wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Clinical Case Worksheet

Total questions: 45

Worksheet time: 45mins

Name
Class
Date
1.

Seorang anak, 8 tahun, dibawa ke rumah sakit oleh keluarganya karena pingsan setelah kecapekan bermain dengan temannya. Pasien tidak ada riwayat demam, hanya dari kecil memang mudah sakit, sering nampak letih, lemah, lesu dan tidak bertenaga. Pada pemeriksaan didapatkan pasien nampak anemis, CGS 456, dan tanda vital dalam batas normal. Didapatkan cooley facies dengan spleenomegali shufner 4. Dari pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 8gr/dL, PCV 23%, MCV, MCH dan MCHC menurun. Kadar leukosit 7600, dengan diff count 0/0/0/65/30/5, dan kadar trombosit 177.000. Evaluasi hapusan darah didapatkan anisositosis dengan normoblast di darah tepi.

a)

Elektroforesa haemoglobin

b)

Elektroforesa protein

c)

Immunophenotyping

d)

Bone marrow pucture

e)

Deteksi auto-antibody

2.

Seorang wanita, 38 tahun dibawa ke rumah sakit setelah ditemukan pingsan 1 jam yang lalu. Pasien diketahui menderita kelainan ginjal sejak 2 tahun yang lalu. Dari pemeriksaan didapatkan adanya anemia. Bagaimana mekanisme terjadinya kelainan pada Wanita tersebut?

a)

Penyakit ginjal → sintesa eritropoetin ↓ →kadar eritropoetin darah ↓ → jumlaherytroblast dari HSC ↓ → Eritrosit darah ↓

b)

Penyakit ginjal →sintesa trombopoetin ↓ → kadar trombopoetin darah ↓ → jumlah erytroblast dari HSC ↓ → Eritrosit darah ↓

c)

Penyakit hepar →sintesa trombopoetin ↓ → ↓ kadar trombopoetin darah ↓ → jumlah megakaryoblast dari HSC ↓ → trombosit ↓

d)

Penyakit hepar →sintesa erytropoetin ↓ → ↓ adar erytropoetin darah → jumlah megakaryoblast dari HSC ↓ → trombosit ↓

e)

Penyakit ginjal → ↓ aliran darah ke hepar ↓ → ↓ trombopoetin dan eritropoetin dalam darah → menghambat sumsum tulang →jumlah megakaryoblast dan eritroblast dari HSC ↓ →gangguan jumlah sel darah

3.

Seorang pria usia 2 tahun datang dengan demam tinggi sejak 4 hari, nyeri sendi, nyeri otot terutama betis, nyeri retro-orbita, mual, dan diare. Banyak warga di daerahnya mengalami gejala serupa setelah banjir. Pemeriksaan fisik: TD 120/70 mmHg, nadi 110x/menit, suhu 39,5°C, RR 24x/menit, konjungtiva tidak anemis. ada periconjunctival suffusion, tanpa sklera yang ikterik. Pada abdomen didapatkan nyeri perut kanan atas dungan peningkatan bising usus tanpa splenomegali atau hepatomegali. Hasil darah lengkap didapatkan Hb 1 g/dL, MCV, MCH, MCHC dan RDW normal. Leukosit 15.000 /dL, diff count 0 / 0 / 2/ 78 / 16 / 4, dan trombosit 136.000 /dL. Hasil uji microscopic agglutination test positif. Apakah terapi kausatif untuk pasien?

a)

Doksisiklin

b)

Artemisinin

c)

Acyclovir

d)

Interferon

e)

Tidak perlu diterapi karena self limiting diseases

4.

Pada pasien 46 tahun dengan gastritis autoimun dilakukan biopsi. Secara histologis terdapat infiltrasi limfosit dan makrofag pada mukosa lambung. Jenis hipersensitivitas apa yang dalam kasus tersebut?

a)

Type II (reagin type)

b)

Type II (antibody-mediated cytotoxicity)

c)

Type III (immune complex cytotoxicity)

d)

Type IV (cell-mediated hypersensitivity)

e)

Type V (granulomatous)

5.

Seorang wanita, 6 tahun, datang ke poli dengan keluhan sering muncul bintik-bintik merah pada kedua tungkainya sejak 2 bulan ini. Pasien mengaku kadang sering tiba-tiba misisan dan sering berdarah gusinya saat menyikat gigi. Tidak ada riwayat demam atau riwayat perdarahan berulang pada pasien atau keluarganya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda vital dalam batas normal, petekie pada kedua tungkai, dan tanpa hepatosplenomegali. Hasil darah lengkap didapatkan Hb9 g/dl, MCV, MCH dan MCHC normal, trombosit 58.000/uL, leukosit 7700/uL. Apusan darah tepi menunjukkan kesan jumlah eritrosit menurun, leukosit normal, dengan kesan jumlah trombosit menurun tanpa didapatkan megatrombosit/giant platelet.

a)

Anemia ringan normokrom normositer

b)

Anemia sedang normokrom nonnositer

c)

Anemia sedang normokrom normositer, trombositopenia berat

d)

Anemia sedang normokrom normositer, troinbositopenia sedang

e)

Pansitopenia

6.

