Font size
WorksheetsNeurologi
Total questions: 100
Worksheet time: 50mins
Seoranglaki laki berusia 22 tahun, mengalami penurunan kesadaran setelah trauma kepala. Hasil CTscan kepala tanpa kontras adalah sebagai berikut (terlampir).
Apakah fenomena yang diperlihatkan oleh panah melengkung?
Herniasi subfalcine
Herniasi sentral
Herniasi unca
Herniasi tonsilar
Herniasi upward
Perempuan 54 cahun dibawa ke IGD dengan keluhan berjalan tidak seimbang. Pada pemeriksaan neurologi ditemukan hemiataxia dekstra. hipestesia wajah dekstra, hemihipestesia eksteremitas sinistra, dysphagia. dan sindrom horner dekstra. Pada
pemeriksaa n MRI sekuens DWI dan T2 ditemukan gambaran sebagai berikut: Arteri apakah yang mengalami oklusi pada kasus tersebut?
Posterior inferior cerebellar artery dekstra
Anterior inferior cerebellar artery dekstra
Anterior inferior cerebellar artery sinistra
Cabang sirkumeferensial arteri basilaris
Posterior inferior cerebellar artery sinistra
Perempuan 45 tahun datang dengan keluhan lemah badan sisi kiri sejak 4 jam sebelum masuk
RS. Pasien memiliki riwayat penyakit infark miokard dengan elevasi segmen ST, 4 bulan yang lalu dan hematuria 2 bulan yang lalu. Pada pemeriksaan CT scan kepala potongan aksial dan coronal, ditemukan gambaran sebagai berikut: Gambaran yang ditunjukkan oleh panah hitam dan putih adalah?
Insular ribbon sign dan cord sign
Pengaburan nukleus lentiform dan hyperdense MCA sign
Insular ribbon sign dan hyperdense MCA sign
Hyperdense MCA sign dan pendataran sulkus
Hyperdense MCA sign dan pengaburan nukleus kaudatus
Perempuan 45 tahun datang dengan keluhan lemah badan sisi kiri sejak 4 jam sebelum masuk
RS. Pasien memiliki riwayat penyakit infark miokard dengan elevasi segmen ST, 4 bulan yang lalu dan hematuria 2 bulan yang lalu. Pada pemeriksaan CT scan kepala aksial dan coronal, ditemukan gambaran sebagai berikut: Apakah terapi yang paling tepac pada kasus diatas?
Trombolisis intraarterial
Trombolisis intravena
Aspirin dan clopidogrel
Aspirin
Heparin
Perempuan 29 tahun dibawa keluarga ke IGD dengan keluhan bicara ngawur sejak 2jam yang lalu. Pasien sebelumnya mengeluh nyeri kepala dan muntah sebanyak 2 kali. Pasien memiliki riwayat stenosis arteri renal. Pada pemeriksaan fisik ditemukan TD 200/130
mmHg. Pada pemeriksaan MRI FLAIR, ditemukan gambaran sebagai berikut:Diagnosis kasus diatas adalah Select one:
Ensefalopati hipertensi
Multiple sclerosis
White matter hyperintensity
Small vessel disease
Stroke hemoragik
Perempuan 34 tahun postpartum datang dengan keluhan nyeri kepala hebat tiba-tiba sejak 6 jam yang lalu. Pasien juga mengalami muntah sebanyak 2 kali. Pada pemeriksaan funduskopi ditemukan papilledema bilateral. Pemeriksaan MRI venogram menunjukkan gambar dibawah: Dimanakah letak trombus pada kasus tersebut?
Sinus sagitalis inferior dan sinus sigmoid kiri
Sinus sagitalis superior dan sinus transversus kiri
Sinus sagitalis superior dan sinus transversus kanan
Sinus sagitalis superior dan stright sinus
Sinus sagitalis inferior dan sinus sigmoid kanan
Anak laki-laki 6 tahun dibawa ke RS dengan kel uhan sering mengantuk dan ma kin sulit dibangunkan sejak 3 hari SMRS. Sebelumnya sejak 3 bulan SMRS, anak sering mengeluh nyeri kepala, terutama pada pagi hari, dan sering muntah. Satu bulan terakhir jalan pasien
tidak seimbang dan seringjatuh. Pada pemeriksaan MRI T1 tampak sagital dan T2 tampak aksial ditemukan gambaran berikut:Apakah diagnosis pasien tersebut?
Hemangioma
Pilocitic astrocytoma
Medulloblastoma
Ependymoma
Pineositoma
Laki-laki 40 tahun dating dengan keluhan tidak dapat melihat sisi luar lapangan pandang. Pasien awalnya sering menabrak orang disekitarnya, dan nyeri kepala sejak 1tahun SMRS. Pada pemeriksaan MRI T1 koronal sebelum dan setelah kontras ditemukan gambaran
berikut. Apakah kemungkinan diagnosis kasus tersebut?
Pinealoma
Karsinoma nasofaring
Makroadenoma pituitari
Aneurisma top of basilar
Mikroadenoma pituitari
Laki-laki 60 tahun dibawa ke RS dengan keluhan penurunan kesadaran perlahan sejak 1 minggu SMRS. Pasien memiliki riwayat nyeri kepala sejak 3 tahun yang lalu yang makin memberat. Dua minggu yang lalu pasien mengeluh lengan dan tungkai kanan mengalami
kelemahan. Riwayat demam disangkal. Hasil pemeriksaan MRI T1 dengan kontras
menunjukkan gambaran berikut:Apakah diagnosis kasus tersebut?
Serebritis
Glioblastoma multiforme
Abses serebri
Medulloblastoma
Pilocytic astrocytoma
Perempuan 23 tahun dating dengan keluhan kedua telinga berdenging disertai penurunan pendengaran. Keluhan dirasakan sejak 3 tahun yang lalu, awalnya pada sisi kiri, namun 6 bulan kemudian keluhan dirasakan pada sisi kanan. Pasien juga mengeluhkan nyeri kepala dan pusing berputar. Pada pemeriksaan MRI T1 dengan kontras menunjukkan gambaran
berikut: Apakah kemungkinan diagnosis kasus tersebut?
Sturge weber syndrome
Neurofibromatosis tipe 2
Neurofibromatosis tipe 1
Hereditary hemorrhagictelangiectasia
Tuberous sclerosis
Laki-laki 45 tahun dibawa ke RS dengan keluhan kejang pada lengan dan tungkai kiri 3 jam SMRS.Awalnya kejang berupa tonik klonik di tangan kiri yang menjalar hingga lengan kiri dan tungkai kiri. Pasien awalnya sadar namun kejang berubah menjadi kejang seluruh tubuh dan pasien menjadi tidak sadar. Keluhan yang sama pernah dialami 6 bulan yang lalu. Pasien
tidak memiliki riwayat hipertensi, diabetes mellitus, keganasan, atau penurunan berat badan.
Pada pemeriksaan CT scan kepala aksial ditemukan gambar sebagai berikut: Diagnosis kasus diatas adalah?
Brain metastastic disease
Multiple infark serebri
Cerebral amyloid angiopathy
Neurocysticercosis
Toxoplasmosis serebri
Berikut adalah hasil rekaman PSG selama beberapa menit: Apakah jenis kelainan yang paling utama dari hasil PSG tersebut?
Periodic limb movements of sleep (PLMS)
Restless leg syndrome
Bruxism
Seizure activity
REM sleep behavio
.Seorang laki-laki, 58 tahun, datang ke poliklinik saraf dengan keluhan gangguan tidur. Dokter yang memeriksanya berpendapat bahwa penderita tersebut mengalami gangguan tidur irama sirkadian. Sehingga dokter tersebut melakukan pemeriksaan aktigrafi. Berikut hasil pemeriksaan aktigrafinya: Apakah tipe jenis gangguan tidur penderita tersebut?
lrreguler sleep-wake phase disorder
Non 24-h sleep-wake phase disorder
Advanced sleep-wake phase disorder
Shift work disorder
Delayed sleep-wake phase disorder
Perempuan 42 tahun di bawa ke IGD dengan nyeri kepala mendadak yang sangat hebat disertai muntah dan gangguan penglihatan. Demam, riwayat trauma, hiperteni dan diabetes mellitus disangkal. Pada pemeriksaan tanda vital diperoleh tekanan darah 150/95 mmHg, frekuensi nadi 92 x/menit regular. Pemeriksaan neurologis diperoleh GCS 13, kaku kuduk
positif, kesan parese nervus Il bilateral. Gambaran MRI kepala sebagai berikut. Apakah tatalaksana kegawatan yang paling tepat pada pasien ini?
