjaga kandungan obat
40.
Persyaratan suspensi mikroba pada pengujian antimikroba adalah
a)
bebas dari residu media pertumbuhan dari inokula.
b)
bebas dari mikroba lain
c)
menggunakan pelarut yang sesuai
d)
menggunakan dapar tertentu
e)
inokulasi pada suhu tertentu
41.
Media pengujian untuk efektivitas pengawet berdasarkan FI :
a)
SCBD dan SDA
b)
NA dan SDA
c)
MSA dan SDA
d)
SSA dan SDA
e)
SCBD dan NA
42.
Bakteri uji yang digunakan untuk efektivitas pengawet :
a)
Candida albicans dan Pseudomonas aeruginosa
b)
Aspergillus niger dan Pseudomonas aeruginosa
c)
Aspergillus niger dan Staphylococcus aureus
d)
Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus
e)
Aspergillus niger dan Escherichia coli
43.
Kriteria efektivitas pengawet untuk sediaan antasida adalah
a)
koloni bakteri tidak meningkat dari jumlah awal
b)
koloni bakteri tidak kurang dari 1.0 log reduksi
c)
koloni bakteri tidak kurang dari 2.0 log reduksi
d)
koloni bakteri tidak kurang dari 1.0 log reduksi pada hari ke-7
e)
koloni khamir meningkat dari jumlah hitungan awal
44.
Kriteria efektivitas pengawet untuk sediaan emulsi adalah
a)
koloni bakteri tidak meningkat dari jumlah awal
b)
koloni bakteri tidak kurang dari 1.0 log reduksi
c)
koloni bakteri tidak kurang dari 2.0 log reduksi
d)
koloni bakteri tidak kurang dari 1.0 log reduksi pada hari ke-7
e)
koloni khamir meningkat dari jumlah hitungan awal
45.
Kriteria efektivitas pengawet untuk sediaan injeksi adalah
a)
koloni bakteri tidak meningkat dari jumlah awal
b)
koloni bakteri tidak kurang dari 1.0 log reduksi
c)
koloni bakteri tidak kurang dari 2.0 log reduksi
d)
koloni bakteri tidak kurang dari 1.0 log reduksi pada hari ke-14
e)
koloni khamir meningkat dari jumlah hitungan awal
46.
Kriteria efektivitas pengawet untuk sediaan oral selain antasida adalah
a)
koloni bakteri tidak meningkat dari jumlah awal
b)
koloni bakteri tidak kurang dari 1.0 log reduksi
c)
koloni bakteri tidak kurang dari 2.0 log reduksi
d)
koloni bakteri tidak kurang dari 1.0 log reduksi pada hari ke-14
e)
koloni khamir meningkat dari jumlah hitungan awal
47.
Persyaratan suhu bakteri uji yang digunakan untuk efektivitas antimikroba :
a)
22,5o ± 2,5o C
b)
32,5o ± 2,5o C
c)
42,5o ± 2,5o C
d)
15,5o ± 2,5o C
e)
32,5o ± 2o C
48.
Metode penyaringan membran dengan penyaring selulosa nitrat di gunakan untuk
a)
larutan yang mengandung air, minyak dan alkohol berkadar rendah
b)
larutan yang mengandung air
c)
larutan yang mengandung air dan minyak
d)
larutan yang mengandung air dan alkohol berkadar rendah
e)
larutan yang mengandung air dan alkohol berkadar tinggi
49.
Media yang dapat digunakan pada uji sterilitas sediaan adalah :
a)
media yang digunakan jika dari hasil pengujian tidak terdapat pertumbuhan mikroba
b)
media yang digunakan jika sudah disterilisasi
c)
media yang digunakan jika dari hasil pengujian terlihat pertumbuhan mikroba dengan jelas.
d)
media yang digunakan jika sudah sterilisasi
e)
media dapat digunakan jika terbentuk koloni yang berwarna putih
50.
Fungsi tabung durham pada metode APM adalah
a)
Menampung gas yang terbentuk setelah inkubasi hasil fermentasi dari mikroba
b)
Tempat inkubasi Coliform
c)
Untuk memisahkan bakteri aerob dan anaerob
d)
Untuk mempermudah pengamatan
e)
Untuk mempercepat waktu inkubasi
51.
