wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Neurologi

Total questions: 100

Worksheet time: 50mins

Name
Class
Date
1.

Seoranglaki laki berusia 22 tahun, mengalami penurunan kesadaran setelah trauma kepala. Hasil CTscan kepala tanpa kontras adalah sebagai berikut (terlampir).

Apakah fenomena yang diperlihatkan oleh panah melengkung?

a)

Herniasi subfalcine

b)

Herniasi sentral

c)

Herniasi unca

d)

Herniasi tonsilar

e)

Herniasi upward

2.

Perempuan 54 cahun dibawa ke IGD dengan keluhan berjalan tidak seimbang. Pada pemeriksaan neurologi ditemukan hemiataxia dekstra. hipestesia wajah dekstra, hemihipestesia eksteremitas sinistra, dysphagia. dan sindrom horner dekstra. Pada

pemeriksaa n MRI sekuens DWI dan T2 ditemukan gambaran sebagai berikut: Arteri apakah yang mengalami oklusi pada kasus tersebut?

a)

Posterior inferior cerebellar artery dekstra

b)

Anterior inferior cerebellar artery dekstra

c)

Anterior inferior cerebellar artery sinistra

d)

Cabang sirkumeferensial arteri basilaris

e)

Posterior inferior cerebellar artery sinistra

3.

Perempuan 45 tahun datang dengan keluhan lemah badan sisi kiri sejak 4 jam sebelum masuk

RS. Pasien memiliki riwayat penyakit infark miokard dengan elevasi segmen ST, 4 bulan yang lalu dan hematuria 2 bulan yang lalu. Pada pemeriksaan CT scan kepala potongan aksial dan coronal, ditemukan gambaran sebagai berikut: Gambaran yang ditunjukkan oleh panah hitam dan putih adalah?

a)

Insular ribbon sign dan cord sign

b)

Pengaburan nukleus lentiform dan hyperdense MCA sign

c)

Insular ribbon sign dan hyperdense MCA sign

d)

Hyperdense MCA sign dan pendataran sulkus

e)

Hyperdense MCA sign dan pengaburan nukleus kaudatus

4.

Perempuan 45 tahun datang dengan keluhan lemah badan sisi kiri sejak 4 jam sebelum masuk

RS. Pasien memiliki riwayat penyakit infark miokard dengan elevasi segmen ST, 4 bulan yang lalu dan hematuria 2 bulan yang lalu. Pada pemeriksaan CT scan kepala aksial dan coronal, ditemukan gambaran sebagai berikut: Apakah terapi yang paling tepac pada kasus diatas?

a)

Trombolisis intraarterial

b)

Trombolisis intravena

c)

Aspirin dan clopidogrel

d)

Aspirin

e)

Heparin

5.

Perempuan 29 tahun dibawa keluarga ke IGD dengan keluhan bicara ngawur sejak 2jam yang lalu. Pasien sebelumnya mengeluh nyeri kepala dan muntah sebanyak 2 kali. Pasien memiliki riwayat stenosis arteri renal. Pada pemeriksaan fisik ditemukan TD 200/130

mmHg. Pada pemeriksaan MRI FLAIR, ditemukan gambaran sebagai berikut:Diagnosis kasus diatas adalah Select one:

a)

Ensefalopati hipertensi

b)

Multiple sclerosis

c)

White matter hyperintensity

d)

Small vessel disease

e)

Stroke hemoragik

6.

Perempuan 34 tahun postpartum datang dengan keluhan nyeri kepala hebat tiba-tiba sejak 6 jam yang lalu. Pasien juga mengalami muntah sebanyak 2 kali. Pada pemeriksaan funduskopi ditemukan papilledema bilateral. Pemeriksaan MRI venogram menunjukkan gambar dibawah: Dimanakah letak trombus pada kasus tersebut?

a)

Sinus sagitalis inferior dan sinus sigmoid kiri

b)

Sinus sagitalis superior dan sinus transversus kiri

c)

Sinus sagitalis superior dan sinus transversus kanan

d)

Sinus sagitalis superior dan stright sinus

e)

Sinus sagitalis inferior dan sinus sigmoid kanan

7.

Anak laki-laki 6 tahun dibawa ke RS dengan kel uhan sering mengantuk dan ma kin sulit dibangunkan sejak 3 hari SMRS. Sebelumnya sejak 3 bulan SMRS, anak sering mengeluh nyeri kepala, terutama pada pagi hari, dan sering muntah. Satu bulan terakhir jalan pasien

tidak seimbang dan seringjatuh. Pada pemeriksaan MRI T1 tampak sagital dan T2 tampak aksial ditemukan gambaran berikut:Apakah diagnosis pasien tersebut?

a)

Hemangioma

b)

Pilocitic astrocytoma

c)

Medulloblastoma

d)

Ependymoma

e)

Pineositoma

8.

Laki-laki 40 tahun dating dengan keluhan tidak dapat melihat sisi luar lapangan pandang. Pasien awalnya sering menabrak orang disekitarnya, dan nyeri kepala sejak 1tahun SMRS. Pada pemeriksaan MRI T1 koronal sebelum dan setelah kontras ditemukan gambaran

berikut. Apakah kemungkinan diagnosis kasus tersebut?

a)

Pinealoma

b)

Karsinoma nasofaring

c)

Makroadenoma pituitari

d)

Aneurisma top of basilar

e)

Mikroadenoma pituitari

9.

Laki-laki 60 tahun dibawa ke RS dengan keluhan penurunan kesadaran perlahan sejak 1 minggu SMRS. Pasien memiliki riwayat nyeri kepala sejak 3 tahun yang lalu yang makin memberat. Dua minggu yang lalu pasien mengeluh lengan dan tungkai kanan mengalami

kelemahan. Riwayat demam disangkal. Hasil pemeriksaan MRI T1 dengan kontras

menunjukkan gambaran berikut:Apakah diagnosis kasus tersebut?

a)

Serebritis

b)

Glioblastoma multiforme

c)

Abses serebri

d)

Medulloblastoma

e)

Pilocytic astrocytoma

10.

Perempuan 23 tahun dating dengan keluhan kedua telinga berdenging disertai penurunan pendengaran. Keluhan dirasakan sejak 3 tahun yang lalu, awalnya pada sisi kiri, namun 6 bulan kemudian keluhan dirasakan pada sisi kanan. Pasien juga mengeluhkan nyeri kepala dan pusing berputar. Pada pemeriksaan MRI T1 dengan kontras menunjukkan gambaran

berikut: Apakah kemungkinan diagnosis kasus tersebut?

a)

Sturge weber syndrome

b)

Neurofibromatosis tipe 2

c)

Neurofibromatosis tipe 1

d)

Hereditary hemorrhagictelangiectasia

e)

Tuberous sclerosis

11.

Laki-laki 45 tahun dibawa ke RS dengan keluhan kejang pada lengan dan tungkai kiri 3 jam SMRS.Awalnya kejang berupa tonik klonik di tangan kiri yang menjalar hingga lengan kiri dan tungkai kiri. Pasien awalnya sadar namun kejang berubah menjadi kejang seluruh tubuh dan pasien menjadi tidak sadar. Keluhan yang sama pernah dialami 6 bulan yang lalu. Pasien

tidak memiliki riwayat hipertensi, diabetes mellitus, keganasan, atau penurunan berat badan.

Pada pemeriksaan CT scan kepala aksial ditemukan gambar sebagai berikut: Diagnosis kasus diatas adalah?

a)

Brain metastastic disease

b)

Multiple infark serebri

c)

Cerebral amyloid angiopathy

d)

Neurocysticercosis

e)

Toxoplasmosis serebri

12.

Berikut adalah hasil rekaman PSG selama beberapa menit: Apakah jenis kelainan yang paling utama dari hasil PSG tersebut?

a)

Periodic limb movements of sleep (PLMS)

b)

Restless leg syndrome

c)

Bruxism

d)

Seizure activity

e)

REM sleep behavio

13.

.Seorang laki-laki, 58 tahun, datang ke poliklinik saraf dengan keluhan gangguan tidur. Dokter yang memeriksanya berpendapat bahwa penderita tersebut mengalami gangguan tidur irama sirkadian. Sehingga dokter tersebut melakukan pemeriksaan aktigrafi. Berikut hasil pemeriksaan aktigrafinya: Apakah tipe jenis gangguan tidur penderita tersebut?

a)

lrreguler sleep-wake phase disorder

b)

Non 24-h sleep-wake phase disorder

c)

Advanced sleep-wake phase disorder

d)

Shift work disorder

e)

Delayed sleep-wake phase disorder

14.

Perempuan 42 tahun di bawa ke IGD dengan nyeri kepala mendadak yang sangat hebat disertai muntah dan gangguan penglihatan. Demam, riwayat trauma, hiperteni dan diabetes mellitus disangkal. Pada pemeriksaan tanda vital diperoleh tekanan darah 150/95 mmHg, frekuensi nadi 92 x/menit regular. Pemeriksaan neurologis diperoleh GCS 13, kaku kuduk

positif, kesan parese nervus Il bilateral. Gambaran MRI kepala sebagai berikut. Apakah tatalaksana kegawatan yang paling tepat pada pasien ini?

a)

Antikoagulan IV

b)

Antikoagulan IV dan kortikosteroid

c)

VP shunt dan kortikosteroid

d)

Antikoagulan IV dan external ventricular drainase (EVD)

e)

Kortikosteroid dan tindakan operasi segera

15.

