wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Quiz Kasus Kebidanan

Total questions: 50

Worksheet time: 50mins

Name
Class
Date
1.

Seorang perempuan, umur 26 tahun, P1A0, 6 Jam postpartum di Puskesmas, dengan keluhan lemas. Hasil anamnesis: mata berkunang-kunang. Hasil pemeriksaan: conjungtiva pucat, TD 90/60 mmHg, N 120 x/menit, S 37°C, P 24 x/menit, TFU setinggi pusat, kontraksi lembek dan Perdarahan 400 cc. Apakah masalah yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Perdarahan

b)

Tekanan darah

c)

Kontraksi lembek

d)

Konjungtiva pucat

e)

TFU Setinggi Pusat

2.

Seorang bidan melakukan kunjungan rumah pada seorang perempuan P5AO hari ke 5 dengan keluhan ASI keluar sedikit. Hasil anamnesis: payudara nyeri. Hasil pemeriksaan: TD 110/80 mmHg, N 88 x/menit, S 37,9°C, P 20 x/menit, payudara bengkak, puting susu masuk kedalam, Lokia sanguinolenta, TFU 3 Jari dibawah pusat. Apakah masalah yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

ASI Keluar sedikit

b)

Lokia sanguinolenta

c)

Puting masuk ke dalam

d)

TFU 3 Jari dibawah pusat

e)

Payudara bengkak dan nyeri

3.

Seorang perempuan, umur 45 tahun, P5AO, nifas 2 hari datang ke puskesmas diantar keluarganya dengan keluhan perdarahan. Hasil anamnesis: pusing dan mata berkunang. kunang, riwayat manual plasenta. Hasil pemeriksaan: TD 90/70 mmHg, N 90 x/menit, S 36,5°C, P 24 x/menit, konjungtiva pucat, TFU setinggi pusat, Hb 7 g/dL. Apakah diagnosis yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Atonia Uteri

b)

Endometriosis

c)

Retensio plasenta

d)

Robekan jalan lahir

e)

Retensio sisa plasenta

4.

Seorang perempuan, umur 26 tahun, baru saja melahirkan di PMB dengan ibu merasa lemas. Hasil anamnesis: pusing dan mata berkunang-kunang. Hasil pemeriksaan: muka pucat, TD 90/60 mmHg, N 120x/menit, S 37°C, P 30x/menit, TFU setinggi pusat, kontraksi lembek, perdarahan 500 cc. Bidan telah melakukan kompresi bimanual eksternal. Apakah rencana tindakan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Rujuk

b)

Masase uterus

c)

Suntik oksitosin

d)

Kondom katater

e)

Kompresi bimanual internal

5.

Seorang perempuan, umur 26 tahun, P1AO, nifas 8 hari datang ke PMB dengan keluhan demam sejak 2 hari yang lalu. Hasil anamnesis: nyeri pada lipat paha kiri dan tegang. Hasil pemeriksaan: TD 100/80 mmHg, N 110 x/menit, S 38°C, P 28 x/menit, tanda homman (+), paha nampak kemerahan. Apakah penatalaksanaan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Rujuk

b)

Analgetika

c)

Antibiotika

d)

Balut kaki elastis

e)

Kompres hangat

6.

Seorang perempuan, umur 26 tahun, P1A0, telah melahirkan 1 jam yang lalu di PMB. Hasil anamnesis: ibu masih merasa lelah. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 120/80 mmHg, N 80x/menit, S 36°C, P 22x/menit, TFU 2 jari di bawah pusat, kontraksi keras dan kandung kemih kosong. Apakah penatalaksanaan yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Analgetik

b)

Antibiotik

c)

Vitamin A

d)

Roborantia

e)

Konseling KB

7.

Seorang perempuan, umur 35 tahun, P3AO, melahirkan 2 jam yang lalu di PMB dengan keluhan takut bergerak. Hasil anamnesis: ASI Keluar sedikit. Hasil pemeriksaan: TD 120/70 mmHg, N 84x/menit, S 36,5°C P 24x/menit, TFU 2 Jari bawah pusat, kontraksi keras, perdarahan 50 cc. Apakah konseling yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

ASI Ekslusif

b)

Ambulasi dini

c)

Cairan dan nutrisi

d)

Tanda bahaya nifas

e)

Perawatan payudara

8.

