wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Topik 1: Konsep Dasar SIM-RS dan Arsitektur Sistem

Total questions: 45

Worksheet time: 28mins

Name
Class
Date
1.

Sebuah Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) sedang beralih dari pencatatan manual ke digital. Bidan Ani menginput data pasien di komputer Poliklinik, dan secara otomatis Dokter di ruang praktik dapat melihat data tersebut di komputernya tanpa perlu membawa berkas fisik. Jika komputer Bidan Ani rusak, data pasien tetap aman dan bisa dibuka di komputer lain. Model arsitektur jaringan apa yang diterapkan RSIA tersebut?

a)

Peer-to-Peer

b)

Standalone System

c)

Client-Server

d)

Hybrid Network

e)

Manual System

2.

RS "Sehat Bersama" ingin menerapkan SIM-RS namun memiliki keterbatasan modal awal untuk membeli server fisik yang mahal. Rumah sakit ini memiliki koneksi internet yang sangat stabil. Manajemen memutuskan untuk "menyewa" server melalui internet agar biaya awal lebih murah dan bisa diakses dari mana saja. Jenis implementasi SIM-RS apa yang dipilih RS tersebut?

a)

On-Premise

b)

Cloud-Based

c)

Hybrid System

d)

Offline System

e)

Local Area Network

3.

Bidan Sinta sedang melakukan asuhan persalinan. Ia menggunakan aplikasi yang menampilkan grafik pembukaan serviks, penurunan kepala janin, dan kontraksi secara otomatis setelah data dimasukkan. Sistem juga memberikan peringatan merah jika grafik melewati garis waspada. Fitur modul kebidanan apa yang sedang digunakan Bidan Sinta?

a)

e-Prescribing

b)

Partograf Digital

c)

Telemedicine

d)

Billing System

e)

Inventory Obat

4.

Seorang pasien datang ke Poli Kebidanan untuk pemeriksaan kehamilan. Setelah diperiksa, Bidan meresepkan vitamin. Saat pasien menuju apotek, petugas farmasi sudah menerima resep tersebut di komputer mereka. Fitur apa yang digunakan dalam sistem tersebut?

a)

A. e-Prescribing

b)

B. Partograf Digital

c)

C. Telemedicine

d)

D. Billing System

e)

E. Inventory Obat

5.

Sebuah RS di daerah terpencil ingin menggunakan SIM-RS. Mereka memiliki staf IT internal yang sangat kompeten dan ingin memodifikasi sistem sesuai kebutuhan unik RS mereka tanpa membayar biaya lisensi tahunan kepada vendor. Jenis lisensi perangkat lunak apa yang paling tepat untuk RS tersebut?

a)

Proprietary

b)

Commercial

c)

Open-Source

d)

SaaS (Software as a Service)

e)

Closed-Source

6.

Bidan Mawar salah memasukkan golongan darah pasien saat pendaftaran awal di SIM-RS (tertulis A, seharusnya O). Pasien tersebut kemudian mengalami perdarahan hebat saat persalinan dan membutuhkan transfusi segera. Unit Bank Darah menyiapkan darah golongan A sesuai data sistem, yang berakibat fatal jika ditransfusikan. Apa istilah yang tepat untuk menggambarkan dampak berantai dari kesalahan input data awal ini?

a)

System Crash

b)

Data Breach

c)

Efek Domino

d)

Network Failure

e)

Security Leak

7.

Dalam arsitektur Client-Server di sebuah RS, apa fungsi utama dari "Server"?

a)

Sebagai antarmuka tatap muka dengan pengguna (user interface)

b)

Sebagai alat untuk input data oleh bidan

c)

Menyimpan, mengolah, dan menyajikan data secara terpusat

d)

Menampilkan hasil cetak laporan harian

e)

Menghubungkan komputer ke printer lokal

8.