Gliadel Wafer adalah polimer biodegradable yang mengandung 3,85% carmustinen(1,3- Bis[2-Chloroethyl]-1- Nitroso-urea, BCNU), yang ditempatkan di rongga reseksi pada saat operasi tumor otak ganas yang berulang. Masaiah :Tumor otak yang jenis apakah yang sering diaplikasikan untuk terafi ini? Pilihan alternatif:

a)

High grade glioma

b)

Craniopharyngioma Malignum

c)

Lymphoma CNS primary

d)

Oligodengroglioma Grade 3

e)

Schwannoma Malignum

16.

Karnofsky Performance Status (KPS), sering dipakai untuk menentukan status fungsional pasien yang berkaitan erat dengan kualitas hidup dan keadaan fungsional fisik pasien kanker. Pada asesmen pasien didapatkan hasil KPS adalah 40% (KPS range dari 0% - 100%). Masalah: Masuk kriteria apakah pasien tersebut. Alternatif pilihan:

a)

Masih mampu melakukan aktifitas, gejala minor

b)

Tidak perlu Perawatan khusus, beraktifitas normal

c)

Disabilitas membutuhkan perawatan

d)

Membutuhkan sesekali bantuan perawatan medis

e)

Tidak bisa bekerja, tapi dapat merawat diri

17.

Laki-laki 58 tahun dalang ke poli Saraf dengan keluhan nyeri kepala berdenyut berulang.

Pada pemeriksaan CT angiografi didapalkan unruptur aneurisma MCA kiri Pasien

menanyakan tentang risikonya. Manakah darl berikut lni yang paling benar?

a)

Aneurisma sirkulasi anterior mempunyai resiko ruptur sama dibandingkan aneurisrna

posterior

b)

Pasien rnempunyai resiko kecil untuk terjadi SAH

c)

Hipertensi tidak berperan dalarn risiko pecahnya aneurisrna karena aneurisrna murn,

disebabkan kelainan anatomis

d)

Usia pasien bukan menjadi pertimbangan dalam strategi tatalaksana Coiling

e)

Merokok trdak berpengaruh terhadap risiko pecahnya aneurisma

18.

Laki-laki, 14 tahun, obesitas, mengalami episode berulang dalam 10 hari terakhir, tertidur hampir sepanjang siang dan malam hari. Dia terbangun hanya untuk makan dan ke kamar mandi. Menurut laporan dari ibunya, selama episode ini, dia dalam kondisi bad mood. Diantara episode tersebut, dia adalah anak yang normal. Apakah diagnosis dari anak tersebut?

a)

Delayed sleep phase syndrome

b)

Narcolepsi

c)

Idiopathic hypersomnia

d)

Untreated obstructive sleep apnea syndrome

e)

Kleine-Levine Syndrome

19.

.Laki-laki, 55 tahun datang ke IGD dengan keluhan mulut mencong ke kanan mendadak sejak 6jam yang lalu. Pasien masih dapat menutup mata kirinya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan GCS 14, pupil bulat isokor 3mm/3mm. refleks cahaya positif. kesan deviation konjugee ke kiri, hemiparese sinistra, gangguan proprioseptif sinistra dan dismetria pada sisi kanan. Mekanisme apakah yang paling mungkin mendasari kelainan di atas?

a)

Oklusi arteri paramedian atas kanan

b)

Oklusi arteri serebeli posterior inferior (PICA) kiri

c)

Oklusi arteri paramedian atas kiri

d)

Oklusi arteri serebeli anterior inferior (AICA) kanan

e)

Oklusi arteri serebeli anterior inferior (AICA) kiri

20.

.laki-laki, 56 tahun datang ke IGD dengan keluhan kelernahan sisi tubuh kiri secara mendadak sejak 1,5 jam sebelumnya. GCS 15, TD 160/100 mmHg, frekuensi nadi 92x/m, laju pernapasan 20x/m, dan saturasi oksigen 99%. Pemeriksaan neurologis: paresis N.Vll dan

N.Xll sentral sinistra. hemiparesis sinistra. Funduskopi dalam batas normal. Nilai NIHSS 7. Pemeriksaan laboratorium awal rnenunjukkan Hemoglobin 14,8 g/dl, Leukosit 14.000/rnm3, trombosit 240.000 /mm3, gula darah sesaat 150 mg/di. Nilai APTT dan PTT dalam bacas normal. Pemeriksaan EKG diternukan pembesaran ventrikel kiri. Pemeriksaan CT-Scan

kepala tidak ditemukan tanda perdarahan. Apa tata laksana khusus awal yang paling tepat untuk kasus di atas?

a)

rTPA 0,9mg/kgBB bolus awal 10% dari dosis total

b)

rTPA 0,9mg/kgBB diikuti insulin 4 unit subkutan

c)

rTPA 0,9mg/kgBB didahului insulin 4 unit subkutan

d)

Klopidogrel 75 mg dan aspirin 80 mg

e)

Aspirin 325 mg

21.

.Pasien laki-laki 30 tahun datang ke poli saraf dengan keluhan nyeri lutut kanan dan kesulitan

berjalan. Pada inspeksi, pasien tampak berjalan diseret. Pemeriksaan neurologi didapatkan

kelemahan m.tibialis anterior, m.ekstensor digitorum dan m.ekstensor hallucis. Apakah

diagnosis dari pasien tersebut?

a)

Pleksopati lumbosacral

b)

Sindroma Terowongan Tarsal

c)

Sindroma Jebakan Nervus Peroneus

d)

Radikulopati LS

e)

Polineuropati

22.

Pasien laki-lakiusia SO thn, BB SO kg, dibawa ke IGD dengan kesadaran menurun yang dialami perlahan-lahan sejak S hari yang lalu. Pasien tampak inatensi, bingung, dan letargi. Sebelumnya mengeluh nyeri kepala dan demam sejak 2 minggu yang lalu. Kaku kuduk positif. Pada pemeriksaan lumbal pungsi, ditemukan tekanan 30 cmH20, warna tampak

xanthokrom, leukosit 67 sel/mikroliter, dominan limfosit, protein 160 mg/dl, rasio glukosa CSS/plasma 0,2. Sebutkan diagnosis yang paling mungkin?

a)

Leptospirosis

b)

Meningitis tbc

c)

Malaria serebral

d)

Meningitis bacterial

e)

Meningitis viral

23.

Pasien perempuan, usia 50 tahun, dengan kelemahan separuh tubuh kanan mendadak sejak 2jam yang lalu. Pasien akan dilakukan trombolisis intravena. Tatalaksana hipertensi arterial pada pasien ini yang benar adalah?

a)

Monitor tekanan darah tiap 15 menit 2jam pertama, tiap 30 menit 6jam berikutnya, tiapjam selama 24jam berikutnya

b)

Monitor tekanan darah tiap 15 menit selama pemberian infus, tiap 30 menit 6jam berikutnya, tiap jam selama 16 jam berikutnya

c)

Diturunkan jika tekanan darah sistolik >180 mmHg dan diastolik >105 mmHg

d)

Monitor tekanan darah tiap 15 menit selama pemberian infus, tiap 30 menit 6jam berikutnya, tiap jatn selama 24 jam berikutnya

e)

Monitor tekanan darah tiap 15 menit 2jam pertama, tiap 30 menit 6jam

berikutnya, tiap jam selama 16 jam berikutnya

24.

Pria 60 tahun, mengeluh tiap malam saat pasien sedang tidur atau duduk beristirahat, pasien

mengeluh rasa tidak nyaman pada kedua tungkainya. Pada Pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 8,8 g/dl dan adanya penurunan kadar besi dalam serum. Bagaimana patofisiologi Defisiensi zat besi pada pasien tersebut sehingga menimbulkan Gerakan

involunter seperti yang dikeluhkan pasien?

a)

Peningkatan Dopamin Transporter (DAT)

b)

Penurunan dopamine ekstraseluler pada striatum

c)

Peningkatan reseptor 01 dan 02

d)

Penurunan transport dopamine pada neuron postsinap di striatum

e)

Penurunan rasio H-feritin disbanding L-feritin di otak

25.

Salah satu peralatan dalam neuroonkologi untuk terafi yaitu reservoir Ommaya, yang di

pasang didaerah kepala, khususnya pada jenis keganasan hematologi SSP. Masalah: Apakah

yang menjadi indikasi untuk pemasangan reservoir Ommaya? Pilihan altematif:

a)

Mengambil sample CSF

b)

Pemberian antibiotik untuk meningitis kronik

c)

Semua diatas bisa

d)

Pemberian obat nyeri opioid

e)

Pemberian agen kemoterafi intra thecal On

26.

Seorang anak usia 7 tahun dengan gejala nyeri kepala dan sering rnuntah. Pada pemeriksaan

MRI ditemukan massa lesi pada posterior fossa tepatnya di vermis cerebellum sehingga

rnenyebabkan hydrocephalus. Masalah Apakah kemungkinan yang paling tepat untuk

diagnosis nya? Pilihan alternatif:

a)

Phyllositic Astrocytoma

b)

SEGA ( Sub Ependymoma Giant cells Astrocytoma)

c)

Schwannoma

d)

Juvenile Ependimoma

e)

Medulloblastoma

27.

Seorang perempuan 25 tahun ,datang ke poliklinik dengan Riwayat. Migraine wo aura 1-2 kali perbulan.juga migraine with aura visual 2-3 kali setahun.Beberapa kali mengalami migraine dengan aura sensoris. Satu tahun terakhir penderita mengalami 5 kali serangan nyeri kepala disertai hemiparese yang bisa berlangsung sampai 12 jam. Pemeriksaan CT kepala normal. Terapi pada pasien ini?

a)

Donepezil

b)

piracetam

c)

lrnitrex (triptan)

d)

Calcium Channel blocker verapamil

e)

Citicholin

28.

