wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Cardiac Emergency

Total questions: 61

Worksheet time: 31mins

Name
Class
Date
1.
  1. Seorang perempuan usia 37 tahun datang ke IGD dengan keluhan berdebar-debar sejak 4 jam yang lalu. Dari pemeriksaan fisik didapatkan pasien sadar baik. TD: 100/70 mmHg. Pemeriksaan fisik thorax didapatkan ukuran jantung normal, tidak didapatkan suara jantung abnormal. Pemeriksaan paru dalam batas normal. Akral hangat.

Apa langkah terbaik selanjutnya?

a)

Adenosine 6mg I.V.

b)

Amiodarone 300mg drip dalam 2 jam I.V.

c)

Diltiazem 15mg I.V.

d)

Kardioversi

e)

Valsava Maneuver

2.

  1. Seorang laki-laki 67 tahun dibawa keluarganya dengan keluhan pingsan yang didahului dengan berdebar dan keringat dingin. Saat tiba di IGD, didapatkan GCS 456, TD 80/60. Akral teraba dingin.

Apa tindakan selanjutnya yang paling tepat?

a)

Adenosine 6 mg I.V.

b)

Amiodarone 150 mg dalam 30 - 60 menit I.V.

c)

Kardioversi mulai 50 j

d)

Kardioversi mulai 100 j

e)

Defibrillasi

3.

Obat apa saja yang dapat digunakan dalam algoritma bradikardia?

a)

Atropine, Epinephrine, Dopamine

b)

Atropine, Norepinephrine, Dopamine

c)

Atropine, Lidocaine, Adenosine

d)

Atropine, Epinephrine, Lidocaine

e)

Semua jawaban salah

4.

Seorang perempuan berusia 64 tahun datang dengan keluhan mudah capek dan pandangan sering gelap saat perubahan posisi dari duduk ke berdiri yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir. Pagi ini pasien tiba-tiba pingsan lalu dibawa ke IGD. Pemeriksaan awal menunjukkan TD 70 palpasi dan akral dingin. Langkah awal yang dapat dilakukan?

a)

Menyiapkan transcutaneous pacing

b)

Loading cairan kristaloid 500cc secepatnya

c)

Memberikan atropine 0.5mg sambil menyiapkan transcutaneous pacing

d)

Memberikan dopamine

e)

Memberikan atropine 1mg sambil menyiapkan transcutaneous pacing

5.

Apabila transcutaneous pacing tidak efektif untuk terapi akut bradikardi simtomatik, langkah selanjutnya yang paling tepat adalah

a)

Menyiapkan temporary transvenous pacing

b)

Memberikan dosis ulangan atropine

c)

Menyiapkan permanent pacemaker

d)

Memberikan pump dopamine atau epinephrine

e)

Memulai CPR

6.

Seorang laki-laki datang ke IGD dengan keluhan berdebar-debar selama 6 jam terakhir. Saat di IGD, pasien dengan TD 110/60 mmHg. Tidak didapatkan sesak napas. Akral hangat.

Apa langkah berikutnya yang paling tepat?

a)

Digoxin I.V

b)

Diltiazem I.V.

c)

Amiodarone I.V.

d)

Metoprolol I.V.

e)

Synchronized Cardioversion

7.

Seorang laki-laki usia 60 tahun datang dengan keluhan pingsan setelah mengalami diare selama satu minggu. Saat pasien datang di IGD, didapatkan TD 80/palpasi dan ECG seperti di atas.

Obat apa yang dapat diberikan sebagai bagian dari tata laksana pasien ini?

a)

Amiodarone I.V.

b)

Metoprolol I.V.

c)

Diltiazem I.V.

d)

Magnesium Sulfate

e)

Bukan salah satu di atas

8.

Seorang perempuan datang dengan keluhan pingsan berulang. Saat datang ke IGD, didapatkan pasien dengan TD 70 palpasi dan akral dingin. Apa langkah berikutnya yang paling tepat?

a)

Synchronized cardioversion 50j

b)

Synchronized cardioversion 100j

c)

Synchronized cardioversion 200j

d)

Synchronized cardioversion 360j

e)

Defibrillation

9.