Seorang bidan melakukan kunjungan nifas 7 hari di rumah pasien. Hasil anamnesis:, payudara nyeri. Hasil pemeriksaan: KU lemah, TD 110/80 mmHg, N 120 x/menit, S 39°C, P 28 x/menit, payudara kemerahan, tegang dan keras pada payudara sebelah kanan, TFU pertengahan pusat simpisis, kontraksi keras, kandung kemih kosong, lokia sanguelenta.. Apakah diagnosis yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Sepsis

b)

Mastitis

c)

Bendungan ASI

d)

Abses payudara

e)

Payudara bengkak

9.

Seorang Bidan melakukan FGD pada kelompok Wanita Usia Subur (WUS) di desa dan didapatkan hasil bahwa banyak wanita yang mengeluh wajahnya berjerawat. Hasil anamnesis: ibu-ibu mengatakan telah menggunakan alat kontrasepsi suntik dengan jangka waktu lebih dari 3 tahun. Apakah penatalaksanaan yang tepat dilakukan pada kasus tersebut?

a)

Melakukan koordinasi dengan kader

b)

Konseling penggantian jenis kontrasepsi

c)

Meminta ibu berhenti memakai alat kontrasepsi

d)

Menginformasikan kunjungan ulang penyuntikan

e)

Pendidikan kesehatan tentang efek samping kontrasepsi

10.

Seorang bayi perempuan, lahir secara spontan di PMB 1 jam yang lalu. Hasil penilaian awal: bayi lahir menangis kuat, kulit kemerahan, pergerakan aktif. Hasil pemeriksaan: KU baik, BB 3550 gram, PB 48 cm, FJ 140 x/menit, S 36,5°C, P 40 x/menit, terdapat pembengkakan pada kepala, teraba lunak, batas tidak jelas, melewati sutura, dan berisi cairan limfe. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada kasus tersebut?

a)

Hydrocephalus

b)

Cephalo hematoma

c)

Caput succedaneum

d)

Tekanan intracranial

e)

Perdarahan subaponeurotic

11.

Apakah rencana asuhan yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Memberikan vit A

b)

Memberikan imunisasi Hb0

c)

Menganjurkan ibu untuk menjemur bayi

d)

Melakukan ke rumah sakit untuk fototerapi

e)

Menganjurkan ibu untuk memberikan ASI sesering mungkin

12.

Seorang perempuan, umur 20 tahun, P1A0, telah melahirkan
bayi laki-laki di PMB. Hasil penilaian selintas: tidak menangis, megap-megap, tonus otot lemah, warna kulit kebiruan. Bidan melakukan langkah awal dan ventilasi tekanan positif selama 2 menit, bayi belum bernapas spontan. Apakah asuhan yang paling tepat diberikan pada bayi tersebut?

a)

Isap lendir

b)

Atur posisi bayi

c)

Rujuk segera ke RS

d)

Menghangatkan tubuh bayi

e)

Lakukan asuhan bayi baru lahir

13.

Seorang bayi perempuan, lahir 4 jam yang lalu, diantar bidan ke RS dengan indikasi hipotermi. Hasil pemeriksaan: Kesadaran somnolen, FJ 100x/menit, P 25 x/menit, bibir bayi berwarna kebiruan, dan tidak mau menyusu, ekstremitas teraba dingin. Apakah data tambahan yang diperlukan pada kasus tersebut?

a)

Suhu bayi

b)

Tonus otot

c)

Berat badan

d)

Tangisan bayi

e)

Kemampuan menghisap

14.

Seorang bayi perempuan, umur 9 bulan, dibawa ibunya ke Puskesmas untuk dilakukan imunisasi. Hasil anamnesis: bayi dalam keadaan sehat, sudah bisa merambat, mengucap ma- ma, riwayat imunisasi sudah mendapat imunisasi HBO, BCG, Polio 14, Pentavalen 1-3, IPV. Hasil pemeriksaan: KU baik, S 37°C, P 30 x/menit, FJ 120 x/menit, BB 7,9 kg, PB 71 cm. Apakah imunisasi yang paling tepat untuk diberikan pada bayi tersebut?

a)

BCG

b)

Polio 4

c)

Hepatitis B

d)

Pentavalent

e)

Campak-Rubella

15.