.Seorang perempuan 25 tahun, datang ke poliklinik dengan Riwayat. Migraine wo aura 1-2 kali perbulan. juga migraine with aura visual 2-3 kali setahun. Beberapa kali mengalami migraine dengan aura sensoris. Satu tahun terakhir penderita mengalami 5 kali serangan nyeri kepala disertai hemiparese yang bisa berlangsung sampai 12 jam. Pemeriksaan CT

kepala normal. Apa diagnosis yang paling tepat untuk penderita diatas?

a)

Transient ischemic attack

b)

Sindroma sinus cavernosus

c)

Ramsay hunt syndrome

d)

Pseudotumor cerebri

e)

Hemiplegic migraine

29.

Seorang anak laki-laki berusia 3 tahun, dirawat di ICU anak setelah trauma kapitis berat. Anak ini mengalami peningkatan TIK dan pemeriksaan klinis yang buruk. Tim pediatrik bertanya kepada Anda tentang pemberian steroid dalam upaya untuk memperbaiki edema serebrinya. Apa efek steroid pada TBI ?

a)

Perbaikan pada TIK, tidak ada perbaikan klinis, peningkatan komplikasi sistemik

b)

Perbaikan pada TIK dan luaran klinis, peningkatan komplikasi sistemik

c)

Tidak ada perbaikan pada TIK, ada perbaikan pada luaran klinis, peningkatan komplikasi sistemik

d)

Tidak ada perbaikan TIK, tidak ada perbaikan klinis, peningkatan komplikasi sistemik

e)

Perbaikan pada TIK dan luaran klinis, tidak ada komplikasi sistemik

30.

Seorang anak wanita, usia 1Otahun, dibawa oleh orang tuanya ke poliklinik saraf dengan keluhan saat tidur malam hari sering menggesekkan gigi sehingga menimbulkan suara yang tidak nyaman. Hal ini disertai dengan peningkatan produksi air liur. Saat terbangun pada pagi hari, anak tersebut mengeluh nyeri pada articulatio temporo-mandibularis. Menurut klassifikasi ICSD Ill, masuk dalam kelompok penyakit apa?

a)

Sleep-related breathing disorders

b)

Sleep related movement disorders

c)

Central disorders of hypersomnolence

d)

Parasomnia

e)

Circadian rhythm sleep-wake disorders

31.

Seorang atlet lempar lembing datang ke poli saraf dengan keluhan nyeri pada siku disertai rasa kebas pada lengan bawah, pergelangan tangan serta jari IV-V. Keluhan memberat di malam hari. Pasien juga mengeluh mudah menjatuhkan barang karena kesulitan menggemgam. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tes Wartenberg dan Tanda Froment positif.

Apakah diagnosis dari pasien tersebut?

a)

Guyon canal syndrome

b)

Carpal tunnel syndrome

c)

Ulnar tunnel syndrome

d)

Saturday night palsy

e)

Cubital tunnel syndrome

32.

Seorang ibu membawa anaknya laki-laki berusia 12 tahun ke poli saraf dengan keluhan sering terjatuh, mudah lelah serta kelemahan otot. Pasien kesulitan saat naik tangga. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kelemahan proksimal, otot gastrocnemius tampak membesar. Gower sign(+). Pemeriksaan laboratorium: CK meningkat. Apakah hasil pemeriksaan EMG

jarum yang diharapkan?

a)

MUAP durasi memanjang, amplitudo tinggi, polifasik

b)

MUAP durasi singkat, amplitudo kecil, polifasik

c)

MUAP normal. amplitudo kecil, polifasik

d)

MUAP normal, amplitudo tinggi, polifasik

e)

MUAP durasi singkat, amplitudo tinggi, polifasik

33.

.Seorang laki-laki 35 tahun datang ke poli saraf dengan keluhan nyeri pada siku bagian lateral yang menjalar ke pergelangan tangan saat bangun tidur. Pasien juga mengeluh rasa tebal dan kesemutan pada punggung ibu jari serta jari ke-2. Pada pemeriksaan motorik didapatkan kelemahan otot brachioradialis, ekstensor lengan dan abduktor policis longus. Refleks triceps

normal. Apakah diagnosis pasien?

a)

Carpal Tunnel Syndrome

b)

Cubital tunnel syndrome

c)

Saturday night palsy

d)

Posterior interosseus nerve syndrome

e)

Cheiralgia paresthetica

34.

Seorang laki-laki 35 tahun datang ke poli saraf dengan keluhan nyeri pada siku bagian lateral yang menjalar ke pergelangan tangan saat bangun tidur. Pada pemeriksaan motorik didapatkan kelemahan otot ekstensor digitorum dan ekstensor karpi ulnaris. Refleks triceps normal. Pemeriksaan sensorik normal. Saraf apakah yang terkena pada pasien tersebut?

a)

Saraf muskulokutaneus

b)

Saraf medianus

c)

Saraf posterior interosseus

d)

Saraf aksilaris

e)

Saraf ulnaris

35.

.Seorang laki-laki 35 tahun dibawa ke UGO setelah kecelakaan lalu lintas. Pendetita mengalami kelemahan pada tungkai kiri. Pada petneriksaan fisik didapatkan kelemahan spastik tungkai kiri, hilang sensasi nyeri dan suhu mulai dari umbilikus dampai dengan ujungjari kaki kanan, hipestesi, dan hilangnya sensasi posisi dan diskriminasi dari umbilikus sampai dengan ujungjail kaki kiri. Apakah sindrom yang terjadi pada kasus ini?

a)

Anterior horn syndrome

b)

Syndrome of corticospinal tract

c)

Acute spinal cord transection syndrome

d)

Anterior Spinal Artery Syndrome

e)

Spinal cord hemisection syndrome

36.

Seorang laki-laki 55 berusia tahun yang sebelurnnya didiagnosis dengan strok iskemik sedang dirawat di High Care Unit. Saat perawatan hari ke dua penilaian Glasgow Coma Scale E2M3V2, tekanan darah 160/90 mmHg, nadi 92 kali/menit, suhu 36,9(, pasien bernafas

terengah-engah yang diselingi oleh periode henti nafas yang berulang. Dimanakah letak lesi yang paling mungkin pada pasien ini?

a)

Diensefalon

b)

Ponssuperior

c)

Mesensefalon

d)

Medula oblongata

e)

Pons inferior

37.

Seorang laki-laki 55 tahun datang ke poli saraf dengan keluhan kelemahan progresif yang dialami sejak 6 buIan sebelumnya. Kelemahan awalnya pada tangan kanan kemudian seluruh ekstrimitas. Pasien juga mengalami bicara pelo serta mudah tersedak saat makan. Pada pemeriksaan neurologi didapatkan hiperrefleks pada keempat ekstrimitas, atrofi otot

ekstrimitas dan didapatkan fasikulasi pada lidah. Pada pemeriksaan elektrodiagnostik didapatkan: penurunan amplitudo CMAP dan SNAP normal. Pada EMG jarum didapatkan fibrilasi dan positive sharp wave. Apakah diagnosis dari pasien tersebut?

a)

Siringomyelia

b)

Amyotrophic Lateral Sclerosis

c)

Spinal Muscular Atrophy

d)

Tumor mielum

e)

Poliomyelitis

38.

Seorang laki-laki berusia 19 tahun, jatuh dari pohon mangga dengan lengan atas teregang

memegang ranting pohon. Apakah yang dimaksud dengan cedera saraf tepi tingkat 111

menurut klasifikasi Sunderland?

a)

Akson terputus, endoneurium utuh

b)

Akson terputus, perineurium putus

c)

Akson terputus, seluruh bumbung neural terputus

d)

Akson terputus, endoneurium putus, perineurium utuh

e)

Akson tetap utuh

39.

Seorang laki-laki berusia 25 tahun masuk IGD dengan kesadaran menurun setelah kepala terbentur aspal akibat kecelakaan lalu lintas. la pingsan sekitar 5jam. Pada pemeriksaan fisik neurologis dijumpai kesadaran menurun GCS E3MSV3. Pemeriksaan imaging tidak dijumpai perdarahan intraserebral. Apakah diagnosis kasus ini?

a)

trauma kapitis berat

b)

trauma kapitis sedang

c)

mati batang otak

d)

trauma kapitis ringan

e)

diffuse axonal injury

40.

.Seorang laki-laki berusia 35 tahun dibawa ke IGD RS dengan keluhan kelemahan kedua

anggota gerak bawah sejak 2jam yang lalu. Keluhan dirasakan sesaat setelah jatuh dari pohon kelapa dengan ketinggian 3 m. Apakah tindakan yang tepat pada pasien diatas?

a)

Pemberian methlprednisolon dosis 30mg/kgbb/iv bolus selama 15 menit, ditunggu 45 menit, dan dilanjutkan 5,4mg/kgbb/jam selama 23 jam.

b)

Pemberian methlprednisolon dosis 30 mg/kgbb habis dalam 1jam, dilanjutkan 5,4mg/kgbb selama 23jam

c)

Pemberian methylprednison tidak dianjurkan

d)

Pemberian methlprednisolon dosis 30mg/kgbb bolus selama 15 menit dan segera dilanjutkan 5,4mg/kgbb/jam selama 23 jam.

e)

Pemberian methlprednisolon dosis30mg/kgbb bolus selama 15 menit, dan 10 menit kemudian segera dilanjutkan 5.4mg/kgbb/jam selama 48 jam

41.

