NEW
Font size
WorksheetsCardiac Emergency
Total questions: 61
Worksheet time: 31mins
Seorang perempuan usia 37 tahun datang ke IGD dengan keluhan berdebar-debar sejak 4 jam yang lalu. Dari pemeriksaan fisik didapatkan pasien sadar baik. TD: 100/70 mmHg. Pemeriksaan fisik thorax didapatkan ukuran jantung normal, tidak didapatkan suara jantung abnormal. Pemeriksaan paru dalam batas normal. Akral hangat.
Apa langkah terbaik selanjutnya?
Adenosine 6mg I.V.
Amiodarone 300mg drip dalam 2 jam I.V.
Diltiazem 15mg I.V.
Kardioversi
Valsava Maneuver
Seorang laki-laki 67 tahun dibawa keluarganya dengan keluhan pingsan yang didahului dengan berdebar dan keringat dingin. Saat tiba di IGD, didapatkan GCS 456, TD 80/60. Akral teraba dingin.
Apa tindakan selanjutnya yang paling tepat?
Adenosine 6 mg I.V.
Amiodarone 150 mg dalam 30 - 60 menit I.V.
Kardioversi mulai 50 j
Kardioversi mulai 100 j
Defibrillasi
Obat apa saja yang dapat digunakan dalam algoritma bradikardia?
Atropine, Epinephrine, Dopamine
Atropine, Norepinephrine, Dopamine
Atropine, Lidocaine, Adenosine
Atropine, Epinephrine, Lidocaine
Semua jawaban salah
Seorang perempuan berusia 64 tahun datang dengan keluhan mudah capek dan pandangan sering gelap saat perubahan posisi dari duduk ke berdiri yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir. Pagi ini pasien tiba-tiba pingsan lalu dibawa ke IGD. Pemeriksaan awal menunjukkan TD 70 palpasi dan akral dingin. Langkah awal yang dapat dilakukan?
Menyiapkan transcutaneous pacing
Loading cairan kristaloid 500cc secepatnya
Memberikan atropine 0.5mg sambil menyiapkan transcutaneous pacing
Memberikan dopamine
Memberikan atropine 1mg sambil menyiapkan transcutaneous pacing
Apabila transcutaneous pacing tidak efektif untuk terapi akut bradikardi simtomatik, langkah selanjutnya yang paling tepat adalah
Menyiapkan temporary transvenous pacing
Memberikan dosis ulangan atropine
Menyiapkan permanent pacemaker
Memberikan pump dopamine atau epinephrine
Memulai CPR
Seorang laki-laki datang ke IGD dengan keluhan berdebar-debar selama 6 jam terakhir. Saat di IGD, pasien dengan TD 110/60 mmHg. Tidak didapatkan sesak napas. Akral hangat.
Apa langkah berikutnya yang paling tepat?
Digoxin I.V
Diltiazem I.V.
Amiodarone I.V.
Metoprolol I.V.
Synchronized Cardioversion
Seorang laki-laki usia 60 tahun datang dengan keluhan pingsan setelah mengalami diare selama satu minggu. Saat pasien datang di IGD, didapatkan TD 80/palpasi dan ECG seperti di atas.
Obat apa yang dapat diberikan sebagai bagian dari tata laksana pasien ini?
Amiodarone I.V.
Metoprolol I.V.
Diltiazem I.V.
Magnesium Sulfate
Bukan salah satu di atas
Seorang perempuan datang dengan keluhan pingsan berulang. Saat datang ke IGD, didapatkan pasien dengan TD 70 palpasi dan akral dingin. Apa langkah berikutnya yang paling tepat?
Synchronized cardioversion 50j
Synchronized cardioversion 100j
Synchronized cardioversion 200j
Synchronized cardioversion 360j
Defibrillation
Seorang laki-laki 78 tahun datang dengan keluhan mendadak berdebar disertai sesak napas sejak 2 jam yang lalu. Sebelumnya, pasien tidak mengalami keluhan seperti ini. Saat datang ke IG, didapatkan pasien dengan TD 70/60 mmHg. Apa langkah selanjutnya yang paling tepat?
