wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS SPO S1 AJ

Total questions: 66

Worksheet time: 50mins

Name
Class
Date
1.

Pelepasan bahan obat langsung pada lokasi reseptor tertentu pada organ atau jaringan adalah

a)

Delayed Release

b)

Controlled Release

c)

Prolonged Release

d)

Site-specific release

e)

Receptor release

2.

Dalam mendesain bentuk sediaan lepas terus menerus yang berdasarkan disolusi, kecepatan pelepasan obat dapat dilakukan dengan menurunkan kecepatan disolusi. Hal tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara. Cara mana yang dapat membantu hal tersebut?

a)

Memasukkan obat dalam matrik larut segera

b)

Menggunakan HPMC sebagai penyalut

c)

Menggunakan PVP sebagai penyalut

d)

Mengecilkan ukuran partikel obat

e)

Menyalut obat dalam salut larut cepat

3.

Seorang formulator mendesain suatu sediaan tablet oral. Sebagian zat aktif disalut dengan salut enteric dan sisanya tidak. Setelah dicampur dengan eksipien, massa dicetak. Di mana lokasi tablet akan larut?

a)

Di lambung saja

b)

Di lambung dan usus halus

c)

Di usus halus saja

d)

Di lambung dan kolon

e)

Di kolon saja

4.

Bentuk sediaan pelepasan terus menerus ada yang didasarkan atas difusi. Difusi merupakan gerakan massa dari molekul karena ada gerakan molekuler dari molekul sepanjang gradient konsentrasinya. Hukum apa yang memformulasikan persamaan mengenai hal tersebut?

a)

Archimedes

b)

Einstein

c)

Fick’s I

d)

Newton

e)

Stokes

5.

Sistem pelepasan terus-menerus (sustained) dapat dibuat dengan menempatkan zat aktif dalam sediaan inti yang dikelilingi oleh membran polimer. Mekanisme pelepasan obat berdasarkan difusi. Apa sifat membran polimer yang dibutuhkan?

a)

Absorptif

b)

Aditif

c)

Adsorptif

d)

Degradabel

e)

Inert

6.

Di bawah ini tentang pembuatan sediaan mikroenkapsulasi dengan teknik koaservasi adalah, kecuali

a)

Dengan cara dripping

b)

Menggunakan gelatin

c)

Menggunakan lipid sebagai crosslinker

d)

Menggunakan crosslinker

e)

Di akhir proses dilakukan washing

7.

Sistem mukoadhesif bisa meningkatkan performance sistem penghantaran obat dengan mekanisme di bawah ini, kecuali

a)

Melokalisasi pada daerah tertentu dari GI tract

b)

Meningkatkan kontak yang erat antara sediaan dengan tempat absorbsi

c)

Mempercepat waktu tinggal sediaan dalam GI tract

d)

Meningkatkan konsentrasi obat pada tempat absorbsi/ adhesi

e)

Mencegah sediaan diencerkan atau degradasi oleh sekresi GI

8.

Di bawah ini merupakan mekanisme enhancer, kecuali

a)

Meningkatkan koefisien partisi obat untuk meningkatkan pelepasan dari pembawa ke dalam kulit.

b)

Meningkatkan aktivitas termodinamika obat bila enhancer berfungsi sebagai kosolven,

c)

Penurunan difusi obat dengan mengkondisi stratum korneum misalnya dengan hidrasi

d)

Meningkatkan penetrasi dengan establishing reservoir obat dalam stratum corneum

e)

Meningkatkan permeabilitas kulit terhadap obat yang melewati kulit dengan perubahan stratum corneum yang reversibel.

9.

Di bawah ini terkait dengan Surfaktan, kecuali

a)

Surfaktan terdapat dalam beberapa sediaan obat dan kosmetik

b)

Surfaktan ditambahkan pada formula untuk meningkatkan kelarutan bahan yang lipofil, dan juga berkemampuan untuk melarutkan lipid dalam stratum corneum

c)

Terdiri dari alkyl yang lipofilik atau rantai lemak aryl, bersama dengan grup hidrofilik

d)

Surfaktan anionik misal sodium lauryl sulphate (SLS), surfaktan kationik misal cetyl trimethyl ammonium bromide, surfaktan non ionik dan surfaktan zwitter ion contoh dodecyl betain

e)

Surfaktan efektif dengan konsentrasi kurang dari 10%

10.