A patient presents with generalized weakness and body aches for the past 3 months, accompanied by fever and night sweats. The patient has lost 5 kg in the last 3 months. Physical examination reveals weakness, GCS 456, HR 100x/min, RR 26x/min, Temp 37.9°C, SpO2 96%. Multiple cervical lymph node swellings are noted, 2-3 cm in diameter, tender (-), hyperemia (-), soft, fixed to the base (immobile), not confluent. Blood tests: Hb 9.6 gr/dl, leukocytes 3300 cells/mm3, hematocrit 29.8%, platelets 100,000 cells/mm3. Histopathology of cervical lymph node: proliferation of lymphocytes, normal gland structure lost, Reed Sternberg (+). The pathophysiology of this case is most closely related to:

a)

Infeksi HPV

b)

Infeksi HSV

c)

Infeksi EBV

d)

Infeksi HBV

e)

Infeksi HCV

7.

A 6-month-old baby is brought to the hospital due to persistent bleeding for 2 months without a history of trauma. No family history of similar complaints. Physical exam: appears moderately ill, malnutrition, anemia, mild jaundice, systolic murmur, hepatosplenomegaly, no lymphadenopathy. Lab results: Hb 5 g/dL, Hct 15.4, MCV 67 fL, MCH 23, MCHC 21, RDW 18%. Platelets 235,000; leukocytes 6400, normal differential. Electrophoresis: HbA <10%, HbA2 40%, HbF 20%, Hb Bart 30%.

a)

Anemia defisiensi besi

b)

Talasemia alfa minor/trait

c)

Talasemia beta minor/trait

d)

Talasemia alfa mayor/intermedia

e)

Talasemia beta mayor/intermedia

8.

1.        Ny. M, 28 tahun, datang ke IGD dengan keluhan demam sejak 10 hari sebelum MRS, badan terasa lemah serta nyeri pada sendi-sendi dan tulang, berat badan turun 5 kg dalam 1 bulan terakhir, gusi bengkak dan sering berdarah sejak 1 minggu terakhir. Dokter melakukan pemeriksaan fisik dan serangkaian pemeriksaan penunjang. Dokter mendiagnosis Ny. M menderita AML. Gambaran hapusan darah pada Ny M yang mendukung diagnosis tersebut:

a)

Infiltrasi dan dominasi lymphoblast

b)

Infiltrasi dan dominasi myeloblast

c)

Aktivitas eritropoietik meningkat

d)

Aktivitas trombopoietik meningkat

e)

Gambaran sel hematopietik hiposeluler

9.

An. M, laki-laki, 5 tahun dibawa ibunya ke poliklinik dengan keluhan muncul benjolan leher kanan sejak 2 hari yang lalu. Benjolan terasa nyeri. Demam sejak 5 hari yang lalu disertai batuk dan anak tidak mau makan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tampak sakit ringan. Vital sign: HR 98 x/menit, RR 26 x/menit, Tax 38,2°C, SaO2 96%, faring hiperemia (+), teraba pembesaran KGB pada cervical dextra, jumlah satu, nyeri tekan (+), hiperemia (+), teraba lunak, mobile (+). Hasil pemeriksaan laboratorium Hb 12,6 g/dl, leukosit 18.000 sel/uL, hematokrit 37,8%, trombosit 325.000 sel/uL, hitung jenis shift to the left. Sel hematologic yang berperan dalam patofisiologi kasus tersebut:

a)

Netrofil

b)

Monosit

c)

Sel mast

d)

Limfosit T

e)

Limfosit B

10.

Seorang laki-laki, 55 tahun datang ke poli IPD dengan keluhan nyeri dada berulang, sering mimisan dan gusi berdarah serta kesemutan, kaku dan nyeri di jung tangan dan kaki sejak 2 bulan terakhir. Pada pemeriksaan fisik pasien Nampak sakit ringan, GCS 456, HR 100x/m, RR 22x/m, Tax 37,0 °C, saturasi oksigen 94%. Konjuctiva hiperemis dengan wajah nampak kemerahan dan seperti bengkak. Pada abdomen didapatkan hepatosplenomegali ringan, dan extermitas nampak hiperemis. Hasil darah lengkap: Hb 20 g/dL, PCV 60%, lekosit 10.000 Imm', trombosit 402.000 /mm.' Gambaran darah tepi: kesan jumlah eritrosit meningkat, normokrom normositer, normoblast(-) eritroblas(-), serum iron normal, TIBC menurun. Fungsi hepar dan ginjal normal. Kadar asam folat dan b12 normal. Mutasi JAK2V6F positif, BCR-ABL negatif, Ph' Cr negatif.

a)

Defisiensi eritropoietin

b)

Peringkatan eritropoietin

c)

Keganasan hematopoetic stem cells

d)

Adanya antibody atau autoantigen

e)

Mutasi Genetik

11.