Virus bersifat parasit obligat, hal tersebut disebabkan karena dia mengambil protein dari inangnya dan tidak bisa memproduksi protein sendiri untuk pembentukan kapsidnya. Kenapa virus memerlukan protein dari sel inang?
a)
Virus dapat bereplikasi di jaringan mahkluk hidup dan media pertumbuhan
b)
Virus adalah kehidupan transisi antara benda mati dan hidup
c)
Virus berukuran amat kecil, jauh lebih kecil dari bakteri
d)
Virus hanya tersusun oleh satu asam nuklead RNA atau DNA
e)
Virus bereplikasi dengan cara membelah diri
52.
Secara umum, virus terdiri dari beberapa struktur, di antaranya berupa derivat dan modifikasi dari membran sel inang, terdiri dari lapisan lipid 2 lapis. Manakah struktur yang digambarkan tersebut?
a)
Envelope
b)
Genom
c)
Capsid
d)
Dinding sel
e)
Sitoplasma
53.
Kemampuan reproduksi virus tergantung dari keberhasilan virus melewati tahapan-tahapan reproduksi dengan urutan sbb:
a)
Attachment - Uncoating - Translasi awal - Replikasi - Translasi akhir - Penetration - Assembly
b)
Attachment - Penetration - Uncoating - Replikasi - Translasi awal - Translasi akhir - Assembly
c)
Attachment - Uncoating - Penetration - Translasi awal - Replikasi - Translasi akhir - Assembly
d)
Attachment - Penetration - Uncoating - Translasi awal - Replikasi - Assembly - Translasi akhir
e)
Attachment - Penetration - Uncoating - Translasi awal - Replikasi - Translasi akhir - Assembly
54.
Cara reproduksi virus dikenal sebagai proliferasi yang terdiri dari: Daur litik (litic cycle) dan Daur lisogenik (lisogenic cycle). Pernyataan manakah di bawah ini yang menggambarkan terjadinya daur lisolitik?
a)
diawali dengan fase adsorbsi (fase penempelan) yang ditandai dengan melekatnya ekor virus pada sel host
b)
Di dalam sel host disintesis virus dan protein yang dijadikan sebagai kapsid virus
c)
Virus memasukkan asam inti (DNA) ke dalam sel host menyebabkan sel lisis
d)
Virus menghancurkan dinding sel host dengan enzim lisoenzim menyebabkan sel lisis
e)
DNA virus memutus DNA sel host, kemudian DNA virus menyisip di antara benang DNA sel host
55.
Pada dasarnya virus dibedakan atas dua golongan, yaitu virus DNA dan virus RNA. Manakah virus berikut yang termasuk RNA virus?
a)
Coronavirus
b)
Herpesvirus
c)
Orthopoxvirus
d)
Iridovirus
e)
Parvovirus
56.
Tahapan terjadinya virus menembus membran sel, kemudian terjadi pelepasan kapsid (uncoating) untuk mempersiapkan tahap berikutnya, yaitu:
a)
Assembly
b)
Penetration
c)
Attachment
d)
Replikasi
e)
Translasi
57.
Pada saat ini virus berusaha memperbanyak asam nukleat atau genomnya untuk membentuk virus turunan yang baru. Tahapan ini disebut dengan tahapan apa?
a)
Attachment
b)
Replikasi
c)
Assembly
d)
Penetration
e)
Translasi
58.
Virus dapat menginfeksi manusia melalui route (Port d’entree) yang berbeda-beda. SARsCoV-2 merupakan virus penyebab Covid19 memasuki tubuh manusia melalui......
a)
Saluran respirasi dari droplet
b)
Gastro-intestinal melalui makanan tercemar
c)
Suntikan pada pemberian infus
d)
Pembuluh darah saat transfusi
e)
Sentuhan kulit pada alat terkontaminasi
59.
Untuk menggambarkan interaksi antara virus dan host, dikenal istilah patogenesis. Manakah dari pernyataan berikut ini yang paling tepat?
a)
Kemampuan virus untuk masuk ke dalam sel host
b)
Kemampuan virus menyebabkan kerusakan pada sel/jaringan host
c)
Kemampuan virus untuk bereplikasi dalam tubuh host
d)
Kemampuan virus untuk menghindari penghancuran oleh sistem imun host
e)
Kemampuan virus untuk menyisip ke dalam genom sel host
60.