Antikoagulan IV
Antikoagulan IV dan kortikosteroid
VP shunt dan kortikosteroid
Antikoagulan IV dan external ventricular drainase (EVD)
Kortikosteroid dan tindakan operasi segera
Gliadel Wafer adalah polimer biodegradable yang mengandung 3,85% carmustinen(1,3- Bis[2-Chloroethyl]-1- Nitroso-urea, BCNU), yang ditempatkan di rongga reseksi pada saat operasi tumor otak ganas yang berulang. Masaiah :Tumor otak yang jenis apakah yang sering diaplikasikan untuk terafi ini? Pilihan alternatif:
High grade glioma
Craniopharyngioma Malignum
Lymphoma CNS primary
Oligodengroglioma Grade 3
Schwannoma Malignum
Karnofsky Performance Status (KPS), sering dipakai untuk menentukan status fungsional pasien yang berkaitan erat dengan kualitas hidup dan keadaan fungsional fisik pasien kanker. Pada asesmen pasien didapatkan hasil KPS adalah 40% (KPS range dari 0% - 100%). Masalah: Masuk kriteria apakah pasien tersebut. Alternatif pilihan:
Masih mampu melakukan aktifitas, gejala minor
Tidak perlu Perawatan khusus, beraktifitas normal
Disabilitas membutuhkan perawatan
Membutuhkan sesekali bantuan perawatan medis
Tidak bisa bekerja, tapi dapat merawat diri
Laki-laki 58 tahun dalang ke poli Saraf dengan keluhan nyeri kepala berdenyut berulang.
Pada pemeriksaan CT angiografi didapalkan unruptur aneurisma MCA kiri Pasien
menanyakan tentang risikonya. Manakah darl berikut lni yang paling benar?
Aneurisma sirkulasi anterior mempunyai resiko ruptur sama dibandingkan aneurisrna
posterior
Pasien rnempunyai resiko kecil untuk terjadi SAH
Hipertensi tidak berperan dalarn risiko pecahnya aneurisrna karena aneurisrna murn,
disebabkan kelainan anatomis
Usia pasien bukan menjadi pertimbangan dalam strategi tatalaksana Coiling
Merokok trdak berpengaruh terhadap risiko pecahnya aneurisma
Laki-laki, 14 tahun, obesitas, mengalami episode berulang dalam 10 hari terakhir, tertidur hampir sepanjang siang dan malam hari. Dia terbangun hanya untuk makan dan ke kamar mandi. Menurut laporan dari ibunya, selama episode ini, dia dalam kondisi bad mood. Diantara episode tersebut, dia adalah anak yang normal. Apakah diagnosis dari anak tersebut?
Delayed sleep phase syndrome
Narcolepsi
Idiopathic hypersomnia
Untreated obstructive sleep apnea syndrome
Kleine-Levine Syndrome
.Laki-laki, 55 tahun datang ke IGD dengan keluhan mulut mencong ke kanan mendadak sejak 6jam yang lalu. Pasien masih dapat menutup mata kirinya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan GCS 14, pupil bulat isokor 3mm/3mm. refleks cahaya positif. kesan deviation konjugee ke kiri, hemiparese sinistra, gangguan proprioseptif sinistra dan dismetria pada sisi kanan. Mekanisme apakah yang paling mungkin mendasari kelainan di atas?
Oklusi arteri paramedian atas kanan
Oklusi arteri serebeli posterior inferior (PICA) kiri
Oklusi arteri paramedian atas kiri
Oklusi arteri serebeli anterior inferior (AICA) kanan
Oklusi arteri serebeli anterior inferior (AICA) kiri
.laki-laki, 56 tahun datang ke IGD dengan keluhan kelernahan sisi tubuh kiri secara mendadak sejak 1,5 jam sebelumnya. GCS 15, TD 160/100 mmHg, frekuensi nadi 92x/m, laju pernapasan 20x/m, dan saturasi oksigen 99%. Pemeriksaan neurologis: paresis N.Vll dan
N.Xll sentral sinistra. hemiparesis sinistra. Funduskopi dalam batas normal. Nilai NIHSS 7. Pemeriksaan laboratorium awal rnenunjukkan Hemoglobin 14,8 g/dl, Leukosit 14.000/rnm3, trombosit 240.000 /mm3, gula darah sesaat 150 mg/di. Nilai APTT dan PTT dalam bacas normal. Pemeriksaan EKG diternukan pembesaran ventrikel kiri. Pemeriksaan CT-Scan
kepala tidak ditemukan tanda perdarahan. Apa tata laksana khusus awal yang paling tepat untuk kasus di atas?
rTPA 0,9mg/kgBB bolus awal 10% dari dosis total
rTPA 0,9mg/kgBB diikuti insulin 4 unit subkutan
rTPA 0,9mg/kgBB didahului insulin 4 unit subkutan
Klopidogrel 75 mg dan aspirin 80 mg
Aspirin 325 mg
.Pasien laki-laki 30 tahun datang ke poli saraf dengan keluhan nyeri lutut kanan dan kesulitan
berjalan. Pada inspeksi, pasien tampak berjalan diseret. Pemeriksaan neurologi didapatkan
kelemahan m.tibialis anterior, m.ekstensor digitorum dan m.ekstensor hallucis. Apakah
diagnosis dari pasien tersebut?
Pleksopati lumbosacral
Sindroma Terowongan Tarsal
Sindroma Jebakan Nervus Peroneus
Radikulopati LS
Polineuropati
Pasien laki-lakiusia SO thn, BB SO kg, dibawa ke IGD dengan kesadaran menurun yang dialami perlahan-lahan sejak S hari yang lalu. Pasien tampak inatensi, bingung, dan letargi. Sebelumnya mengeluh nyeri kepala dan demam sejak 2 minggu yang lalu. Kaku kuduk positif. Pada pemeriksaan lumbal pungsi, ditemukan tekanan 30 cmH20, warna tampak
xanthokrom, leukosit 67 sel/mikroliter, dominan limfosit, protein 160 mg/dl, rasio glukosa CSS/plasma 0,2. Sebutkan diagnosis yang paling mungkin?
Leptospirosis
Meningitis tbc
Malaria serebral
Meningitis bacterial
Meningitis viral
Pasien perempuan, usia 50 tahun, dengan kelemahan separuh tubuh kanan mendadak sejak 2jam yang lalu. Pasien akan dilakukan trombolisis intravena. Tatalaksana hipertensi arterial pada pasien ini yang benar adalah?
Monitor tekanan darah tiap 15 menit 2jam pertama, tiap 30 menit 6jam berikutnya, tiapjam selama 24jam berikutnya
Monitor tekanan darah tiap 15 menit selama pemberian infus, tiap 30 menit 6jam berikutnya, tiap jam selama 16 jam berikutnya
Diturunkan jika tekanan darah sistolik >180 mmHg dan diastolik >105 mmHg
Monitor tekanan darah tiap 15 menit selama pemberian infus, tiap 30 menit 6jam berikutnya, tiap jatn selama 24 jam berikutnya
Monitor tekanan darah tiap 15 menit 2jam pertama, tiap 30 menit 6jam
berikutnya, tiap jam selama 16 jam berikutnya
Pria 60 tahun, mengeluh tiap malam saat pasien sedang tidur atau duduk beristirahat, pasien
mengeluh rasa tidak nyaman pada kedua tungkainya. Pada Pemeriksaan laboratorium didapatkan Hb 8,8 g/dl dan adanya penurunan kadar besi dalam serum. Bagaimana patofisiologi Defisiensi zat besi pada pasien tersebut sehingga menimbulkan Gerakan
involunter seperti yang dikeluhkan pasien?
Peningkatan Dopamin Transporter (DAT)
Penurunan dopamine ekstraseluler pada striatum
Peningkatan reseptor 01 dan 02
Penurunan transport dopamine pada neuron postsinap di striatum
Penurunan rasio H-feritin disbanding L-feritin di otak
Salah satu peralatan dalam neuroonkologi untuk terafi yaitu reservoir Ommaya, yang di
pasang didaerah kepala, khususnya pada jenis keganasan hematologi SSP. Masalah: Apakah
yang menjadi indikasi untuk pemasangan reservoir Ommaya? Pilihan altematif:
Mengambil sample CSF
Pemberian antibiotik untuk meningitis kronik
Semua diatas bisa
Pemberian obat nyeri opioid
Pemberian agen kemoterafi intra thecal On
Seorang anak usia 7 tahun dengan gejala nyeri kepala dan sering rnuntah. Pada pemeriksaan
MRI ditemukan massa lesi pada posterior fossa tepatnya di vermis cerebellum sehingga
rnenyebabkan hydrocephalus. Masalah Apakah kemungkinan yang paling tepat untuk
diagnosis nya? Pilihan alternatif:
Phyllositic Astrocytoma
SEGA ( Sub Ependymoma Giant cells Astrocytoma)
Schwannoma
Juvenile Ependimoma
Medulloblastoma
Seorang perempuan 25 tahun ,datang ke poliklinik dengan Riwayat. Migraine wo aura 1-2 kali perbulan.juga migraine with aura visual 2-3 kali setahun.Beberapa kali mengalami migraine dengan aura sensoris. Satu tahun terakhir penderita mengalami 5 kali serangan nyeri kepala disertai hemiparese yang bisa berlangsung sampai 12 jam. Pemeriksaan CT kepala normal. Terapi pada pasien ini?