Sebuah RSIA menggunakan sistem di mana server fisik diletakkan di ruang IT internal rumah sakit. RS memiliki kontrol penuh atas data dan tidak bergantung pada koneksi internet publik, namun harus mengeluarkan biaya besar untuk perawatan server dan AC ruang server. Model implementasi ini disebut:

a)

Cloud Computing

b)

On-Premise

c)

Virtual Server

d)

Mobile Computing

e)

Public Server

9.

Bidan Ina menerima email yang terlihat resmi dari "Admin IT Rumah Sakit" yang meminta ia segera mengklik tautan dan memasukkan username serta password SIM-RS karena alasan pembaruan sistem. Padahal, itu adalah email palsu dari peretas. Jenis ancaman keamanan siber apa yang dihadapi Bidan Ina?

a)

Ransomware

b)

Phishing

c)

Denial of Service (DoS)

d)

Malware

e)

SQL Injection

10.

Sebuah Puskesmas mengalami serangan siber di mana seluruh data rekam medis pasien terkunci (terenkripsi) oleh peretas. Peretas meminta tebusan sejumlah uang agar data tersebut bisa dibuka kembali. Serangan siber jenis ini disebut:

a)

Spyware

b)

Adware

c)

Ransomware

d)

Phishing

e)

Trojan Horse

11.

Bidan Sari ingin login ke sistem RME (Rekam Medis Elektronik). Selain memasukkan password, sistem meminta ia memasukkan kode OTP yang dikirim ke ponselnya. Kontrol keamanan teknis apa yang diterapkan dalam sistem tersebut?

a)

A. Enkripsi Data

b)

B. Single Sign-On

c)

Multi-Factor Authentication (MFA)

d)

Firewall

e)

Antivirus

12.

Dalam prinsip keamanan informasi (CIA Triad), RS harus memastikan bahwa data rekam medis pasien hanya bisa diakses oleh tenaga kesehatan yang berwenang (Dokter/Bidan yang merawat) dan tidak boleh bocor ke pihak yang tidak berhak. Prinsip CIA manakah yang dimaksud?

a)

Confidentiality (Kerahasiaan)

b)

Integrity (Integritas)

c)

Availability (Ketersediaan)

d)

Accountability (Akuntabilitas)

e)

Authenticity (Keaslian)

13.

Sebuah data rekam medis pasien berubah tanpa sepengetahuan dokter karena adanya bug pada sistem atau diubah oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, sehingga dosis obat yang tertera menjadi berbeda dari yang diresepkan. Kejadian ini melanggar prinsip keamanan informasi yang mana?

a)

Confidentiality

b)

Integrity

c)

Availability

d)

Privacy

e)

Anonymity

14.

Sesuai dengan UU Perlindungan Data Pribadi No. 27 Tahun 2022, data kesehatan seperti riwayat penyakit dan golongan darah dikategorikan sebagai jenis data apa?

a)

Data Pribadi Umum

b)

Data Publik

c)

Data Pribadi Spesifik (Sensitif)

d)

Data Statistik

e)

Data Administratif

15.

Bidan Yuli membiarkan komputer di nurse station menyala dengan akun SIM-RS nya masih login saat ia pergi makan siang. Siapapun yang lewat bisa melihat dan mengubah data pasien. Kelemahan keamanan (vulnerability) apa yang terjadi di sini?

a)

Lemahnya enkripsi

b)

Kegagalan sistem backup

c)

Insider Threat / Human Error

d)

Serangan supply chain

e)

Kegagalan jaringan

16.

Fasilitas kesehatan wajib melakukan audit mutu RME secara berkala. Regulasi manakah di Indonesia yang secara spesifik mewajibkan penyelenggaraan Rekam Medis Elektronik dan aspek keamanannya?

a)

UU ITE No. 19 Tahun 2016

b)

Permenkes No. 24 Tahun 2022

c)

UU Kesehatan No. 36 Tahun 2009

d)

PP No. 46 Tahun 2014

e)

Permenkes No. 75 Tahun 2014

17.