Seorang laki-laki berusia 35 tahun kontrol ke poliklinik setelah perawatan karena kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan trauma kepala. Pada pemeriksaan fisis ditemukan gangguan saraf kranial VII dan VIII kiri yang menetap. Di antara struktur tengkorak berikut, manakah yang mungkin mengalami kerusakan akibat kecelakaan tersebut?

a)

Foramen jugularis

b)

Fissura orbitalis superior

c)

Canalis opticus

d)

Lamina cribrosa

e)

Meatus akustikus interna

42.

.Seorang laki-laki berusia 40 tahun berobat ke poliklinik Saraf dengan keluhan sulit mengepal pada jari tangan kanan setelah kecelakaan jatuh dari motor 6 buIan lalu . tangan terlihat" claw hand" dan tampak atropi pada otot-otot interossei jari -jari tangan. Nervus apakah yang mengalami kelumpuhan pada tangan pasien tersebut?

a)

N. Radialis

b)

N. Medianus

c)

N. Brachialis

d)

N. Ulnaris

e)

N. Musculo kutaneus

43.

Seorang laki-laki berusia 52 tahun, diantar ke IGD dengan keluhan nyeri kepala sejak 8jam

yang lalu. Sakit kepala dirasakan muncul tiba-tiba, baru pertama kali dan sangat hebat. Pada

pemeriksaan fisik diperoleh tekanan darah 150/90 mmHg, frekuensi nadi 92 x/menit regular. Pada pemeriksaan status neurologis GCS 15, pupil isokor 3mm/3mm reflex cahaya baik, kaku kuduk positif, defisit neurologis lain negatif. Hasil CT scan kepala diperoleh perdarahan subarakhnoid dengan ketebalan >1mm disertai perdarahan intraventrikular. Hasil pemeriksaan TCD yang manakah di bawah ini yang mengindikasikan terdapatnya vasospasme?

a)

MFV ICNMCA <3

b)

MFV MCA <120 cm/detik

c)

Rasio Lindegaard >3

d)

Rasio Lindegaard <3

e)

MFV MCNICA <3

44.

Seorang laki-laki berusia 54 tahun, hasil CT Scan tampak lesi pada supra tentoria dengan batas yang tidak tegas disertai fingers like apprearance, diakukan operasi dan jaringan dikirimkan ke Patologi Anatomik dan di diagnosis sebagai Glioblastoma. Masalah :Apakah yang terlintas didalam pikiran saudara untuk rencana tindakan selanjutnya berupa drug of

choice, yang paling urgent, selain operasi dan radiotherapy?

a)

Dexamethasone

b)

Temozolamide

c)

Obat antiepilepsy bilamana kejang

d)

Targeted therapy

e)

Semua diatas bisa

45.

.Seorang laki-laki berusia 64 tahun datang ke poliklinik RS karena mengalami vertigo tiba- tiba, dialami sejak satu bulan lalu disertai pendengaran berkuran,g dan rasa tersumbat pada telinga kanan, juga keluar air dari sudut mulut kanan. Ada riwayat hipertensi, diabetes

melitus dan hiperurisernia. Pemeriksaan fisik: Tekanan darah 150/90 mmHg, TV lain normal, GCS E4M6V5, parese fasialis kanan tipe perifer, Head Impulse test negatif. Apakah penyebab sindroma vertigo pada kasus ini?

a)

Thrombosis pada Superior Cerebellar Artery (SCA)

b)

Thrombosis pada Vertebral artery

c)

Thrombosis pada Posterior inferior Cerrebellar Artery (PICA)

d)

Thrombosis pada Anterior Inferior Cerebellar Artery (AICA)

e)

Thrombosis pada Basilar artery

46.

.Seorang laki-laki berusia 64 tahun datang ke poliklinik RS karena mengalami vertigo tiba-tiba, dialami sejak satu bulan lalu disertai pendengaran berkuran,g dan rasa tersumbat pada telinga kanan. Ada riwayat hipertensi, diabetes melitus dan hiperurisemia. Pemeriksaan fisik: Tekanan darah 150/90 mmHg, Head Impulse test negatif. Pasien mendapat terapi

Amlodipine 5 mg, Metfonnin 500mg dan Allopurinol 300 sejak 1Otahun terakhir. Apakah penyebab gangguan telinga pada kasus ini?

a)

Oklusi arteri auditori interna

b)

lnfark nucleus vestibularis

c)

Toksik pada n. vestibulokohlear

d)

Kompresi apeks kohlea

e)

Endolymphatic hydrops

47.

.Seorang laki-laki berusia 71 tahun datang ke poliklinik Saraf dengan keluhan vertigo disertai tinnitus, gangguan pendengaran, nyeri kepala, dan mual. Pemeriksaan Fisis: tekanan darah 150/95 mmHg, TV lain normal. Pemeriksaan Neurologi lain normal. Pasien selama kurang lebih 20 tahun mengonsumsi obat Captopril 25 mg/12 jam, Allopurinol 300/24 jam,

Metfonnin 500 mg/12 jam, Glukosamin 500 mg-chondroitin 400 mg/12 jam, dan sering

mengkonsumsi Asam Asetil Salisilat 500/8 jam. Apakah obat yang menyebabkan keluhan pasien ini?

a)

Captopril

b)

Glukosamin-chondroitin

c)

Metformin

d)

Asam asetil salisilat

e)

Allopurinol

48.

Seorang laki-laki beusia 75 tahun, dengan nyeri kepala, mual, muntah, dan tampak bingung setelah mengalami KLL. CT Scan kepala menunjukan gambaran perdarahan di supratentorial intraparenkimal ganglia basalis dengan volume 20 cc, tanpa disertai IVH. Pihak keluarga menanyakan prognosis pasien tersebut. Manakah pernyataan yang benar terkait prognosis

pasien tersebut?

a)

Kemungkinan kesembuhan pasien dibawah 26 %

b)

Risiko kematian dalam 30 hari adalah 0%

c)

Risiko kematian pasien tinggi

d)

Risiko kematian dalam 30 hari adalah 13%

e)

Risiko kematian dalam 2 hari 4 %

49.

.Seorang laki-laki usia 25 thn, dirujuk dari lokasi pertambangan di hutan Sulawesi Utara dengan keluhan sering mengantuk dan bicara meracau sejak 5 hari yang lalu. Pasien menggigil dan berkeringat setelah demam. Pada pemeriksaan fisik ditemukan konjungtiva pucat, splenomegali dengan schuffner 2, GCS E3M4V4, TD 12ono mmhg. respirasi 24x/menit dan temperatur 38,7 derajat celcius. Kakukuduknegatif. Sebutkan patofisiologi terjadinya anemia pada kasus ini?

a)

lnhibisi pada enzim tetrahidrofolat reductase

b)

lnhibisi hematopoesis oleh plasmodium

c)

Kebocoran plasma dari kapiler oleh plasmodium

d)

Destruksi eritrosit oleh plasmodium

e)

Perdarahan lambung

50.

Seorang laki-laki usia 25 thn, dirujuk dari lokasi pertambangan di hutan Sulawesi Utara dengan keluhan sering mengantuk dan bicara meracau sejak 5 hari yang lalu. Pasien menggigil dan berkeringat setelah demam. Pada pemeriksaan fisik ditemukan konjungtiva pucat, splenomegali dengan schuffner 2, GCS E3M4V4, TD 12ono mmhg, respirasi 24x/menit dan temperatur 38,7 derajat celcius. Kaku kuduk negatif. Sebutkan proses patofisiologi penyebab penyakit tersebut berdasarkan teori mekanik.

a)

Sitoadherensi. Sekuestrasi, Rossetting

b)

Sitoadherensi, Rosetting, Trombosis

c)

Sekuestrasi, Diseminasi, Trombosis

d)

Sekuestrasi, Sitoadherensi, Rosetting

e)

Diseminasi, Sitoadherensi, Trombosis

51.

Seorang laki-laki usia 25 thn, dirujuk dari lokasi pertambangan di hutan Sulawesi Utara dengan keluhan sering mengantuk dan bicara meracau sejak 5 hari yang lalu. Pasien menggigil dan berkeringat setelah demam. Pada pemeriksaan fisik ditemukan konjungtiva pucat, splenomegali dengan schuffner 2, GCS E2M4V4, TD 12ono mmhg, respirasi 24x/menit dan temperatur 38,7 derajatcelcius. kakukuduknegatif. Sebutkan patofisiologi penurunan GCS pada kasus di atas?

a)

Sekuestrasi dan kongesti mikrovaskuler

b)

Hidrosefalus non obstruktif

c)

Neurotoksisitas komponen pathogen

d)

Hidrosefalus obstruktif

e)

Terlepasnya endotoksin

52.

Seorang laki-laki usia 25 thn, penderita HIV/AIDS dibawa ke IGD dengan kesadaran menurun yang dialami perlahan-lahan sejak 6 hari yang lalu, disertai dengan kelemahan tubuh sisi kanan. Pada pemeriksaan CT scan kepala dengan kontras, ditemukan lesi yang menyangat kontras berbentuk cincin, multiple pada kedua hemisfer. Pasien kemudian diterapi dengan Pirimetamin dan Clindamycin selama 6 minggu, dan dilanjutkan dengan pengobatan

maintenance dosis rendah. Berapa lama pemberian pirimetamin dan clindamycin untuk pencegahan primer?

a)

Apabila kadar CD4 lebih dari 100/mikroliter selama 6 bulan

b)

Apabila kadar CD4 lebih dari 200/mikroliter selama 6 bulan

c)

Apabila kadar CD4 lebih dari 200/mikrollter selama 1 bulan

d)

Apabila kadar CD4 lebih dari 200/mikroliter selama 3 bulan

e)

Apabila kadar CD4 lebih dari 100/mikroliter selama 3 bulan

53.

