wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal UTS Farmasi RS UNIBA 12 Des 2025

Total questions: 50

Worksheet time: 50mins

Name
Class
Date
1.

Tujuan perencanaan perbekalan farmasi di Rumah Sakit adalah ...

a)

Untuk menentukan proses pengadaan

b)

Untuk membeli obat sebanyak-banyaknya

c)

Untuk mendapatkan jenis dan jumlah perbekalan farmasi sesuai kebutuhan

d)

Untuk membeli obat yang murah

2.

Sistem pendistribusian perbekalan farmasi yang dipusatkan pada instalasi farmasi, adalah ...

a)

Tender terbatas

b)

Tender terbuka

c)

Sentralisasi

d)

Desentralisasi

3.

Pengelolaan dalam pemilihan perbekalan farmasi di Rumah Sakit, dilakukan oleh?

a)

Pemilik Rumah sakit

b)

pasien

c)

Komite Farmasi dan Terapi

d)

Pemerintah

4.

Melakukan evaluasi barang slow moving, melakukan evaluasi barang yang tidak digunakan selama 3 bulan berturut-turut serta melakukan stok opname adalah cara untuk ....

a)

Pengendalian Perbekalan Farmasi

b)

Pendistribusian Perbekalan Farmasi

c)

Penyimpanan Perbekalan Farmasi

d)

Perencanaan Perbekalan Farmasi

5.

Bagaimana cara penyimpanan obat LASA (look a like sound a like) di Rumah Sakit?

a)

Diletakkan berdekatan

b)

Pada kelompok abjad sama harus diselingi minimal 2 (dua) obat

c)

Pada kelompok abjad sama harus dipisahkan satu sama lain

d)

Diletakkan terpisah

6.

Metode apakah yang digunakan ketika obat datang kemudian diletakkan dibelakang obat yang terdahulu?

a)

FEFO

b)

LEFO

c)

LIFO

d)

FIFO

7.

Hal apa saja yang harus diperhatikan dalam pengadaan perbekalan farmasi di Rumah Sakit, kecuali

a)

Masa kadaluarsa obat minimal 5 tahun

b)

Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan dan Bahan Medis Habis Pakai harus memiliki izin edar

c)

Sisa persediaan obat

d)

Bahan baku obat tidak disertai Sertifikat Analisa

8.

Rumah sakit harus dapat menyediakan lokasi penyimpanan Obat Emergensi untuk kondisi kegawatdaruratan. Berikut ini merupakan pengelolaan obat emergensi, kecuali

a)

Bila dipakai untuk keperluan emergensi harus segera diganti

b)

Jumlah dan jenis obat sesuai dengan daftar obat emergensi yang telah ditetapkan

c)

Dicek secara berkala

d)

Boleh dipinjam untuk kebutuhan lain

9.

Diantara beberapa tahap kegiatan pengelolaan perbekalan farmasi, tahap mana saja yang bertujuan untuk mengatur jumlah perbekalan farmasi?

a)

Perencanaan, pengendalian, pencatatan dan pelaporan

b)

Pengadaan, penyimpanan

c)

Pengadaan

d)

Perencanaan, penerimaan, pendistribusian

10.

Yang tidak termasuk dalam tahapan pemusnahan sesuai dengan PERMENKES nomor 72 tahun 2016 tentang standar pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit, adalah ...

a)

Memilih tempat pemusnahan

b)

Membuat daftar perbekalan farmasi yang akan dimusnahkan

c)

Mengkoordinasikan dengan pihak-pihak terkait diluar farmasi

d)

Membuat berita acara

11.

Berikut adalah hal yang harus diperhatikan dalam penyimpanan obat pada kartu stok, kecuali ...

a)

Jumlah barang/obat yang diisi

b)

Tanggal penambahan atau pengurangan barang/obat

c)

Sisa barang dan paraf petugas

d)

Nama pabrik

12.

IPAL adalah:

a)

Instalasi pengolahan air limbah

b)

Instalasi pengelolaan air limbah

c)

Instalasi penampungan Sampah dan limbah

d)

Instalasi pembuangan sampah dan limbah

13.

Limbah sitostatika dibuang dalam?

a)

Kantong plastik berwarna ungu bergambar tengkorak, lalu dimusnahkan

b)

Kantong plastik berwarna merah, lalu dimusnahkan

c)

Kantong plastik berwarna kuning, lalu dimusnahkan

d)

Kantong plastik berwarna hitam, lalu dimusnahkan

14.