Donepezil
piracetam
lrnitrex (triptan)
Calcium Channel blocker verapamil
Citicholin
.Seorang perempuan 25 tahun, datang ke poliklinik dengan Riwayat. Migraine wo aura 1-2 kali perbulan. juga migraine with aura visual 2-3 kali setahun. Beberapa kali mengalami migraine dengan aura sensoris. Satu tahun terakhir penderita mengalami 5 kali serangan nyeri kepala disertai hemiparese yang bisa berlangsung sampai 12 jam. Pemeriksaan CT
kepala normal. Apa diagnosis yang paling tepat untuk penderita diatas?
Transient ischemic attack
Sindroma sinus cavernosus
Ramsay hunt syndrome
Pseudotumor cerebri
Hemiplegic migraine
Seorang anak laki-laki berusia 3 tahun, dirawat di ICU anak setelah trauma kapitis berat. Anak ini mengalami peningkatan TIK dan pemeriksaan klinis yang buruk. Tim pediatrik bertanya kepada Anda tentang pemberian steroid dalam upaya untuk memperbaiki edema serebrinya. Apa efek steroid pada TBI ?
Perbaikan pada TIK, tidak ada perbaikan klinis, peningkatan komplikasi sistemik
Perbaikan pada TIK dan luaran klinis, peningkatan komplikasi sistemik
Tidak ada perbaikan pada TIK, ada perbaikan pada luaran klinis, peningkatan komplikasi sistemik
Tidak ada perbaikan TIK, tidak ada perbaikan klinis, peningkatan komplikasi sistemik
Perbaikan pada TIK dan luaran klinis, tidak ada komplikasi sistemik
Seorang anak wanita, usia 1Otahun, dibawa oleh orang tuanya ke poliklinik saraf dengan keluhan saat tidur malam hari sering menggesekkan gigi sehingga menimbulkan suara yang tidak nyaman. Hal ini disertai dengan peningkatan produksi air liur. Saat terbangun pada pagi hari, anak tersebut mengeluh nyeri pada articulatio temporo-mandibularis. Menurut klassifikasi ICSD Ill, masuk dalam kelompok penyakit apa?
Sleep-related breathing disorders
Sleep related movement disorders
Central disorders of hypersomnolence
Parasomnia
Circadian rhythm sleep-wake disorders
Seorang atlet lempar lembing datang ke poli saraf dengan keluhan nyeri pada siku disertai rasa kebas pada lengan bawah, pergelangan tangan serta jari IV-V. Keluhan memberat di malam hari. Pasien juga mengeluh mudah menjatuhkan barang karena kesulitan menggemgam. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tes Wartenberg dan Tanda Froment positif.
Apakah diagnosis dari pasien tersebut?
Guyon canal syndrome
Carpal tunnel syndrome
Ulnar tunnel syndrome
Saturday night palsy
Cubital tunnel syndrome
Seorang ibu membawa anaknya laki-laki berusia 12 tahun ke poli saraf dengan keluhan sering terjatuh, mudah lelah serta kelemahan otot. Pasien kesulitan saat naik tangga. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kelemahan proksimal, otot gastrocnemius tampak membesar. Gower sign(+). Pemeriksaan laboratorium: CK meningkat. Apakah hasil pemeriksaan EMG
jarum yang diharapkan?
MUAP durasi memanjang, amplitudo tinggi, polifasik
MUAP durasi singkat, amplitudo kecil, polifasik
MUAP normal. amplitudo kecil, polifasik
MUAP normal, amplitudo tinggi, polifasik
MUAP durasi singkat, amplitudo tinggi, polifasik
.Seorang laki-laki 35 tahun datang ke poli saraf dengan keluhan nyeri pada siku bagian lateral yang menjalar ke pergelangan tangan saat bangun tidur. Pasien juga mengeluh rasa tebal dan kesemutan pada punggung ibu jari serta jari ke-2. Pada pemeriksaan motorik didapatkan kelemahan otot brachioradialis, ekstensor lengan dan abduktor policis longus. Refleks triceps
normal. Apakah diagnosis pasien?
Carpal Tunnel Syndrome
Cubital tunnel syndrome
Saturday night palsy
Posterior interosseus nerve syndrome
Cheiralgia paresthetica
Seorang laki-laki 35 tahun datang ke poli saraf dengan keluhan nyeri pada siku bagian lateral yang menjalar ke pergelangan tangan saat bangun tidur. Pada pemeriksaan motorik didapatkan kelemahan otot ekstensor digitorum dan ekstensor karpi ulnaris. Refleks triceps normal. Pemeriksaan sensorik normal. Saraf apakah yang terkena pada pasien tersebut?
Saraf muskulokutaneus
Saraf medianus
Saraf posterior interosseus
Saraf aksilaris
Saraf ulnaris
.Seorang laki-laki 35 tahun dibawa ke UGO setelah kecelakaan lalu lintas. Pendetita mengalami kelemahan pada tungkai kiri. Pada petneriksaan fisik didapatkan kelemahan spastik tungkai kiri, hilang sensasi nyeri dan suhu mulai dari umbilikus dampai dengan ujungjari kaki kanan, hipestesi, dan hilangnya sensasi posisi dan diskriminasi dari umbilikus sampai dengan ujungjail kaki kiri. Apakah sindrom yang terjadi pada kasus ini?
Anterior horn syndrome
Syndrome of corticospinal tract
Acute spinal cord transection syndrome
Anterior Spinal Artery Syndrome
Spinal cord hemisection syndrome
Seorang laki-laki 55 berusia tahun yang sebelurnnya didiagnosis dengan strok iskemik sedang dirawat di High Care Unit. Saat perawatan hari ke dua penilaian Glasgow Coma Scale E2M3V2, tekanan darah 160/90 mmHg, nadi 92 kali/menit, suhu 36,9(, pasien bernafas
terengah-engah yang diselingi oleh periode henti nafas yang berulang. Dimanakah letak lesi yang paling mungkin pada pasien ini?
Diensefalon
Ponssuperior
Mesensefalon
Medula oblongata
Pons inferior
Seorang laki-laki 55 tahun datang ke poli saraf dengan keluhan kelemahan progresif yang dialami sejak 6 buIan sebelumnya. Kelemahan awalnya pada tangan kanan kemudian seluruh ekstrimitas. Pasien juga mengalami bicara pelo serta mudah tersedak saat makan. Pada pemeriksaan neurologi didapatkan hiperrefleks pada keempat ekstrimitas, atrofi otot
ekstrimitas dan didapatkan fasikulasi pada lidah. Pada pemeriksaan elektrodiagnostik didapatkan: penurunan amplitudo CMAP dan SNAP normal. Pada EMG jarum didapatkan fibrilasi dan positive sharp wave. Apakah diagnosis dari pasien tersebut?
Siringomyelia
Amyotrophic Lateral Sclerosis
Spinal Muscular Atrophy
Tumor mielum
Poliomyelitis
Seorang laki-laki berusia 19 tahun, jatuh dari pohon mangga dengan lengan atas teregang
memegang ranting pohon. Apakah yang dimaksud dengan cedera saraf tepi tingkat 111
menurut klasifikasi Sunderland?
Akson terputus, endoneurium utuh
Akson terputus, perineurium putus
Akson terputus, seluruh bumbung neural terputus
Akson terputus, endoneurium putus, perineurium utuh
Akson tetap utuh
Seorang laki-laki berusia 25 tahun masuk IGD dengan kesadaran menurun setelah kepala terbentur aspal akibat kecelakaan lalu lintas. la pingsan sekitar 5jam. Pada pemeriksaan fisik neurologis dijumpai kesadaran menurun GCS E3MSV3. Pemeriksaan imaging tidak dijumpai perdarahan intraserebral. Apakah diagnosis kasus ini?
trauma kapitis berat
trauma kapitis sedang
mati batang otak
trauma kapitis ringan
diffuse axonal injury
.Seorang laki-laki berusia 35 tahun dibawa ke IGD RS dengan keluhan kelemahan kedua
anggota gerak bawah sejak 2jam yang lalu. Keluhan dirasakan sesaat setelah jatuh dari pohon kelapa dengan ketinggian 3 m. Apakah tindakan yang tepat pada pasien diatas?
Pemberian methlprednisolon dosis 30mg/kgbb/iv bolus selama 15 menit, ditunggu 45 menit, dan dilanjutkan 5,4mg/kgbb/jam selama 23 jam.
Pemberian methlprednisolon dosis 30 mg/kgbb habis dalam 1jam, dilanjutkan 5,4mg/kgbb selama 23jam
Pemberian methylprednison tidak dianjurkan
Pemberian methlprednisolon dosis 30mg/kgbb bolus selama 15 menit dan segera dilanjutkan 5,4mg/kgbb/jam selama 23 jam.