Seorang laki-laki usia 25 thn, penderita HIV/AIDS dibawa ke IGD dengan kesadaran menurun yang dialami perlahan-lahan sejak 6 hari yang lalu, disertai dengan kelemahan tubuh sisi kanan. Pada pemeriksaan MRI kepala dengan kontras, diternukan lesi multiple yang menyangat kontras berbentuk cincin, hiperintens pada T2WI, dengan SPECT thaliurn

cold-no thalium uptake. Sebutkan bentuk parasit yang menginduksi pembentukan lgA dan menyebar ke sistern saraf pusat...

a)

Sporozoit

b)

Tachyzoit

c)

Bradyzoit

d)

Tropozoit

e)

Merozoit

54.

Seoranglaki-laki usia 27 thn, BB 40kg, dibawa ke IGD dengan kesadaran menurun yang dialami perlahan- lahan sejak 5 hari yang lalu. Sebelumnya pasien mengeluh nyeri kepala dan demam sejak 2 minggu yang lalu. Kaku kuduk positif. Pada pemeriksaan lumbal pungsi, ditemukan tekanan pembukaan 30 cmH20, warna tampak xanthokrom, leukosit 67 sel/mikroliter, dominan limfosit, protein 160 mg/dl, rasio glukosa CSS/plasma 0,2. Pasien diketahui HIV(+). Deng.an CD4 123. Bagaimanakah penatalaksanaan pada kasus tersebut?

a)

Mulai pemberian Anti Retroviral(ARV) dan Obat anti Tuberkulosis(OAT) diberikan pada saat bersamaan.

b)

Mulai pemberian Anti Retroviral(ARV) dan Obat anti Tuberkulosis(OAn diberikan 8 minggusetelah ARV

c)

Mulai pemberian Obar anti Tuberkulosis(OAn dan Anti Retroviral(ARV) diberikan

setelah 4 minggu OAT.

d)

Mulai pemberian Obat anti Tuberkulosis(OAT) dan Anti Retroviral(ARV) diberikan

setelah 2 minggu OAT.

e)

Mulai pemberian Obat anti Tuberkulosis(OAn dan Anti Retroviral(ARV) diberikan setelah 8 minggu OAT.

55.

Seorang laki-laki usia 40 thn, BB 50 kg, dibawa ke IGD dengan keluhan penurunan kesadaran yang dialami sejak 3 hari yang lalu secara perlahan progresif. Pasien juga demam dan pernah kejang 1 kali. Pasien juga menderita HIV/AIDS yang tidak berobat teratur.

Pemeriksaan fisik ditemukan TD 130/70 mmHg, N 104/menit, P22/menit,S39OC. GCS12,kaku kuduk negative,motoric lateralisasi dextra.Tes PCR toxoplasma positif. Sebutkan gambaran yang kemungkinan ditemukan pada CT scan kepala pada kasus tersebut.

a)

Lesi isodens/hipodens pada corticomedullaryjunction sinistra

b)

Lesi isodens/hipodens pada hemisfer sinistra

c)

Lesi isodens/hipodens pada lobus frontalis sinistra

d)

Lesi isodens/hipodens pada lobus oksipitalis sinistra

e)

Lesi isodens/hipodens pada serebellum sinistra

56.

Seorang laki-laki usia 47 thn, BB 50 kg, di bawa ke IGD dengan kesadaran menurun yang dialami perlahan- lahan dalam 7 hari terakhir ini, yang didahului dengan demam dan malaise, nyeri kepala berat. Pada pemeriksaan fisis didapatkan ikterus, hepatosplenomegali, ruam dan disertai kaku kuduk. Sebutkan etiologi yang paling mungkin pada kasus ini ?

a)

treptokokus pneumonia

b)

Listeria Monocytogens

c)

Neisseria Meningitidis

d)

Plasmodium falciparum

e)

Spirochaeta

57.

Seorang laki-laki usia 60 tahun dating ke poliklinik dengan keluhan nyeri kepala sejak 2 bulan.Nyeri dirasakan tiba-tiba dan memberat kadang berdenyut kadang seperti ditusuk- tusuk. Nyeri dirasakan unilateral terutama di sebelah kanan, intensitas menetap selama siang hari dan memberat di malam hari. Keluhan diawali dengan serangan berulang mata sebelah kanan yang tiba-tiba menjadi gelap selama beberapa waktu sebelumnya (amourosis fugax).

Pasien juga mengatakan merasa tidak enak badan, kadang terasa demam ringan dan mengalami penurunan berat badan. Pasien pernah berobat sebelumnya dan diperiksakan laboratorium dengan hasil :Hb 10,5 g/dL, Ht 33, L 10.000, Tr 450.000, LED 80 mm/jam, CRP 2,5 mg/dl. Apakah diagnosis pada pasien ini?

a)

Nyeri kepala klaster

b)

Migrain retinal

c)

Temporal Arteritis (Giant Cell Arteritis)

d)

Paroxysmal Hemicranial

e)

Nyeri kepala sekunder ec SOL

58.

Seorang laki-laki usia 60 thn, dibawa ke IGD dengan kesadaran menurun yang dialami perlahan-lahan sejak 6 hari yang lalu. Sejak 3 minggu terakhir pasien batuk-batuk. Anak pasien didiagnosis Tuberkulosis paru 1 buIan sebelumnya. Hasil pemeriksaan Lumba! Pungsi

menunjukkan Warna xantokrom,jumlah sel 250 /μI, predorninan limfosit, protein 200 mg/dl, rasio glukosa CSS/plasma 0,4. Pemeriksaan CT scan kepala tanpa kontras menunjukkan gambaran lnfark. Foto toraks ada TB paru. Berapakah skor diagnostic pasien tersebut

berdasarkan system skoring Marais?

a)

15

b)

13

c)

14

d)

16

e)

12

59.

seorang laki-laki usia 64 tahun. pendidikan tamatan SMA diantar ke klinik memori oleh keluarganya karena sejak sebulan terakhir sering mengalami gangguan pikiran seperti sering melihat orang asing di kamarnya padahal kenyataan tidak ada orang asing tersebut (Halusinasi visual), mengalami kesulitan berjalan dan gemetar pada anggota gerak sehingga sering terjatuh yang dialami 2 atau 3 bulan terakhir. Terkadang sangat

pelupa, ia pernah berobat ke poliklinik psikiatrik diberikan obat risperidon, namun tidak memberikan perbaikan. Sebutkan diagnosis yang paling mungkin dari kasus tersebut!

a)

Demensia Vaskular

b)

Demensia Lewy body

c)

Parkinson disease dementia

d)

Demensia Alzheimer

e)

Demensia frontotemporal

60.

Seorang laki-laki usia 64 tahun. pendidikan tamatan SMA diantar ke klinik memori oleh karena sejak sebulan terakhir sering mengalami gangguan pikiran seperti sering melihat orang asing di kamarnya padahal kenyataan tidak ada orang asing tersebut (Halusinasi visual). mengalami kesulitan berjalan dan gemetar pada anggota gerak sehingga sering

terjatuh yang dialami 2 atau 3 bulan terakhir (Parkinsonisme). la pernah berobat ke poliklinik

psikiatrik diberikan obat risperidon, namun tidak memberikan perbaikan sensitive terhadap

antipsikotik. Sebutkan terapi farmakologik yang dianjurkan pada kasus tersebut!

a)

Donepezil

b)

Galantamine

c)

Rivastigmine Terapi farmakologik utama pada DLB

d)

Memantine

e)

Olanzapine

61.

.Seorang laki-laki, 58 tahun, datang ke poliklinik saraf dengan keluhan sulit tidur. Dokter

tersebut memberikan program CBT untuk pasien tersebut. Untuk komponen kontrol

stimulus, apakah arahan yang perlu disampaikan kepada pasien tersebut?

a)

Latihan relaksasi

b)

Kurangi waktu di tempat tidur

c)

Hindari minum kopi menjelang tidur

d)

Pergi tidur ketika merasa Lelah

e)

Hindari tidur siang

62.

Seorang laki-laki, 58 tahun, datang ke RS untuk dilakukan pemeriksaan polisomnografi (PSG). Pada saat perekaman terlihat gelombang delta lebih dari 20% epoch, tidak terdapat eye movement dan terdapat tonus yang rendah. Apakah stadium tidur pada pasien tersebut?

a)

Stadium N1

b)

Stadium N3

c)

Stadium R

d)

Stadium N2

e)

Stadium W

63.

Seorang laki-laki, 61 tahun, datang ke poliklinik saraf dengan keluhan ngorok saat tidur. Dialami sejak 3 tahun yang lalu, tapi 1tahun terakhir ini semakin sering dan menganggu istrinya. Berat badannya naik semenjak pensiun. Terdapat riwayat tonsillectomy saat usia 9 tahun. Hasil pemeriksaan polisomnografi menunjukkan apnea-hypopnea index (AHi) 20

dan level saturasi 02 sebesar 83%. Respiratory Disturbance Index (ROI) 20 kali/jam. Apakah terapi standar yang paling dianjurkan untuk pasien tersebut?

a)

Terapi perilaku

b)

Continuous positive airway pressure

c)

Sleep hygiene

d)

Upper airway stimulation

e)

Uvulopalatopharyngoplasty (UPPP)

64.