Penyakit berikut ditularkan bukan berasal dari sampah/ limbah:

a)

Hepatitis B / C

b)

TBC

c)

HIV/AIDS

d)

Appendicitis

15.

Kepanjangan CSSD adalah:

a)

Central Supply Sterile Department

b)

Central Sterilization Supply Department

c)

Central Sterile Supply Department

d)

Central Sterile Sterile Department

16.

Sitostatika perlu penanganan khusus karena:

a)

Obat langka

b)

Obat Sangat mahal

c)

Obat harus cepat sampai ke tangan pasien

d)

Obat Karsinogenik

17.

Alasan Mengapa dilakukan produksi di Rumah sakit:

a)

Alasan harga produk jadi

b)

Agar mendapat keuntungan

c)

Obat ada dipasaran

d)

ketidakstabilan obat

18.

BOR adalah:

a)

prosentase pemakaian tempat tidur pada satuan waktu tertentu

b)

Jumlah tempat tidur di RS

c)

Nilai BOR optimal 100 %

d)

Nilai rata-rata tempat tidur yang kosong

19.

Aktivitas MESO adalah :

a)

Merupakan bagian dari TPN

b)

Pemantauan efek yang tidak diharapkan yang timbul pada dosis terapi

c)

Mengisi formulir kuning

d)

Dilaksanakan oleh instalasi farmasi

20.

Manajemen apotek yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan, keluar masuk uang, penerimaan, pengeluaran, disebut ?

a)

manajemen pemasaran

b)

manajemen penjualan

c)

manajemen pembelian

d)

manajemen keuangan

21.

Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) yang menjelaskan tentang standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit adalah ...

a)

No. 73 Tahun 2016

b)

No. 74 Tahun 2016

c)

No. 72 Tahun 2016

d)

No. 71 tahun 2016

22.

Standar Pelayanan Kefarmasian adalah tolok ukur yang dipergunakan sebagai ....... bagi tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian

a)

sikap

b)

tantangan

c)

pedoman

d)

motivasi

23.

Instalasi Farmasi Rumah Sakit dipimpin oleh ..

a)

Tenaga Teknis Kefarmasian

b)

Apoteker

c)

Asisten Apoteker

d)

Dokter

24.

Tenaga kesehatan yang membantu apoteker dalam menjalankan pelayanan kefarmasian di rumah sakit adalah ...

a)

Apoteker

b)

Dokter

c)

Analis kesehatan

d)

Asisten Apoteker

25.

Yang bukan kegiatan pengendalian mutu untuk pelayanan kefarmasian di rumah sakit adalah ..

a)

penilaian

b)

monitoring

c)

tindakan

d)

pemantauan

26.

Instalasi di rumah sakit yang membidangi tentang distribusi sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan adalah.

a)

instalasi rekam medis

b)

instalasi gizi

c)

instalasi farmasi

d)

Instalasi Gawat darurat

27.

Unit pelayanan di IFRS yang menyelenggarakan proses pencucian, pengemasan, sterilisasi terhadap semua alat atau bahan yang membutuhkan kondisi steril adalah ....

a)

ICU

b)

ICCU

c)

CSSD

d)

IGD

28.

Kegiatan pemantauan setiap respons terhadap obat yang tidak dikehendaki (ROTD) yang terjadi pada dosis lazim yang digunakan pada manusia untuk tujuan profilaksis, diagnosa, dan terapi adalah ...

a)

EPO

b)

PIO

c)

ESO

d)

MESO

29.

Pelayanan langsung yang diberikan kepada pasien dalam rangka meningkatkan outcome terapi dan meminimalkan risiko terjadinya efek samping karena obat disebut pelayanan ....

a)

Penyuluhan Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit

b)

Farmasi terapan

c)

Farmasi Industri

d)

Farmasi Klinik

30.

Yang bukan tujuan dari pengelolaan sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan adalah ...

a)

Melakukan perencanaan yang akurat

b)

Meningkatkan kompetensi/kemampuan tenaga farmasi

c)

Mengelola sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan yang efektif dan efisien

d)

Menerapkan farmakoekonomi dalam pelayanan

31.

Visite juga dapat dilakukan pada pasien yang sudah keluar rumah sakit atas permintaan pasien yang biasa disebut ....

a)

Pelayanan Farmasi Terapan

b)

Pelayanan Farmasi Komunitas

c)

Pelayanan kefarmasian di rumah (home pharmacy care)

d)

Pelayanan Farmasi Masyarakat

32.