Di bawah ini metode enkapsulasi yang bisa menghasilkan ukuran partikel terkecil adalah

a)

Koaservasi

b)

Prilling

c)

Resinate

d)

Absorption of porous solid support

e)

Polymeric submicronic capsules

11.

Di bawah ini metode enkapsulasi yang sangat dipengaruhi oleh tekanan dan pengadukan/shear adalah

a)

Koaservasi

b)

Prilling

c)

Resinate

d)

Absorption of porous solid support

e)

Polymeric submicronic capsules

12.

Keuntungan dari sediaan effervescent adalah, kecuali

a)

Perlu kemasan khusus

b)

Pemakaiannya lebih mudah dan nyaman

c)

Dapat mengakomodasi obat dalam dosis besar

d)

Onset of actionnya cepat

e)

Rasanya lebih enak

13.

Di bawah ini sumber asam yang digunakan untuk pembuatan sediaan tablet effervescent, kecuali

a)

Asam Sitrat

b)

Asam Malat

c)

Asam Askorbat

d)

Asam Klorida

e)

Asam Nikotinat

14.

Di bawah ini merupakan metode untuk pembuatan liposom, kecuali

a)

Vortexing (Hydration)

b)

Sonication

c)

Ethanol injection

d)

Extrusion

e)

Cholic acid removal

15.

Di bawah ini makromolekul biologis yang berfungsi untuk pengobatan diabetes adalah

a)

Superoxide desmutase liposomal

b)

Insulin

c)

Interferon

d)

Antibodies

e)

Biopolymers

16.

Sistem penghantaran obat yang terdiri dari surfaktan non-ionik dan distabilkan dengan kolesterol adalah

a)

Liposom

b)

Niosom

c)

Fitosom

d)

Transfersome

e)

Nanoemulsi

17.

Di bawah ini pernyataan yang benar tentang vaginal drug delivery system adalah

a)

Ditujukan terutama untuk terapi lokal di colon (Inflamatory bowel disease, kanker colon)

b)

Bisa juga untuk tempat absorpsi untuk penghantaran obat secara sistemik

c)

Prolonged residence time (30-40 jam)

d)

Relatively high enzyme

e)

Melalui first pass effect

18.

Dibawah ini merupakan keuntungan dari oral drug delivery system adalah, kecuali

a)

Patient acceptability and compliance

b)

Poor blood supply

c)

Prolonged retention

d)

Commercial advantages

e)

Large surface area

19.

Variabel yang menentukan pelepasan sediaan oral yang dimodifikasi adalah, kecuali

a)

Kemungkinan peruraian secara kimia karena perubahan pH sepanjang saluran cerna

b)

Pengaruh pengosongan lambung

c)

Ketergantungan pada makanan

d)

Memiliki kelarutan yang sangat tinggi

e)

Dosis obat

20.

Berikut adalah faktor yang mempengaruhi terbentuknya inklusi siklodekstrin, kecuali

a)

Jenis CD

b)

Derajat substitusi CD

c)

Adanya aditif

d)

Metode pembuatan

e)

Pengadukan

21.

Manakah pernyataan yang paling tepat tentang nanosuspensi dalam konteks farmasetika?

a)

Dispersi kolloid partikel nano berukuran 10–50 nm

b)

Emulsi makro dengan droplet lebih dari 1 µm

c)

Dispersi partikel sub-mikron berukuran 100–1000 nm

d)

Larutan sejati molekul terlarut di bawah 10 nm

22.