Seorang laki-laki, 62 tahun, datang ke poliklinik saraf dengan keluhan sulit tidur sehingga

mengantuk sepanjang hari. Saat bangun tidur, pasien tersebut merasa tidak segar. Hal ini

telah dialami sejak 6 bulan lalu. Apakah profil keluhan yang sesuai dengan kondisi pasien

tersebut?

a)

Sleep maintenance insomnia

b)

Sleep onset insomnia

c)

Early morning awakening

d)

Terminal insomnia

e)

Non-restorative sleep

65.

Seorang laki-laki, umur 67 tahun. datang ke poliklinik saraf dengan kaki sering tersentak- sentak sehingga membangunkannya pada malam hari. Dalam 1 malam bisa terjadi beberapa kali sehingga tidurnya tidak nyenyak dan akhirnya mengantuk pada siang hari. Hal ini telah berlangsung selama 5 bulan. Apakah diagnosis pasien tersebut?

a)

Epilepsi nokturnal

b)

Distonia paroksismal nokturnal

c)

Nocturnal legs cramps

d)

PLMD

e)

RLS

66.

.Seorang laki-laki, usia 69 tahun, pendidikan sarjana diantar oleh keluarganya ke Poli Saraf karena sejak sekitar 8 buIan terakhir tidak bisa lagi melakukan aktivitas sehari-harinya seperti makan, ke toilet, berpakaian. Beberapa bulan sebelumnya ia mengalami pelupa sehingga sering menanyakan hal yang sama secara berulang. Selain itu ia juga tidak bisa lagi

bepergian sendiri karena sering lupa jalan pulang. Pada pemeriksaan fisis neurologis tidak ditemukan adanya defisit neurologis fokal. Oleh dokter dilakukan tes mini mental dan diperoleh skor 14 dan skor MoCA-INA: 20. Sebutkan diagnosis yang paling mungkin pada

pasien tersebut!

a)

Mild cognitive impairment

b)

Demensia Alzheimer type presenilis <65

c)

Demensia Binswanger

d)

Demensia Alzheimer type senilis >65

e)

Demensia vaskular

67.

Seorang laki-laki, usia 69 tahun, pendidikan sarjana diantar oleh keluarganya ke Poli Saraf karena sejak sekitar 8 bulan terakhir tidak bisa lagi melakukan aktivitas sehari-harinya seperti makan, ke toilet, berpakaian. Beberapa bulan sebelumnya ia mengalami pelupa sehingga sering menanyakan hal yang sama secara berulang. Selain itu ia juga tidak bisa lagi

bepergian sendiri karena sering lupa jalan pulang. Pada pemeriksaan fisis neurologis tidak ditemukan adanya defisit neurologis fokal. 0leh dokter dilakukan tes mini mental dan diperoleh skor 14 dan skor MoCA-INA: 20. Sebutkan gambaran CT scan kepala maka kemungkinan dapat ditemukan!

a)

Atrofi otak pada regio fronto-temporal

b)

Tidak ditemukan atrofi otak

c)

Hydrosefalus non komunikan

d)

Atrofi otak menyeluruh

e)

Atrofi otak pada regio temporo-parietal

68.

.Seorang laki-laki, usia 69 tahun, pendidikan sarjana diantar oleh keluarganya ke Poli Saraf karena sejak sekitar 8 buIan terakhir tidak bisa lagi melakukan aktivitas sehari-harinya seperti makan, ke toilet, berpakaian. Beberapa bulan sebelumnya ia mengalami pelupa sehingga sering menanyakan hal yang sama secara berulang. Selain itu ia juga tidak bisa lagi

bepergian sendiri karena sering lupa jalan pulang. Pada pemeriksaan fisis neurologis tidak ditemukan adanya defisit neurologis fokal. Oleh dokter dilakukan tes mini mental dan diperoleh skor 14 dan skor MoCA-INA: 20. Bagaimana patomekanisme penyakit yang dialami oleh pasien tersebut?

a)

Mutasi gen pada kromosom 21, 1 dan 14

b)

Mutasi gen pada kromosom 22, 23, dan 24

c)

Defisiensi neurotransmitter glutamate

d)

Mutasi gen pada kromosom 16, 17dan 21

e)

Mutasi gen pada kromosom 18, 19 dan 1

69.

.Seorang laki-laki, usia 69 tahun, pendidikan sarjana diantar oleh keluarganya ke Poli Saraf karena sejak sekitar 8 buIan terakhir tidak bisa lagi melakukan aktivitas sehari-harinya seperti makan, ke toilet, berpakaian. Beberapa bulan sebelumnya ia mengalami pelupa sehingga sering menanyakan hal yang sama secara berulang. Selain itu ia juga tidak bisa lagi

bepergian sendiri karena sering lupa jalan pulang. Pada pemeriksaan fisis neurologis tidak ditemukan adanya defisit neurologis fokal. Oleh dokter dilakukan tes mini mental dan diperoleh skor 14 dan skor MoCA-INA: 20. Oleh adanya mutasi gen yang dialami oleh pasien pada kasus di atas, maka hal-hal apakah yang dapat ditemukan?

a)

Penumpukan amyloid 13n, eurofibrillay tangles, rasio protein tau/ amyloid (342 yang

rendah

b)

Penumpukan amyloid B, eurofibrillay tangles, rasio amyloid B 42/ amyloid B 40 yang rendah dalam likuor serebrospinal

c)

Penumpukan amyloid B,neurofibrillay tangles, rasio amyloid B 42/ amyloid B 40 yang normal dalam likuor serebrospinal X

d)

Penumpukan amyloid 13n, eurofibrillay tangles, rasio amyloid 1342/ amyloid (340 yang tinggi dalam likuor serebrospinal X

e)

Penumpukan amyloid 13,neurofibrillay tangles, rasio protein tau terfosforilasi/ amyloid [342 yang rendah

70.

Seorang laki-laki, usia 69 tahun, pendidikan sarjana diantar oleh keluarganya ke Poli Saraf karena sejak sekitar 8 buIan terakhir tidak bisa lagi melakukan aktivitas sehari-harinya seperti makan, ke toilet, berpakaian. Beberapa bulan sebelumnya ia mengalami pelupa sehingga sering menanyakan hal yang sama secara berulang. Selain itu ia juga tidak bisa lagi

bepergian sendiri karena sering lupa jalan pulang. Pada pemeriksaan fisis neurologis tidak ditemukan adanya defisit neurologis fokal. 0leh dokter dilakukan tes mini mental dan diperoleh skor 14 dan skor MoCA-INA: 20. Jika pada pemeriksaan Clinical Dementia Rating

(CDR) dari kasus tersebut ditemukan skor 2 atau 3, maka apakah target terapi farmakologik yang dianjurkan pada pasien tersebut?

a)

Rivastigmine 6 -12 mg dan Memantine 10 - 20 mg

b)

Donepezil 10 mg dan Memantine 10-20 mg

c)

Donepezil 10 mg dan Rivastigmine 3 mg

d)

Rivastimine 6-12 mg dan Galantamine 16 mg

e)

Donepezil 5 mg dan Rivastigmine 1,5 mg

71.

.Seorang lelaki berusia 65 tahun, perokok berat didiagnosis mengidap Ca paru type small cell

carcinoma yang bermetastases ke otak, dikonsulkan ke poliklinik Neurologi. Masalah: Pasien tersebut mengalami kelemahan otot, setelah melakukan kegiatan yang agak berat dan pulih setelah istirahat menyerupai myasthenia gravis. Pilihan alternatif: Kelemahan otot tersebut adalah manifestasi dari:

a)

Periodik paralysis

b)

Paraneoplastic syndrome

c)

Cushing Syndrome

d)

Hypokalerni

e)

Carcfnoid Syndrome

72.

Seorang lelaki usia 43 tahun dikirim dari Papua Barat, mengeluh nyeri kepala hebat, dialami sejak 3 bulan terakhir. Pada pemeriksaan Ct Scan ditemukan hydrocephalus dan adanya SOL - tumor periventrikel. Hasil pemeriksaan lainnya ditemukan CD4 yang rendah dan mendapat terafi ARV secara teratur, sudah berlangsung 5 tahun lamanya. Masalah: Tumor (SOL) yang ditemukan pada CT Scan, kemungkinannya adalah:

a)

Glioblastoma grade 4

b)

Oligodendrolgioma

c)

Primary CNS lymphoma

d)

Ependymoma

e)

High grade astrocytoma

73.

Seorang pasien laki -laki berusia 43 tahun, mengalami kesadaran menurun karena radioterafi dan tumor yang dioperasi sebulan yang lalu dan mendapat penyinaran setelah sempat didiagnosis Gliobtastoma dan mendapat regimen Temozolamide dan Radiotherapy.

Penurunan kesadaran pasien diduga karena brain edema, dan dilakukan tindakan dengan pemberian. Pilihan alternatif: Pasien diberikan:

a)

Mannitol 20%

b)

Ringer Lactat

c)

Steroid

d)

Glucose40%

e)

Oxygen

74.

Seorang pasien laki-laki umur 27 tahun, dengan kelemahan keempat ekstrimitas. Awalnya kedua tungkai sulit digerakan, kemudian diikuti kedua lengan. Pasien juga mengeluhkan pandangan ganda. 2 minggu sebelumnya pasien baru sembuh dari diare. Pada pemeriksaan fisik: tekanan darah 110/70 mmHg, Nadi 76 kali/menit, RR 18 kali/menit, suhu 36,5° C.