Seorang anak laki-laki usia 10 tahun di bawa ke rumah sakit karena perdarahan. Hasil pemeriksaan darah lengkap menunjukkan kadar trombosit 50,000/μL, prothrombintime (PT) 15 detik (kontrol 11.5 detik), activated partial thromboplastin time (aPTT) 51 detik (kontrol 36 detik), thrombin time (TT) 13.7 detik (kontrol 10.5 detik), dan level factor VIII 14% (normal 38%-178%). Apa penyebab yang paling mungkin dari perdarahan anak tersebut?

a)

Immune thrombocytopenic purpura (ITP)

b)

Vitamin K deficiency

c)

Disseminated intravascular coagulation (DIC)

d)

Hemophilia A

e)

Hemophilia B

12.

Seorang wanita, 45 tahun ke poli datang dengan keluhan pucat dan sklera kuning. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan anemia normokrom normositer, kadar leukosit 14000/dL dengan hasil hitung differensial 2 / 0 /2/ 67 /27 /3 dengan kadar trombosit 125.000 sel/mm3. Pemeriksaan makroskopis maupun mikroskopis menunjukkan adanya autoaglutinasi dengan hasil direct coombs test positif. Apakah diagnosa yang mungkin pasien ini?

a)

Myelodisplasia

b)

Thalassemia minor dengan infeksi kronis

c)

Anemia hemolitik autoimun

d)

Anemia akibat penyakit kronis

e)

Anemia pernisiosa

13.

   Seorang anak, laki-laki, 14 tahun dibawa ayahnya ke IGD dengan kelulian demam naik turun sejak 2 minggu lalu disertai pusing, badan lemah, cepat lelah jika beraktivitas. Berat badan pasien turun 3kg dalam 1bulan dan sering mimisan sejak 2minggu ini. Pemeriksaan fisik didapatkan pasien tampak sakit sedang. TD: 90 / 60 mmHg: N: 108/min; R: 24/min; Tax: 38°C. kunjungtiva anemis +/+, mukosa bibir anemis, epistaksis (+), pembesaran kelenjar getah bening cervical D/S (+), axilla D/S (+), inguinal D/S (+), hepatosplenomegali (+). Hasil darah lengkap: Hb 6 g/dL, Ieukosit 2100 sel/mm', hematocrit 18,6%, trombosit 70.000 sel/mm. hitung jenis, 0/ 0/ 0/30 / 65 /5 Hasil hapusan darah: eritrosit kesan jumlah menurun leukosit kesan jumlah menurun, vakuolisasi netrofil (-), limfoblast ++, trombosit kesan jumlah menurun, giant platelet (-)

Hasil biopsi sumsum tulang: normoscluler, rasio ME 4: 1, aktifitas sistem eritropoietik, granulopoietik, dan trombopoietik menurun, infiltrasi limfoblast 30% (meningkat). Apakah pilihan utama tata laksana kasus ini?

a)

Radioterapi

b)

Kemoterapi

c)

Terapi paliatif

d)

Gene therapy

e)

High dose steroid

14.

Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun mengalami demam selama 3 hari. Pada pemeriksaan fisik didapatkan anak tampak lemah dengan suhu badan 37,80C, tekanan darah 100/70 mmHg, denyut nadi 100 kali/menit. Rumple leede (+). Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb 12,3 g/dL, leukosit 4500/μL, hematokrit 36%, dan trombosit 120.000/μL. Apa diagnosis yang tepat kasus ini?

a)

demam dengue

b)

demam berdarah dengue

c)

morbili

d)

rubela

e)

eksantema subitum

15.

Seorang anak, laki-laki, 14 tahun dibawa ayahnya ke IGD dengan keluhan demam naik turun sejak 2 minggu lalu disertai pusing, badan lemah, cepat lelah jika beraktivitas. Berat badan pasien turun 3kg dalam 1bulan dan sering mimisan sejak 2minggu ini. Pemeriksaan fisik didapatkan pasien tampak sakit sedang. TD: 90 / 60 mmHg; N: 108/min; R: 24/min; Tax: 38°C. kunjungtiva anemis +/+, mukosa bibir anemis, epistaksis (+), pembesaran kelenjar getah bening cervical D/S (+), axilla D/S (+), inguinal D/S (+), hepatosplenomegali (+). Hasil darah lengkap: Hb 6 g/dL, leukosit 2100 sel/mm³, hematocrit 18,6%, trombosit 70.000 sel/mm³. hitung jenis, 0/ 0/ 0/30 / 65 / 5 Hasil hapusan darah: eritrosit kesan jumlah menurun leukosit kesan jumlah menurun, vakuolisasi netrofil (-), limfoblast ++, trombosit kesan jumlah menurun, giant platelet (-)

a)

severe limfopenia

b)

Moderate neutropenia

c)

Severe neutropenia

d)

Absolute limfositosis

e)

Absolute limfopenia

16.