Pernyataan mana yang benar tentang istilah "sub-mikron" dalam nanosuspensi?

a)

Mengacu pada droplet emulsi makro di atas 1000 nm

b)

Mengacu pada partikel 100–1000 nm dalam diameter

c)

Mengacu pada partikel 1–10 µm ukuran rata-rata

d)

Mengacu pada partikel lebih kecil dari 10 nm

23.

Gambar berikut merupakan hasil SEM yang menunjukkan partikel kecil dari "Ibuprofen-PVP nanocrystals". Manfaat utama pembentukan nanokristal untuk ibuprofen yang sukar larut air adalah apa?

a)

Meningkatkan ukuran partikel demi kestabilan fisik

b)

Menghilangkan kebutuhan formulasi dan pengolahan

c)

Menurunkan bioavailabilitas sistemik secara signifikan

d)

Meningkatkan bioavailabilitas dan kecepatan disolusi

24.

Dalam konteks nanosuspensi, apa alasan utama kenaikan laju disolusi menurut persamaan Noyes–Whitney?

a)

Penurunan V karena suhu T lebih tinggi

b)

Kenaikan h karena lapisan difusi menjadi tebal

c)

Kenaikan D akibat perubahan bobot jenis ρ

d)

Kenaikan S karena luas permukaan partikel lebih besar

25.

Manakah pernyataan yang paling tepat terkait dampak peningkatan luas permukaan spesifik pada laju disolusi obat yang sukar larut?

a)

Hanya memengaruhi obat sangat larut

b)

Tidak memengaruhi laju disolusi

c)

Menurunkan laju disolusi obat

d)

Menaikkan laju disolusi obat

26.

Pada grafik konsentrasi darah rata-rata vs waktu, profil nanosuspensi dibandingkan konvensional menunjukkan apa terkait bioavailabilitas?

a)

AUC lebih rendah pada nanosuspensi

b)

Eliminasi lebih panjang pada konvensional

c)

Tmax lebih lambat pada nanosuspensi

d)

Cmax lebih tinggi pada nanosuspensi

27.

Untuk obat dengan kelarutan air < 10 mg/mL, apa keuntungan utama proses nanosuspensi dalam hal pembuatan?

a)

Hanya cocok untuk larut tinggi

b)

Tidak dapat dilakukan sama sekali

c)

Relatif mudah diaplikasikan

d)

Membutuhkan peralatan sangat kompleks

28.

Bentuk sediaan apa yang dapat dikembangkan dari nanosuspensi untuk penggunaan klinis, termasuk produk steril?

a)

Suppositoria eksklusif

b)

Patch transdermal saja

c)

Suspensi injeksi steril

d)

Tablet dan kapsul

29.

Pernyataan mana yang paling tepat tentang ketidakstabilan termodinamika pada nanosuspensi?

a)

Interfacial tension tidak memengaruhi pertumbuhan kristal

b)

Luas permukaan besar menaikkan tegangan antarmuka

c)

Ukuran partikel besar mempercepat aglomerasi

d)

Luas permukaan kecil menurunkan energi bebas

30.

Persamaan dG = dA·γ pada teori nanosuspensi menyiratkan apa?

a)

Aglomerasi berhenti ketika dA meningkat

b)

Tegangan antarmuka tidak terkait dengan luas permukaan

c)

Energi bebas berbanding lurus luas permukaan dan tegangan

d)

Energi bebas menurun saat ukuran partikel mengecil

31.

Tujuan utama proses media milling dalam formulasi nanokristal obat adalah...

a)

Melarutkan obat sepenuhnya dalam pelarut

b)

Meningkatkan viskositas suspensi tanpa perubahan ukuran

c)

Menggabungkan partikel menjadi agregat besar

d)

Mengurangi ukuran kristal obat secara mekanik

32.

Pernyataan yang benar mengenai perbedaan microfluidization dibanding homogenisasi tekanan tinggi konvensional adalah...

a)

Mengandalkan pengeringan semprot untuk mengecilkan partikel

b)

Mengurangi tekanan untuk menghindari kavitasi sama sekali

c)

Menggunakan mikrosaluran untuk menghasilkan tegangan geser tinggi

d)

Menggunakan bola keramik sebagai media tumbuk utama

33.

