NEW
Font size
Worksheets2.6 Imunodefisiensi & Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dew
Total questions: 66
Worksheet time: 33mins
Packed Red Cell (PRC) disimpan pada suhu ?
-80 °C
-20 °C
20–24 °C
Suhu ruang
2–6 °C
Seorang bayi laki-laki usia 6 bulan mengalami diare kronik, kandidiasis mulut, ruam kulit, dan gagal tumbuh. Pemeriksaan menunjukkan defisiensi fungsi sel T dan B. Thymus normal. Terapi definitif yang paling tepat adalah ?
Antibiotik jangka panjang
Transplantasi sumsum tulang
Pemberian imunoglobulin eksogen berkala
Isolasi lingkungan steril
Terapi hormon timus seumur hidup
Seorang anak laki-laki 4 tahun sering mengalami sinusitis berulang. Pemeriksaan? tidak ada tonsil/limfonodus, B-cell sangat sedikit, tetapi uji hipersensitivitas kulit (sel T) normal. Diagnosis yang paling mungkin adalah ?
Agammaglobulinemia X-linked
Hipogamaglobulinemia transien
Severe Combined Immunodeficiency (SCID)
Wiskott–Aldrich Syndrome
Defisiensi IgA selektif
Wanita 21 tahun dengan riwayat pembengkakan submukosa dan subkutan berulang pada saluran napas & GI. Pemeriksaan? kadar C1 inhibitor <5% nilai normal. Diagnosis paling tepat adalah ?
Sindrom DiGeorge
Hereditary angioedema
Imunodefisiensi akibat malnutrisi
Paroxysmal nocturnal hemoglobinuria
Wiskott–Aldrich Syndrome
Pria 24 tahun datang dengan demam, batuk, keringat malam, kandidiasis oral, dan sesak. Pemeriksaan? CD4 = 60/μL. Diagnosis paling sesuai adalah ?
Penyakit autoimun dengan pneumonia
Pneumonia bakterial murni
HIV/AIDS dengan kemungkinan TB oportunistik
Hipersensitivitas pneumonitis
Tuberkulosis paru primer
Bayi baru lahir menunjukkan tetani akibat hipokalsemia, disertai kelainan jantung kongenital. Seiring waktu, ia mengalami infeksi berulang akibat virus, bakteri, dan jamur. Temuan yang paling sesuai adalah ?
Aplasia timus kongenital (DiGeorge Syndrome)
Defisiensi IgA selektif
Wiskott–Aldrich Syndrome
SCID
Chronic Granulomatous Disease
Seorang anak laki-laki 3 tahun mengalami abses kulit berulang, pneumonia, dan infeksi oleh Staphylococcus aureus serta jamur katalase-positif. Uji nitroblue tetrazolium (NBT) menunjukkan hasil abnormal. Penyakit yang paling sesuai adalah ?
Severe Combined Immunodeficiency (SCID)
Wiskott–Aldrich Syndrome
Chronic Granulomatous Disease (CGD)
Defisiensi IgA selektif
Sindrom DiGeorge
Seorang anak laki-laki 5 tahun dengan riwayat eksem kronis, perdarahan akibat trombositopenia, dan infeksi berulang. Pemeriksaan? IgM rendah, IgA dan IgE tinggi. Diagnosis paling tepat adalah ?
Ataxia Telangiectasia
Defisiensi IgA selektif
Wiskott–Aldrich Syndrome
SCID
HIV
Seorang pasien dewasa sering mengalami infeksi sinus dan paru berulang. Ia juga memiliki diare kronis karena giardiasis. Pemeriksaan imunologi menunjukkan kadar IgA sangat rendah, sementara IgG dan IgM normal. Diagnosis paling mungkin adalah ?
Defisiensi IgG sekunder
Defisiensi IgA selektif
Hipogamaglobulinemia transien
SCID
Wiskott–Aldrich Syndrome
Seorang anak perempuan sering mengalami infeksi kulit dengan Staphylococcus aureus, disertai abses dingin tanpa tanda inflamasi. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar IgE sangat tinggi. Diagnosis yang paling tepat adalah ?
Chronic Granulomatous Disease
Job Syndrome (Hyper IgE Syndrome)
Defisiensi IgA selektif
SCID
Ataxia Telangiectasia
Seorang pria 50 tahun dengan riwayat diabetes mellitus sering mengalami infeksi kulit berulang. Pemeriksaan menunjukkan leukosit normal, kadar imunoglobulin normal, namun fungsi neutrofil terganggu. Mekanisme imunodefisiensi yang terjadi adalah ?