1.        Seorang laki-laki usia 23 tahun datang ke poli karena keluhan sering pusing dan lelah 3 bulan terakhir. Pasien adalah mahasiswa yang aktif pada aktifitas Pecinta Alam dan sering melakukan ekspedisi pendakian. Dalam 3 bulan terakhir mendaki sebanyak 2x dan bermukim selama 2-3 minggu di Gunung Arjuna dan Merbabu. Pemeriksaan fisik diadapatkan sakit ringan, GCS 456, HR 70x/m, RR 16x/m, Tax 36C. konjuctiva hiperemis, wajah plethorae. Pemeriksaan darah didapatkan Hb 19 mg/dL, lekosit 9700 /mm3, trombosit 410.000 /mm3, Bagaimana tata laksana pada pasien?

a)

Donor darah berkala

b)

Transfusi darah berkala

c)

Pemberian eritropoetin

d)

Pemberian suplemen zat besi dan asam folat

e)

Terapi sitostatika

17.

Seorang pria, 30 tahun, mendapatkan tranfusi darah. Setelah pemberian 2 labu Whole blood, pasien nyeri dada dan sesak nafas disertai batuk. Pada pemeriksaan didapatkan Tekanan darah 100/70mmhg, Nadi 110x/min, RR 40x/min, Suhu 36,5oC, nampak sianotik. Pada pemeriksaan thorax didapatkan ictus cordis kuat angkat, dengan JVP yang meningkat. Pada auscultasi paru didapatkan ronchi basah kanan kiri, dengan saturasi Oksigen 87%. Apakah yang terjadi pada Pasien?

a)

Reaksi Alergi

b)

Non hemolytic febrile reaction

c)

Reaksi Hemolytic

d)

TRALI

e)

TRCO

18.

D.r Rasyida mendapati bahwa buah bit banyak mengandung antocianin yakni pigmen merah yang bersifat antioksidan. Apa peran bahan ini pada eritrosit tubuh manusia?

a)

Meningkatkan pembentukan radikal bebas sehingga critrosit mudah pecah

b)

Meningkatkan pembentukan radikal bebas sehingga eritrosit lebih elastis dan bertahan lain

c)

Menghambut perbentukan radikal bebas sehingga eritrosit mudah pecah

d)

Menghambat perbentukan radikal bebas sehingga eritrosit lebih elastis dan bertahan lama

e)

Menjaga metabolisme glukosa eritrosit sehingga sel tidak mudah mati

19.

1.        Dr. Rasyida melakukan isolasi Carica papaya L. dan menemukan beberapa bahan yang dapat meningkatkan jumiah trombosit dalam darah tepi melalui peningkatan produksi di sumsum tulang. Manakah mekanisme bahan dalam Carica papaya L. yang paling mungkin untuk timbulnya efek tersebut?

a)

Penghambatan trombopoetin di hepar

b)

Aktivasi gen yang meningkatkan proliferasi osteoblast

c)

Aktivasi gen yang mempercepat maturasi megakarioblast

d)

Hambatan ADP sehingga menghambat agregasi trombosit

e)

Penghambatan faktor Xa dan trombin pada agregasi platelet

20.

Seorang pria 18 tahun diduga mengalami thrombotic thrombocytopenic syndrome akibat vaksin Covid 19. Apakah pemeriksaan yang akan mendukung penegakan diagnosa pasien ini?

a)

Kadar Shiga-toxin dan hasil kultur E-Coli (+)

b)

Kadar ADAMTS13 dan kadar Von willebran factor

c)

Kadar PF4 dan antibody (IgG) PF4

d)

PCR Covid 19 +dan auto antibody SarsCov 2

e)

Pemanjangan PPT dan APTT serta penurunan kadar faktor koagulasi

21.

Seorang pasien, 5 tahun, didiagnosa dokter menderita CML. Apakah patofisiologi ke'ainan tersebut?

a)

Disregulasi tirosin kinase

b)

Disregulasi pyruvate kinase

c)

Disregulasi serine kinase

d)

Disregulasi Jak-2 kinase

e)

Disregulasi triptophane kinase

22.

Seorang laki-laki, 55 tahun melakukan general check up karena sering nyeri kaki bawah dan sakit kepala sejak pindah dari daerah Dieng Banyuwangi ke Kenjeran Surabaya. Pada pemeriksan fisik pasien tidak nampak sakit, GCS 156, HR 90x/m, RR 18x/m, Tax 37,2 °C. konjucta hiperemis dengan wajah plethorae, saturasi oksigen 94%. Pada pemeriksaan fisik lain tidak didapatkan kelainan. Selain pemeriksaan darah lengkap, pemeriksaan spa yang sebaik nya dilakukan pada pasien?

a)

Kadar serum iron dar TIBC

b)

Kadar eritropoetin dan tes fungsi ginjal

c)

Kadar trombopoetin dan tes fungsi hepar

d)

Kadar asam folat dan vitamin B 21

e)

BJ plasma, dan biopsi sumsum tulang

23.

Seorang perempuan, 40 tahun, memberikan hasil pemeriksaan darah lengkapnya pada anda yang menunjukkan data berupakan penurunan jumlah eritrosit, kadar Hb, HCT, MCV, MCH dan MCHC yang diduga karena kelainan nutrisional. Apalah hasil pemeriksaan yang membantu penegakan diagnosis pasien ini?

a)

Peningkatan kadar serum iron

b)

Peningkatan serum ferritin

c)

Peningkatan kadar transferrin

d)

Penurunan kadar B-12 dan asam folat

e)

Penurunan total iron binding capacity (TIBC)

24.