Pemberian methlprednisolon dosis30mg/kgbb bolus selama 15 menit, dan 10 menit kemudian segera dilanjutkan 5.4mg/kgbb/jam selama 48 jam
Seorang laki-laki berusia 35 tahun kontrol ke poliklinik setelah perawatan karena kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan trauma kepala. Pada pemeriksaan fisis ditemukan gangguan saraf kranial VII dan VIII kiri yang menetap. Di antara struktur tengkorak berikut, manakah yang mungkin mengalami kerusakan akibat kecelakaan tersebut?
Foramen jugularis
Fissura orbitalis superior
Canalis opticus
Lamina cribrosa
Meatus akustikus interna
.Seorang laki-laki berusia 40 tahun berobat ke poliklinik Saraf dengan keluhan sulit mengepal pada jari tangan kanan setelah kecelakaan jatuh dari motor 6 buIan lalu . tangan terlihat" claw hand" dan tampak atropi pada otot-otot interossei jari -jari tangan. Nervus apakah yang mengalami kelumpuhan pada tangan pasien tersebut?
N. Radialis
N. Medianus
N. Brachialis
N. Ulnaris
N. Musculo kutaneus
Seorang laki-laki berusia 52 tahun, diantar ke IGD dengan keluhan nyeri kepala sejak 8jam
yang lalu. Sakit kepala dirasakan muncul tiba-tiba, baru pertama kali dan sangat hebat. Pada
pemeriksaan fisik diperoleh tekanan darah 150/90 mmHg, frekuensi nadi 92 x/menit regular. Pada pemeriksaan status neurologis GCS 15, pupil isokor 3mm/3mm reflex cahaya baik, kaku kuduk positif, defisit neurologis lain negatif. Hasil CT scan kepala diperoleh perdarahan subarakhnoid dengan ketebalan >1mm disertai perdarahan intraventrikular. Hasil pemeriksaan TCD yang manakah di bawah ini yang mengindikasikan terdapatnya vasospasme?
MFV ICNMCA <3
MFV MCA <120 cm/detik
Rasio Lindegaard >3
Rasio Lindegaard <3
MFV MCNICA <3
Seorang laki-laki berusia 54 tahun, hasil CT Scan tampak lesi pada supra tentoria dengan batas yang tidak tegas disertai fingers like apprearance, diakukan operasi dan jaringan dikirimkan ke Patologi Anatomik dan di diagnosis sebagai Glioblastoma. Masalah :Apakah yang terlintas didalam pikiran saudara untuk rencana tindakan selanjutnya berupa drug of
choice, yang paling urgent, selain operasi dan radiotherapy?
Dexamethasone
Temozolamide
Obat antiepilepsy bilamana kejang
Targeted therapy
Semua diatas bisa
.Seorang laki-laki berusia 64 tahun datang ke poliklinik RS karena mengalami vertigo tiba- tiba, dialami sejak satu bulan lalu disertai pendengaran berkuran,g dan rasa tersumbat pada telinga kanan, juga keluar air dari sudut mulut kanan. Ada riwayat hipertensi, diabetes
melitus dan hiperurisernia. Pemeriksaan fisik: Tekanan darah 150/90 mmHg, TV lain normal, GCS E4M6V5, parese fasialis kanan tipe perifer, Head Impulse test negatif. Apakah penyebab sindroma vertigo pada kasus ini?
Thrombosis pada Superior Cerebellar Artery (SCA)
Thrombosis pada Vertebral artery
Thrombosis pada Posterior inferior Cerrebellar Artery (PICA)
Thrombosis pada Anterior Inferior Cerebellar Artery (AICA)
Thrombosis pada Basilar artery
.Seorang laki-laki berusia 64 tahun datang ke poliklinik RS karena mengalami vertigo tiba-tiba, dialami sejak satu bulan lalu disertai pendengaran berkuran,g dan rasa tersumbat pada telinga kanan. Ada riwayat hipertensi, diabetes melitus dan hiperurisemia. Pemeriksaan fisik: Tekanan darah 150/90 mmHg, Head Impulse test negatif. Pasien mendapat terapi
Amlodipine 5 mg, Metfonnin 500mg dan Allopurinol 300 sejak 1Otahun terakhir. Apakah penyebab gangguan telinga pada kasus ini?
Oklusi arteri auditori interna
lnfark nucleus vestibularis
Toksik pada n. vestibulokohlear
Kompresi apeks kohlea
Endolymphatic hydrops
.Seorang laki-laki berusia 71 tahun datang ke poliklinik Saraf dengan keluhan vertigo disertai tinnitus, gangguan pendengaran, nyeri kepala, dan mual. Pemeriksaan Fisis: tekanan darah 150/95 mmHg, TV lain normal. Pemeriksaan Neurologi lain normal. Pasien selama kurang lebih 20 tahun mengonsumsi obat Captopril 25 mg/12 jam, Allopurinol 300/24 jam,
Metfonnin 500 mg/12 jam, Glukosamin 500 mg-chondroitin 400 mg/12 jam, dan sering
mengkonsumsi Asam Asetil Salisilat 500/8 jam. Apakah obat yang menyebabkan keluhan pasien ini?
Captopril
Glukosamin-chondroitin
Metformin
Asam asetil salisilat
Allopurinol
Seorang laki-laki beusia 75 tahun, dengan nyeri kepala, mual, muntah, dan tampak bingung setelah mengalami KLL. CT Scan kepala menunjukan gambaran perdarahan di supratentorial intraparenkimal ganglia basalis dengan volume 20 cc, tanpa disertai IVH. Pihak keluarga menanyakan prognosis pasien tersebut. Manakah pernyataan yang benar terkait prognosis
pasien tersebut?
Kemungkinan kesembuhan pasien dibawah 26 %
Risiko kematian dalam 30 hari adalah 0%
Risiko kematian pasien tinggi
Risiko kematian dalam 30 hari adalah 13%
Risiko kematian dalam 2 hari 4 %
.Seorang laki-laki usia 25 thn, dirujuk dari lokasi pertambangan di hutan Sulawesi Utara dengan keluhan sering mengantuk dan bicara meracau sejak 5 hari yang lalu. Pasien menggigil dan berkeringat setelah demam. Pada pemeriksaan fisik ditemukan konjungtiva pucat, splenomegali dengan schuffner 2, GCS E3M4V4, TD 12ono mmhg. respirasi 24x/menit dan temperatur 38,7 derajat celcius. Kakukuduknegatif. Sebutkan patofisiologi terjadinya anemia pada kasus ini?
lnhibisi pada enzim tetrahidrofolat reductase
lnhibisi hematopoesis oleh plasmodium
Kebocoran plasma dari kapiler oleh plasmodium
Destruksi eritrosit oleh plasmodium
Perdarahan lambung
Seorang laki-laki usia 25 thn, dirujuk dari lokasi pertambangan di hutan Sulawesi Utara dengan keluhan sering mengantuk dan bicara meracau sejak 5 hari yang lalu. Pasien menggigil dan berkeringat setelah demam. Pada pemeriksaan fisik ditemukan konjungtiva pucat, splenomegali dengan schuffner 2, GCS E3M4V4, TD 12ono mmhg, respirasi 24x/menit dan temperatur 38,7 derajat celcius. Kaku kuduk negatif. Sebutkan proses patofisiologi penyebab penyakit tersebut berdasarkan teori mekanik.
Sitoadherensi. Sekuestrasi, Rossetting
Sitoadherensi, Rosetting, Trombosis
Sekuestrasi, Diseminasi, Trombosis
Sekuestrasi, Sitoadherensi, Rosetting
Diseminasi, Sitoadherensi, Trombosis
Seorang laki-laki usia 25 thn, dirujuk dari lokasi pertambangan di hutan Sulawesi Utara dengan keluhan sering mengantuk dan bicara meracau sejak 5 hari yang lalu. Pasien menggigil dan berkeringat setelah demam. Pada pemeriksaan fisik ditemukan konjungtiva pucat, splenomegali dengan schuffner 2, GCS E2M4V4, TD 12ono mmhg, respirasi 24x/menit dan temperatur 38,7 derajatcelcius. kakukuduknegatif. Sebutkan patofisiologi penurunan GCS pada kasus di atas?
Sekuestrasi dan kongesti mikrovaskuler
Hidrosefalus non obstruktif
Neurotoksisitas komponen pathogen
Hidrosefalus obstruktif
Terlepasnya endotoksin
Seorang laki-laki usia 25 thn, penderita HIV/AIDS dibawa ke IGD dengan kesadaran menurun yang dialami perlahan-lahan sejak 6 hari yang lalu, disertai dengan kelemahan tubuh sisi kanan. Pada pemeriksaan CT scan kepala dengan kontras, ditemukan lesi yang menyangat kontras berbentuk cincin, multiple pada kedua hemisfer. Pasien kemudian diterapi dengan Pirimetamin dan Clindamycin selama 6 minggu, dan dilanjutkan dengan pengobatan
maintenance dosis rendah. Berapa lama pemberian pirimetamin dan clindamycin untuk pencegahan primer?