Ketika virus memasuki tubuh, maka dalam tubuh host terjadi respon spesifik dan non-spesifik. Manakah dari berikut ini yang merupakan respon imun spesifik?
a)
Fagositosis
b)
Interferon
c)
Inflamasi
d)
Complemen
e)
Antibodi
61.
Untuk pencegahan replikasi virus, umum menggunakan protein sejenis sitokin yang dihasilkan oleh sel-sel imun dan sel host yang akan menginduksi sel-sel di sekitarnya sehingga resisten terhadap infeksi virus. Protein yang dimaksud adalah......
a)
Antibodi
b)
Sel memori
c)
Interleukin
d)
Interferon
e)
Sitoplasma
62.
Suatu senyawa antivirus bekerja dengan cara mencegah proses uncoating virus. Sebutkan obat antivirus yang memiliki mekanisme kerja seperti itu!
a)
Amantadine
b)
Nevirapine
c)
Ribavirine
d)
Didanosine
e)
Acyclovir
63.
Interferon merupakan senyawa antivirus dengan mekanisme kerja sbb:
a)
Mencegah replikasi virus
b)
Mencegah uncoating virus
c)
Mencegah proses asembly virus
d)
Mencegah release virion
e)
Mencegah terbentuknya envelope virus
64.
Pernyataan yang paling tepat tentang vaksin adalah:
a)
Merupakan imunisasi pasif
b)
Menginduksi terbentuknya antibodi
c)
Menimbulkan respon imun nonspesifik
d)
Harus dibuat dari virus utuh
e)
Menghambat replikasi virus
65.
Untuk memproduksi vaksin, diperlukan pengembangbiakan virus sebagai sumber bahan baku. Virus dapat dikembangbiakkan dengan menggunakan media biakan berupa:
a)
Kaldu pepton
b)
Nutrien agar
c)
Telur ayam berembrio
d)
Mc Conkey
e)
Agar darah
66.
Virus berukuran amat kecil, jauh lebih kecil dari bakteri, yakni berkisar antara 20 mµ – 300 mµ. Untuk mengamatinya diperlukan mikroskop elektron. Berapa kali pembesaran yang dibutuhkan untuk dapat melihat virus?
a)
1.000 kali
b)
5.000 kali
c)
10.000 kali
d)
50.000 kali
e)
100.000 kali
67.
Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis, mengambil protein dari inangnya dan tidak bisa memproduksi protein sendiri untuk pembentukan kapsidnya. Sifat virus yang demikian itu menunjukkan bahwa virus bersifat:
a)
Parasit oportunis
b)
Parasit fakultatif
c)
Parasit obligat
d)
Parasit symbiosis
e)
Parasit mutualisme
68.
Pada tahun 1798, ditemukan bahwa beberapa pemerah susu memiliki kekebalan terhadap virus pox. Hal tersebut diduga karena Virus Pox yang terdapat pada sapi, melindungi manusia dari Pox. Penemuan tersebut dipahami kemudian sebagai pelopor penggunaan vaksin. Siapakah peneliti tersebut yang dikenal sebagai penemu vaksin?
a)
Dimitry Iwanovsky
b)
Adolf Mayer
c)
Edward Jenner
d)
Martinus Beijerinck
e)
Alfred Hershey
69.
Virus mengambil protein dari inangnya dan tidak bisa memproduksi protein sendiri untuk pembentukan kapsidnya. Kenapa virus memerlukan protein dari sel inang?
a)
Virus dapat bereplikasi di jaringan mahkluk hidup dan media pertumbuhan
b)
Virus hanya tersusun oleh satu asam nuklead RNA atau DNA
c)
Virus adalah kehidupan transisi antara benda mati dan hidup
d)
Virus berukuran amat kecil, jauh lebih kecil dari bakteri
e)
Virus bereplikasi dengan cara membelah diri
70.
Cara reproduksi virus dikenal sebagai proliferasi yang terdiri dari: Daur litik (litic cycle) dan Daur lisogenik (lisogenic cycle). Pernyataan manakah di bawah ini yang menggambarkan terjadinya daur lisogenik?
a)
diawali dengan fase adsorbsi (fase penempelan), virus menghancurkan dinding sel inang untuk membentuk kapsid
b)
Virus memasukkan asam inti (DNA) ke dalam sel host, terjadi replikasi menyebabkan sel lisis
c)
Di dalam sel host, virus mengalami perbanyakan membentuk virion-virion baru dan keluar sel secara eksositosis
d)
Virus menghancurkan dinding sel host dengan enzim lisoenzim menyebabkan sel lisis
e)
DNA virus memutus DNA sel host, kemudian DNA virus menyisip di antara benang DNA sel host
71.