Seorang anak laki-laki berusia 6 tahun dibawa ibunya ke poliklinik dengan keluhan pucat pada wajah sejak 3 hari yang lalu. Pasien didiagnosa thalassemia 2 tahun lalu dan rutin transfusi. Pada pemeriksaan fisik didapatkan GCS 456, TD 90/60 mmHg, nadi 90x/m, R 26 x/menit, Tax 37°C. Konjungtiva anemis +/+, leher tidak teraba pembesaran KGB, perut distended, supel, hepar tidak teraba dan lien teraba setinggi umbilicus, shifting dullness (-).

a)

Hepatomegali

b)

Chronic anemia

c)

Hipersplenisme

d)

Hipertrofi gingiva

e)

Limfadenopati general

25.

Tn M, laki-laki, usia 58 tahun datang ke IGD dengan keluhan demam dan lemas seluruh tubuh, sejak 1 minggu yang lalu dan memberat 2 hari terakhir. Pasien juga mengeluhkan nyeri pada tulang belakang dan kedua tungkai disertai mual, rasa haus dan BAK berkurang. Sejak 1 minggu terakhir pasien sering mengalami mimisan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tampak sakit sedang. Vital sign: HR 92 x/menit, RR 25 x/menit, Tax 38,4°C, SaO2 97%. Konjungtiva anemi (+), hepatosplenomegali (+). Hasil pemeriksaan laboratorium Hb 8,2 g/dl, leukosit 20.000 sel/uL, trombosit 90.000 sel/uL, ureum 68 mg/dl (N 5-20 mg/dL), kreatinin 3,5 mg/dl (N 0,7-1,4 mg/dl). Hasil urinalisis : urin keruh, pH 6,5, protein +3, darah (-), leukosit (-). Hasil biopsi sumsum tulang : plasmotosis 20%. Hasil pemeriksaan rontgen tulang belakang dan tungkai AP-lateral : kesan osteopenia dan lesi litik pada tibia D/S.

a)

AML

b)

CML

c)

Limfoma maligna

d)

Multiple myeloma

e)

Myelodisplastik syndrome

26.

The order of leukocyte cell counts from the most to the least is....

a)

Neutrophil, Lymphocyte, Monocyte, Eosinophil, Basophil

b)

Neutrophil, Monocyte, Lymphocyte, Eosinophil, Basophil

c)

Neutrophil, Lymphocyte, Monocyte, Basophil, Eosinophil

d)

Basophil, Eosinophil, Monocyte, Lymphocyte, Neutrophil

e)

Basophil, Eosinophil, Monocyte, Neutrophil, Lymphocyte

27.

1.        Seorang pria, 70 tahun, dibawa ke UGD dengan keluhan sesak nafas dan kelelahan progresif sejak 3 minggu terakhir. Pada pemeriksaan didapatkan konjuctiva anemis, skleral icteric dengan splenomegali shuffner 2. Hasil darah lengkap didapatkan: Hb 5.7g/dL, MCV 100fL, trombosit 223.000/mL, Leukosit 24.400/mL, Netrofil 4000/mL, Limfosit 18.400/mL. Evaluasi hapusan darah didapatkan anisositosis, polikromasi disertai adanya spherocytes. Pemeriksaan serum darah didapatkan kadar zat besi turun, ferritin naik, transferin turun, TIBC normal, Saturasi zat besi turun, B12 normal, Folat normal, SGOT 30, SGPT 80, ALP dan GGT naik ringan. LDH naik 10x lipat. Kadar Bilirubin total 125 𝜇mol/L (N: S-30), Bilirubin direk 5 𝜇mol/L N(: 0-5) dan Bilirubin indirek 120 𝜇mol/L (5-25). Apakah kemungkinan diagnosa pasien ini?

a)

Hemolytic anemia

b)

B12 deficiency anemia

c)

Malaria

d)

Folate deficiency anemia

e)

Thalassemia minor

28.

1.        Seorang wanita, 55 tahun datang ke poli IPD dengan keluhan mudah letih, lesu, lemah dan lunglai sejak 2 bulan terakhir disertai demam hilang timbul sejak 1 minggu terakhir.
Pada pemeriksaan fisik pasien nampak ringan, GCS 456, HR 100x/m, RR 22x/m, T 37,0°C, saturasi oksigen 94%. Konjungtiva anemis +/+, tidak ikterik. Pada abdomen didapatkan splenomegali ringan dengan ekstremitas yang nampak pucat.
Hasil darah lengkap didapatkan Hb 4,9 g/dL, PCV 18%, leukosit 2.500/mm³, trombosit 58.000/mm³.
Gambaran darah tepi didapatkan kesan jumlah eritrosit menurun, anisitosis dan makrositosis, normoblast (+), eritroblast (-). Serum iron dan TIBC normal, fungsi ginjal dan fungsi hepar normal, kadar asam folat dan vitamin B12 normal.

Apakah patofisiologi yang mungkin mendasari kelainan pada pasien ini?

a)

Defisiensi eritropoietin

b)

Peningkatan eritropoietin

c)

Keganasan hematopoetic stem cells

d)

Adanya auto antibody atau auto antigen

e)

Mutasi genetik

29.