Seorang laki-laki 78 tahun datang dengan keluhan mendadak berdebar disertai sesak napas sejak 2 jam yang lalu. Sebelumnya, pasien tidak mengalami keluhan seperti ini. Saat datang ke IG, didapatkan pasien dengan TD 70/60 mmHg. Apa langkah selanjutnya yang paling tepat?

a)

Synchronized cardioversion 50j

b)

Synchronized cardioversion 100j

c)

Synchronized cardioversion 120 - 200j

d)

  1. Defibrillation

e)

Medikamentosa

10.

Seorang laki-laki 18 tahun datang dengan keluhan berdebar-debar sejak 2 jam yang lalu. Saat datang, didapatkan TD 100/70 mmHg dan tidak didapatkan tanda-tanda gangguan hemodinamik. Pasien mengatakan berat badannya 60 kg. Anda sudah mencoba melakukan vagal maneuver namun tidak berhasil. Adenosine tidak tersedia di RS Anda.
Apa langkah berikutnya yang paling tepat?

a)

Mencoba kembali vagal maneuver sampai berhasil

b)

Diltiazem 15mg I.V. pelan

c)

Metoprolol 2.5mg I.V. pelan

d)

Digoxin 0.5mg I.V. pelan

e)

Amiodarone 150mg drip I.V.

11.

Perempuan 56 tahun ke puskesmas dengan keluhan nyeri dada sejak 10 jam sebelum tiba di UGD saat menonton TV. Nyeri menjalar ke rahang bawah. Sejak 7 tahun yang lalu menderita hipertensi dan saat ini mendapat bisoprolol 2.5 mg. Ayah pasien juga menderita yang sama dan meninggal karena stroke. TD 150/100, nadi 60 teratur, batas kiri jantung bergeser ke kiri. Hasil lab CKMB 14, Troponin T positif. Pada pemeriksaan EKG didapatkan sinus bradikardi dan ST elevasi pada lead V1-V6, disertai pemanjangan PR interval. Apakah diagnosis paling mungkin?

a)

STEMI

b)

Angina pectoris stabil

c)

Angina pectoris tidak stabil

d)

Non STEMI

e)

Infark miokard lama

12.

Perempuan 56 tahun ke puskesmas dengan keluhan nyeri dada sejak 10 jam sebelum tiba di UGD saat menonton TV. Nyeri menjalar ke rahang bawah. Sejak 7 tahun yang lalu menderita hipertensi dan saat ini mendapat bisoprolol 2.5 mg. Ayah pasien juga menderita yang sama dan meninggal karena stroke. TD 150/100, nadi 60 teratur, batas kiri jantung bergeser ke kiri. Hasil lab CKMB 14, Troponin T positif. Pada pemeriksaan EKG didapatkan sinus bradikardi dan ST elevasi pada lead V1-V6, disertai pemanjangan PR interval. Apa kemungkinan pembuluh darah yang terlibat sehingga menyebabkan gangguan konduksi?

a)

LAD

b)

RCA

c)

LCX

d)

pDA

e)

OMI

13.

Seorang laki-laki usia 52 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada kiri seperti ditusuk, sesak napas, dada berdebar-debar, mual, muntah, dan tangan berkeringat dingin saat akan memimpin rapat di kantornya. Pada pemeriksaan fisik ditemukan tekanan darah 150/90 mmHg, nadi 118 kali/menit, RR 28 kali/menit, JVP 5-2 cmH20, BJ I-II normal, gallop (-), murmur (-), EKG ST Depresi di V1-V6. Pengobatan awal yang diberikan kepada pasien?

a)

Albumin

b)

Nifedipine

c)

Nitrogliserin dan DAPT

d)

Captopril

e)

Oksigen

14.