Defisiensi primer sel T
Defisiensi primer sel B
SCID
Defisiensi IgA selektif
Imunodefisiensi sekunder akibat penyakit metabolik
Menurut klasifikasi umum, imunodefisiensi primer dapat dibagi menjadi ?
Defisiensi sel T, defisiensi komplemen, defisiensi NK, autoimun
Defisiensi antibodi sekunder, defisiensi autoimun, defisiensi metabolik, defisiensi nutrisi
Defisiensi antibodi, defisiensi hormon timus, defisiensi hematopoietik, defisiensi imun sekunder
Defisiensi genetik, defisiensi infeksius, defisiensi lingkungan
Defisiensi sel B, defisiensi sel T, defisiensi kombinasi, defisiensi fagosit, defisiensi komplemen
Defisiensi komplemen yang paling sering berhubungan dengan risiko meningitis meningokokus adalah ?
Defisiensi C1q
Defisiensi C2
Defisiensi C3
Defisiensi C5–C9
Defisiensi faktor H
Pemeriksaan Nitroblue Tetrazolium (NBT) digunakan untuk menilai ?
Fungsi sel T helper
Fungsi sel B menghasilkan antibodi
Fungsi fagosit menghasilkan burst oksidatif
Aktivitas komplemen klasik
Kadar imunoglobulin serum
Ataxia telangiectasia merupakan imunodefisiensi primer yang ditandai oleh ?
Mutasi BTK => kegagalan maturasi sel B
Mutasi ATM => defek perbaikan DNA + ataksia + telangiektasis
Mutasi IL2RG => gangguan sel T dan NK
Defisiensi C1 inhibitor => edema herediter
Mutasi STAT3 => hiper IgE syndrome
Berikut yang termasuk penyebab imunodefisiensi sekunder, kecuali ?
Infeksi HIV
Malnutrisi
Diabetes mellitus
Kemoterapi sitotoksik
Mutasi genetik BTK
Pasien dengan kadar total IgG normal tetapi sering mengalami infeksi saluran napas berulang mungkin memiliki ?
Defisiensi IgA selektif
Defisiensi subkelas IgG
Agammaglobulinemia X-linked
SCID
Defisiensi komplemen C3
Ciri khas Leukocyte Adhesion Deficiency (LAD) adalah ?
Peningkatan IgE dan abses dingin
Tidak terbentuk nanah pada infeksi
Hipokalsemia + aplasia timus
Defisiensi C1 inhibitor
Trombositopenia + eksem
Defisiensi C3 pada sistem komplemen akan menyebabkan ?
Peningkatan risiko lupus eritematosus sistemik (LES)
Peningkatan risiko infeksi meningokokus
Defisiensi autoantibodi regulator
Peningkatan IgM abnormal
Peningkatan infeksi oleh bakteri piogenik berulang
Pemeriksaan laboratorium yang paling mendukung diagnosis SCID adalah ?
Kadar IgE sangat tinggi
Kadar C1 inhibitor <5%
Hasil NBT abnormal
Adanya autoantibodi antinuklear (ANA)
Jumlah limfosit T dan B sangat rendah
Terapi suportif utama untuk pasien dengan defisiensi antibodi primer (misalnya X-linked agammaglobulinemia) adalah ?
Transplantasi hati
Pemberian imunoglobulin intravena (IVIG) berkala
Terapi insulin jangka panjang
Antibiotik tunggal seumur hidup
Kemoterapi sitotoksik
Ciri khas imunodefisiensi primer dibandingkan sekunder adalah ?
Disebabkan oleh infeksi HIV
Disebabkan oleh terapi sitotoksik
Disebabkan oleh kelainan genetik kongenital
Disebabkan oleh malnutrisi
Disebabkan oleh diabetes mellitus
Pemeriksaan ANA (antinuclear antibody) biasanya digunakan untuk ?
Menegakkan diagnosis penyakit autoimun (misalnya lupus)
Menentukan kadar IgA
Menentukan kadar IgM
Menegakkan diagnosis SCID
Menilai fungsi fagosit
Pada Chediak–Higashi syndrome, kelainan utama adalah ?
Defek fusi lisosom dengan fagosom
Gangguan adhesi leukosit ke endotel
Defek produksi burst oksidatif
Defisiensi C1q
Defisiensi IgA
Pilihan terapi definitif untuk pasien dengan Severe Combined Immunodeficiency (SCID) adalah ?
