wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

QUIS RETAKER PERTEMUAN 4 STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN

Total questions: 30

Worksheet time: 15mins

Name
Class
Date
1.

Seorang TTK diberi tugas untuk mengelompokkan obat-obatan yang berada di apotek, diantaranya IBUPROFEN insulin lispro, CTM , NACL 0,3 %, dan glibenklamid. Diantara obat-obatan tersebut, manakah yang termasuk obat high alert ?

a)

IBUPROFEN

b)

Insulin Lispro

c)

CTM

d)

NACL 0.3 %

e)

Glibenclamide

2.

Apakah risiko utama dari penerapan sistem LIFO dalam penyimpanan farmasi?

a)

Meningkatkan risiko stok lama tidak terpakai dan kedaluwarsa

b)

Membantu efisiensi penyimpanan obat

c)

Memudahkan akses obat yang baru datang

d)

Memastikan obat lama digunakan lebih dulu

e)

Mengurangi risiko kehilangan stok

3.

Seorang TTK di sebuah apotek di kota Jember sedang melakukan stok opname setiap 3 bulan sekali. Selain melakukan stok opname, TTK tersebut juga memeriksa fisik obat untuk memastikan dan menjaga kualitas obat yang dijual di apotek. Bagaimana tanda bahwa strip atau blister tablet mengalami kerusakan selama penyimpanan?

a)

Tablet lebih cepat larut dalam air tanpa perubahan lainnya

b)

Tidak ada perubahan fisik tetapi efek farmakologinya meningkat

c)

Tablet dalam strip tetap utuh tetapi berubah aroma

d)

Strip mengalami perubahan warna atau menjadi lembek

e)

Blister tetap rapat tetapi tablet terasa lebih keras

4.

Seorang TTK diminta untuk menyusun SOP tentang penyimpanan obat di sebuah gudang farmasi sebuah rumah sakit milik pemerintah. Diantara SOP penyimpanan, salah satunya membahas mengenai suhu penyimpanan yang ideal bagi gudang farmasi. Bagaimana cara memastikan suhu penyimpanan di gudang farmasi tetap sesuai standar?

a)

Menggunakan thermometer saat terjadi perubahan cuaca saja

b)

Mencatat suhu hanya jika ada inspeksi dari BPOM

c)

Tidak perlu memonitor suhu jika gudang tertutup rapat

d)

Hanya mengandalkan feeling dalam memeriksa suhu

e)

Menggunakan sistem pencatatan suhu berkala

5.

Sebuah ruang perawatan VVIP di rumah sakit swasta menerapkan standar tinggi dalam pelayanan kefarmasian. Setiap pasien memiliki jadwal pemberian obat yang disesuaikan secara individual, dan tenaga kefarmasian bertugas menyiapkan dosis obat per pasien per waktu pemberian. Obat-obatan tersebut tidak lagi dikirim dalam bentuk stok besar ke unit perawatan, melainkan telah dikemas dalam jumlah sesuai resep dan waktu konsumsi. Tujuannya adalah untuk meminimalkan kesalahan pemberian obat dan meningkatkan akurasi pelayanan. Sistem distribusi seperti ini membutuhkan ketelitian tinggi, dokumentasi yang baik, serta keterlibatan apoteker klinis. Disebut apakah sistem distribusi obat yang menyiapkan dosis per pasien per waktu pemberian?

a)

Sentralisasi

b)

One Daily Dose (ODD)

c)

Unit Dose Dispensing (UDD)

d)

Floor Stock

e)

Individual Prescribing (IP)

6.

Seorang Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) di sebuah rumah sakit diminta untuk melakukan evaluasi terhadap penyimpanan sediaan obat yang ada di gudang farmasi dan unit perawatan. Salah satu aspek yang perlu dievaluasi adalah suhu penyimpanan obat, karena beberapa obat memerlukan kondisi suhu tertentu agar kualitasnya tetap terjaga. TTK diberi tugas untuk mengidentifikasi sediaan farmasi yang termasuk dalam kategori Cold Chain Product (CCP), yaitu obat-obatan yang membutuhkan pengaturan suhu rendah selama penyimpanan dan distribusi. Identifikasi ini sangat penting untuk memastikan bahwa sediaan tersebut tidak kehilangan efektivitasnya selama penyimpanan.

a)

Tablet parasetamol dan kapsul amoksisilin

b)

Sirup ibuprofen dan suspensi antasida

c)

Vaksin, insulin, dan faktor pembekuan darah

d)

Obat topikal seperti salep dan krim kulit

e)

Obat herbal dalam bentuk kapsul

7.