Seorang anak perempuan, umur 1,5 tahun, dibawa ibunya ke RS dengan keluhan demam sejak 1 hari yang lalu. Hasil anamnesis: rewel, tidak ada batuk pilek, menyusu kuat. Hasil pemeriksaan: KU baik, S 38,8°C, P 30 x/menit, FJ 120 x/menit,BB 12 kg. Apakah rencana asuhan yang paling tepat diberikan pada kasus tersebut?

a)

Antibiotik

b)

Vitamin A

c)

Antipiretik

d)

Salep mata

e)

Anti emetik

16.

Seorang perempuan, umur 25 tahun, P1A0, nifas 10 hari. Hasil
anamnesis: demam sejak 3 hari yang lalu. Hasil pemeriksaan :
KU baik, TD 110/70 mmHg, N 82x/menit, S 38,8°C, P 20x/menit, payudara keras dan bengkak, kemerahan, putting susu tidak menonjol, produksi ASI (+), TFU tidak teraba, lokia sanguilenta, bayi tidak mau menyusu.
Apakah tindakan awal yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Pijat oksitosin

b)

Kompres air hangat

c)

Koreksi posisi menyusui

d)

Peras ASI menggunakan alat bantu

e)

Sangga payudara dengan BH yang nyaman

17.

Seorang perempuan, umur 32 tahun, datang ke PMB bersama suaminya dengan keluhan mual pada pagi hari. Hasil anamnesis: tidak haid kurang lebih 3 bulan, telah memiliki seorang anak berumur 1 tahun, menggunakan KB pil tapi tidak rutin karena lupa. Hasil pemeriksaan: TD 110/80 mmHg N 80 x/menit, S 36,8°C, P 22 x/menit, tepi atas simpisis teraba tegang, HCG urine (+), dan Hb 10,5 g/dL. Apakah peran suami yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Memberi ketenangan

b)

Memantau kesehatan istrinya

c)

Mengantarkan periksa kehamilan

d)

Menjaga kestabilan emosinya sendiri

e)

Membantu sebagian pekerjaan di rumah

18.

Seorang perempuan, umur 22 tahun, G1POAO, hamil 36 minggu sedang dalam persalinan di PMB. Hasil anamnesis: ibu ingin meneran. Hasil pemeriksaan: TD 120/70 mmHg, N 85x/menit, S 37°C, P 24x/menit, kepala tampak 5-6 cm di depan vulva. Apakah tahapan persalinan dalam kasus tersebut?

a)

Kala II

b)

Kala III

c)

Kala IV

d)

Kala I fase aktif

e)

Kala I fase laten

19.

Seorang perempuan, umur 37 tahun, P3AO, nifas 6 jam di klinik rawat inap. Hasil pemeriksaan: TD 140/90 mmHg, N 89 x/menit, S 36,5°C, P 24 x/menit, bengkak pada kaki kanan dan kiri. Bidan sudah memberikan MgSO4 dosis awal saat persalinan kala I atas indikasi preeklampsia dan dilanjutkan dosis pemeliharaan. Apakah tindakan selanjutnya yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Berikan nifedipin

b)

Teruskan hidralazin

c)

Hentikan dosis pemeliharaan

d)

Tambahkan diazepam 1 hari persalinan

e)

Lanjutkan terapi MgSO4 sampai 24 jam postpartum

20.

Seorang perempuan, umur 25 tahun, P1AO, datang ke Puskesmas dengan keluhan ingin menjadi akseptor KB. Hasil anamnesis: haid hari kedua dan ingin tetap menyusui anaknya yang masih berumur 3 bulan, tidak ada riwayat penyakit. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 78 x/menit, S 36,7°C, P 23 x/menit. Apakah kontrasepsi yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

MAL

b)

Kondom

c)

Pil kombinasi

d)

Suntik kombinasi

e)

Kontrasepsi progestin

21.