Pemeriksaan neurologis didapatkan parese N.111dan N.VI, kekuatan motoric 2 pada keempat ekstrimitas. Pada pemeriksaan elektrodiagnostik didapatkan SNAP negative dan gambaran sural sparing. Apakah terapi yang dapat diberikan pada kasus tersebut?

a)

IVIG 0.4 g/kgBB selama 5 hari

b)

Kombinasi kortikosteroid dan imunosupresan

c)

IVIG 0,2 g/kgBB selama 5 hari

d)

Plasmafaresis 100 ml/kgBB/kali selama 5 hari

e)

Kortikosteroid

75.

Seorang pasien perempuan 56 tahun, mengeluh nyeri kepala ejak 3 bulan terakhir, disertai gangguan visus yang sifatnya bitemporal, disertai muntah dan mengeluh keluar discharge dari puting payudara. Masalah : Apakah yang saudara pikirkan diagnosisnya, bila ditempat saudara bertugas belum ada CT scan atau MRI.

a)

Craniopharyngioma

b)

Tumor Suprasellar

c)

Hydrocephalus karena Pineal tumor

d)

Brain metastasis dari Ca. Payudara

e)

Brain metasatases Ca.paru

76.

Seorang perempuan 23 tahun datang ke poli saraf dengan keluhan kesemutan pada pergelangan-telapak tangan, jari-jari Isampai jari IV dan keluhan tersebut sering membuat paslen terbangun di malam hari. Nyeri membaik apabila pasien mengebas-ngebaskan telapak tangan pasien. Pasien bekerja sebagai pelinting rokok. Pada perneriksaan fisik didapatkan atrofi pada otot thenar. Tes Phalen dan Tinnel positif. Apa hasil pemeriksaan NCVyang diharapkan?

a)

SNAP N. Medianus normal

b)

Beda DL motorik N. Lumbricals r. Medianus - r. Ulnaris <0.4 ms

c)

DL CMAP N. Medianus mernanjang

d)

SNAP N. Ulnaris abnormal

e)

DL CMAP N. Ulnaris mernanjan

77.

Seorang perempuan 40 tahun datang ke poliklinik saraf dengan keluhan mata kanan sulit membuka dan pandangan ganda yang memburuk pada sore hari dan membaik bila pasien beristirahat. Pemeriksaan wartenberg sign(+), saat pasien diminta untuk berhitung dengan suara yang keras dengan satu helaan nafas, suara pasien menghilang. Dokter menyarankan pemeriksaan elektrodiagnostik pada pasien. Apakah hasil yang diharapkan pada pemeriksaan elektrodiagnosis?

a)

Peningkatan amplitudo lebih dari 10% pada frekuensi 30-50 Hz

b)

Tidak didapatkan kelainan

c)

Penurunan amplitudo lebih dari 10% pada frekuensi 2-3 Hz

d)

Penurunan amplitudo lebih dari 10% pada frekuensi 30-50 Hz

e)

Peningkatan amplitudo lebih dari 10% pada frekuensi 2-3 Hz

78.

Seorang perempuan 56 tahun, mengeluh sering nyeri kepala disertai rasa mual, terutama 1 bulan terakhir ini memberat. Oleh dokter Neurologi dianjurkan untuk pemeriksaan CT san tanpa kontras, hasilnya didapatkan multiple lesi pada kedua hemipheres terutama perbatasan cortex dan white matter. Pasien tersebut mempunyai riwayat benjolan di payu daranya, ketika masih muda. Masalah: Kemungkinan yang possible adalah tumor metastases dari....

a)

Ca. Paru

b)

Ca. Ginjal

c)

Ca. Melanoma malignum

d)

Ca . Ovarii

e)

Ca. Mamma

79.

Seorang perempuan berusia 25 tahun mengalami kecelakaan yang merusak wajahnya 3 hari yang lalu. Pasien dirawat di ICU dengan penurunan kesadaran, tekanan darah 130/80 mmHg, nadi 102 kali/menit, suhu 37,8°Cdanpernafasaniregulernamuntidakterintubasi. Pada pemeriksaan neurologis didapatkan kelopak mata pasien membuka dengan rangsangan nyeri, ada respon fleksi kedua lengan dengan rangsangan nyeri tersebut, pupil kanan berdilatasi dan terfiksasi, dan refleks kornea positif. Berapakah nilai FOUR score pada pasien ini?

a)

5

b)

7

c)

6

d)

9

e)

8

80.

Seorang perempuan berusia 42 tahun datang ke poliklinik saraf dengan keluhan rasa oleng. Hal ini dialami sejak 6 bulan lalu, dirasakan sepanjang hari, memberat jika berdiri atau hendak bergerak cepat sehingga ia sangat cemas takut akan terjatuh. Tidak ada mual, muntah, maupun gangguan telinga dan gangguan neurologi. Riwayat vertigo berputar berat 6 buIan lalu. Perneriksaan Fisik dalam batas normal. Apakah terapi farmakologi kasus ini?

a)

Anxiolitik (alprazolam)

b)

Histaminik (Betahistine)

c)

Ca-entry blocker (flunarizine)

d)

Antihistamin (dymenhidrinat)

e)

Selective serotonin-reuptake inhibitor (fluoxetine)

81.

Seorang perempuan berusia 42 tahun datang ke poliklinik saraf dengan keluhan rasa oleng. Hal ini dialami sejak 6 bulan lalu, dirasakan sepanjang hari, memberat jika berdiri atau hendak bergerak cepat sehingga ia sangat cemas takut akan terjatuh. Tidak ada mual, muntah, maupun gangguan telinga dan gangguan neurologi. Riwayat vertigo berputar berat 6 buIan lalu. Perneriksaan Fisik dalam batas normal. Apakah patofisiologi yang mendasari rasa oleng kasus ini?

a)

Defisiensi Corticotropin Releasing Factor (CRF)

b)

Dominasi para simpatis

c)

Mismatch sensorimotor

d)

Dominasi simpatis

e)

Konflik sensoris

82.

Seorang perempuan berusia 53 tahun, mengeluh nyeri kepala hebat, berulang. Di daerah pelipis kanan dan bahagian depan,disertai ipsilateral conjunctiva! injection.tearing dan fotofobia.Serangan berlangsung 1-2 menit dan paling kurang 100 kali/hari. Diagnosis untuk penderita ini adalah?

a)

Hemicrania kontinua

b)

Migraine wo aura

c)

Migraine with aura

d)

Cervicogenic headache

e)

Tension type headache

83.

Seorang perempuan berusia 54 tahun dibawa ke IGD RS dengan vertigo berat yang terjadi secara tiba-tiba sejak satu hari lalu disertai muntah hebat sebanyak 5 kali. la mencoba bed rest, namun vertigo tak kunjung membaik. Pasien tidak mampu berdiri karena badan cenderungjatuh ke kanan. Tidak ada keluhan telinga dan neurologis lain. Tidak ada riwayat penyakit kronis. Ada riwayat flu 1 minggu lalu. Pemriksaan fisik: tanda vital normal, nistagmus horizontal-rotatoar spontan ke arah kiri. Bagaimanakah patofisiologi kasus ini?

a)

Degenerasi inflamasi pars inferior n. vestibularis oleh infeksi HSV

b)

Degenerasi inflamasi kanalis semisirkularis posterior oleh infeksi HSV

c)

Degenerasi inflamasi pars media n. vestibularis oleh infeksi HSV

d)

Degenerasi inflamasi pars superior n. vestibularis oleh infeksi HSV

e)

Degenerasi inflamasi sakulus oleh infeksi HSV

84.

Seorang perempuan berusia 54 tahun dibawa ke IGD RS dengan vertigo berat yang terjadi secara tiba-tiba sejak satu hari lalu disertai muntah hebat sebanyak 5 kali. la mencoba bed rest, namun vertigo tak kunjung membaik. Pasien tidak mampu berdiri karena badan cenderungjatuh ke kanan. Tidak ada keluhan telinga dan neurologis lain. Tidak ada riwayat penyakit kronis. Ada riwayat flu 1 minggu lalu. Pemriksaan fisik: tanda vital normal, nistagmus horizontal-rotatoar spontan ke arah kiri. Apakah terapi kausal yang mempunyai bukti klinis untuk kasus ini?

a)

Acyclovir 400 mg/5 jam, 5-1 Ohari

b)

Methylprednisolone 100 mg/jam, 3 hari, tapering off dalam 18 hari

c)

Valcylovir 500 mg/8 jam, 5- 1O hari

d)

Dexamethasone 0,5 mg/6 jam, 7 hari, tapering off dalam 2 minggu

e)

Betahistin 24 mg/12jam, 2-3 bulan

85.

Seorang perempuan berusia 54 tahun dibawa ke IGD RS dengan vertigo berat yang terjadi secara tiba-tiba sejak satu hari lalu disertai muntah hebat sebanyak 5 kali. la mencoba bed rest, namun vertigo tak kunjung membaik. Pasien tidak mampu berdiri karena badan cenderungjatuh ke kanan. Tidak ada keluhan telinga dan neurologis lain. Tidak ada riwayat penyakit kronis. Ada riwayat flu 1 minggu lalu. Pemriksaan fisik: tanda vital normal, nistagmus horizontal-rotatoar spontan ke arah kiri. Apakah hasil test kalori yang diharapkan pada pasien ini?

a)

lrigasi air 44 C telinga kanan timbul nystagmus ke kiri

b)

lrigasi air 30 C telinga kanan timbul nystagmus ke kiri

c)

lrigasi air 30 C telinga kanan tidak timbul nystagmus

d)

lrigasi air 44 C telinga kanan timbul nystagmus ke kanan

e)

Irigasi air 30 C telinga kanan timbul nystagmus ke kanan

86.