Synchronized cardioversion 50j
Synchronized cardioversion 100j
Synchronized cardioversion 120 - 200j
Defibrillation
Medikamentosa
Seorang laki-laki 18 tahun datang dengan keluhan berdebar-debar sejak 2 jam yang lalu. Saat datang, didapatkan TD 100/70 mmHg dan tidak didapatkan tanda-tanda gangguan hemodinamik. Pasien mengatakan berat badannya 60 kg. Anda sudah mencoba melakukan vagal maneuver namun tidak berhasil. Adenosine tidak tersedia di RS Anda.
Apa langkah berikutnya yang paling tepat?
Mencoba kembali vagal maneuver sampai berhasil
Diltiazem 15mg I.V. pelan
Metoprolol 2.5mg I.V. pelan
Digoxin 0.5mg I.V. pelan
Amiodarone 150mg drip I.V.
Perempuan 56 tahun ke puskesmas dengan keluhan nyeri dada sejak 10 jam sebelum tiba di UGD saat menonton TV. Nyeri menjalar ke rahang bawah. Sejak 7 tahun yang lalu menderita hipertensi dan saat ini mendapat bisoprolol 2.5 mg. Ayah pasien juga menderita yang sama dan meninggal karena stroke. TD 150/100, nadi 60 teratur, batas kiri jantung bergeser ke kiri. Hasil lab CKMB 14, Troponin T positif. Pada pemeriksaan EKG didapatkan sinus bradikardi dan ST elevasi pada lead V1-V6, disertai pemanjangan PR interval. Apakah diagnosis paling mungkin?
STEMI
Angina pectoris stabil
Angina pectoris tidak stabil
Non STEMI
Infark miokard lama
Perempuan 56 tahun ke puskesmas dengan keluhan nyeri dada sejak 10 jam sebelum tiba di UGD saat menonton TV. Nyeri menjalar ke rahang bawah. Sejak 7 tahun yang lalu menderita hipertensi dan saat ini mendapat bisoprolol 2.5 mg. Ayah pasien juga menderita yang sama dan meninggal karena stroke. TD 150/100, nadi 60 teratur, batas kiri jantung bergeser ke kiri. Hasil lab CKMB 14, Troponin T positif. Pada pemeriksaan EKG didapatkan sinus bradikardi dan ST elevasi pada lead V1-V6, disertai pemanjangan PR interval. Apa kemungkinan pembuluh darah yang terlibat sehingga menyebabkan gangguan konduksi?
LAD
RCA
LCX
pDA
OMI
Seorang laki-laki usia 52 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada kiri seperti ditusuk, sesak napas, dada berdebar-debar, mual, muntah, dan tangan berkeringat dingin saat akan memimpin rapat di kantornya. Pada pemeriksaan fisik ditemukan tekanan darah 150/90 mmHg, nadi 118 kali/menit, RR 28 kali/menit, JVP 5-2 cmH20, BJ I-II normal, gallop (-), murmur (-), EKG ST Depresi di V1-V6. Pengobatan awal yang diberikan kepada pasien?
Albumin
Nifedipine
Nitrogliserin dan DAPT
Captopril
Oksigen
Seorang laki-laki usia 52 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada kiri seperti ditusuk, sesak napas, dada berdebar-debar, mual, muntah, dan tangan berkeringat dingin saat akan memimpin rapat di kantornya. Pada pemeriksaan fisik ditemukan tekanan darah 150/90 mmHg, nadi 118 kali/menit, RR 28 kali/menit, JVP 5-2 cmH20, BJ I-II normal, gallop (-), murmur (-), EKG ST Depresi di V1-V6. Pada kasus ini, bila hasil troponin pasien positif. Apakah diagnosis pasien?
STEMI
NSTEMI
UAP
STEMI ekuivalen
Wellen syndrome
Seorang laki-laki usia 52 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada kiri seperti ditusuk, sesak napas, dada berdebar-debar, mual, muntah, dan tangan berkeringat dingin saat akan memimpin rapat di kantornya. Pada pemeriksaan fisik ditemukan tekanan darah 150/90 mmHg, nadi 118 kali/menit, RR 28 kali/menit, JVP 5-2 cmH20, BJ I-II normal, gallop (-), murmur (-), EKG ST Depresi di V1-V6. Pada kasus ini, bila hasil troponin pasien positif. Pasien memiliki riwayat konsumsi tadalafil dalam waktu 27 jam SMRS. Apa obat yang tidak boleh diberikan pada pasien?