Untuk mencegah kehilangan data akibat bencana fisik (kebakaran/banjir) atau serangan siber, RS melakukan penyalinan data secara rutin ke lokasi penyimpanan yang berbeda/terpisah. Langkah pengamanan ini disebut:

a)

Enkripsi

b)

Firewall

c)

Backup & Disaster Recovery

d)

Access Control

e)

Authentication

18.

Seorang Bidan mengakses data rekam medis tetangganya yang dirawat di RS tersebut hanya karena penasaran, padahal ia tidak sedang merawat pasien tersebut. Sistem mencatat aktivitas akses ilegal ini. Fitur keamanan apa yang mencatat "siapa mengakses apa dan kapan"?

a)

Enkripsi

b)

Audit Trail / Log Akses

c)

Password

d)

Antivirus

e)

Biometrik

19.

Proses digitalisasi dokumen lama di klinik bersalin dilakukan dengan cara memindai (scan) lembar partograf fisik menjadi file digital. Apa manfaat utama dari digitalisasi dokumen tersebut bagi manajemen data di klinik?

a)

Memudahkan pencarian dan pengelolaan data pasien

b)

Meningkatkan biaya operasional klinik

c)

Mengurangi jumlah pasien yang datang ke klinik

d)

Membuat dokumen menjadi sulit diakses

e)

Sebagai gaya-gayaan

20.

Apa tantangan utama dari metode digitalisasi sederhana (scanning) ini dibandingkan dengan input data langsung ke sistem (digital native)?

a)

Data hasil scan bisa diolah otomatis menjadi grafik

b)

Data hasil scan sulit dicari (search) dan dianalisis isinya

c)

File scan membutuhkan kapasitas penyimpanan yang sangat kecil

d)

Kualitas gambar scan selalu lebih baik dari aslinya

e)

Scan dokumen tidak memerlukan alat tambahan

21.

Dalam standar manajemen dokumen ISO 15489-1, siklus hidup dokumen dimulai dari penciptaan hingga tahap akhir. Apa yang dilakukan pada tahap "Disposisi" jika dokumen tersebut sudah melewati masa retensi (misal: >5 tahun) dan tidak bernilai guna lagi?

a)

Disimpan kembali di rak aktif

b)

Didigitalisasi ulang

c)

Dimusnahkan dengan prosedur aman

d)

Diberikan kepada pasien

e)

Dipublikasikan ke internet

22.

Dinas Kesehatan ingin memetakan wilayah mana saja yang memiliki Angka Kematian Ibu (AKI) tertinggi dan menghubungkannya dengan lokasi Puskesmas terdekat untuk melihat aksesibilitas. Teknologi apa yang paling tepat digunakan untuk analisis spasial (kewilayahan) ini?

a)

EMR (Electronic Medical Record)

b)

LIS (Laboratory Information System)

c)

GIS (Geographic Information System)

d)

USG 4 Dimensi

e)

Blockchain

23.

Bidan koordinator sedang menganalisis data cakupan imunisasi. Ia melihat data yang menunjukkan "Desa A" berwarna merah pada peta di layar monitor, yang menandakan cakupan imunisasi rendah dan risiko tinggi wabah. Pemanfaatan visualisasi data pada peta ini disebut:

a)

Analisis Statistik Deskriptif

b)

Dashboard GIS / Pemetaan Risiko

c)

Laporan Narasi

d)

Tabulasi Data

e)

Grafik Batang

24.

Dalam format pertukaran data kesehatan (interoperabilitas) melalui platform SATUSEHAT, standar internasional apa yang diadopsi oleh Kementerian Kesehatan RI?

a)

HL7 FHIR (Fast Healthcare Interoperability Resources)

b)

DICOM

c)

ICD-10

d)

PDF

e)

Excel

25.

Apa tujuan utama dari penerapan kodifikasi diagnosis (seperti ICD-10) dalam Rekam Medis Elektronik?

a)

A. Agar data sulit dibaca oleh pasien

b)

B. Untuk standarisasi data agar seragam dan bisa diolah secara statistik/klaim

c)

C. Menambah beban kerja administrasi bidan

d)

D. Menggantikan peran dokter dalam mendiagnosis

e)

E. Mempercantik tampilan aplikasi

26.

