wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

SOAL MODUL CARDIOVASCULAR EMERGENCY

Total questions: 50

Worksheet time: 25mins

Name
Class
Date
1.

Pria 60 tahun kolaps saat olahraga. Tidak ada nadi karotis teraba. EKG menunjukkan gelombang fibrilasi ireguler tanpa kompleks QRS yang jelas. Apa diagnosis ritme ini?

a)

Asistol

b)

Fibrilasi ventrikel

c)

Takikardia ventrikel tanpa nadi

d)

PEA (Pulseless Electrical Activity)

e)

Flutter ventrikel

2.

Wanita 45 tahun datang dengan palpitasi mendadak. EKG menunjukkan irama reguler, frekuensi 190x/menit, kompleks QRS sempit. Pasien stabil hemodinamik. Apa diagnosis paling mungkin?

a)

Atrial fibrilasi

b)

Flutter atrium dengan RVR

c)

Takikardia supraventrikular (SVT)

d)

Takikardia ventrikel monomorfik

e)

Sinus takikardia

3.

Pria 65 tahun dengan riwayat CAD datang dengan palpitasi. EKG: QRS lebar, frekuensi 160x/menit, irama reguler. Pasien hipotensi dan pucat. Diagnosis ritme ini adalah ...

a)

SVT dengan aberansi

b)

Atrial fibrilasi dengan blok cabang

c)

Takikardia ventrikel monomorfik

d)

Torsades de pointes

e)

Sinus takikardia dengan LBBB

4.

Seorang wanita 30 tahun dengan riwayat lupus datang dengan sinkop. EKG menunjukkan irama reguler dengan gelombang P tidak konsisten, frekuensi ventrikel 30x/menit. Diagnosis yang paling sesuai adalah ...

a)

Blok AV derajat I

b)

Blok AV derajat II tipe Mobitz I

c)

Blok AV derajat II tipe Mobitz II

d)

Blok AV total (complete heart block)

e)

Sinus bradikardi

5.

Seorang pria 70 tahun dengan riwayat gagal ginjal mengalami henti jantung. EKG menunjukkan kompleks QRS lebar berosilasi dengan baseline bergelombang. Diagnosis ini sesuai dengan ...

a)

Asistol

b)

Takikardia ventrikel tanpa nadi

c)

Fibrilasi ventrikel

d)

PEA

e)

Torsades de pointes

6.

Pasien laki-laki 50 tahun, EKG menunjukkan gelombang P ireguler, interval R-R ireguler, tanpa pola jelas. Diagnosis ritme ini adalah ...

a)

Flutter atrium

b)

Fibrilasi atrium

c)

SVT

d)

Sinus takikardia

e)

Junctional rhythm

7.

Seorang pasien perempuan 42 tahun datang dengan sinkop. EKG menunjukkan polimorfik VT dengan bentuk “twisting of the points” pada baseline panjang QT. Diagnosisnya adalah ...

a)

SVT dengan aberansi

b)

Torsades de pointes

c)

Fibrilasi ventrikel

d)

Ventricular bigeminy

e)

Flutter atrium atipikal

8.

Pasien 35 tahun datang ke IGD dengan palpitasi. EKG menunjukkan gelombang gergaji (“sawtooth”) dengan frekuensi atrium 300x/menit, ventrikel 150x/menit. Diagnosis adalah ...

a)

Fibrilasi atrium

b)

Flutter atrium dengan blok AV 2:1

c)

SVT

d)

Sinus takikardi

e)

Takikardia ventrikel

9.

Pria 50 tahun dengan riwayat infark miokard datang dengan palpitasi. EKG menunjukkan QRS lebar, frekuensi 140x/menit, tidak ada gelombang P. Pasien stabil hemodinamik. Diagnosis ritme ini adalah ...

a)

SVT dengan aberansi

b)

Takikardia ventrikel monomorfik

c)

Torsades de pointes

d)

Fibrilasi ventrikel

e)

Sinus takikardia dengan blok cabang

10.