Aspirin
Clopidogrel
Bisoprolol
Nitrat
Nifedipin
Manakah obat di bawah ini yang merupakan pilihan anti-iskemia yang digunakan pada pasien ACS dengan riwayat konsumsi PDE5 inhibitor?
Nitrat
Bisoprolol
Ivabradine
Morfin
Trimetazidin
Tata laksana awal yang dilakukan <10 menit pada pasien STEMI di IGD, kecuali
Pasang akses intravena
Anamnesis dan pemeriksaan fisik yang singkat dan terarah
Berikan obat-obatan penyekat beta sebagai anti-iskemik
Lengkapi checklist fibrinolisis dan kontraindikasi
Cek vital sign, evaluasi saturasi, dan oksigen
Manakah di bawah ini jenis statin yang digunakan pada kasus ACS?
Simvastatin 20 mg
Atorvastatin 40 mg
Rosuvastatin 10 mg
Pitavastatin 4 mg
Simvastatin 10 mg
Tujuan utama pemberian statin pada kasus ACS adalah sebagai berikut, kecuali
Plaque stabilizer
Lipid lowering agent
Anti inflamasi
Improvement of endothelial dysfunction
Meningkatkan bioavailabilitas dari nitrit oksida
Pasien datang dengan keluhan nyeri dada khas angina yang muncul tiba-tiba saat sedang beristirahat 7 jam SMRS. Keluhan disertai dengan mual, muntah, dan keringat dingin. TD saat awal masuk adalah 80/50 mmHg. HR 110 bpm. RR 30 bpm, SPO2 97%. Dari hasil EKG 12 lead didapatkan ST Elevasi pada lead II, III, aVF dan ST Depresi pada I, aVL. Dari EKG posterior dan RV didapatkan ST Elevasi pada V3R dan V4R, V7-9 tidak ada ST Elevasi. Manakah pilihan di bawah ini pernyataan yang tepat mengenai tatalaksana yang dilakukan pada pasien?
Berikan oksigen, berikan nitrat sampai nyeri dada berkurang.
Berikan oksigen, berikan nitrat 5 mg SL sampai 3 x jika tidak membaik dilanjutkan dengan Nitrat IV, jika tetap nyeri setelah dosis maksimal dapat ditambahkan dengan morfin 2 mg IV.
Berikan oksigen, loading DAPT (aspirin dan clopidogrel) serta berikan ISDN.
Berikan oksigen, loading DAPT, lakukan fluid challenge test, jika tensi membaik lanjutkan pemberian cairan. Pemberian nitrat dilakukan secara hati-hati dan hanya setelah tekanan darah pasien membaik.
Berikan oksigen, jika pasien sudah mendapatkan ISDN SL di rumah namun masih nyeri saat sampai IGD, berikan ISDN IV.
Manakah di bawah ini yang tidak termasuk dalam tanda gagal jantung kanan?
Peningkatan JVP
Hepatomegali
Edema tungkai bawah
Efusi pleura
Sebutkan tanda dan gejala yang paling sering dari gagal jantung
Sesak napas saat beraktivitas
Sesak napas tiba-tiba muncul saat sedang tidur malam hari
Edema tungkai bawah
Semua pilihan benar
Sebutkan kondisi klinis “wet and warm” pada pasien gagal jantung
Pasien normal
Congestion
Hipoperfusi
Congestion dan hipoperfusi
Seorang laki-laki 57 tahun datang ke IGD dengan kondisi infark miokard akut dengan gejala hipotensi (85/54 mmHg), sesak napas (RR 32x/menit), dan juga perabaan akral yang dingin.
Kondisi tersebut termasuk klasifikasi Kilip kelas berapa?
Kilip kelas 1
Kilip kelas 2
Kilip kelas 3
Kilip kelas 4
Kondisi manakah di bawah ini yang termasuk kondisi shock kardiogenik?