Berdasarkan Permenkes No. 24 Tahun 2022, siapakah pemilik isi dari rekam medis pasien?

a)

Rumah Sakit / Fasilitas Kesehatan

b)

Dokter / Bidan yang merawat

c)

Pasien

d)

Kementerian Kesehatan

e)

BPJS Kesehatan

27.

Sementara itu, siapakah pemilik berkas/dokumen rekam medis (fisik maupun elektronik) yang menjadi sarana penyimpanan data tersebut?

4 lines
28.

Sebuah sistem di RS mampu menganalisis ribuan data CTG (Cardiotocography) dan memberikan prediksi risiko gawat janin lebih awal daripada pengamatan mata manusia biasa. Teknologi apa yang mendasari kemampuan sistem tersebut?

a)

Cloud Computing

b)

Artificial Intelligence (AI) / Machine Learning

c)

Blockchain

d)

Internet of Things (IoT)

e)

Virtual Reality

29.

Salah satu risiko etika dalam penggunaan AI di kebidanan adalah "Automation Bias". Apa yang dimaksud dengan risiko ini?

a)

AI mengambil alih pekerjaan bidan sepenuhnya

b)

Tenaga kesehatan terlalu percaya pada hasil AI tanpa melakukan verifikasi klinis sendiri

c)

AI menolak melayani pasien tertentu

d)

Sistem AI menjadi terlalu mahal untuk dibeli

e)

AI bekerja lebih lambat dari manusia

30.

Teknologi Blockchain memiliki karakteristik Immutability yang sangat bermanfaat untuk keamanan data kesehatan. Apa maksud dari Immutability?

a)

Data dapat diakses dari mana saja

b)

Data yang sudah dicatat tidak dapat diubah atau dihapus secara diam-diam

c)

Data disimpan di satu server pusat

d)

Data dapat diubah oleh siapa saja

e)

Data terhapus otomatis setelah 24 jam

31.

RS Harapan Bunda menerapkan sistem di mana setiap akses data pasien dicatat dalam "buku besar" digital yang tersebar di banyak komputer (terdesentralisasi) dan saling memverifikasi, sehingga mustahil memanipulasi data tanpa diketahui pihak lain. Teknologi apa yang digunakan?

a)

Cloud Computing

b)

Artificial Intelligence (AI)

c)

Blockchain

d)

Internet of Things (IoT)

e)

Virtual Reality

32.

Dalam konteks kebidanan, AI dapat membantu Bidan dalam melakukan USG dengan cara:

a)

Menggantikan tangan bidan memegang probe

b)

Secara otomatis mendeteksi dan mengukur biometrik janin (seperti BPD, AC, FL) untuk mengurangi subjektivitas

c)

Membersihkan alat USG secara otomatis

d)

Mencetak foto USG tanpa tinta

e)

Menentukan jenis kelamin tanpa pemeriksaan

33.

Apa tantangan utama ("gap") dalam penerapan teknologi canggih seperti AI dan Tele-medicine di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar)?

a)

Pasien menolak diperiksa

b)

Ketiadaan infrastruktur internet dan listrik yang stabil

c)

Harga obat menjadi mahal

d)

Bidan di daerah 3T tidak memiliki STR

e)

Tidak ada pasien hamil di daerah 3T

34.

Tele-midwifery memungkinkan bidan di desa terpencil untuk berkonsultasi dengan Dokter SpOG di kota terkait kasus kehamilan risiko tinggi. Apa syarat utama agar konsultasi ini efektif dan aman secara data?

a)

Menggunakan media sosial pribadi (WhatsApp)

b)

Menggunakan aplikasi Telemedicine yang terenkripsi dan terintegrasi EMR

c)

Mengirimkan berkas fisik via pos

d)

Melakukan panggilan telepon biasa tanpa video

e)

Menunggu dokter datang ke desa bulan depan

35.

Bagaimana peran AI dalam membantu tugas administratif bidan?

4 lines
36.