Virus kapsid yang merupakan yang berfungsi melindungi asam nukleat dari lingkungan ekstrasel dan sebagai alat perlekatan virion pada membran sel inang. Apakah komponen terbesar yang terkandung pada kapsid?
a)
Lipid
b)
Karbohidrat
c)
Protein
d)
Asam nukleat
e)
Glikoprotein
72.
Untuk menggambarkan interaksi antara virus dan host, dikenal istilah patogenesis. Manakah dari pernyataan berikut ini yang paling tepat?
a)
Kemampuan virus untuk bereplikasi dalam tubuh host
b)
Kemampuan virus untuk masuk ke dalam sel host
c)
Kemampuan virus untuk menyisip ke dalam genom sel host
d)
Kemampuan virus untuk menghindari penghancuran oleh sistem imun host
e)
23
73.
Retrovirus umumnya dibebaskan dari sel dengan tunas bukan oleh lisis sel. Sebagai akibat dari mekanisme ini adalah:
a)
Kerusakan jaringan
b)
Kematian sel
c)
Replikasi virus sangat cepat
d)
Infeksi persisten
e)
Terbentuk virus tanpa envelope
74.
Seorang anak berumur 12 tahun mengalami demam sejak 3 hari yang lalu dan merasa nyeri pada tenggorokan pada saat menelan. Dokter yang memeriksa mengatakan bahwa pasien mengalami infeksi bakteri. Manakah respon tubuh yang bersifat non spesifik pada kasus ini?
a)
Aktivasi sel B
b)
Sel T helper menghasilkan sitokin
c)
Inflamasi
d)
Sel B memori
e)
Terbentuk Antibodi
75.
Saat wabah Covid19 sedang merebak, seringkali dokter melakukan terapi plasma convelescen kepada pasien yang kondisinya cukup parah. Apa tujuan dari terapi ini?
a)
Memberikan antibodi
b)
Meningkatkan imun tubuh
c)
Membunuh virus penyebab
d)
Mengaktifkan sistem imun
e)
Menganalisis hasil terapi
76.
Untuk pencegahan replikasi virus, umum menggunakan protein sejenis sitokin yang dihasilkan oleh sel-sel imun dan sel host yang akan menginduksi sel-sel di sekitarnya sehingga resisten terhadap infeksi virus.Apakah protein yang dimaksud tersebut?
a)
Sitoplasma
b)
Interferon
c)
Interleukin
d)
Sel memori
e)
Antibodi
77.
Seorang pria berusia 30 tahun merasakan suhu tubuhnya meningkat, dan mengalami infeksi berulang. Pasien sebelumnya sudah didiagnosis terinfeksi virus HIV. Oleh dokter, pasien diberikan terapi interferon. Apa tujuan pemberian interferon?
a)
Mencegah release virion
b)
Mencegah terbentuknya envelope virus
c)
Mencegah proses asembly virus
d)
Mencegah uncoating virus
e)
Mencegah replikasi virus
78.
Untuk memproduksi vaksin, diperlukan pengembangbiakan virus sebagai sumber bahan baku. Media biakan mana yang cocok untuk membiakkan virus?
a)
Kaldu pepton
b)
Telur ayam berembrio
c)
Mc Conkey
d)
Nutrien agar
e)
Agar darah
79.
Seorang anak berumur 12 tahun secara tidak sengaja tertusuk paku yang berkarat, dan segera dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Dokter lalu memutuskan untuk memberikan anti tetanus serum untuk mencegah terjadinya tetanus. Apakah yang diharapkan terjadi pada kasus ini?
a)
Imunisasi aktif alamiah
b)
Imunisasi pasif alamiah
c)
Imunisasi aktif buatan
d)
Imunisasi aktif dan pasif
e)
Imunisasi pasif buatan
80.
Untuk mencegah penularan penyakit pada populasi rentan, misalnya anak-anak, maka pemerintah melaksanakan program wajib vaksinasi bagi Balita. Vaksin apakah yang digunakan untuk mencegah TBC?
a)
DPT
b)
MMR
c)
BCG
d)
Polio
e)
HIB
Reset