Normal cardiac output, peningkatan filling pressure, peningkatan resistensi vaskular perifer
Normal cardiac output, penurunan filling pressure, penurunan resistensi vaskular perifer
Penurunan cardiac output, peningkatan filling pressure, peningkatan resistensi vaskular perifer
Penurunan cardiac output, penurunan filling pressure, penurunan resistensi vaskular perifer
Pasien laki-laki 42 tahun dengan kebiasaan merokok 1 bungkus per hari datang dengan keluhan utama sesak napas bila berjalan atau naik tangga sejak 1 bulan terakhir dan memberat 1 hari terakhir disertai asites dan edema pada kedua tungkai bawah. Pada tanda-tanda vital didapatkan: BP 94/50, HR 115x/menit, RR 28x/menit, SpO2 94% dengan udara bebas. Manakah pilihan obat inotropik atau vasopressor yang tepat?
Dopamin
Dobutamin
Norepinefrin
Vasopresin
Pasien laki-laki 42 tahun dengan kebiasaan merokok 1 bungkus per hari datang dengan keluhan utama sesak napas bila berjalan atau naik tangga sejak 1 bulan terakhir dan memberat 1 hari terakhir disertai asites dan edema pada kedua tungkai bawah. Pada tanda-tanda vital didapatkan: BP 94/50, HR 115x/menit, RR 28x/menit, SpO2 94% dengan udara bebas. Pada pemeriksaan foto thoraks dada didapatkan gambaran sebagai berikut. Sebutkan pilihan obat yang tepat yang dapat mengurangi keluhan sesak napas pasien
Furosemide 2x40 mg per oral dan evaluasi jumlah urin setiap jam
Furosemide tablet 2x40 mg dikombinasi spironolactone 1x25 mg peroral dan evaluasi jumlah urin setiap jam
Furosemide injeksi 40 mg (2 ampul) intravena dan evaluasi jumlah urin setiap jam
Furosemide pump 5 mg/jam intravena dan evaluasi jumlah urin setiap jam
Pasien laki-laki 42 tahun dengan kebiasaan merokok 1 bungkus per hari datang dengan keluhan utama sesak napas bila berjalan atau naik tangga sejak 1 bulan terakhir dan memberat 1 hari terakhir disertai asites dan edema pada kedua tungkai bawah. Pada tanda-tanda vital didapatkan: BP 94/50, HR 115x/menit, RR 28x/menit, SpO2 94% dengan udara bebas. Pemeriksaan laboratorium manakah yang dapat diminta untuk menunjang diagnosis?
NT proBNP
CKMB
Troponin I
Troponin T
Pasien laki-laki 65 tahun dengan DM tipe 2 diketahui mempunyai riwayat pemasangan stent sejak 2 tahun yang lalu. Pasien mengeluh sesak napas berulang dan dari pemeriksaan echocardiography didapatkan ejeksi fraksi <40%. Selain pemberian obat antiplatelet dan golongan statin, manakah obat di bawah ini yang perlu diberikan sebagai terapi jangka panjang untuk pasien tersebut?
ACE-I/ARB, digoxin, Loop diuretic
ACE-I/ARB, Beta blocker, mineralocorticoid antagonist
ARNI, beta blocker, mineralocorticoid antagonist, SGLT2-I
ARNI, beta blocker, loop diuretic, SGLT2-I
Pasien laki-laki 65 tahun dengan DM tipe 2 diketahui mempunyai riwayat pemasangan stent sejak 2 tahun yang lalu. Pasien mengeluh sesak napas berulang dan dari pemeriksaan echocardiography didapatkan ejeksi fraksi <40%. Pada TTV didapatkan BP 180/110, HR 120x/menit, RR 28x/menit, SpO2 94% udara bebas. Selain obat loop diuretik, obat apakah yang dapat diberikan pada kondisi pasien tersebut?