Untuk memastikan keberhasilan integrasi AI dalam pelayanan kebidanan, faktor apa yang paling penting disiapkan selain teknologi?

a)

Menambah jumlah tempat tidur RS

b)

Literasi digital dan pelatihan bagi tenaga kesehatan (Bidan/Dokter)

c)

Membeli komputer gaming mahal

d)

Menghapus semua data lama

e)

Mengurangi jumlah bidan

37.

Seorang Bidan Koordinator di Puskesmas mengumpulkan data jumlah ibu hamil, persalinan, dan imunisasi setiap akhir bulan untuk dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten. Jenis pengumpulan data ini disebut:

a)

Pengumpulan Data Rutin

b)

Pengumpulan Data Sewaktu

c)

Survei Cepat

d)

Sensus Penduduk

e)

Studi Kasus

38.

Terjadi wabah (KLB) campak di sebuah desa. Bidan desa diminta segera melaporkan data kasus baru setiap hari, tidak menunggu akhir bulan. Jenis pelaporan data ini dikategorikan sebagai:

a)

Laporan Bulanan (LB1)

b)

Pengumpulan Data Sewaktu / Ad-hoc

c)

Laporan Tahunan

d)

Profil Kesehatan

e)

Data Statistik Rutin

39.

Apa masalah utama dari sistem pelaporan yang "terfragmentasi" (silo) di Indonesia sebelum adanya SATUSEHAT?

a)

Data terlalu sedikit

b)

Pasien tidak mau berobat

c)

Data tidak mau berobat

40.

Bidan memasukkan data pasien bernama "Ibu Rina" di Puskesmas A. Saat Ibu Rina dirujuk ke RSUD B, dokter di RSUD B bisa langsung melihat riwayat alergi obat Ibu Rina dari sistem tanpa input ulang. Konsep pertukaran data antar sistem yang berbeda ini disebut:

a)

Fragmentasi

b)

Interoperabilitas

c)

Sentralisasi Manual

d)

Eksklusivitas Data

e)

Digitalisasi Lokal

41.

Apa peran "Data Dictionary" (Kamus Data) dalam membangun ekosistem data kesehatan yang terintegrasi?

a)

Menerjemahkan bahasa asing ke bahasa Indonesia

b)

Menyamakan standar definisi dan format data agar bisa saling dibaca antar sistem

c)

Menyimpan password pengguna

d)

Menghapus data ganda secara manual

e)

Mengunci data agar tidak bisa diedit

42.

Platform SATUSEHAT yang dikembangkan Kemenkes RI berfungsi sebagai:

a)

Aplikasi pengganti dokter

b)

Platform integrasi yang menghubungkan data dari berbagai aplikasi kesehatan di Indonesia

c)

Media sosial khusus tenaga kesehatan

d)

Toko obat online

e)

Aplikasi edit foto USG

43.

Dalam konteks pengelolaan data di Puskesmas, data harus memenuhi prinsip "Validitas". Apa artinya?

a)

Data harus banyak jumlahnya

b)

Data harus akurat, konsisten, dan mewakili kondisi sebenarnya

c)

Data harus disimpan selamanya

44.

Jika seorang bidan desa memasukkan data stunting anak ke aplikasi, dan data tersebut secara real-time bisa dipantau oleh Bupati di dashboard kabupaten untuk pengambilan kebijakan. Apa manfaat utama dari sistem ini bagi pembuat kebijakan?

a)

Menghemat kertas

b)

Pengambilan keputusan berbasis data (Evidence-Based Policy) yang cepat

c)

Membuat bupati terlihat canggih

d)

Mengurangi gaji bidan

e)

Menghapus data lama

45.

Dalam ekosistem data kesehatan, komponen "Brainware" merujuk pada:

a)

Perangkat keras komputer (Server, PC)

b)

Perangkat lunak aplikasi (Software)

c)

Jaringan internet

d)

Sumber Daya Manusia (SDM) yang mengelola dan menggunakan sistem

e)

Kebijakan pemerintah