Pasien ditemukan tidak sadar di ruang publik. EKG menunjukkan gelombang lurus tanpa aktivitas listrik bermakna. Apa diagnosis ritme ini?

a)

Asistol

b)

VF

c)

VT tanpa nadi

d)

PEA

e)

Blok AV total

11.

Seorang pria 55 tahun ditemukan kolaps di jalan. Tidak responsif, tidak ada pernapasan normal. Apa langkah pertama yang harus dilakukan penolong awam?

a)

Memeriksa nadi karotis

b)

Memulai kompresi dada segera

c)

Memanggil bantuan dan mengaktifkan sistem emergensi

d)

Memberikan napas buatan terlebih dahulu

e)

Memasang monitor EKG

12.

Seorang pasien henti jantung dewasa sedang dilakukan CPR oleh satu penolong. Rasio kompresi dada dan ventilasi yang benar adalah ...

a)

15 : 2

b)

20 : 2

c)

25 : 2

d)

30 : 2

e)

50 : 2

13.

Seorang pasien henti jantung. Penolong melakukan kompresi dada. Berapakah kedalaman kompresi dada yang dianjurkan pada pasien dewasa?

a)

2 cm

b)

3 cm

c)

4–5 cm

d)

≥5 cm (sekitar 5–6 cm)

e)

>7 cm

14.

Seorang pasien henti jantung di IGD. Kompresi dada sedang dilakukan. Berapa laju kompresi yang benar pada CPR dewasa?

a)

60–80 kali/menit

b)

80–100 kali/menit

c)

100–120 kali/menit

d)

120–140 kali/menit

e)

>150 kali/menit

15.

Seorang pasien VF henti jantung diberikan defibrilasi pertama. Setelah itu langkah berikutnya adalah ...

a)

Segera cek nadi

b)

Segera ulangi defibrilasi

c)

Segera lanjutkan CPR 2 menit sebelum evaluasi ritme

d)

Memberikan adrenalin segera

e)

Memasang airway definitif terlebih dahulu

16.

Seorang pasien asystole sedang dilakukan CPR. Obat utama yang dianjurkan diberikan adalah ...

a)

Amiodaron

b)

Adenosin

c)

Adrenalin

d)

Lidokain

e)

Magnesium sulfat

17.

Pria 65 tahun dengan VF yang tidak respons setelah 2 kali defibrilasi. Apa obat antiaritmia yang direkomendasikan?

a)

Adenosin

b)

Amiodaron

c)

Digoksin

d)

Verapamil

e)

Propranolol

18.

Pria 40 tahun kolaps. EKG menunjukkan PEA. Setelah 2 menit CPR dan pemberian adrenalin, apa langkah berikutnya?

a)

Defibrilasi segera

b)

Pemasangan pacemaker

c)

Cari dan koreksi penyebab yang reversible (Hs & Ts)

d)

Memberikan amiodaron

e)

Berhenti CPR setelah 2 siklus

19.

Pasien dewasa dengan bradikardia simptomatik (HR 30x/menit, hipotensi, pusing). Obat lini pertama sesuai algoritme ACLS adalah ...

a)

Amiodaron

b)

Atropin

c)

Adenosin

d)

Dopamin

e)

Adrenalin

20.

Pria 55 tahun dengan takikardia monomorfik reguler, QRS lebar, pasien stabil hemodinamik. Terapi awal sesuai algoritme ACLS adalah ...

a)

Kardioversi sinkron segera

b)

Amiodaron intravena

c)

Adenosin intravena

d)

Defibrilasi

e)

Atropin

21.

Pria 60 tahun kolaps di jalan. EKG menunjukkan fibrilasi ventrikel. Terapi listrik yang harus segera dilakukan adalah ...

a)

Kardioversi sinkron

b)

Defibrilasi asinkron

c)

Pacing transkutan

d)

Ablasi kateter

e)

Observasi

22.