1.        Seorang laki-laki usia 40 tahun datang ke IGD setelah KLL 2 jam yang lalu. Pemeriksaan fisik kesadaran menurun, TD 80/60, nadi 130x/menit, RR 30x/menit, tampak fraktur terbuka tungkai kanan dan memar di wajah. Dokter kemudian melakukan tindakan resusitasi awal. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan Hb 5.5 g/dL, leukosit 14.000, trombosit 180.000. Pasien diberikan transfuse PRC tanpa dilakukan cross match terlebih dahulu. Tidak lama kemudian, pasien demam, menggigil, nyeri pinggang, hemoglobinuria, hipotensi, nyeri dada, takipneu, dan takikardi. Hal yang menyebabkan kondisi tersebut adalah...

a)

Transfusion-associated Circulatory Overload

b)

Febrile Non-hemolytic Transfusion Reaction

c)

Allergic Transfusion Reaction

d)

Anaphylactic Transfusion Reaction

e)

Acute Hemolytic Transfusion Reaction

30.

1.        Seorang wanita 48 tahun datang dengan asma serta infeksi virus pada sistem pernapasan. Infeksi mengakibatkan kefatalan pada status asmatikus. Pemeriksaan histologis menunjukkan jaringan paru-paru dengan bronkus yang berkontraksi dan sumbatan luminal yang berisi lendir dan sisa-sisa sel. Submukosa mengalami edema dan infiltrasi sel-sel inflamasi yang mengandung banyak eosinofil dan sel-sel mast yang terdegranulasi. Bagaimana mekanisme hipersensitivitas pada kasus ini?

a)

Humoral immunity (Type I, anaphylactic reaction)

b)

Inflammatory reaction

c)

Autoimmune reaction

d)

Immune complex reaction (Type III)

e)

Cell-mediated immunity (Type IV)

31.

Tn B, 55 tahun, datang ke poliklinik dengan keluhan badan terasa lemah dan cepat lelah jika beraktivitas sejak 3 bulan terakhir. Sejak 2 bulan terakhir pasien mengeluh gusi berdarah saat menggosok gigi. Pasien juga mengeluh perut terasa penuh dan sebah. Berat badan pasien turun 3 kg dalam 3 bulan terakhir. Dari pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tampak sakit sedang, TD: 110 / 70 mmHg, frekuensi nadi 88 /min, RR 24 /min, Tax: 37,5°C, konjungtiva anemis +/+, mukosa bibir anemis, gum bleeding (+) dan splenomegali (+). Pada pemeriksaan darah lengkap didapatkan anemia, hiperleukositosis dan trombositopenia. Dokter melakukan pemeriksaan darah lengkap dan mendiagnosis pasien menderita CML. Gambaran pemeriksaan hapusan darah tepi yang mendukung diagnosis tersebut:

a)

Myeloblast > 5%

b)

Limfositosis absolut

c)

Leukosit kesan menurun

d)

Dominasi sel limfosit imatur

e)

Sel granulosit meningkat

32.

An. M, laki-laki, 5 tahun dibawa ibunya ke poliklinik dengan keluhan muncul benjolan leher kanan sejak 2 hari yang lalu. Benjolan terasa nyeri. Demam sejak 5 hari yang lalu disertai batuk dan anak tidak mau makan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum tampak sakit ringan. Vital sign: HR 98 x/menit, RR 26 x/menit, Tax 38,2°C, SaO2 96%, faring hiperemia (+), teraba pembesaran KGB pada cervical dextra, jumlah satu, nyeri tekan (+), hiperemia (+), teraba lunak, mobile (+). Hasil pemeriksaan laboratorium Hb 12,6 g/dl, leukosit 18.000 sel/uL, hematokrit 37,8%, trombosit 325.000 sel/uL, hitung jenis shift to the left.

a)

Obat antituberkulosis selama 6 bulan

b)

Bed rest dan tata laksana suportif

c)

Antibiotik oral selama 5-7 hari

d)

Tata laksana simtomatik

e)

Insisi drainase

33.

Seorang bayi berusia 6 bulan di bawa ke rumah sakit karena terlihat pucat sejak 2 bulan ini tanpa ada tanda-tanda perdarahan. Riwayat keluarga yang mengalami sakit serupa tidak ada. Dari hasil pemeriksaan didapatkan bayi nampak sakit sedang, gizi kurang, anemia, ikterik ringan, sistolik murmur, hepatosplenomegali, tanpa limfadenopati. Hasil Darah lengkap didapatkan Hb 5 g/dL, HCT 15,4, MCV 67 fl, MCH 23, MCHC 21, RDW 18%. Trombosit 235.000, leukosit 6400, dengan hitung jenis leukosit normal. Apakah diagnose yang paling mungkin pada kasus?

a)

Hemoglobinopathy

b)

Anemia penyakit kronik

c)

Anemia defisiensi Fe

d)

Anemia defisiensi B12

e)

Anemia aplastik

34.