Seorang Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) bertanggung jawab untuk memeriksa kondisi lingkungan ruangan penyimpanan obat di sebuah apotek atau rumah sakit. Salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan adalah kelembapan ruangan, karena kelembapan yang tidak tepat dapat merusak kualitas obat, terutama obat dalam bentuk tablet, kapsul, atau sediaan lainnya yang sensitif terhadap perubahan lingkungan. TTK diinstruksikan untuk memeriksa suhu dan kelembapan ruangan secara berkala agar penyimpanan obat tetap sesuai dengan standar yang ditetapkan. Untuk tujuan ini, alat yang digunakan harus dapat mencatat suhu dan kelembaban secara akurat dan berkelanjutan.

a)

Anemometer

b)

Termohigrometer

c)

Termometer raksa

d)

Hygrometer digital

e)

Anemometer

8.

Berapa lama dokumen pengelolaan farmasi harus disimpan sesuai peraturan?

a)

10 tahun

b)

5 tahun

c)

3 tahun

d)

2 tahun

e)

1 tahun

9.

Di sebuah rumah sakit, tim farmasi dan terapi sedang melakukan evaluasi terhadap daftar obat yang digunakan dalam pelayanan. Mereka menyesuaikan pemilihan obat dengan daftar yang telah disepakati oleh staf medis serta ditetapkan oleh komite farmasi rumah sakit. Daftar ini menjadi acuan bagi dokter dalam meresepkan obat dan bagi instalasi farmasi dalam pengadaan. Berdasarkan deskripsi di atas, daftar yang digunakan sebagai acuan utama dalam pemilihan obat di rumah sakit disebut?

a)

Daftar Obat Esensial Nasional (DOEN)

b)

Formularium Nasional

c)

Formularium Rumah Sakit

d)

Protokol Terapi Nasional

10.

Seorang dokter di fasilitas kesehatan tingkat pertama yang bekerja dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) selalu merujuk pada daftar obat yang telah disusun secara nasional. Daftar ini digunakan sebagai instrumen kendali mutu dan kendali biaya, sehingga dokter meresepkan obat yang masuk dalam daftar tersebut. Daftar obat yang menjadi acuan utama bagi dokter dalam sistem JKN untuk memastikan pelayanan yang efektif dan efisien disebut?

a)

Formularium Nasional

b)

Formularium Rumah Sakit

c)

Daftar Obat Esensial WHO

d)

Standard Treatment Guidelines

e)

Daftar Obat Wajib Apotek (DOWA)

11.

Di sebuah rumah sakit besar, terjadi peningkatan kasus reaksi obat yang tidak diinginkan. Untuk mengatasi hal ini, sebuah tim yang terdiri dari dokter berbagai spesialisasi dan apoteker ditugaskan untuk mengevaluasi pemakaian obat, melakukan intervensi jika diperlukan, serta mengembangkan kebijakan penggunaan obat yang lebih aman dan efektif. Tim yang bertugas mengembangkan kebijakan penggunaan obat dan melakukan evaluasi dalam rumah sakit disebut?

a)

Komite Medik

b)

Komite Farmasi dan Terapi

c)

Komite Kendali Mutu

d)

Komite Apoteker Rumah Sakit

e)

Instalasi Farmasi Rumah Sakit

12.

Sebuah rumah sakit melakukan kegiatan untuk menetapkan jenis sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai yang sesuai dengan kebutuhan pelayanan. Dalam pelaksanaannya, pemilihan ini mengacu pada Formularium Nasional, Formularium Rumah Sakit, standar pengobatan, serta aspek efektivitas, keamanan, dan biaya. Berdasarkan kegiatan tersebut, kegiatan pengelolaan Sediaan Farmasi apakah yang sedang dilakukan?

a)

Perencanaan kebutuhan

b)

Pengadaan

c)

Penerimaan

d)

Penyimpanan

e)

Pemilihan

13.

Seorang apoteker melakukan pemesanan obat-obatan berikut untuk stok apoteknya: - Fentanil injeksi 50 mcg/mL - Fentanil patch 25 mcg/jam - Diazepam tablet 5 mg - Chlordiazepoxide HCl tablet 5 mg - Pseudoefedrin tablet 60 mg - Klorpromazin tablet 100 mg - Metformin tablet 500 mg Berapa jumlah SP yang harus dibuat agar pesanan dapat diproses oleh PBF?

a)

3 lembar SP (2 SP Narkotika, 1 SP Psikotropika)

b)

4 lembar SP (2 SP Narkotika, 1 SP Psikotropika, 1 SP Prekursor)

c)

5 lembar SP (2 SP Narkotika, 1 SP Psikotropika, 1 SP Prekursor, 1 SP OOT)

d)

6 lembar SP (2 SP Narkotika, 1 SP Psikotropika, 1 SP Prekursor, 1 SP OOT, 1 SP Reguler)

e)

7 lembar SP (2 SP Narkotika, 1 SP Psikotropika, 1 SP Prekursor, 1 SP OOT, 2 SP Reguler)

14.