Seorang laki-laki usia 52 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada kiri seperti ditusuk, sesak napas, dada berdebar-debar, mual, muntah, dan tangan berkeringat dingin saat akan memimpin rapat di kantornya. Pada pemeriksaan fisik ditemukan tekanan darah 150/90 mmHg, nadi 118 kali/menit, RR 28 kali/menit, JVP 5-2 cmH20, BJ I-II normal, gallop (-), murmur (-), EKG ST Depresi di V1-V6. Pada kasus ini, bila hasil troponin pasien positif. Apakah diagnosis pasien?

a)

STEMI

b)

NSTEMI

c)

UAP

d)

STEMI ekuivalen

e)

Wellen syndrome

15.

Seorang laki-laki usia 52 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada kiri seperti ditusuk, sesak napas, dada berdebar-debar, mual, muntah, dan tangan berkeringat dingin saat akan memimpin rapat di kantornya. Pada pemeriksaan fisik ditemukan tekanan darah 150/90 mmHg, nadi 118 kali/menit, RR 28 kali/menit, JVP 5-2 cmH20, BJ I-II normal, gallop (-), murmur (-), EKG ST Depresi di V1-V6. Pada kasus ini, bila hasil troponin pasien positif. Pasien memiliki riwayat konsumsi tadalafil dalam waktu 27 jam SMRS. Apa obat yang tidak boleh diberikan pada pasien?

a)

Aspirin

b)

Clopidogrel

c)

Bisoprolol

d)

Nitrat

e)

Nifedipin

16.

Manakah obat di bawah ini yang merupakan pilihan anti-iskemia yang digunakan pada pasien ACS dengan riwayat konsumsi PDE5 inhibitor?

a)

Nitrat

b)

Bisoprolol

c)

Ivabradine

d)

Morfin

e)

  1. Trimetazidin

17.

Tata laksana awal yang dilakukan <10 menit pada pasien STEMI di IGD, kecuali

a)

Pasang akses intravena

b)

Anamnesis dan pemeriksaan fisik yang singkat dan terarah

c)

Berikan obat-obatan penyekat beta sebagai anti-iskemik

d)

Lengkapi checklist fibrinolisis dan kontraindikasi

e)

Cek vital sign, evaluasi saturasi, dan oksigen

18.

Manakah di bawah ini jenis statin yang digunakan pada kasus ACS?

a)

Simvastatin 20 mg

b)

Atorvastatin 40 mg

c)

Rosuvastatin 10 mg

d)

Pitavastatin 4 mg

e)

Simvastatin 10 mg

19.

Tujuan utama pemberian statin pada kasus ACS adalah sebagai berikut, kecuali

a)

Plaque stabilizer

b)

Lipid lowering agent

c)

Anti inflamasi

d)

Improvement of endothelial dysfunction

e)

Meningkatkan bioavailabilitas dari nitrit oksida

20.

Pasien datang dengan keluhan nyeri dada khas angina yang muncul tiba-tiba saat sedang beristirahat 7 jam SMRS. Keluhan disertai dengan mual, muntah, dan keringat dingin. TD saat awal masuk adalah 80/50 mmHg. HR 110 bpm. RR 30 bpm, SPO2 97%. Dari hasil EKG 12 lead didapatkan ST Elevasi pada lead II, III, aVF dan ST Depresi pada I, aVL. Dari EKG posterior dan RV didapatkan ST Elevasi pada V3R dan V4R, V7-9 tidak ada ST Elevasi. Manakah pilihan di bawah ini pernyataan yang tepat mengenai tatalaksana yang dilakukan pada pasien?

a)

Berikan oksigen, berikan nitrat sampai nyeri dada berkurang.

b)

Berikan oksigen, berikan nitrat 5 mg SL sampai 3 x jika tidak membaik dilanjutkan dengan Nitrat IV, jika tetap nyeri setelah dosis maksimal dapat ditambahkan dengan morfin 2 mg IV.

c)

Berikan oksigen, loading DAPT (aspirin dan clopidogrel) serta berikan ISDN.

d)

Berikan oksigen, loading DAPT, lakukan fluid challenge test, jika tensi membaik lanjutkan pemberian cairan. Pemberian nitrat dilakukan secara hati-hati dan hanya setelah tekanan darah pasien membaik.

e)

Berikan oksigen, jika pasien sudah mendapatkan ISDN SL di rumah namun masih nyeri saat sampai IGD, berikan ISDN IV.

