NEW
Font size
WorksheetsSoal Kesehatan Kerja Nelayan dan Pelaut
Total questions: 50
Worksheet time: 25hrs 0mins
Dalam kerangka Social Aspect of Travel Medicine (SATM), nelayan dikategorikan sebagai kelompok apa?
Recreational Traveller (Wisatawan)
Occupational Traveller (Pelancong Kerja)
Commercial Seafarer (Pelaut Komersial)
Migrant Worker (Pekerja Migran)
Sedentary Worker (Pekerja Menetap)
Apa perbedaan mendasar antara "Pelaut Komersial" (Seafarers) dan "Nelayan" dalam konteks regulasi kesehatan?
Nelayan diatur ketat oleh konvensi internasional (MLC), sedangkan pelaut tidak.
Nelayan bekerja di sektor formal dengan fasilitas medis lengkap.
Pelaut komersial bekerja di sektor formal yang sangat teregulasi (MLC), sedangkan nelayan seringkali di sektor informal dengan regulasi minim.
Risiko kesehatan pelaut lebih tinggi daripada nelayan.
Tidak ada perbedaan, keduanya sama-sama pekerja laut.
Dalam protokol pengukuran objektif di lapangan, kapan waktu yang tepat untuk mengukur lingkar pinggang responden?
Saat responden menahan napas.
Saat responden menarik napas dalam.
Saat responden membuang napas (ekspirasi biasa).
Saat responden duduk tegak.
Kapan saja boleh.
Pada pemeriksaan spirometri untuk mengukur kapasitas paru nelayan, instruksi manakah yang paling tepat diberikan oleh enumerator?
"Tiup pelan-pelan sampai habis."
"Tarik napas biasa, lalu tiup biasa."
"Tarik napas sedalam-dalamnya, lalu tiup sekuat dan secepat mungkin sampai habis total."
"Bernapaslah seperti biasa melalui hidung."
Saat melakukan tes pendengaran (Whisper Test) di lapangan yang bising, langkah apa yang harus dilakukan pemeriksa untuk menjaga validitas?
Berteriak agar terdengar.
Mencari lokasi paling tenang dan berdiri di belakang responden sejauh 0,5 - 1 lengan.
Menggunakan alat audiometri digital saja.
Meminta responden menutup kedua telinga.
Melakukan tes dari jarak 3 meter.
Menurut teori H.L. Blum, derajat kesehatan dipengaruhi oleh 4 faktor. Faktor manakah yang memiliki pengaruh terbesar (40-60%) namun sering diabaikan dalam konteks medis klinis?
Pelayanan Kesehatan (Health Care Services)
Genetik (Heredity)
Lingkungan (Environment)
Perilaku (Behavior)
Nutrisi
Keracunan Ciguatera yang sering dialami masyarakat pesisir disebabkan oleh konsumsi:
Ikan air tawar yang tercemar merkuri.
Kerang hijau yang mengandung bakteri E. coli.
Ikan karang besar (karnivora) yang mengakumulasi ciguatoxin dari rantai makanan.
Ikan tongkol yang tidak segar (histamin).
Ubur-ubur.
Gejala khas dari keracunan Ciguatera yang membedakannya dengan keracunan makanan biasa adalah:
Hanya mual dan muntah.
Adanya gangguan neurologis seperti temperature reversal (benda dingin terasa panas) dan mati rasa.
Demam tinggi mendadak.
Seorang nelayan penyelam tradisional mengalami nyeri sendi hebat (terutama lutut dan bahu) serta bercak kemerahan di kulit setelah naik ke permukaan dengan cepat. Kondisi ini disebut:
Nitrogen Narcosis
Decompression Sickness (DCS) Tipe 1
Decompression Sickness (DCS) Tipe 2
Hipotermia
Barotrauma Paru
"Fish-Handler's Disease" adalah infeksi kulit yang umum pada nelayan yang disebabkan oleh bakteri:
Mycobacterium tuberculosis
Streptococcus pyogenes
Mycobacterium marinum atau Erysipelothrix rhusiopathiae
Salmonella typhi
Escherichia coli
Mengapa nelayan penyelam kompresor tradisional berisiko tinggi mengalami keracunan Karbon Monoksida (CO)?
Karena menyelam terlalu dalam.
Karena menghirup udara dari kompresor rakitan di mana selang udara dekat dengan knalpot mesin/asap pembakaran.
Karena CO larut dalam air laut.
Karena konsumsi ikan yang terpapar limbah.
Karena dehidrasi.
Pada Decompression Sickness (DCS) Tipe 2, organ mana yang terutama terdampak?