Apabila kadar CD4 lebih dari 100/mikroliter selama 6 bulan
Apabila kadar CD4 lebih dari 200/mikroliter selama 6 bulan
Apabila kadar CD4 lebih dari 200/mikrollter selama 1 bulan
Apabila kadar CD4 lebih dari 200/mikroliter selama 3 bulan
Apabila kadar CD4 lebih dari 100/mikroliter selama 3 bulan
Seorang laki-laki usia 25 thn, penderita HIV/AIDS dibawa ke IGD dengan kesadaran menurun yang dialami perlahan-lahan sejak 6 hari yang lalu, disertai dengan kelemahan tubuh sisi kanan. Pada pemeriksaan MRI kepala dengan kontras, diternukan lesi multiple yang menyangat kontras berbentuk cincin, hiperintens pada T2WI, dengan SPECT thaliurn
cold-no thalium uptake. Sebutkan bentuk parasit yang menginduksi pembentukan lgA dan menyebar ke sistern saraf pusat...
Sporozoit
Tachyzoit
Bradyzoit
Tropozoit
Merozoit
Seoranglaki-laki usia 27 thn, BB 40kg, dibawa ke IGD dengan kesadaran menurun yang dialami perlahan- lahan sejak 5 hari yang lalu. Sebelumnya pasien mengeluh nyeri kepala dan demam sejak 2 minggu yang lalu. Kaku kuduk positif. Pada pemeriksaan lumbal pungsi, ditemukan tekanan pembukaan 30 cmH20, warna tampak xanthokrom, leukosit 67 sel/mikroliter, dominan limfosit, protein 160 mg/dl, rasio glukosa CSS/plasma 0,2. Pasien diketahui HIV(+). Deng.an CD4 123. Bagaimanakah penatalaksanaan pada kasus tersebut?
Mulai pemberian Anti Retroviral(ARV) dan Obat anti Tuberkulosis(OAT) diberikan pada saat bersamaan.
Mulai pemberian Anti Retroviral(ARV) dan Obat anti Tuberkulosis(OAn diberikan 8 minggusetelah ARV
Mulai pemberian Obar anti Tuberkulosis(OAn dan Anti Retroviral(ARV) diberikan
setelah 4 minggu OAT.
Mulai pemberian Obat anti Tuberkulosis(OAT) dan Anti Retroviral(ARV) diberikan
setelah 2 minggu OAT.
Mulai pemberian Obat anti Tuberkulosis(OAn dan Anti Retroviral(ARV) diberikan setelah 8 minggu OAT.
Seorang laki-laki usia 40 thn, BB 50 kg, dibawa ke IGD dengan keluhan penurunan kesadaran yang dialami sejak 3 hari yang lalu secara perlahan progresif. Pasien juga demam dan pernah kejang 1 kali. Pasien juga menderita HIV/AIDS yang tidak berobat teratur.
Pemeriksaan fisik ditemukan TD 130/70 mmHg, N 104/menit, P22/menit,S39OC. GCS12,kaku kuduk negative,motoric lateralisasi dextra.Tes PCR toxoplasma positif. Sebutkan gambaran yang kemungkinan ditemukan pada CT scan kepala pada kasus tersebut.
Lesi isodens/hipodens pada corticomedullaryjunction sinistra
Lesi isodens/hipodens pada hemisfer sinistra
Lesi isodens/hipodens pada lobus frontalis sinistra
Lesi isodens/hipodens pada lobus oksipitalis sinistra
Lesi isodens/hipodens pada serebellum sinistra
Seorang laki-laki usia 47 thn, BB 50 kg, di bawa ke IGD dengan kesadaran menurun yang dialami perlahan- lahan dalam 7 hari terakhir ini, yang didahului dengan demam dan malaise, nyeri kepala berat. Pada pemeriksaan fisis didapatkan ikterus, hepatosplenomegali, ruam dan disertai kaku kuduk. Sebutkan etiologi yang paling mungkin pada kasus ini ?
treptokokus pneumonia
Listeria Monocytogens
Neisseria Meningitidis
Plasmodium falciparum
Spirochaeta
Seorang laki-laki usia 60 tahun dating ke poliklinik dengan keluhan nyeri kepala sejak 2 bulan.Nyeri dirasakan tiba-tiba dan memberat kadang berdenyut kadang seperti ditusuk- tusuk. Nyeri dirasakan unilateral terutama di sebelah kanan, intensitas menetap selama siang hari dan memberat di malam hari. Keluhan diawali dengan serangan berulang mata sebelah kanan yang tiba-tiba menjadi gelap selama beberapa waktu sebelumnya (amourosis fugax).
Pasien juga mengatakan merasa tidak enak badan, kadang terasa demam ringan dan mengalami penurunan berat badan. Pasien pernah berobat sebelumnya dan diperiksakan laboratorium dengan hasil :Hb 10,5 g/dL, Ht 33, L 10.000, Tr 450.000, LED 80 mm/jam, CRP 2,5 mg/dl. Apakah diagnosis pada pasien ini?
Nyeri kepala klaster
Migrain retinal
Temporal Arteritis (Giant Cell Arteritis)
Paroxysmal Hemicranial
Nyeri kepala sekunder ec SOL
Seorang laki-laki usia 60 thn, dibawa ke IGD dengan kesadaran menurun yang dialami perlahan-lahan sejak 6 hari yang lalu. Sejak 3 minggu terakhir pasien batuk-batuk. Anak pasien didiagnosis Tuberkulosis paru 1 buIan sebelumnya. Hasil pemeriksaan Lumba! Pungsi
menunjukkan Warna xantokrom,jumlah sel 250 /μI, predorninan limfosit, protein 200 mg/dl, rasio glukosa CSS/plasma 0,4. Pemeriksaan CT scan kepala tanpa kontras menunjukkan gambaran lnfark. Foto toraks ada TB paru. Berapakah skor diagnostic pasien tersebut
berdasarkan system skoring Marais?
15
13
14
16
12
seorang laki-laki usia 64 tahun. pendidikan tamatan SMA diantar ke klinik memori oleh keluarganya karena sejak sebulan terakhir sering mengalami gangguan pikiran seperti sering melihat orang asing di kamarnya padahal kenyataan tidak ada orang asing tersebut (Halusinasi visual), mengalami kesulitan berjalan dan gemetar pada anggota gerak sehingga sering terjatuh yang dialami 2 atau 3 bulan terakhir. Terkadang sangat
pelupa, ia pernah berobat ke poliklinik psikiatrik diberikan obat risperidon, namun tidak memberikan perbaikan. Sebutkan diagnosis yang paling mungkin dari kasus tersebut!
Demensia Vaskular
Demensia Lewy body
Parkinson disease dementia
Demensia Alzheimer
Demensia frontotemporal
Seorang laki-laki usia 64 tahun. pendidikan tamatan SMA diantar ke klinik memori oleh karena sejak sebulan terakhir sering mengalami gangguan pikiran seperti sering melihat orang asing di kamarnya padahal kenyataan tidak ada orang asing tersebut (Halusinasi visual). mengalami kesulitan berjalan dan gemetar pada anggota gerak sehingga sering
terjatuh yang dialami 2 atau 3 bulan terakhir (Parkinsonisme). la pernah berobat ke poliklinik
psikiatrik diberikan obat risperidon, namun tidak memberikan perbaikan sensitive terhadap
antipsikotik. Sebutkan terapi farmakologik yang dianjurkan pada kasus tersebut!
Donepezil
Galantamine
Rivastigmine Terapi farmakologik utama pada DLB
Memantine
Olanzapine
.Seorang laki-laki, 58 tahun, datang ke poliklinik saraf dengan keluhan sulit tidur. Dokter
tersebut memberikan program CBT untuk pasien tersebut. Untuk komponen kontrol
stimulus, apakah arahan yang perlu disampaikan kepada pasien tersebut?
Latihan relaksasi
Kurangi waktu di tempat tidur
Hindari minum kopi menjelang tidur
Pergi tidur ketika merasa Lelah
Hindari tidur siang
Seorang laki-laki, 58 tahun, datang ke RS untuk dilakukan pemeriksaan polisomnografi (PSG). Pada saat perekaman terlihat gelombang delta lebih dari 20% epoch, tidak terdapat eye movement dan terdapat tonus yang rendah. Apakah stadium tidur pada pasien tersebut?
Stadium N1
Stadium N3
Stadium R
Stadium N2
Stadium W
Seorang laki-laki, 61 tahun, datang ke poliklinik saraf dengan keluhan ngorok saat tidur. Dialami sejak 3 tahun yang lalu, tapi 1tahun terakhir ini semakin sering dan menganggu istrinya. Berat badannya naik semenjak pensiun. Terdapat riwayat tonsillectomy saat usia 9 tahun. Hasil pemeriksaan polisomnografi menunjukkan apnea-hypopnea index (AHi) 20
dan level saturasi 02 sebesar 83%. Respiratory Disturbance Index (ROI) 20 kali/jam. Apakah terapi standar yang paling dianjurkan untuk pasien tersebut?