21.

Manakah di bawah ini yang tidak termasuk dalam tanda gagal jantung kanan?

a)

Peningkatan JVP

b)

Hepatomegali

c)

Edema tungkai bawah

d)

Efusi pleura

22.

Sebutkan tanda dan gejala yang paling sering dari gagal jantung

a)

Sesak napas saat beraktivitas

b)

Sesak napas tiba-tiba muncul saat sedang tidur malam hari

c)

Edema tungkai bawah

d)

Semua pilihan benar

23.

Sebutkan kondisi klinis “wet and warm” pada pasien gagal jantung

a)

Pasien normal

b)

Congestion

c)

Hipoperfusi

d)

Congestion dan hipoperfusi

24.

Seorang laki-laki 57 tahun datang ke IGD dengan kondisi infark miokard akut dengan gejala hipotensi (85/54 mmHg), sesak napas (RR 32x/menit), dan juga perabaan akral yang dingin.
Kondisi tersebut termasuk klasifikasi Kilip kelas berapa?

a)

Kilip kelas 1

b)

Kilip kelas 2

c)

Kilip kelas 3

d)

Kilip kelas 4

25.

Kondisi manakah di bawah ini yang termasuk kondisi shock kardiogenik?

a)

Normal cardiac output, peningkatan filling pressure, peningkatan resistensi vaskular perifer

b)

Normal cardiac output, penurunan filling pressure, penurunan resistensi vaskular perifer

c)

Penurunan cardiac output, peningkatan filling pressure, peningkatan resistensi vaskular perifer

d)

Penurunan cardiac output, penurunan filling pressure, penurunan resistensi vaskular perifer

26.

Pasien laki-laki 42 tahun dengan kebiasaan merokok 1 bungkus per hari datang dengan keluhan utama sesak napas bila berjalan atau naik tangga sejak 1 bulan terakhir dan memberat 1 hari terakhir disertai asites dan edema pada kedua tungkai bawah. Pada tanda-tanda vital didapatkan: BP 94/50, HR 115x/menit, RR 28x/menit, SpO2 94% dengan udara bebas. Manakah pilihan obat inotropik atau vasopressor yang tepat?

a)

Dopamin

b)

Dobutamin

c)

Norepinefrin

d)

Vasopresin

27.

Pasien laki-laki 42 tahun dengan kebiasaan merokok 1 bungkus per hari datang dengan keluhan utama sesak napas bila berjalan atau naik tangga sejak 1 bulan terakhir dan memberat 1 hari terakhir disertai asites dan edema pada kedua tungkai bawah. Pada tanda-tanda vital didapatkan: BP 94/50, HR 115x/menit, RR 28x/menit, SpO2 94% dengan udara bebas. Pada pemeriksaan foto thoraks dada didapatkan gambaran sebagai berikut. Sebutkan pilihan obat yang tepat yang dapat mengurangi keluhan sesak napas pasien

a)

Furosemide 2x40 mg per oral dan evaluasi jumlah urin setiap jam

b)

Furosemide tablet 2x40 mg dikombinasi spironolactone 1x25 mg peroral dan evaluasi jumlah urin setiap jam

c)

Furosemide injeksi 40 mg (2 ampul) intravena dan evaluasi jumlah urin setiap jam

d)

Furosemide pump 5 mg/jam intravena dan evaluasi jumlah urin setiap jam

28.