Seorang perempuan, umur 48 tahun, datang ke Puskesmas dengan keluhan mengalami menstruasi yang sangat banyak. Hasil anamnesis: 6 kali ganti pembalut perhari, lama menstruasi lebih dari 10 hari, terjadi perubahan siklus sejak 3 bulan yang lalu. Hasil Pemeriksaan: TD 100/60 mmHg, N 74 x/menit, S 36,5°C, P 22 x/menit, Hb 11 g/dL. Apakah diagnosis yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Metroragia

b)

Polimenorea

c)

oligomenorea

d)

Hipermenorea

e)

Kriptomenorea

22.

Seorang perempuan, umur 47 tahun, datang ke Posyandu lansia dengan keluhan nyeri kepala sejak 1 minggu yang lalu. Hasil anamnesis: perubahan emosi, kelelahan dan merasa payudara tegang namun menghilang pada saat menstruasi, Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 120/70 mmHg, N 80 x/menit,s 37°C, P 24 x/menit. Apakah diagnosis yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Endometriosis

b)

Amenore primer

c)

Dismenorea primer

d)

Pre menstruasi syndrom

e)

Amenore hipogonadotropin

23.

Seorang perempuan, umur 58 tahun, datang ke posyandu lansia dengan keluhan sudah tidak menstruasi sejak 1 tahun. Hasil anamnesis: menstruasi pertama umur 10 tahun, tidak mempunyai penyakit keturunan, serta selalu berperilaku hidup bersih dan sehat. Hasil pemeriksaan: TD 130/80 mmHg, N 86x/menit, S 37°C, P 23 x/menit. Apakah penyebab keluhan yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Menopause

b)

Amenore primer

c)

Terdapat masalah hormonal

d)

Kemoterapi dan terapi radiasi kanker

e)

Efek dari penggunaan alat KB tertentu

24.

Seorang perempuan, umur 58 tahun, datang ke Posyandu lansia dengan keluhan berhenti menstruasi sejak 3 tahun yang lalu. Hasil anamnesis: berkeringat pada malam hari, perasaan panas, sulit tidur, kadang merasa sedih dan sangat cemas. Hasil pemeriksaan: TD 130/80 mmHg, N 84 x/menit, S 37°C. P 24 x/menit. Apakah fase yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Senium

b)

Menopause

c)

Klimakterium

d)

Pramenopause

e)

Postmenopause

25.

Seorang perempuan, umur 49 tahun, akseptor AKDR, datang ke PMB dengan keluhan terlambat haid 2 bulan. Hasil anamnesis: haid tidak teratur sejak 6 bulan terakhir, sering merasakan panas pada muka, berkeringat dan gelisah. Hasil pemeriksaan: TD 120/80 mmHg, N 80 x/menit, S 36,5°C, P 24 x/menit, abdomen tidak teraba adanya massa. Apakah kondisi yang paling mungkin pada kasus tersebut?

a)

Kehamilan

b)

Amenorhoe

c)

Menopause

d)

Polimenorhe

e)

Perimenopause

26.

Seorang perempuan, umur 17 tahun, datang ke PMB ingin konsultasi gizi. Hasil anamnesis: riwayat diabetes mellitus dari ibunya. Hasil pemeriksaan: KU baik, BB 67 kg, TB 155 cm, TD 120/80 mmHg, N 80 x/menit, S 36,5°C, P 20 x/menit, Hb 12 g/dL. Bidan mengatakan bahwa status gizi perempuan tersebut obesitas. Bagaimana cara menentukan diagnosis pada kasus tersebut?

a)

Berat Badan (kg): Tinggi Badan (m)

b)

Berat Badan (g): [Tinggi Badan (m) x Tinggi Badan (m)]

c)

Berat Badan (kg): [Tinggi Badan (m) x Tinggi Badan (m)]

d)

Berat Badan (g): [Tinggi Badan (cm) x Tinggi Badan (cm)]

e)

Berat Badan (kg): [Tinggi Badan (cm) x Tinggi Badan (cm)]

27.