Komponen apa yang terlihat pada skema media milling yang berperan mempertahankan media di dalam ruang penggilingan?

a)

Coolant untuk pendinginan

b)

Re-circulation chamber

c)

Screen retaining milling media

d)

Motor penggerak utama

34.

Pada high pressure homogenization, mekanisme utama yang berkontribusi mengecilkan ukuran partikel adalah apa?

a)

Difusi pasif tanpa tekanan

b)

Pemanasan bertahap 70–90 °C

c)

Pengadukan lambat kontinu

d)

Kavitasi dan gaya geser simultan

35.

Perhatikan skema microfluidization. Komponen yang secara langsung menciptakan tekanan sangat tinggi sebelum fluida masuk interaction chamber adalah apa?

a)

Outlet dengan kontrol aliran

b)

Pressure gauge indikator

c)

Cooling jacket eksternal

d)

Pompa bertekanan piston

36.

Pada metode solvent–antisolvent, langkah kunci yang menimbulkan nukleasi partikel adalah apa?

a)

Mencampur larutan obat dengan antisolvèn

b)

Menarik vakum pada cooling jacket

c)

Menaikkan tekanan hingga 23,000 psi

d)

Melewatkan suspensi melalui piston

37.

Pada proses supercritical fluid, CO2 sebagai SCF digunakan bersama larutan polimer dan disemprot melalui nozzle ke dalam precipitation vessel. Tujuan utama tahap ini adalah…

a)

mengendapkan partikel dari larutan polimer

b)

menaikkan viskositas larutan pelarut

c)

mengurangi tekanan pompa volumetrik

d)

mengganti antisolvent dengan nitrogen

38.

Dalam skema solvent–antisolvent, larutan obat diteteskan ke dalam antisolvent sambil disonikasi. Mekanisme terbentuknya partikel terutama karena…

a)

sublimasi pelarut bertekanan

b)

polimerisasi radikal bebas

c)

degradasi termal dan pirolisis

d)

supersaturasi dan nukleasi cepat

39.

Pada proses bottom-up, kombinasi O/W emulsion–solvent evaporation bertujuan menghasilkan partikel…

a)

dari dehidrasi gel hidrofilik

b)

melalui penggilingan mekanik kuat

c)

dengan sintering pada suhu tinggi

d)

dari fase organik yang menguap pelarut

40.

Keunggulan umum menggunakan SCF CO2 dibanding pengeringan semprot untuk obat sensitif panas adalah…

a)

tekanan operasi selalu atmosferik

b)

menghilangkan kebutuhan antisolvent sama sekali

c)

droplet lebih besar dan tidak homogen

d)

temperatur proses lebih rendah dan ramah pelarut

41.

Apa definisi microsphere dalam farmasi?

a)

Larutan homogen obat dalam pelarut organik

b)

Kristal padat obat tanpa matriks penyangga

c)

Partikel sferis berisi obat pada matriks polimer

d)

Agregat serat polimer berisi udara dan air

42.

Rentang ukuran partikel microspheres yang umum digunakan adalah

a)

0,1–10 µm

b)

1–1000 µm

c)

10–10.000 nm

d)

0,5–5 mm

43.

Manfaat microspheres yang paling langsung meningkatkan kadar obat yang mencapai sirkulasi sistemik adalah

a)

Mengikat obat toksik

b)

Memperbaiki bioavailabilitas

c)

Mengurangi viskositas larutan

d)

Menstabilkan estetika sediaan

44.

Pernyataan yang tepat mengenai pelepasan obat dari microspheres adalah

a)

Hanya pelepasan cepat tanpa kendali

b)

Dapat menghasilkan pelepasan terkendali dan terarah

c)

Selalu menyebabkan pelepasan nol-order

d)

Tidak mempengaruhi profil pelepasan obat

45.