nitroglycerin IV pump 20mcg/min
Nicardipine IV pump 5 mg/jam
Diltizem IV pump 5 mg/jam
ISDN sublingual 5 mg
Superficial Femoralis Artery (SFA) adalah cabang dari pembuluh darah
Common Femoral Artery
Poplitea Artery
Iliac External Artery
Posterior Tibialis Artery
Berikut adalah pembuluh darah yang termasuk dalam kategori vena superficial
Vena Femoralis
Vena Poplitea
Vena Iliaca
Vena Saphena Magna
Vena Posterior Tibialis
Ankle Brachial Index (ABI) adalah
Hasil pengukuran TDS Arteri Tibialis Posterior distal dibandingkan dengan TDS Arteri Brachialis
Hasil pengukuran TDS Arteri Tibialis Posterior distal dibandingkan dengan TDS Arteri Tibialis Anterior
Hasil pengukuran TDS Arteri Brachialis dibandingkan dengan TDS Tibialis Posterior distal
Hasil pengukuran TDS Arteri Radialis dibandingkan dengan TDS Tibialis Posterior distal
Nilai Normal ABI adalah
Kurang dari 0.6
Di antara 0.9 dan 1.4
Di antara 0.6 dan 0.9
Lebih dari 1.4
Pasien dengan keluhan 6P (Pain, Pallor, Paresthesia, Paralysis, Poikilothermia, Pulseless), merupakan kondisi yang sering dijumpai pada pasien dengan diagnosa
Chronic Limb Threatening Ischemia
Acute Limb Ischemia
Deep Vein Thrombosis
Dead Limb
Pulmonary Emboli
Klasifikasi yang dipakai dalam diagnosis Acute Limb Ischemia adalah
Rutherford
Stanford
Wells
De Bakey
Pada pasien ALI dengan klasifikasi Rutherford-1, tatalaksana utama yang direkomendasikan adalah
Amputasi
Catheter Directed Thrombolysis
Bypass arteri
Antiplatelet
Tatalaksana utama Pulmonary Emboli dengan hemodinamik yang stabil adalah
Antikoagulan
Trombolitik
Antiplatelet
Cilostazol
Ardium
Jika pilihan terapi yang dipilih adalah trombolitik dengan streptokinase, maka dosis yang dipakai adalah
Streptokinase 1.5 juta unit diberikan dalam 30-60 menit
Streptokinase 250 ribu unit diberikan dalam 30 menit, dilanjutkan 100 ribu unit tiap jam selama 12 jam
Streptokinase 250 ribu unit diberikan dalam 30-60 menit
Streptokinase 1.5 juta unit diberikan dalam 30 menit, dilanjutkan 100 ribu unit tiap jam selama 12 jam
Pemeriksaan penunjang yang direkomendasikan pada pasien dengan kecurigaan emboli paru adalah
MRI
CT Scan
Doppler Ultrasound
D-dimer
Pet Scan
Setelah melakukan defibrilasi 200 J pada kasus ventrikel takikardi, apakah yang menjadi tahapan berikutnya?
Periksa nadi
Lanjutkan kompresi dan ventilasi selama 2 menit
Analisa irama
Epinephrine 1 amp injeksi I.V
Berapa rasio kompresi dan ventilasi saat melakukan CPR tanpa penggunaan advanced airway support seperti ETT?
15:2
30:2
20:1
10:2
Hal apakah yang terpenting yang dapat dilakukan saat menemukan pertama kali pasien dengan henti jantung mendadak karena aritmia malignan saat bertugas di rumah sakit?
Early defibrillation
Kompresi jantung yang efektif
Aktivasi code blue
Penggunaan obat-obatan resusitasi
Berapa dosis dopamin yang digunakan pada kasus bradikardia dengan kondisi hemodinamik tidak stabil?
5-20 mcg/kg/min infusion
2-8 mcg/kg/min infusion
5-10 mcg/kg/min infusion
1-5 mcg/kg/min infusion
Manakah pernyataan yang tepat mengenai kompresi jantung?
Kompresi yang kuat dan cepat
Pastikan recoil maksimal
Minimal interupsi
Semua pernyataan di atas benar
Indikasi untuk melakukan tindakan synchronized cardioversion
VT monomorfik pada pasien hemodinamik stabil
Irama jantung tanpa nadi
SVT dengan hemodinamik tidak stabil
VT polimorfik
Pilihan obat yang dipilih pada kondisi SVT dengan kondisi hemodinamik stabil
Epinephrine
Amiodarone
Atropine
Adenosin
Berapa dosis epinephrine yang digunakan saat henti jantung?
1 mg IV/IO setiap 3-5 menit
300 mg IV bolus
0.5-0.75 mg/Kg IV/IO
1 – 2 gram dilarutkan dengan PZ 10 cc bolus setiap 5 menit
Apakah pilihan obat pada kondisi wide complex tachycardia dengan pulse serta kondisi hemodinamik stabil?