Terapi perilaku
Continuous positive airway pressure
Sleep hygiene
Upper airway stimulation
Uvulopalatopharyngoplasty (UPPP)
Seorang laki-laki, 62 tahun, datang ke poliklinik saraf dengan keluhan sulit tidur sehingga
mengantuk sepanjang hari. Saat bangun tidur, pasien tersebut merasa tidak segar. Hal ini
telah dialami sejak 6 bulan lalu. Apakah profil keluhan yang sesuai dengan kondisi pasien
tersebut?
Sleep maintenance insomnia
Sleep onset insomnia
Early morning awakening
Terminal insomnia
Non-restorative sleep
Seorang laki-laki, umur 67 tahun. datang ke poliklinik saraf dengan kaki sering tersentak- sentak sehingga membangunkannya pada malam hari. Dalam 1 malam bisa terjadi beberapa kali sehingga tidurnya tidak nyenyak dan akhirnya mengantuk pada siang hari. Hal ini telah berlangsung selama 5 bulan. Apakah diagnosis pasien tersebut?
Epilepsi nokturnal
Distonia paroksismal nokturnal
Nocturnal legs cramps
PLMD
RLS
.Seorang laki-laki, usia 69 tahun, pendidikan sarjana diantar oleh keluarganya ke Poli Saraf karena sejak sekitar 8 buIan terakhir tidak bisa lagi melakukan aktivitas sehari-harinya seperti makan, ke toilet, berpakaian. Beberapa bulan sebelumnya ia mengalami pelupa sehingga sering menanyakan hal yang sama secara berulang. Selain itu ia juga tidak bisa lagi
bepergian sendiri karena sering lupa jalan pulang. Pada pemeriksaan fisis neurologis tidak ditemukan adanya defisit neurologis fokal. Oleh dokter dilakukan tes mini mental dan diperoleh skor 14 dan skor MoCA-INA: 20. Sebutkan diagnosis yang paling mungkin pada
pasien tersebut!
Mild cognitive impairment
Demensia Alzheimer type presenilis <65
Demensia Binswanger
Demensia Alzheimer type senilis >65
Demensia vaskular
Seorang laki-laki, usia 69 tahun, pendidikan sarjana diantar oleh keluarganya ke Poli Saraf karena sejak sekitar 8 bulan terakhir tidak bisa lagi melakukan aktivitas sehari-harinya seperti makan, ke toilet, berpakaian. Beberapa bulan sebelumnya ia mengalami pelupa sehingga sering menanyakan hal yang sama secara berulang. Selain itu ia juga tidak bisa lagi
bepergian sendiri karena sering lupa jalan pulang. Pada pemeriksaan fisis neurologis tidak ditemukan adanya defisit neurologis fokal. 0leh dokter dilakukan tes mini mental dan diperoleh skor 14 dan skor MoCA-INA: 20. Sebutkan gambaran CT scan kepala maka kemungkinan dapat ditemukan!
Atrofi otak pada regio fronto-temporal
Tidak ditemukan atrofi otak
Hydrosefalus non komunikan
Atrofi otak menyeluruh
Atrofi otak pada regio temporo-parietal
.Seorang laki-laki, usia 69 tahun, pendidikan sarjana diantar oleh keluarganya ke Poli Saraf karena sejak sekitar 8 buIan terakhir tidak bisa lagi melakukan aktivitas sehari-harinya seperti makan, ke toilet, berpakaian. Beberapa bulan sebelumnya ia mengalami pelupa sehingga sering menanyakan hal yang sama secara berulang. Selain itu ia juga tidak bisa lagi
bepergian sendiri karena sering lupa jalan pulang. Pada pemeriksaan fisis neurologis tidak ditemukan adanya defisit neurologis fokal. Oleh dokter dilakukan tes mini mental dan diperoleh skor 14 dan skor MoCA-INA: 20. Bagaimana patomekanisme penyakit yang dialami oleh pasien tersebut?
Mutasi gen pada kromosom 21, 1 dan 14
Mutasi gen pada kromosom 22, 23, dan 24
Defisiensi neurotransmitter glutamate
Mutasi gen pada kromosom 16, 17dan 21
Mutasi gen pada kromosom 18, 19 dan 1
.Seorang laki-laki, usia 69 tahun, pendidikan sarjana diantar oleh keluarganya ke Poli Saraf karena sejak sekitar 8 buIan terakhir tidak bisa lagi melakukan aktivitas sehari-harinya seperti makan, ke toilet, berpakaian. Beberapa bulan sebelumnya ia mengalami pelupa sehingga sering menanyakan hal yang sama secara berulang. Selain itu ia juga tidak bisa lagi
bepergian sendiri karena sering lupa jalan pulang. Pada pemeriksaan fisis neurologis tidak ditemukan adanya defisit neurologis fokal. Oleh dokter dilakukan tes mini mental dan diperoleh skor 14 dan skor MoCA-INA: 20. Oleh adanya mutasi gen yang dialami oleh pasien pada kasus di atas, maka hal-hal apakah yang dapat ditemukan?
Penumpukan amyloid 13n, eurofibrillay tangles, rasio protein tau/ amyloid (342 yang
rendah
Penumpukan amyloid B, eurofibrillay tangles, rasio amyloid B 42/ amyloid B 40 yang rendah dalam likuor serebrospinal
Penumpukan amyloid B,neurofibrillay tangles, rasio amyloid B 42/ amyloid B 40 yang normal dalam likuor serebrospinal X
Penumpukan amyloid 13n, eurofibrillay tangles, rasio amyloid 1342/ amyloid (340 yang tinggi dalam likuor serebrospinal X
Penumpukan amyloid 13,neurofibrillay tangles, rasio protein tau terfosforilasi/ amyloid [342 yang rendah
Seorang laki-laki, usia 69 tahun, pendidikan sarjana diantar oleh keluarganya ke Poli Saraf karena sejak sekitar 8 buIan terakhir tidak bisa lagi melakukan aktivitas sehari-harinya seperti makan, ke toilet, berpakaian. Beberapa bulan sebelumnya ia mengalami pelupa sehingga sering menanyakan hal yang sama secara berulang. Selain itu ia juga tidak bisa lagi
bepergian sendiri karena sering lupa jalan pulang. Pada pemeriksaan fisis neurologis tidak ditemukan adanya defisit neurologis fokal. 0leh dokter dilakukan tes mini mental dan diperoleh skor 14 dan skor MoCA-INA: 20. Jika pada pemeriksaan Clinical Dementia Rating
(CDR) dari kasus tersebut ditemukan skor 2 atau 3, maka apakah target terapi farmakologik yang dianjurkan pada pasien tersebut?
Rivastigmine 6 -12 mg dan Memantine 10 - 20 mg
Donepezil 10 mg dan Memantine 10-20 mg
Donepezil 10 mg dan Rivastigmine 3 mg
Rivastimine 6-12 mg dan Galantamine 16 mg
Donepezil 5 mg dan Rivastigmine 1,5 mg
.Seorang lelaki berusia 65 tahun, perokok berat didiagnosis mengidap Ca paru type small cell
carcinoma yang bermetastases ke otak, dikonsulkan ke poliklinik Neurologi. Masalah: Pasien tersebut mengalami kelemahan otot, setelah melakukan kegiatan yang agak berat dan pulih setelah istirahat menyerupai myasthenia gravis. Pilihan alternatif: Kelemahan otot tersebut adalah manifestasi dari:
Periodik paralysis
Paraneoplastic syndrome
Cushing Syndrome
Hypokalerni
Carcfnoid Syndrome
Seorang lelaki usia 43 tahun dikirim dari Papua Barat, mengeluh nyeri kepala hebat, dialami sejak 3 bulan terakhir. Pada pemeriksaan Ct Scan ditemukan hydrocephalus dan adanya SOL - tumor periventrikel. Hasil pemeriksaan lainnya ditemukan CD4 yang rendah dan mendapat terafi ARV secara teratur, sudah berlangsung 5 tahun lamanya. Masalah: Tumor (SOL) yang ditemukan pada CT Scan, kemungkinannya adalah:
Glioblastoma grade 4
Oligodendrolgioma
Primary CNS lymphoma
Ependymoma
High grade astrocytoma
Seorang pasien laki -laki berusia 43 tahun, mengalami kesadaran menurun karena radioterafi dan tumor yang dioperasi sebulan yang lalu dan mendapat penyinaran setelah sempat didiagnosis Gliobtastoma dan mendapat regimen Temozolamide dan Radiotherapy.
Penurunan kesadaran pasien diduga karena brain edema, dan dilakukan tindakan dengan pemberian. Pilihan alternatif: Pasien diberikan:
Mannitol 20%
Ringer Lactat
Steroid
Glucose40%
Oxygen
Seorang pasien laki-laki umur 27 tahun, dengan kelemahan keempat ekstrimitas. Awalnya kedua tungkai sulit digerakan, kemudian diikuti kedua lengan. Pasien juga mengeluhkan pandangan ganda. 2 minggu sebelumnya pasien baru sembuh dari diare. Pada pemeriksaan fisik: tekanan darah 110/70 mmHg, Nadi 76 kali/menit, RR 18 kali/menit, suhu 36,5° C.