Seorang perempuan, umur 16 tahun, datang ke PMB dengan keluhan cemas. Hasil anamnesis: tidak mendapatkan menstruasi selama 1 bulan, belum pernah melakukan hubungan seksual, siklus menstruasi 30 hari, pola diet vegetarian dan tidak mengkonsumsi nasi. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 100/60 mmHg, N 88 x/menit, S 36,1°C, P 20 x/menit, tidak teraba massa abdomen, HCG urine (-), Hb 11 g/dL. Apakah data yang harus dikaji bidan lebih dalam pada kasus tersebut?

a)

Psikologis

b)

Pola makan

c)

Aktivitas seksual

d)

Siklus menstruasi

e)

Lingkungan sekitar

28.

Seorang perempuan, umur 27 tahun, bersama suaminya datang ke Puskesmas ingin merencanakan kehamilan. Hasil anamnesis: sudah menikah selama 2 tahun, seksual aktif, siklus menstruasi teratur, tidak menggunakan alat kontrasepsi. Hasil pemeriksaan istri: KU baik, TD 110/70 mmHg, N 80 x/menit, S 36,2°C, P 20 x/menit, IMT 20, ovutest (+). Hasil pemeriksaan suami: KU baik, TD 120/80 mmHg, N 82 x/menit, S 36,3°C, P 20 x/menit, IMT 23. Apakah pemeriksaan penunjang yang paling tepat kasus tersebut?

a)

USG

b)

Hormon

c)

Urinalisis

d)

Analisis sperma

e)

Antibodi antisperma

29.

Seorang perempuan, umur 25 tahun, bersama suaminya datang ke klinik untuk merencanakan kehamilan. Hasil anamnesis: sudah menikah 1 tahun, seksual aktif, tidak menggunakan alat kontrasepsi, siklus menstruasi tidak teratur. Hasil pemeriksaan istri: KU baik, TD 120/80 mmHg, N 86 x/menit, S 36,4°C, P 20 x/menit, IMT 21, ovutest (+). Hasil pemeriksaan suami: KU baik, TD 130/80 mmHg, N 84 x/menit, S 37°C, P 20 x/menit, IMT 23, analisis sperma: jumlah sperma 3 juta dalam 1 ml air mani. Bidan merujuk pasangan tersebut.
Apakah dasar rujukan bidan yang paling tepat pada kasustersebut?

a)

Pola seksual

b)

Tekanan darah

c)

Analisis sperma

d)

Siklus menstruasi

e)

Penggunaan alat kontrasepsi

30.

Seorang bayi laki-laki lahir 5 menit yang lalu. Hasil pemeriksaan bayi : BB 2350 gram, PB: 45 cm, P 20x/menit, FJ: 140x/menit, APGAR score: 4-6. Apakah rencana asuhan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

VTP

b)

Memasang infuse

c)

Memandikan bayi

d)

Resusitasi tahap awal

e)

Lakukan asuhan bayi baru lahir normal

31.

Seorang perempuan, umur 20 tahun, G1POAO, hamil 16 minggu datang ke Puskesmas untuk memeriksakan kehamilan. Hasil anamnesis: mengatakan ada luka di sekitar kemaluan tetapi tidak nyeri, sering bergonta-ganti pasangan. Hasil pemeriksaan: KU lemah, TD 90/60 mmHg, N 78 x/menit, S 38°C, P 18 x/menit, pembengkakan di kelenjar getah bening, terdapat lesi di vulva dan vagina. Apakah pemeriksaan penunjang yang diperlukan bidan untuk menegakkan diagnosis pada kasus tersebut?

a)

VDRL

b)

ELISA

c)

HbsAg

d)

Uji IVA

e)

Pap Smear

32.

Seorang perempuan, umur 36 tahun, P2A0, datang ke PMB ingin menggunakan alat kontrasepsi. Hasil anamnesis: belum pernah menggunakan alat kontrasepsi, saat ini masih menyusui, anak berumur 7 bulan, memiliki diabetes mellitus. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 120/80 mmHg, N 82 x/menit, S 36,3°C, P 18 x/menit, IMT 28, ada bekas operasi di payudara kanan, HCG urine (-). Apakah data pemeriksaan yang perlu dikaji sebagai dasar pemilihan alat kontrasepsi pada kasus tersebut?

a)

Aktifitas fisik

b)

Kebiasaan merokok

c)

Riwayat melahirkan

d)

Berat badan sekarang

e)

Adanya radang panggul

33.