Infeksi yang diperoleh di rumah sakit disebut ....

a)

infeksi bakteri

b)

infeksi kuman

c)

infeksi virus

d)

infeksi nosokomial

33.

Penggunaan antibiotik harus diminum sampai habis selama satu kurun pengobatan, meskipun gejala klinik sudah mereda atau menghilang sama sekali, adalah DRP yang termasuk dalam klasifikasi ....

a)

indikasi obat

b)

Frekuensi obat

c)

keamanan

d)

Durasi obat

34.

Penggunaan antibiotik harus diminum sampai habis selama satu kurun pengobatan, meskipun gejala klinik sudah mereda atau menghilang sama sekali, hal ini mencegah terjadinya ?

a)

Duplikasi Obat

b)

efek samping obat

c)

resistensi obat

d)

interaksi obat

35.

Dalam pengkajian resep, nama obat, bentuk dan kekuatan sediaan adalah bentuk persyaratan ....

a)

laboratorium

b)

administrasi

c)

farmaseutik

d)

klinik

36.

Bagian yang termasuk dalam persyaratan klinik pada pengkajian resep adalah ...

a)

reaksi dan alergi obat

b)

alamat pasien

c)

nama obat

d)

stabilitas obat

37.

Penyerahan obat kepada pasien hendaklah dilakukan dengan cara yang baik dan sopan, mengingat pasien dalam kondisi tidak sehat mungkin ...... kurang stabil.

a)

sifat

b)

perilaku

c)

emosi

d)

etika

38.

Yang bukan faktor penyebab Medication Errors adalah sebagai berikut:

a)

Kesalahan dan kehilangan arsip

b)

Kurangnya pengetahuan tentang obat

c)

Kesalahan pada pasien

d)

Kurangnya informasi tentang pasien

39.

Obat yang paling sering ditemukan menyebabkan iritasi pada lambung ....

a)

Antihistamin

b)

Domperidon

c)

Analgetik-antipiretik

d)

Rifampicin

40.

Yang bertugas menyusun formularium rumah sakit adalah ....

a)

ICCU

b)

IFRS

c)

IRD

d)

PFT

41.

Sebelum memilih obat untuk dimasukkan ke dalam formularium maka kriteria seleksi obat harus berdasarkan ....

a)

Harga yang stabil

b)

Rasio manfaat-risiko yang paling menguntungkan pasien

c)

Praktis dalam penggunaan dan penyerahan tidak perlu disesuaikan dengan tenaga, sarana dan fasilitas kesehatan

d)

Mutu terjamin tetapi tidak termasuk Farmaceuticalavailability (FA) dan Bioavalibility (BA)

42.

Yang bukan sasaran PIO adalah ..

a)

sanitarian

b)

farmasis

c)

perawat

d)

dokter

43.

Pustaka utama yang digunakan sebagai sumber informasi obat adalah ....

a)

Pustaka primer

b)

Pustaka tersier

c)

Pustaka sekunder

d)

Pustaka quarter

44.

Setelah terjadi interaksi antara penanya dan pemberi jawaban, maka kegiatan tersebut harus ...

a)

Didokumentasikan

b)

Dibagikan ke pasien tersebut

c)

Dibuang saja

d)

Disebarluaskan

45.

Pelayanan informasi obat oleh farmasis pada hakikatnya adalah aplikasi dari ilmu ....

a)

Sosial

b)

Manajemen

c)

Komunikasi

d)

Etika

46.

Floor Stock, IP, Unit Dose, Kombinasi merupakan metode pengelolaan sediaan farmasi dibidang?

a)

pengendalian

b)

pendistribusian

c)

penerimaan

d)

pengadaan

47.

berikut adalah salah satu cara pengendalian sediaan farmasi ...

a)

melakukan pelaporan

b)

perencanaan

c)

melakukan stock opname secara periodik

d)

melakukan pendistribusian

48.

Membandingkan instruksi pengobatan dengan obat yang telah didapat pasien merupakan pengertian dari

a)

penelusuran riwayat penyakit

b)

PIO

c)

screning resep

d)

rekonsiliasi obat

49.

Pemberian saran terkait terapi obat secara mendalam, merupakan pengertian dari

a)

visite

b)

Konseling

c)

MESO

d)

PIO

50.

tanda Iter dalam resep berarti ....

a)

dosis obat sengaja dikurangi

b)

dosis obat sengaja dilampaui

c)

resep dapat diulang

d)

resep megandung narkotika