Wanita 48 tahun datang dengan atrial flutter dengan respons ventrikel cepat (HR 160x/menit). Pasien hipotensi, pusing, dan nyeri dada. Terapi listrik yang paling tepat adalah ...

a)

Defibrilasi asinkron

b)

Kardioversi sinkron segera

c)

Amiodaron intravena

d)

Adenosin intravena

e)

Observasi ketat

23.

Pria 55 tahun henti jantung, dilakukan defibrilasi. Mekanisme kerja defibrilasi adalah ...

a)

Memberikan energi listrik untuk meningkatkan kontraktilitas jantung

b)

Memberikan stimulasi listrik agar irama lebih cepat

c)

Memberikan energi listrik untuk menghentikan aktivitas listrik kacau, agar nodus SA dapat mengambil alih

d)

Memberikan stimulasi listrik untuk memperlambat irama jantung

e)

Memberikan energi untuk menurunkan resistensi vaskular

24.

Pria 68 tahun dengan AV block total, bradikardia 30x/menit, pusing, hipotensi. Tidak respons dengan atropin. Terapi listrik yang paling tepat adalah ...

a)

Kardioversi sinkron

b)

Defibrilasi

c)

Pacing transkutan sementara

d)

Ablasi nodus AV

e)

Observasi

25.

Wanita 62 tahun dengan fibrilasi atrium onset 24 jam, rencana kardioversi. TEE menunjukkan adanya trombus atrium kiri. Apa langkah terbaik sebelum kardioversi?

a)

Tetap lakukan kardioversi dengan energi rendah

b)

Terapi antikoagulan minimal 3 minggu, lalu kardioversi elektif

c)

Defibrilasi asinkron

d)

Pacing atrium

e)

Observasi tanpa terapi

26.

Pria 58 tahun datang ke IGD dengan nyeri dada khas sejak 1 jam, menjalar ke lengan kiri. EKG menunjukkan elevasi segmen ST di sadapan V2–V5. Diagnosis paling sesuai adalah ...

a)

NSTEMI

b)

STEMI anterior

c)

STEMI inferior

d)

Angina stabil

e)

Perikarditis akut

27.

Seorang pria 65 tahun datang dengan STEMI anterior, onset 2 jam, fasilitas tersedia PCI primer <90 menit. Terapi reperfusi yang paling tepat adalah ...

a)

PCI primer segera

b)

Fibrinolisis dengan alteplase

c)

Hanya terapi medikamentosa (antiplatelet, statin, heparin)

d)

CABG emergensi

e)

Observasi dan terapi konservatif

28.

Seorang pasien 60 tahun dengan STEMI inferior dan gagal jantung Killip II. Terapi farmakologis awal yang direkomendasikan di IGD adalah ...

a)

Aspirin, clopidogrel, oksigen bila hipoksemia, nitrat bila tidak hipotensi, morfin bila nyeri

b)

Hanya oksigen 100%

c)

Furosemid dan digoksin saja

d)

Beta blocker intravena rutin pada semua pasien

e)

Antikoagulan saja

29.

Pasien 70 tahun dengan STEMI datang dalam syok kardiogenik. Fasilitas PCI primer tidak tersedia dalam 3 jam. Pilihan terapi reperfusi adalah ...

a)

PCI primer di RS saat ini

b)

Fibrinolisis segera lalu transfer untuk PCI rescue

c)

Terapi medikamentosa saja

d)

CABG elektif

e)

Observasi

30.

Seorang pria 68 tahun dengan NSTEMI. Tanda vital stabil, troponin positif, GRACE score tinggi. Strategi invasif yang direkomendasikan adalah ...

a)

PCI primer dalam 2 jam

b)

Angiografi koroner dalam 24 jam

c)

Angiografi koroner dalam 72 jam

d)

Observasi konservatif

e)

CABG emergensi

31.