Kulit dan Otot
Sendi dan Tulang
Sistem saraf pusat (otak dan medulla spinalis) dan cardiorerasi
Sistem pencernaan
Apa dampak fatigue (kelelahan kronis) pada aspek neurologis nelayan?
Meningkatkan kewaspadaan.
Penurunan koordinasi motorik, microsleep, dan perlambatan waktu reaksi.
Meningkatkan kekuatan otot.
Mempertajam penglihatan malam.
Menurunkan risiko kecelakaan.
Prevalensi stroke di masyarakat pesisir seringkali lebih tinggi dibanding rata-rata nasional. Faktor risiko spesifik (SDoH) apa yang berkontribusi pada hal ini?
Udara laut yang bersih.
Konsumsi ikan segar yang tinggi.
Konsumsi garam tinggi (ikan asin), kebiasaan merokok berat, dan stres ekonomi.
Aktivitas fisik yang tinggi.
Paparan sinar matahari.
Apa yang dimaksud dengan Nitrogen Narcosis pada penyelam?
Nyeri sendi akibat gelembung gas.
Keracunan oksigen murni.
Efek pembiusan/mabuk akibat kelarutan nitrogen tinggi pada jaringan saraf di kedalaman >30m.
Pecahnya gendang telinga.
Sesak napas karena kehabisan udara.
Sinar ultraviolet (UV) manakah yang paling bertanggung jawab atas kejadian sunburn (kulit terbakar) dan kerusakan DNA langsung?
UV-A
UV-B
UV-C
Visible light
Sinar UV-A memiliki karakteristik berikut, KECUALI:
Dapat menembus kaca jendela.
Menyebabkan penuaan kulit (photoaging) dan kerutan.
Menembus hingga lapisan dermis.
Merupakan penyebab utama kulit melepuh/terbakar instan.
Intensitasnya relatif stabil sepanjang hari.
Actinic Keratosis (AK) pada nelayan dianggap sebagai lesi pre-kanker. AK dapat berkembang menjadi jenis kanker kulit apa?
Basal Cell Carcinoma (BCC)
Squamous Cell Carcinoma (SCC)
Melanoma Maligna
Seboroik Keratosis
Psoriasis
Tanda klinis Photoaging (penuaan ekstrinsik) yang membedakannya dengan penuaan intrinsik adalah:
Kulit menjadi lebih halus dan tipis.
Solar elastosis (penebalan kulit kekuningan), kerutan dalam, dan dyspigmentation.
Kulit pucat.
Kehilangan lemak subkutan saja.
Terjadi pada area yang tertutup pakaian.
Apa rekomendasi penggunaan sunscreen yang tepat untuk nelayan?
SPF 15, oleskan sekali sehari.
SPF 30, hanya jika matahari terik.
SPF minimal 30-50, Broad Spectrum, tahan air (water-resistant), dan aplikasi ulang tiap 2-3 jam.
Cukup menggunakan minyak kelapa
Sunscreen tidak diperlukan jika kulit sudah gelap
Mengapa nelayan memiliki risiko katarak lebih tinggi dan terjadi pada usia lebih muda?
Karena sering melihat air.
Akibat paparan kumulatif radiasi sinar UV (langsung dan pantulan air laut).
Karena kurang tidur.
Akibat konsumsi vitamin A berlebih.
Karena infeksi bakteri air laut.
Apa nama kelainan mata berupa pertumbuhan selaput segitiga dari arah hidung menuju kornea yang sering ditemukan pada nelayan akibat iritasi kronis (angin, debu, UV)?
Katarak
Glaukoma
Pterygium
Konjungtivitis
Hordeolum
Gejala khas katarak adalah:
Mata merah, nyeri hebat, dan mual.
Penglihatan kabur perlahan seperti tertutup kabut/asap dan silau.
Penglihatan ganda mendadak.
Lapang pandang menyempit seperti melihat lorong.
Buta warna total.
Apa bentuk intervensi APD (Alat Pelindung Diri) yang paling efektif dan murah untuk mencegah katarak dan pterygium pada nelayan?
Helm full face.
Kacamata renang.
Topi lebar (wide-brimmed hat) dan kacamata hitam dengan proteksi UV400.
Obat Tetes mata steroid
Secara patofisiologi, katarak terjadi karena:
Peningkatan tekanan bola mata.
Kerusakan saraf optik.
Denaturasi dan agregasi protein pada lensa mata menyebabkan kekeruhan.
Infeksi virus pada kornea.
Lepasnya retina.
Dalam Health Belief Model (HBM), alasan utama nelayan Muncar menunda berobat meskipun sakit adalah karena:
Perceived Susceptibility rendah (merasa kebal).
Perceived Barriers (hambatan ekonomi/hilang pendapatan) dianggap lebih besar daripada Perceived Benefits.