Diltiazem
Sulfas atropine
Amiodarone
Epinephrine
Manakah di bawah ini yang benar terkait dengan gagal jantung
Downregulasi reseptor B1 dan B2
Downregulasi terutama pada reseptor B1 dengan perubahan sedikit pada reseptor B2
Downregulasi protein G dan reseptor B1 serta B2
Peningkatan simpanan norepinefrin miokardial
Fungsi baroreseptor yang intak
Berikut merupakan penyebab kor pulmonal kronis, kecuali:
Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD)
Emboli Paru berulang
Mitral Stenosis
Kiposkoliosis
Diuresis hemat kalium bekerja pada
Tubulus distal
Loop of henle
Cortical diluting segment
Semua pilihan benar
Dopamin bekerja pada semua reseptor berikut, kecuali:
A1
B2
B1
Dopaminergik
Edema dengan gejala PND lebih sering disebakan karena:
Gagal jantung kanan
Gagal jantung kiri
Gangguan renal
Anemia dan hipoproteinemia
Sebutkan tanda dan gejala paling sering dari gagal jantung
Sesak nafas saat beraktivitas
Sesak nafas tiba-tiba muncul saat sedang tidur malam hari
Edema tungkai bawah
Semua pilihan benar
Sebutkan kondisi klinis “cold and wet” pada pasien gagal jantung
Pasien normal
Kongesti
Hipoperfusi
Syok kardiogenik
Ascites pada gagal jantung terjadi akibat kondisi berikut, kecuali:
Hipertensi vena hepatika
Hipertensi vena peritoneal
Obstruksi limfatik
Protein losing enteropathy
Hipoperfusi ditandai dengan gejala berikut, kecuali:
Pulse pressure lebar
Ekstremitas dingin
Penurunan urine output
Gelisah atau perubahan kondisi mental
Berikut merupakan kondisi yang perlu diwaspadai bilamana mendapatkan pasien dengan gejala gagal jantung akut, kecuali:
Acute coronary Syndrome
Ventricular Septal Defect
Emboli Paru
Asidosis metabolik
Seorang lelaki 63 tahun dengan non-insulin-dependent DM, hipertensi, hiperlipidemia, dan CKD masuk rumah sakit dengan IMA Anterior onset 10 jam SMRS. Pasien kemudian dilakukan PPCI di cath lab dengan hasil yang baik. Terapi rutin diberikan. Pada hari ke-4 perawatan, pasien mengeluhkan nyeri dada dengan gambaran ECG Atrial Fibrilasi dengan HR 121 kali/menit. Tekanan darah 90/44 mmHg dengan keluhan sesak serta gelisah. Berikut merupakan tatalaksana lanjut yang Anda lakukan:
Procainamide
Lidokain
Amiodaron
Metoprolol tartrat
Kardioversi
Seorang perempuan berusia 24 tahun datang ke IGD dengan keluhan demam 5 hari disertai dengan sesak. Sebelumnya ia telah berobat dan didiagnosis sebagai infeksi virus kemudian dipulangkan. Lima bulan kemudian ia menjalani pemeriksaan kesehatan kantor. Tidak ada keluhan dan sesak selama pemeriksaan. Tekanan darah 96/50 mmHg, HR 71 kali/menit, dan RR 12 kali/menit. Tidak didapatkan peningkatan JVP maupun bengkak pada tungkai. Pemeriksaan batas jantung menunjukkan pembesaran jantung. Melalui pemeriksaan lanjutan didapatkan pasien dengan kardiomiopati dilatatif dengan EF 20%. Tidak didapatkan kelainan valvular. Berikut merupakan terapi yang Anda rekomendasikan pada pasien:
Mulai pemberian ACE-inhibitor, B-blocker, dan steroid
Mulai pemberian ACE-inhibitor dan B-blocker
Mulai pemberian ACE-inhibitor, B-blocker, diuretik, dan digoksin
Mulai pemberian ACE-inhibitor, B-blocker, diuretik, dan spironolakton
Gejala terkompensasi, tidak perlu terapi lanjutan.