Antibiotik profilaksis seumur hidup
Pemberian IVIG saja
Transplantasi sumsum tulang hematopoietik
Steroid jangka panjang
Terapi vitamin D
Prognosis imunodefisiensi primer umumnya bergantung pada ?
Jenis defek imun dan kecepatan diagnosis serta terapi
Jenis makanan pasien
Status sosial ekonomi saja
Adanya antibodi autoimun
Umur pasien saat lahir
Defisiensi Properdin, komponen jalur alternatif komplemen, akan meningkatkan risiko infeksi terutama oleh ?
Streptococcus pneumoniae
Haemophilus influenzae
Neisseria meningitidis
Staphylococcus aureus
Candida albicans
Pemeriksaan flow cytometry paling berguna untuk ?
Mengukur aktivitas burst oksidatif neutrofil
Menentukan jumlah subpopulasi limfosit T, B, dan NK
Menentukan kadar imunoglobulin serum
Menentukan aktivitas komplemen
Mendeteksi antibodi autoimun
Salah satu pendekatan terbaru untuk terapi SCID adalah ?
Terapi insulin
Terapi gen untuk memperbaiki mutasi genetik
Transplantasi hati
Pemberian steroid
Pemberian vaksin hidup
Defisiensi MBL biasanya bermanifestasi sebagai ?
Infeksi virus kronis
Reaksi autoimun sistemik
Abses kulit berulang
Imunodefisiensi berat sejak lahir
Infeksi ringan berulang pada masa kanak-kanak, namun sering membaik setelah dewasa
Komplikasi jangka panjang yang sering terjadi pada pasien dengan imunodefisiensi primer adalah ?
Hipertensi esensial
Infertilitas
Peningkatan risiko autoimun dan keganasan
Katarak senilis
Penyakit arteri koroner
Bayi 18 bulan mendapat imunisasi BCG, DPT, Hepatitis B, dan kini akan imunisasi campak. Vaksin yang mengandung bakteri hidup adalah?
Campak dan DPT
DPT dan Hepatitis B
Campak
BCG
BCG dan Campak
Seorang anak 10 tahun tidak pernah vaksinasi. Saat terjadi wabah difteri, ia tidak tertular karena sebagian besar teman sebaya sudah vaksinasi. Mekanisme yang menjelaskan kondisi ini adalah?
Imunitas alamiah
Imunitas dapatan
Herd immunity
Herd autoimmunity
Autoimmunity
Laki-laki 25 tahun dirawat dengan difteri, diberi antibiotik dan serum anti difteri (antibodi anti difteri). Tujuan pemberian serum tersebut?
Imunisasi aktif
Imunisasi pasif
Imunisasi alamiah
Imunisasi buatan
Imunisasi pencegahan
Laki-laki 22 tahun datang untuk vaksinasi Hepatitis B, belum pernah vaksin sebelumnya. Di RS tersedia vaksin Hep B dan immunoglobulin anti-HBs. Apa yang harus diberikan?
Vaksin Hepatitis B saja
Immunoglobulin saja
Vaksin Hepatitis B dan immunoglobulin
Tidak perlu diberikan keduanya
Diberikan vaksinasi Hepatitis B dulu, 1 bulan kemudian immunoglobulin
Seorang anak usia 4 tahun dengan HIV dan CD4 <200 sel/mm³ datang ke puskesmas untuk imunisasi. Petugas mempertimbangkan pemberian vaksin campak (MMR). Apa keputusan yang paling tepat?
Vaksin MMR boleh diberikan karena aman untuk semua anak
Vaksin MMR kontraindikasi pada pasien dengan CD4 <200 sel/mm³
Vaksin MMR diganti dengan vaksin hepatitis A
Vaksin MMR boleh diberikan jika anak sudah mendapat ARV >6 bulan
Vaksin MMR ditunda hingga anak berusia >6 tahun
Seorang bayi usia 3 bulan mengalami demam tinggi hingga kejang setelah imunisasi DPT. Menurut klasifikasi WHO, kejadian ini masuk kategori ?
KIPI non-serius
Reaksi produk vaksin (KIPI serius)
Reaksi prosedur imunisasi
Kejadian koinsiden
Reaksi karena kecemasan
Seorang mahasiswa 20 tahun pingsan segera setelah disuntik vaksin influenza. Setelah diperiksa, tidak ditemukan kelainan lain. Klasifikasi KIPI yang sesuai adalah ?