Pasien laki-laki 42 tahun dengan kebiasaan merokok 1 bungkus per hari datang dengan keluhan utama sesak napas bila berjalan atau naik tangga sejak 1 bulan terakhir dan memberat 1 hari terakhir disertai asites dan edema pada kedua tungkai bawah. Pada tanda-tanda vital didapatkan: BP 94/50, HR 115x/menit, RR 28x/menit, SpO2 94% dengan udara bebas. Pemeriksaan laboratorium manakah yang dapat diminta untuk menunjang diagnosis?

a)

NT proBNP

b)

CKMB

c)

Troponin I

d)

Troponin T

29.

Pasien laki-laki 65 tahun dengan DM tipe 2 diketahui mempunyai riwayat pemasangan stent sejak 2 tahun yang lalu. Pasien mengeluh sesak napas berulang dan dari pemeriksaan echocardiography didapatkan ejeksi fraksi <40%. Selain pemberian obat antiplatelet dan golongan statin, manakah obat di bawah ini yang perlu diberikan sebagai terapi jangka panjang untuk pasien tersebut?

a)

ACE-I/ARB, digoxin, Loop diuretic

b)

ACE-I/ARB, Beta blocker, mineralocorticoid antagonist

c)

ARNI, beta blocker, mineralocorticoid antagonist, SGLT2-I

d)

ARNI, beta blocker, loop diuretic, SGLT2-I

30.

Pasien laki-laki 65 tahun dengan DM tipe 2 diketahui mempunyai riwayat pemasangan stent sejak 2 tahun yang lalu. Pasien mengeluh sesak napas berulang dan dari pemeriksaan echocardiography didapatkan ejeksi fraksi <40%. Pada TTV didapatkan BP 180/110, HR 120x/menit, RR 28x/menit, SpO2 94% udara bebas. Selain obat loop diuretik, obat apakah yang dapat diberikan pada kondisi pasien tersebut?

a)

nitroglycerin IV pump 20mcg/min

b)

Nicardipine IV pump 5 mg/jam

c)

Diltizem IV pump 5 mg/jam

d)

ISDN sublingual 5 mg

31.

Superficial Femoralis Artery (SFA) adalah cabang dari pembuluh darah

a)

Common Femoral Artery

b)

Poplitea Artery

c)

Iliac External Artery

d)

Posterior Tibialis Artery

32.

Berikut adalah pembuluh darah yang termasuk dalam kategori vena superficial

a)

Vena Femoralis

b)

Vena Poplitea

c)

Vena Iliaca

d)

Vena Saphena Magna

e)

Vena Posterior Tibialis

33.

Ankle Brachial Index (ABI) adalah

a)

Hasil pengukuran TDS Arteri Tibialis Posterior distal dibandingkan dengan TDS Arteri Brachialis

b)

  1. Hasil pengukuran TDS Arteri Tibialis Posterior distal dibandingkan dengan TDS Arteri Tibialis Anterior

c)

Hasil pengukuran TDS Arteri Brachialis dibandingkan dengan TDS Tibialis Posterior distal

d)

Hasil pengukuran TDS Arteri Radialis dibandingkan dengan TDS Tibialis Posterior distal

34.

Nilai Normal ABI adalah

a)

Kurang dari 0.6

b)

Di antara 0.9 dan 1.4

c)

Di antara 0.6 dan 0.9

d)

Lebih dari 1.4

35.

Pasien dengan keluhan 6P (Pain, Pallor, Paresthesia, Paralysis, Poikilothermia, Pulseless), merupakan kondisi yang sering dijumpai pada pasien dengan diagnosa

a)

Chronic Limb Threatening Ischemia

b)

Acute Limb Ischemia

c)

Deep Vein Thrombosis

d)

Dead Limb

e)

Pulmonary Emboli

36.

Klasifikasi yang dipakai dalam diagnosis Acute Limb Ischemia adalah

a)

Rutherford

b)

Stanford

c)

Wells

d)

De Bakey

37.

Pada pasien ALI dengan klasifikasi Rutherford-1, tatalaksana utama yang direkomendasikan adalah

a)

Amputasi

b)

Catheter Directed Thrombolysis

c)

Bypass arteri

d)

Antiplatelet

38.