Pemeriksaan neurologis didapatkan parese N.111dan N.VI, kekuatan motoric 2 pada keempat ekstrimitas. Pada pemeriksaan elektrodiagnostik didapatkan SNAP negative dan gambaran sural sparing. Apakah terapi yang dapat diberikan pada kasus tersebut?
IVIG 0.4 g/kgBB selama 5 hari
Kombinasi kortikosteroid dan imunosupresan
IVIG 0,2 g/kgBB selama 5 hari
Plasmafaresis 100 ml/kgBB/kali selama 5 hari
Kortikosteroid
Seorang pasien perempuan 56 tahun, mengeluh nyeri kepala ejak 3 bulan terakhir, disertai gangguan visus yang sifatnya bitemporal, disertai muntah dan mengeluh keluar discharge dari puting payudara. Masalah : Apakah yang saudara pikirkan diagnosisnya, bila ditempat saudara bertugas belum ada CT scan atau MRI.
Craniopharyngioma
Tumor Suprasellar
Hydrocephalus karena Pineal tumor
Brain metastasis dari Ca. Payudara
Brain metasatases Ca.paru
Seorang perempuan 23 tahun datang ke poli saraf dengan keluhan kesemutan pada pergelangan-telapak tangan, jari-jari Isampai jari IV dan keluhan tersebut sering membuat paslen terbangun di malam hari. Nyeri membaik apabila pasien mengebas-ngebaskan telapak tangan pasien. Pasien bekerja sebagai pelinting rokok. Pada perneriksaan fisik didapatkan atrofi pada otot thenar. Tes Phalen dan Tinnel positif. Apa hasil pemeriksaan NCVyang diharapkan?
SNAP N. Medianus normal
Beda DL motorik N. Lumbricals r. Medianus - r. Ulnaris <0.4 ms
DL CMAP N. Medianus mernanjang
SNAP N. Ulnaris abnormal
DL CMAP N. Ulnaris mernanjan
Seorang perempuan 40 tahun datang ke poliklinik saraf dengan keluhan mata kanan sulit membuka dan pandangan ganda yang memburuk pada sore hari dan membaik bila pasien beristirahat. Pemeriksaan wartenberg sign(+), saat pasien diminta untuk berhitung dengan suara yang keras dengan satu helaan nafas, suara pasien menghilang. Dokter menyarankan pemeriksaan elektrodiagnostik pada pasien. Apakah hasil yang diharapkan pada pemeriksaan elektrodiagnosis?
Peningkatan amplitudo lebih dari 10% pada frekuensi 30-50 Hz
Tidak didapatkan kelainan
Penurunan amplitudo lebih dari 10% pada frekuensi 2-3 Hz
Penurunan amplitudo lebih dari 10% pada frekuensi 30-50 Hz
Peningkatan amplitudo lebih dari 10% pada frekuensi 2-3 Hz
Seorang perempuan 56 tahun, mengeluh sering nyeri kepala disertai rasa mual, terutama 1 bulan terakhir ini memberat. Oleh dokter Neurologi dianjurkan untuk pemeriksaan CT san tanpa kontras, hasilnya didapatkan multiple lesi pada kedua hemipheres terutama perbatasan cortex dan white matter. Pasien tersebut mempunyai riwayat benjolan di payu daranya, ketika masih muda. Masalah: Kemungkinan yang possible adalah tumor metastases dari....
Ca. Paru
Ca. Ginjal
Ca. Melanoma malignum
Ca . Ovarii
Ca. Mamma
Seorang perempuan berusia 25 tahun mengalami kecelakaan yang merusak wajahnya 3 hari yang lalu. Pasien dirawat di ICU dengan penurunan kesadaran, tekanan darah 130/80 mmHg, nadi 102 kali/menit, suhu 37,8°Cdanpernafasaniregulernamuntidakterintubasi. Pada pemeriksaan neurologis didapatkan kelopak mata pasien membuka dengan rangsangan nyeri, ada respon fleksi kedua lengan dengan rangsangan nyeri tersebut, pupil kanan berdilatasi dan terfiksasi, dan refleks kornea positif. Berapakah nilai FOUR score pada pasien ini?
5
7
6
9
8
Seorang perempuan berusia 42 tahun datang ke poliklinik saraf dengan keluhan rasa oleng. Hal ini dialami sejak 6 bulan lalu, dirasakan sepanjang hari, memberat jika berdiri atau hendak bergerak cepat sehingga ia sangat cemas takut akan terjatuh. Tidak ada mual, muntah, maupun gangguan telinga dan gangguan neurologi. Riwayat vertigo berputar berat 6 buIan lalu. Perneriksaan Fisik dalam batas normal. Apakah terapi farmakologi kasus ini?
Anxiolitik (alprazolam)
Histaminik (Betahistine)
Ca-entry blocker (flunarizine)
Antihistamin (dymenhidrinat)
Selective serotonin-reuptake inhibitor (fluoxetine)
Seorang perempuan berusia 42 tahun datang ke poliklinik saraf dengan keluhan rasa oleng. Hal ini dialami sejak 6 bulan lalu, dirasakan sepanjang hari, memberat jika berdiri atau hendak bergerak cepat sehingga ia sangat cemas takut akan terjatuh. Tidak ada mual, muntah, maupun gangguan telinga dan gangguan neurologi. Riwayat vertigo berputar berat 6 buIan lalu. Perneriksaan Fisik dalam batas normal. Apakah patofisiologi yang mendasari rasa oleng kasus ini?
Defisiensi Corticotropin Releasing Factor (CRF)
Dominasi para simpatis
Mismatch sensorimotor
Dominasi simpatis
Konflik sensoris
Seorang perempuan berusia 53 tahun, mengeluh nyeri kepala hebat, berulang. Di daerah pelipis kanan dan bahagian depan,disertai ipsilateral conjunctiva! injection.tearing dan fotofobia.Serangan berlangsung 1-2 menit dan paling kurang 100 kali/hari. Diagnosis untuk penderita ini adalah?
Hemicrania kontinua
Migraine wo aura
Migraine with aura
Cervicogenic headache
Tension type headache
Seorang perempuan berusia 54 tahun dibawa ke IGD RS dengan vertigo berat yang terjadi secara tiba-tiba sejak satu hari lalu disertai muntah hebat sebanyak 5 kali. la mencoba bed rest, namun vertigo tak kunjung membaik. Pasien tidak mampu berdiri karena badan cenderungjatuh ke kanan. Tidak ada keluhan telinga dan neurologis lain. Tidak ada riwayat penyakit kronis. Ada riwayat flu 1 minggu lalu. Pemriksaan fisik: tanda vital normal, nistagmus horizontal-rotatoar spontan ke arah kiri. Bagaimanakah patofisiologi kasus ini?
Degenerasi inflamasi pars inferior n. vestibularis oleh infeksi HSV
Degenerasi inflamasi kanalis semisirkularis posterior oleh infeksi HSV
Degenerasi inflamasi pars media n. vestibularis oleh infeksi HSV
Degenerasi inflamasi pars superior n. vestibularis oleh infeksi HSV
Degenerasi inflamasi sakulus oleh infeksi HSV
Seorang perempuan berusia 54 tahun dibawa ke IGD RS dengan vertigo berat yang terjadi secara tiba-tiba sejak satu hari lalu disertai muntah hebat sebanyak 5 kali. la mencoba bed rest, namun vertigo tak kunjung membaik. Pasien tidak mampu berdiri karena badan cenderungjatuh ke kanan. Tidak ada keluhan telinga dan neurologis lain. Tidak ada riwayat penyakit kronis. Ada riwayat flu 1 minggu lalu. Pemriksaan fisik: tanda vital normal, nistagmus horizontal-rotatoar spontan ke arah kiri. Apakah terapi kausal yang mempunyai bukti klinis untuk kasus ini?
Acyclovir 400 mg/5 jam, 5-1 Ohari
Methylprednisolone 100 mg/jam, 3 hari, tapering off dalam 18 hari
Valcylovir 500 mg/8 jam, 5- 1O hari
Dexamethasone 0,5 mg/6 jam, 7 hari, tapering off dalam 2 minggu
Betahistin 24 mg/12jam, 2-3 bulan
Seorang perempuan berusia 54 tahun dibawa ke IGD RS dengan vertigo berat yang terjadi secara tiba-tiba sejak satu hari lalu disertai muntah hebat sebanyak 5 kali. la mencoba bed rest, namun vertigo tak kunjung membaik. Pasien tidak mampu berdiri karena badan cenderungjatuh ke kanan. Tidak ada keluhan telinga dan neurologis lain. Tidak ada riwayat penyakit kronis. Ada riwayat flu 1 minggu lalu. Pemriksaan fisik: tanda vital normal, nistagmus horizontal-rotatoar spontan ke arah kiri. Apakah hasil test kalori yang diharapkan pada pasien ini?
lrigasi air 44 C telinga kanan timbul nystagmus ke kiri
lrigasi air 30 C telinga kanan timbul nystagmus ke kiri
lrigasi air 30 C telinga kanan tidak timbul nystagmus
lrigasi air 44 C telinga kanan timbul nystagmus ke kanan
Irigasi air 30 C telinga kanan timbul nystagmus ke kanan
Seorang perempuan usia 37 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak nafas dan kesulitan menelan. 1 hari sebelumnya pasien mengalami demam dan nyeri saat buang air kecil, pasien telah berobat dan mendapat terapi ciprofloxacin. Pasien telah terdiagnosis myastenia gravis dan rutin mengkonsumsi obatnya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan TD 110/70 mrnHg, nadi 120 kali/menit, respirasi 40 kali/menit, suhu 37° C, akral teraba pucat dan dingin, pupil midriasis dan tonus otot flaksid. Apakah diagnosis pasien dan faktor yang mencetuskan kondisi tersebut?
