wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Penerapan Tri Hita Karana dalam Sains

Total questions: 10

Worksheet time: 8mins

Name
Class
Date
1.

Seorang guru mengundang anak-anak untuk menanam sayuran di kebun sekolah. Selain merawat tanaman, anak-anak juga diajarkan untuk bersyukur atas hasil alam. Aspek mana dari konsep Tri Hita Karana yang paling mencerminkan aktivitas ini?

a)

Parhyangan, karena memperkuat hubungan dengan Tuhan melalui rasa syukur.

b)

Tri Hita Karana secara keseluruhan, karena mencakup ketiga aspek secara setara.

c)

Palemahan, karena aktivitas ini berfokus pada interaksi dengan lingkungan alam.

d)

Pawongan, karena aktivitas ini melibatkan interaksi antara guru dan anak-anak.

2.

Guru meminta anak-anak untuk bekerja sama dalam tim kecil untuk membuat model gunung berapi menggunakan baking soda dan cuka. Setiap anak memiliki tugas yang berbeda, seperti menyiapkan bahan, mencampur, dan mengamati reaksi. Kegiatan ini sangat efektif dalam mengembangkan aspek mana dari Tri Hita Karana?

a)

Ketiga-tiganya, karena melibatkan lingkungan, interaksi sosial, dan penemuan ilmiah.

b)

Palemahan, karena mereka bereksperimen dengan bahan kimia yang ditemukan di lingkungan.

c)

Parhyangan, karena gunung berapi adalah fenomena alam yang diciptakan oleh Tuhan.

d)

Pawongan, karena ini melatih kolaborasi dan interaksi sosial di antara anak-anak.

3.

Sebuah taman kanak-kanak memiliki program 'Sains di Taman', di mana anak-anak bertanggung jawab untuk merawat area taman mereka sendiri. Mereka belajar tentang jenis tanah, kebutuhan air tanaman, dan fotosintesis. Ini adalah contoh penerapan konsep Tri Hita Karana dalam aspek mana?

a)

Palemahan, karena ini berfokus pada hubungan harmonis antara manusia dan lingkungan.

b)

Kearifan lokal, karena taman adalah tradisi Bali.

c)

Pawongan, karena setiap anak memiliki tanggung jawab pribadi.

d)

Parhyangan, karena ini mengajarkan mereka untuk mencintai ciptaan Tuhan.

4.

Seorang guru membimbing anak-anak untuk membersihkan sampah plastik di sekitar taman bermain dan kemudian menggunakannya untuk membuat seni daur ulang. Kegiatan ini adalah contoh pembelajaran sains yang mengintegrasikan aspek Palemahan. Mengapa kegiatan ini penting?

a)

Mendidik anak-anak tentang tanggung jawab menjaga lingkungan dan kreativitas dengan bahan daur ulang.

b)

Mengajarkan anak-anak untuk tidak membuang sampah sembarangan.

c)

Membantu anak-anak memahami kimia di balik bahan plastik.

d)

Melatih keterampilan motorik halus anak-anak saat membuat seni.

5.

Dalam konteks sains untuk anak usia dini, bagaimana konsep Parhyangan dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan sains yang terkait dengan alam?

a)

Dengan menjelaskan bagaimana tanaman tumbuh melalui proses ilmiah yang kompleks.

b)

Dengan mengundang anak-anak untuk mengamati keindahan alam dan mengungkapkan rasa syukur atas ciptaan-Nya.

c)

Dengan melakukan upacara tradisional sebelum memulai setiap eksperimen.

d)

Dengan mengundang anak-anak untuk menanam tanaman.

6.

Guru ingin mengajarkan konsep sains tentang perubahan wujud benda dengan menggunakan kegiatan membuat es loli dari jus buah. Apa yang harus dilakukan guru untuk mengintegrasikan aspek Pawongan saat mengajarkan konsep sains tentang perubahan keadaan materi?

a)

Menjelaskan secara rinci proses perubahan dari cair menjadi padat.

b)

Membimbing anak-anak untuk bersyukur atas pembuatan es lolly.

c)

Meminta anak-anak untuk membuat es lolly untuk dinikmati bersama dan berbagi hasilnya.

d)

Menjelaskan bahwa es lolly berasal dari buah-buahan yang ditanam di kebun.

7.

Bagaimana seorang guru dapat mengukur pemahaman anak-anak tentang konsep Palemahan yang terintegrasi dengan sains?

a)

Melalui wawancara dengan orang tua tentang kebiasaan anak di rumah.

b)

Dengan meminta anak-anak untuk menggambar bunga dan pohon.

c)

Melalui pengamatan perilaku anak-anak saat berinteraksi dengan lingkungan, seperti merawat tanaman dan tidak membuang sampah sembarangan.

d)

Melalui tes tertulis tentang nama-nama tanaman dan hewan.

8.

Apa dua aspek dari Tri Hita Karana yang terintegrasi dalam aktivitas mengamati siklus air melalui eksperimen sederhana dalam sebuah jar?

a)

Parhyangan dan Palemahan.

b)

Semua tiga, karena melibatkan interaksi dan alam.

c)

Parhyangan dan Pawongan.

d)

Pawongan dan Palemahan.

9.

Mengapa penting bagi guru pendidikan anak usia dini untuk tidak hanya mengajarkan fakta-fakta sains tetapi juga mengintegrasikannya dengan nilai-nilai Tri Hita Karana?

a)

Agar anak-anak memiliki nilai yang lebih baik di sekolah dasar

b)

Agar anak-anak lebih mudah mengingat fakta-fakta sains.

c)

Agar anak-anak memahami sains secara holistik, mencakup hubungan dengan alam, sesama, dan Tuhan.

d)

Karena ini adalah kurikulum wajib yang ditetapkan oleh pemerintah.

10.

Seorang guru mendampingi anak-anak untuk mengamati sarang semut dan mendiskusikan bagaimana semut bekerja sama untuk mencari makanan. Aktivitas ini berfokus pada konsep kerjasama dalam koloni semut. Aspek Tri Hita Karana mana yang paling didukung oleh aktivitas ini?

a)

Palemahan, karena mereka mengamati serangga di lingkungan alami.

b)

Walaupun objek yang diamati adalah serangga, fokus utama diskusi adalah kerjasama, bukan hubungannya dengan lingkungan alami.

c)

Parhyangan, karena semut adalah ciptaan Tuhan.

d)

Semua tiga, karena melibatkan alam dan interaksi sosial.

e)

Pawongan, karena mengajarkan nilai kolaborasi dan kerjasama di antara teman-teman.