Tatalaksana utama Pulmonary Emboli dengan hemodinamik yang stabil adalah

a)

Antikoagulan

b)

Trombolitik

c)

Antiplatelet

d)

Cilostazol

e)

Ardium

39.

  1. Jika pilihan terapi yang dipilih adalah trombolitik dengan streptokinase, maka dosis yang dipakai adalah

a)

Streptokinase 1.5 juta unit diberikan dalam 30-60 menit

b)

Streptokinase 250 ribu unit diberikan dalam 30 menit, dilanjutkan 100 ribu unit tiap jam selama 12 jam

c)

Streptokinase 250 ribu unit diberikan dalam 30-60 menit

d)

Streptokinase 1.5 juta unit diberikan dalam 30 menit, dilanjutkan 100 ribu unit tiap jam selama 12 jam

40.

Pemeriksaan penunjang yang direkomendasikan pada pasien dengan kecurigaan emboli paru adalah

a)

MRI

b)

CT Scan

c)

Doppler Ultrasound

d)

D-dimer

e)

Pet Scan

41.

Setelah melakukan defibrilasi 200 J pada kasus ventrikel takikardi, apakah yang menjadi tahapan berikutnya?

a)

Periksa nadi

b)

Lanjutkan kompresi dan ventilasi selama 2 menit

c)

Analisa irama

d)

Epinephrine 1 amp injeksi I.V

42.

Berapa rasio kompresi dan ventilasi saat melakukan CPR tanpa penggunaan advanced airway support seperti ETT?

a)

15:2

b)

30:2

c)

20:1

d)

10:2

43.

Hal apakah yang terpenting yang dapat dilakukan saat menemukan pertama kali pasien dengan henti jantung mendadak karena aritmia malignan saat bertugas di rumah sakit?

a)

Early defibrillation

b)

Kompresi jantung yang efektif

c)

Aktivasi code blue

d)

Penggunaan obat-obatan resusitasi

44.

Berapa dosis dopamin yang digunakan pada kasus bradikardia dengan kondisi hemodinamik tidak stabil?

a)

5-20 mcg/kg/min infusion

b)

2-8 mcg/kg/min infusion

c)

5-10 mcg/kg/min infusion

d)

1-5 mcg/kg/min infusion

45.

Manakah pernyataan yang tepat mengenai kompresi jantung?

a)

Kompresi yang kuat dan cepat

b)

Pastikan recoil maksimal

c)

Minimal interupsi

d)

Semua pernyataan di atas benar

46.

Indikasi untuk melakukan tindakan synchronized cardioversion

a)

VT monomorfik pada pasien hemodinamik stabil

b)

Irama jantung tanpa nadi

c)

SVT dengan hemodinamik tidak stabil

d)

VT polimorfik

47.

Pilihan obat yang dipilih pada kondisi SVT dengan kondisi hemodinamik stabil

a)

Epinephrine

b)

Amiodarone

c)

Atropine

d)

Adenosin

48.

Berapa dosis epinephrine yang digunakan saat henti jantung?

a)

1 mg IV/IO setiap 3-5 menit

b)

300 mg IV bolus

c)

0.5-0.75 mg/Kg IV/IO

d)

1 – 2 gram dilarutkan dengan PZ 10 cc bolus setiap 5 menit

49.

Apakah pilihan obat pada kondisi wide complex tachycardia dengan pulse serta kondisi hemodinamik stabil?

a)

Diltiazem

b)

Sulfas atropine

c)

Amiodarone

d)

Epinephrine

50.

Manakah di bawah ini yang benar terkait dengan gagal jantung

a)

Downregulasi reseptor B1 dan B2

b)

Downregulasi terutama pada reseptor B1 dengan perubahan sedikit pada reseptor B2

c)

Downregulasi protein G dan reseptor B1 serta B2

d)

Peningkatan simpanan norepinefrin miokardial

e)

Fungsi baroreseptor yang intak

51.