Seorang perempuan, umur 24 tahun, P1A0, datang ke PMB ingin menjadi akseptor KB. Hasil anamnesis: melahirkan 7 bulan yang lalu, belum pernah menggunakan alat kontrasepsi, sedang menyusui, ingin menggunakan pil. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 120/80 mmHg, N 84 x/menit, S 36,5°C, P 18 x/menit, HCG urine (-). Apakah asuhan yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Memberikan KB pil

b)

Memfasilitasi Inform consent

c)

Menyarankan ganti metode ber KB

d)

Menjelaskan informasi tentang KB pil kombinasi

e)

Menjadwalkan kunjungan ulang KB bersama pasangan

34.

Seorang perempuan, umur 26 tahun, P2AO, datang ke PMB ingin suntik KB. Hasil anamnesis: belum pernah menggunakan alat kontrasepsi, sedang menyusui. Hasil pemeriksaan: KU baik, BB 54 Kg, TB: 156 Cm, TD 110/70 mmHg, N 80 x/menit, S 36,4°C, P 20x/menit, HCG urine (-). Bidan melakukan inform consent dan memberikan KB suntik DMPA. Kapankah jadwal kunjungan KB berikutnya pada kasus tersebut?

a)

4 minggu

b)

6 minggu

c)

8 minggu

d)

12 minggu

e)

14 minggu

35.

Seorang perempuan, umur 32 tahun, P2A1, datang ke PMB ingin melakukan kontrol KB. Hasil anamnesis: akseptor KB AKDR sejak 5 bulan, amenorrhea sudah 3 bulan. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 100/70 mmHg, N 76 x/menit, S 36,6°C, P 20 x/menit. Apakah pemeriksaan penunjang yang dilakukan untuk menegakkan diagnosis kasus tersebut?

a)

USG

b)

Inspekulo

c)

Urine HCG

d)

Hemoglobin

e)

Pemeriksaan dalam

36.

Seorang perempuan, umur 29 tahun, datang ke PMB dengan keluhan ingin merencanakan kehamilan. Hasil anamnesis: sudah menikah selama 4 tahun, belum pernah hamil, melakukan hubungan seksual aktif tanpa menggunakan metode kontrasepsi apapun. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 120/80 mmHg, N 80 x/menit, S 36,5°C, P 20x/menit, abdomen tidak ada massa. Apakah tindakan yang tepat pada kasus tersebut?

a)

Menyarankan adopsi anak

b)

Memberikan terapi sulih hormon

c)

Memberitahukan bahwa hal ini normal

d)

Melakukan konseling gizi untuk fertilitas

e)

Merujuk ke dokter spesialis obgyn fertilitas

37.

Seorang perempuan, umur 35 tahun, P1AO datang ke PMB dengan keluhan ingin merencanakan kehamilan. Hasil anamnesis: anak pertama umur 3 tahun, melakukan hubungan seksual aktif, pernah menggunakan KB suntik DMPA, dan telah berhenti 6 bulan yang lalu. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 130/80 mmHg, N 80 x/menit, S 36,2°C, P 20x/menit, abdomen tidak ada massa. Apakah faktor yang paling tepat menyebabkan perempuan belum hamil pada kasus tersebut?

a)

Umur terlalu tua

b)

Tekanan darah tinggi

c)

Ketidakseimbangan hormon

d)

Terlalu sering hubungan seksual

e)

Jarak dari anak pertama lebih dari 2 tahun

38.

Seorang perempuan, umur 26 tahun, datang ke RS bersama suaminya dengan keluhan ingin merencanakan kehamilan. Hasil anamnesis: sudah menikah 2 tahun, tinggal satu rumah dengan suami, rutin berhubungan seksual, siklus menstruasi teratur. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 120/70 mmHg, N 80 x/menit, S 36,5°C, P 20 x/menit, abdomen tidak ada massa. Pemeriksaan hormon dan USG uterus normal. Apakah pemeriksaan yang paling tepat disarankan pada kasus tersebut?

a)

HIV

b)

Sifilis

c)

HbsAg

d)

Thalasemia

e)

Analisis sperma

39.