Apotek Sejahtera ingin melakukan pemesanan obat narkotika untuk kebutuhan pelayanan kesehatan di fasilitas mereka. Apoteker Penanggung Jawab, apt. Rina, menyiapkan Surat Pesanan (SP) untuk obat Morfin dan Fentanil dengan bentuk sediaan injeksi. Dalam prosesnya, ia memastikan SP dibuat rangkap tiga dan ditandatangani sesuai aturan. Lalu, saat mengirimkan SP ke pemasok, ia menggabungkan kedua obat tersebut dalam satu SP. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, apa kesalahan yang dilakukan oleh apt. Rina dalam pembuatan SP narkotika?

a)

Tidak mencantumkan nomor izin sarana pada SP.

b)

Tidak mencantumkan jumlah dalam angka dan huruf.

c)

Tidak membuat SP terpisah untuk setiap bentuk sediaan narkotika.

d)

Tidak menandatangani SP dengan nama jelas dan nomor SIPA.

e)

Tidak mengirimkan SP dalam bentuk faksimili terlebih dahulu.

15.

Seorang pria datang ke apotek untuk menebus resep obat dari dokter untuk anaknya. Obat yang tertera pada resep tersebut: R/Cefixime tab 100 mg No. X S 2 dd 1 p.c R/Ibuprofen tab 200 mg No. X S 3 dd 1 p.c prn Apabila pasien meminta sediaan syrup cefixime dan di apotek tersedia sediaan cefixime dry syrup 100 mg/5 ml sebanyak 30 ml. berapa banyak syrup yang dibutuhkan agar sesuai dengan kebutuhan pada resep?

a)

4 botol

b)

1 botol

c)

7 botol

d)

2 botol

e)

3 botol

16.

Seorang apoteker sedang melakukan pencampuran sediaan injeksi antibiotik di ruang steril rumah sakit. Ia menggunakan Laminar Air Flow (LAF) dengan aliran udara horizontal selama proses penyiapan obat. Mengapa LAF dengan aliran udara horizontal digunakan untuk pencampuran obat steril nonsitostatika?

a)

Karena lebih mudah digunakan dibandingkan dengan aliran udara vertikal

b)

Karena memberikan perlindungan maksimal bagi petugas farmasi

c)

Karena aliran udara langsung menuju depan sehingga tidak mengganggu stabilitas obat

d)

Karena tidak menghasilkan tekanan negatif di dalam ruang kerja

e)

Karena lebih murah dibandingkan dengan aliran udara vertikal

17.

Sebuah rumah sakit menerima insulin injeksi 100 IU/mL yang termasuk Cold Chain Product. Petugas farmasi perlu memastikan bahwa obat tersebut masih dalam kondisi optimal saat diterima. Apa tindakan pertama yang harus dilakukan sebelum menerima produk rantai dingin?

a)

Memeriksa suhu penyimpanan dan kondisi cool box

b)

Mengecek daftar harga produk yang dikirim

c)

Menghitung total stok insulin di gudang farmasi

d)

Membuka semua vial untuk melihat larutan di dalamnya

e)

Mengonfirmasi tanggal kedaluwarsa pada sistem komputer

18.

Ny. B datang ke apotek dan menyerahkan resep kepada petugas TTK. Resep tersebut untuk anaknya yang berumur 5 tahun. Oleh dokter diberi resep yang berisi sebagai berikut: Tgl penulisan resep: 21 februari 2025 dr. Sapto, Sp. A SIP : 112/231/SIP-TU/I/2025 No tlp: 08134256844 Alamat: jln samratulangi No. 22, Manado R/ Paracetamol 500 mg CTM 2 mg Vit C 50 mg Laktosa q.s Mf pulv dtd No. XII S t dd I Pulv pro : An. P Usia: 5 tahun Alamat: jln cumi-cumi No. 02, Manado

a)

6 tab

b)

12 tab

c)

8 tab

d)

3 tab

e)

10 tab

19.

Apabila pasien akan menebus sisa obat candesartan yang belum diberikan, namun pada apotek yang tersedia candesartan 4 mg. berapakan jumlah obat yang akan diterima?Seorang wanita berusia 44 tahun datang ke apotek dengan membawa salinan resep. Obat yang tertera pada salinan resep tersebut:

SALINAN RESEP

R/ Amlodipine tab 10 mg No. XXX

S 1 dd 1 p.c

-----------------------------------------det

R/ Candesartan tab 16 mg No. XXX

S 1 dd 1 p.c

-----------------------------------------det XV

a)

30 tab

b)

60 tab

c)

15 tab

d)

25 tab

e)

70 tab

20.