Seorang perempuan usia 37 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak nafas dan kesulitan menelan. 1 hari sebelumnya pasien mengalami demam dan nyeri saat buang air kecil, pasien telah berobat dan mendapat terapi ciprofloxacin. Pasien telah terdiagnosis myastenia gravis dan rutin mengkonsumsi obatnya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 110/70 mrnHg, nadi 120 kali/menit, respirasi 40 kali/menit, suhu 37° C, akral teraba pucat dan dingin, pupil midriasis dan tonus otot flaksid. Apakah diagnosis pasien dan faktor yang mencetuskan kondisi tersebut?

a)

Krisis kolinergik yang dicetuskan konsumsi obat penghambat enzim AChE berlebihan

b)

Krisis kolinergik yang dicetuskan infeksi dan konsumsi obat-obatan tertentu

c)

Krisis kolinergik akibat infeksi

d)

Krisis myastenia yang dicetuskan konsumsi obat penghambat enzim AChE berlebihan

e)

Krisis myastenia yang dicetuskan infeksl dan konsumsi obat-obatan tertentu

87.

Seorang perempuan usia 56 tahun, pendidikan sarjana diantar oleh anaknya ke klinik rnemori karena sejak beberapa bulan terakhir menunjukkan perubahan perilaku seperti mudah marah, malas aktivitas, sering memasukan benda-benda ke mulutnya. Daya ingat relatif normal, demikian pula orientasi terhadap orang maupun tempat masih normal. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada kasus tersebut?

a)

Mild cognitive impairment multi domain

b)

Dernensia Vaskular

c)

Demensia Lewy body

d)

Demensia Alzheimer

e)

Demensia frontotemporal

88.

Seorang perempuan usia 56 tahun, pendidikan sarjana diantar oleh anaknya ke klinik memori karena sejak beberapa bulan terakhir menunjukkan perubahan perilaku seperti mudah marah, malas aktivitas, sering memasukan benda-benda ke mulutnya. Daya ingat relatif normal, demikian pula orientasi terhadap orang maupun tempat masih normal. Sebutkan terapi farmakologik yang tepat pada kasus tersebut! 

a)

SSRI

b)

Donepezil

c)

Memantine

d)

Risperidon

e)

Dopamine agonist

89.

Seorang perempuan usia 61 tahun, pendidikan tamatan SMA diantar ke klinik memori oleh keluarganya karena sejak sebulan terakhir sering mengalami gangguan pikiran seperti sering melihat orang asing di kamarnya padahal kenyataan tidak ada orang asing tersebut, ia sudah tidak dapat lagi melakukan aktifitas sosial sejak kira-kira 4 bulan terakhir, serta mengalami kesulitan berjalan dan gemetar pada anggota gerak lebih dari setahun terakhir. Sebutkan diagnosis dari kasus tersebut!

a)

Demensia Vaskular

b)

Parkinson disease dementia

c)

Demensia frontotemporal

d)

Demensia Alzheimer

e)

Demensia Lewy body

90.

Seorang perempuan, berusia 23 tahun, mengeluh nyeri kepala sedang sampai berat sejak satu minggu yang lalu, penderita hamil kurang lebih 14 minggu. Nyeri memburuk kalau malam dan menyebabkan gangguan visus minimal. Pemeriksaan fisik neurologi ada minimal bilateral papilledema. Kemungkinan diagnosis?

a)

Neuritis optic

b)

Migraine

c)

Trigeminal autonomic cephalgia

d)

Preeklampsia

e)

Venous sinus thrombosis

91.

Seorang perempuan, berusia 32 tahun, mengeluh nyeri kepala berulang ,unilateral, sejak berusia 15 tahun,biasanya 2-3 kali perbulan,nyeri biasanya didahului penglihatan garis zigzag berwarna yang mengganggu lapangan pandang berlangsung 30 menit,kemudian diikuti dizziness dan nausea. Pemeriksaan fisik neurologi dan MRI kepala normal. Apa diagnosis penderita diatas?

a)

Migraine basiler

b)

Cluster Headache

c)

Trigeminal autonom cephalgia

d)

Mixed headache

e)

Migraine tanpa aura

92.

Seorang perempuan, berusia 37 tahun, mengeluh nyeri kepala, ,kurang lebih tiga bulan, disertai gangguan visus. Pada funduscopy: bilateral papil edema +, CTscan kepala =Normal. Kemungkinan diagnosis penderita ini adalah:

a)

Neuralgia

b)

Beningn intracranial hypertension

c)

Neuritis optika

d)

Astrositoma

e)

Meningioma

93.

Seorang perempuan, berusia 37 tahun, mengeluh nyeri kepala, ,kurang lebih tiga bulan, disertai gangguan visus. Pada funduscopy: bilateral papil edema +,CTscan kepala =Normal. Pengelolaan penderita ini?

a)

Therapi analgetik rutin

b)

Menurunkan neurotransmitter glutamat

c)

Topiramate

d)

Divalproate sodium

e)

Serial Lumba! punksi

94.

Seorang perempuan, berusia 60 tahun, dengan nyeri kepala hebat,didahului gangguan penglihatan seperti melihat lingkaran2 pada bagian lateral dari kedua matanya, selama kurang lebih 30 menit. Pemeriksaan neurologi normal. Penderita dengan riwayat hipertensi. Penanganan penderita diatas?

a)

Topiramate

b)

Ibuprofen

c)

Ergotarnin

d)

Sumatriptan injeksi

e)

Divalproate sodium

95.

Seorang Wanita berusia 49 tahun dibawa ke IGD RS dengan kelumpuhan tubuh sisi kanan tiba-tiba. Empat jam kemudian pasien kemudian mengalami kelumpuhan ke-empat ekstremitas. Pada pemeriksaan pasien tampak sadar, namun dia tidak bisa berbicara. Pemeriksaan neurologis memperlihatkan pasien tidak dapat menggerakkan matanya ke kiri dan ke kanan, tapi bisa menggerakkan mata ke atas dan bawah serta berkedip. Keadaan apa yang paling mungkin dialami oleh pasien ini?

a)

Vegetative state.

b)

Sindrom Wallenberg

c)

Lock in syndrome

d)

Sindrom Dejerine-roussy

e)

Katatonia

96.

Seorang wanita, 28 tahun, datang ke poliklinik saraf dengan keluhan nyeri kepala yang dirasakan seperti terikat sudah berlangsung 7 bulan terakhir dan berulang sudah1 kali dengan jumlah serangan 15-17 hari perbulannya. Lamanya serangan 30 menit sampai 7 hari. Meski ia rnengalami nyeri kepala narnun masih bisa rnelakukan pekerjaannya sebagai sekretaris di sebuah perusahaan swasta. Keluhan tidak disertai rnual, muntah dan fotofobia. Pada perneriksaan palpasi perikranial. dijurnpai nyeri tekan. Pada pemeriksaan fisik lainnya dan CT Scan Kepala tanpa kontras tidak ditemukan kelainan. Apakah obat profilaksi5 yang paling sesuai untuk kasus ini?

a)

Tizanidin

b)

Flunarizin

c)

Topiramate

d)

Amitriptilin

e)

Valproic acid

97.

Seorang wanita, 21 tahun, mahasiswa di salahsatu perguruan tinggi swasta, datang ke poliklinik saraf dengan keluhan tidur yang berlebihan di siang hari. Waktu tidurnya 15-16 jam sehari. Hal ini sudah dialami sekitar 1 tahun sehingga rnembuat prestasi akademiknya menurun. Dia mempunyai riwayat penyakit thypoid sebelumnya. Sudah dilakukan sleep

hygiene, tapi belum berhasil. Apakah terapi fannakologik yang bisa diberikan?

a)

Zolpidem

b)

Flurazepam

c)

Melatonin

d)

Modafinil

e)

Doxepin

98.

Seorang wanita, 32 tahun, datang ke poliklinik saraf dengan gangguan tidur. Dia mengeluh selalu tidur lebih awal sekitar jam 8 dan terbangun sekitar jam 3 dini hari. Hal ini membuatnya merasa terganggu saat bekerja di kantor. Diagnosa sementara dokter yang memeriksanya adalah gangguan tidur irama sirkadian. Apakah cara praktis yang dapat digunakan untuk menentukan chronotype penderita tersebut?

a)

Kuisioner Horne-Ostberg

b)

Berlin Questionnaire

c)

Polisomnografi

d)

lSI

e)

Aktigrafi

99.

Seorang wanita, 35 tahun, bekerja di salah satu perusahaan swasta, dating ke poliklinik saraf dengan keluhan sering tertidur pada siang hari di kantor. Dia telah pernah ditegur oleh direktur perusahaan pada tempat dia bekerja. Hal ini sudah berlangsung sekitar 6 bulan. Apakah indikator yang sesuai digunakan untuk wanita tersebut?

a)

ISi

b)

ESS

c)

Berlin Questionnaire

d)

PSQI

e)

SLI

100.

Wanita 49 tahun datang dengan keluhan mendadak hemiplegia kiri dan kelemahan otot - otot wajah atas dan bawah sisi kanan dan ditemukan Bell sign. Dimana kemungkinan letak lesi nya?

a)

lnfark midbrain kanan

b)

lnfark MCA kanan

c)

lnfark pontin kanan

d)

Infark midbrain kiri

e)

lnfark pontin kiri