Metode mana yang mengandalkan proses pengeringan partikel melalui atomisasi?

a)

Supercritical fluid untuk pengendapan partikel

b)

Ionotropic gelation untuk jaringan mukosa

c)

Spray drying dengan proses atomisasi

d)

Emulsification menggunakan fase minyak-air

46.

Pasangan mana yang paling tepat menggambarkan tujuan ionotropic gelation?

a)

Mengeringkan suspensi dengan semprotan panas

b)

Membentuk gel melalui interaksi ionik polimer

c)

Membangun emulsi stabil dua fase cair

d)

Mengendapkan partikel dengan fluida superkritis

47.

Pernyataan yang paling tepat tentang chitosan sebagai polimer adhesif adalah apa?

a)

Tidak larut pada larutan asam encer

b)

Adhesif dan cocok untuk penghantaran mukosa

c)

Bersifat toksik pada semua jaringan mukosa

d)

Hanya digunakan pada sistem intravena

48.

Pada spray drying, komponen mana yang bertugas mengubah umpan cair menjadi droplet halus sebelum pengeringan?

a)

Cyclone di bagian bawah kolom

b)

Drying chamber silinder tinggi

c)

Atomizer di bagian atas kolom

d)

Dry particles collector wadah akhir

49.

Urutan aliran utama pada proses spray drying yang benar adalah?

a)

Liquid feed → atomizer → drying chamber → cyclone → kolektor

b)

Liquid feed → cyclone → drying chamber → atomizer → kolektor

c)

Atomizer → liquid feed → kolektor → drying chamber → exhaust

d)

Drying gas → cyclone → atomizer → kolektor → exhaust

50.

Fungsi cyclone pada spray drying digunakan sebagai?

a)

Pemanas gas pengering bertekanan tinggi

b)

Tangki penyimpanan umpan cair

c)

Pemisah partikel kering dari gas buang

d)

Nozzle untuk atomisasi larutan

51.

Pada skema Supercritical Fluid Precipitation, di mana terbentuk partikel padat dari larutan jenuh?

a)

Di unit Powder Recovery sebelum nozzle

b)

Di Mixing Chamber sebelum pelarut masuk

c)

Di Nozzle dalam Chamber presipitasi

d)

Di pipa gas keluar menuju lingkungan

52.

Komponen apa yang berperan mencampurkan pelarut dengan fluida superkritis hingga menghasilkan solusi jenuh?

a)

Mixing Chamber dengan dua inlet

b)

Gas outlet pada sisi kanan

c)

Nozzle di atas Chamber presipitasi

d)

Powder Recovery unit silindris

53.

Pernyataan mana yang benar terkait rentang nilai HLB untuk emulgator O/W?

a)

HLB 4–8 lebih cocok O/W emulsification

b)

HLB 12–15 untuk defoaming aqueous systems

c)

HLB 8–18 lebih cocok O/W emulsification

d)

HLB 1–3 khusus wetting and spreading

54.

Emulgator dengan bagian hidrofilik dominan cenderung membentuk tipe emulsi apa?

a)

O/W dengan minyak sebagai fase terdispersi

b)

Gel koaservat tanpa fase terdispersi

c)

W/O dengan air sebagai fase terdispersi

d)

Suspensi padat dalam fluida nonpolar

55.

Keunggulan utama metode ionotropic gelation ?

a)

Bekerja pada suhu ruang, proses mudah, cepat, murah

b)

Suhu ruang stabil, prosedur panjang, cepat, sangat mahal

c)

Butuh pendinginan ekstrem, kontrol sulit, sangat cepat, mahal

d)

Memerlukan pemanasan tinggi, langkah kompleks, lambat, mahal

56.

Dalam setup aerosol, komponen mana yang mengontrol tekanan udara untuk menghasilkan semprotan TPP yang konsisten?

a)

Bejana pengumpul mikrosfer di bawah

b)

Regulator tekanan udara di bagian atas sistem

c)

Nozel semprot pada ujung larutan

d)

Pompa peristaltik yang mendorong cairan

57.

