NEW
Font size
WorksheetsUAS Pengukuran Fisioterapi
Total questions: 50
Worksheet time: 4hrs 10mins
Pada pemeriksaan inspeksi, konjungtiva pucat menunjukkan adanya kemungkinan:
Dehidrasi
Anemia
Infeksi kulit
Edema
Tujuan utama palpasi pada pemeriksaan dada adalah untuk menilai:
Resonansi paru
Irama pernapasan
Bunyi napas
Suhu kulit dan adanya edema
Jika pada auskultasi ditemukan bunyi napas abnormal, pemeriksaan lanjutan yang dapat dilakukan adalah:
Pemeriksaan vocal resonance
Pemeriksaan MMT
Pemeriksaan ROM
Pemeriksaan refleks
Seorang perempuan usia 68 tahun datang ke klinik dengan keluhan sesak napas saat aktivitas ringan. Pada pemeriksaan fisik paru, mahasiswa fisioterapi melakukan urutan pemeriksaan inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi. Pada pemeriksaan perkusi paru, area yang tepat untuk dilakukan perkusi adalah:
Abdomen
Tulang belakang
Lapangan paru
Otot bahu
Seorang laki-laki usia 56 tahun datang ke klinik dengan keluhan mudah lelah dan berdebar saat beraktivitas. Pada pemeriksaan fisik, tanda vital relatif stabil. Mahasiswa fisioterapi diminta melakukan pemeriksaan auskultasi jantung sebagai bagian dari asesmen awal untuk menilai bunyi jantung secara sistematis. Untuk melakukan pemeriksaan tersebut, mahasiswa harus melakukan auskultasi pada empat titik utama pemeriksaan jantung. Manakah kombinasi lokasi auskultasi jantung yang paling tepat?
A. (ICS 2 parasternal kanan), (ICS 2 parasternal kiri), (ICS 4–5 parasternal kiri), (ICS 5 garis midklavikula kiri, apeks jantung)
B. (ICS 2 parasternal kanan), (ICS 3–4 parasternal kiri), (ICS 4–5 parasternal kiri), (ICS 6 garis midklavikula kiri)
C. (ICS 2 parasternal kiri), (ICS 3–4 parasternal kiri), (ICS 4–5 parasternal kanan), (ICS 5 garis midklavikula kiri)
D. (ICS 3 parasternal kanan), (ICS 4 parasternal kiri), (ICS 5 parasternal kiri), (ICS 5 garis aksilaris kiri)
Pilihan A
Pilihan B
Pilihan C
Pilihan D
Seorang bayi dibawa ke klinik untuk pemeriksaan fisik awal. Pada pemeriksaan inspeksi ekstremitas, mahasiswa fisioterapi menemukan jumlah jari tangan lebih dari lima pada salah satu tangan. Berdasarkan hasil inspeksi tersebut, kondisi yang PALING TEPAT adalah:
Brachydactyly
Clinodactyly
Polydactyly
Syndactyly
Seorang perempuan usia 30 tahun datang ke klinik dengan keluhan jari tangan sering berubah warna menjadi putih kebiruan, terutama saat terpapar udara dingin atau stres. Pada pemeriksaan inspeksi tampak perubahan warna jari menjadi pucat dan sianotik, disertai rasa dingin pada ujung jari. Berdasarkan hasil inspeksi tersebut, kondisi yang PALING MUNGKIN adalah:
Cellulitis
Deep vein thrombosis
Peripheral arterial disease
Raynaud disease
Seorang pasien dewasa datang ke klinik dengan keluhan mata tampak menguning sejak beberapa hari terakhir. Pada pemeriksaan inspeksi mata, mahasiswa fisioterapi melihat warna kekuningan pada konjungtiva, tanpa adanya kemerahan atau sekret. Temuan pada konjungtiva tersebut disebut sebagai:
Konjungtiva hiperemis
Konjungtiva anemis
Konjungtiva ikterik
Konjungtiva edematosa
Seorang anak laki-laki usia 9 tahun dibawa orang tuanya ke klinik karena sering melakukan gerakan berulang yang cepat dan tidak disadari, seperti kedipan mata berulang dan gerakan bahu, yang dapat berkurang saat anak berkonsentrasi tetapi muncul kembali saat rileks. Pada pemeriksaan inspeksi, tidak ditemukan kelemahan otot atau gangguan sensorik. Berdasarkan hasil inspeksi tersebut, kondisi yang PALING TEPAT adalah:
Tics
Tremor
Kejang
Spasme otot
Seorang pasien laki-laki usia 65 tahun datang ke klinik dengan keluhan tangan sering bergetar, terutama saat tangan dipertahankan pada suatu posisi atau saat melakukan aktivitas, seperti memegang gelas. Pada pemeriksaan inspeksi tampak gerakan berirama dan berulang pada tangan, tanpa disertai kehilangan kesadaran. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, kondisi yang PALING MUNGKIN adalah:
Tremor
Kejang
Tics
Spasme otot
Seorang pasien dewasa menjalani pemeriksaan fisik sebagai bagian dari asesmen awal fisioterapi. Pada pemeriksaan inspeksi tampak bentuk tubuh cenderung bulat, dengan penumpukan lemak subkutan yang dominan, bahu relatif sempit, dan lingkar pinggang lebih besar dibandingkan lingkar dada. Berdasarkan hasil inspeksi tersebut, tipe tubuh pasien termasuk:
Asthenic
Endomorphy
Ectomorphy
Mesomorphy
Seorang bayi usia 6 bulan dibawa ke klinik karena ukuran kepala tampak lebih besar dibandingkan bayi seusianya. Pada pemeriksaan inspeksi terlihat lingkar kepala meningkat, dahi menonjol, dan sutura kepala tampak melebar. Bayi tampak rewel dan muntah berulang. Berdasarkan temuan tersebut, kondisi yang PALING MUNGKIN adalah:
Meningitis
Craniosynostosis
Microcephalus
Hydrocephalus
Seorang pasien laki-laki usia 62 tahun datang ke klinik dengan keluhan kedua tungkai bawah tampak bengkak sejak satu minggu terakhir. Pada pemeriksaan palpasi, setelah dilakukan penekanan pada area pretibial selama beberapa detik, tampak cekungan sedalam ±6 mm yang kembali perlahan dalam waktu lebih dari 1 menit. Berdasarkan hasil palpasi tersebut, kondisi yang PALING TEPAT adalah:
Pitting edema grade 3
Pitting edema grade 4
Pitting edema grade 1
Pitting edema grade 2
Seorang pasien menjalani pemeriksaan fisik oleh mahasiswa fisioterapi. Pemeriksa menilai suatu benjolan pada ekstremitas dengan cara meraba menggunakan satu atau dua tangan. Selama pemeriksaan tersebut, mahasiswa menilai ukuran, suhu, tekstur permukaan, konsistensi massa, nyeri, denyutan, lokasi massa, batas-batas organ, serta adanya oedema termasuk pitting oedema. Berdasarkan deskripsi di atas, metode pemeriksaan fisik yang dilakukan adalah:
Palpasi
Inspeksi
Perkusi
Auskultasi
Pada pemeriksaan perkusi, bunyi pekak biasanya dihasilkan ketika pemeriksa melakukan perkusi pada:
Paru normal
Lambung berisi udara
Organ padat seperti hepar dan jantung
Paru dengan emfisema
Bunyi perkusi yang terdengar redup paling sering ditemukan saat pemeriksaan di area:
Paru normal
Hati (hepar)
Lambung
Paru emfisema
Pada pemeriksaan paru normal, bunyi perkusi yang diharapkan terdengar adalah:
Hipersonor
Pekak
Timpani
Sonor / resonan
Bunyi perkusi timpani ditandai dengan suara “dang, dang, dang” dan biasanya dihasilkan saat pemeriksaan pada:
Lambung atau usus berisi udara
Jantung
Hati
Paru normal
Auskultasi paru dilakukan dengan tujuan utama untuk:
Mengetahui konsistensi jaringan paru
Menilai batas organ paru
Mendengarkan suara napas
Menilai adanya nyeri tekan pada dinding dada
Mahasiswa fisioterapi melakukan auskultasi paru pada pasien dengan keluhan sesak napas. Pemeriksaan ini bertujuan untuk menilai:
Pola dan kualitas suara napas
Suhu kulit dinding dada
Perkembangan edema perifer
Batas bawah paru
Seorang pasien asma mengalami sesak napas. Pada auskultasi terdengar bunyi napas melengking seperti “ngii…” akibat penyempitan saluran napas. Bunyi tersebut disebut:
Rales
Pleural friction rub
Ronchi
Wheezing
Dalam pemeriksaan lanjutan, pasien diminta mengucapkan kata “tujuh puluh tujuh” berulang-ulang sambil dilakukan auskultasi di seluruh lapang paru untuk membandingkan kanan dan kiri. Pemeriksaan ini disebut:
Auskultasi jantung
Perkusi paru
Palpasi toraks
Vocal resonansi
Dalam analisis gaya berjalan, satu cycle berjalan didefinisikan sebagai:
Waktu yang dibutuhkan satu langkah kaki
Jarak antara dua jejak kaki yang berbeda
Interval dari heel strike satu kaki sampai heel strike berikutnya pada kaki yang sama
Waktu dari toe off hingga toe off kaki yang sama
Stride length dalam analisis berjalan adalah:
Jarak antara dua jejak kaki yang berbeda
Waktu yang dibutuhkan untuk satu langkah
Jarak satu langkah kaki kanan atau kiri
Jarak antara dua jejak kaki pada kaki yang sama
Stride duration didefinisikan sebagai:
Waktu yang dibutuhkan untuk menempuh satu stride
Waktu satu fase stance
Waktu dari heel strike kaki kanan ke kiri
Jarak antara dua langkah kaki
Berdasarkan gambar gait cycle, fase berjalan dibagi menjadi dua fase utama, yaitu:
Stance phase 40% dan swing phase 60%
Stance phase 60% dan swing phase 40%
Loading response dan terminal stance
Double support 50% dan single support 50%
Pada fase stance, posisi kaki adalah:
Tidak menyentuh lantai
Bergerak ke depan tanpa tumpuan
Kontak dengan lantai
Dalam fase ayunan penuh
Pada analisis gait, fase initial contact hingga loading response ditandai dengan saat tumit mulai menyentuh lantai dan tungkai mulai menerima beban tubuh. Pada fase ini, kombinasi gerak sendi yang PALING TEPAT adalah:
Hip fleksi ±30°, knee dari ekstensi menuju fleksi ±15°, ankle dari posisi netral menuju plantar fleksi ±10°
Hip ekstensi ±10°, knee fleksi ±30°, ankle dorsifleksi ±10°
Hip ekstensi ±30°, knee fleksi ±15°, ankle netral
Hip fleksi ±15°, knee tetap ekstensi, ankle dorsifleksi ±10°
Perubahan kemampuan seseorang dalam melakukan ADL dari masa bayi hingga dewasa terutama dipengaruhi oleh faktor:
Ritme biologi
Fungsi psikososial
Umur dan status perkembangan
Tingkat stres
Instrumen yang digunakan untuk mengevaluasi kemampuan perawatan diri (self-care) dan dikembangkan oleh Schoening (1965) adalah:
Barthel Index
Kenny Self Care Evaluation
Functional Independence Measure
Index of ADL
Alat ukur kemampuan fungsional yang menilai status fungsional pasien berdasarkan aktivitas dan peran serta dikembangkan oleh Jette (1978) adalah:
Functional Status Index
Functional Independence Measure
Barthel Index
Index of ADL
Step Test merupakan alat ukur yang digunakan untuk menilai:
Kemampuan fungsional dan keseimbangan dinamis ekstremitas bawah
Kekuatan ekstremitas atas
Fleksibilitas sendi panggul
Daya tahan kardiorespirasi
Nilai normatif Step Test pada individu usia 73 tahun adalah:
25 step dalam 15 detik
17 step dalam 15 detik
12 step dalam 10 detik
20 step dalam 30 detik
Informasi dari sistem visual, vestibular, dan somatosensorik akan diproses terlebih dahulu oleh:
Sistem pernapasan
Sistem saraf pusat
Sistem endokrin
Sistem muskuloskeletal
Sistem sensoris yang berperan dalam kontrol postur dan gerak terdiri dari visual, vestibular, dan somatosensorik. Persentase kontribusi terbesar dalam menjaga keseimbangan berasal dari:
Visual (10%)
Vestibular (20%)
Kognitif (50%)
Somatosensorik (70%)
Seorang pasien mengeluh pusing berputar yang muncul saat bangun dari posisi tidur atau saat menoleh. Keluhan berlangsung singkat dan berulang. Diagnosis yang paling sesuai adalah:
Tumor otak
Vestibular neuritis
Meniere’s disease
Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV)
Gerakan abduksi dan adduksi termasuk gerakan osteokinematik yang terjadi pada:
Bidang sagital dengan aksis vertikal
Bidang frontal dengan aksis anterior–posterior
Bidang transversal dengan aksis vertikal
Bidang sagital dengan aksis medial–lateral
Hasil pengukuran ROM sendi shoulder pada bidang sagital dituliskan: S 45°–0°–180°. Makna penulisan tersebut adalah:
Fleksi 45° dan ekstensi 180°
Ekstensi 45° dan fleksi 180° dari posisi netral
Fleksi 45° dan ekstensi 0°
Tidak ada gerakan pada bidang sagital
Seorang pasien pasca stroke memiliki posisi awal elbow pada fleksi 20°, dengan kemampuan ekstensi hingga 10° dan fleksi maksimal 90°. Penulisan ROM yang BENAR adalah:
20°–0°–90°
0°–20°–90°
10°–0°–90°
10°–20°–90°
Pada pengukuran ROM fleksi wrist, lokasi fulcrum (axis) goniometer yang BENAR adalah:
Pada medial pergelangan tangan di atas pisiform
Pada dorsal pergelangan tangan di atas capitatum
Pada ujung distal metakarpal V
Pada lateral pergelangan tangan di atas tulang triquetrum
Seorang pasien laki-laki datang ke klinik fisioterapi. Hasil pengukuran antropometri menunjukkan: Berat badan: 70 kg, Tinggi badan: 170 cm. Berapakah nilai Indeks Massa Tubuh (IMT) pasien tersebut?
27,1 kg/m²
25,8 kg/m²
24,1 kg/m²
21,2 kg/m²
Lokasi yang tepat untuk pemeriksaan nadi radialis adalah:
Di dorsum kaki
Di leher bagian lateral
Pergelangan tangan sisi ibu jari
Di lipat siku
Seorang pasien laki-laki usia 65 tahun akan menjalani latihan fisioterapi. Hasil pemeriksaan tanda vital: Tekanan darah: 150/95 mmHg; Nadi radialis: 96 x/menit; Suhu aksila: 37,8°C; Frekuensi napas: 24 x/menit. Berdasarkan hasil tersebut, tanda vital mana yang termasuk abnormal dan perlu perhatian khusus sebelum latihan fisioterapi?
Frekuensi napas
Suhu aksila
Nadi radialis
Tekanan darah
Seorang pasien menjalani pemeriksaan keseimbangan oleh mahasiswa fisioterapi. Tes yang digunakan adalah Functional Reach Test dan Timed Up and Go Test. Tujuan utama dari pemeriksaan ini adalah:
Menilai koordinasi tangan dan kaki
Menilai kemampuan pasien menjaga keseimbangan dan mobilitas
Menilai kekuatan otot ekstremitas atas dan bawah
Menilai tingkat nyeri pasien
Skor MMT 0–5 digunakan untuk menilai:
Tingkat nyeri pasien
Keseimbangan pasien
Koordinasi gerakan pasien
Kekuatan otot pasien
Mahasiswa melakukan MMT pada fleksi sendi elbow. Otot utama yang dinilai pada gerakan ini adalah:
Triceps brachii
Biceps brachii
Deltoid
Quadriceps femoris
Jika seorang pasien mampu mengangkat lengan melawan gravitasi penuh tetapi tidak mampu menahan resistensi, skor MMT yang sesuai adalah:
4
2
5
3
Posisi pasien yang tepat saat melakukan heel-to-shin test adalah:
Berdiri dengan satu kaki diangkat
Berbaring telentang atau duduk dengan satu kaki diluruskan, tumit kaki yang lain digerakkan dari lutut ke pergelangan kaki
Berbaring telentang dengan kaki lurus
Duduk di kursi dengan lutut ditekuk
MMT dilakukan untuk menilai fleksi sendi knee. Otot utama yang diuji adalah:
Gastrocnemius
Quadriceps femoris
Tibialis anterior
Hamstring
Pemisahan lembut antara humeral head dan glenoid cavity selama Pendulum Exercise akan berkontribusi terhadap …
Penurunan produksi cairan sinovial
Dekongesti kapsul sendi dan perbaikan sirkulasi sinovial
Peningkatan spasme otot periartikular
Penurunan stabilitas sendi bahu
