WorksheetsPertemuan-2
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Gempa bumi secara umum didefinisikan sebagai
Pergerakan angin kencang yang menimbulkan getaran tanah
Bergetarnya permukaan tanah karena pelepasan energi secara tiba-tiba akibat pecah/slip batuan
Getaran tanah akibat aktivitas manusia seperti ledakan tambang
Perubahan bentuk permukaan bumi akibat erosi
Energi yang mendorong pergerakan lempeng tektonik hingga menimbulkan gempa disebut
Shear strength
Driving force
Elastic rebound
Strike slip
Gempa yang terjadi akibat runtuhnya gua atau bekas tambang bawah tanah termasuk ke dalam jenis
Gempa tektonik
Gempa vulkanik
Gempa runtuhan
Gempa ledakan
Elastic Rebound Theory menjelaskan bahwa gempa bumi terjadi karena
Pergerakan magma di gunung berapi
Lempeng samudra masuk ke bawah lempeng benua
Akumulasi tegangan di batuan yang tiba-tiba dilepaskan
Runtuhnya rongga bawah tanah
Pada tahap kejadian gempa, fase di mana energi tersimpan lama karena patahan terkunci disebut
Fase akumulasi energi (step-1)
Fase retakan kecil (step-2)
Fase ambang keruntuhan (step-3)
Fase pelepasan energi (step-4)
Aftershock atau gempa susulan biasanya terjadi pada tahapan
Step-1
Step-2
Step-4
Step-5
Gempa subduksi umumnya berpotensi menimbulkan tsunami karena
Terjadi di daratan dengan patahan geser
Terjadi di zona kerak bumi yang dalam
Terjadi di dasar laut akibat pergeseran vertikal lempeng
Disebabkan oleh aktivitas ledakan manusia
Pada klasifikasi patahan, jika pergeseran batuan terjadi mendatar sejajar bidang patahan karena gaya geser, maka jenis patahan yang terbentuk adalah
Dip Slip Fault
Strike Slip Fault
Thrust Fault
Oblique Slip Fault
Reverse Fault merupakan salah satu jenis Dip Slip Fault yang terbentu akibat
Gaya tarikan (tensile stress) sehingga satu blok turun
Gaya kompresi (compressive stress) sehingga satu blok naik
Kombinasi gaya geser dan tarik
Gaya gravitasi yang menarik batuan ke bawah
Gempa dengan mekanisme Elastic Rebound dan Gempa Subduksi memiliki perbedaan utama, yaitu
Elastic Rebound terjadi di daratan, sedangkan Subduksi terjadi di zona pertemuan lempeng samudra-benua
Elastic Rebound menimbulkan tsunami, sedangkan Subdaksi tidak
Elastic Rebound disebabkan aktivitas magma, sedangkan Subduksi karena ledakan
Elastic Rebound hanya menghasilkan gempa kecil, sedangkan Subduksi selalu menghasilkan gempa besar