Cues to Action tidak ada.
Perceived Severity rendah.
Tidak percaya dokter.
Menurut Theory of Planned Behavior (TPB), norma sosial yang menganggap "menahan sakit adalah tanda kekuatan/maskulinitas" masuk dalam konstruk:
A. Attitude (Sikap)
B. Subjective Norms (Norma Subjektif)
C. Perceived Behavioral Control (Kontrol Perilaku)
D. Intention (Niat)
E. Self-Efficacy
Dalam Social Cognitive Theory (SCT), konsep bahwa lingkungan (ekonomi), pribadi (kognisi), dan perilaku saling mempengaruhi secara timbal balik disebut:
Self-Efficacy
Observational Learning
Reciprocal determinism
Reinforcement
Seorang dokter ingin mengedukasi nelayan tentang APD. Nelayan tersebut berada di tahap "Pre-kontemplasi" (tidak sadar masalah). Strategi apa yang paling tepat?
Langsung memberi resep obat.
Memaksa memakai APD hari itu juga.
Memberikan informasi untuk meningkatkan kesadaran akan risiko (raise awareness), bukan langsung menyuruh bertindak.
Mengajarkan cara memakai APD.
Memberikan reward uang.
Apa yang dimaksud dengan "Knowledge-Action Gap" dalam kesehatan nelayan?
Nelayan tidak tahu apa-apa tentang kesehatan.
Nelayan tahu risiko (misal: rokok/UV), namun tidak melakukan pencegahan karena hambatan struktural/ekonomi.
Nelayan melakukan tindakan kesehatan tanpa pengetahuan.
Dokter tidak memiliki pengetahuan tentang nelayan.
Kesenjangan fasilitas kesehatan.
Determinanan sosial kesehatan (SDoH) utama yang menyebabkan stres kronis dan gangguan kesehatan pada nelayan di Muncar adalah:
Tingkat pendidikan.
Stabilitas ekonomi (fluktuasi pendapatan musim panen vs paceklik) dan siklus utang.
Kondisi genetik.
Jarak geografis ke rumah sakit.
Kurangnya jumlah dokter.
Masalah sanitasi lingkungan utama di Muncar yang berkontribusi pada tingginya angka Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah:
Kurangnya air bersih
Pengelolaan sampah yang buruk (Sampah dibuang ke sungai atau laut)yang menjadi sarang nyamuk
Polusi udara pabrik
Limbah kimia tambak
Kepadatan lalu lintas
Mengapa nelayan sering terjebak utang pada "Rentenir" atau Juragan saat musim paceklik?
Gaya hidup mewah.
Tidak adanya akses ke bank formal dan kebutuhan mendesak untuk bertahan hidup saat tidak ada tangkapan.
Untuk membeli kapal baru.
Karena ingin liburan.
Biaya sekolah anak yang mahal.
Apa implikasi dari struktur sosial "Juragan" (Pemilik) dan "Buruh/ABK" terhadap kesehatan ABK?
ABK memiliki jaminan kesehatan lebih baik.
ABK memiliki kontrol rendah atas jam kerja dan keselamatan mereka sendiri (posisi tawar lemah).
Juragan selalu menanggung biaya sakit ABK.
Tidak ada pengaruhnya.
ABK lebih sehat karena kerja fisik.
Paradoks akses kesehatan di Muncar menunjukkan bahwa:
Tidak ada Puskesmas di Muncar.
Fasilitas kesehatan tersedia (ada Puskesmas & RS), namun hambatan ekonomi (biaya tak langsung) dan waktu operasional menghalangi nelayan mengaksesnya.
Nelayan lebih suka berobat ke luar negeri.
Fasilitas kesehatan menolak pasien nelayan.
Nelayan terlalu sibuk dengan hobi.
Seorang nelayan mengeluh telinga berdenging (tinnitus) dan pendengaran menurun setelah 10 tahun bekerja di kamar mesin. Kondisi ini disebut:
Presbikusis
Noise-Induced Hearing Loss (NIHL)
Otitis Media
Serumen Prop
Tuli Konduktif
Musculoskeletal Disorders (MSDs) seperti Low Back Pain (LBP) pada nelayan terutama disebabkan oleh faktor risiko ergonomi:
Duduk diam terlalu lama.
Gerakan berulang, mengangkat beban berat (jaring/ikan), dan posisi tubuh janggal di atas pijakan yang tidak stabil.
Getaran mesin kapal saja.
Suhu dingin.
Kurang kalsium.
Dalam hierarki pengendalian bahaya (Hierarchy of Control), manakah yang paling efektif namun paling sulit diterapkan di kapal nelayan tradisional?
APD (Menggunakan sarung tangan).