Reaksi produk vaksin
Reaksi defek kualitas vaksin
Reaksi prosedur imunisasi salah
Reaksi karena kecemasan berlebihan
Kejadian koinsiden
Seorang petugas menyuntikkan vaksin hepatitis B yang sudah diencerkan sejak 12 jam lalu. Setelah itu, 5 anak mengalami demam dan muntah. Klasifikasi KIPI yang tepat adalah ?
Reaksi produk vaksin
Reaksi defek kualitas vaksin
Reaksi prosedur imunisasi salah
Reaksi karena kecemasan
Kejadian koinsiden
Seorang balita mengalami demam 2 hari setelah imunisasi, kemudian terbukti positif malaria. Klasifikasi KIPI yang paling sesuai adalah ?
Reaksi produk vaksin
Reaksi defek kualitas vaksin
Reaksi prosedur imunisasi salah
Reaksi kecemasan
Kejadian koinsiden
Seorang ibu hamil usia 28 minggu datang untuk imunisasi. Petugas ingin memberikan vaksin. Vaksin yang aman diberikan pada ibu hamil adalah ?
Vaksin MMR
Vaksin Varisela
Vaksin Tetanus Toksoid (TT)
Vaksin Yellow fever (hidup)
Vaksin Polio oral (OPV)
Seorang perempuan 25 tahun dengan riwayat alergi penicillin mendapat injeksi penicillin. Lima menit kemudian muncul gatal seluruh tubuh, nadi meningkat, dan hipotensi. Berdasarkan keluhan di atas, pasien mengalami?
Anergi
Antibody-mediated cytotoxic
Anafilaksis
Asma akut
Alergi kronik
Seorang anak 6 tahun mengalami nyeri, bengkak, dan eritema luas >10 cm di lengan setelah vaksin DPT. Reaksi ini termasuk ?
Reaksi ringan normal vaksin
Reaksi anafilaksis
Reaksi lokal berat
Reaksi kecemasan
Koinsiden
Pria 22 tahun dengan riwayat splenektomi total ingin divaksinasi. Vaksin yang paling penting diberikan adalah ?
Vaksin pneumokokus polisakarida
Vaksin BCG
Vaksin Varisela
Vaksin Rotavirus
Vaksin MMR
Seorang bayi usia 1 tahun mengalami sesak napas, mengi, dan hipotensi segera setelah imunisasi. Klasifikasi KIPI yang tepat adalah ?
Reaksi lokal berat
Reaksi anafilaksis (serius, terkait vaksin)
Reaksi kecemasan
Reaksi koinsiden
Reaksi karena prosedur salah
Seorang anak 5 tahun dengan riwayat SCID telah mendapat transplantasi sumsum tulang 1 tahun lalu. Ia datang untuk imunisasi lanjutan. Jenis vaksin yang aman diberikan adalah ?
Vaksin campak hidup
Vaksin polio oral (OPV)
Vaksin influenza inaktif
Vaksin varisela hidup
Vaksin rotavirus
Berikut yang termasuk vaksin hidup yang dilemahkan, kecuali ?
Vaksin BCG
Vaksin MMR
Vaksin Varisela
Vaksin Influenza inaktif
Vaksin Polio oral (OPV)
Suhu penyimpanan ideal untuk vaksin pada sistem rantai dingin adalah ?
2°C hingga 8°C
–20°C hingga –10°C
0°C hingga 2°C
15°C hingga 25°C
>37°C
Kontraindikasi absolut pemberian vaksin adalah ?
Riwayat anafilaksis terhadap komponen vaksin
Demam ringan (<38°C)
ISPA ringan
Diare tanpa dehidrasi
Riwayat kejang demam dalam keluarga
Menurut WHO, reaksi akibat kecemasan termasuk kategori ?
Reaksi terkait produk vaksin
Reaksi terkait prosedur salah
Reaksi terkait defek kualitas vaksin
Reaksi terkait kecemasan
Kejadian koinsiden
Faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan KIPI berat pada anak adalah ?
Riwayat alergi berat terhadap dosis vaksin sebelumnya
Riwayat batuk pilek ringan
Sedang tumbuh gigi
Sedang menstruasi
Riwayat kejang demam pada nenek
Pada program imunisasi rutin di Indonesia, vaksin hepatitis B pertama kali diberikan pada ?