Seorang perempuan, umur 25 tahun, datang ke RS bersama suaminya dengan keluhan ingin merencanakan kehamilan. Hasil anamnesis: sudah menikah 1 tahun, tinggal satu rumah dengan suami, rutin berhubungan seksual. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 120/80 mmHg, N 80 x/menit, S 36,2°C, abdomen tidak ada massa. Hasil tes kesuburan istri: jumlah sel telur cukup dan matang, suami: jumlah sperma 15 juta tiap. Apakah diagnosis yang dialami suami pada kasus tersebut?

a)

Biasa

b)

Polispermia

c)

Azoospermia

d)

Oligospermia

e)

Astenozoospermia

40.

Seorang perempuan, umur 26 tahun, datang ke PMB dengan keluhan ingin merencanakan kehamilan pertamanya. Hasil anamnesis: menikah 1 bulan yang lalu, siklus menstruasi teratur, keputihan bening. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 110/70 mmHg, N 80 x/menit, S 37,5°C, P 20 x/menit. Apakah penyebab yang mempengaruhi keluhan perempuan pada kasus tersebut?

a)

Cara cebok yang salah

b)

Peningkatan hormon estrogen

c)

Penurunan hormon progesteron

d)

Kebiasaan menggunakan pantyliner

e)

Terlalu sering menggunakan sabun sirih

41.

Seorang perempuan, umur 25 tahun, datang ke PMB ingin konsultasi persiapan kehamilan. Hasil anamnesis: menikah 4 bulan yang lalu, siklus menstruasi teratur. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 110/70 mmHg, N 80 x/menit, S 36,2°C, P 20 x/menit, abdomen tidak teraba massa, IMT 20, Hb 9 g/dL. Apakah konseling yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Membiasakan olahraga

b)

Mengkonsumsi tablet Fe

c)

Melakukan istirahat cukup

d)

Mencapai berat badan ideal

e)

Menjaga pola makan sehat dan berimbang

42.

Seorang perempuan, umur 23 tahun, datang ke PMB ingin konsultasi persiapan kehamilan. Hasil anamnesis: baru menikah 3 bulan, siklus menstruasi teratur, melakukan hubungan seksual setiap hari. Hasil pemeriksaan: KU baik, BB 58 kg, TB 160 cm, TD 110/70 mmHg, N 80 x/menit, S 36,5°C, P 20 x/menit, abdomen tidak teraba massa. Apakah asuhan yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Menganjurkan diet nutrisi

b)

Menyarankan olahraga teratur

c)

Merujuk ke konsultan pernikahan

d)

Memberikan konseling pengaturan pola seksual

e)

Melakukan kolaborasi dengan dokter obgyn fertilitas

43.

Seorang perempuan, umur 24 tahun, datang ke PMB ingin konsultasi. Hasil anamnesis: menikah 6 bulan yang lalu, terlambat haid 2 minggu, siklus menstruasi teratur, keputihan bening. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 110/80 mmHg, N 82 x/menit, S 37,5°C, P 20 x/menit. Apakah asuhan yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Memberikan antibiotik

b)

Konseling persiapan kehamilan

c)

Merujuk ke dokter spesialis obgyn

d)

Meminta klien minum paracetamol

e)

Menyarankan klien untuk papsmear

44.

Seorang perempuan, umur 21 tahun, datang ke PMB ingin konsultasi persiapan kehamilan. Hasil anamnesis: menikah satu minggu yang lalu karena dijodohkan. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 100/60 mmHg, N 80 x/menit, S 36,3°C, P 20 x/menit ukuran lingkar lengan atas 21 cm. Apakah komplikasi yang paling tepat jika terjadi kehamilan pada kasus tersebut?

a)

Keguguran

b)

Perdarahan

c)

Persalinan lama

d)

Keracunan kehamilan

e)

Kekurangan energi kronis

45.