Pria 64 tahun datang dengan sesak napas akut, edema tungkai, dan ronki basah di kedua paru. Tekanan darah 130/80 mmHg, akral hangat. Gambaran klinis pasien ini paling sesuai dengan profil hemodinamik ...

a)

Dry and warm

b)

Wet and warm

c)

Dry and cold

d)

Wet and cold

e)

Hipovolemik

32.

Wanita 70 tahun datang dengan edema paru akut, tekanan darah 190/110 mmHg, RR 32x/menit, SpO2 85% RA. Terapi awal yang paling tepat adalah ...

a)

Loop diuretik intravena dan nitrogliserin intravena

b)

Dopamin intravena

c)

Hanya oksigen 100%

d)

Digoksin intravena

e)

Dobutamin intravena

33.

Pria 58 tahun dengan riwayat HFrEF datang ke IGD dengan sesak berat, SpO2 82% RA, RR 30x/menit. Pasien tidak hipotensi, akral hangat. Intervensi non-invasif yang direkomendasikan adalah ...

a)

Intubasi segera

b)

Pemberian oksigen nasal kanul

c)

Ventilasi non-invasif (CPAP/BiPAP)

d)

Hanya pemberian morfin

e)

Observasi tanpa terapi

34.

Seorang pasien AHF dengan tekanan darah 80/50 mmHg, akral dingin, oliguria. Apa terapi farmakologis yang dianjurkan?

a)

Nitrogliserin intravena

b)

Dobutamin intravena

c)

Furosemid intravena dosis tinggi

d)

ACE-I dosis tinggi

e)

Beta blocker intravena

35.

Pasien 67 tahun dengan AHF, EF <30%, tekanan darah 70/40 mmHg, kebutuhan vasopresor meningkat. Setelah gagal dengan obat-obatan, strategi selanjutnya sesuai guideline adalah ...

a)

Observasi konservatif

b)

Intubasi dan oksigenasi

c)

Mechanical circulatory support (IABP, Impella, ECMO)

d)

Digoksin intravena

e)

Dialisis darurat

36.

Pria 62 tahun datang dengan TD 232/128 mmHg, nyeri kepala hebat, mual, dan kebingungan. Funduskopi: perdarahan retina. Kreatinin meningkat dari baseline. Diagnosis paling tepat adalah ...

a)

Hipertensi tanpa gejala

b)

Hipertensi urgensi

c)

Hipertensi emergensi dengan kerusakan organ target

d)

Hipertensi sekunder

e)

Krisis tirotoksik

37.

Pada hipertensi emergensi, target penurunan tekanan darah pada 1 jam pertama adalah ...

a)

5–10% dari tekanan awal

b)

10–20% dari tekanan awal

c)

25–30% dari tekanan awal

d)

50% dari tekanan awal

e)

Normalisasi <140/90 segera

38.

Pria 58 tahun dengan nyeri dada iskemik dan TD 210/120 mmHg. Troponin meningkat. Obat intravena pilihan untuk kontrol tekanan darah awal adalah ...

a)

Labetalol IV bolus

b)

Nitrogilserin IV titrasi

c)

Nifedipin kapsul digigit

d)

Kaptopril sublingual

e)

Hidralazin IM

39.

39. Pria 70 tahun pasca-STEMI anterior, TD 78/50 mmHg, dingin, oliguria. Echo: EF 25%, LV dilatasi. Profil hemodinamik paling sesuai adalah ...

a)

CO normal, preload ↓, SVR ↓

b)

CO ↓, preload ↑, SVR ↑

c)

CO ↓, preload ↓, SVR ↓

d)

CO ↑, preload ↑, SVR ↓

e)

CO normal, preload ↑, SVR ↑

40.

Pada syok kardiogenik dengan hipoperfusi jelas (laktat tinggi) dan hipotensi persisten meski cairan konservatif, obat awal yang dianjurkan adalah ...

a)

Nitroprussid IV

b)

Dobutamin IV

c)

Esmolol IV

d)

Verapamil IV

e)

Diltiazem IV

41.