Saat usia 2 bulan
Segera setelah lahir (≤24 jam)
Saat usia 6 bulan
Saat usia 1 tahun
Saat masuk sekolah dasar
Keuntungan utama vaksin kombinasi (misalnya DPT-HB-Hib) adalah ?
Meningkatkan risiko KIPI
Mengurangi jumlah suntikan pada anak
Membuat jadwal imunisasi lebih lama
Hanya bisa diberikan pada usia dewasa
Tidak memerlukan cold chain
Salah satu vaksin yang direkomendasikan pada usia remaja dan dewasa adalah ?
Vaksin rotavirus
Vaksin BCG
Vaksin DPT primer
Vaksin HPV
Vaksin polio oral (OPV)
Penanganan KIPI ringan seperti demam pasca vaksinasi adalah ?
Segera dilakukan resusitasi dengan epinefrin
Hentikan semua jadwal imunisasi selanjutnya
Tidak perlu observasi pasien
Berikan parasetamol sesuai dosis
Rawat inap di ICU
Tujuan utama surveilans KIPI adalah ?
Meningkatkan angka kejadian KIPI
Menilai keamanan vaksin dalam program imunisasi
Mengganti semua vaksin dengan obat oral
Menghentikan program imunisasi nasional
Menentukan dosis vaksin berdasarkan berat badan
Tujuan utama pemberian vaksin booster adalah ?
Mengurangi risiko KIPI
Mempercepat maturasi sistem imun
Menggantikan imunisasi primer
Menghilangkan semua efek samping vaksin
Mempertahankan dan meningkatkan kadar antibodi protektif
Vaksin yang direkomendasikan untuk kelompok usia lanjut (>60 tahun) adalah ?
Vaksin rotavirus
Vaksin BCG
Vaksin pneumokokus
Vaksin varisela untuk bayi
Vaksin DPT primer
Alat yang digunakan untuk membawa vaksin ke daerah terpencil sambil tetap menjaga suhu 2–8°C adalah ?
Thermometer digital
Vaccine carrier dengan ice pack
Termos berisi air hangat
Kotak karton biasa
Tabung oksigen
Salah satu kondisi yang dianggap kontraindikasi relatif pemberian vaksin adalah ?
Anafilaksis terhadap dosis vaksin sebelumnya
Anak sedang demam tinggi ≥39°C
Bayi lahir prematur dengan berat lahir rendah
Riwayat alergi makanan ringan
Riwayat keluarga epilepsi
Manfaat utama monitoring efek samping vaksin jangka panjang adalah ?
Mengganti vaksin dengan obat oral
Meningkatkan jumlah suntikan vaksin
Menentukan kebutuhan booster pada individu tunggal
Mengurangi kebutuhan cold chain
Menentukan keamanan vaksin setelah digunakan luas di masyarakat
Seorang anak 7 tahun belum pernah mendapat imunisasi dasar lengkap. Prinsip imunisasi catch-up adalah ?
Semua dosis vaksin harus diulang dari awal
Tidak perlu imunisasi lagi karena sudah besar
Hanya diberikan vaksin hidup saja
Semua vaksin diberikan sekaligus dalam 1 hari
Pemberian vaksin sesuai usia dengan mengejar dosis yang tertinggal
Contoh vaksin kombinasi pentavalen yang digunakan di Indonesia adalah ?
DPT-HB-Hib
MMR
BCG-Polio
TT-DT
Hepatitis A–influenza
Prinsip pemberian vaksin pada pasien dengan imunokompromais adalah ?
Semua vaksin hidup boleh diberikan
Vaksin inaktif aman dan dianjurkan
Tidak boleh diberikan vaksin apapun
Vaksin harus ditunda sampai dewasa
Semua vaksin diberikan dalam dosis ganda
Komponen terpenting dalam logistik imunisasi massal adalah ?
Penyimpanan vaksin sesuai cold chain
Pemberian obat antibiotik bersamaan
Menunda vaksinasi pada semua anak yang sehat
Mengurangi jumlah petugas vaksinasi
Memberikan vaksin tanpa pencatatan
Prinsip komunikasi risiko KIPI kepada orang tua adalah ?
Tidak perlu dijelaskan agar tidak menimbulkan kecemasan
Menjelaskan secara transparan kemungkinan reaksi ringan maupun serius
Hanya menjelaskan manfaat vaksin tanpa menyebut risiko
Menyampaikan bahwa semua vaksin pasti menimbulkan KIPI berat
Menunda penjelasan hingga anak dewasa