Seorang perempuan, umur 37 tahun, P4AO, datang ke PMB untuk konsultasi. Hasil anamnesis: mengaku 12 jam yang lalu melakukan hubungan seksual dengan suami menggunakan kondom, namun bocor, takut jika terjadi kehamilan. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 110/80 mmHg, N 80 x/menit, S 36°C, P 20 x/menit.
Apakah perencanaan yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Lakukan rujukan

b)

Sarankan ibu untuk USG

c)

Pemberian alat kontrasepsi

d)

Memberikan kontrasepsi darurat

e)

Konseling kemungkinan tidak hamil

46.

Seorang perempuan, umur 26 tahun, P2A0, datang ke RS dengan keluhan keluar bercak darah (spotting) sudah 2 minggu. Hasil anamnesis: saat ini akseptor KB AKBK, dipasang 1 bulan lalu, tidak ada nyeri dan rasa pusing. Hasil pemeriksaan: BB: 54 kg, TB 160 cm, TD 100/70 mmHg, N 80 x/menit, S 36,6°C, P 24 x/menit, abdomen tidak teraba massa, inspekulo terdapat bercak darah dari ostium uteri internum. Apakah penyebab yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Obesitas

b)

Erosi porsio

c)

Proses nidasi

d)

Gangguan hormonal

e)

Efek samping kontrasepsi

47.

Seorang perempuan, umur 20 tahun, datang ke PMB ingin menunda kehamilan. Hasil anamnesis: baru menikah 1 hari yang lalu dan belum melakukan hubungan seksual. Hasil pemeriksaan: KU baik, BB 45 Kg, TB 158 Cm, TD 110/70 mmHg, N 80 x/menit, S 36°C, P 20 x/menit, konjungtiva merah muda, payudara tidak ada pembesaran, abdomen tidak ada pembesaran uterus. Apakah konseling KB yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

MKJP

b)

Hormonal

c)

REVERSIBLE

d)

Sederhana

e)

Tidak dapat diubah

48.

Seorang perempuan, umur 27 tahun, datang ke RS untuk memakai kontrasepsi. Hasil anamnesis: mengaku melahirkan 6 bulan yang lalu, anak pertama belum pernah menstruasi, HIV (+), sedang pengobatan TB 6 bulan dan ARV, menyusui eksklusif. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 110/100 mmHg, N 80 x/menit, S 36,7°C, P 20 x/menit. Apakah alat kontrasepsi yang paling tepat sesuai kasus tersebut?

a)

AKBK

b)

AKDR

c)

Pil progestin

d)

PIL KOMBINASI

e)

Suntik kombinasi

49.

Seorang remaja perempuan, umur 17 tahun, datang ke RS ingin memeriksakan keadaannya. Hasil anamnesis: menstruasi Jag lebih dari 15 hari, ganti pembalut 3 kali perhari, darah bergumpal. Hasil pemeriksaan: KU baik, TB 160 cm, BB 53 kg, TD 100/70 mmHg, N 82 x/menit, S 36,3°C, P 20 x/menit, pembesaran payudara normal, palpasi abdomen tidak ditemukan massa. Apakah tindakan yang paling tepat pada kasus tersebut?

a)

Konseling gizi

b)

Edukasi personal hygiene

c)

Memberikan suplemen penambah darah

d)

Melakukan konsultasi dengan dokter SpOG berikutnya

e)

Mengecek ulang keluhan pada siklus menstruasi

50.

Seorang remaja perempuan, umur 18 tahun, datang ke PMB untuk memeriksakan keadaannya. Hasil anamnesis: menstruasi sudah lebih dari 10 hari, ganti pembalut 3 kali perhari, tidak ada nyeri. Hasil pemeriksaan: KU baik, TD 110/70 mmHg, N 80 x/menit, S 36,4°C, P 20 x/menit. Remaja tersebut tetap menolak bidan saat ingin melakukan palpasi abdomen dan inspeksi terhadap darah yang keluar setelah diberikan informasi. Apakah rencana asuhan yang paling tepat pada kasus?

a)

Meminta dukungan keluarga pasien

b)

Melakukan kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain

c)

Memberi pengertian lanjutan tujuan pemeriksaan fisik

d)

Merujuk pasien ke fasilitas pelayanan yang lebih lengkap

e)

Meminta keterangan tertulis terkait penolakan pemeriksaan