Berikut merupakan penyebab kor pulmonal kronis, kecuali:

a)

 Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD)

b)

 Emboli Paru berulang

c)

Mitral Stenosis

d)

 Kiposkoliosis

52.

Diuresis hemat kalium bekerja pada

a)

Tubulus distal

b)

Loop of henle

c)

Cortical diluting segment

d)

Semua pilihan benar

53.

Dopamin bekerja pada semua reseptor berikut, kecuali:

a)

 A1

b)

B2

c)

B1

d)

Dopaminergik

54.

Edema dengan gejala PND lebih sering disebakan karena:

a)

Gagal jantung kanan

b)

Gagal jantung kiri

c)

 Gangguan renal

d)

Anemia dan hipoproteinemia

55.

Sebutkan tanda dan gejala paling sering dari gagal jantung

a)

Sesak nafas saat beraktivitas

b)

Sesak nafas tiba-tiba muncul saat sedang tidur malam hari

c)

 Edema tungkai bawah

d)

 Semua pilihan benar

56.

Sebutkan kondisi klinis “cold and wet” pada pasien gagal jantung

a)

Pasien normal

b)

Kongesti

c)

Hipoperfusi

d)

Syok kardiogenik

57.

Ascites pada gagal jantung terjadi akibat kondisi berikut, kecuali:

a)

Hipertensi vena hepatika

b)

Hipertensi vena peritoneal

c)

Obstruksi limfatik

d)

Protein losing enteropathy

58.

Hipoperfusi ditandai dengan gejala berikut, kecuali:

a)

Pulse pressure lebar

b)

Ekstremitas dingin

c)

Penurunan urine output

d)

Gelisah atau perubahan kondisi mental

59.

Berikut merupakan kondisi yang perlu diwaspadai bilamana mendapatkan pasien dengan gejala gagal jantung akut, kecuali:

a)

Acute coronary Syndrome

b)

 Ventricular Septal Defect

c)

Emboli Paru

d)

Asidosis metabolik

60.

Seorang lelaki 63 tahun dengan non-insulin-dependent DM, hipertensi, hiperlipidemia, dan CKD masuk rumah sakit dengan IMA Anterior onset 10 jam SMRS. Pasien kemudian dilakukan PPCI di cath lab dengan hasil yang baik. Terapi rutin diberikan. Pada hari ke-4 perawatan, pasien mengeluhkan nyeri dada dengan gambaran ECG Atrial Fibrilasi dengan HR 121 kali/menit. Tekanan darah 90/44 mmHg dengan keluhan sesak serta gelisah. Berikut merupakan tatalaksana lanjut yang Anda lakukan:

a)

Procainamide

b)

Lidokain

c)

 Amiodaron

d)

Metoprolol tartrat

e)

 Kardioversi

61.

Seorang perempuan berusia 24 tahun datang ke IGD dengan keluhan demam 5 hari disertai dengan sesak. Sebelumnya ia telah berobat dan didiagnosis sebagai infeksi virus kemudian dipulangkan. Lima bulan kemudian ia menjalani pemeriksaan kesehatan kantor. Tidak ada keluhan dan sesak selama pemeriksaan. Tekanan darah 96/50 mmHg, HR 71 kali/menit, dan RR 12 kali/menit. Tidak didapatkan peningkatan JVP maupun bengkak pada tungkai. Pemeriksaan batas jantung menunjukkan pembesaran jantung. Melalui pemeriksaan lanjutan didapatkan pasien dengan kardiomiopati dilatatif dengan EF 20%. Tidak didapatkan kelainan valvular. Berikut merupakan terapi yang Anda rekomendasikan pada pasien:

a)

Mulai pemberian ACE-inhibitor, B-blocker, dan steroid

b)

Mulai pemberian ACE-inhibitor dan B-blocker

c)

Mulai pemberian ACE-inhibitor, B-blocker, diuretik, dan digoksin

d)

Mulai pemberian ACE-inhibitor, B-blocker, diuretik, dan spironolakton

e)

Gejala terkompensasi, tidak perlu terapi lanjutan.