Pernyataan mana yang paling tepat mengenai peran pompa peristaltik dalam proses aerosolisasi TPP?

a)

Mencuci endapan dengan aquadem setelah sentrifugasi

b)

Meningkatkan ukuran mikrosfer melalui agitasi

c)

Mengatur suhu ruang di dalam bejana reaksi

d)

Mengalirkan larutan TPP ke nozel secara terukur

58.

Tujuan utama penggunaan freeze-drying pada -80°C selama 30 jam dalam produksi mikrosfer adalah apa?

a)

Meningkatkan kecepatan difusi partikel dalam mukus

b)

Menghilangkan pelarut sambil mempertahankan struktur pori mikrosfer

c)

Mencegah adsorpsi mukin pada permukaan partikel

d)

Menurunkan pH larutan menuju nilai fisiologis

59.

Berdasarkan citra SEM, bagaimana karakter umum morfologi mikrosfer ?

a)

Kristal jarum homogen dengan ukuran seragam

b)

Bentuk sfera multipel dengan ukuran bervariasi dan aglomerasi

c)

Lembaran datar berpori tanpa aglomerasi

d)

Kubus bersegi dengan permukaan halus

60.

Manakah implikasi morfologi yang paling mungkin terhadap interaksi dengan mukus bila terlihat aglomerasi partikel pada SEM?

a)

Adhesi menurun karena permukaan menjadi lebih licin

b)

Penetrasi meningkat karena ukuran efektif lebih kecil

c)

Difusi berkurang karena steric hindrance pada jaring mukin

d)

Klarifikasi lebih lambat karena partikel menjadi lebih netral

61.

Dalam skema interaksi partikel–mukus, partikel berdiameter >1000 nm cenderung apa?

a)

Tertahan di lapisan luminal karena hambatan sterik mukin

b)

Menyusup cepat hingga mencapai epitel dan menembus

c)

Diterapkan sebagai non-adhesif sehingga bebas difusi

d)

Terbawa keluar sangat cepat oleh clearance awal

62.

Partikel berukuran 200–500 nm yang non-adhesif akan menunjukkan perilaku apa dalam mukus?

a)

Difusi relatif cepat dan dapat mencapai lapisan epitel

b)

Menempel kuat pada mukin sehingga lambat berpindah

c)

Langsung diinternalisasi sel tanpa melalui mukus

d)

Selalu terperangkap di lumen luar tanpa bergerak

63.

Apa konsekuensi utama dari mekanisme clearance mukus terhadap partikel yang telah mencapai permukaan epitel?

a)

Semua partikel menjadi lebih adhesif dan bertahan lama

b)

Partikel yang kecil akan selalu tetap berada di mukus

c)

Clearance hanya mempengaruhi partikel berukuran >1000 nm

d)

Partikel yang tidak menembus akan secara progresif terhapus dari lokasi mukosal

64.

Dalam mekanisme cross-linking chitosan–TPP, pasangan interaksi utama yang terbentuk adalah antara:

a)

Rantai asetat bebas dan kation amonium

b)

Amina netral chitosan dan molekul air

c)

Amina terprotonasi chitosan dan anion fosfat TPP

d)

Gugus hidroksil chitosan dan kation natrium TPP

65.

Pada proses gelasi ionik, apa peran utama Sodium Tripolyphosphate (TPP) terhadap chitosan?

a)

Mengendapkan EGCG dari larutan berair

b)

Menghidrolisis rantai chitosan menjadi monomer

c)

Bertindak sebagai surfaktan nonionik penstabil

d)

Membentuk ikatan silang elektrostatik dengan amina

e)

Mengoksidasi gugus hidroksil pada chitosan

66.

Kombinasi manfaat Poloxamer 188 yang paling berkontribusi pada stabilitas suspensi adalah?

a)

Pengurangan entrapment dan pengurangan ukuran

b)

Peningkatan jumlah partikel tetapi PDI naik

c)

Penurunan ukuran disertai peningkatan agregasi

d)

Pencegahan agregasi dan penurunan PDI

e)

Peningkatan entrapment tanpa pengaruh pada PDI