Pria 66 tahun dengan syok kardiogenik akibat infark luas. Sudah optimal cairan, vasopresor, inotropik, namun tetap hipoperfusi. Langkah berikut yang sesuai algoritme adalah ...

a)

Hentikan semua obat dan observasi

b)

Pemasangan MCS (IABP/Impella/VA-ECMO) sesuai ketersediaan dan anatomi

c)

Pemberian beta-blocker dosis kecil

d)

Nitrat dosis tinggi

e)

Dialisis darurat

42.

Pada suspek syok kardiogenik, pemeriksaan bedside yang paling membantu menilai mekanisme dan pandu terapi awal adalah ...

a)

CT jantung

b)

Ekokardiografi point-of-care

c)

MRI jantung

d)

Foto toraks

e)

BNP saja

43.

Pria 59 tahun dengan nyeri dada robek menjalar ke punggung, TD 210/120 mmHg, mediastinum melebar pada foto toraks. Terapi awal yang paling tepat sambil menyiapkan imaging adalah ...

a)

Nitrogilserin IV saja

b)

Esmolol IV untuk menurunkan dP/dt lalu tambah vasodilator bila perlu

c)

Heparin bolus tinggi

d)

Trombolitik

e)

Kalsium antagonis oral

44.

Wanita 68 tahun dengan sesak mendadak, nyeri pleuritik, hipotensi, dan saturasi 84% RA. EKG: S1Q3T3, echo: RV dilatasi. Penatalaksanaan awal yang paling tepat adalah ...

a)

Trombolisis sistemik

b)

Heparin profilaksis

c)

NO inhalasi

d)

Warfarin oral

e)

Aspirin dosis tinggi

45.

Pria 72 tahun dengan nyeri tungkai kiri tiba-tiba, pucat, dingin, tanpa nadi perifer. Waktu onset <6 jam. Tindakan awal yang tepat di IGD adalah ...

a)

Kompres hangat dan observasi

b)

Heparin bolus IV dan konsultasi bedah vaskular untuk revascularization segera

c)

Antibiotik spektrum luas

d)

Pemberian cairan besar

e)

Elevasi tungkai tinggi

46.

Neonatus 1 hari dengan sianosis tidak membaik dengan O₂ 100%. Tidak ada murmur. Kecurigaan utama adalah ...

a)

VSD besar

b)

ASD

c)

Transposisi arteri besar (TGA)

d)

PDA

e)

Koarktasi aorta tanpa kritis

47.

Bayi dengan dugaan duct-dependent systemic circulation mengalami syok setelah duktus menutup. Terapi farmakologis kunci untuk stabilisasi awal adalah ...

a)

Dopamin IV

b)

Furosemid IV

c)

Prostaglandin E1 IV infus

d)

Adenosin IV

e)

Milrinon IV

48.

Anak dengan Tetralogi Fallot mengalami “Tet spell”: sianosis mendadak, takipnea, gelisah. Intervensi posisi awal yang direkomendasikan adalah ...

a)

Supine

b)

Prone

c)

Knee-chest (lutut-dada)

d)

Trendelenburg

e)

Miring kanan

49.

Bayi 3 bulan dengan gagal tumbuh, takipnea, hepatomegali, dan keringat saat menyusu. Temuan ini paling sesuai dengan ...

a)

Asma infantil

b)

Gagal jantung kongestif akibat PJB shunt kiri-kanan

c)

Laringomalasia

d)

Refluks gastroesofageal

e)

Bronkiolitis

50.

Wanita 25 tahun dengan riwayat VSD besar yang tidak dikoreksi datang dengan kehamilan 24 minggu. Pasien sesak, sianosis, SpO2 82% RA, edema tungkai. Diagnosis yang paling sesuai adalah ...

a)

Gagal jantung akibat kardiomiopati peripartum

b)

Eisenmenger syndrome pada kehamilan

c)

Pulmonary embolism

d)

Preeklampsia berat

e)

Asma eksaserbasi