1.        Seorang perempuan usia 35 tahun datang ke PKM dengan keluhan bercak  merah yang tidak gatal dan tidak nyeri di dahi, pipi kanan dan pip kiri sejak 2 tahun yang lalu. Pasien juga sering merasa letih dan sakit di persendian. Pasien bekerja sebagai penjual jamu keliling. Pada pemeriksaan fisik didapatkan konjungtiva pucat. Pada pemeriksaan dermatologi di regio fasialis didapatkan macula eritematosa berbentuk seperti kupu-kupu dan terdapat sikatriks pada kulit kepala. Dari pemeriksaan darah rutin didapatkan Hb 7.5 g/dL.  Dari pemeriksaan urinalisis terdapat proteinuria 4+ dan silinder. Pemeriksaan penunjang selanjutnya yang paling tepat untuk pasien adalah...

a)

Hb electrophoresis

b)

CRP

c)

Anti ds-DNA

d)

VDRL-TPHA

e)

uji Ig-E spesifik

35.

1.        An. L, perempuan, 12 tahun dibawa ayahnya ke IGD dengan keluhan demam naik turun sejak 2 minggu yang lalu. Sering pusing, badan terasa lemah, cepat lelah jika beraktivitas. Perut terasa mual dan sebah. Berat badan turun 3 kg dalam 1 bulan terakhir. Sering mimisan sejak 2 minggu terakhir. Pasien juga mengeluh nyeri pada sendi-sendi kaki dan tulang belakang. Menurut ayah, pasien tampak pucat akhir-akhir ini. Tidak ada riwayat keluarga seperti ini. 5 tahun yang lalu, ibu pasien meninggal karena kanker payudara. Dari pemeriksaan fisik didapatkan, keadaan umum tampak sakit sedang, TD: 90 / 60 mmHg; N: 96 /min; R: 24 /min; Tax: 38,5°C, konjungtiva anemis +/+, mukosa bibir anemis, epistaksis (+), pembesaran kelenjar getah bening cervical D/S (+), axilla D/S (+), inguinal D/S (+), hepar teraba 2 jari di bawah arcus costae, lien teraba di pertengahan antara tepi bawah arcus costae sinistra dengan umbilicus. Hasil pemeriksaan darah lengkap: Hb 6,2 gr/dl, leukosit 2100 sel/mm3, hematocrit 18,6%, trombosit 70.000 sel/mm3, hitung jenis, 0 / 0 / 0 / 20 / 74 / 6, hapusan darah: eritrosit kesan jumlah menurun, leukosit kesan jumlah menurun, vakuolisasi netrofil (-), limfoblast ++, trombosit kesan jumlah menurun, giant platelet (-). Assesmen kasus tersebut berdasarkan jumlah ANC adalah:

a)

Severe lymphopenia

b)

Moderate monocytosis

c)

Severe neutropenia

d)

Relative lymphocytosis

e)

Absolute limfopenia

36.

Seorang pria, 52 tahun mendapatkan infusi darah. Setelah pemberian 2 labu whole blood, 1 hari kemudian pasien demam, badan tidak enak, meriang, mual dan badan sakit semua. Tanda vital: TD 110/70 mmHg, nadi 110x/menit, RR 24x/menit, suhu 39,0°C, tampak sakit sedang-berat. Tidak ada kelainan khas lain, diduga inflamasi sistemik. Laboratorium: leukositosis dengan kultur darah positif. Apakah tindakan yang sebaiknya dilakukan?

a)

Stop transfusi, ganti NS, antipiretik, observasi

b)

Stop transfusi, ganti NS, antihistamin + kortikosteroid, observasi

c)

Stop transfusi, ganti NS, O2, adrenalin IV, antihistamin + kortikosteroid

d)

Stop transfusi, ganti NS, furosemid + mannitol, cek darah & urin, observasi

e)

Stop transfusi, ganti NS, beri oksigen, injeksi antibiotik spektrum luas, observasi

37.

Seorang bayi perempuan usia 3 bulan, datang ke IGD dengan keluhan tidak mau minum dan ‘bergerak-gerak aneh dan berulang’. Kedua keluhan tersebut terjadi 1 hari terakhir. Riwayat bayi lahir di dukun bayi, dan langsung dibawa pulang pada hari itu. Pasien tidak pernah sakit sebelumnya. Pada pemeriksaan didapatkan Nadi 140x/menit, Tak 37C, RR 40x/menit, kejang general tonik klonik, tampak anemis. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan anemia Hb 5 mg/dL, trombosit 325.000 md/dL, lekosit 12.700 md/dL, pemanjangan faal hemostasis PTT dan APTT. Anda mencurigai suatu proses perdarahan intrakranial. Pemeriksaan radiologis yang perlu dilakukan pada kondisi diatas adalah:

a)

EEG

b)

CT scan kepala

c)

Angiografi cerebral

d)

Foto Xray kepala

e)

Foto waters

38.