Administrasi (Mengatur jam kerja).
Eliminasi (Menghilangkan bahaya sepenuhnya, misal: tidak melaut saat badai).
Substitusi (Mengganti mesin).
Engineering Control (Memasang peredam suara).
Solar Elastosis pada leher nelayan (kulit menebal, berkerut dalam, seperti kulit jeruk) adalah tanda dari:
Infeksi jamur.
Penumpukan daki.
Kerusakan kolagen dan elastin dermis akibat paparan UV kronis.
Reaksi alergi air laut.
Kanker kulit melanoma.
Untuk mencegah Decompression Sickness, penyelam tradisional harus melakukan:
Naik ke permukaan secepat mungkin.
Menahan napas saat naik.
Slow ascent (naik perlahan) dan melakukan safety stop.
Minum alkohol sebelum menyelam.
Menggunakan kompresor tanpa filter.
Tipe katarak yang paling sering disebabkan oleh penggunaan obat tetes mata steroid jangka panjang (sering dibeli bebas oleh nelayan untuk mata merah) adalah:
Katarak Nuklear
Katarak Kortikal
Katarak Subkapsular Posterior
Katarak Kongenital
Katarak Traumatik
Apa yang dimaksud dengan Reciprocal Determinism dalam konteks nelayan Muncar?
Ekonomi nelayan menentukan segalanya.
Perilaku nelayan (tidak pakai APD) dipengaruhi oleh lingkungan (budaya kerja) dan faktor pribadi (pengetahuan), dan perilaku tersebut juga memperkuat budaya kerja yang ada.
Nelayan hanya korban lingkungan.
Nelayan menentukan nasibnya sendiri tanpa pengaruh lingkungan.
Hubungan antara nelayan dan pemerintah.
Faktor risiko biologis (Biological Hazards) yang mungkin ditemui nelayan di laut adalah:
Bising mesin.
Sinar UV.
Sengatan ubur-ubur, bakteri pada ikan, dan parasit.
Solar dan oli.
Jaring yang berat.
Pada pemeriksaan mata nelayan usia 55 tahun, ditemukan lensa keruh, visus 3/60. Menurut klasifikasi Burrato, ini mungkin masuk derajat:
Derajat 1 (ringan)
Derajat 2 (sedang)
Derajat 3 (berat)
Derajat 4 (sangat berat)
Strategi "Engineering Control" untuk mengurangi paparan UV pada nelayan adalah:
Menggunakan sunscreen.
Memasang atap/kanopi pelindung pada kapal.
Penyuluhan bahaya sinar matahari.
Mengubah jam kerja menjadi malam hari.
Memakai baju lengan panjang.
Apa peran Self-Efficacy dalam kepatuhan nelayan memakai APD?
Keyakinan bahwa "takdir" menentukan keselamatan.
Keyakinan nelayan akan kemampuannya sendiri untuk menggunakan APD secara konsisten meskipun ada hambatan (tidak nyaman/ribet).
Pengetahuan tentang harga APD.
Ketakutan akan penyakit.
Dukungan dari istri.
Mengapa penyakit hipertensi sering tidak terdiagnosis pada nelayan ("Silent Killer")?
Karena nelayan kebal.
Karena nelayan jarang melakukan skrining kesehatan rutin dan gejalanya sering tidak dirasakan hingga parah (stroke).
Karena tensi nelayan selalu rendah.
Karena alat tensi tidak bisa dibawa ke laut.
Karena hipertensi hanya penyakit orang kaya.
Cues to Action (Isyarat Bertindak) dalam HBM yang bisa mendorong nelayan berobat adalah:
Merasa sehat bugar
Gejala penyakit yang sudah sangat mengganggu aktivitas kerja (tidak bisa melaut)
Harga ikan turun
Cuaca cerah
Tidak ada utang
Pada kasus trauma mata akibat kail pancing atau duri ikan, tindakan pertama yang SALAH adalah:
Mencuci dengan air bersih mengalir jika terkena cairan kimia.
Menutup mata dengan kassa steril/pelindung.
Menekan/mengucek bola mata yang luka agar darah berhenti.
Segera merujuk ke fasilitas kesehatan.
Tidak berusaha mencabut benda asing yang menancap dalam.
Tujuan utama dari blok SATM (Social Aspect of Travel Medicine) bagi mahasiswa kedokteran adalah:
Menghafal nama-nama kapal.
Bisa mengemudikan kapal.
Membangun empati dan kepekaan sosial untuk memahami bahwa masalah kesehatan pasien (nelayan) berakar pada konteks sosial-ekonomi, bukan hanya biologis.
Menjadi ahli kelautan.
Menghilangkan budaya nelayan.