Krisis kolinergik yang dicetuskan konsumsi obat penghambat enzim AChE berlebihan
Krisis kolinergik yang dicetuskan infeksi dan konsumsi obat-obatan tertentu
Krisis kolinergik akibat infeksi
Krisis myastenia yang dicetuskan konsumsi obat penghambat enzim AChE berlebihan
Krisis myastenia yang dicetuskan infeksl dan konsumsi obat-obatan tertentu
Seorang perempuan usia 56 tahun, pendidikan sarjana diantar oleh anaknya ke klinik rnemori karena sejak beberapa bulan terakhir menunjukkan perubahan perilaku seperti mudah marah, malas aktivitas, sering memasukan benda-benda ke mulutnya. Daya ingat relatif normal, demikian pula orientasi terhadap orang maupun tempat masih normal. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada kasus tersebut?
Mild cognitive impairment multi domain
Dernensia Vaskular
Demensia Lewy body
Demensia Alzheimer
Demensia frontotemporal
Seorang perempuan usia 56 tahun, pendidikan sarjana diantar oleh anaknya ke klinik memori karena sejak beberapa bulan terakhir menunjukkan perubahan perilaku seperti mudah marah, malas aktivitas, sering memasukan benda-benda ke mulutnya. Daya ingat relatif normal, demikian pula orientasi terhadap orang maupun tempat masih normal. Sebutkan terapi farmakologik yang tepat pada kasus tersebut!
SSRI
Donepezil
Memantine
Risperidon
Dopamine agonist
Seorang perempuan usia 61 tahun, pendidikan tamatan SMA diantar ke klinik memori oleh keluarganya karena sejak sebulan terakhir sering mengalami gangguan pikiran seperti sering melihat orang asing di kamarnya padahal kenyataan tidak ada orang asing tersebut, ia sudah tidak dapat lagi melakukan aktifitas sosial sejak kira-kira 4 bulan terakhir, serta mengalami kesulitan berjalan dan gemetar pada anggota gerak lebih dari setahun terakhir. Sebutkan diagnosis dari kasus tersebut!
Demensia Vaskular
Parkinson disease dementia
Demensia frontotemporal
Demensia Alzheimer
Demensia Lewy body
Seorang perempuan, berusia 23 tahun, mengeluh nyeri kepala sedang sampai berat sejak satu minggu yang lalu, penderita hamil kurang lebih 14 minggu. Nyeri memburuk kalau malam dan menyebabkan gangguan visus minimal. Pemeriksaan fisik neurologi ada minimal bilateral papilledema. Kemungkinan diagnosis?
Neuritis optic
Migraine
Trigeminal autonomic cephalgia
Preeklampsia
Venous sinus thrombosis
Seorang perempuan, berusia 32 tahun, mengeluh nyeri kepala berulang ,unilateral, sejak berusia 15 tahun,biasanya 2-3 kali perbulan,nyeri biasanya didahului penglihatan garis zigzag berwarna yang mengganggu lapangan pandang berlangsung 30 menit,kemudian diikuti dizziness dan nausea. Pemeriksaan fisik neurologi dan MRI kepala normal. Apa diagnosis penderita diatas?
Migraine basiler
Cluster Headache
Trigeminal autonom cephalgia
Mixed headache
Migraine tanpa aura
Seorang perempuan, berusia 37 tahun, mengeluh nyeri kepala, ,kurang lebih tiga bulan, disertai gangguan visus. Pada funduscopy: bilateral papil edema +, CTscan kepala =Normal. Kemungkinan diagnosis penderita ini adalah:
Neuralgia
Beningn intracranial hypertension
Neuritis optika
Astrositoma
Meningioma
Seorang perempuan, berusia 37 tahun, mengeluh nyeri kepala, ,kurang lebih tiga bulan, disertai gangguan visus. Pada funduscopy: bilateral papil edema +,CTscan kepala =Normal. Pengelolaan penderita ini?
Therapi analgetik rutin
Menurunkan neurotransmitter glutamat
Topiramate
Divalproate sodium
Serial Lumba! punksi
Seorang perempuan, berusia 60 tahun, dengan nyeri kepala hebat,didahului gangguan penglihatan seperti melihat lingkaran2 pada bagian lateral dari kedua matanya, selama kurang lebih 30 menit. Pemeriksaan neurologi normal. Penderita dengan riwayat hipertensi. Penanganan penderita diatas?
Topiramate
Ibuprofen
Ergotarnin
Sumatriptan injeksi
Divalproate sodium
Seorang Wanita berusia 49 tahun dibawa ke IGD RS dengan kelumpuhan tubuh sisi kanan tiba-tiba. Empat jam kemudian pasien kemudian mengalami kelumpuhan ke-empat ekstremitas. Pada pemeriksaan pasien tampak sadar, namun dia tidak bisa berbicara. Pemeriksaan neurologis memperlihatkan pasien tidak dapat menggerakkan matanya ke kiri dan ke kanan, tapi bisa menggerakkan mata ke atas dan bawah serta berkedip. Keadaan apa yang paling mungkin dialami oleh pasien ini?
Vegetative state.
Sindrom Wallenberg
Lock in syndrome
Sindrom Dejerine-roussy
Katatonia
Seorang wanita, 28 tahun, datang ke poliklinik saraf dengan keluhan nyeri kepala yang dirasakan seperti terikat sudah berlangsung 7 bulan terakhir dan berulang sudah1 kali dengan jumlah serangan 15-17 hari perbulannya. Lamanya serangan 30 menit sampai 7 hari. Meski ia rnengalami nyeri kepala narnun masih bisa rnelakukan pekerjaannya sebagai sekretaris di sebuah perusahaan swasta. Keluhan tidak disertai rnual, muntah dan fotofobia. Pada perneriksaan palpasi perikranial. dijurnpai nyeri tekan. Pada pemeriksaan fisik lainnya dan CT Scan Kepala tanpa kontras tidak ditemukan kelainan. Apakah obat profilaksi5 yang paling sesuai untuk kasus ini?
Tizanidin
Flunarizin
Topiramate
Amitriptilin
Valproic acid
Seorang wanita, 21 tahun, mahasiswa di salahsatu perguruan tinggi swasta, datang ke poliklinik saraf dengan keluhan tidur yang berlebihan di siang hari. Waktu tidurnya 15-16 jam sehari. Hal ini sudah dialami sekitar 1 tahun sehingga rnembuat prestasi akademiknya menurun. Dia mempunyai riwayat penyakit thypoid sebelumnya. Sudah dilakukan sleep
hygiene, tapi belum berhasil. Apakah terapi fannakologik yang bisa diberikan?
Zolpidem
Flurazepam
Melatonin
Modafinil
Doxepin
Seorang wanita, 32 tahun, datang ke poliklinik saraf dengan gangguan tidur. Dia mengeluh selalu tidur lebih awal sekitar jam 8 dan terbangun sekitar jam 3 dini hari. Hal ini membuatnya merasa terganggu saat bekerja di kantor. Diagnosa sementara dokter yang memeriksanya adalah gangguan tidur irama sirkadian. Apakah cara praktis yang dapat digunakan untuk menentukan chronotype penderita tersebut?
Kuisioner Horne-Ostberg
Berlin Questionnaire
Polisomnografi
lSI
Aktigrafi
Seorang wanita, 35 tahun, bekerja di salah satu perusahaan swasta, dating ke poliklinik saraf dengan keluhan sering tertidur pada siang hari di kantor. Dia telah pernah ditegur oleh direktur perusahaan pada tempat dia bekerja. Hal ini sudah berlangsung sekitar 6 bulan. Apakah indikator yang sesuai digunakan untuk wanita tersebut?
ISi
ESS
Berlin Questionnaire
PSQI
SLI
Wanita 49 tahun datang dengan keluhan mendadak hemiplegia kiri dan kelemahan otot - otot wajah atas dan bawah sisi kanan dan ditemukan Bell sign. Dimana kemungkinan letak lesi nya?
lnfark midbrain kanan
lnfark MCA kanan
lnfark pontin kanan
Infark midbrain kiri
lnfark pontin kiri