Seorang apoteker menerima pengiriman Amlodipine 5 mg tablet dari PBF dan mulai melakukan pemeriksaan penerimaan barang. Salah satu prosedur penting dalam alur penerimaan logistik farmasi adalah mencocokkan spesifikasi barang dengan dokumen yang menyertainya. Apa saja yang perlu diperiksa oleh apoteker untuk memastikan kesesuaian barang yang diterima?

a)

Hanya nama obat dan jumlah yang diterima

b)

Nama obat, bentuk, kekuatan sediaan, jumlah, nomor batch, dan tanggal kedaluwarsa

c)

Kondisi fisik wadah saja, tanpa mencocokkan faktur

d)

Hanya nomor batch dan tanggal kedaluwarsa

e)

Nama obat dan kondisi cool box saja untuk semua jenis obat

21.

Seorang wanita berusia 44 tahun datang ke apotek dengan membawa salinan resep. Obat yang tertera pada salinan resep tersebut:

SALINAN RESEP

R/ Amlodipine tab 10 mg No. XXX

S 1 dd 1 p.c

-----------------------------------------det

R/ Candesartan tab 16 mg No. XXX

S 1 dd 1 p.c

-----------------------------------------det XV

a)

KLINIK

b)

FARMASETIK

c)

ADMINISTRASI

d)

KETEPATAN RESEP

e)

KANDUNGAN OBAT

22.

Pria berusia 60 tahun berobat ke rumah sakit mengeluhkan tubuhnya yang lemas. Dokter memberikan resep untuk ditebus di depo farmasi.
R/Acarbose 100 mg tab No. XC
S.b.d.d.1

Berapa tablet yang akan diberikan?

a)

40

b)

60

c)

90

d)

100

e)

120

23.

Surat Tanda Registrasi Tenaga Teknis Kefarmasiaan (STRTTK) merupakan bukti tertulis bahwa Tenaga Teknis Kefarmasiaan telah diregistrasi.

Siapa pihak berwenang yang berhak mengeluarkan STRTTK ?

a)

MENTERI KESEHATAN

b)

KEPALA BPOM

c)

TEMPAT PRAKTIK

d)

APOTEKER

e)

TEMAN SEJAWAT

24.

Petugas pengiriman dari sebuah distributor sedang melakukan penyerahan produk rantai dingin (vaksin polio) ke sebuah instalasi farmasi rumah sakit, dilakukan dengan ketentuan harus dilakukan validasi pengiriman produk rantai dingin menggunakan wadah kedap untuk menjamin suhu pengiriman produk rantai dingin.

Indikator apa yang dapat dilihat untuk menjamin stabilitas sediaan tersebut?

a)

ICE PACK

b)

SUHU ES

c)

VVM

d)

KONDISI RUANGAN

e)

KELEMBAPAN

25.

PEMBUANGAN JENIS SAMPAH SITOSTATIK DI MASUKAN DALAM KANTONG BEWARNA ?

a)

KUNING

b)

UNGU

c)

BIRU

d)

MERAH

e)

COKLAT

26.

Tenaga teknis kefarmasiaan klinik B sedang melakukan penyimpanan untuk disesuaikan dengan system penyimpanan. Salah satu kelompok obat yang akan disimpan adalah High Alert Medication di tempat yang terpisah.

Manakah diantara obat dibawah ini yang termasuk obat High Alert Medication ?

a)

NATRIUM DIKLOFENAC

b)

NACL 9%

c)

GEMFIBROZIL

d)

PSEUDOEFEDRIN

e)

VITAMIN C 1000 MG

27.

Sebuah Rumah Sakit di kota W yang merupakan Rumah sakit daerah pada provinsi Jawa Tengah menerapkan sistem pendistribusian sediaan farmasi dan perbekalan Kesehatan berdasarkan resep perorangan yang disiapkan dalam unit dosis tunggal atau ganda, untuk penggunaan satu kali dosis per pasien.

Sistem distribusi apakah yang dimaksud ?

a)

UDD

b)

FLOOR STOK

c)

KOMBINASI

d)

INDIVIDUAL RESEP

e)

ODD

28.

PERMENKES 72 TAHUN 2016 BERISKAN TENTANG STANDAR KEFARMASIAN DI ...

a)

BPOM

b)

RUMAH SAKIT

c)

APOTEK

d)

KLINIK

e)

PUSKESMAS

29.

PERMENKES 73 TAHUN 2016 BERISKAN TENTANG STANDAR KEFARMASIAN DI ...

a)

APOTEK

b)

RUMAH SAKIT

c)

PUSKESMAS

d)

BPOM

e)

KLINIK

30.

PERMENKES 74 TAHUN 2016 BERISKAN TENTANG STANDAR KEFARMASIAN DI ...

a)

RUMAH SAKIT

b)

KLINIK

c)

PUSKESMAS

d)

APOTEK

e)

BADAN POM