Seorang perempuan berusia 17 tahun diantar ibunya ke Puskesmas dengan keluhan pucat sejak 2 bulan ini. Pasien merupakan vegetarian. Pemeriksaan fisik kesadaran kompos mentis denyut nadi 92x/menit, frekuensi napas 20x/menit, suhu 37,1°C, konjungtiva anemis. Pemeriksaan laboratorium Hb 5,3 g/dL, MCV 118 fL, MCH 32, MCHC 30, leukosit 3.100/mm3, trombosit 115.000/mm3, hitung retikulosit 0,9%.

a)
Def riboflavin
b)

def cobalamin

c)

def Fe

d)

def piridoksin

e)

def niacin

39.

Dr. Raysida menginjeksikan protein senyawa X, Y dan Z yang ditemukannya kepada hewan coba. Senyawa X menyebabkan pembentukan imunoglobulin bersirkulasi yang juga ditemukan dalam lumen usus. Senyawa Y menghasilkan imunoglobulin yang bersirkulasi dan membentuk pentamer besar. Senyawa Z menghasilkan imunoglobulin yang bersirkulasi yang berikatan dengan basofil. Paparan bahan apakah yang dapat menyebabkan terjadinya reaksi anafilaksis?

a)

Antigen X

b)

Antigen Y

c)

Antigen Z

d)

Antigen X dan Z

e)

Antigen Y dan Z

40.

Seorang wanita berusia 52 tahun datang dengan keluhan utama bintik – bintik merah pada kedua tungkainya sejak 1 minggu ini tanpa riwayat perdarahan berulang pada keluarga. Pasien diketahui menderita infeksi tifus dan demam berdarah 3 minggu yang lalu dan dirawat di rumah sakit selama 1 minggu. Pada pemeriksaan fisik tanda vital dalam batas normal, afebris, dengan petekie pada kedua tungkai dan tanpa hepatosplenomegali. Hasil darah lengkap menunjukkan jumlah trombosit 38.000/uL, leukosit 5700/uL, Hb 6,8 g/dL. Apusan darah tepi menunjukkan anemia normokrom normositer, aglutinasi (+), trombositopenia, dengan giant trombosit (+). Apakah terapi yang tepat pada kasus?

a)

Pemberian steroid

b)

Pemberian sitostatika

c)

Transfusi trombosit

d)

Transfusi whole blood

e)

Tidak perlu terapi, cukup diinfus, dan dirawat dirumah sakit untuk observasi

41.

1.  Dr. Rasyida menemukan 3 bahan dengan keterangan sebagai berikut

Bahan A mengandung heme, 2 rantai alfa (α) dan 2 rantai delta (δ) 

Bahan B mengandung heme, 2 rantai alfa (α) dan 2 rantai gamma (γ) 

Bahan C mengandung heme, 2 rantai alfa (α) dan 2 rantai beta (β) 

Manakah pernyataan yang benar tentang bahan diatas?

a)

A adalah HbA1, B adalah HbA2, C adalah HbF

b)

A adalah HbA1, B adalah HbF, C adalah HbA2

c)

A adalah HbA2, B adalah HbA1, C adalah HbF

d)

A adalah HbA2, B adalah HbF, C adalah HbA1

e)

A adalah HbF, B adalah HbA1, C adalah HbA2

42.

Apakah peran bahan Zat Besi / Fe pada eritropoiesis atau pada fungsi eritrosit?

a)

Mempengaruhi sintesa heme pada pembentukan hemoglobin di eritrosit

b)

Mempengaruhi sintesa globin rantai Alfa dan Beta pada pembentukan hemoglobin di eritrosit

c)

Mempengaruhi kemampuan hemoglobin dalam mengikat oksigen dan karbon dioksida

d)

Mempengaruhi masa hidup eritrosit dengan meningkatkan enzym anti-oksidan intra-eritrosit

e)

Menjadi sumber energi eritrosit melalui jalur glikolisis di eritrosit

43.

Dr Rasyida menemukan bahan Z yang dapat menyebabkan peningkatan fibrin degradation products dalam darah. Apakah bahan yang ditemukan dr. Rasyida?

a)

PAI-1

b)

APC inhibitor

c)

TAFI

d)

tPA

e)

Alfa-2 makroglobulin

44.

Seorang anak laki-laki, 2 tahun, datang ke poliklinik diantar orangtuanya setelah jatuh dari sepeda dengan keluhan kaki bengkak dan berdarah. Keluhan awalnya ringan, namun makin berat dan makin nyeri. Pasien diketahui sering lebam kulit terutama setelah bertabrakan atau terbentur sesuatu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan anak rewel dan sulit diperika, namun kaki pasien nampak hematome dengan lebam yang masih merah kebiruan. Hasil pemeriksaan didapatkan pemanjangan TT dan APTT dengan kadar factor VIII yang berkurang sedangkan hasil PPT, factor IX, XI dan von Willebrand normal. Apakah diagnosa yang tepat pada pasien?

a)

Hemofilia A

b)

Hemofilia B

c)

Hemofilia C

d)

Von Willebrand Disease

e)

Defisiensi vitamin K

45.

After birth until age < 30 years, where does the process of hematopoiesis occur?

a)

Tulang pipih

b)

Tulang pipih, Tulang tidak beraturan

c)

Tulang panjang, Tulang pipih

d)

Tulang panjang, Tulang tidak beraturan

e)

Tulang panjang, Tulang pipih, Tulang tidak beraturan